Connect with us

Finansial

Laporan Keuangan Perusahaan, Lengkap dan Mendalam !

Laporan keuangan perusahaan merupakan sesuatu yang sangat krusial. Bisa dibilang, hidup dan matinya perusahaan tergantung pada bagaimana mereka membuat laporan keuangan.

Banyak perusahaan yang harus gulung tikar dikarenakan tidak mampu membuat laporan keuangan yang baik.

Tidak berhenti sampai di situ, orang-orang yang terlibat dalam membuat laporan keuangan jika keliru bahkan harus dipenjara atau didenda. Mengerikan, bukan?

Oleh karena itu, mari sejenak menyisihkan waktu untuk memahami cara membuat laporan keuangan, berikut selengkapnya.

Mengapa Laporan Keuangan Sangat Penting?

Laporan keuangan perusahaan adalah kunci dari kesuksesan – atau bisa juga kehancuran – sebuah perusahaan. Itulah sebabnya dibandingkan dengan posisi lain seperti SDM atau pemasaran, posisi finansial dianggap yang terpenting.

Jika bagian finansial perusahaan melakukan satu kesalahan saja, maka perusahaan tersebut berisiko akan hancur.

Berlebihan? Tidak.

Masih ingat dengan kasus perusahaan Enron hampir 20 tahun lalu? Gara-gara ada data yang tidak dimasukkan ke laporan keuangan, perusahaan paling inovatif di US tersebut harus gulung tikar.

Bahkan sang pemilik perusahaan Jeff Skilling, Ken Lay, dan akuntan Arthur Andersen harus menerima hukuman 24 tahun penjara karenanya. Dikarenakan tidak kuat menahan malu, Ken Lay akhirnya bunuh diri sebelum vonis dijatuhkan.

Masih banyak lagi kasus perusahaan yang gulung tikar gara-gara laporan keuangan seperti Enron. Masalahnya benar-benar sama: karena laporan keuangan perusahaan tersebut tidak dibuat dengan valid.

Komponen-Komponen yang Wajib Ada dalam Laporan Keuangan Perusahaan

Tidak ingin bernasib sama seperti Ken Lay, bukan?

Guna membuat laporan keuangan perusahaan yang valid, terdapat beberapa komponen utama yang tidak boleh ditinggalkan. Jika terlewat satu komponen saja, maka laporan keuangan tersebut tidak dapat diterima secara standar. Berikut ini keterangannya.

1. Laporan Laba Rugi

Ini merupakan laporan yang berisi pemasukan perusahaan, biaya, dan beban-beban lainnya dalam satu periode anggaran.

Laporan laba rugi bertujuan untuk menunjukkan pendapatan bersih (net profit) perusahaan. Jika perusahaan memiliki investor, maka data pendapatan bersih ini digunakan untuk menentukan sharing profit per investor.

Rumus singkat untuk menghitung laporan laba rugi adalah: pendapatan bruto – harga pokok penjualan (HPP) – beban dan biaya – pajak. Tiga data pokok yang harus ada di dalamnya adalah laba kotor, pajak penghasilan, dan laba bersih.

2. Laporan Arus Kas

Seperti namanya, laporan arus kas adalah laporan mengenai kondisi kas perusahaan, meliputi keluar-masuknya uang dan untuk apa uang tersebut digunakan.

Setelah memperoleh perhitungan pendapatan bersih dari laporan laba rugi, selanjutnya pendapatan bersih tersebut ditambah dengan kas dari aktivitas selain penjualan.

Misalnya, perusahaan mendapatkan pendapatan dari penjualan aset, maka pendapatan tersebut ditambahkan ke pendapatan bersih.

Begitu juga sebaliknya, jika terjadi pengeluaran kas untuk hal di luar beban dan biaya operasional. Misalnya di tahun ini perusahaan melakukan paten, maka biaya paten tersebut dikurangkan dari kas riil yang ada.

Tujuan akhir pembuatan laporan arus kas adalah mengetahui jumlah uang riil yang dimiliki perusahaan hingga laporan keuangan dibuat.

3. Laporan Perubahan Modal

Penghitungan laporan perubahan modal menggunakan data pendapatan bersih yang didapat saat menghitung laba rugi. Laporan ini wajib menyajikan modal awal yang digunakan perusahaan untuk beroperasi di tahun tersebut. Setelah itu modal tersebut ditambahkan dengan jumlah profit yang diterima perusahaan di akhir tahun anggaran.

Tujuan pembuatan laporan perubahan modal adalah mengetahui nilai kekayaan perusahaan dari tahun ke tahun. Berdasarkan data laporan perubahan modal-lah, perusahaan bisa dinilai bertambah besar atau tidak.

4. Neraca

Laporan neraca bertujuan untuk mengetahui struktur kapital (dana/kekayaan) yang dimiliki perusahaan. Berdasarkan laporan neraca, bisa diketahui apakah kekayaan yang dimiliki perusahaan setara dengan tanggungan yang dimiliki.

Jika nanti terjadi sesuatu yang berisiko, pihak eksternal perusahaan (termasuk investor) bisa memprediksi apakah perusahaan tersebut sanggup membayar kewajibannya.

Neraca memiliki dua sisi laporan, yakni sisi aktiva (kekayaan) dan sisi pasiva (hutang). Laporan ini hanya bisa disebut valid jika data akhir dua sisi tersebut seimbang. Itulah mengapa neraca dalam bahasa Inggris disebut “balance sheet”.

5. Catatan Atas Laporan Keuangan Perusahaan

Percaya atau tidak, banyak perusahaan yang menyepelekan komponen ini dalam laporan keuangan perusahaan. Padahal catatan atas laporan keuangan perusahaan (CLAK) adalah salah satu dari lima komponen pokok yang tidak boleh ditinggalkan.

Catatan atas laporan keuangan perusahaan biasanya terletak di akhir laporan keuangan. Tidak lagi berkutat dengan angka, biasanya catatan atas laporan keuangan berbentuk uraian.

Catatan-catatan ini bertugas menguraikan hal-hal yang tidak bisa dijelaskan dalam laporan, misalnya turunnya penjualan di kuartal sekian, dst. CLAK adalah bagian yang bisa memudahkan perusahaan untuk menjelaskan kondisi finansialnya.

Selain itu, CLAK juga bisa membantu investor dalam memahami laporan keuangan perusahaan. Perusahaan yang baik tidak akan menyepelekan proses pembuatan CLAK karena biasanya investor tidak akan dengan cermat membaca laporan keuangan. Sebaliknya, mereka biasanya akan langsung membaca catatannya.

Kesalahan Fatal Yang Sering Terjadi Saat Membuat Laporan Keuangan

Di awal tadi, sudah dibahas mengenai malapetaka yang terjadi saat laporan keuangan perusahaan tidak dibuat dengan baik. Saat ini, mari membahas beberapa kesalahan fatal yang sering dilakukan manajer keuangan saat menyusun laporan bagi perusahaannya.

1. Tidak Sesuai SAK

Setiap laporan keuangan perusahaan di Indonesia wajib menerapkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) dan International Financial Report Standard (IFRS). Dilansir dari situs resmi Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), SAK adalah pernyataan dan interpretasi akuntansi yang ditentukan standarnya oleh IAI. Sementara itu IFRS adalah standar akuntansi yang digunakan secara internasional.

Jadi, setiap laporan keuangan yang terbit di Indonesia wajib menggunakan gaya bahasa dan struktur yang sama. Misalnya untuk ungkapan “laporan laba rugi”, perusahaan tidak boleh menggantinya dengan “laporan profit dan kerugian”. Meski pun pengertiannya sama.

Biasanya, perusahaan yang laporan keuangannya tidak mengikuti SAK akan sulit masuk Bursa Efek Indonesia. Artinya, mereka akan kesulitan mendapat kepercayaan investor untuk memperbesar perusahaan.

2. Tidak Mencantumkan Data Komparatif

Maksud dari data komparatif adalah data mengenai kondisi aset perusahaan di periode-periode sebelumnya. Meski terkesan sepele, biasanya hal ini bisa mempengaruhi minat investor untuk menaruh uang mereka di sebuah perusahaan. Sebab mereka tidak mendapat kepastian apakah perusahaan tersebut stabil beroperasi dengan efisien tiap tahunnya.

Salah satu kasus besar yang terjadi karena disepelekannya data komparatif adalah kasus kebangkrutan MG Rover Group. Produsen BMW ini gagal memprediksi turunnya permintaan dari kendaraan yang mereka buat. Alhasil, pemilik Rover Group terlambat melakukan antisipasi dan gulung tikar di tahun 2005.

3. Kalkulasi Angka dalam Laporan Tidak Final

Kejelasan data dalam laporan keuangan perusahaan adalah segalanya. Itulah sebabnya kenapa ada penentuan istilah baku untuk semua laporan yang terbit di seluruh dunia.

Selain istilah, hal lain yang tak kalah pentingnya adalah kejelasan nominal dalam setiap akun laporan. Meski kalkulasi laporan keuangan hanya berupa operasi pengurangan dan penjumlahan, para akuntan perusahaan wajib menyelesaikan kalkulasi akun hingga akhir.

Jangan membiarkan investor menghitung sendiri penjumlahan atau pengurangan dari akun-akun dalam laporan keuangan. Mereka akan kebingungan dan malah tidak tertarik untuk berinvestasi.

4. Tidak Menambahkan Data Persentase

Apakah sepenting itu data persentase dicantumkan dalam laporan keuangan?

Ya, benar-benar penting, karena mencantumkan persentase dapat memudahkan publik mengetahui distribusi dana. Misalnya dalam neraca, dari keseluruhan pasiva yang ada, 80%-nya adalah hutang.

Persentase itu menggambarkan betapa besar risiko yang ditanggung perusahaan. Semakin besar risiko yang dimiliki perusahaan, biasanya perusahaan tersebut akan makin sulit dipercaya.

Hampir seluruh perusahaan multinasional tidak meninggalkan persentase di seluruh data akun laporan keuangan mereka. Akan tetapi masih banyak perusahaan Indonesia yang kurang memperhatikan hal ini.

5. Tidak Ada Representasi Atas Data Laporan Keuangan

Representasi yang dimaksud di sini adalah penjelasan yang terdapat di CLAK. Dikarenakan bentuknya yang uraian, banyak akuntan hanya asal-asalan menulis apa yang dipikirkannya, tanpa peduli apakah tulisan tersebut merepresentasikan keseluruhan data.

Padahal tujuan CLAK adalah membuat data lebih mudah dibaca bagi orang-orang yang kesulitan memahami laporan keuangan. Jika data di dalamnya tidak selengkap yang tercantum di laporan kuantitatif, maka sama saja hasilnya: laporan akan membingungkan.

6. Laporan Tidak Mencantumkan Strategi Finansial di Masa Depan

Laporan keuangan perusahaan yang baik bukan hanya yang mengikuti SAK, bukan pula yang melaporkan profit berlipat ganda. Lebih dari itu, laporan keuangan perusahaan yang baik adalah yang bisa menimbulkan “optimisme” pada para pembacanya.

Wajar, jika setiap perusahaan mengalami kendala-kendala finansial selama beroperasi. Oleh karena itu, meski tidak detail, kendala-kendala ini harus tetap dicantumkan dalam laporan keuangan. Akan tetapi jangan berhenti di kendala saja, tunjukkan strategi apa yang dilakukan perusahaan untuk menghadapinya di masa depan.

7. Data yang Dicantumkan Tidak Sesuai Fakta

Inilah yang terpenting dari semuanya, kesalahan yang paling sering dilakukan perusahaan-perusahaan yang hancur: berbohong. Apa pun alasannya, jika data dalam laporan keuangan tidak sesuai dengan kenyataan, maka sebutannya berbohong. Tidak peduli kesalahan tersebut dilakukan dengan sengaja atau tidak.

Semua skandal perusahaan yang terjadi, mulai dari Enron, WorldCom, hingga Lehman Brothers, terjadi karena laporan keuangan yang tidak sesuai fakta. Bahkan sekretaris Kementerian Keuangan Amerika, Timothy Geithner, menyebut bahwa kebohongan perusahaan adalah salah satu penyebab krisis Amerika di 2007 – 2008.

Yang Perlu Dilakukan Sebelum Publikasi Laporan Keuangan

Sebelum memutuskan untuk memublikasikan laporan keuangan, sebaiknya perusahaan meneliti matang-matang dahulu, apalah laporan keuangan perusahaannya sudah pantas. Berikut ini beberapa hal yang perlu dilakukan:

  • Memastikan semua data yang tercantum valid. Sebelum dipublikasikan, bagian finansial perusahaan harus memastikan data yang dikumpulkan sudah valid, dari awal hingga akhir. Lakukan pengecekan berulang kali supaya validitas data bisa semakin dipastikan.
  • Memastikan laporan keuangan siap minimal 2 bulan sebelum tahun anggaran baru. Ada banyak hal yang perlu dilakukan sebelum laporan keuangan benar-benar dipublikasi. Jadi pastikan data-data pokok untuk laporan keuangan sudah dipersiapkan minimal dua bulan sebelum waktu publikasi.
  • Menyerahkan laporan keuangan perusahaan untuk audit eksternal. Setelah laporan keuangan inti diperiksa auditor internal, maka laporan tersebut perlu diserahkan lagi pada auditor eksternal. Biasanya auditor eksternal juga perlu melakukan pengecekan langsung ke perusahaan.
  • Menyusun laporan keuangan dengan desain yang baik dan mudah dibaca. Laporan keuangan yang baik adalah yang formatnya membuat nyaman para pembaca. Jadi pastikan desain yang digunakan tidak berlebihan dan malah menyamarkan data pokok laporan.
  • Menentukan tempat publikasi resmi untuk laporan keuangan. Makin awal laporan keuangan diumumkan, makin baik. Perusahaan yang baik dan stabil seharusnya bisa mempublikasikan laporan keuangannya pada bulan Januari tahun berikutnya.

Demikianlah penjelasan lengkap dan mendalam mengenai pentingnya laporan keuangan perusahaan, komponen, kesalahan, dan cara publikasinya.

Pastikan semua poin di atas dipelajari dengan baik sehingga laporan keuangan bisa memperbesar sebuah perusahaan – bukan malah menghancurkannya.

Referensi:

Horne, James C Van & John M Wachowitz, Jr. 2008, The Principle of Financial Management, Inggris: Pearson Education Limited.

Price, John. 2017, Lack of financial records linked to company failure, Australian Securities & Investments Commission.

https://www.fm-magazine.com/issues/2018/dec/how-to-fix-financial-reporting-errors.html
https://www.accounting-degree.org/scandals/
http://www.iaiglobal.or.id/v03/standar-akuntansi-keuangan/sak
https://www.reuters.com/article/us-usa-economy-geithner/financial-crises-caused-by-stupidity-and-greed-geithner-idUSBRE83P01P20120426

Mendirikan situs income.id sebagai perwujudan pengabdian kepada bangsa dan negara indonesia melalui media yang informatif dan edukatif

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Personal Finance

7 Hal yang Harus Dipertimbangkan dalam Perhitungan Dana Pensiun Ketika Menggunakan The 4% Rule

Perhitungan Dana Pensiun

Ketika sudah bekerja cukup lama hingga mencapai usia di mana tidak dapat melakukan pekerjaannya lagi, itulah saat paling rentan dalam perekonomian. Sehingga butuh pengolahan dana agar tidak terjadi kesulitan pada masa tua. Adanya perhitungan dana pensiun diperlukan untuk mencapai kesejahteraan dalam menyambung hidup. Berikut disajikan hal-hal yang perlu dipertimbangkan, diantaranya:

1. Keefektifan Rumus

Adanya formula khusus yang digunakan untuk menghitung uang yang diperoleh seorang karyawan. Sayangnya keefektifan dari rumus ini berlaku untuk orang-orang yang usianya 25 sampai 30 tahun. Apabila melebihi batas umur itu akan ada beberapa kemungkinan yang membuatnya tak menghasilkan nominal yang tepat.

Hal ini disebabkan naik turunnya perekonomian, serta hal-hal lain yang tidak bisa diprediksi akan terjadi lalu mempengaruhi semua bidang kehidupan. Inilah salah satu kelemahan dari the 4% rule karena keadaan yang tak menentu dapat berpengaruh dalam hal yang luas. Sehingga bukan alat yang efisien untuk dijadikan pedoman hitungan.

2. Perubahan Nilai Investasi

Semua orang saat melakukan perhitungan dana pensiun juga harus melihat ada atau tidaknya perubahan suatu nilai dari investasi yang berlangsung. Tidak boleh asal mengambil keputusan tanpa melihat sekitarnya. Besarnya dampak dimunculkan dari kejadian ini. Pantauan dikerjakan tidak hanya dalam satu waktu, tapi beberapa kali.

Tak ada yang mampu memastikan pergolakan yang terjadi dalam dunia industri ketika berdampak pada bidang perekonomian. Adanya nilai investasi yang terjadi itu bisa mengalami kenaikan bahkan penurunan yang tak terduga. Aktivitas seperti ini bisa memberikan hal buruk pada perhitungan yang dilaksanakan, karena bisa saja jauh diluar prediksi.

3. Adanya kemungkinan Inflasi

Usaha dalam menghitung jumlah uang yang didapatkan itu bagus, tapi hasilnya tidak bisa dipastikan benar juga. Segala kemungkinan dapat terjadi, besar maupun kecil hal itu akan memiliki pengaruh. Jadi validitas dari the 4% rule untuk perhitungan uang ketika pensiun bisa dipikirkan kembali.

Banyak faktor yang terlibat serta ikut menentukan kredibilitasnya. Sehingga butuh kecermatan dalam melakukan sesuatu yang berhubungan dengan uang, agar tidak terjadi hal diluar batas kewajaran.

4. Pengeluaran yang Tidak Tetap

Gaji tetap dan sudah ada perincian dana untuk memenuhi kebutuhan apa saja. Namun tak bisa dipungkiri bahwa hal-hal yang telah direncanakan kadang tak berjalan lurus. Hal ini menjadi penyebab butuh alat pendukung lainnya dalam memastikan hasil dari hitungan yang dikerjakan. Tidak ada yang tahu masa mendatang serta peristiwa yang terjadi.

Maka penting untuk melakukan pertimbangan saat perhitungan dananya, agar terhindar dari hal-hal tak mengenakan. Ketelitian dalam menghitung sangat dibutuhkan, apalagi untuk dana pensiun. Hal ini untuk menunjang kehidupan pada masa tua supaya tetap nyaman tanpa gangguan minimnya dana sebab tak bisa kelola.

5. Kondisi Ekonomi Tak Stabil

Pentingnya perhitungan dana pensiun ini berkaitan dengan kondisi ekonomi yang terdapat di suatu wilayah. Ketidakstabilan yang terjadi membuat tak bisa diperkirakan jumlahnya. Alasan ini yang bikin rumus 4% itu takkan dapat menangani kondisi yang ada, jika tidak diamati terlebih dahulu.

Memonitor segala pemasukan serta pengeluaran berperan aktif terhadap prosedur yang dijalankan. Kebutuhan masa depan juga tidak bisa diprediksi jika tak ada keseimbangan dalam berbagai bidang yang bersangkutan dalam melakukan perhitungannya. Gunakan kesempatan yang ada sebaik mungkin selama menghitung uang pensiun, agar memperoleh hasil yang valid.

6. Perkiraan hanya untuk Satu Sumber Pendapatan

Hanya ada satu sumber pendapatan yang bisa diolah menggunakan formula the 4% rule ini. Apabila kegiatannya bercabang, butuh perhitungan lebih dari satu kali dengan memperhatikan kondisi yang ada, agar tidak terjadi kesalahan. Perkiraan hitungan yang dihasilkan dapat diperiksa kembali sesuai keadaan saat itu.

Sebenarnya pemeriksaan suatu kondisi yang berhubungan dengan uang itu tak dapat dilakukan satu kali. Butuh beberapa kali pemeriksaan agar memperoleh hitungan dana yang sesuai dengan harapan. Jangan menyepelekan hal sederhana ketika melakukan kegiatan ini. Semua yang dikerjakan berdampak nantinya.

7. Mengontrol Keuangan

Pada saat mau menghitung pakai rumus, sesuaikan ketentuannya dan lakukan pengontrolan yang tepat supaya tak timbul kecacatan hitungan. Sebenarnya untuk mengendalikan uang agar stabil itu tidak begitu mudah. Hal ini dikarenakan kebutuhan setiap bulannya tak selalu sama, sehingga kadang pengeluaran membengkak.

Bukan hanya itu, ada faktor lainnya membuat pengendalian yang dilakukan keluar dari jalur yang ada. Perkara ini yang membuat naik dan turunnya dana pensiun. Banyak hal harus dipersiapkan ketika melakukan perhitungan, tak bisa sembarangan bahkan menentang aturan dari the 4% rule.

Demikian ulasan yang bisa menjadi referensi perihal yang butuh dipikirkan dalam perhitungan dana pensiun dengan mudah tanpa ada masalah. Kegiatan yang dilakukan mampu meminimalisir perkara yang berkaitan kekurangan uang, karena proses pengalokasiannya yang salah.

Continue Reading

Keuangan Syariah

7 Penyebab Reksadana Pasar Uang Syariah Tidak Mengalami Penurunan

Reksadana Pasar Uang Syariah

Mengatur keuangan sejak dini sangat diharapkan agar kedepannya mampu menjangkau segala hal yang dibutuhkan dengan mudah. Salah satu cara bisa dilakukan yaitu investasi melalui reksadana pasar uang syariah yang aman dari berbagai segi. Adapun penyebabnya jenis ini tidak mengalami penurunan serta masih diminati hampir semua kalangan, antara lain:

1. Jangka Waktu yang Pendek

Bagi pemula yang belum pernah terjun sebelumnya, akan terbantu dengan tipe pengelolaan uang yang dilaksanakan dalam kurun waktu tidak lama. Belajar dari sesuatu sederhana tak begitu rumit dalam pengaturannya serta mampu menolong kondisi keuangan seseorang. Otomatis risiko pada model seperti ini tidak akan berlebihan yang mengakibatkan kebangkrutan.

Adanya kesulitan dalam keadaan ekonomi tidak akan memberikan dampak begitu besar terhadap aktivitas yang dilakukan. Instrumen yang dipilih juga mempunyai kemungkinan rugi yang rendah, sehingga tidak membahayakan investornya. Hal ini membuat pergerakannya stabil karena terjadi dalam jangka pendek.

2. Dananya Mudah Dicairkan

Kemudahan pencairan reksadana pasar uang syariah menjadi daya tarik utama bagi setiap orang yang belum bergabung. Bukan hanya itu, keberadaannya bisa membantu beragam situasi yang terjadi kepada investornya. Mudahnya uang yang bisa diambil jadi salah satu jaminan bahwa kegiatan yang terlaksana jauh dari tindak penipuan.

Peraturan ini juga menumbuhkan kepercayaan terhadap orang-orang yang menaruh harapan pada investasinya. Tingginya likuiditas tidak memberikan penalti kepada pihak yang menarik uangnya sebelum masa yang ditentukan. Tentunya sangat menarik untuk bergabung di sini. Tanpa tekanan yang besar serta memperoleh profit yang menggiurkan.

3. Fleksibel

Adanya penyesuaian yang mudah terhadap berbagai keadaan menjadi salah satu sebab bertahannya lembaga satu ini. Kata fleksibel di sini maksudnya produk yang ada bisa diperjualkan dan belikan sebagaimana yang dibutuhkan. Tak memandang waktu dalam melakukan jual beli.

Setiap saat dapat dilaksanakan berdasarkan ketentuan yang ditetapkan serta atas kesepakatan pihak-pihak yang bersangkutan. Hal ini membuahkan kepuasan dari investor karena mempu mengawasi serta turun tangan dalam mengatur keuangannya tanpa ada batasan yang buat pilu serta aturan mengekang.

4. Jaminan Pelaksanaan

Pelaksanaan ini sudah berada pada daftar serta diatur oleh fatwa MUI No. 20/DSN-MUI/IV/2001. Itu berarti terdapat jaminan yang tak melanggar bahkan keluar dari aturan syariah, sehingga bisa dipertanggungjawabkan keberadaannya. Bagi pengikutnya juga tidak perlu khawatir saat menjalankan alur yang ada ketika berinvestasi pada lembaga ini.

Keamanan yang tidak dapat diragukan kembali mampu menjadi sarana dalam mengatur keuangan supaya bergerak dan menghasilkan. Usia muda adalah bibit unggul untuk memulai aktivitas ini, agar bisa hidup tentram serta sejahtera pada masa tuanya. Mempertimbangkan segala sesuatu sejak dini lebih baik, daripada terperosok nantinya.

5. Berjalan dengan Stabil

Sekarang ini cukup sulit menemukan wadah untuk berinvestasi yang stabil dalam jalannya. Sehingga tidak mengalami penurunan secara drastis ketika ekonomi melemah. Meskipun keuntungan yang diperoleh nggak sebesar profit harapan, setidaknya cukup untuk menangani berbagai masalah yang hadir.

Adanya kestabilan ini buat sebagian orang merasa nyaman menggunakan investasi jangka pendek yang memiliki risiko rendah ini. Pentingnya keseimbangan sebab berdampak besar terhadap semua aspek yang terlibat. Jadi kalau stabil tidak akan merugikan banyak pihak serta menjanjikan bagi semua yang ikut campur pada kegiatan ini.

6. Unit Penyertaan Relatif Murah

Pada unitnya untuk reksadana pasar uang syariah yang terbeli itu harganya tidak mahal, sehingga dapat disesuaikan dengan isi kantong. Semua kalangan berhak ikut tanpa khawatir jatuhnya investasi yang dilakukan, karena terbukti mudah dikendalikan serta sesuai dengan peraturan yang ada.

Apabila terjun secara langsung, mampu meningkatkan pengetahuan serta wawasan kepada pelaksanaanya. Banyak pelajaran berharga ketika manajemen dilaksanakan dengan benar. Seorang pemula juga dapat mengikuti alur dengan mudah yang terdapat di sini. Adanya imbal hasil yang kecil tidak akan berdampak besar bagi perekonomian global yang menurun.

7. Kemudahan Buka Rekening

Tanpa persyaratan yang menyulitkan dan dokumen yang terlalu banyak untuk dikumpulkan membuat bukaan rekening di sini gampang. Adapun aplikasi manajer yang menolong setiap investor guna menjadi bagian dari lembaga ini. Beberapa persyaratan bisa dilengkapi terlebih dahulu agar semua kegiatan yang diikuti berjalan dengan lancar tanpa gangguan yang mengharuskan daftar ulang.

Pastikan saat pengisian data diri itu sesuai kenyataan tanpa dibuat-buat. Adanya penjagaan privasi yang ketat takkan buat pendaftarnya khawatir. Rekening yang sudah jadi dapat dimanfaatkan sebagaimana yang diperlukan oleh investornya. Jangan berikan data pada rekening itu kepada sembarang orang, sehingga tidak terjadi penyalahgunaan serta hal mengerikan lainnya.

Demikian penjelasan yang menarik tentang reksadana pasar uang syariah pantas untuk dijadikan sarana dalam mengelola dana yang pasif. Adanya kemudahan dalam mengaksesnya serta stabilitas yang terjaga merupakan poin terpenting dalam berinvestasi zaman sekarang ini.

Continue Reading

Investasi

Mengenal Apa Itu Sukuk Ritel Dan Bagaimana Cara Investasinya

Salah satu bentuk dari surat berharga syariah negara yang dikeluarkan oleh pihak pemerintah Republik Indonesia adalah sukuk ritel. Dimana pihak pemerintah Republik Indonesia yang dimaksud di sini adalah pihak Kementerian Keuangan. Bagi orang yang gemar melakukan kegiatan investasi sebaiknya pahami terlebih dahulu apa itu sukuk ritel dengan baik. 

Surat berharga syariah negara atau yang sering disebut dengan sukuk ini biasanya dijual melalui seorang agen. Terhadap target pembeli yang tergolong dalam kategori perseorangan atau individu. Yang bertempat pada pasar perdana dalam negeri dimana pasar yang dimaksudkan telah memiliki komitmen kepada pemerintah. Untuk menjadi seorang agen dalam menjalankan penjualan sukuk ritel diperlukan beberapa persyaratan secara umum. 

Diantaranya telah terbagi menjadi beberapa agen dasar seperti agen konsultan hukum dan juga agen penjualan. Masing masing agen tersebut harus memenuhi kualifikasi dalam bidang yang dinaunginya. Misalnya seperti agen konsultan hukum yang diharuskan untuk mempunyai rekan yang telah terdaftar menjadi anggota dari profesi penunjang pasar modal. Berikut pengertian dari sukuk ritel yang perlu diketahui:

Mengenal Sukuk Ritel

Sukuk ritel sendiri merupakan sebuah surat berharga syariah negara yang telah dikeluarkan oleh pihak pemerintah. Dimana pihak pemerintah di sini yang dimaksudkan adalah pihak dari Kementerian Keuangan Negara Republik Indonesia. Pemasaran atau penjualan yang dijalankan tidak dilakukan oleh orang sembarangan. Pasalnya orang yang akan menjadi agen dari sukuk ritel harus memenuhi kualifikasi persyaratan yang telah ditetapkan. 

Sebagai upaya mengetahui apa itu sukuk ritel lebih dalam, terdapat dua jenis agen yang dapat bekerja sama dalam menjalankan penjualan produk sukuk ritel. Diantaranya meliputi agen penjualan itu sendiri dan juga agen konsultan hukum. Untuk agen penjualan diharuskan untuk memiliki pengalaman dalam hal penjualan hasil produk dari keuangan syariah. Selain itu juga harus mempunyai komitmen kepada pihak pemerintah untuk melakukan perkembangan terhadap pasar sukuk itu sendiri. 

Sedangkan untuk agen konsultan hukum juga memiliki beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Diantaranya meliputi seorang konsultan hukum. Selain itu juga harus mempunyai rekan kerja atau rekan lainnya yang masih mempunyai hubungan dengan sukuk.

Dengan dibuktikan bahwa rekan tersebut telah terdaftar menjadi Profesi Penunjang Pasar Modal pada Bapepam-LK. Serta calon agen konsultan hukum juga harus memiliki pengalaman untuk menerbitkan sebuah sukuk maupun produk keuangan syariah. Upaya untuk mengetahui apa itu sukuk ritel selanjutnya bisa dilihat melalui seri yang dimiliki. 

Seri Dalam Sukuk Ritel

Dalam sukuk ritel sendiri terdapat banyak seri yang dapat menjadi jembatan untuk mengetahui apa itu sukuk ritel lebih banyak. Ada seri 001 dengan menawarkan imbalan per tahunnya mencapai 12,00%. Seri ini mempunyai jumlah agen bank sebanyak 5 unit dan juga 8 unit perusahaan efek. 

kemudian ada juga seri 002 yang menawarkan imbalan per tahun sebanyak 8,70%. Dengan jumlah bank 10 unit serta 8 unit untuk perusahaan efek. Seri yang dimiliki oleh sukuk ritel terus bertambah seiring berjalannya waktu. Pasalnya setiap seri memiliki batas waktu yang telah ditetapkan masing-masing. Untuk lebih jelasnya calon investor dapat mengetahui tata cara berinvestasi di sukuk ritel. 

Tata Cara Berinvestasi Di Sukuk Ritel Seri SR 014

Untuk melakukan investasi di sukuk ritel di Indonesia terdapat 4 tahapan yang harus dilalui oleh investor. Diantara tahapan tersebut meliputi:

1. Melakukan Registrasi 

Sebelum melakukan investasi, ketahui terlebih dahulu tentang apa itu sukuk ritel melalui beberapa cara yang salah satunya adalah menjadi investor. Proses registrasi atau pendaftaran calon investor dapat dilakukan melalui sistem elektronik yang telah dirancang khusus dan disediakan oleh pihak mitra distribusi. Diantara tahapannya tidak terlalu sulit, para calon investor hanya perlu melengkapi beberapa data saja. 

Dimana data tersebut terdiri dari data diri, nomor rekening dana dan surat berharga, serta nomor SID. Apabila orang yang ingin berinvestasi namun belum memiliki beberapa persyaratan tersebut. Maka tidak perlu khawatir, sebab pihak dari mitra distribusi akan siap membantu.

2. Melakukan Pemesanan 

Jika apa itu sukuk ritel telah sedikit dimengerti, maka tahap untuk melakukan investasi selanjutnya setelah registrasi berhasil adalah dengan melakukan pemesanan. Proses pemesanan dapat dilakukan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Dimana ketentuan tersebut dapat diketahui melalui Memorandum Informasi yang ada. Proses pemesanan ini berlaku hanya untuk penawaran SR014. 

3. Melakukan Pembayaran

Jika proses tentang pemesanan sudah dilakukan dengan baik dan benar. Maka calon investor dapat melanjutkan dengan proses pembayaran. Dimana pihak calon investor akan terlebih dahulu menerima kode verifikasi pembayaran. 

Lalu kode tersebut dikirimkan melalui e-mail maupun sms. Kode pembayaran itulah yang nantinya digunakan untuk proses pembayaran dana investasi. Baik melalui ATM, internet banking, teller, maupun mobile banking.

4. Melakukan Konfirmasi 

Ketika orang yang ingin berinvestasi melalui beberapa cara di atas dengan baik. Maka selanjutnya orang tersebut atau calon investor akan mendapatkan NTPN atau Nomor Transaksi Penerimaan Negara. Selain itu calon investor juga akan mendapatkan notifikasi berupa completed order dan juga mendapatkan alokasi SR014 pada tanggal penerbitan.

Demikian ulasan mengenai apa itu sukuk ritel dan bagaimana cara berinvestasi di sukuk ritel. Dalam menjadi agen untuk sukuk ritel diperlukan beberapa persyaratan dan ketentuan. Dimana sukuk ritel sendiri tersedia dalam beberapa seri yang terus berjalan. Untuk melakukan proses investasi pada sukuk ritel dapat dilakukan dengan 4 tahapan yang telah ditetapkan.

Continue Reading

TOP STORIES