Connect with us

Bisnis

Manajemen Sumber Daya Manusia dan Praktiknya di Perusahaan

Sumber daya manusia menjadi salah satu isu yang sering dibicarakan pada sebuah perusahaan.

Bagaimana tidak, sumber daya manusia erat kaitannya dengan hak manusia yang mana sebagai penggerak dan penentu kesuksesan perusahaan tersebut. Guna menjaga praktiknya tetap pada track-nya dibutuhkan sebuah manajemen sumber daya manusia.

Sebelum masuk ke manajemen sumber daya manusia, ketahui dulu konsep sumber daya manusia.

Ada dua pengertian yang bisa menjadi acuan, yaitu secara mikro dan makro.

Melalui kacamata mikro, sumber daya manusia adalah individu yang bekerja pada perusahaan atau organisasi sehingga disebut sebagai pegawai, buruh, dan sebagainya.

Sedangkan secara makro dipahami sebagai sekelompok usia produktif, baik yang sedang bekerja maupun tidak.

Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia Menurut Ahli

Layaknya urusan keuangan, sumber daya manusia pun harus diatur agar bisa mendukung pencapaian tujuan sebuah perusahaan lewat manajemen sumber daya manusia.

Dengan adanya sistem yang mengatur, pekerjaan dapat selesai sejalan dengan visi misi perusahaan. Untuk lebih jelas mengenai manajemen sumber daya manusia, simak pengertiannya dari beberapa ahli di bawah ini:

1. Hasibuan

Menurut Hasibuan (2006), manajemen sumber daya manusia erat kaitannya dengan seni. Di sini maksudnya adalah sebuah seni dalam mengatur hubungan serta peran setiap tenaga kerja. Harus ada sistem yang terstruktur agar kerja menjadi efektif dan efisien sehingga tujuan perusahaan, karyawan itu sendiri, serta masyarakat terwujud.

2. Bohlarander dan Snell

Pendekatan yang digunakan Bohlarander dan Snell (2010) lebih humanis.

Mereka mengartikan manajemen sumber daya manusia sebagai usaha perusahaan untuk memberdayakan, mengembangkan, sekaligus memberikan imbalan kepada setiap pekerja dalam perusahaan.

Jadi karyawan tidak hanya dipandang sebagai alat pencapai tujuan. Mereka harus juga dikembangkan dan diberi apresiasi atas usahanya.

Maka tak heran jika perusahaan menerapkan training dan kenaikan gaji setiap tahunnya.

Di Indonesia sendiri pemerintah memberikan kenaikan upah minimum provinsi (UMP) hingga 8% pada tahun 2019. Ini sebagai bukti bahwa seseorang yang bekerja tidak lagi dinilai sebatas pengabdiannya. Lebih dari itu, pekerja adalah pihak yang harus diperhatikan kesejahteraannya.

3. Sofyandi

Berbeda lagi dengan pemahaman yang didapat oleh Sofyandi (2009). Ia melihat manajemen sumber daya manusia sebagai strategi penerapan fungsi-fungsi manajemen.

Di dalamnya terdapat langkah planning, organizing, leading, serta controlling terhadap aktivitas sumber daya manusia.

Aktivitas yang dimaksud adalah proses rekrutmen, penempatan, promosi, penilaian kinerja, hingga pemutusan hubungan kerja. Kesemuanya dilihat bertujuan untuk meningkatkan produktivitas agar visi misi perusahaan tercapai.

Merangkum dari ketiga pendapat di atas, dapat dipahami bahwa manajemen sumber daya manusia adalah sebuah ilmu atau strategi yang berkaitan dengan pekerja meliputi sistem pengembangannya, pemberian apresiasi, penilaian performa, hingga pemutusan kerja.

Semuanya harus diatur dalam sebuah sistem agar tujuan perusahaan tercapai secara efektif dan efisien.

Manfaat Manajemen Sumber Daya Manusia

Setelah memahami konsep manajemen sumber daya manusia, maka penting sebuah perusahaan menerapkan sistem yang layak. Tidak hanya menguntungkan pihak perusahaan atau stakeholder tertentu saja. Para manajer harus menguasai sistem manajemen ini karena mereka penengah antara stakeholder level atas dan pekerja lapangan.

Berikut adalah manfaat jika menguasai manajemen sumber daya manusia dengan baik:

1. Mampu Membuat Perencanaan Jangka Pendek dan Panjang

Fungsi perencanaan sudah pasti dilakukan oleh policy maker. Mereka duduk di level struktural yang menerjemahkan jalannya perusahaan mau di bawa ke mana.

Tanpa menguasai manajemen pegawainya, mereka tidak mampu mengarahkan para pekerja untuk mencapai goal yang telah dibuatnya. Biasanya goal ini disusun dalam dua versi, yaitu jangka pendek dan jangka panjang.

Program jangka pendek umumnya didesain untuk tiga sampai lima tahun ke depan. Sedangkan untuk jangka panjang, proyeksi keberhasilan digambarkan pada sepuluh tahun kemudian. Para pegawai ini lah yang bertugas untuk mewujudkan mimpi-mimpi perusahaan.

Semakin baik sistem manajemen yang diterapkan, maka semakin efektif langkah perusahaan hingga berpuluh tahun ke depan.

2. Efisiensi Beban Perusahaan

Restrukturisasi pegawai menjadi salah satu upaya untuk memulihkan perusahaan yang sedang “sakit”.

Sebut saja PT Krakatau Steel yang sekarang sedang ramai diberitakan akan bangkrut. Pada tahun 2019 hingga 2022 manajemennya akan melakukan restrukturisasi terhadap 1.300 pegawai organik. Pengurangan sebesar 30% tersebut tidak lepas dari efisiensi beban perusahaan. Selain dari pengurangan beban gaji, mereka pun berencana untuk restrukturisasi bisnis.

image: economy.okezone.com

Jika pihak struktural tidak memahami manajemen pegawainya dengan baik, maka beban gaji perusahaan dapat terus membengkak. Perusahaan harus membayar orang-orang yang kurang produktif atau berkontribusi terhadap kemajuan perusahaan.

Adanya pemahaman terhadap manajemen yang baik bisa memilah mana pegawai yang patut dipertahankan dan mana yang sebaiknya dipensiunkan dini.

3. Membuka Kesempatan Kepada Setiap Pegawai Untuk Berkembang

Sudah menjadi tanggung jawab perusahaan untuk memperhatikan kondisi pegawainya, termasuk dalam pengembangan diri.

Ini bisa diwujudkan dalam bentuk pemberian training. Setiap unit memiliki fokus pengembangan yang berbeda dari unit lainnya. Begitu pun setiap individu pasti menyimpan ekspetasi yang berbeda pula.

Pihak HRD tidak mesti memenuhi harapan setiap individu secara spesifik. Namun HRD setidaknya bisa memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk berkembang. Misalnya ada pegawainya yang ingin mencoba hal baru di unit lain. Atau tidak jarang juga ditemukan seseorang yang justru lebih berkompeten di bidang lain.

Ini semua tidak mungkin terdeteksi tanpa adanya manajemen terhadap pegawai yang baik.

The right person in the right place adalah sebuah pepatah yang harus dipegang dalam melaksanakan manajemen kepegawaian.

Jangan langsung menilai performa kinerja seseorang buruk hanya karena hasilnya tidak sesuai. Bisa saja mereka berada di tempat yang salah atau memiliki atasan yang kurang komunikatif. Semuanya harus dianalisis mendalam guna menciptakan kebijakan yang tepat.

4. Mendorong Sikap Proaktif Pegawai

Salah satu indikator manajemen yang baik adalah terciptanya transparansi antarlevel. Dengan keterbukaan ini pasti jalinan komunikasi pun berjalan dengan lancar tanpa adanya sesuatu yang ditutupi.

Kalau sudah begini, tingkat kepercayaan pegawai terhadap manajerial tidak perlu dipertanyakan lagi. Begitu pula dengan manajemen yang diterapkan pasti lah sudah sangat baik.

Adanya kedekatan antara pegawai dan para struktural mampu mendorong sikap proaktif yang positif. Pegawai akan dengan sendirinya mendukung segala keputusan dan kebijakan yang dibuat.

Hal ini dikarenakan mereka percaya apapun yang direncanakan oleh level atas akan memberikan keuntungan. Tanpa adanya manajemen yang baik, pegawai akan bersikap skeptis karena mereka merasa hanya dianggap sebagai alat perusahaan.

5. Menciptakan Sistem Informasi yang Akurat

Seiring dengan perkembangan teknologi, sumber daya manusia tidak hanya berkaitan dengan manusia saja.

Kini sudah menyentuh ranah teknologi, yakni bagaimana sebuah perusahaan mengatur data-data kepegawaiannya secara sistematis dan aman. Melalui praktik manajemen yang baik, data pegawai akan tercatat akurat, detail, up to date, serta terintegrasi.

Manajemen yang buruk tidak memiliki data kepegawaian yang update. Jangankan untuk mendeteksi keahlian seseorang, terkadang jumlah actual pegawainya pun tidak sinkron dengan di lapangan. Sesungguhnya ini berbahaya karena akan berdampak pada hal lainnya, seperti budgeting keuangan untuk periode selanjutnya, dan lainnya.

Praktik Manajemen Sumber Daya Manusia di Perusahaan

Kini saatnya mengetahui praktik riil dari manajemen sumber daya manusia di beberapa perusahaan. Contoh di bawah ini diangkat dari berbagai kegiatan yang telah diterapkan di masyarakat.

Ingat, aktivitas sumber daya manusia meliputi banyak hal, yakni proses rekrutmen, pemberian gaji, sistem promosi atau naik jabatan, hingga pemutusan hubungan kerja. Berikut adalah contoh-contohnya:

1. Rekrutmen Management Trainee

Sistem rekrutmen ini sedang populer di banyak perusahaan, baik banking, service, dan sebagainya. Sistem management trainee (MT) adalah proses rekrutmen karyawan baru dari fresh graduate yang akan dididik untuk menjadi future leader.

Artinya, perusahaan memang mencari bibit-bibit unggul yang akan menempati level manajerial. Tak heran persyaratannya pun cukup tinggi dan proses seleksinya berlangsung lama serta ketat.

2. Promosi Melalui Mutasi

Kenaikan jabatan adalah impian bagi setiap pegawai. Sayangnya, kadang tak semudah itu dilakukan. Salah satu penyebabnya adalah karena kotak organisasinya yang tidak ada atau belum kosong.

Untuk menyiasati hal tersebut, perusahaan biasanya melakukan mutasi kepada pegawai yang dianggap sudah pantas naik jabatan. Mereka sengaja dipindahkan unit atau lokasi kerja agar naik jabatan. Karena seperti yang sudah disebutkan, mungkin saja ditempatnya saat ini posisi vertikal di atasnya masih ditempati orang lain.

3. Uang Lembur Ekstra di Hari Raya

Ini adalah strategi lain dari manajemen kepegawaian. Tak banyak pegawai yang bersedia masuk saat tanggal merah, apalagi hari raya keagamaan. Maka dari itu, pegawai yang tetap bekerja di hari raya diberikan ekstra uang lembur. Nilai pengali uang lembur lebih tinggi dari lemburan di hari biasanya.

Tak jarang beberapa perusahaan memberikan dua kali lipat dari nominal biasanya. Bagi beberapa orang ini kesempatan yang menggiurkan meski harus mengorbankan waktu bersama keluarga.

4. Penerimaan Pro Hire

Rekrutment terhadap pro hire mengundang pro kontra di internal perusahaan. Wajar saja, dengan diterimanya pro hire mengundang pertanyaan apakah tidak ada orang yang kompeten dari pegawai lama?

Karena orang-orang pro hire adalah ahli atau profesional yang akan langsung menduduki posisi strategis.

Nominal gajinya pun tidak main-main, meski menduduki level senior manager bisa saja si pro hire nilainya lebih tinggi dari senior manager pegawai organik.

Namun langkah ini kadang dibutuhkan untuk menciptakan inovasi di sebuah perusahaan. Terkadang dengan menghadirkan orang luar bisa memberikan perspektif baru untuk perusahaan.

Baca juga: Laporan Keuangan Perusahaan, Lengkap dan Mendalam !

5. Program Pensiun Dini

Program pensiun dini pun cukup familiar di kalangan masyarakat. Ini adalah strategi perusahaan untuk mengurangi jumlah pegawainya dengan cara menawarkan pensiun lebih awal.

Imbalan yang diterima berupa uang pesangon dan pencairan tunjangan lainnya. Uang gaji pun akan dikalikan berlipat-lipat sesuai kebijakan perusahaan.

Sebagai contoh, pada tahun 2017 PT Jasa Marga (Persero) Tbk melakukan restrukturisasi terhadap penjaga tol.

Perusahaan ini tidak melakukan pemecatan, namun memberikan dua opsi.

Pertama, mereka dialihfungsikan, yang kedua, menerima tawaran pensiun dini. Bagi yang memilih opsi kedua manfaat purnakarya yang diperoleh adalah 24 kali gaji dibayar di muka. Hal ini berlaku untuk seluruh 400 pegawai yang kala itu terancam terkena restrukturisasi.

Sebenarnya masih banyak lagi contoh praktik manajemen sumber daya manusia. Hanya saja kelima poin di atas adalah strategi-strategi yang banyak dipilih oleh perusahaan di Indonesia.

Dengan memahami manajemen kepegawaian yang baik, maka kebijakan pun sudah semestinya memfasilitasi kepentingan berbagai pihak.

Jangan sampai pegawai yang sudah berkontribusi dirugikan. Begitu pun dengan perusahaan yang berjuang bersaing namun harus bangkrut dikarenakan manajemen manusianya yang berantakan.

Mendirikan situs income.id sebagai perwujudan pengabdian kepada bangsa dan negara indonesia melalui media yang informatif dan edukatif

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bisnis

Cara Menghitung HPP Produk Beserta Panjelasannya

Cara Menghitung HPP Produk

Sebuah perusahaan yang memproduksi suatu barang perlu tahu dengan pasti cara menghitung HPP produk agar tidak terjadi kesalahan hitung. Terdapat beberapa biaya pengeluaran atas produk yang harus jelas rinciannya. Hal ini dilakukan supaya perusahaan mengetahui harga pokok yang dibuatnya. Tertarik dengan penjelasan terkait? Simak berikut ulasannya:

Tentang HPP Produk

Bagi sebuah perusahaan cara menghitung hpp produk harus diketahui dengan pasti setiap langkah-langkahnya. Mengapa demikian? HPP merupakan total biaya yang telah dikeluarkan pihak perusahaan dalam menghasilkan barang produksi. Biaya yang terdapat di dalamnya meliputi harga langsung dan tak langsung.

Memungkinkan perusahaan dapat dengan tepat menentukan harga produk sebelum dilakukan penjualan. Selain itu, tujuan dari setiap perusahaan menentukan harga yang dibuat yakni agar sasaran produk pun sesuai dengan target. Untuk lebih lanjutnya, berikut akan dijelaskan tujuan lain dari HPP yaitu:

  • Setiap produk yang dijual dapat memenuhi target produksi yang telah ditentukan.
  • Dapat menstabilkan harga produk yang akan dijual di pasaran.
  • Bisa mempertahankan harga produk berdasarkan proses produksi yang jelas.
  • Upaya dalam memaksimalkan keuntungan.

Mengetahui Metode Pendekatan Laporan HPP

Produk Ketika sebuah perusahaan membuat laporan untung dan rugi dari biaya pokok produksi yang dikeluarkan, ada dua metode yang bisa digunakan. Untuk pendekatan pertama yang bisa digunakan adalah Full Costing dan yang kedua Variable Costing. Ingin tahu bagaimana penjelasannya? Simak berikut ulasannya.

  • Full Costing, adalah perhitungan HPP yang dilakukan untuk mengetahui harga pokok dan biaya produksi. Pendekatan ini berkaitan dengan segala perhitungan unsur biaya produksi yang masuk ke dalam HPP. Di dalam perhitungan ini terdapat biaya tenaga kerja, bahan baku hingga overhead, keseluruhannya dihitung menjadi satu kesatuan.
  • Variable Costing, yakni sebuah perhitungan HPP yang di dalamnya hanya menjumlahkan biaya yang sifatnya variabel dalam harga produksi. Menjadikan variable costing hanya untuk menghitung HPP dengan rincian biaya yang terpisah dalam setiap periode tertentu. Rincian yang terdapat di dalamnya yaitu ada biaya bahan baku, tenaga kerja hingga overhead.

Begitulah cara menghitung HPP produk yang memakai pendekatan Full dan variable Costing. Kedua pendekatan tersebut bisa digunakan oleh pelaku dalam perusahaan untuk menentukan setiap harga pokok dalam produksi. Membuat perusahaan bisa menetapkan harga jual yang akan dipasarkan.

Cara Menghitung HPP Produk

Bagi yang belum mengetahui cara menghitung HPP produk dengan benar, terdapat beberapa tahapan yang perlu diketahui. Perhitungannya pun tidak terlalu sulit untuk dilakukan, jika pengguna adalah seorang yang masih awam. Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan dalam perhitungan tersebut yaitu:

1. Melakukan Perhitungan Bahan Baku

Hal pertama yang perlu dilakukan yaitu dengan menjumlahkan keseluruhan saldo yang terdapat di awal serta pembelian bahan baku. Selanjutnya jika sudah mendapatkan hasilnya kurangi dengan saldo di akhir periode. Jadi di tahap pertama ini adalah melakukan perhitungan bahan baku.

2. Menghitung Biaya Produksi

Tahap selanjutnya untuk dapat mengetahui HPP produk yaitu menghitung biaya produksi. Caranya yakni dengan menjumlahkan tiga komponen HPP di awal yaitu harga bahan baku, tenaga kerja dan overhead. Perhitungan dalam tahap ini pun sangat penting, sebab agar pelaku usaha mengetahui dengan pasti total dari hasil produksinya.

3. Menetapkan Biaya Pokok Produksi

Langkah selanjutnya, pelaku usaha bisa menetapkan biaya pokok produksi dengan mentotalkan keseluruhan biaya. Biaya yang dimaksudkan yaitu penjumlahan produksi serta saldo awal persediaan barang. Setelahnya dapat dikurangi dengan jumlah saldo akhir dari persediaan barang. Pada tahap inilah nantinya pelaku usaha juga bisa menentukan harga jual dari barang yang akan diproduksi.

4. Menghitung HPP

Terakhir, perhitungan HPP dapat dilakukan dengan mentotalkan jumlah harga pokok dengan ketersediaan barang produksi. Persediaan barang yang dimaksud adalah barang awal yang akan dikurangi dengan persediaan akhir. Membuat perhitungan HPP bisa terlihat berapa jumlahnya.

Itulah langkah-langkah yang mesti diketahui untuk dapat melakukan perhitungan HPP dengan benar. Setiap tahapan dari perhitungan tersebut bisa dilakukan oleh setiap pelaku usaha dengan mudah bukan? Hal yang perlu diingat dalam perhitungan tersebut yaitu setiap biaya atau harga harus jelas dan pasti nominalnya.

Contoh Perhitungan HPP

Sebelumnya telah dijelaskan bagaimana tahapan dan langkah-langkah dalam melakukan perhitungan HPP. Supaya lebih paham, akan diberikan contoh perhitungan yang sesuai dengan keadaan dilapangan. Contoh berupa soal cerita yang bisa pengguna pahami sesuai dengan kasus yang terdapat di sebuah perusahaan.

Contohnya yaitu, dalam sebuah perusahaan terdapat jumlah di luar biaya produksi sebesar Rp 100.000, sedangkan jumlah dari barang yang telah diproduksi adalah 2 unit. Berapakah kira-kira harga pokok yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan per satuannya? = Biaya produksi : Jumlah unit = Rp 100.000 : 2 = Rp 50. 000 per satuan

Itulah penjelasan cara menghitung HPP produk beserta dengan contohnya yang dapat pengguna pahami sebelumnya. Dalam contoh kasus yang diberikan, itu adalah contoh dari sekian banyak hitungan sederhana. Supaya dapat memahami dan menerapkannya, pelajari dan praktekkan dengan menghitungnya secara manual.

Continue Reading

Bisnis

Intip Rincian Modal Usaha Laundry dengan Keuntungan Menjanjikan

rincian modal usaha laundry

Di tengah masa pandemi seperti ini, beralih ke dunia bisnis menjadi hal terbaik yang dapat dilakukan, yaitu dengan menjalankan bisnis laundry. Bisa dibilang bisnis satu ini begitu menjanjikan, apalagi mengingat banyaknya orang yang membutuhkan jasa pencuci pakaian karena kesibukan bekerja. Bahkan rincian modal usaha laundry ini pun tidak begitu besar loh.

Usaha laundry memberlakukan harga dengan ukuran per kilo, yaitu sekitar Rp 6rb hingga Rp 7rb saja. Sehingga bisa dipastikan jasa laundry akan ramai karena harganya yang murah. Namun meskipun begitu, profit yang didapatkan pun terbilang menjanjikan mengingat modal usaha yang tidak besar.

Lantas bagaimana sebenarnya prospek bisnis dan rincian modal yang perlu dikeluarkan untuk usaha laundry satu ini? Berikut ulasan lengkapnya, yaitu antara lain:

Prospek Bisnis Laundry

Membuka usaha laundry merupakan hal yang cukup menantang namun sangat menjanjikan. Hal ini dikarenakan prospek maupun peluang usahanya yang dapat memutar uang dengan sangat cepat. Pasalnya, jasa pencuci baju ini begitu dibutuhkan oleh semua orang setiap harinya. Sehingga tidak heran apabila usaha ini cukup booming di kalangan masyarakat dan begitu dicari, baik oleh ibu rumah tangga hingga pelajar maupun mahasiswa.

Maka dari itulah, peluang bisnis laundry yang sedang booming ini harus dimanfaatkan dengan baik. Apalagi ditambah dengan pengoperasiannya yang sangat mudah, maka semua orang pun berpotensi menghasilkan keuntungan lumayan besar melalui bisnis satu ini. Apabila mempromosikannya dengan baik, dijamin usaha laundry semakin dikenal dan mendatangkan banyak konsumen untuk penghasilan menjanjikan.

Berapa Rincian Modal Usaha Laundry?

Namun sebelum memulai bisnis laundry, ada baiknya bagi para pebisnis mengetahui rincian modal usaha untuk jasa laundry dan menyesuaikannya pada anggaran. Berikut inilah perhitungan yang bisa dijadikan patokan, yaitu antara lain:

1. Modal Peralatan Utama

Rincian modal usaha laundry terbesar yaitu terletak pada peralatan utama yang digunakan untuk mencuci. Misalnya seperti 1 mesin cuci dengan kisaran harga Rp 4.000.000, 1 setrika seharga Rp 300.000, 1 unit timbangan Rp 250.000, 1 impulse sealer Rp 200.000, dan juga 1 set rak dan meja laundry seharga Rp 3.500.000. Total modal untuk peralatan saja yaitu sebesar Rp 8.250.000.

Selain peralatan, tentunya setiap pebisnis untuk usaha laundry membutuhkan lokasi yang tepat. Hal ini nantinya akan berbeda di setiap daerah dan menyesuaikan. Sehingga modal untuk menyewa tidak dimasukkan ke dalam perhitungan. Namun pebisnis bisa menyesuaikannya berdasarkan anggaran dan menegosiasikan harga bersama dengan pemilik agar mendapat harga lebih murah.

2. Modal Kerja

Selain modal peralatan dan lokasi, terdapat pula modal kerja yang harus diperhitungkan. Dalam hal ini, rincian modal usaha laundry yaitu berupa detergen pakaian Rp 200.000, pewangi pakaian Rp 250.000, plastik wrap Rp 200.000, spanduk dan brosur promosi Rp 200.000, dan neon box Rp 300.000. Total modal kerja yaitu sebesar Rp 1.150.000.

Tentunya kisaran tersebut belum termasuk biaya sewa tempat dan juga listrik per bulan. Pebisnis bisa memulai bisnis laundry kiloan dengan menyesuaikan anggaran dan menekannya hingga sekecil mungkin. Misalnya saja dengan tidak menyewa tempat atau menggunakan tempat milik sendiri, serta menggunakan mesin cuci bekas yang masih layak pakai. Hal ini akan menghemat modal namun tetap menghasilkan keuntungan besar.

Kiat Sukses Usaha Laundry

Setelah mengetahui informasi mengenai rincian modal usaha laundry, tentu saja langkah berikutnya adalah perlu mengerti bagaimana tips sukses memulai bisnisnya. Jika dirasa sudah siap dan tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada, maka simak kiat suksesnya berikut ini:

  • Mengamati persaingan

Tips pertama yang harus diperhatikan adalah mengenai persaingan di sekitar lokasi usaha laundry. Tentunya dengan mengetahui hal ini, maka pebisnis bisa melakukan survey kisaran harga yang akan dikenakan apakah terlalu rendah atau tinggi. Apabila dirasa tarif yang ditawarkan oleh kompetitor terlalu rendah, maka lebih baik mencari lokasi lain.

  • Memberikan pelayanan yang bagus

Tidak hanya mengamati persaingan saja, namun pastikan selalu memberikan pelayanan yang bagus pada konsumen. Sehingga mereka akan kembali menggunakan jasa laundry yang ditawarkan. Tentunya hal ini perlu dibarengi dengan kualitas yang selalu terjaga baik.

  • Melakukan promosi

Tak lupa pula untuk selalu menggiatkan promosi, baik melalui sosial media, pemberian diskon atau cashback, hingga strategi mulut ke mulut yang dapat melancarkan bisnis. Dengan begitu, jasa laundry jadi lebih dikenal dan mendatangkan banyak pelanggan.

Nah itulah ulasan mengenai prospek bisnis, rincian modal usaha laundry, dan juga kiat sukses menjalankannya. Apabila memiliki niat untuk menjalankan usaha ini, maka sebisa mungkin mengetahui apa saja yang dibutuhkan demi keberlangsungan bisnis. Sehingga nantinya bisa memutar modal yang sedikit menjadi profit menguntungkan dan menjanjikan. Jadi, apakah tertarik mencoba bisnis satu ini?

Continue Reading

Bisnis

Usaha Perlengkapan Masjid yang Memberikan Keuntungan Menjanjikan

usaha perlengkapan masjid

Masjid adalah tempat ibadah yang dipakai oleh umat muslim untuk beribadah. Pada masjid, ada banyak peralatan pendukung yang pasti difungsikan. Misalnya saja karpet masjid, jam digital masjid, dan berbagai peralatan lainnya. Maka dari itu, tidak heran jika usaha perlengkapan masjid bisa memberikan keuntungan yang menjanjikan.

Hal ini dikarenakan perlengkapan masjid pasti banyak dicari. Mengingat jumlah masjid di Indonesia ada banyak. Lalu, apa saja barang-barang yang bisa dijual jika membuka usaha penjualan perlengkapan masjid? Untuk menjawab pertanyaan ini, maka harus disimak runtutan daftar yang ada di bawah ini secara terperinci:

1. Kubah Masjid

Peralatan pertama yang bisa dijual adalah kubah masjid. Jika memilih untuk menjual kubah masjid, maka harus memiliki vendor atau pembuat kubah yang berkualitas. Saat ini, bentuk kubah bermacam-macam. Maka dari itu, untuk menyiasati permintaan pembeli harus bisa berinovasi mengikuti perkembangan bentuk yang ada.

Semakin banyak jenis yang dijual, maka pembeli juga akan terfasilitasi dengan layanannya. Pastikan kubah yang dijual memiliki jenis kualitas yang baik. Hal ini dikarenakan kubah terletak di bagian luar dan fungsinya untuk menutup bagian atas masjid. Maka dari itu, pastikan untuk memakai kualitas terbaik untuk pelanggan.

2. Karpet Masjid

Peralatan kedua yang paling umum dijual adalah karpet masjid. Peralatan ini pastinya dibutuhkan oleh banyak masjid. Dengan adanya karpet masjid ini, jemaah masjid tidak perlu bingung mencari alas lain. Perlengkapan masjid satu ini memang penting untuk diperhatikan. Maka dari itu, jika menjualnya haruslah memakai produk berkualitas.

Saat ini, kebutuhan konsumen bermacam-macam. Mulai dari motif dan corak yang variatif, hingga ukuran yang beragam. Dengan adanya keberagaman ini, sebagai orang yang menjual juga harus paham tentang kualitasnya. Pengguna pastinya mencari karpet berkualitas untuk dipakai di masjid-masjid.

3. Jam Digital Masjid

Usaha perlengkapan masjid biasanya juga menyediakan jam digital untuk masjid. Jam ini terlihat lebih bagus dibanding jam biasa. Hal ini dikarenakan jam digital bisa terlihat meski dari arah yang jauh. Harga jam ini juga lebih mahal dari jam dinding biasa. karena peminatnya banyak, maka tidak heran jika jam ini bisa mendatangkan keuntungan yang besar.

Jika ingin menjual ini, maka harus menyediakan berbagai bentuk dan ukuran. Umumnya, bentuk yang biasa dipakai adalah persegi panjang. Lalu untuk ukurannya sendiri bermacam-macam. Pembeli pastinya membutuhkan ukuran yang beragam. Maka dari itu, pastikan untuk menyediakannya agar bisa dipilih oleh pembeli.

4. Speaker

Peralatan keempat yang umumnya dipakai di masjid adalah speaker. Alat ini pastinya ada di setiap masjid. Jika ingin membuka usaha peralatan masjid, maka bisa menambahkan alat ini sebagai salah satu peralatan yang dijual. Jenis dan ukuran speaker pun bermacam-macam dan tidak berpatok pada satu ukuran saja.

Karena tujuan pemakaian speaker sangat penting, maka dari itu sangat pas jika menyediakan alat ini untuk dijual. Karena nantinya alat ini akan mendatangkan keuntungan besar jika ada yang membelinya. Untuk itu, pastikan untuk menyediakan berbagai merek dan ukuran agar pembeli bisa melakukan pemilihan.

5. Mimbar Masjid

Menjual mimbar masjid juga tidak ada salahnya. Karena mimbar masjid adakah alat yang pastinya dibutuhkan. Mimbar ini juga sudah memiliki bentuk yang bervariasi. Maka dari itu, jika menyediakan mimbar masjid maka akan sangat pas. Pembeli bisa melakukan pembelian dalam satu waktu jika perlengkapan yang dijual lengkap.

Jika ingin membuka usaha perlengkapan masjid, semua peralatan di atas bisa langsung dijual. Setiap alat pasti dibutuhkan oleh masjid, maka dari itu akan sangat pas jika disediakan di satu tempat yang sama. Usaha semacam ini memiliki banyak referensi, jika memang tertarik untuk memulainya cari refrensi sebanyak-banyaknya untuk sukses. Sumber: Bisniz.id

Continue Reading

TOP STORIES