Connect with us

Keuangan Syariah

7 Penyebab Reksadana Pasar Uang Syariah Tidak Mengalami Penurunan

Reksadana Pasar Uang Syariah

Mengatur keuangan sejak dini sangat diharapkan agar kedepannya mampu menjangkau segala hal yang dibutuhkan dengan mudah. Salah satu cara bisa dilakukan yaitu investasi melalui reksadana pasar uang syariah yang aman dari berbagai segi. Adapun penyebabnya jenis ini tidak mengalami penurunan serta masih diminati hampir semua kalangan, antara lain:

1. Jangka Waktu yang Pendek

Bagi pemula yang belum pernah terjun sebelumnya, akan terbantu dengan tipe pengelolaan uang yang dilaksanakan dalam kurun waktu tidak lama. Belajar dari sesuatu sederhana tak begitu rumit dalam pengaturannya serta mampu menolong kondisi keuangan seseorang. Otomatis risiko pada model seperti ini tidak akan berlebihan yang mengakibatkan kebangkrutan.

Adanya kesulitan dalam keadaan ekonomi tidak akan memberikan dampak begitu besar terhadap aktivitas yang dilakukan. Instrumen yang dipilih juga mempunyai kemungkinan rugi yang rendah, sehingga tidak membahayakan investornya. Hal ini membuat pergerakannya stabil karena terjadi dalam jangka pendek.

2. Dananya Mudah Dicairkan

Kemudahan pencairan reksadana pasar uang syariah menjadi daya tarik utama bagi setiap orang yang belum bergabung. Bukan hanya itu, keberadaannya bisa membantu beragam situasi yang terjadi kepada investornya. Mudahnya uang yang bisa diambil jadi salah satu jaminan bahwa kegiatan yang terlaksana jauh dari tindak penipuan.

Peraturan ini juga menumbuhkan kepercayaan terhadap orang-orang yang menaruh harapan pada investasinya. Tingginya likuiditas tidak memberikan penalti kepada pihak yang menarik uangnya sebelum masa yang ditentukan. Tentunya sangat menarik untuk bergabung di sini. Tanpa tekanan yang besar serta memperoleh profit yang menggiurkan.

3. Fleksibel

Adanya penyesuaian yang mudah terhadap berbagai keadaan menjadi salah satu sebab bertahannya lembaga satu ini. Kata fleksibel di sini maksudnya produk yang ada bisa diperjualkan dan belikan sebagaimana yang dibutuhkan. Tak memandang waktu dalam melakukan jual beli.

Setiap saat dapat dilaksanakan berdasarkan ketentuan yang ditetapkan serta atas kesepakatan pihak-pihak yang bersangkutan. Hal ini membuahkan kepuasan dari investor karena mempu mengawasi serta turun tangan dalam mengatur keuangannya tanpa ada batasan yang buat pilu serta aturan mengekang.

4. Jaminan Pelaksanaan

Pelaksanaan ini sudah berada pada daftar serta diatur oleh fatwa MUI No. 20/DSN-MUI/IV/2001. Itu berarti terdapat jaminan yang tak melanggar bahkan keluar dari aturan syariah, sehingga bisa dipertanggungjawabkan keberadaannya. Bagi pengikutnya juga tidak perlu khawatir saat menjalankan alur yang ada ketika berinvestasi pada lembaga ini.

Keamanan yang tidak dapat diragukan kembali mampu menjadi sarana dalam mengatur keuangan supaya bergerak dan menghasilkan. Usia muda adalah bibit unggul untuk memulai aktivitas ini, agar bisa hidup tentram serta sejahtera pada masa tuanya. Mempertimbangkan segala sesuatu sejak dini lebih baik, daripada terperosok nantinya.

5. Berjalan dengan Stabil

Sekarang ini cukup sulit menemukan wadah untuk berinvestasi yang stabil dalam jalannya. Sehingga tidak mengalami penurunan secara drastis ketika ekonomi melemah. Meskipun keuntungan yang diperoleh nggak sebesar profit harapan, setidaknya cukup untuk menangani berbagai masalah yang hadir.

Adanya kestabilan ini buat sebagian orang merasa nyaman menggunakan investasi jangka pendek yang memiliki risiko rendah ini. Pentingnya keseimbangan sebab berdampak besar terhadap semua aspek yang terlibat. Jadi kalau stabil tidak akan merugikan banyak pihak serta menjanjikan bagi semua yang ikut campur pada kegiatan ini.

6. Unit Penyertaan Relatif Murah

Pada unitnya untuk reksadana pasar uang syariah yang terbeli itu harganya tidak mahal, sehingga dapat disesuaikan dengan isi kantong. Semua kalangan berhak ikut tanpa khawatir jatuhnya investasi yang dilakukan, karena terbukti mudah dikendalikan serta sesuai dengan peraturan yang ada.

Apabila terjun secara langsung, mampu meningkatkan pengetahuan serta wawasan kepada pelaksanaanya. Banyak pelajaran berharga ketika manajemen dilaksanakan dengan benar. Seorang pemula juga dapat mengikuti alur dengan mudah yang terdapat di sini. Adanya imbal hasil yang kecil tidak akan berdampak besar bagi perekonomian global yang menurun.

7. Kemudahan Buka Rekening

Tanpa persyaratan yang menyulitkan dan dokumen yang terlalu banyak untuk dikumpulkan membuat bukaan rekening di sini gampang. Adapun aplikasi manajer yang menolong setiap investor guna menjadi bagian dari lembaga ini. Beberapa persyaratan bisa dilengkapi terlebih dahulu agar semua kegiatan yang diikuti berjalan dengan lancar tanpa gangguan yang mengharuskan daftar ulang.

Pastikan saat pengisian data diri itu sesuai kenyataan tanpa dibuat-buat. Adanya penjagaan privasi yang ketat takkan buat pendaftarnya khawatir. Rekening yang sudah jadi dapat dimanfaatkan sebagaimana yang diperlukan oleh investornya. Jangan berikan data pada rekening itu kepada sembarang orang, sehingga tidak terjadi penyalahgunaan serta hal mengerikan lainnya.

Demikian penjelasan yang menarik tentang reksadana pasar uang syariah pantas untuk dijadikan sarana dalam mengelola dana yang pasif. Adanya kemudahan dalam mengaksesnya serta stabilitas yang terjaga merupakan poin terpenting dalam berinvestasi zaman sekarang ini.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Keuangan Syariah

Cara Investasi Sukuk Dan Keuntungan Ketika Memilihnya

Cara Investasi Sukuk

Bagi para pelaku dunia investasi istilah sukuk bisa menjadi pilihan dengan prospek yang lumayan bagus. Sukuk sendiri adalah obligasi syariah dengan pemakaian prinsip syariah yang menggunakan efek jangka panjang. Untuk itu cara investasi sukuk memang cukup penting diketahui oleh para investor. Dimana nantinya akan dilakukan pembayaran terhadap para pemegang sukuk dengan sistem bagi hasil. 

Secara umum investasi memang tergolong cukup penting mengingat dapat dijadikan sebagai media perencanaan keuangan di waktu mendatang. Terutama bagi orang Muslim yang cukup mempertimbangkan mengenai prinsip syariah dalam menjalankan transaksi. Oleh hal ini sukuk bisa menjadi daftar pilihan investasi. Berikut beberapa informasi mengenai sukuk hingga cara memulai investasinya:

Mengenal Investasi Sukuk 

Dilihat dari terminologi bidang ekonomi, sukuk dapat dipahami sebagai bentuk instrumen hukum, akta, maupun cek. Letak perbedaan antara suku dengan obligasi dalam sistem konvensional ada pada pemakaian konsep bagi hasil, bukan menggunakan sistem bunga. Oleh karena itu proses perjanjian kontrak yang dilakukan oleh pihak terkait menggunakan prinsip syariah. 

Untuk itu cara investasi sukuk yang dilakukan termasuk bebas dari yang namanya riba, serta gharar dan juga maysir. Dari sini dapat diketahui jika istilah sukuk merupakan bentuk investasi berlabel syariah yang telah memperoleh pengakuan dari pihak pemerintah maupun MUI. Sukuk ini nantinya juga mempunyai bentuk turunan yang cukup beragam. Mulai dari sukuk ritel hingga sukuk tabungan. 

Tata Cara Investasi Sukuk

Untuk para pelaku investasi yang mulai tertarik pada instrumen sukuk, kiranya perlu mengetahui terkait cara investasi sukuk yang akan dilakukan. Secara umum cara tersebut dapat dibagi menjadi 2 macam. Adapun penjelasannya yaitu sebagai berikut:

1. Lewat Mekanisme Pasar Perdana 

Perkara ini lantaran investor melakukan pembelian sukuk langsung kepada agen yang telah dilakukan penunjukan secara resmi oleh pemerintah. Guna menjalankan transaksi penjualan maupun pembelian sukuk ritel. Mekanis semacam ini memang tidak memerlukan perlengkapan persyaratan yang cukup rumit. Untuk langkah-langkahnya bisa simak ulasan berikut:

  • Langkah pertama sudah jelas jika calon investor harus menghubungi pihak agen penjualan sukuk. Dimana agen tersebut merupakan agen yang telah dilakukan penunjukan oleh negara secara resmi. 
  • Lanjutkan dengan melakukan pengisian terhadap formulir pendaftaran layaknya yang telah disediakan oleh pihak dari agen penjualan SR.
  • Jangan lupa untuk melampirkan sejumlah persyaratan yang dibutuhkan, misalnya seperti data diri berupa KTP dan juga persyaratan lainnya. Ini tergantung dari permintaan yang dilakukan oleh pihak agen. 
  • Berikutnya investor bisa melakukan transfer sejumlah dana sebagaimana harga dari sukuk ritel yang telah dibeli. 
  • Lalu ada penerimaan tanda bukti beserta proses pengambilan sisa dana. Hal ini terjadi jika total sukuk yang dilakukan penerbitan oleh pihak pemerintah ternyata tidak mencukupi dari jumlah dana yang telah ditransfer. 
  • Selanjutnya adalah mendapatkan bentuk penjatahan. 
  • Terakhir investor hanya perlu menunggu saja bergulirnya proses investasi yang dilakukan hingga batas tenor yang telah diajukan oleh pihak emiten. 

2. Lewat Mekanisme Pasar Sekunder 

Mekanisme untuk cara investasi sukuk kali ini, proses transaksi pembelian yang dijalankan layaknya proses yang terdapat pada pembelian obligasi. Yakni menggunakan proses mekanisme bursa atau bisa juga lewat perbankan. Lama waktu yang dibutuhkan untuk menjalankan proses ini lebih kurang berlangsung selama 2 mingguan. 

Yaitu sampai tiba waktunya pihak pembeli sukuk memperoleh hak yang dinamakan dengan surat konfirmasi dari kepemilikan sukuk ritel itu sendiri. Dimana dalam hal ini layaknya yang dikeluarkan oleh pihak dari bursa maupun bank secara umum yang disesuaikan berdasarkan mekanisme yang diikuti. 

Apabila dilihat dari sisi proses yang dimiliki, memang bisa dikatakan hampir sama dengan yang dimiliki oleh obligasi. Yakni termasuk aman serta lumayan menguntungkan jika dilihat dari sisi investasi. Meskipun demikian jangan sampai lupa untuk tetap memperhatikan perbedaan dari keduanya. Tidak lain supaya tak menimbulkan efek negatif pada investasi yang dimiliki. 

Keuntungan Mempunyai Sukuk Ritel 

Untuk para calon investor agaknya perlu mengetahui beberapa kelebihan yang dimiliki oleh investasi dalam instrumen sukuk ritel. Lantaran hal ini dapat dijadikan sebagai bentuk pertimbangan dalam memilih instrumen investasi. Secara umum keuntungan tersebut ada 3 hal mendasar, berikut ulasannya:

  • Resiko gagal bayar terbilang cukup kecil sehingga kegiatan investasi yang dijalankan cenderung akan mengalami keuntungan. 
  • Untuk hasil pendapatan yang diperoleh tergolong cukup besar lantaran menggunakan konsep bagi hasil. Mengingat investasi dengan instrumen deposito masih memiliki kemungkinan terjadinya fluktuatif.
  • Perihal pajak yang ditetapkan pada sukuk terbilang lebih rendah jika dibandingkan dengan obligasi. Dimana untuk sukuk ritel kisaran pajaknya sebesar 15 persen, sementara untuk obligasi pajaknya adalah 20 persen. 

Itu tadi ulasan mengenai tata cara investasi sukuk beserta sejumlah keuntungan ketika memilihnya. Bentuk instrumen investasi ini mungkin bisa menjadi pilihan tersendiri lantaran konsep yang dipergunakan memakai prinsip syariah. Terutama bagi para muslim yang cukup mempertimbangkan transaksi secara syariah, sehingga terbebas dari hal riba, gharar serta juga maysir.

Continue Reading

Keuangan Syariah

Mengenal Perbedaan Sistem Ekonomi Islam dan Sistem Ekonomi Lainnya

Perbedaan Antara Sistem Ekonomi Islam dengan Sistem Ekonomi Konvensional
Perbedaan Antara Sistem Ekonomi Islam dengan Sistem Ekonomi Konvensional

Halo semuanya pada artikel kali ini saya akan membahas tentang perbedaan sistem ekonomi islam dan sistem ekonomi lainnya.

Pasti diantara kalian sering mendengar tentang bank mandiri syari’ah, BRI Syari’ah, BNI Syariah dan masih banyak lagi yang menambahkan kata syari’ah di belakangnya.

Pasti ketika mendengar kata syari’ah kalian akan teringat tentang Islam. Yap, kata syari’ah memang istilah yang sering digunakan dalam islam.

Lalu, apa sih sebenarnya syari’ah itu dan kenapa beberapa bank memunculkan kata syari’ah di belakangnya.

Apa perbedaannya dengan lain? apakah bank biasa untuk umum dan bank syari’ah untuk orang islam?

Jawabannya adalah pada sistemnya.

Sistem ekonomi yang satu ini memang sedikit berbeda dengan sistem ekonomi pada umumnya.

Secara lebih lanjut, mari kita bahas satu persatu mulai dari apa itu pengertian sistem ekonomi islam, prinsipnya dan apa perbedaannya dengan sistem ekonomi pada umumnya. So, stay tune ya.

Apa itu Sistem Ekonomi Islam?

Apa itu Sistem Ekonomi Islam
Apa itu Sistem Ekonomi Islam

Oke jika berbicara sistem apa sih yang ada di benak kalian? atau apa sih yang dulu diajarkan di sekolah tentang pengertian sistem?

Berbicara tentang sistem sebenarnya kita sedang berbicara mengenai sebuah tatanan, aturan, mekanisme dan masih banyak lagi.

Lalu apa sih yang dinamakan sistem ekonomi islam?

Pengertian sistem yang satu ini secara umum adalah sebuah sistem, mekanisme atau tata keseluruhan pelaksanaan kegiatan ekonomi yang diatur dan dilaksanakan berdasarkan Al Qur’an dan hadits.

Sedangkan menurut para ahli yaitu Hasanuzzaman pengertian ekonomi islam sebenarnya lebih mengarah kepada prinsip keadilan yaitu suatu sistem yang menata kehidupan masyarakat dalam berekonomi agar tercipatanya keadilan, dan manusia bisa menggunakan sumber daya material yang dimilikinya untuk beribadah kepada Allah SWT.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa sistem ekonomi yang satu ini adalah pengaturan semua kegiatan ekonomi yang berlandaskan pada syaria’t islam.

Termasuk pengaturan mengenai jual beli,pinjam meminjam, akad dan lain sebagainya.

Jadi, sudah cukup jelas bukan mengenai pengertian apa itu sistem ekonomi islam? Sekarang apa saja sih ciri-ciri sistem ekonomi islam?

Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Islam

Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Islam
Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Islam

Sebenarnya tidak cukup banyak perbedaan antara sistem ekonomi ini  dengan sistem ekonomi pada umumnya.

Pada hakikatnya, keduanya memang sama-sama untuk kesejahteraan. Tetapi, secara sederhana sistem ekonomi ini lebih ketat dibandingkan dengan sistem ekonomi pada umumnya.

Apa aja? yuk simak poin-poin di bawah ini:

  • Tidak memperoleh adanya bunga dari sebuah transaksi pinjam meminjam

Berbeda dengan sistem ekonomi konvensional.Sistem ekonomi ini tidak memberatkan adanya bunga terhadap para peminjamnya. Dalam artian tidak ada persyaratan berapa persen bunga yang harus dibayarkan dalam suatu peminjaman.

  • Adanya seleksi halal dan haram dalam semua produk yang terlibat dalam sistem ekonomi syari’ah

Kedua,adanya seleksi yang ketat antara halal dan haramdari semua produk yang terlibat dalam sistem ekonomi syari’ah. Misal, kamu ingin meminjam sejumlah dana ke bank syari’ah maka pihak bank akan menyeleksi untuk apa pinjaman kamu hingga ditetapkan bahwa usaha kamu  adalah usaha yang halal. Tidak ada unsur haram di sana.

Maka dari itu, pihak bank syari’ah baru akan menyetujui ajuan peminjaman kamu. Lebih selektif bukan?

  • Larangan menimbun harta kepada semua orang karena hanya akan menguntungkan pihak tertentu saja

Sebenarnya ciri ini juga hampir sama dengan ciri sistem ekonomi konvensional yaitu melarang menimbun harta kepada semua orang karena hanya akan menguntungkan pihak tertentu saja.

Dalam artian, hal ini benar-benar harus dilaksanakan dalam sistem ekonomi ini, karena sesuai pengertiannya yaitu kegiatan ekonomi yang berprinsip keadilan.

  • Kepentingan umat lebih diutamakan dibandingkan dengan kepentingan umum

Ciri yang keempat adalah kepentingan umat lebih diutamakan dibandingkan dengan kepentingan umum. Dalam artian sistem ekonomi yang satu ini berorientasi ke pelayanan prima kepada para nasabah.

Tidak lagi bersifat mencari keuntungan semata tetapi juga ingin mensejahterakan kehidupan umat islam.

  • Pembatasan hak umat atau individu

Kelima adalah pembatasan hak umat atau individu. Mengapa ini dilakukan? agar tidak terjadi monopoli yang bertentangan dengan prinsip keadilan dan prinsip kesejahteraan.

Jadi, sampai sini paham kan ciri-ciri sistem ekonomi islam? Lalu apa sih prinsip sistem ekonomi islam.  Nah ini nih, simak beberapa poin di bawah ini.

Prinsip-Prinsip Sistem Ekonomi Islam

Prinsip-Prinsip Sistem Ekonomi Islam
Prinsip-Prinsip Sistem Ekonomi Islam

Kalian pasti punya prinsip kan? sama halnya dengan sistem ekonomi dalam islam. Mereka juga punya prinsip tersendiri. Apa aja prinsipnya? ini dia prinsip-prinsip sistem ekonomi islam :

  • Berorientasi kepada keadilan

Prinsip yang pertama adalah berorientasi keadilan. Hal ini juga membuktikan bahwa sistem ekonomi islam juga tidak bertentangan dengan prinsip pancasila sila kelima yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Jadi, sebisa mungkin sistem ekonomi islam berorientasi pada keadilan dan semua umat mendapatkan haknya sesuai dengan porsi mereka masing-masing.

  • Mengakui bahwa individu mempunyai hak harta

Sistem ekonomi ini berprinsip bahwa masing-masing individu berhak untuk mempunyai harta, mereka berhak memperoleh titipan oleh Alloh dalam jalan yang benar dan halal. Di sisi lain juga bagaimana caranya agar individu memperoleh kemaslahatan dari harta tersebut, tetap saling menghargai dan menghormati.

  • Terdapat jaminan sosial

Sistem ekonomi ini juga berani untuk memberikan jaminan sosial kepada nasabahnya. Hal ini sekali lagi juga tidak bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945 loh, yang mana ada “hak untuk hidup” dan juga “harus melindungi segenap bangsa”.

Oleh karena itu, sistem ekonomi ini mencoba untuk mensejahterakan semua nasabahnya atau lebih tepatnya semua umat.

  • Melarang praktik riba

Yang keempat adalah melarang praktik riba. Seperti yang sudah dijelaskan bahwa Alloh itu menghalalkan jual beli, tetapi tidak dengan menghalalkan riba. Sehingga sistem ekonomi dalam islam mencoba menghilangkan ini dengan tidak menarik bunga dari setiap transaksi atau peminjaman.

  • Mengelola kekayaan alam

Prinsip sistem ekonomi ini yang kelima adalah mengelola kekayaan alam. DalamAl Qur’an setiap manusia diharuskan untuk mencari dan mengelola kekayaan alam. Termasuk cara-caranya yaitu dengan menjalin hubungan kerjasama sebagai sarana untuk mengelola kekayaan alam tersebut.

Oke, itulah beberapa prinsip sistem ekonomi dalam islam yang wajib kalian pahami dan ketahui. Lalu setelah ini, sebenarnya apa sih perbedaan paling krusial antara sistem ekonomi dalam islam dan sistem ekonomi konvensional?

Perbedaan Antara Sistem Ekonomi Islam dengan Sistem Ekonomi Konvensional

Mengenal Perbedaan Sistem Ekonomi Islam dan Sistem Ekonomi Lainnya
Perbedaan Sistem Ekonomi dalam Islam dan Sistem Ekonomi Lainnya

Berbicara mengenai sistem sebenarnya kita tidak hanya sedang berbicara arti dalam skala sempit,riba,bunga, akad dan lain-lain. Tetapi berbicara sistem adalah secara keseluruhan termasuk prinsip dalam sistem itu sendiri. Berikut ini adalah beberapa perbedaan mendasar antara sistem ekonomi dalam islam dengan sistem ekonomi konvensional.

  • Berbeda perhatian dan titik tolak

Perbedaan antara sistem ekonomi dalam islam dengan sistem ekonomi konvensional adalah pada perhatian dan titik tolak. Bagaimanakah maksudnya? jika ekonomi konvensional lebih membebaskan kepentingani individu untuk kemana mengalokasikan sumber daya materil yang sudah didapatkan.

Maka hal ini tidak terjadi di sistem ekonomi dalam islam yang mana tidak hanya menekankan pada kepentingan individu tetapi juga menekankan tujuan atau hasil akhir dari sumber daya yang sudah didapatkan atau pengalokasian sumber daya. Sampai di sini paham?

  • Adanya pengawasan dari pemerintah

Nah perbedaan yang kedua adalah dalam mekanisme pasar. Jika sistem ekonomi konvensional menganut teori inivisible hands yang mana tanpa aturan dan pengawasan. Maka hal ini berbanding terbalik dengan prinsip sistem ekonomi dalam islam.

Sistem ekonomi dalam islam ada yang namanya al hisbah yaitu semacam pemerintah yang memiliki fungsi pengawasan baik itu mengawasi barang di pasar,pengindustrian dan lain sebagainya. Sehingga semua tetap terkontrol dengan baik.

  • Perbedaan distribusi harta yang diperoleh

Ketiga adalah perbedaan distribusi harta yang diperoleh. Jika sistem ekonomi konvensional lebih ke hak individu mau diapakan harta atau modal yang sudah didapatkan. Tetapi hal ini tidak terjadi di sistem ekonomi dalam islam.

Sistem ekonomi dalam islam lebih mementingkan asas keadilan dan kesejahteraan. Sehingga nantinya akan dibagi kepada masyarakat lainnya secara adil dan merata agar semakin bermanfaat dan berkeadilan sesuai dengan asas undang-undang yang juga telah disebutkan sebelumnya.

  • Perbedaan terhadap kepemilikan aset produksi

Saya yakin kalian sudah kenal dengan prinsip ekonomi kapitalis. Ya kapitalis pastinya bukan hal baru lagi kan bagi kalian? Jika sistem ekonomi kapitalis lebih berprinsip kepada kepentingan dirinya saja, atau kepemilikan aset produksi sebesar-besarnya secara pribadi.

Maka tidak dengan sistem ekonomi ini yang mana kepentingan atau keuntungan individu tidak mutlak. Dibatasi dengan keinginan individu yang lainnya sehingga secara sederhana kepentingan individu haruslah di nomor duakan setelah kepentingan umat. Bagaimana apakah kalian tertarik mempelajari lebih dalam tentang sistem ekonomi islam?

  • Perbedaan orientasi

Perbedaan mendasar yang terakhir adalah perbedaan orientasi. Bagaimana maksudnya? sistem ekonomi ini orientasinya adalah pada kesejahteraan yaitu menjamin kepemilikan dan kepengggunaan suatu aset seseorang adalah untuk umat.

Berbeda dengan orientasi kapitalis yang membebaskan individu mau dibawa kemana aset yang dimiilikinya, dan bisa dibilang lebih mementingkan keuntungan pribadi saja.

Nah, dari sini apakah kalian sudah jelas perbedaan antara sistem ekonomi islam dengan sistem ekonomi konvensional dengan jelas?

Jika sudah kalian berhak memilih mana yang akan kalian pakai untuk mengatur sistem ekonomi atau tata keuangan kalian.

Segala sistem pasti ada kekurangannya, tidak ada sistem yang sempurna.

Bagaimanapun pilihlah dengan sesuai yang kalian nyamani dan pastikan kalian sudah mengetahui seluk beluk cara kerjanya secara lebih lengkap agar tidak salah di kemudian hari.

Hal ini penting untuk kalian pahami dan kemudian lakukan karena jangan sampai ketika kalian sudah memakai salah satu jasa baik ekonomi islam atau ekonomi konvensional. Malah tidak enak dibelakang dan menyesal.

Padahal hal tersebut sama sekali tidak diperbolehkan, jika kalian kurang paham mengenai segala sistematika dan peraturan yang berkaitan dengan kedua sistem tersebut.

Mintalah costumer service untuk menjelaskan bagaimana akadnya, bentuk kerjasamanya dan peraturannya.

Baca Juga: Perkembangan Sistem Ekonomi Indonesia dari Waktu ke Waktu

Jadi, pilihlah yang nyaman, pas di hati dan jelas serta tidak merugikan kalian sebagai manusia.

Apalagi jika kalian ingin membuka usaha baru dan butuh uang dalam jumlah besar, otomatis satu-satunyacara meminjam paling aman adalah melalui bank.

Sehingga, pahami dulu bagaimana ketentuan dan peraturannya. Sampai jumpa, terimakasih.

Continue Reading

Keuangan Syariah

Bahas Tuntas Bank Syariah di Indonesia

Bank Syariah
Bank Syariah di Indonesia

Kini semakin banyak masyarakat terutama di Indonesia yang mempercayakan keuangannya pada perbankan syariah.

Sistem perbankan syariah sendiri punya perbedaan dengan bank konvensional. Pelaksanaan sistem bank syariah lebih mengarah pada hukum islam.

Berikut penjelasan terperinci tentang Bank syariah di Indonesia.

Sejarah Berdirinya Bank Syariah Di Indonesia

Diawali dengan adanya deregulasi perbankan tahun 1983, yang kemudian menjadi sejarah berdirinya bank syariah Indonesia.

Deregulasi yaitu keputusan yang dibuat oleh BI kepada seluruh bank umum untuk secara bebas menentukan suku bunga.

Dikutip dari laman ojk.go.id adanya deregulasi ini pemerintah berharap agar tercipta kondisi bank yang kuat untuk menopang perekonomian negara.

Sampai tahun 1990 an MUI membentuk kelompok kerja untuk mendirikan bank islam Indonesia.

Kemudian tepatnya tahun 1991 akhirnya resmi berdiri perbankan syariah di Indonesia dengan sebutan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS).

BPRS ini diprakarsai oleh langsung oleh MUI saat mengadakan lokakarya di Bandung tanggal 18-19 Agustus 1990.

Hasil lokakarya tersebut, berdirilah PT Bank Muamalat Indonesia (BMI) yang resmi beroperasi tahun 1992.

Namun sayangnya, hingga tahun 1998 tidak begitu menunjukkan perkembangan karena hanya berdiri 1 unit bank syariah.

Untuk itu, pemerintah mengeluarkan peraturan baru yaitu UU No. 10 tahun 1998.

UU tersebut berisi tentang kewenangan bank konvensional untuk membuka Unit Usaha Syariah (UUS).

Hingga akhirnya tahun 2008 UU No.21 tahun 2008 disahkan yaitu tentang perbankan syariah. Saat itu sekaligus menjadi tanda bangkitnya perbankan syariah di Indonesia.

Sejarah mencatat, tahun 2005 bank umum syariah yang beroperasi sebanyak 304 unit usaha, syariah 19 unit, serta BPRS 92 unit.

Tahun berikutnya ternyata mengalami peningkatan menjadi 643 unit bank umum syariah, 25 unit usaha syariah, serta 133 buah BPRS.

Prinsip Bank Syariah Di Indonesia

Sebetulnya baik bank konvensional maupun bank syariah sama-sama punya tujuan yang sama.

Yaitu untuk mendapat keuntungan dengan cara meminjamkan sejumlah modal, menyimpankan dana, membiayai kegiatan usaha atau kegiatan lain untuk membantu masyarakat.

Berikut apa saja prinsip bank syariah

  • Prinsip bagi hasil (Mudharabah), yaitu perjanjian kerjasama antar pemilik modal dengan pengelola modal. Nanti keuntungannya akan dibagi sesuai kesepakatan keduanya.
  • Prinsip penyertaan modal (Musyarakah). Merupakan bentuk kerjasama 2 orang atau lebih pada suatu usaha. Masing-masing akan mendapat keuntungan sesuai dengan modal yang dikeluarkan.
  • Prinsip jual beli barang untuk memperoleh keuntungan (Murabahah). Merupakan perjanjian jual beli antara bank serta nasabah.
  • Prinsip Ijarah, yaitu perjanjian pemindahan hak guna. Hak guna disini dalam hal objek atau jasa dengan biaya sewa. Namun tidak dilanjutkan dengan pemindahan kepemilikan.
  • Prinsip Ijarah Wa Iqtina yaitu perjanjian untuk pemindahan hak guna atas objek serta jasa.

Produk Bank Syariah Di Indonesia

Sama dengan bank konvensional, bank syariah juga punya beberapa produk yang ditawarkan untuk nasabahnya. Sebagian memang produk jasa, yang dibagi menjadi 4 kelompok besar.

Berikut apa saja produk perbankan syariah di Indonesia

  • Titipan atau simpanan, yaitu salah satu produk bank syariah yang berbentuk jasa. Ada jensi produk yang ditawarkan disini yaitu Al-Wadi’ah serta deposito Mudharobah.
  • Bagi hasil juga merupakan pilihan produk bank syariah yang ditawarkan oleh bank syariah. Pilihan produknya ada 4 jenis. Diantaranya adalah Al-Musyarakah (joint venture), Al-Mudharabah, Al-Muzara’ah, serta Al-Musaqah.
  • Jual beli, ada lagi pilihan produk yang bisa dinikmati nasabah bank syariah yaitu jual beli ini. Setidaknya ada 5 pilihan produk. Diantaranya adalah Ba’i Al-Murabahah, Ba’i As-Salam, Ba’i Al-Istishna’, Al-Ijarah, serta Al-Ijarah Al-Mutahia Bit-Tamlik.
  • Jasa, bank syariah juga menawarkan beberapa produk jasa yang bisa dinikmati nasabah. Terdapat 5 pilihan produk jasa yang diperuntukkan untuk para nasabah. Diantaranya ada Al- Wakalah, Al-Kafalah, Al-hawalah, Ar- rahn, serta Al- Qardh.

Rekomendasi Bank Syariah Di Indonesia

Hingga saat ini peminat bank syariah khususnya di Indonesia terus mengalami kenaikan.

Prinsipnya yang menggunakan syariat hukum islam, diketahui merupakan penyebab mengapa bank syariah ini sekarang bergitu populer.

Bagi yang ingin mencoba mempercayakan keuangannya di bank syariah, berikut rekomendasi bank syariah di Indonesia terbaik

Bank Mualamat

Salah satu yang bisa direkomendasikan saat memilih bank syariah terutama di Indonesia adalah bank mualamat. Perlu diketahui, bank ini bisa dikatakan merupakan pelopor bank syariah di Indonesia.

Bayangkan saya, bank ini mulai berdiri sejak 1991 dan bertahan hingga saat ini.

Selain itu bank ini juga sudah mengantongi izin dari bank devisa serta terdaftar di BEI sejak tahun 1994 lalu.

Keunggulan bank muamalat ini adalah memiliki produk tabungan yang bebas administrasi bulanan.

Produk ini bisa menjadi andalan karena lebih hemat, tabungan tidak akan terpotong oleh biaya administrasi tiap bulannya.

Bank Syariah Mandiri

Masih tergolong agak baru, bank syariah mandiri berdiri sejak tahun 1999. Namun jangan tanyakan perkembangannya yang begitu cepat untuk menarik banyak nasabah.

Hal ini terbukti pada tahun 2017, bank ini telah mempunyai sedikitnya 737 kantor pelayanan yang tersebar di seluruh Indonesia.

Bahkan hingga tahun tersebut, telah tercatat memiliki ATM sebanyak 196 ribu jaringan.

Selain menyediakan beragam pilihan produk keuangan untuk nasabah, bank syariah mandiri ini punya keunggulan lain.

Mereka punya pelayanan gadai serta memperbolehkan nasabahnya untuk mencicil emas.

Bank BRI Syariah

Tak mau kalah dengan bank umum lainnya, BRI juga mendirikan bank BRI Syariah yang resmi beroperasi sejak tahun 2008.

Awalnya memang BRI ini merupakan bank konvensional, lalu mencoba untuk memutar arah dengan mengubah kegiatan usahanya menjadi bank syariah.

Namun, tidak disangka malah mendapat sambutan yang bagus dari masyarakat.

Terbukti dari tahun ke tahun, bank BRI syariah ini terus menunjukkan perkembangan serta nasabah yang terus meningkat.

Bahkan, hingga kini bank BRI syariah ini juga melayani KPR serta kredit kendaraan bermotor bagi para nasabahnya.

Baca Juga: Kupas Tuntas Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional

Bank BNI Syariah

Berdiri sejak tahun 2010, bank BNI Syariah ini selalu berusaha untuk memberikan pelayanan terbaik kepada nasabahnya.

Hal ini dibuktikan dengan hingga tahun 2014 saja bank tersebut setidaknya sudah memiliki 65 kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.

Selain itu bank BNI Syariah juga sudah mempunyai 17 kantor cabang pembantu serta 17 kantor kas.

Ditambah lagi kepemilikan 22 mobil layanan gerak serta 20 payment point, yang semakin memperlihatkan pesatnya perkembangan bank tersebut.

Bank BNI Syariah menyiapkan beberapa pilihan produk untuk nasabah yang tentu saja berbasis hukum islam.

Bahkan bank ini pun mampu melayani pembiayaan bagi nasabah yang ingin membuka usaha kecil.

Itulah beberapa penjelasan seputar bank syariah di Indonesia.

Mulai dari sejarah, produk, prinsip, serta beberapa rekomendasi yang bisa dipilih. Indonesia sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama islam, memang lebih nyaman bertransaksi dengan bank syariah.

Meskipun begitu, baik bank konvensional atau syariah sama ingin membatu melayani masyarakat dengan terbaik.

Header Image: Pixabay/ Modified

Continue Reading

TOP STORIES