Connect with us

Education

Simak 8 Cara Merawat Kucing Persia Agar Tumbuh Sehat

Memiliki hewan peliharaan memang sangat menyenangkan karena dapat menjadi hiburan tersendiri. Salah satu hewan yang banyak dipelihara adalah kucing, terutama dari ras Persia yang populer di dunia. Kucing Persia sangat populer disebabkan karena sifatnya yang penurut dan tidak agresif. Nah, berikut ini cara merawat kucing persia yang benar agar tumbuh sehat.

Cara Merawat Kucing Persia

1. Membuat Kandang Khusus

Langkah pertama yang harus disiapkan sebelum memelihara kucing persia adalah menyiapkan kandang khusus baginya. Jadi, ukuran kandang memang disesuaikan dengan ukuran kucing persia yang akan dipelihara. Jangan lupa untuk memberikan sirkulasi udara yang baik pada kandang agar menjadi tempat istirahat yang nyaman bagi si kucing.

Letakkan kandang tersebut di tempat yang agak terbuka agar sirkulasi udara di dalam kandang menjadi lancar. Selain itu, dengan diletakkan di tempat terbuka, sinar matahari juga bisa masuk dengan leluasa ke kandang tersebut. Hal ini sangat baik untuk pertumbuhan dan juga kesehatan kucing Persia.

2. Sediakan Tempat Makan dan Minum Khusus

Tak hanya menyediakan tempat tinggal khusus bagi si kucing, tetapi juga harus menyediakan tempat untuk makan dan minum yang khusus. Dengan menyediakan tempat makan dan minum khusus, maka kebersihan lingkungan juga bisa terjaga. Hal ini karena kucing Persia akan bisa makan tanpa berantakan atau tercecer ke mana mana.

Sebaiknya sediakan tempat makan dan minum menjadi satu wadah yang sama agar praktis. Jadi, satu wadah terdiri dari dua lubang dengan cekungan yang tidak terlalu dalam. Hal ini dikarenakan lidah kucing Persia pendek. Letakkan wadah tersebut di tempat yang sama agar si kucing tidak kebingungan saat mencari makanan.

3. Menyediakan Pasir dan Tempat Pasir

Pecinta kucing tentu sudah tidak asing lagi mengenai apa fungsi pasir dalam pemeliharaan kucing. Pasir menjadi media yang bagus untuk mengurangi dan juga mengeringkan kotoran kucing. Pasir ini harus sering diganti, minimal tiga kali dalam sehari. Hal ini karena pasir tersebut menjadi media kotoran yang mengundang penyakit bila tidak dibersihkan.

4. Berikan Makanan Bergizi

Cara merawat kucing persia yang selanjutnya adalah dengan memberikan makanan yang bergizi. Sama seperti manusia, kucing juga membutuhkan makanan yang bergizi untuk tumbuh kembangnya. Oleh sebab itu, jangan sampai memberikan makanan sembarangan, seperti makanan sisa. Namun, berikan makanan kucing yang memang mempunyai kualitas bagus, seperti daging atau dari buatan pabrik.

Untuk minuman, juga harus dari air yang memang bersih agar tidak mengundang penyakit masuk. Jika memang hendak memberikan susu, maka harus menggunakan susu khusus untuk kucing, bukan untuk yang lain. Hal ini karena kucing memerlukan kandungan susu yang berbeda dari manusia atau yang lainnya.

5. Sering Membersihkan Kandang

Kandang sejatinya merupakan tempat bagi kucing Persia untuk beristirahat. Jadi, kandang tersebut harus sering sering dibersihkan agar membuat si kucing nyaman berada di dalamnya. Selain itu, kandang yang bersih bisa membuat kucing Persia tumbuh sehat dan terhindar dari penyakit. Bersihkan kandang dari sisa sisa makanan kucing maupun dari kotorannya.

6. Memandikan Kucing Persia Secara Rutin

Secara alamiah, kucing memang mempunyai kemampuan untuk membersihkan dirinya sendiri dengan air liurnya. Namun, terkadang hal ini tidak cukup untuk membersihkan badan kucing secara keseluruhan. Oleh sebab itu, kucing perlu dimandikan secara rutin untuk membersihkan badannya dari kotoran dan kuman.

Mandikan kucing paling tidak seminggu sekali dengan menggunakan shampo khusus untuk kucing. Setelah dimandikan, keringkan bulu kucing dengan menggunakan handuk atau bisa juga dengan hair dryer. Kemudian, sisir bulu kucing persia agar bulu bulunya kembali rapi serta bulu bulu yang sudah mati dapat terangkat.

7. Bersihkan Kucing Persia Pada Bagian Tubuh Yang Sulit Dijangkau

Kucing memang bisa membersihkan badannya sendiri, namun terdapat beberapa bagian tubuh yang sulit dijangkau. Contohnya adalah pada area mulut, telinga dan mata yang juga kerap kali kotor. Bagian bagian tersebut perlu dibersihkan agar kucing terhindar dari berbagai jenis penyakit.

Mulut kucing bisa kotor setelah makan, bahkan bisa timbul karang gigi dan juga pembengkakan gusi. Oleh sebab itu, membersihkan gigi kucing setiap selesai makan bisa menjadi tindakan pencegahan yang bagus. Telinga kucing dan juga matanya sering mengeluarkan kotoran dan bisa menimbulkan iritasi. Bersihkanlah dengan menggunakan cotton bud secara hati hati.

8. Rutin Memberikan Vaksin

Cara terakhir yang bisa digunakan untuk merawat kucing persia adalah dengan rajin memberinya vaksin. Hal ini bertujuan untuk menjaga sistem imun atau kekebalan tubuh si kucing. Dengan begitu, kucing persia bisa bebas bermain dan tidak rentan terkena berbagai penyakit.

Demikianlah pembahasan singkat mengenai cara merawat kucing Persia agar dapat tumbuh sehat. Jadi, merawat kucing Persia tidak sebatas hanya memberikan makanan saja, tetapi juga tentang menjaga kebersihan dan kesehatannya. Semoga informasi di atas dapat menambah wawasan dan membawa manfaat dalam proses perawatan kucing Persia.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Education

5 Ciri Artikel SEO Friendly yang Meningkatkan Performa Website

Ciri Artikel SEO Friendly

Penulisan artikel SEO sangat berperan penting dalam peningkatan performa sebuah website. Jenis artikel ini membutuhkan riset dan harus ditulis dengan teknik yang tepat. Ada beberapa ciri artikel SEO friendly yang juga harus dipenuhi. Berikut ini adalah 5 ciri artikel yang bisa dikatakan SEO friendly dan efektif meningkatkan performa sebuah website:

1. Memiliki Proporsi yang Ideal

Artikel yang SEO friendly harus memiliki proporsi yang ideal. Artinya, artikel tidak terlalu panjang dan tidak terlalu pendek. Proporsi artikel ini harus sesuai dengan kebutuhan. Jika memang harus dibuat panjang maka perlu dikemas dengan baik agar tidak membuat pembaca bosan. Sebaliknya, artikel yang pendek tidak seharusnya dipanjang-panjangkan.

Penulisan artikel SEO harus benar-benar dibuat efektif sesuai dengan tujuan. Jadi tidak boleh ada paragraf yang dipanjangkan hanya untuk memenuhi target jumlah kata. Setiap paragraf harus memuat informasi yang tepat dan akurat.

2. Menggunakan Keyword yang Tepat

Kata kunci atau keyword menjadi sebuah kunci penting dari artikel SEO. Jika ingin membuat artikel yang SEO friendly maka harus ada riset keyword yang sesuai. Jika keyword yang dipakai tepat maka artikel SEO ini juga akan bisa bekerja secara efektif. Keterlibatan keyword akan membuat artikel efektif meningkatkan performa website.

Pencarian keyword membutuhkan sebuah riset. Riset keyword ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan tools tertentu. Tools riset keyword dapat digunakan secara efektif untuk mendapat jenis keyword sesuai target pembaca.

3. Mudah Dibaca

Ciri artikel SEO friendly berikutnya adalah mudah untuk dibaca. Artikel SEO seharusnya menggunakan kalimat dan kata-kata yang efektif. Setiap kalimat harus mudah untuk dipahami baik oleh robot maupun manusia. Dalam penulisannya, perlu dicek berulang apakah kalimat sudah efektif dan mudah dipahami atau belum.

Hal penting yang perlu diperhatikan adalah teknik memasukkan keyword. Keyword sebaiknya disematkan di tempat yang tepat dengan kalimat yang natural. Dengan begitu pemakaian keyword tetap membuat kalimat mudah dibaca dan dipahami.

4. Dilengkapi Internal Link

Penulisan artikel SEO juga harus menyertakan link internal. Link ini berfungsi untuk menghubungkan halaman artikel yang memiliki keterkaitan. Internal link ini nantinya akan mendukung artikel satu sama lain. Itulah mengapa penyematan link ini harus diperhatikan dengan sangat baik.

Penggunaan internal link ini juga bisa membantu meningkatkan traffic dan menarik perhatian pembaca saat melihat artikel SEO. Pengaturan posisi link juga harus diperhatikan agar tidak terasa janggal. Jumlah link juga bisa disesuaikan agar tidak berlebihan dan mengganggu fokus pembaca.

5. Punya Struktur Heading

Artikel SEO juga seharusnya memiliki struktur heading yang tepat. Heading ini bisa dikatakan sebagai sub bab layaknya sebuah buku. Heading akan menjadi segmen atau kategori yang membagi pembahasan dalam sebuah artikel. Struktur heading ini akan membantu mesin memahami kalimat utama dan pendukung yang terlibat di sebuah artikel.

Bagi pembaca, heading ini juga mempermudah dalam memahami isi artikel. Heading akan membuat proses membaca jadi lebih terarah dan terstruktur. Kemudahan membaca ini menjadi salah satu kekuatan yang penting dimiliki oleh artikel SEO.

Itulah 5 ciri artikel SEO friendly yang perlu diketahui oleh para penulis artikel. Pemakaian teknik SEO ini memiliki peran besar dalam mengoptimalkan performa sebuah website. Demi mendapatkan kualitas artikel SEO yang baik, gunakan layanan jasa SEO Indonesia terpercaya yang siap menghadirkan konten berkualitas untuk pelanggan.

Continue Reading

Education

Inilah Cara Memelihara Kucing Kecil yang Tidak Terlalu Sulit Dilakukan

Cara Memelihara Kucing Kecil

Jenis hewan berupa kucing memang banyak diminati masyarakat untuk dijadikan sebagai hewan peliharaan di rumah. Bagaimana tidak, cara merawat kucing utamanya kucing yang masih kecil tentunya tidak terlalu mudah. Dimana cara memelihara kucing kecil ini bisa dimulai dari pemberian makanan berdasarkan dengan usia kucing tersebut.

Sedikit informasi bahwa kucing mempunyai beberapa jenis yang wajib untuk diketahui sebelum memelihara kucing. Meskipun jenis kucing tersebut banyak, namun cara memeliharanya tidak terlalu jauh berbeda. Adapun cara memelihara kucing kecil yang tidak terlalu sulit akan dijelaskan pada pembahasan berikut init:

1. Memahami Asupan Gizi yang Dibutuhkan

Gizi yang dibutuhkan anak kucing memang sedikit berbeda dengan kebutuhan gizi dari kucing yang berusia dewasa. Dimana gizi yang dibutuhkan tentunya mempunyai porsi yang lebih banyak dibanding dengan kucing dewasa. Pasalnya umur kucing yang masih kecil tersebut sudah memasuki usia untuk belajar makan dengan makanan padat.

Meskipun anak kucing tersebut masih menyusui, namun kebutuhan gizinya juga perlu diperhatikan oleh pemilik. Nantinya pemilik bisa memberikan makanan kepada anak kucing ini sebanyak 4 kali dalam satu harinya. Tidak kalah pentingnya, dalam pemilihan makanan untuk anak kucing sebaiknya yang mengandung nutrisi dan juga vitamin yang banyak.

2. Pemilihan Tempat Tidur untuk Anak Kucing

Pemilihan tempat tidur untuk anak kucing tentunya tidak sulit dilakukan. Dimana anak kucing tersebut dapat ditidurkan di kasur bersama dengan pemilik. Memang anak kucing membutuhkan tempat tidur yang empuk untuk menyangga tubuhnya yang masih kecil. Olehnya itu, anak kucing bukan hanya tidur di kasur namun juga bisa di sofa maupun di karpet.

Sangat disarankan agar anak kucing yang dipelihara tersebut tidak tidur di tempat yang lembap. Hal ini dikarenakan anak kucing tidak bisa tidur dengan nyaman apabila tempat tersebut basah. Maka dari itu, pemilik harus selalu menyiapkan tempat tidur yang selalu kering tentunya nyaman bagi anak kucing. Tempat tidur ini bisa menggunakan kotak yang disertai tumpukan kain.

3. Menyikat Bulu Kucing dengan Rutin

Memang bulu juga harus diperhatikan sebagai cara memelihara kucing kecil secara rutin. Meskipun hewan ini termasuk hewan yang dapat merapikan bulunya secara mandiri, namun tidak ada salahnya jika pemilik ingin membantunya. Menyikat bulu kucing yang dilakukan secara rutin ternyata dapat membuat kucing tersebut merasa nyaman.

Cara menyikatnya pun cukup mudah, dimana pemilik hanya membutuhkan sisir khusus untuk menyikat bulu tebal hewan ini. Selain itu, menyikat bulu kucing juga dapat menjaga kesehatan dari kucing tersebut. Dimana kucing dapat terhindar dari adanya rambut mati, bakteri pada bulu, dan bahkan kuman yang menempel.

4. Menyediakan Tempat Membuang Kotoran Kucing

Anak kucing juga harus diajarkan untuk membuang kotorannya dengan tidak sembarangan. Untuk mengatasi hal tersebut, pemilik terlebih dahulu harus menyiapkan litter box atau tempat khusus untuk membuang kotorannya. Biasanya tempat yang disediakan yakni sebuah bak yang sudah diisi dengan tumpukan pasir.

Memang tidak menutup kemungkinan bagi anak kucing untuk membuang kotoran setiap harinya. Apabila anak kucing selesai membuang air kecil sebaiknya pemilik harus segera membersihkannya. Dengan tujuan agar nantinya kuman maupun bakteri tidak berkembang biak pada litter box tersebut. Selain itu, litter box juga harus ditempatkan pada tempat yang tenang.

5. Selalu Mengajak Anak Kucing Bermain

Hewan berupa kucing juga membutuhkan teman ketika berada di rumah sehingga tidak merasa bosan. Olehnya itu, pemilik harus siap menjadi teman dari kucing tersebut yang bisa menghilangkan rasa bosannya. Dengan begitu pemilik harus rajin untuk mengajak hewan tersebut bermain bersama baik di dalam maupun di luar.

Apabila ingin mengajak anak kucing bermain di dalam rumah sebaiknya menyediakan beberapa jenis permainan khusus untuk kucing tersebut. Kucing bukan hanya merasa senang, namun secara tidak langsung kucing tersebut juga bisa berinteraksi bersama pemilik. Memang bermain bersama hewan peliharaan juga termasuk momen yang harus rutin dilakukan.

6. Rutin Merawat Kesehatan Anak Kucing

Kesehatan yang dimiliki anak kucing juga sangat penting untuk diperhatikan oleh pemilik. Dimana cara memelihara kucing kecil dari segi kesehatan adalah dengan rutin membersihkan gigi, kuku, dan telinga kucing. Hal ini disebabkan karena bagian tubuh kucing tersebut biasanya sebagai sarang hinggap bakteri maupun kuman.

Jika pemilik tidak memperhatikan bagian tersebut, bisa saja anak kucing mengalami infeksi. Bukan hanya itu saja, untuk menjaga kesehatan kucing juga harus diberikan obat berupa vitamin setiap 3 bulan. Vaksin rabies juga dibutuhkan oleh anak kucing yang biasanya diberikan dalam satu kali setahun.

Demikian penjelasan lengkap terkait dengan cara memelihara kucing kecil yang tidak sulit. Memang perawatan anak kucing tentunya dapat dikatakan susah-susah gampang dilakukan oleh sang pemilik. Dimana perawatan yang sangat penting diperhatikan adalah dari segi kebutuhan gizi hingga kesehatan anak kucing tersebut.

Continue Reading

Education

Aneka Rempah Pembersih Pembuluh Darah yang Wajib Diketahui

Banyak orang lalai terhadap masalah ini, padahal sebenarnya merawatnya terbilang mudah, yakni dengan memanfaatkan rempah pembersih pembuluh darah, seperti:

Pembuluh merupakan elemen penting dalam sistem peredaran darah di dalam tubuh manusia yang harus terjaga kebersihan dan kesehatannya. Lantaran, apabila ada gangguan seperti pembekuan bisa berakibat penyakit seperti jantung ataupun stroke. Banyak orang lalai terhadap masalah ini, padahal sebenarnya merawatnya terbilang mudah, yakni dengan memanfaatkan rempah pembersih pembuluh darah, seperti: 

1. Kunyit 

Jenis pertama rempah pembersih pembuluh darah yang wajib untuk diketahui adalah kunyit. Tentu masyarakat Indonesia sudah tidak asing lagi dengan pemanfaatan bumbu dapur yang satu ini. Karena selain sebagai bahan pewarna kuning alami pada makanan, kunyit juga digunakan sebagai bumbu dalam berbagai masakan tradisional seperti soto, nasi kuning, dan sebagainya. 

Ternyata, bumbu ini kaya akan kandungan kurkumin yang berperan penting dalam optimasi peran endotelium. Yakni lapisan pembuluh darah yang melakukan pengaturan tekanan, pembekuan, serta tugas aliran darah lainnya. Seorang yang memiliki endotelium sehat lebih kecil resikonya untuk terkena penyakit jantung sebagai akibat lancarnya sistem perputaran darah yang ada pada tubuhnya. 

2. Kopi 

Bahan kedua yang juga masuk dalam daftar rempah pembersih pembuluh darah yang sangat ampuh adalah kopi, yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Usut punya usut, ternyata rempah yang dimanfaatkan sebagai olahan minuman ini memiliki banyak senyawa antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh. Salah satunya menjaga kesehatan organ seperti jantung dan pembuluh darahnya. 

Meski kaya akan manfaat, konsumsi kopi ini sebaiknya dibatasi, maksimal sebanyak dua cangkir saja setiap harinya. Sebab, bila masuk ke dalam tubuh secara berlebih, dapat mengakibatkan penyakit hipertensi. Selain itu, baiknya juga menghindari konsumsi kopi dengan penambahan gula berlebihan karena dapat memicu penyakit yang berkaitan dengan kadar gula atau diabetes. 

3. Bawang Putih 

Memasak sayuran tanpa menggunakan bumbu bawang putih barangkali akan menjadikan masakan terasa kurang sedap. Karena, cita rasa dan aroma khas dari bawang putih tidak dapat digantikan dengan jenis rempah yang lain. Sebut saja misalnya aneka tumis sayuran, lodeh, beragam jenis sambal, bumbu kerupuk, nasi goreng, ataupun masakan nusantara yang lainnya. 

Istimewanya lagi, selain berbagai kegunaan yang meningkatkan minat untuk mengonsumsi makanan, ternyata ada manfaat penting yang jarang dipahami. Yaitu seputar kandungan senyawa belerang yang di dalamnya terdapat zat allicin. Berkat kandungan baik ini, tekanan darah pada tubuh akan turun menjadi stabil sehingga bisa untuk mencegah atau mengobati adanya penyakit TDT.

4. Bawang Bombay 

Memang, bumbu dapur berbentuk bulat dan besar yang satu ini jarang dipergunakan pada jenis masakan tradisional di tanah air. Namun demikian, masyarakat sudah sangat akrab dengannya dan mudah untuk mendapatkannya baik di pasar tradisional maupun modern. Terutama ketika masyarakat ingin membuat hidangan tertentu dengan jenis chinese food atau western food. 

Soal aroma, memang tidak sekuat jenis bawang yang lain, namun soal khasiat rempah ini tidak kalah istimewa. Pasalnya, menurut penelitian yang dilakukan para ahli, bawang bombay banyak memiliki kalium. Senyawa ini sangat diperlukan oleh tubuh manusia, khususnya dalam menormalkan tekanan darah yang dapat digunakan untuk pencegahan penyakit berat seperti gangguan jantung. 

5. Kayu Manis 

Selanjutnya yang tidak kalah istimewa adalah rempah bernama kayu manis. Bagian yang dimanfaatkan dari rempah ini adalah bagian kulit yang dikeringkan. Biasanya oleh masyarakat di tanah air, digunakan untuk penyedap rasa maupun olahan wedang herba laiknya uwuh maupun sechang yang terkenal di mana-mana, untuk menambah kehangatan saat musim hujan melanda. 

Uniknya, di balik rasanya yang khas, rempah ini kaya akan zat-zat bermanfaat. Semisal kandungan kumarin yang memiliki guna untuk mencegah terjadinya penyempitan pada pembuluh. Akibatnya, aliran darah terjaga kelancarannya sehingga resiko gangguan seperti penyumbatan kotoran maupun penggumpalan dapat dihindari. Selain itu, juga menstabilkan tingkat gula darah agar tetap normal. 

6. Jahe 

Terakhir, yang juga termasuk dalam daftar rempah pembersih pembuluh darah yang wajib untuk diketahui adalah Jahe. Masyarakat di tanah air, biasa memanfaatkan rempah ini untuk memberikan kesan hangat setelah mengkonsumsinya. Baik ketika dipakai dalam bumbu masakan tradisional seperti tumis kangkung, maupun saat dijadikan sebagai wedang jahe, STMJ dan ronde. 

Tapi, meski banyak dikonsumsi ternyata masih banyak orang yang belum tahu bahwa rempah ini banyak mengandung gingerol. Yakni sebuah senyawa baik yang memiliki karakteristik antikoagulan dengan peran mencegah penggumpalan dalam pembuluh darah. Sehingga, adanya zat ini dalam tubuh dapat menghindarkan diri dari resiko penyakit jantung hingga stroke yang datang tiba-tiba. 

Nah, demikianlah tadi sejumlah daftar rempah pembersih pembuluh darah yang seyogyanya  diketahui dari sekarang. Terutama, setelah melihat manfaatnya dalam mencegah berbagai macam penyakit yang berkaitan dengan aliran darah. Jadi, ke depan tidak hanya memanfaatkan kelezatannya sebagai penambah cita rasa masakan saja, tapi juga mengoptimasi kemanfaatan dari senyawa penting di dalamnya. 

Continue Reading

TOP STORIES