Connect with us

SDM

Tips dan Kriteria Pemimpin yang Baik

pemimpin yang baik

Suatu organisasi terutama organisasi sebuah perusahaan atau instansi tentu saja butuh seorang pemimpin yang baik.

Dengan punya pemimpin yang seperti itu, diyakini bisa membawa organisasi untuk bisa lebih berkembang dan maju ke arah lebih baik.

Berikut akan dijelaskan tips bagaimana menjadi pemimpin yang baik serta apa saja kriterianya.

Setiap Orang Punya Potensi Menjadi Pemimpin Yang Baik

Definisi dari pemimpin yang bisa dikatakan baik adalah orang yang dianggap sudah bisa belajar dari kesalahan.

Mereka juga tidak pernah lelah bahkan berhenti untuk mencoba hal-hal baru.  Sebetulnya semua orang punya potensi menjadi seorang pemimpin.

Tinggal bagaimana cara individu tersebut pintar-pintar untuk menggali potensi yang dimilikinya sehingga kemudian dapat diimplementasikan pada kehidupan sehari-hari.

Misalnya seperti attitude, sikap, dan lain-lain sehingga dapat menjadi inspirasi orang lain. Setiap orang punya gaya kepemimpinan sendiri-sendiri.

Misalnya saja gaya kepemimpinan birokratif, partisipatif, transaksional, dan lain-lain.

Pemimpin yang ideal tentu bisa menyesuaikan dengan kondisi yang dihadapi untuk menggunakan gaya kepemimpinan yang mana. Tentu saja demi kemajuan organisasi.

Kriteria Untuk Menjadi Pemimpin Yang Baik

pemimpin yang baik
image: pixabay

Menjadi pemimpin yang bisa dikatakan baik, tentu saja tidak bisa dicapai hanya dengan tekad yang tinggi.

Apalagi hampir semua orang pasti menginginkan menjadi seorang pemimpin. Menjadi seorang pemimpin harus juga didukung oleh sejumlah kriteria tertentu.

Dilansir dari laman cermati.com, kriteria pemimpin masa depan terbaik yaitu

1. Punya Perhitungan Manajemen Yang Baik Untuk Diri Sendiri

Agar bisa memimpin orang dengan baik, tentu saja harus lebih dulu pandai mengatur diri sendiri. Bagaimana bisa memimpin banyak orang menjadi lebih baik, jika mengendalikan diri sendiri saja masih belum bisa.

Cobalah untuk lebih dulu mengatur waktu, perhatian, hingga emosi diri sendiri.

Cari tahu juga apa saja kelemahan, atau potensi dalam diri. Selain itu sebisa mungkin hindarilah sifat kaku dan kurang flexibel. Sikap ini sangat tidak sesuai dengan kriteria seorang pemimpin sejati.

2. Selalu Menyertakan Strategi Dalam Bertindak

Setelah melakukan upaya memperbaiki manajemen diri sendiri, langkah selanjutnya adalah pastikan selalu bertindak sesuai strategi yang matang.

Hal tersebut karena semua keputusan ada di tangan pemimpin. Intinya baik buruknya langkah yang akan diambil bersama tim, bergantung pada keputusan pemimpin.

Oleh karenanya, pemimpin harus punya pemikiran cerdas serta perhitungan strategi yang matang untuk menentukan sikap. Sehingga nantinya hasil yang dicapai akan sesuai target yang direncanakan.

Hindari untuk terlalu terburu-buru mengambil keputusan. Karena hal ini yang kadang dapat membawa dampak buruk untuk ke depannya.

3. Mampu Membangun Komunikasi Yang Baik Dan Efektif

Komunikasi merupakan hal yang sangat fundamental hampir di seluruh aspek kehidupan. Diantaranya dimulai dari lingkup keluarga hingga pekerjaan.

Dengan adanya komunikasi yang baik, tentunya segala aspek kehidupan dapat berjalan lancar.

Pemimpin yang baik tentu saja punya kemampuan untuk menciptakan komunikasi yang efektif.

Misalnya saat rapat, pemimpin terbaik akan berusaha menyampaikan kepada timnya seluruh perencanaan kerja dengan jelas.

Hal ini akan menghindarkan dari resiko miss-communication.

4. Pantang Lepas Tangan, Menjunjung Tinggi Tanggung Jawab

Tentu saja pemimpin yang ideal walaupun harus memikul beban yang berat, tepat akan bertanggung jawab sampai akhir.

Apapun resiko yang bakal dihadapi, akan terus berusaha untuk menyelesaikannya. Mereka pantang untuk lepas tangan apalagi menyerah sebelum berusaha.

5. Punya Tujuan Yang Jelas Dan Gigih Untuk Mencapainya

Punya tujuan yang jelas di awal tentu sangat penting. Walaupun kondisi di masa sekarang yang cenderung dinamis, punya tujuan yang jelas akan membantu lebih fokus.

Terutama saat menghadapi masalah yang mungkin saja menghambat.

Tips Menjadi Pemimpin Yang Baik Di Perusahaan

image: Pixabay

Sebelumnya sudah sempat dijelaskan tentang apa saja kriterianya untuk menjadi pemimpin. Nah, sebetulnya setiap orang punya potensi untuk menjadi pemimpin terbaik.

Ambil contoh saja pemimpin perusahaan.

Berikut tips agar bisa menjadi pemimpin yang ideal, misalnya di perusahaan.

1. Menjadi “Role Model” Yang Baik

Segala sikap yang dilakukan oleh pemimpin pasti akan menjadi cerminan bawahan. Maka selalu bersikap yang bisa dijadikan contoh untuk bawahan.

Jangan sekali-kali terlambat jika memang tidak ada urusan yang gawat. Selain itu usahakan berbicara dengan wibawa dan berpakaian yang sopan.

Pada intinya, pimpin dulu diri sendiri dengan benar sebelum akhirnya memimpin dan mengatur orang lain.

Jika telah cukup konsisten dengan sikap-sikap diatas, maka bisa dikatakan telah memenuhi syarat menjadi pemimpin ideal.

2. Jadikan Diri Sebagai Pemimpin Bukan Bos

Biasakan untuk memperlakukan bawahan sebagai seorang pemimpin, bukan menjadi bos. Pemimpin ketika memberikan perintah, pasti bukan hanya menyuruh.

Mereka akan membuka kesempatan pada bawahannya untuk turut ikut serta dalam menyelesaikan tugas tersebut.

Misalnya memberikan kebebasan karyawan untuk menyatakan pendapat, saran maupun kritik.

Dengan cara ini, bawahan akan lebih merasa dihargai. Mereka ikut bangga karena bisa ikut terlibat untuk mengambil keputusan.

Hindarilah sifat “bossy” yang hanya menyuruh bawahan tanpa memberikan kebebasan bawahan untuk mengungkapkan pendapat.

Menjadi pemimpin malah lebih membuat bawahan lebih merasa hormat dibanding bertindak layaknya bos.

3. Pintar Dalam Mengelola Emosi

Sebagai seorang pemimpin yang bijaksana juga harus lebih pandai mengatur emosi.

Jangan terlalu besar melupakan emosi terlalu rendah karena mungkin permasalahan tidak akan terselesaikan dengan cara ini.

Namun jangan juga terlalu besar meluapkan emosi. Tidak jarang pemimpin yang punya emosi yang besar malah akan menjadi boomerang bagi dirinya sendiri.

4. Mengasah Ketrampilan Kepemimpinan Secara Konsisten

Menjadi pemimpin yang masuk kategori baik memang butuh proses. Setiap orang sudah pasti punya potensi untuk menjadi hal tersebut.

Namun tergantung individunya sendiri mau terus menggali potensi itu terus atau tidak.

Yang terbaik adalah menjadi pemimpin yang flexibel, yaitu bisa menyesuaikan gaya kepemimpinan sesuai kondisi yang sedang terjadi.

Hal ini bisa menjadi jurus terbaik untuk mengembangkan ketrampilan dalam memimpin.

Karena dengan begini, akan lebih bisa memahami situasi seperti apa yang sesuai dengan gaya kepemimpinan yang akan dipakai.

Baca juga: Manajemen Sumber Daya Manusia dan Praktiknya di Perusahaan

5. Berani Mengakui Kesalahan Yang Diperbuat

Manusia memang diciptakan tidak luput dari kesalahan. Maka jika ingin menjadi pemimpin yang terbaik mengakui kesalahan yang telah diperbuat adalah hal wajib dilakukan.

Karena di jaman ini masih banyak ditemukan orang yang enggan mengakui kesalahannya. Diantaranya karena alasan gengsi, dan lain sebagainya.

Padahal mengakui kesalahan bukan berarti akan dianggap lemah atau kurang berintegritas.

Malahan sikap seperti ini akan membuat pandangan orang lain seketika akan berubah. Bisa lebih dihormati orang serta dipandang lebih “gentle”.

Itulah beberapa kriteria dan tips menjadi pemimpin yang baik. Pada intinya setiap orang memang punya potensi untuk menjadi pemimpin ideal.

Misalnya di perusahaan atau sebuah organisasi lain. Tinggal individunya saja uang harus lebih pandai mengembangkan potensi tersebut supaya lebih baik.

Header image: Pixabay

Mendirikan situs income.id sebagai perwujudan pengabdian kepada bangsa dan negara indonesia melalui media yang informatif dan edukatif

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SDM

Contoh Job Description Pada Perusahaan, Lengkap !

contoh job description

Menurut Grensing & Pophal, job description adalah sebuah rekaman tertulis.

Isi dari rekaman tertulis tersebut adalah seputar tanggung jawab dari pekerjaan tertentu.

Bagi atasan job description ini cukup penting yaitu untuk mengoptimalkan peran serta tanggung jawab bawahan.

Jika masih bingung, simak beberapa contoh job description di bawah ini

1. Contoh Job Description Manajer Umum (General Manager)

ilustrasi manager umum via Pixabay

Orang yang menjabat sebagai manajer umum punya tanggung jawab atas semua keberlangsungan kegiatan perusahaan.

Mulai dari memimpin, mengatur, memberikan bimbingan serta arahan organisasi atau perusahaan.

Tentu saja kegiatan ini bertujuan agar perusahaan tersebut dapat mencapai prestasi yang tinggi. Baik dari segi memproduksi barang yang berkualitas maupun jaminan mutu tinggi.

2. Contoh Job Description Manajer Pabrik (Factory Manager)

Tugas utama dari seorang manajer pabrik tentu saja untuk mengatur sekaligus mengawasi jalannya produksi.

Termasuk juga mengambil tindakan untuk mendukung kelancaran proses produksi berlangsung.

Manajer pabrik juga umumnya membawahi bagian-bagian lain seperti

  • Supervisor Produksi (Production Supervisor), yang tugas utamanya adalah melakukan penyempurnaan organisasi, prosedur, dan segala sistem guna. Tindakan ini dilakukan dalam upaya pencapaian yang sempurna dalam setiap aspek. Tugas lainnya juga menyangkut penyediaan kebutuhan baik sarana maupun fasilitas kerja yang sesuai dengan persyaratan.
  • Manajer Teknik (Manajer Technical), yang bertugas untuk membuat perencanaan, sekaligus mengkoordinasikan juga mengendalikan kegiatan teknik. Dengan begitu aktivitas operasional dapat berjalan lancar. Perencanaan yang dibuat juga harus selaras dengan tujuan organisasi. Manajer teknik juga berperan untuk melakukan perawatan serta perbaikan mesin.
  • Manajer Gudang (Warehouse Manager), yang bertugas untuk melakukan perencanaan serta mengendalikan kegiatan pergudangan. Selain itu mereka juga berperan untuk menerapkan prosedur kerja, sekaligus menjaga aset perusahaan baik tetap maupun tidak tetap.
  • Supervisor PPIC, yang tugasnya adalah membuat perencanaan jadwal produksi serta mengendalikan stok bahan baku. Termasuk juga mengatur jadwal kedatangan bahan baku, serta membuat jadwal produksi.

3. Contoh Job Description Manajer Pengembangan Dan Pengawasan Mutu Produk (PDQC)

image: Pixabay

Seorang manajer PDQC memiliki tugas untuk memeriksa bahan baku, tambahan, barang jadi, bahkan pengemas.

Mereka juga bertanggung jawab mengendalikan kegiatan departemennya.

Selain itu mereka juga harus melakukan penilaian pada semua staff kerja.

Manajer PDQC juga umumnya membawahi beberapa tenaga lain yaitu

  • Supervisor Pengawasan Mutu Proses, yang tugasnya membantu manajer PDQC untuk mengendalikan mutu proses produksi. Mereka juga berwenang untuk melakukan perbaikan mutu serta costing semua peralatan untuk kebutuhan analisis.
  • Supervisor Pengawasan Mutu Bahan Baku/Produk Jadi, yang tugasnya adalah melakukan pengawasan secara langsung terhadap proses incoming dan Outgoing Quality Control. Selain itu mereka juga tutur memantau, mengevaluasi standart mutu yang sebelumnya telah ditetapkan.

Baca Juga: Tips dan Kriteria Pemimpin yang Baik

4. Contoh Job Description Manajer Keuangan

Dalam organisasi atau perusahaan bagian ini juga sering disebut finance and accounting manager.

Tentu saja tugas mereka berfokus untuk mengatur perputaran arus uang organisasi.

Berikut apa saja tugas yang harus dilakukan oleh seorang manjer keuangan

  • Manajer keuangan bertugas untuk melakukan perencanaan keuangan. Hal tersebut mencakup dengan menyiapkan budget serta melakukan planning. Semuanya dilakukan sebagai langkah untuk menentukan tujuan organisasi yang harus tercapai.
  • Memonitor segala kegiatan operasional yang masih dalam ruang lingkup financial atau berhubungan dengan keuangan.
  • Seorang manajer keuangan juga bertugas untuk menandatangani segala instrumen bank. Diantaranya cek, transfer bank, dan lain sebagainya. Namun tetap sesuai batasan yang ditetapkan organisasi atau perusahaan.
  • Melakukan verifikasi pada semua transaksi pengeluaran biaya. Termasuk juga pembelian aset atau penggunaan dana lainnya. Meskipun harus tetap selaras dengan segala batasan yang dibuat oleh organisasi atau perusahaan.
  • Menetapkan pelaksanaan sistem atau prosedur yang berkaitan dengan financial atau keuangan.

5. Contoh Job Description Manajer Personalia

Manajer Personalia via pixabay

Dalam sebuah organisasi atau perusahaan ada juga bagian personalia.

Bagian ini dikepalai oleh seorang manajer personalia. Adapun tugas dari manajer personalia yaitu

  • Melakukan perencanaan, mengkoordinir sekaligus melakukan pengarahan kegiatan yang berhubungan dengan kepersonaliaan. Diantaranya hubungan industrial, terkait administrasi kepegawaian, kehumasan, untuk pelayanan umum, serta membantu pencapaian tujuan jangka panjang maupun pendek organisasi.
  • Menciptakan suatu hubungan industrial agar selalu senantiasa harmonis. Hal ini demi mewujudkan ketenangan dalam wilayah industrial, baik untuk ketenangan kerja maupun usaha yang berlangsung di perusahaan.
  • Ikut menyelenggarakan syarat sekaligus kondisi kerja. Hal ini dalam rangka upaya mewujudkan hak dan kewajiban para karyawan dan administrasi. Dengan begitu akan tercipta produkstivitas kerja yang optimal.
  • Memberikan pelayanan serta dukungan untuk semua pihak berkepentingan. Hal ini dilakukan agar tercipta suatu standar kerja yang optimal.
  • Membuat suatu analisa perkembangan organisasi, yang harus dibuat secara berkala.
  • Aktif dalam kegiatan yang berhubungan dengan langkah pengembangan mutu/ TQM
  • Ikut serta dalam program HACCP atau Hazard Analysis Critical Control Point.

6. Contoh Job Description Manajer Pemasaran

Demi kelancaran penjualan produk, tentunya perusahaan akan gencar melakukan pemasaran.

Langkah ini diambil supaya barang yang diproduksi agar semakin diketahui oleh masyarakat.

Perusahaan menyerahkan tugas ini pada a pemasaran. Berikut apa saja detail deskripsi pekerjaan seorang manajer pemasaran

  • Mengkoordinir serta mengawasi distribusi produk perusahaan ke daerah pemasaran.
  • Mereka juga bertugas langsung untuk melakukan penjualan. Sekaligus juga mengatur permintaan produk oleh konsumen.
  • Mempersiapkan rencana penjualan produk. Tugas ini juga mencakup rencana permintaan produk oleh konsumen.
  • Bertanggung jawab untuk melakukan promosi produk perusahaan. Tugas ini juga mencakup membuat perencanaan sistem promosi. Selain itu juga membuat rancangan promosi yang tepat guna. Misalnya agar tepat sasaran sehingga tidak malah membuat kerugian perusahaan.
  • Tidak hanya mempersiapkan rencana penjualan produk, manajer pemasaran juga bertugas untuk membuat rencana penjualan. Berikut juga membuat rencana permintaan produk.

7. Contoh Job Description Purchasing Office

image: Pixabay

Organisasi misalnya sebuah perusahaan juga pasti punya bagian pembelian atau devisi purchasing office.

Sama dengan devisi lain, bagian pembelian juga punya tugas sendiri yang mendukung kemajuan perusahaan. Berikut apa saja tugas dari devisi pembelian

  • Membuat, menetapkan, sekaligus memelihara prosedur pembelian. Hal ini patut dilakukan supaya aktivitas pembelian dapat dipantau dan dikendalikan sehingga dapat berjalan sebagaimana mestinya.
  • Pihak yang bertugas dalam pengesahan dokumen pembelian sebelum dokumen harus diserahkan kembali ke pemasok.
  • Memilih siapa saja yang terbaik menjadi pemasok perusahaan.
  • Mengevaluasi pemasok yang telah bekerja sama dengan perusahaan. Nanti setelah dievaluasi, mereka juga berhak untuk tetap menggunakan pemasok tersebut atau memutuskan untuk menggantinya dengan pemasok lain.

Itulah beberapa contoh job description. Jadi di sebuah organisasi misalnya perusahaan tentu semua pihak punya job descripsi masing-masing.

Bisa dibuat bahan pembelajaran bagi yang belum terlalu paham contoh dari job description.

Header Image: Pixabay

Continue Reading

Bisnis

Manajemen Sumber Daya Manusia dan Praktiknya di Perusahaan

Sumber daya manusia menjadi salah satu isu yang sering dibicarakan pada sebuah perusahaan.

Bagaimana tidak, sumber daya manusia erat kaitannya dengan hak manusia yang mana sebagai penggerak dan penentu kesuksesan perusahaan tersebut. Guna menjaga praktiknya tetap pada track-nya dibutuhkan sebuah manajemen sumber daya manusia.

Sebelum masuk ke manajemen sumber daya manusia, ketahui dulu konsep sumber daya manusia.

Ada dua pengertian yang bisa menjadi acuan, yaitu secara mikro dan makro.

Melalui kacamata mikro, sumber daya manusia adalah individu yang bekerja pada perusahaan atau organisasi sehingga disebut sebagai pegawai, buruh, dan sebagainya.

Sedangkan secara makro dipahami sebagai sekelompok usia produktif, baik yang sedang bekerja maupun tidak.

Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia Menurut Ahli

Layaknya urusan keuangan, sumber daya manusia pun harus diatur agar bisa mendukung pencapaian tujuan sebuah perusahaan lewat manajemen sumber daya manusia.

Dengan adanya sistem yang mengatur, pekerjaan dapat selesai sejalan dengan visi misi perusahaan. Untuk lebih jelas mengenai manajemen sumber daya manusia, simak pengertiannya dari beberapa ahli di bawah ini:

1. Hasibuan

Menurut Hasibuan (2006), manajemen sumber daya manusia erat kaitannya dengan seni. Di sini maksudnya adalah sebuah seni dalam mengatur hubungan serta peran setiap tenaga kerja. Harus ada sistem yang terstruktur agar kerja menjadi efektif dan efisien sehingga tujuan perusahaan, karyawan itu sendiri, serta masyarakat terwujud.

2. Bohlarander dan Snell

Pendekatan yang digunakan Bohlarander dan Snell (2010) lebih humanis.

Mereka mengartikan manajemen sumber daya manusia sebagai usaha perusahaan untuk memberdayakan, mengembangkan, sekaligus memberikan imbalan kepada setiap pekerja dalam perusahaan.

Jadi karyawan tidak hanya dipandang sebagai alat pencapai tujuan. Mereka harus juga dikembangkan dan diberi apresiasi atas usahanya.

Maka tak heran jika perusahaan menerapkan training dan kenaikan gaji setiap tahunnya.

Di Indonesia sendiri pemerintah memberikan kenaikan upah minimum provinsi (UMP) hingga 8% pada tahun 2019. Ini sebagai bukti bahwa seseorang yang bekerja tidak lagi dinilai sebatas pengabdiannya. Lebih dari itu, pekerja adalah pihak yang harus diperhatikan kesejahteraannya.

3. Sofyandi

Berbeda lagi dengan pemahaman yang didapat oleh Sofyandi (2009). Ia melihat manajemen sumber daya manusia sebagai strategi penerapan fungsi-fungsi manajemen.

Di dalamnya terdapat langkah planning, organizing, leading, serta controlling terhadap aktivitas sumber daya manusia.

Aktivitas yang dimaksud adalah proses rekrutmen, penempatan, promosi, penilaian kinerja, hingga pemutusan hubungan kerja. Kesemuanya dilihat bertujuan untuk meningkatkan produktivitas agar visi misi perusahaan tercapai.

Merangkum dari ketiga pendapat di atas, dapat dipahami bahwa manajemen sumber daya manusia adalah sebuah ilmu atau strategi yang berkaitan dengan pekerja meliputi sistem pengembangannya, pemberian apresiasi, penilaian performa, hingga pemutusan kerja.

Semuanya harus diatur dalam sebuah sistem agar tujuan perusahaan tercapai secara efektif dan efisien.

Manfaat Manajemen Sumber Daya Manusia

Setelah memahami konsep manajemen sumber daya manusia, maka penting sebuah perusahaan menerapkan sistem yang layak. Tidak hanya menguntungkan pihak perusahaan atau stakeholder tertentu saja. Para manajer harus menguasai sistem manajemen ini karena mereka penengah antara stakeholder level atas dan pekerja lapangan.

Berikut adalah manfaat jika menguasai manajemen sumber daya manusia dengan baik:

1. Mampu Membuat Perencanaan Jangka Pendek dan Panjang

Fungsi perencanaan sudah pasti dilakukan oleh policy maker. Mereka duduk di level struktural yang menerjemahkan jalannya perusahaan mau di bawa ke mana.

Tanpa menguasai manajemen pegawainya, mereka tidak mampu mengarahkan para pekerja untuk mencapai goal yang telah dibuatnya. Biasanya goal ini disusun dalam dua versi, yaitu jangka pendek dan jangka panjang.

Program jangka pendek umumnya didesain untuk tiga sampai lima tahun ke depan. Sedangkan untuk jangka panjang, proyeksi keberhasilan digambarkan pada sepuluh tahun kemudian. Para pegawai ini lah yang bertugas untuk mewujudkan mimpi-mimpi perusahaan.

Semakin baik sistem manajemen yang diterapkan, maka semakin efektif langkah perusahaan hingga berpuluh tahun ke depan.

2. Efisiensi Beban Perusahaan

Restrukturisasi pegawai menjadi salah satu upaya untuk memulihkan perusahaan yang sedang “sakit”.

Sebut saja PT Krakatau Steel yang sekarang sedang ramai diberitakan akan bangkrut. Pada tahun 2019 hingga 2022 manajemennya akan melakukan restrukturisasi terhadap 1.300 pegawai organik. Pengurangan sebesar 30% tersebut tidak lepas dari efisiensi beban perusahaan. Selain dari pengurangan beban gaji, mereka pun berencana untuk restrukturisasi bisnis.

image: economy.okezone.com

Jika pihak struktural tidak memahami manajemen pegawainya dengan baik, maka beban gaji perusahaan dapat terus membengkak. Perusahaan harus membayar orang-orang yang kurang produktif atau berkontribusi terhadap kemajuan perusahaan.

Adanya pemahaman terhadap manajemen yang baik bisa memilah mana pegawai yang patut dipertahankan dan mana yang sebaiknya dipensiunkan dini.

3. Membuka Kesempatan Kepada Setiap Pegawai Untuk Berkembang

Sudah menjadi tanggung jawab perusahaan untuk memperhatikan kondisi pegawainya, termasuk dalam pengembangan diri.

Ini bisa diwujudkan dalam bentuk pemberian training. Setiap unit memiliki fokus pengembangan yang berbeda dari unit lainnya. Begitu pun setiap individu pasti menyimpan ekspetasi yang berbeda pula.

Pihak HRD tidak mesti memenuhi harapan setiap individu secara spesifik. Namun HRD setidaknya bisa memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk berkembang. Misalnya ada pegawainya yang ingin mencoba hal baru di unit lain. Atau tidak jarang juga ditemukan seseorang yang justru lebih berkompeten di bidang lain.

Ini semua tidak mungkin terdeteksi tanpa adanya manajemen terhadap pegawai yang baik.

The right person in the right place adalah sebuah pepatah yang harus dipegang dalam melaksanakan manajemen kepegawaian.

Jangan langsung menilai performa kinerja seseorang buruk hanya karena hasilnya tidak sesuai. Bisa saja mereka berada di tempat yang salah atau memiliki atasan yang kurang komunikatif. Semuanya harus dianalisis mendalam guna menciptakan kebijakan yang tepat.

4. Mendorong Sikap Proaktif Pegawai

Salah satu indikator manajemen yang baik adalah terciptanya transparansi antarlevel. Dengan keterbukaan ini pasti jalinan komunikasi pun berjalan dengan lancar tanpa adanya sesuatu yang ditutupi.

Kalau sudah begini, tingkat kepercayaan pegawai terhadap manajerial tidak perlu dipertanyakan lagi. Begitu pula dengan manajemen yang diterapkan pasti lah sudah sangat baik.

Adanya kedekatan antara pegawai dan para struktural mampu mendorong sikap proaktif yang positif. Pegawai akan dengan sendirinya mendukung segala keputusan dan kebijakan yang dibuat.

Hal ini dikarenakan mereka percaya apapun yang direncanakan oleh level atas akan memberikan keuntungan. Tanpa adanya manajemen yang baik, pegawai akan bersikap skeptis karena mereka merasa hanya dianggap sebagai alat perusahaan.

5. Menciptakan Sistem Informasi yang Akurat

Seiring dengan perkembangan teknologi, sumber daya manusia tidak hanya berkaitan dengan manusia saja.

Kini sudah menyentuh ranah teknologi, yakni bagaimana sebuah perusahaan mengatur data-data kepegawaiannya secara sistematis dan aman. Melalui praktik manajemen yang baik, data pegawai akan tercatat akurat, detail, up to date, serta terintegrasi.

Manajemen yang buruk tidak memiliki data kepegawaian yang update. Jangankan untuk mendeteksi keahlian seseorang, terkadang jumlah actual pegawainya pun tidak sinkron dengan di lapangan. Sesungguhnya ini berbahaya karena akan berdampak pada hal lainnya, seperti budgeting keuangan untuk periode selanjutnya, dan lainnya.

Praktik Manajemen Sumber Daya Manusia di Perusahaan

Kini saatnya mengetahui praktik riil dari manajemen sumber daya manusia di beberapa perusahaan. Contoh di bawah ini diangkat dari berbagai kegiatan yang telah diterapkan di masyarakat.

Ingat, aktivitas sumber daya manusia meliputi banyak hal, yakni proses rekrutmen, pemberian gaji, sistem promosi atau naik jabatan, hingga pemutusan hubungan kerja. Berikut adalah contoh-contohnya:

1. Rekrutmen Management Trainee

Sistem rekrutmen ini sedang populer di banyak perusahaan, baik banking, service, dan sebagainya. Sistem management trainee (MT) adalah proses rekrutmen karyawan baru dari fresh graduate yang akan dididik untuk menjadi future leader.

Artinya, perusahaan memang mencari bibit-bibit unggul yang akan menempati level manajerial. Tak heran persyaratannya pun cukup tinggi dan proses seleksinya berlangsung lama serta ketat.

2. Promosi Melalui Mutasi

Kenaikan jabatan adalah impian bagi setiap pegawai. Sayangnya, kadang tak semudah itu dilakukan. Salah satu penyebabnya adalah karena kotak organisasinya yang tidak ada atau belum kosong.

Untuk menyiasati hal tersebut, perusahaan biasanya melakukan mutasi kepada pegawai yang dianggap sudah pantas naik jabatan. Mereka sengaja dipindahkan unit atau lokasi kerja agar naik jabatan. Karena seperti yang sudah disebutkan, mungkin saja ditempatnya saat ini posisi vertikal di atasnya masih ditempati orang lain.

3. Uang Lembur Ekstra di Hari Raya

Ini adalah strategi lain dari manajemen kepegawaian. Tak banyak pegawai yang bersedia masuk saat tanggal merah, apalagi hari raya keagamaan. Maka dari itu, pegawai yang tetap bekerja di hari raya diberikan ekstra uang lembur. Nilai pengali uang lembur lebih tinggi dari lemburan di hari biasanya.

Tak jarang beberapa perusahaan memberikan dua kali lipat dari nominal biasanya. Bagi beberapa orang ini kesempatan yang menggiurkan meski harus mengorbankan waktu bersama keluarga.

4. Penerimaan Pro Hire

Rekrutment terhadap pro hire mengundang pro kontra di internal perusahaan. Wajar saja, dengan diterimanya pro hire mengundang pertanyaan apakah tidak ada orang yang kompeten dari pegawai lama?

Karena orang-orang pro hire adalah ahli atau profesional yang akan langsung menduduki posisi strategis.

Nominal gajinya pun tidak main-main, meski menduduki level senior manager bisa saja si pro hire nilainya lebih tinggi dari senior manager pegawai organik.

Namun langkah ini kadang dibutuhkan untuk menciptakan inovasi di sebuah perusahaan. Terkadang dengan menghadirkan orang luar bisa memberikan perspektif baru untuk perusahaan.

Baca juga: Laporan Keuangan Perusahaan, Lengkap dan Mendalam !

5. Program Pensiun Dini

Program pensiun dini pun cukup familiar di kalangan masyarakat. Ini adalah strategi perusahaan untuk mengurangi jumlah pegawainya dengan cara menawarkan pensiun lebih awal.

Imbalan yang diterima berupa uang pesangon dan pencairan tunjangan lainnya. Uang gaji pun akan dikalikan berlipat-lipat sesuai kebijakan perusahaan.

Sebagai contoh, pada tahun 2017 PT Jasa Marga (Persero) Tbk melakukan restrukturisasi terhadap penjaga tol.

Perusahaan ini tidak melakukan pemecatan, namun memberikan dua opsi.

Pertama, mereka dialihfungsikan, yang kedua, menerima tawaran pensiun dini. Bagi yang memilih opsi kedua manfaat purnakarya yang diperoleh adalah 24 kali gaji dibayar di muka. Hal ini berlaku untuk seluruh 400 pegawai yang kala itu terancam terkena restrukturisasi.

Sebenarnya masih banyak lagi contoh praktik manajemen sumber daya manusia. Hanya saja kelima poin di atas adalah strategi-strategi yang banyak dipilih oleh perusahaan di Indonesia.

Dengan memahami manajemen kepegawaian yang baik, maka kebijakan pun sudah semestinya memfasilitasi kepentingan berbagai pihak.

Jangan sampai pegawai yang sudah berkontribusi dirugikan. Begitu pun dengan perusahaan yang berjuang bersaing namun harus bangkrut dikarenakan manajemen manusianya yang berantakan.

Continue Reading

TOP STORIES