Connect with us

Finansial

7 Tips Jitu Cara Investasi di Reksadana Bagi Pemula

Zaman sekarang, mempunyai pendapatan lebih tanpa berinvestasi rasanya kurang lengkap. Sebab, manfaat investasi itu banyak, salah satunya adalah mempersiapkan perencanaan masa depan keuangan serta menggandakan dana yang dimiliki saat ini untuk kedepannya. Ada banyak pilihan berinvestasi, salah satunya adalah Reksadana. Namun, sebelum berinvestasi ada baiknya mengetahui cara investasi di reksadana terkhusus pemula.

Cara Investasi di Reksadana

Reksadana merupakan salah satu wadah untuk menghimpun dana dari pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul itu nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke instrumen investasi yang ada, seperti saham, obligasi dan deposito. Reksadana merupakan instrumen yang terdaftar dan diawasi oleh OJK. Berikut 7 tips jitu cara investasi di reksadana bagi pemula.

1. Tentukan Tujuan Investasi

Sebelum memulai investasi, investor (sebutan bagi orang yang berinvestasi) perlu mengetahui apa sebenarnya tujuan berinvestasi tersebut. Mengetahui tujuan investasi bisa menjadi sebuah motivasi saat menjalankan investasi. Setiap investasi mempunyai jangka waktu dan risiko yang beda, sehingga instrumennya pun harus disesuaikan. Menentukan tujuan investasi dapat membantu investor menentukan reksadana yang cocok.

2. Mengenali Risiko Profil

Seperti yang telah disebutkan, setiap investasi memiliki risiko yang berbeda. Oleh sebab itu, untuk memilih reksadana yang sesuai, penting kiranya untuk mengenali profil risiko terlebih dahulu. Profil risiko merupakan kemampuan atau keikhlasan investor untuk menerima kemungkinan atas kehilangan sebagian atau seluruh dana investasi demi meraih potensi laba yang maksimal.

Investor yang memilih profil risiko agresif cenderung mendapatkan toleransi risiko yang tinggi juga, sebab berani mengambil resiko kehilangan uang demi mengejar imbalan atau laba yang tinggi. Sebaliknya, seorang investor yang memilih profil risiko yang konservatif cenderung mendapatkan toleransi risiko yang rendah, akan tetapi memiliki potensi laba yang rendah.

Jadi, jika tujuan investor menginginkan investasi dengan tujuan ingin mendapatkan laba yang relatif besar, maka harus bersedia untuk mengambil risiko kehilangan dana yang besar. Jika tujuan investor menginginkan investasi dengan tujuan ingin menyimpan uang dan tidak terlalu memikirkan laba, maka risiko kehilangan uang yang dimiliki relatif kecil.

3. Tentukan Jangka Waktu Investasi

Setelah mengenali profil risiko yang dipilih, maka cara investasi di reksadana selanjutnya adalah menentukan jangka waktu investasi sesuai dengan profil risiko seorang investor. Waktu yang ada di reksadana juga berbeda-beda. Ada yang kurang dari satu tahun, 1-3 tahun, 3-5 tahun, bahkan lebih dari 5 tahun.

Investor yang memilih jangka waktu kurang dari setahun maka bisa memilih reksadana pasar uang yang berinvestasi pada instrumen pasar uang seperti deposito dengan risiko rendah sertai stabil. Investor yang memilih jangka waktu 1-3 tahun maka dapat berinvestasi pada reksadana pendapatan tetap.

Sementara itu, bagi investor yang memilih untuk jangka waktu 3-5 tahun maka dapat berinvestasi pada reksadana campuran. Sedangkan yang memilih untuk jangka waktu lebih dari 5 tahun maka reksadana saham bisa menjadi pilihan yang paling pas.

4. Gali Informasi tentang Proses Uang yang Diinvestasikan

Proses uang tersebut dapat dilihat pada keterangan yang tertulis di prospektus reksadana. Di sana, dapat memberikan investor informasi bagaimana proses uang tersebut diinvestasikan, siapa yang mengelolanya serta informasi lain mengenai produknya secara detail. Informasi tersebut berguna untuk membantu para investor memutuskan apakah produk tersebut sesuai dengan yang diharapkan.

5. Kenali dan Periksa Biaya Reksa Dana

Saat memilih investasi di reksadana, ada beragam biaya yang dikenakan kepada investor, yakni biaya pembelian unit penyertaan, biaya penjualan kembali unit penyertaan, biaya pengalihan unit penyertaan, serta biaya transfer bank terkait.

Secara umum, biaya pembelian akan diberikan pada saat melakukan pembelian unit penyertaan reksadana. Kemudian, biaya penjualan kembali yakni biaya yang dikenakan saat investor menjual kembali unit penyertaan reksadana yang dimiliki.

Biaya pengalihan merupakan biaya transaksi yang berguna untuk mengalihkan dari reksadana satu ke reksadana yang lain dan dikelola oleh manajer investasi yang sama. Biaya tersebut memiliki besaran yang bervariasi dan ditetapkan oleh agen penjual reksadana yang bersangkutan.

6. Tentukan Tempat Membeli Reksadana

Selanjutnya adalah memilih tempat dimana akan menginvestasikan keuangan yang dimiliki. Pilihlah perusahaan Manajer Investasi yang memiliki track record yang baik dan terpercaya. Hal ini sangat berguna sebab banyak wadah investasi saat ini yang melakukan tindak penipuan dengan memanfaatkan ketidaktahuan sang investor. Biasanya yang akan dibidik adalah investor pemula.

7. Miliki Seorang Mentor

Agar tidak tertipu, penting kiranya seorang investor pemula untuk mendapatkan seorang mentor yang akan membimbing sampai benar-benar paham. Pasalnya, berbicara investasi merupakan hal yang sensitif karena berkaitan dengan uang. Tidak banyak investor pemula yang tergiur dengan iming-iming investasi bodong sehingga akhirnya mendapatkan kerugian yang banyak.

Nah, itulah beberapa tips jitu mengenai cara investasi di reksadana yang perlu untuk para calon investor perhatikan. Jadi, jika ingin memiliki masa depan keuangan yang aman, maka cobalah untuk berinvestasi sedini mungkin.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Keuangan Syariah

Cara Investasi Sukuk Dan Keuntungan Ketika Memilihnya

Cara Investasi Sukuk

Bagi para pelaku dunia investasi istilah sukuk bisa menjadi pilihan dengan prospek yang lumayan bagus. Sukuk sendiri adalah obligasi syariah dengan pemakaian prinsip syariah yang menggunakan efek jangka panjang. Untuk itu cara investasi sukuk memang cukup penting diketahui oleh para investor. Dimana nantinya akan dilakukan pembayaran terhadap para pemegang sukuk dengan sistem bagi hasil. 

Secara umum investasi memang tergolong cukup penting mengingat dapat dijadikan sebagai media perencanaan keuangan di waktu mendatang. Terutama bagi orang Muslim yang cukup mempertimbangkan mengenai prinsip syariah dalam menjalankan transaksi. Oleh hal ini sukuk bisa menjadi daftar pilihan investasi. Berikut beberapa informasi mengenai sukuk hingga cara memulai investasinya:

Mengenal Investasi Sukuk 

Dilihat dari terminologi bidang ekonomi, sukuk dapat dipahami sebagai bentuk instrumen hukum, akta, maupun cek. Letak perbedaan antara suku dengan obligasi dalam sistem konvensional ada pada pemakaian konsep bagi hasil, bukan menggunakan sistem bunga. Oleh karena itu proses perjanjian kontrak yang dilakukan oleh pihak terkait menggunakan prinsip syariah. 

Untuk itu cara investasi sukuk yang dilakukan termasuk bebas dari yang namanya riba, serta gharar dan juga maysir. Dari sini dapat diketahui jika istilah sukuk merupakan bentuk investasi berlabel syariah yang telah memperoleh pengakuan dari pihak pemerintah maupun MUI. Sukuk ini nantinya juga mempunyai bentuk turunan yang cukup beragam. Mulai dari sukuk ritel hingga sukuk tabungan. 

Tata Cara Investasi Sukuk

Untuk para pelaku investasi yang mulai tertarik pada instrumen sukuk, kiranya perlu mengetahui terkait cara investasi sukuk yang akan dilakukan. Secara umum cara tersebut dapat dibagi menjadi 2 macam. Adapun penjelasannya yaitu sebagai berikut:

1. Lewat Mekanisme Pasar Perdana 

Perkara ini lantaran investor melakukan pembelian sukuk langsung kepada agen yang telah dilakukan penunjukan secara resmi oleh pemerintah. Guna menjalankan transaksi penjualan maupun pembelian sukuk ritel. Mekanis semacam ini memang tidak memerlukan perlengkapan persyaratan yang cukup rumit. Untuk langkah-langkahnya bisa simak ulasan berikut:

  • Langkah pertama sudah jelas jika calon investor harus menghubungi pihak agen penjualan sukuk. Dimana agen tersebut merupakan agen yang telah dilakukan penunjukan oleh negara secara resmi. 
  • Lanjutkan dengan melakukan pengisian terhadap formulir pendaftaran layaknya yang telah disediakan oleh pihak dari agen penjualan SR.
  • Jangan lupa untuk melampirkan sejumlah persyaratan yang dibutuhkan, misalnya seperti data diri berupa KTP dan juga persyaratan lainnya. Ini tergantung dari permintaan yang dilakukan oleh pihak agen. 
  • Berikutnya investor bisa melakukan transfer sejumlah dana sebagaimana harga dari sukuk ritel yang telah dibeli. 
  • Lalu ada penerimaan tanda bukti beserta proses pengambilan sisa dana. Hal ini terjadi jika total sukuk yang dilakukan penerbitan oleh pihak pemerintah ternyata tidak mencukupi dari jumlah dana yang telah ditransfer. 
  • Selanjutnya adalah mendapatkan bentuk penjatahan. 
  • Terakhir investor hanya perlu menunggu saja bergulirnya proses investasi yang dilakukan hingga batas tenor yang telah diajukan oleh pihak emiten. 

2. Lewat Mekanisme Pasar Sekunder 

Mekanisme untuk cara investasi sukuk kali ini, proses transaksi pembelian yang dijalankan layaknya proses yang terdapat pada pembelian obligasi. Yakni menggunakan proses mekanisme bursa atau bisa juga lewat perbankan. Lama waktu yang dibutuhkan untuk menjalankan proses ini lebih kurang berlangsung selama 2 mingguan. 

Yaitu sampai tiba waktunya pihak pembeli sukuk memperoleh hak yang dinamakan dengan surat konfirmasi dari kepemilikan sukuk ritel itu sendiri. Dimana dalam hal ini layaknya yang dikeluarkan oleh pihak dari bursa maupun bank secara umum yang disesuaikan berdasarkan mekanisme yang diikuti. 

Apabila dilihat dari sisi proses yang dimiliki, memang bisa dikatakan hampir sama dengan yang dimiliki oleh obligasi. Yakni termasuk aman serta lumayan menguntungkan jika dilihat dari sisi investasi. Meskipun demikian jangan sampai lupa untuk tetap memperhatikan perbedaan dari keduanya. Tidak lain supaya tak menimbulkan efek negatif pada investasi yang dimiliki. 

Keuntungan Mempunyai Sukuk Ritel 

Untuk para calon investor agaknya perlu mengetahui beberapa kelebihan yang dimiliki oleh investasi dalam instrumen sukuk ritel. Lantaran hal ini dapat dijadikan sebagai bentuk pertimbangan dalam memilih instrumen investasi. Secara umum keuntungan tersebut ada 3 hal mendasar, berikut ulasannya:

  • Resiko gagal bayar terbilang cukup kecil sehingga kegiatan investasi yang dijalankan cenderung akan mengalami keuntungan. 
  • Untuk hasil pendapatan yang diperoleh tergolong cukup besar lantaran menggunakan konsep bagi hasil. Mengingat investasi dengan instrumen deposito masih memiliki kemungkinan terjadinya fluktuatif.
  • Perihal pajak yang ditetapkan pada sukuk terbilang lebih rendah jika dibandingkan dengan obligasi. Dimana untuk sukuk ritel kisaran pajaknya sebesar 15 persen, sementara untuk obligasi pajaknya adalah 20 persen. 

Itu tadi ulasan mengenai tata cara investasi sukuk beserta sejumlah keuntungan ketika memilihnya. Bentuk instrumen investasi ini mungkin bisa menjadi pilihan tersendiri lantaran konsep yang dipergunakan memakai prinsip syariah. Terutama bagi para muslim yang cukup mempertimbangkan transaksi secara syariah, sehingga terbebas dari hal riba, gharar serta juga maysir.

Continue Reading

Investasi

8 Resiko Investasi Properti yang Harus Dipahami

Resiko Investasi Properti

Investasi menjadi pilihan dalam mendapatkan penghasilan tambahan mengingat potensi keuntungannya yang sangat besar. Ada banyak pilihan investasi seperti investasi properti yang juga cukup sering dipilih oleh masyarakat Indonesia. Seiring dengan tingginya potensi keuntungan, ada juga resiko investasi properti yang perlu dihadapi.

Beberapa tahun belakangan, kenaikan harga properti turut menggenjot ranah investasi ini yang menjadikannya semakin populer. Seperti investasi lainnya, sebelum memulai sebaiknya pikirkan dengan cermat terlebih dahulu bagaimana meletakkan dan mengelola aset investasi. Saat hendak memulai, sebaiknya pahami resiko investasi properti berikut ini:

1. Likuiditas Rendah

Instrumen investasi memiliki sesuatu penentu keuntungan yang disebut dengan nama likuiditas termasuk dalam investasi properti ini. Ketika likuiditas instrument mengalami kenaikan maka keuntungan yang akan didapatkan juga semakin meningkat. Likuiditas sendiri merupakan seberapa mudahnya sebuah instrumen untuk ditukarkan dengan uang.

Untuk properti sendiri, tingkat likuiditasnya sangat rendah karena harus menunggu seorang pembeli terlebih dahulu. Inilah yang menjadikan banyak sekali aset dari investor sering mengendap pada beberapa instrumen yang sudah dibeli.

2. Beban Perawatan

Sebuah properti yang dimiliki seseorang atau perusahaan tidak boleh hanya terfokus pada keuntungan saja. Ada beban biaya perawatan yang harus ditanggung mengingat meskipun tidak terjual atau terpakai, pemilik harus memastikan properti punya kondisi baik.

Setiap waktu, akan selalu ada biaya perawatan yang diperlukan jadi pengeluaran tidak hanya di awal saja untuk pembelian. Ada juga biaya tambahan misalnya untuk merawat sebuah bangunan supaya nantinya biaya sewa tidak menurun bahkan bisa meningkat.

3. Investasi Padat Modal

Investasi di bidang properti bukan merupakan investasi yang bisa dimulai oleh semua orang apalagi jika melihat kebutuhan modal.  Jenis investasi ini dikategorikan ke dalam investasi dengan sifat padat modal.

Hal ini karena ketika melihat modal yang diperlukan, biasanya kebutuhan modal akan sangat besar untuk memulainya. Selain itu, ada juga prinsip dimana pihak dengan modal yang lebih besar memiliki keuntungan relatif yang akan lebih besar pula.

4. Keterjangkauan Investasi

Berbeda dengan investasi yang lain, harga di properti sendiri lebih mencerminkan secara langsung bagaimana kondisi permintaan dan penawaran. Harga yang dipatok untuk sebuah properti secara langsung dengan melihat bagaimana pasar lokal dan juga tren yang berlangsung.

Perbedaan utama dalam investasi saham dan properti terletak pada keterjangkauan atau affordability ini. Di saham sendiri, setiap transaksi umumnya dilakukan secara tunai langsung sedangkan di properti bisa melibatkan pembiayaan pihak lain. Resiko investasi properti semakin meningkat karena ada banyak pihak yang campur tangan di dalam transaksi.

5. Biaya Transaksi Cukup Tinggi

Investasi properti juga punya biaya transaksi yang cukup tinggi dan bisa beresiko terhadap keuntungan yang diperoleh. Biaya transaksinya saja sudah bisa menghabiskan biaya lebih tinggi jika dibandingkan dengan investasi di bidang lain.

Misalnya saja pada transaksi pembelian dan penjualan dimana ada pajak yang harus ditanggung masing-masing oleh penjual dan pembeli. Keduanya akan mendapatkan pajak sebesar 5% secara langsung oleh negara yang membuat beban pembayaran semakin meningkat.

6. Butuh Waktu Lama

Ketika hendak membeli sebuah properti selalu ada beragam faktor yang menjadi pertimbangan dan memang tidak bisa dalam waktu singkat. Sebuah properti bisa terjual biasanya tidak hanya dalam hitungan minggu atau bulan, transaksinya memerlukan banyak pertimbangan.

Inilah yang menjadikan properti bersifat likuiditasnya rendah karena sulitnya terjual dan dicairkan dalam bentuk uang. Saat mencari properti seseorang mungkin akan membandingkan sekitar 100 properti lalu kemudian hanya akan memilih satu yang terbaik.

7. Penyusutan Bangunan

Dalam properti, harga dari sebidang tanah memang akan terus meningkat seiring dengan kebutuhan yang ada dan ketersediaan yang tetap. Tetapi ada resiko terkait dengan bangunan yang berdiri di atas sebuah bidang tanah tersebut.

Bangunan sendiri memiliki umur dalam kelayakan untuk digunakan, tidak bisa berumur panjang seperti halnya tanah. Bergantung dari kualitas infrastruktur dan fungsinya, umur bangunan hanya berkisar antara 20-40 tahun dan bisa mengalami penurunan harga.

8. Kemungkinan Rusak Saat Bencana

Bencana alam adalah resiko tersendiri bagi bidang properti mengingat hal ini tidak menjadi resiko investasi di bidang lain. Ketika terjadi bencana seperti gempa atau banjir, ada kemungkinan bangunan properti menjadi rusak. Indonesia sendiri merupakan wilayah yang sebenarnya rawan bencana jadi resiko ini cukup besar bagi para investor properti di sini.

Meski terlihat menakutkan sebenarnya resiko ini bisa ditanggulangi dengan mendaftarkan properti ke dalam asuransi tersendiri. Hal ini membuat ketika terjadi bencana, masih ada biaya yang didapat dari pembayaran asuransi meski memang memerlukan tambahan modal.

Itulah beberapa resiko investasi properti yang dihadapi oleh seluruh pebisnis properti baik yang sudah mahir maupun para ahli. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi, lakukan analisis mendalam terlebih dahulu terhadap properti yang hendak dibeli. Memang ada keuntungan yang menjanjikan dalam bisnis ini tetapi lebih baik pahami juga resikonya.

Continue Reading

Investasi

7 Cara Cek Emas Antam Asli atau Tidak dengan Mudah

Cara Cek Emas Antam Asli

Perusahaan Antam mengeluarkan produk emas teruji berkualitas terbaik terlebih digunakan untuk berinvestasi penting mengetahui cara cek emas Antam asli agar tidak tertipu. Dikarenakan emas satu ini merupakan emas murni yang dikeluarkan oleh perusahaan resmi. Dengan demikian, banyak digunakan sebagai investasi namun seringkali ditemukan emas Antam palsu. Berikut cara membedakannya:

1. Perhatikan Fisik Emas

Cara cek emas Antam asli yang pertama kali bisa dilakukan dengan mudah yaitu dengan melihat bentuk fisiknya. Emas Antam dalam bentuk emas murni akan dicap dengan logo serta nama perusahaan Antam. Serta sertifikatnya yang dikeluarkan oleh perusahaan Antam resmi. Bila dilihat dari fisik emas murni, akan memancarkan kilau yang sempurna.

Adapun sertifikatnya bukan terbuat dari kertas biasa. Untuk saat ini menggunakan kertas semi magnetik dengan logo hologram perusahaan Antam. Jika emas tersebut memiliki sertifikat seperti ini, maka bisa dipastikan emas tersebut asli dari produk Antam, maka sangat dianjurkan untuk membedakan fisiknya dengan sertifikat yang dilampirkannya.

2. Perhatikan Warna Emas

Langkah selanjutnya dengan memperhatikan warna emas. Warna emas dari emas murni Antam asli berwarna kuning emas yang terang. Apabila warnanya berubah kemerahan, maka itu bukan emas Antam Warna kuningnya berkilau, layaknya berkualitas tinggi karena memang emas ini berkualitas terbaik.

Dibutuhkan waktu bila melihat cirinya berdasarkan warnanya. Emas palsu akan kusam dalam kurun waktu beberapa tahun. Berbeda dengan emas Antam asli, warna emasnya akan tetap berkilau meskipun telah disimpan bertahun-tahun. Dengan demikian, warna emas Antam asli tidak akan pudar oleh waktu.

3. Cek Certieyenya

Emas Antam asli kemasan terbaru dilengkapi dengan certi eye, yaitu sejenis sertifikat magnetik.  Meskipun disebut sertifikat magnetik namun sebetulnya sebuah aplikasi untuk mengecek emas antam. Pada dasarnya, certi eye berfungsi sebagai fitur keamanan sehingga emas antam tersebut tidak mudah dipalsukan. Emas antam yang dilengkapi dengan certi eye keasliannya terjamin.  

Antam, tbk sebagai produsen emas batangan ini cukup pandai untuk memberikan kemudahan bagi pembeli emas batangan tersebut agar mengetahui cara cek emas antam asli. Bahkan certi eye tersebut bisa diunduh melalui gadget pribadi, lalu scanning barcode pada emas tersebut. Emas akan terbukti asli apabila muncul sebuah tulisan AUTHENTICATED .

4. Membawanya ke Pegadaian

Pegadaian merupakan perusahaan BUMN tempat menggadaikan barang. Apabila seseorang membutuhkan uang dalam keadaan mendesak, maka pegadaian merupakan solusi terbaik. Termasuk emas akan diterima sebagai barang gadai. Selanjutnya emasnya akan digadaikan oleh nasabah pegadaian dicek terlebih dahulu oleh petugas pegadaian.

Hal tersebut dijadikan kesempatan agar emas Antam asli bisa dicek. Dikarenakan pegadaian memiliki alat khusus untuk mengecek kadar emas, termasuk mengecek sertifikatnya. Maka dari itu, bila ingin mengecek keaslian emas Antam, sebaiknya untuk datang ke pegadaian terdekat agar mendapatkan informasi mengenai keaslian emas tersebut.

5. Gosokan Emas pada Kain

Mengecek keaslian emas  bisa dilakukan sendiri, dengan cara menggosokkannya  pada kain. Cara cek emas Antam asli ini bisa dilakukan sendiri di rumah. Apabila setelah digosokan kain, warnanya memudar atau terdapat serbuk kuning di kain yang berasal dari emas tersebut. Maka itu bukan emas Antam asli.

Emas antam asli bila digosokan pada kain, maka warnanya akan lebih mengkilap. Kemilaunya akan jauh lebih berkilau bila digosokan pada kain. Maka, membedakan emas Antam asli dan palsu lebih mudah dengan menggunakan cara ini dan yang pastinya jauh lebih ekonomis karena bisa menggunakan jenis kain apa saja.

6. Pastikan Sertifikatnya Asli

Periksa keaslian sertifikatnya sebagai cara cek emas antam asli. Apabila sertifikat tersebut asli, maka emasnya asli Adapun sertifikatnya bisa dicek dengan menerawangnya. Pastikan berada di bawah sinar matahari untuk menerawangnya. Simbol huruf C yang muncul merupakan bukti bahwa sertifikat tersebut asli, maka dipastikan emas tersebut asli.

Huruf C yang terdapat pada sertifikat tersebut, terdiri dari 2 buah huruf C yang saling berkaitan. Huruf tersebut ditulis dengan vertikal sehingga sepintas menyerupai huruf S. Padahal sebetulnya huruf tersebut adalah huruf C yang saling berkaitan. Pastikan sertifikat tersebut memiliki hal ini jika diterawang untuk mengecek keasliannya. . 

7. Sesuaikan Nomor Seri Emas dengan Sertifikat

Dalam sertifikat emas Antam asli akan ditulis nomor seri emas tersebut. Maka bila ingin mengetahui cara cek emas Antam asli, harus menyesuaikan nomor serinya. Biasanya nomor seri yang terdapat pada emas serta sertifikatnya akan sama. Dikarenakan sertifikatnya akan mencantumkan nomor seri tersebut.

Apabila berbeda antara nomor seri yang terdapat pada sertifikat dengan yang terdapat pada emasnya maka bisa dipastikan bahwa emas tersebut bukan emas Antam. Terlebih bila emasnya tidak terdapat nomor seri sama sekali. Maka bisa dipastikan, emas tersebut palsu. Pada dasarnya, semua produk emas dari Antam akan diberikan nomor seri serta tanggal pembuatannya.  

Banyak orang memilih emas agar bisa diinvestasikan, maka sebaiknya untuk mengetahui perbedaan emas Antam yang asli dan palsu. Terlebih dari perusahaan Antam, karena perusahaan resmi pembuat emas murni sehingga kadar emasnya jauh lebih tinggi. Namun masih banyak ditemukan emas Antam palsu, maka pentingnya mengetahui  cara cek emas 

Continue Reading

TOP STORIES