Connect with us

Personal Finance

Kamu Anak Kos ? Yuk belajar Cara Mengatur Keuangan Anak Kos

cara mengatur keuangan anak kos

Menjadi seorang anak kos memang tidaklah mudah apalagi segala sesuatunya harus dikerjakan dan dipecahkan sendiri.

Apalagi jika keuangan setiap bulannya tidak begitu lancar sedangkan pengeluaran setiap bulannya terus bertambah.

Oleh sebab itu, orang tersebut harus pandai mencari cara mengatur keuangan anak kos.

Cara Menghemat Keuangan Bagi Anak Kos

image: Pixabay

Menghemat uang sudah dipastikan dapat menjadi salah satu cara untuk mengatur keuangan bagi anak kos yang tidak menentu.

Banyaknya kebutuhan dan jauhnya jarak dengan orangtua membuat anak kos wajib memutar otak agar uang yang diberikan cukup untuk jangka waktu satu bulan.

Berikut ini adalah beberapa cara mengatur keuangan anak kos dengan berhemat.

1. Membuat Daftar Pengeluaran Untuk Sebulan

Hal pertama untuk menghemat keuangan anak kos yakni dengan membuat daftar pengeluaran selama satu bulan.

Siapapun dapat membuatnya dengan mudah yakni hanya dengan menuliskan daftar tersebut dalam buku khusus keuangan.

Dengan menuliskan daftar tersebut, anak kos dapat mengantisipasi uang yang telah di berikan orangtua tidak cepat habis.

2. Buat Jatah Atau Batasi Uang Yang Dipegang Perharinya

Jika daftar pengeluaran telah dibuat, maka langkah selanjutnya adalah membuat jatah uang yang harus dikeluarkan perharinya sesuai dengan daftar tersebut.

Atau jika ingin lebih efektif lagi, bisa dengan memasukkan uang ke dalam amplop yang sudah dituliskan dengan nama kebutuhan seperti transportasi, uang makan, dll.

Dengan begitu besar kemungkinannya anak kos tidak akan memakai uang tersebut untuk membeli barang  atau keinginan yang tidak terlalu penting.

3. Mencari Tempat Makan Yang Sederhana

Makan menjadi kebutuhan utama bagi anak kos.

Sekarang ini banyak bermunculan tempat makan yang sangat digemari oleh anak sekolah maupun kuliahan.

Namun, tidak semua tempat makan itu cocok dengan kantong anak kos.

Oleh sebab itu untuk akan lebih baik jika mencari tempat makan yang sederhana dengan harga yang sesuai dengan kantong anak kos.

4. Mengumpulkan Uang Receh

Salah satu cara mengatur keuangan anak kos adalah dengan mengumpulkan uang receh.

Kebanyakan orang merasa risih jika menerima uang kembalian receh. Yang mana jumlahnya kecil dan akan memakan banyak tempat.

Sebenarnya tidak ada salahnya jika anak kos mau mengumpulkan uang receh.

Uang receh yang didapatkan satu hari bisa menjadi banyak jika terus dikumpulkan dalam waktu satu bulan dan ini akan membantu kebutuhan keuangan yang mendesak.

5. Kurangi Kebiasaan Membeli Air Mineral Dalam Botol

Anak kosan yang masih sekolah atau kuliah kebanyakan malas untuk membawa air minum sendiri.

Sehingga saat mereka merasa kehausan, mereka lebih memilih untuk membeli air mineral dalam botol dengan alasan lebih praktis.

Namun sebenarnya membeli air minum dalam botol kemasan tersebut jauh lebih mahal dan boros daripada membawa sendiri dari kosan.

6. Hindari Kegiatan Kurang Penting

Seringkali anak kos di ajak oleh teman-temannya untuk pergi di sela-sela kegiatan belajar ataupun kuliah seperti nonton, nongkrong di kafe atau mall, dan jalan-jalan.

Percaya atau tidak kegiatan inilah yang akan menguras keuangan secara perlahan tanpa disadari.

Sebisa mungkin untuk mengurangi kegiatan yang tidak terlalu penting tersebut .

7. Belajar Untuk Menabung

Menabung merupakan salah satu cara mengatur keuangan anak kos yang cukup mudah.

Menyisihkan uang untuk disimpan dalam jangka panjang (menabung) memang sebuah hal yang sederhana namun membutuhkan kesungguhan yang luar biasa.

Menabung tidak harus dalam nominal besar asalkan rutin dilakukan.

Meskipun jumlahnya kecil tapi dikumpulkan terus menerus pasti lama kelamaan akan menjadi banyak.

8. Belajar Mencari Usaha Sampingan

Bila uang bulanan yang dikirim oleh orang tua ternyata tidak mencukupi kebutuhan sebagai anak kos setiap bulannya, maka tidak ada salahnya untuk mencari usaha sampingan.  

Disamping belajar atau kuliah kita dapat menggunakan siswa waktu untuk mencari penghasilan tambahan yang bisa digunakan untuk menutupi kebutuhan.

Beberapa Contoh Anggaran Anak Kos

image: Pixabay

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa salah satu cara mengatur keuangan anak kos ialah dengan membuat daftar pengeluaran untuk sebulan.

Sebelum membuat daftar pengeluaran tersebut, ada baiknya jika seorang anak kos memahami apa saja yang menjadi contoh anggaran anak kos.

Jika seorang anak kos sudah paham mengenai anggaran kos, maka ini akan mempermudahnya untuk mengatur keuangan.

1. Sewa Kos

Kamar kos menjadi kebutuhan utama bagi seorang anak kos.

Layaknya rumah kedua, anak kos menghabiskan sebagian besar waktunya disana untuk tidur, makan, atau mengerjakan tugas.

Namun biaya untuk menyewa kamar kos bisa dikatakan paling besar diantara biaya lainnya.

Oleh sebab itu sisihkan uang bulanan untuk menyewa kamar sebelum menggunakannya untuk dibelikan keperluan lain.

2. Makanan

Setiap orang tentu saja memerlukan makanan yang cukup yakni tiga kali sehari.

Untuk yang memiliki kesibukan yang cukup padat mungkin tidak akan sempat membuat makanan sendiri dan kebanyakan kamar kos tidak menyediakan dapur.

Oleh karenanya anak kos harus pintar mencari tempat makan yang menjual makanan yang murah dan enak.

Baca Juga: Kartu Debit BCA Ada Banyak Loh, Kamu Pilih Mana?

3. Air Galon

Sama pentingnya dengan makanan, air minum juga tidak kalah pentingnya sebagai kebutuhan pokok manusia sehari-hari.

Pintar-pintarlah untuk menghemat pengeluaran air minum dengan membeli air galon atau membawa tumblr air minum saat bepergian.

4. Biaya Kuliah

Salah satu alasan utama seseorang menjadi anak kos ialah untuk kuliah atau sekolah.

Biaya kuliah bisa dikatakan tidak murah sehingga saat diberi uang bulanan oleh orangtua jangan sampai menggunakan uang tersebut untuk keperluan pribadi.

Jika ingin tidak terasa berat, lebih baik menabungkan uang tersebut agar saat harus membayar biaya kuliah bisa diambil dari tabungan tersebut.

5. Transportasi

Jika tempat kos ternyata jauh dari kampus atau tempat bekerja, tentunya kita membutuhkan transportasi untuk bisa sampai ke tempat tersebut.

Jika memiliki kendaraan pribadi mungkin harus mengeluarkan biaya untuk membeli bahan bakarnya, namun jika tidak harus ada uang yang disisihkan untuk membayar transportasi umum.

6. Perlengkapan Mandi dan Make Up

Sebagai seorang manusia, tentunya harus membersihkan dirinya secara rutin setiap hari.

Selain itu ada juga keperluan lain seperti make up untuk menambah kepercayaan diri.

Tentunya ada banyak produk perlengkapan mandi dan make up yang harus disiapkan setiap bulannya.

7. Obat-Obatan

Manusia tidak mungkin selamanya sehat karena sewaktu-waktu bisa terserang penyakit.

Apalagi jika orang tersebut tinggal jauh dari orangtuanya membuatnya harus mandiri.

Sebisa mungkin ada uang yang disisihkan untuk membeli obat-obatan pribadi.

Itulah beberapa cara mengatur keuangan anak kos yang mudah namun sekali untuk dilakukan.

Kebanyakan orang yang kesulitan mengatur keuangannya karena tidak memiliki manajemen yang baik.

Oleh sebab itu mulai sekarang belajarlah untuk mengatur keuangan dengan lebih teratur agar masa depan menjadi lebih baik.

Header Image: Pixabay

Mendirikan situs income.id sebagai perwujudan pengabdian kepada bangsa dan negara indonesia melalui media yang informatif dan edukatif

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Personal Finance

17 Cara Mengatur Keuangan Pribadi, Lengkap & Manjur !

cara mengatur keuangan pribadi

Mengatur keuangan keluarga harus dimulai dari pribadi.

Jika personalnya tidak bisa setting dengan baik, perekonomian keluarga pasti kacau balau.

Atas dasar itu, cara mengatur keuangan pribadi harus dipelajari terlebih dahulu.

Jika sudah mahir, baru berdiskusi tentang alokasi ekonomi di lingkup lebih luas.

Untuk pembaca yang masih “jomblo” tetapi sudah berpenghasilan, ini kesempatan baik untuk belajar mengatur keuangan pribadi.

Sehingga ketika menikah, masalah ekonomi bukan problem yang besar. Berikut caranya, yaitu:

1. Rajin Menabung

Image: Pixabay

Cara yang pertama dan paling tepat adalah rajin menabung.

Karena kebiasaan ini membuat pribadi tidak akan kesulitan ketika dipertemukan dengan kebutuhan mendesak.

Maka dari itu, atur keuangan dengan cara menyisihkan sebagian uang untuk ditabung. Sedikit tidak masalah, yang penting rutin.

2. Buat Kartu Kredit

Kartu kredit bisa digunakan sebagai pengatur keuangan pribadi.

Namun, syaratnya penggunaannya harus bijak dan tidak asal digunakan.

Selain bisa mengendalikan diri dari belanja tidak penting, kartu kredit juga bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan reward dan cash back.

3. Lakukan Pembayaran dengan Uang Tunai

Cara selanjutnya adalah biasakan melakukan transaksi pembayaran menggunakan uang tunai. Karena nantinya, tidak akan terbelit dengan tagihan dan semacamnya. 

Dengan terbiasa menggunakan sistem ini, keinginan membeli produk hingga puluhan juta tidak mungkin dilakukan. Karena membawa uangnya saja susah.

4. Jauhi dan Cegah Utang

Penuhilah kebutuhan yang setara dengan pendapatan. Jangan demi produk mahal, bahkan rela sampai berhutang. 

Ingat! Hutang inilah yang bisa merusak keuangan pribadi. Apalagi ketika pas ditagih, uangnya habis untuk perencanaan kebutuhan yang lain.

5. Belanja di Bawah Pendapatan

image: Pixabay

Faktor sosial terkadang menjadi penyebab pembelian tidak perhitungan.

Sekalipun pendapatan tidak mencukupi, masih dipaksakan semata agar mendapat pujian tetangga.

Hentikan kebiasaan ini jika ingin mengatur keuangan pribadi.

Lebih baik, belilah barang yang harganya masih dibawah pendapatan karena masih ada sisa untuk keperluan yang lain.  

Sikap boros semacam ini adalah penyebab munculnya hutang. Karena uang untuk membeli kebutuhan primer justru habis karena dibelanjakan barang yang super mahal.

6. Mencoba Berinvestasi

Jika ingin mengatur keuangan sekaligus mendapatkan profit, silakan lakukan investasi. 

Karena uang yang diinvestasikan akan tetap, sedangkan keuntungan dari perputaran uang di perusahaan akan dikembalikan ke pemodal dalam sistem bagi hasil.

Memang, investasi membutuhkan modal besar.

Namun, jika mendapatkan perusahaan yang terpercaya, keuntungannya juga berlipat ganda.

Selain itu, ada juga investasi kecil-kecilan yang bisa dicoba. Untuk menemukan silakan browsing di Google.

7. Asuransikan Diri

Asuransi adalah program yang masih menjadi perdebatan.

Sekalipun begitu, berkaitan dengan pengaturan keuangan, sistem ini juga bisa dilakukan.

Sebab, uang tunai mungkin dipotong setiap bulan untuk biaya asuransi.

Namun, jika suatu saat dibutuhkan, tidak usah lagi mengeluarkan uang besar. Seperti untuk biaya kuliah atau ketika terjadi kecelakaan.

8. Buat Daftar Pengeluaran

Cara mengatur keuangan yang ke delapan adalah buat daftar pengeluaran. Lalu pilih mana yang layak dipenuhi atau ditinggalkan.

9. Cegah Biaya Tidak Prioritas

Pintar dan cerdaslah dalam urusan pembiayaan. Karena terkadang, diri terjebak pada pembayaran yang sejatinya tidak terlalu prioritas.

Salah satu contohnya adalah biaya tilang.

Pembiayaan ini memang tidak terlalu besar. Namun, karena keteledoran, akhirnya uang keluar juga dari dompet.

Jika kasus semacam ini sering terjadi, tentu keuangan menjadi kacau. Maka dari itu, perhatikan pembiayaan sekecil apapun.

10. Gunakan Uang untuk Masa Depan

Memandang siklus ekonomi pribadi maupun keluarga, harus dari sudut pandang masa depan.  Karena selama manusia hidup, kebutuhan akan uang tetap prioritas. 

Jadi, pastikan kalau gaji yang didapatkan tidak habis pada waktu itu juga. Karena keesokan harinya pasti kebingungan.

Selain itu, berpikir pendek dalam urusan uang begitu riskan. Apalagi jika hutang menjadi solusi saat kehabisan uang.

Ini yang membuat masyarakat gelap mata sehingga timbullah perilaku kriminal.

11. Manfaatkan Aplikasi Keuangan

Cara mengatur keuangan pribadi selanjutnya adalah memanfaatkan teknologi terkini.

Artinya, pengelolaan uang bisa menggunakan software atau aplikasi tertentu. 

Fungsi dari perangkat ini adalah membantu mempermudah proses kelola uang anda.

Selain itu, motivasi juga meningkat karena pertanda diri tidak “gaptek”.

Aplikasi ini bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal.

Dari mencatat tabungan hingga investasi secara online.

Bahkan, software zakat juga tersedia. Tinggal cari di Google lalu unduh aplikasi dari perusahaan penerima zakat tertentu, tinggal jalankan.

12. Gunakan Jasa Asisten Keuangan

Jika kamu pribadi tergolong orang yang sibuk, dan tidak sempat mengatur keuangan secara mandiri, mintalah bantuan asisten yang terpercaya.

Bisa anggota keluarga atau membayar profesional.

Nantinya, mereka inilah yang akan mengatur keuangan harian. Sedangkan di akhir bulan tinggal melakukan evaluasi saja.

13. Selalu Survey Harga

Jadilah pribadi yang pintar men-survey harga. Apapun bentuk produk yang akan dibeli, pastikan mendapatkan banderol termurah.

Apa lagi saat ini sudah ada android dan internet. Perangkat yang bisa membantu membaca harga-harga untuk produk tertentu melalui internet.

14. Rajin Merawat Tubuh agar tetap sehat

Walaupun kelihatanya tidak secara langsung berhubungan dengan keuangan, tapi jika tubuh kamu sehat maka pekerjaan akan lancar sehingga keuangan kamu juga akan selalu sehat.

Begitu juga sebaliknya, jika tidak peduli dengan kesehatan tubuh dan sewaktu-waktu sakit maka bukan hanya pekerjaan yang terganggu tapi juga tabungan kamu bisa berkurang. Gawat kan ?

15. Lipatgandakan Pendapatan

Tips selanjutnya adalah selalu berpikir cara melipatgandakan pendapatan secara halal.

Baik dengan bekerja lebih giat atau dengan mencari bisnis sampingan.

Langkah ini juga tergolong pengelolaan keuangan yang layak dicoba.

16. Buat Rencana Kegiatan

Jika ingin siklus keuangan lancar, buatlah rencana yang juga matang.

Buat draft kegiatan sekarang juga terutama yang membutuhkan biaya.

Tulis secara detail lalu letakkan di dinding kamar. Lihat kembali list tersebut ketika baru menerima gaji.

Baca Juga: Kamu Anak Kos ? Yuk belajar Cara Mengatur Keuangan Anak Kos

17. Menahan Diri dari Sifat Boros

Yang namanya manusia, pasti memiliki kebutuhan.

Bahkan, membeli semua benda yang indah-indah, makanan yang enak, pergi wisata ke destinasi mahal adalah naluri insani yang wajar.

Namun, belajarlah menahan diri jika ingin keuangan aman.

Beli produk/ jasa yang memang dibutuhkan saja.

Uang adalah kunci kehidupan. Sekalipun tidak semua keinginan bisa dihargai dengan uang.

Maka dari itu, supaya roda hidup berputar dengan nyaman, kelola keuangan pribadi dengan baik menggunakan cara mengatur keuangan pribadi seperti di atas.

Header Image: Pixabay

Continue Reading

Investasi

Rencanakan Masa Depan Anak Dengan Tabungan Pendidikan Anak ini

tabungan pendidikan anak

Penting bagi para orang tua untuk menyiapkan tabungan khusus sebagai persiapan pendidikan anak kelak.

Data dari BPS menyebutkan jika dari tahun 2014, biaya pendidikan cenderung terus mengalami kenaikan hingga 20% tiap tahunnya.

Untuk itu tabungan pendidikan memang perlu disiapkan sejak dini. Berikut beberapa pilihan tabungan pendidikan anak yang bisa dicoba.

1. Tabungan Pendidikan Anak Bank BRI

image: promo.bri.co.id

Dari bank BRI menyediakan produk tabungan pendidikan dengan nama tabungan Britama Rencana.

Produk ini menawarkan pada nasabahnya untuk menyetor dana mulai 100 ribu hingga 5 juta rupiah untuk setiap bulannya.

Jangka waktu simpanan yang bisa dipilih oleh nasabah mulai dari 1 hingga 20 tahun.

Keistimewaan dari produk tabungan ini, nasabah dapat dengan bebas mencairkan dana kapan pun mereka inginkan.

Menariknya lagi, mereka tidak akan dikenakan biaya penarikan sepeser pun.

Ditambah lagi, akan dilengkapi dengan fasilitas asuransi dengan nilai pertanggungan mencapai 1 miliar.

Syarat untuk menjadi nasabah tabungan Britama Rencana ini cukup sederhana. Nasabah hanya harus mencukupi umur setidaknya 17 hingga 64 tahun.

Selain itu, sebelumnya harus juga memiliki tabungan lain dulu di BRI bisa BritAma, Giro, atau Britama Bisnis. Terakhir nasabah diharuskan melengkapi form pembukaan rekening baru.

2. Tabungan Pendidikan Anak Bank Mandiri

Pilihan lain untuk tabungan biaya pendidikan untuk anak adalah dari tabungan rencana dari bank mandiri.

Bahkan bank Mandiri melalui produk ini dapat membantu nasabahnya bukan hanya untuk persiapan tabungan pendidikan saja.

Namun bisa juga untuk rencana masa depan lainnya, seperti untuk liburan, bisnis, dan sebagainya.

Keunggulan tabungan ini adalah nasabah dapat bebas menentukan sekaligus mengubah setoran bulanan yang akan mereka tabung.

Minimal jumlah setorannya yaitu sebesar 100 ribu rupiah atau USD 10 untuk setiap bulan.

Dengan begitu, setoran jadi lebih flexibel karena bisa disesuaikan dengan kemampuan.

Jangka waktu tabungan pun nasabah diberikan pilihan mulai dari 1 hingga 20 tahun.

Ditambah lagi, bank mandarin sudah resmi menjalin kerjasama dengan PT AXA Mandiri Financial Service.

Dengan begitu, nasabah tabungan rencana mandiri secara otomatis akan terlindungi dengan asuransi gratis yang nilainya 5 juta per bulan.

Untuk bisa memegang tabungan rencana mandiri ini, nasabah hanya harus berumur 18 hingga 70 tahun.

Selain itu sebelumnya harus memiliki rekening mandiri bisa tabungan atau giro sebagai rekening sumber.

Terakhir nasabah juga diharuskan mengisi form pengajuan serta pernyataan kesehatan sekaligus surat kuasa pendebetan otomatis.

3. Tabungan Pendidikan Anak Bank CIMB Niaga

image: cimbniaga.com

Bank CIMB Niaga memiliki produk tabungan yang diperuntukkan khusus sebagai persiapan biaya pendidikan anak.

Para orang tua bisa mulai dengan mengikuti program ini demi kelancaran studi buah hati di masa depan.

Dengan menawarkan suku bunga yang cukup tinggi yaitu 4,85%, tabungan ini mengharuskan nasabah menyetor dana mulai 100 ribu rupiah saja.

Jumlah tersebut baik untuk setoran awal maupun untuk per bulannya. Sedangkan untuk pilihan tenor pinjaman mulai 3 hingga 10 tahun.

Kemudahan pengecekan saldo juga mampu diberikan CIMB niaga. Nasabah bisa melakukan pemantauan sisa saldo yang tersisa melalui CIMB Cliks, Phone Banking, atau dari Go Mobile.

Tidak hanya itu saja, fasilitas lain yang bisa dinikmati oleh nasabah adalah perlindungan asuransi yang sekaligus dapat diterima oleh mereka.

Asuransi yang bakal mereka sertakan yaitu dari PT Sun Life Financial Indonesia dengan nilainya mencapai 160 juta rupiah.

Agar dapat ikut memiliki tabungan ini, pastikan saja umur mencapai 18 tahun.

Selain itu sudah punya sumber dana yaitu dari rekening tabungan CIMB Niaga. Pastikan juga telah mengisi form pengajuan sekaligus menyertakan fotokopi e-ktp yang masih berlaku.

4. Tabungan Pendidikan Anak Bank BTN

Dengan nama “BTN Siap” Bank BTN akan secara nyata membantu nasabah tabungan ini untuk merencanakan masa depan yang lebih baik.

Mulai dari persiapan biaya pendidikan maupun untuk biaya pernikahan. Nasabah pemilik tabungan ini akan sekaligus terlindungi oleh asuransi bebas premi.

Ditambah lagi perlindungan asuransi tambahan yaitu santunan duka serta perlindungan penyakit tropis.

Sangat lengkap sekali dalam hal fasilitas asuransinya. Biaya setoran per bulannya juga tergolong ringan.

Bekisar mulai dari 100 ribu rupiah saja hingga kelipatannya. Sedangkan untuk pilihan jatuh tempo simpanan yaitu mulai 1 hingga 15 tahun.

Tabungan BTN siap ini akan memberikan bunga sebesar 3% per tahun. Agar bisa memiliki tabungan ini, nasabah perlu berumur minimal 17 tahun.

Selain itu harus juga untuk memiliki terlebih dahulu rekening tabungan BTN yang difungsikan sebagai sumber dana.

5. Tabungan Pendidikan Anak MayBank

image: maybank.co.id

MayBank juga tidak ketinggalan untuk menawarkan tabungan perencanaan masa depan yang diberi nama tabungan MyPlan.

Perencanaan dana yang dimaksud adalah termasuk dana uang muka rumah, dana liburan maupun tabungan pendidikan untuk anak. MayPlan punya fitur unggulan bernama target balance.

Fitur target balance ini dapat membatu nasabah agar mampu mencapai target dana tabungan yang sudah ditetapkan.

Jangan salah, tabungan MyPlan ini tidak hanya berfokus pada tabungan konvensional saja, namun juga mencakup tabungan syariah.

MyPlan akan memberikan bunga sebesar 2% serta tidak ada biaya penarikan sebelum jatuh tempo.

Syaratnya nasabah hanya harus berumur mulai dari 17 hingga 55 tahun.

Mengisi formulir pengajuan sekaligus menyertakan fotocopy identitas yang masih berlaku.

Perhatikan juga, sebelumnya nasabah juga harus punya rekening lain MyBank sebagai sumber dana.

6. Tabungan Pendidikan Anak Bank BNI

Bank BNI punya pilihan produk untuk membatu perencanaan masa depan nasabahnya bernama “BNI Tapenas”.

Nasabah bisa memanfaatkan tabungan ini untuk biaya perencanaan masa depan. Termasuk untuk liburan, bisnis, dan terpenting untuk biaya pendidikan anak.

Jangan khawatir nasabah BNI Tapenas juga sudah disertakan asuransi jiwa sebagai fasilitas perlindungan ekstra.

Nasabah tabungan ini dapat dengan bebas menentukan besarnya setoran per bulan. Minimal 100 ribu hingga 5 juta dengan kelipatan 50 ribu rupiah.

Baca Juga: Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Menurut Islam

Begitu juga untuk menentukan waktu jatuh tempo tabungan yaitu mulai 2 hingga 18 tahun.

Ditambah nilai manfaat asuransi yang jumlahnya mencapai 1,5 milyar atau setara dengan USD 150.000 untuk tiap rekening.

Yang paling penting, asuransi ini bebas premi alias gratis bagi nasabah. BNI Tapenas ini akan memberikan bunga sebesar 4% setahun.

Namun masih harus membayar biaya administrasi 18 ribu namun untuk dibayarkan per tahun saja.

Itulah beberapa pilihan tabungan pendidikan anak untuk tahun ini

Melihat semakin mahalnya biaya pendidikan, mempersiapkan dana sejak dini memang begitu penting. Sehingga nantinya, anak bisa lebih mudah menggapai cita-cita yang diimpikannya.

Header Image: Pixabay

Continue Reading

Personal Finance

Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Menurut Islam

keuangan islam

Uang merupakan salah satu bentuk harta yang pasti dimiliki oleh setiap orang. Islam menganjurkan setiap umatnya untuk dapat menjaga hartanya dengan sebaik-baiknya.

Menjaga harta dengan mengatur keuangan adalah salah satu upaya yang dilakukan apalagi untuk mengatur keuangan pribadi.

Namun bagaimana cara mengatur keuangan rumah tangga menurut Islam yang baik dan benar?

Mengatur keuangan pribadi dan keuangan rumah tangga jelas sangat berbeda. Keuangan pribadi adalah hak orang tersebut yang memilikinya.

Namun keuangan rumah tangga adalah milik dan tanggung jawab antara suami dan istri sehingga membutuhkan kesepakatan dan kerjasama yang baik.

Berikut ini adalah cara Islam mengatur keuangan dalam rumah tangga.

Pahami Dahulu Siapa Yang Berhak Mengatur Keuangan Dalam Rumah Tangga Menurut Islam

image: Pixabay

Cara mengatur keuangan rumah tangga menurut Islam yang pertama adalah dimulai dari mengetahui dahulu siapa yang berhak mengatur keuangannya.

Di dalam sebuah rumah tangga terdapat suami dan istri yang memiliki haknya masing-masing dalam hal keuangan dan harta.

Sudah jelas dalam Al-Qur’an bahwa hak istri terkait keuangan terbagi menjadi dua yakni mahar dan nafkah.

Mahar sendiri merupakan mas kawin atau harta yang diberikan suami kepada istri dengan penuh kerelaan.

Suami tidak berhak meminta mahar istrinya untuk memenuhi kebutuhan keluarga kecuali jika istri ikhlas menyedekahkan maharnya untuk suami.

Sedangkan nafkah adalah kewajiban suami untuk mencukupi kebutuhan makanan, pelayanan, tempat tinggal, dan obat istri.

Sedangkan hak suami dalam keuangan dijelaskan dalam Al-Qur’an Surah An-Nisa ayat 34 yang mana Allah telah melebihkan laki-laki daripada wanita karena kaum laki-laki merupakan pemimpin bagi kamu wanita. Dan sebagian harta laki-laki telah dinafkahkan.

Dapat diambil kesimpulan bahwa suami memiliki kewajiban untuk menafkahi kebutuhan istri seperti pelayanan, makanan, obat, dan tempat tinggal sesuai dengan kemampuan suami.

Suami dapat memberikan hak sepenuhnya kepada istri untuk mengelola keuangan, namun dengan catatan uang pendapatan suami tetap menjadi hak dan milik suami.

Namun dalam Islam,  jika istri ikut bekerja dan memiliki pendapatan sendiri maka suami tidak berhak mencampuri urusan pendapatan istri karena istri memiliki otoritas penuh atas pendapatannya sendiri.

Kecuali jika sebelumnya sudah disepakati bahwa penghasilan istri akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Cara Rasulullah Mengatur Keuangan

image: Dubai/ Pixabay

Sebagai Umat Islam yang taat kepada ajaran Rasulnya, akan lebih baik selalu mengaitkan segala sesuatu yang dikerjakan dengan Al-Qur’an, hadist, dan sunnah Rasulullah.

Bahkan dalam mengatur keuangan, Rasulullah memiliki rahasia yang tentunya dapat diterapkan oleh umatnya.

Berikut ini adalah rahasia Rasulullah sebagai cara mengatur keuangan rumah tangga menurut Islam.

1. Mengetahui Pengeluaran Keuangan

Uang adalah salah satu bentuk harta yang akan dipertanggungjawabkan oleh masing-masing individu di akhirat kelak.

Oleh sebab itu sebagai umat Islam harus benar-benar paham dan mengetahui untuk apa saja uang yang telah mereka pergunakan.

Maka tidak ada salahnya jika setiap rumah tangga membuat pembukuan keuangan sendiri untuk mengetahui aktifitas keuangan setiap harinya.

Dengan membuat pembukuan seperti itu, akan membuat kondisi keuangan rumah tangga sangat transparan bagi suami maupun istri.

Selain itu suami dan istri dapat melihat kebutuhan apa saja yang menjadi skala prioritas sehingga dapat membantu dalam proses menghemat keuangan.

2. Bersedekah

Telah dijelaskan dalam Al-Qur’an surah Adz-Dzariyat ayat 19 bahwa dalam harta yang kita miliki terdapat hak orang miskin.

Rasulullah mengajarkan umatnya untuk senantiasa menyedekahkan sebagian hartanya untuk orang lain yang membutuhkan.

Sesungguhnya jika seseorang bersedekah, bukannya mengurangi rezeki yang kita miliki melainkan akan Allah tambahkan nikmat dan menggantinya dengan yang lebih baik.

Oleh sebab itu, tidak ada salahnya jika suami dan istri menyisihkan sedikit pendapatannya untuk bersedekah.

Ini merupakan rahasia kedua Rasulullah sebagai cara mengatur keuangan rumah tangga menurut Islam.

3. Pemasukan dan Pengeluaran yang Seimbang

Besar pasak daripada tiang merupakan peribahasa yang sering didengar jika menemukan seseorang yang lebih besar pengeluarannya daripada pendapatannya.

Hal tersebut biasanya disebabkan oleh perilaku boros dan gaya hidup yang berlebih.

Oleh sebab itu, hindarilah gaya hidup berlebih dan boros karena orang yang berperilaku boros dan suka menghamburkan uang adalah saudara setan seperti yang dijelaskan dalam Al-Qur’an surah Al-Isra ayat 26-27.

4. Tidak Menumpuk Harta

Umat Islam dianjurkan untuk menumpuk hartanya untuk dapat membantu orang lain.

Jika seseorang menumpuk hartanya tanpa sedikitnya menggunakan harta tersebut untuk membantu saudara atau kerabatnya yang sedang kesusahan, maka usahanya tersebut tidak bermanfaat.

Ada baiknya jika menumpuk harta untuk dijadikan sebagai modal usaha. Dengan begitu keuangan akan terus berjalan dan bisa menjadi manfaat bagi orang lain.

Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Menurut Islam Yang Dicontohkan Rasulullah

Image: Pixabay

Saking sempurnanya Islam, segala bentuk aspek kehidupan manusia di muka bumi telah diatur dalam Islam.

Tujuannya agar umat Islam tidak salah mengambil keputusan dan selalu berada dalam koridor yang benar.

Ada 5 cara yang dicontohkan Rasulullah dalam mengatur keuangan rumah tangga.

1. Komitmen Dana Pemenuhan Kebutuhan dan Pembelajaan Adalah Kewajiban Suami

Saat melakukan Haji Wada’, Rasulullah mengatakan bahwa suami harus mengayomi istri karena istri merupakan mitra penolong bagi suami.

Seorang suami telah menikahi istri dengan amanah Allah. Bahkan suami berhak melarang kediamannya didatangi oleh orang yang dibencinya kepada istri.

Maka istri memiliki hak untuk dipenuhi kebutuhan nafkah dan pakaian secara lazim.

2. Kewajiban Menafkahi Orang Tua Yang Membutuhkan

Dalam Islam, seorang anak yang berkecukupan wajib untuk menafkahi orang tua dan saudaranya yang masih kecil.

Pasangan suami istri harus meyakini bahwa menafkahi orang tua seperti layaknya membayar hutang yang bukan sekedar sukarela melainkan kewajiban.

Ini merupakan bentuk berbuat baik terhadap orang tua dan sekaligus untuk membalas kebaikan dan kasih sayang yang orang tua kita berikan dari dalam kandungan hingga saat ini.

3. Istri Boleh Membantu Keuangan Suami

Cara mengatur keuangan rumah tangga menurut Islam yang dicontohkan Rasulullah yakni istri boleh membantu keuangan suami.

Jika suami tidak mampu memenuhi kebutuhan rumah tangga maka istri diperbolehkan membantu keuangan suami. Hal tersebut dapat dilakukan dengan berdagang atau bekerja.

Ini juga menjadi perilaku tolong menolong dalam kebaikan yang diperbolehkan dalam Islam.

4. Istri Bertanggung Jawab Mengatur Keuangan Rumah Tangga

Istri bertanggung jawab mengatur konsumsi dan belanja rumah tangga dalam koridor lima tujuan syariat islam.

Syariat tersebut bertujuan untuk memelihara agama, akal, harta, jiwa, dan kehormatan.

Tanggung jawab tersebut ada karena suami telah berusaha dan bekerja dari harta yang halal untuk menafkahi kebutuhan istri.

5. Istri Berkewajiban untuk Hemat dan Ekonomis

Sebagai seorang istri ada baiknya jika ia dapat mengatur keuangan dari harta yang diberikan suami dengan sehemat mungkin.

Dengan begitu beban suami dapat sedikitnya berkurang dan istri dapat menjadi mitra yang baik bagi suami.

Itulah beberapa cara mengatur keuangan rumah tangga menurut Islam yang sudah dijelaskan secara rinci.

Mengatur keuangan rumah tangga memang tidaklah mudah namun akan terasa ringan jika dilakukan menurut apa yang diajarkan oleh Islam.

Dan kunci kesuksesan dari mengatur keuangan rumah tangga ada pada kerjasama dan komunikasi yang baik dari suami dan istri.

Header Image: Pixabay

Continue Reading

TOP STORIES