Connect with us

Bisnis

Kupas Tuntas Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional

Banyaknya Bank Konvensional yang juga membuka unit usaha syariah menyebabkan masyarakat semakin bingung menilai perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional. Hal tersebut disebabkan oleh potensi going concernnya.

Going Concern adalah potensi keberlanjutan suatu usaha atau perusahaan. Meski perbedaan jumlah nasabahnya belum signifikan, Bank Syariah telah bangkit dan menyaingi Bank Konvensional.

Berdasarkan survei dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan), ditemukan pembiayaan Bank Syariah naik 11,58% sebelumnya. Beberapa masyarakat masih meragukan perbedaan kedua bank tersebut.

Masih bingung memilih Bank Syariah atau konvensional?

Berikut ini perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional sebagai bahan pertimbangan memilih salah satunya.

1. Pengertian dan Dasar Hukum yang Digunakan

image: tribunnews.com

Bank Syariah dari namanya sudah dapat ditebak bahwa bank ini memiliki dasar hukum yang masih berhubungan dengan dalil dalam Islam. Dasar hukum bank syariah adalah Al-Qur’an dan Hadist juga fatwa dari para ulama.

OJK mengungkapkan pengertian Bank Syariah sebagai bank yang prinsipnya berdasarkan ketentuan fatwa MUI.

Bank Konvensional dasar hukum yang digunakan yakni hukum Perdata dan Pidana (hukum positif yang berlaku di Indonesia).

UU Nomor 10 Tahun 1998 menjelaskan bahwa Bank Konvensional adalah bank memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran secara konvensional. Pada saat ini bank konvensional juga sudah membuka unit Bank Syariah.

2. Perbedaan Prinsip yang Digunakan

Prinsip syariah menurut fatwa MUI tersebut dijelaskan dalam UU No. 21 tahun 2008.

Prinsip tersebut diantaranya, prinsip keadilan dan keseimbangan (Al Adl wa tawazun), universalisme (alamiyah), kemaslahatan (maslahah), juga tidak mengandung objek haram. Objek haram diantaranya, gharar, riba, masyir, dan halim.

Menurut Martono (2002) terdapat dua prinsip Bank Konvensional diantaranya, penetapan bunga sebagai harga dan sistem biaya fee based.

Penetapan bunga sebagai harga dilakukan untuk semua produk seperti, tabungan, kredit, dan deposito. Sistem biaya fee based berarti bahwa bank menentukan berbagai biaya dalam nominal atau prosentase terntentu.

3. Berdasarkan Investasinya

Perbedaan Bank Syariah Dan Bank Konvensional juga terdapat pada segi investasinya. Menurut POJK Nomor 31/POJK.05/2014, investasi untuk Bank Syariah hanya untuk perdagangan yang halal (bebas riba dan gharar). Perdagangan tersebut seperti, perdagangan, peternakan, perikanan, dll.

Bank Konvensional melayani investasi dalam berbagai hal usaha baik tujuannya untuk mencari keuntungan atau hanya untuk membeli barang konsumsi.

Aturan Investasi Bank Konvensional tersebut terdapat pada POJK Nomor 42/POJK.03/2017. Semua investasi walaupun tidak halal asalkan diakui oleh hukum positif pemerintah dapat dilakukan.

4. Segi Pembagian Keuntungan

Berdasarkan POJK Nomor 31/POJK.05/2014 Pasal 22 menyebutkan bahwa pembagian keuntungan Bank Syariah adalah dari sistem bagi hasil. Bagi hasil investasi harus ditentukan saat perjanjian awal.

Nisbah atau ukuran bagi hasil didasarkan pada keuntungan yang diperoleh. Kerugian pun harus dibagi dan tidak ada pengecualian antar keduabelah pihak.

Berdasarkan penjelasan dari Syafi’i Antonio (2001:34) dalam bukunya, Bank Kovensional sistem pembagiannya menggunakan sistem bunga.

Penentuan harga Bank Konvensional dinilai dari tingkat suku bunga tertentu yang disebut sebagai based. Bank konvensional tidak memedulikan untung atau ruginya pihak kedua.

5. Segi Tujuan atau Orientasi Lembaga

image: pixabay

Bank Syariah dengan prinsip yang berlandaskan pada Al-Qur’an dan Al- Hadist harus memiliki tujuan yang baik. Bank Syariah memiliki orientasi yang menguntungkan kedua belah pihak dan juga rugi yang ditanggung bersama.

Tujuan dari Bank Syariah tidak hanya untuk mendapatkan keuntungan, tetapi juga kemakmuran, dan kebahagiaan dunia dan akhirat.

Bank Konvensional lebih mengedepankan keuntungan dan tidak ikut menanggung kerugian atas investasi yang diberikannya. Orientasi dari Bank Konvensional adalah profit oriented.

Hal ini berarti orientasinya hanya keuntungan terbukti dalam hal pemberian kredit untuk usaha denda untuk keterlambatan pembayaran tidak ada pemakluman.

6. Hubungan Nasabah dengan Pihak Bank

Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional yang satu ini berkaitan dengan hubungan di antara nasabah dengan bank.

Bank Syariah memperlakukan nasabah seperti ikatan mitra atau pihak yang saling memberikan keuntungan. Perlakuan tersebut juga didukung dengan transparansi perjanjian di antara kedua belah pihak sehingga dipastikan memiliki hubungan yang baik.

Bank Konvensional lebih kepada memberikan keuntungan atau pembayaran cicilan kredit tepat waktu, maka pihak bank akan berperilaku baik.

Perbedaan yang menonjol yaitu pada transparansi perjanjian mengenai keterlambatan pembayarannya. Pihak Bank Konvensional tidak memberikan kelonggaran terhadap keterlambatan tertentu dan akan langsung melakukan penyitaan aset.

7. Dewan Pengawas

Berdasarkan UU Nomor 21 Tahun 2008, Bank Syariah memiliki lembaga pengawasan yang disebut dengan DPS (Dewan Pengawas Syariah). DPS adalah dewan yang menilai apakah pelaksanaan Bank Syariah sesuai dengan prinsip syariah atau tidak.

Pembuatan fatwa untuk produk baru yang masih belum terdapat fatwa dari MUI juga harus dilakukan lembaga ini.

Bank konvensional tidak memiliki lembaga pengawasan setara DPS seperti Bank Syariah. Pengawasan hanya berpusat dari OJK yang juga mengawasi Bank Syariah (tidak khusus untuk Bank Konvensional).

Namun, semua transaksi atau kegiatan ekonomi dari Bank Konvensional harus sesuai dengan hukum-hukum positif yang telah diatur pemerintah yang berwenang.

Baca Juga: Kupas Tuntas lembaga keuangan bukan bank di Indonesia

8. Segi Produk

Produk dari Bank Syariah menurut POJK Nomor 31/POJK.05/2014 terbagi menjadi tiga dan perbedaannya terletak pada akad yang digunakan. Jenis produknya diantaranya, pembiayaan jual beli, investasi, dan jasa.

Pembiayaan jual beli diantaranya murabahah, salam, dan istishna’. Pembiayaan investasi meliputi, mudharabah dan musyarakah (masih terbagi lagi). Pembiayaan jasa diantaranya, ijarah, hawalah, dll.

Menurut Pasal 20  ayat 1 PBI Nomor 5/8/PBI/2003 (Penerapan Manajemen Resiko bagi Bank Umum) menjelaskan produk-produk Bank Konvensional. Bank Konvensional memberikan pembeda pada produknya langsung dari kegunaan dari produknya.

Produk-produk dari bank konvensional diantaranya, tabungan, deposito (deposito berjangka, sertifikat deposito, dan deposit on call), giro, dan berbagai jenis kredit.

Itulah penjelasan tentang perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional yang dapat dijadikan acuan pertimbangan pemilihan bank.

Kedua bank tersebut memiliki perbedaan dan juga sekaligus menggambarkan kelemahan dan kelebihannya seperti, pada segi hubungan nasabah dengan pihak bank. Perbedaan tersebut menjelaskan kelebihan Bank Syariah yang memperlakukan nasabah sebagai mitranya dan sebaliknya.

Pemahaman menyeluruh terhadap segala perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional dapat memberikan masukan/ referensi agar dapat mudah menentukan akan menjadi nasabah dari bank yang mana.

Terlepas dari semua perbedaan tersebut, alangkah baiknya juga disesuaikan dengan kebutuhan nasabah itu sendiri. Lebih baik juga langsung berkonsultasi dengan Customer Service dari kedua bank tersebut.

Hal tersebut bertujuan agar dapat lebih rinci lagi kelebihan dan kekurangan dari kedua bank tersebut.

Lebih baik sedikit rumit di awal daripada rumit di akhir bukan?

Kemampuan pembayaran dari pembiayaan juga harus dipertimbangkan agar tidak menjadi kendala yang berarti di kemudian hari (jika berkaitan dengan pinjaman).

Header image: Pixabay

Mendirikan situs income.id sebagai perwujudan pengabdian kepada bangsa dan negara indonesia melalui media yang informatif dan edukatif

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Peluang Usaha

5 Cara Bercocok Tanam yang Tepat di Lahan Sempit Pasti Berhasil

Cara Bercocok Tanam yang Tepat di Lahan Sempit

Seringkali lahan yang tidak terlalu luas hanya dibiarkan begitu saja, sehingga terkesan kurang produktif. Padahal bila lebih kreatif, halaman sempit juga dapat dijadikan lahan yang menghasilkan. Setidaknya hasil panen dapat dikonsumsi langsung bagi keluarga. Itulah sebabnya, pemahaman tentang cara bercocok tanam yang tepat di lahan sempit patut dipelajari guna menambah wawasan.

Beberapa jenis tanaman yang dapat dibudidayakan pada lahan yang luasnya tidak seberapa mencakup sayuran dan buah-buahan. Tentunya diperlukan cara perawatan khusus agar tanaman budidaya tumbuh dan dapat dipanen di kemudian hari. Sebagai bahan pertimbangan sebelum berkebun, berikut 5 cara bercocok tanam di lahan sempit yang dapat diterapkan:

1. Hidroponik

Cara bercocok tanam yang tepat di lahan sempit dapat dilakukan dengan menerapkan hidroponik. Sesuai dengan namanya, teknik bercocok tanam ini tidak membutuhkan tanah sebagai media dasar. Sehingga pemilik lahan tidak perlu khawatir bilamana lahan yang tersedia tidak terlalu luas. Peralatan yang dibutuhkan cukup sederhana, hanya memanfaatkan botol plastik bekas saja.

Untuk mulai menerapkan cara berkebun dengan teknik ini, siapkan botol plastik bekas yang telah dilubangi pada bagian atas. Isilah air sampai setengah dari botol, kemudian tambahkan potongan batu bata sebagai penyangga akar tanaman kelak. Pastikan nutrisi tanaman terpenuhi dengan menambahkan unsur hara pada media tanam.

Adapun beberapa jenis tanaman yang dapat dibudidayakan menggunakan hidroponik diantaranya tanaman obat, bawang, tomat, sawi, hingga beberapa macam tanaman hias. Penempatan botol plastik yang disusun secara vertikal dengan rapi akan membuat halaman rumah terlihat lebih asri. Hidroponik dapat diterapkan untuk menanam beberapa macam tanaman yang diperlukan sehari-hari.

2. Budidaya Tanaman Buah Dalam Pot

Tabulampot dapat menjadi salah satu cara bercocok tanam yang tepat di lahan sempit yang dapat diterapkan. Selain membuat halaman rumah lebih produktif, tabulampot juga memiliki nilai estetika. Apalagi bila pemilihan pot yang digunakan serasi bahkan memiliki desain yang unik. Sudah dapat dibayangkan betapa indahnya halaman rumah, ketika seluruh tanaman dalam pot sedang berbunga.

Mengingat cara bercocok tanam ini menggunakan pot, pemilik lahan harus memperhatikan bahan pot yang akan digunakan. Bahan polybag harganya memang lebih terjangkau, akan tetapi tingkat ketahanannya tidak sebanding dengan pot yang berbahan tanah liat. Selain mengisi pot dengan tanah, pastikan pula untuk menambahkan pupuk kompos agar tanaman memperoleh nutrisi.

3. Vertikultur

Pemanfaatan lahan vertikal menjadi salah satu cara yang paling direkomendasikan bagi lahan yang tidak begitu luas. Teknik vertikultur dapat dikembangkan untuk budidaya aneka ragam sayuran. Peralatan yang diperlukan untuk membangun kebun juga tidak terlalu rumit. Pemilik lahan dapat memanfaatkan paralon untuk bercocok tanam menggunakan cara ini.

Lubangi bagian atas paralon sesuai dengan kebutuhan tanaman. Isilah ruang paralon dengan campuran tanah, sekam, dan pupuk kompos. Mulailah berkebun dengan meletakkan bibit pada bagian paralon yang telah dilubangi. Selain itu, kebutuhan akan air juga perlu diperhatikan. Sehingga pemilik lahan harus rutin menyiram tanaman vertikultur.

4. Aeroponik

Keunggulan dari cara bercocok tanam yang satu ini terletak pada media tanam yang berupa udara. Dimana pemilik tidak perlu repot-repot lagi menyiapkan media tanam yang pas. Meski demikian, tanaman tetap dapat memperoleh nutrisi dari air dan unsur hara yang disemprotkan secara rutin ke akar tanaman. Metode ini cocok untuk budidaya sayuran di lahan yang tidak begitu luas.

Beberapa jenis sayuran yang dapat dibudidayakan menggunakan teknik ini seperti kangkung, sawi, selada, serta sayuran lekas panen lainnya. Hasil panen tentu memiliki kualitas yang baik, sebab tanaman memperoleh nutrisi langsung dari semprotan yang dilakukan secara rutin. Bila dikembangkan dengan baik, hasil panen akan berlimpah dan dapat dijadikan sumber pemasukan baru.

5. Menghias Dapur Dengan Sisa Tanaman Bumbu

Terkadang karena jumlah yang berlimpah membuat sebagian bumbu dapur jadi tidak terpakai. Akhirnya malah basi dan tidak dapat digunakan lagi. Misalnya seperti bawang, cabai, tomat, dan sebagainya. Padahal dengan media yang cocok, bahan-bahan tersebut dapat ditanam kembali agar menghasilkan tanaman baru yang jauh lebih bermanfaat.

Ibu di rumah dapat menyisihkan biji cabai dan biji tomat untuk dijadikan benih. Media tanam yang cocok dapat berupa tanah, maupun air dengan sekam yang diletakkan pada pot atau botol bekas yang sudah tidak terpakai. Letakkan benih pada media yang telah disiapkan, posisikan tanaman di dekat jendela agar memperoleh cahaya matahari yang cukup untuk tumbuh.

Itulah penjelasan dari 5 cara bercocok tanam yang tepat di lahan sempit yang dapat diterapkan dengan mudah. Pemilik rumah tidak perlu khawatir gagal panen, sebab tanaman akan tumbuh bila dirawat dengan baik sembari dipenuhi nutrisi yang diperlukan. Lahan sempit bukanlah hambatan bila ingin bercocok tanam sekedar memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga.

Continue Reading

Peluang Usaha

Manfaatkan Peluang Usaha Rumahan Di Desa Yang Bisa Dicoba

Peluang Usaha Rumahan Di Desa

Dengan perkembangan zaman, bisnis bukan hanya berkebang dipusat kota saja, tetepi juga berkembag di pesedaan. Peluang usaha rumahan di desa menjadi hal yang menjanjikan saat ini. Selain menghemat uang sewa bangunan, mendirikan usaha rumahan di desa juga dapat memberikan penghasilan yang besar. Terlebih lagi, apabila pengusaha dapat melakukan kerjasama, sehingga pemasaran produknya akan merata.

Peluang usaha rumahan di desa akan menjadi lebih menjanjikan lagi apabila semua bahan bakunya tidak membeli. Lahan di desa yang subur ditambah dengan murahnya upah pegawai karena dikerjakan oleh sanak keluarga, menjadi keuntungan tersendiri. Beberapa usaha berikut ini merupakan peluang usaha rumahan di desa:

1. Usaha Keripik Singkong

Singkong merupakan makanan yang sudah tidak asing lagi. Selain sangat mudah dijumpai keberadaanya. Singkong sendiri mudah untuk ditanam, akan tetapi sangat lama proses berbuahnya. Singkong memerlukan waktu dua sampai dengan tiga tahun untuk berbuah besar. Walaupun cukup lama, harganya tergolong murah. Dengan keberadaan singkong ini, dapat dimanfaatkan sebagai peluang usaha rumahan.

Keripik Singkong selain memiliki bahan baku yang mudah didapatkan, juga mudah proses pembuatanya. Pengusaha hanya perlu memikirkan biaya alat yang dibutuhkan untuk mendirikan usaha ini.  Alat memanglah penting, akan tetapi sambal menjalankusaan usaha semua kebutuhan dapat dilengkapi. Setelah mempersiapkan alat dan bahan baku, tinggal melakukan proses produksi.

2. Usaha Peternakan

Peluang usaha rumahan di desa selanjutnya yang bisa dilakukan adalah usaha peternakan. Tidak semua bahan makanan yang ada di kota berasal dari kota, dengan fakta ini membuat peluang usaha peternakan semakin menjanjikan. Memiliki lokasi yang mudah diakses menggunakan mobil, merupakan syarat utama mendirikan usaha peternakan. Bila aksesnya menuju kandang mudah, maka pengusaha dapat menghemat dana transportasi.

Bila menginginkan usaha ini hal yang dibutuhkan adalah keberanian. Seorang pengusaha yang berani mencoba akan lebih berhasil, daripada pengusaha yang selalu merancang tanpa berani mencoba. Dalam peternakan, akan lebih baik memulainya dari ternak ayam petelur yang mudah perawatanya. Selain itu, dapat pula dimanfaatkan telurnya dan tidak terpaku pada dagingnya saja.

3. Usaha Frozen Food

Daerah pedesaan yang melimpah hasil bumi menjadi kesempatan emas untuk mendirikan usaha yang lainya, misalnya saja Frozen Food. Makanan yang cepat proses pengolahanya, dan hemat waktu tentu selalu diburu oleh manusia modern. Usaha Frozen food selain lebih banyak diminati, juga dapat diproduksi di rumahan secara kecil-kecilan. Dengan begitu tunggu apa lagi, langsung menuju persiapan saja.

Beberapa jenis Frozen Food terbuat dari brokoli, wortel dan juga sayur-sayuran lainya. Dalam pemilihan bahan baku, pengusaha harus cerdas-cerdas dalam memilih. Dengan menggunakan kombinasi warna yang cantik dapat membuat Frozen Food yang dibuat semakin menarik perhatian pembeli. Pembeli tertarik dengan makanan satu ini karena awet dan bila dibuat dari sayur segar akan lebih bermanfaat lagi bagi tubuh.

4. Usaha Jualan Sembako

Sembako selalu dibutuhkan makanya ada sedikit peluang menjadikanya sebagai usaha. Menjual sembako di pedesaan selain dijamin penjualnya, juga dapat dipastikan keberlangsungannya. Bila di desa tersebut hanya terdapat beberapa warung saja, makan dapat dijamin usaha yang baru didirikan pun laku keras. Peluang usaha rumahan di desa dengan berjualan sembako akan menjadi lebih mudah lagi bila mendapatkan distributor yang tepat.

Kekurangan usaha ini adalah adanya pengusaha lainya yang menjual harga jauh dari harga rata-rata. Dengan selisih yang tinggi itu tentu saja akan menimbulkan persaingan sengit diantara para pengusaha. Cara untuk mengakali hal tersebut adalah dengan menyediakan sembako berdasarkan tingkat variasi. Dengan begitu masyarakat dapat membeli sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

5. Usaha Jualan Online

Dengan perkembangan zaman yang semakin maju, bukan hanya memudahkan dalam hal komunikasi saja. Akan tetapi juga mempermudah dalam hal bisnis. Bila pada beberapa tahun lalu, penjualan hanya dapat dilakukan dilingkungan yang terjangkau, maka pada era kini dari belahan bumi manapun dapat dijangkau melalui internet. Apalagi sekarang ini banyak aplikasi belanja yang membantu perkembangan bisnis rumahan.

Bila melakukan penjualan melalui media sosial ataupun internet hal yang perlu diperhatikan adalah media yang digunakan. Jangan sampai salah mengambil media, pastikan menggunakan media yang penggunanya sudah banyak. Selain itu juga memiliki mutu yang baik. Setelah menggunakan media yang mendukung, selanjutnya adalah memilih media promosi yang baik dan dibantu dengan foto yang menarik.

Sebenarnya bisnis dapat dimulai kapan saja, asalkan berkeinginan untuk maju. Tidak perlu terpacu untuk mendirikan usaha besar pada awal, namun bangkrut atau berhenti ditengah jalan. Seorang pengusaha yang sukses memulai usahanya dari memanfaatkan peluang usaha rumahan di desa, yang kemudian membesar menembus perkotaan. Semoga beberapa usaha tadi dapat bermanfaat untuk yang sedang tinggal di desa.

Continue Reading

Bisnis

Inilah Bisnis Online Via HP Modal Kecil di Masa Pandemi Covid-19

Bisnis Online Via HP Modal Kecil

Pada masa pandemi Covid-19 yang masih dirasakan masyarakat hingga sekarang ini tentu memberikan pula dampak terhadap masyarakat. Adapun dampak yang cukup dirasakan masyarakat yakni dalam bidang ekonomi semakin menurun. Secara perlahan hal tersebut  bisa diatasi masyarakat dengan bisnis online via HP modal kecil agar mendapat penghasilan tambahan.

Apa yang Dimaksud Dengan Bisnis Online?

Istilah bisnis secara umum dapat diartikan sebagai usaha yang dikerjakan oleh seseorang untuk memperoleh sebuah penghasilan. Akan tetapi pada umumnya masyarakat hanya  melakukan bisnis offline atau tatap muka. Namun hingga saat ini, seseorang bisa melakukan bisnis tanpa tatap muka dengan calon konsumen.

Bisnis yang dimaksud ini adalah bisnis online karena dilakukan melalui smartphone atau HP saja. Masalah modal tentu dibutuhkan yang dibutuhkan memang tidak terlalu banyak atau dikatakan cukup dengan modal kecil. Memang semakin hari bisnis secara online sudah banyak dilakukan.

Bisnis Online Melalui HP dengan Modal Kecil

Adanya bisnis secara online tentu memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk memperoleh penghasilan. Dalam menjalankan bisnis ini pun modal yang dibutuhkan tidak terlalu banyak. Menariknya lagi karena bisnis secara online tersebut dapat dilakukan di rumah. Adapun bisnis online via HP modal kecil yang dapat dijadikan rekomendasi sebagai berikut:

1. Bisnis Online Sosial Media Freelance

Masyarakat saat ini banyak yang bekerja sebagai sosial media freelance. Dalam menjalankan bisnis ini, seseorang hanya perlu membuat sebuah konten dan dianggap menarik. Menariknya sebuah konten tentu dapat pula menarik perhatian seseorang untuk mengunjungi konten tersebut. Bisnis ini pun hanya membutuhkan modal yang relatif kecil saja.

2. Bisnis Online Pemesanan Tiket

Pada umumnya, seseorang yang hendak ke luar kota maupun ke luar negeri tentu harus memiliki tiket yang dipesan. Pemesanan tiket saat ini memang canggih yang dapat dipesan di rumah. Dimana seseorang bisa memesan tiket tersebut melalui medsos yang dimiliki. Memang banyak tiket dengan harga murah yang ditawarkan oleh produsen.

3. Jasa Pembuatan Website

Salah satu bisnis online via HP modal kecil yang memiliki peluang bisnis yang bagus adalah jasa pembuatan web. Uniknya karena bisnis ini tidak membutuhkan keahlian khusus yang harus dimiliki seseorang. Dimana pemanfaatan CMS dapat membantu menjalankan bisnis tersebut. Adapun calon konsumen yang menjadi incaran seperti pelaku UKM.

4. Menjual Produk Online

Menjual online dengan menawarkan berbagai produk banyak dilakukan oleh berbagai kalangan agar memperoleh pendapatan. Adapun produk yang ditawarkan misalnya pakaian, mukenah, aksesoris wanita, dan lain-lain. Untuk mendukung penjualan, marketplace dapat dimanfaatkan contohnya Shopee, Tokopedia, dan lainnya.

5. Affiliate Marketing

Affiliate marketing termasuk dalam kategori bisnis secara online yang memiliki peluang yang cukup besar bagi seseorang. Menjadi seorang affiliate marketing cukup mudah untuk dilakukan. Seseorang hanya perlu memasarkan produk dari orang lain melalui smartphone yang dimiliki dan bisa mendapat penghasilan tambahan.

6. Customer Service Online Shop

Customer service atau disingkat dengan CS dapat dijadikan sebagai salah satu bisnis secara online yang tidak membutuhkan modal banyak. Menjadi seorang CS online shop tentu harus memberikan pelayanan yang baik kepada konsumen yang menanyakan produk. Semua pertanyaan yang diberikan harus mampu dijawab.

Mencari pekerjaan memang termasuk hal yang sangat sulit dilakukan sehingga perlu memutar otak agar mendapat penghasilan. Salah satunya dengan mencoba berbisnis online melalui smartphone atau HP. Dimana bisnis secara online yang dilakukan tersebut tentu membutuhkan modal kecil saja agar dapat dijalan

Continue Reading

TOP STORIES