Connect with us

Bisnis

Kartu Debit BCA Ada Banyak Loh, Kamu Pilih Mana?

Media internasional Forbes beberapa waktu yang lalu merilis hasil surveynya yang bertajuk “The World’s Best Banks 2019”.

BCA tercatat sebagai urutan pertama dari 10 the world’s best banks 2019 di Indonesia.

WOW !!

Hasil survey ini sebagian besar didasarkan pada kepuasan pelanggan. Nah, selama ini BCA memang mengutamakannya dengan menerbitkan kartu debit BCA yang cukup beragam.

Setidaknya ada pilihan jenis kartu kredit yang disediakan yaitu Blue, gold, serta platinum. Ketiganya pun punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Oleh sebab itu, sebelum membuka rekening, pahami dulu ketiganya dengan melihat uraian berikut.

Kartu Debit BCA GPN

Baru-baru ini, telah dilakukan peluncuran gerbang pembayaran nasional (GPN) yang membawa dampak perubahan pada semua bank swasta, termasuk BCA.

Sehingga BCA pun ikut meluncurkan produk kartu debitnya yang dilengkapi dengan logo GPN pada sisi bawah kirinya. Kartu debit GPN ini dibedakan menjadi 3 jenis yaitu :

Kartu Debit BCA GPN Blue

Untuk salah satu debit BCA ini, GPN Blue termasuk paling murah dalam hal biayanya. Untuk biaya pembuatannya saja nasabah hanya dikenakan biaya 10 ribu rupiah saja.

Begitu juga dengan biaya administrasi yang juga ditarik sebesar 14 ribu rupiah saja. Intinya GPN Blue ini paling murah diantara varian yang lain.

Untuk limit tarik tunainya sebesar 7 juta rupiah, limit transfer antar rekeningnya 25 juta rupiah. Sedangkan untuk limit transfer ke rekening lain sebesar 10 juta rupiah dan limit pembayaran hingga 25 juta.  Terakhir untuk limit setoran tunai paling besar 15 juta rupiah.

Kartu Debit BCA GPN Gold

image: bca.co.id

Sedikit lebih mahal dengan GPN Blue, kartu debit ini menawarkan biaya pembuatan serta penggantian sebesar 15 ribu rupiah. Biaya administrasi yang dibebankan yaitu 16 ribu rupiah.

Dibanding GPN Blue, varian ini lebih unggul pada sisi biaya serta limit. Diantaranya bagian limit tarik tunai dengan batas maksimal 10 juta rupiah.

Juga pada limit transfer antar rekening sebesar 50 juta rupiah, sementara untuk transfer rekening lain limitnya hingga 15 juta rupiah. Untuk pembayaran, kartu debit ini punya limit hingga 50 juta rupiah. Terakhir untuk keperluan setor tunai, maksimal sebesar 30 juta rupiah.

Kartu Debit BCA GPN Platinum

image: bca.co.id

Merupakan varian kartu debit GPN yang paling besar biayanya. Biaya pembuatan serta penggantian kartu, nasabah dikenakan tarif 20 ribu rupiah.

Begitu juga untuk biaya administrasinya yang jauh lebih mahal dari 2 varian debit GPN sebelumnya. Nasabah harus membayar biaya administrasi sebesar 19 ribu yang harus dipotong per bulan dari rekeningnya.

Namun biaya yang mahal, tidak lantas membuat debit GPN Platinum ini tidak punya keunggulan dibanding varian yang lain. Dilihat dari segi biaya dan limit, kartu debit ini jelas lebih unggul. Misalnya dari sisi limit tarik tunai ATM. Nasabah bisa melakukan tarikan ATM hingga 10 juta rupiah.

Begitu juga jika ingin transfer ke sesama nasabah bank BCA lain, limitnya bahkan mencapai 100 juta rupiah. Sementara jika ingin transfer ke rekening bank lain, limitnya 25 juta rupiah.

Nasabah yang ingin melakukan pembayaran bisa melakukannya dengan limit 100 juta rupiah. Jumlah limit setoran tunai mencapai 50 juta rupiah.

Kartu Debit BCA Berlogo Mastercard

image: bca.co.id

Selain kartu debit GPN, BCA juga punya varian kartu debit yang berlogo mastercard. Logo mastercard sendiri tercetak jelas di bawah karu debit ini. Yang membedakan dengan debit GPN yaitu terletak pada biaya administrasinya.

Berikut macam-macam kartu debit passport BCA berlogo mastercard :

Kartu Debit BCA Mastercard Blue

Punya persamaan dengan debit GPN Blue yaitu dalam hal tarif pembuatan serta penggantian kartu yaitu sebesar 10 ribu. Namun, dengan tarif biaya administrasi per bulan yang berbeda. Setiap bulan, nasabah akan dikenakan tarif sebesar 15 ribu rupiah.

Sementara untuk limit tidak punya perbedaan berarti dengan varian GPN Blue. Limit tarik tunai yang bisa dilakukan di ATM yaitu sebesar 7 juta rupiah.

Sementara nasabah yang ingin mentransfer uang ke sesama nasabah BCA dikenakan limit hingga 25 juta rupiah. Jika mentransfer ke bank lain, limitnya mencapai 10 juta rupiah.

Nasabah yang ingin melakukan aktivitas pembayaran akan dikenakan limit hingga 25 juta rupiah per transaksi. Terakhir bila ingin melakukan setoran tunai, maka limitnya maksimal 15 juta.

Kartu Debit BCA Mastercard Gold

Selain varian blue, debit BCA Mastercard juga ada varian gold. Varian ini tentu lebih mahal dalam hal biaya pembuatan dan penggantian kartu yaitu sebesar 15 ribu rupiah.

Biaya administrasinya juga lebih mahal sedikit dari varian Blue. Setiap bulannya, rekening nasabah akan ditarik sebesar 17 ribu rupiah sebagai pengganti biaya administrasi.

Begitu juga soal limit, juga berbeda dengan varian Blue. Untuk transaksi tarik tunai di ATM, kartu debit ini punya limit hingga 10 juta rupiah. Nasabah yang ingin melakukan transfer ke sesama nasabah bank BCA akan dikenakan limit hingga 50 juta rupiah. Sementara jika transfer ke bank lain, limit transaksi mencapai 15 juta rupiah.

Nasabah yang ingin melakukan transaksi pembayaran menggunakan kartu debit ini akan dikenai limit hingga 50 juta rupiah. Sementara limit untuk setoran tunai, nasabah bisa melakukannya dengan batas maksimal hingga 30 juta rupiah.

Debit BCA Mastercard Platinum

BCA Mastercard platinum (Foto: Puti Cinintya Arie Safitri/kumparan.com)

Merupakan varian termahal dari segi biaya pembuatan serta penggantian kartu. Nasabah yang memilih untuk menggunakan varian ini harus membayar tarif penggantian dan pembuatan kartu sebesar 20 ribu rupiah.

Begitu juga dalam soal biaya administrasi. Setiap bulan rekening nasabah akan dipotong sebesar 20 ribu rupiah untuk mengganti biaya administrasi.

Namun jangan salah, pastinya ada harga ada rupa. Banyak keunggulan yang bisa didapatkan nasabah yang memilih menggunakan kartu debit varian ini.

Tentu dari segi limit transaksi yang bisa dilakukan. Diantaranya untuk limit tarik tunai ATM, nasabah bisa melakukannya hingga batas maksimal 10 juta rupiah.

Jika transfer ke rekening nasabah lain namun masih bank BCA, nasabah bebas melakukannya hingga batas maksimal 100 juta rupiah. Namun, jika transfer ke bank lain, akan dikenakan limit 25 juta rupiah.

Soal transaksi pembayaran, nasabah bisa melakukannya hingga batas maksimal 100 juta rupiah. Untuk limit setoran tunai 50 juta rupiah.

Itulah beberapa varian dari kartu debit BCA. Baik untuk golongan GPN maupun yang sudah berlogo mastercard.

Nah, jadi bila ingin mencoba membuka rekening bank BCA sesuaikan dulu dengan kebutuhan. Bisa dilihat dari biaya administrasi serta limit transaksi yang bisa dilakukan.

Header Image: Instagram/@goodlifebca

Mendirikan situs income.id sebagai perwujudan pengabdian kepada bangsa dan negara indonesia melalui media yang informatif dan edukatif

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bisnis

Cara Menghitung HPP Produk Beserta Panjelasannya

Cara Menghitung HPP Produk

Sebuah perusahaan yang memproduksi suatu barang perlu tahu dengan pasti cara menghitung HPP produk agar tidak terjadi kesalahan hitung. Terdapat beberapa biaya pengeluaran atas produk yang harus jelas rinciannya. Hal ini dilakukan supaya perusahaan mengetahui harga pokok yang dibuatnya. Tertarik dengan penjelasan terkait? Simak berikut ulasannya:

Tentang HPP Produk

Bagi sebuah perusahaan cara menghitung hpp produk harus diketahui dengan pasti setiap langkah-langkahnya. Mengapa demikian? HPP merupakan total biaya yang telah dikeluarkan pihak perusahaan dalam menghasilkan barang produksi. Biaya yang terdapat di dalamnya meliputi harga langsung dan tak langsung.

Memungkinkan perusahaan dapat dengan tepat menentukan harga produk sebelum dilakukan penjualan. Selain itu, tujuan dari setiap perusahaan menentukan harga yang dibuat yakni agar sasaran produk pun sesuai dengan target. Untuk lebih lanjutnya, berikut akan dijelaskan tujuan lain dari HPP yaitu:

  • Setiap produk yang dijual dapat memenuhi target produksi yang telah ditentukan.
  • Dapat menstabilkan harga produk yang akan dijual di pasaran.
  • Bisa mempertahankan harga produk berdasarkan proses produksi yang jelas.
  • Upaya dalam memaksimalkan keuntungan.

Mengetahui Metode Pendekatan Laporan HPP

Produk Ketika sebuah perusahaan membuat laporan untung dan rugi dari biaya pokok produksi yang dikeluarkan, ada dua metode yang bisa digunakan. Untuk pendekatan pertama yang bisa digunakan adalah Full Costing dan yang kedua Variable Costing. Ingin tahu bagaimana penjelasannya? Simak berikut ulasannya.

  • Full Costing, adalah perhitungan HPP yang dilakukan untuk mengetahui harga pokok dan biaya produksi. Pendekatan ini berkaitan dengan segala perhitungan unsur biaya produksi yang masuk ke dalam HPP. Di dalam perhitungan ini terdapat biaya tenaga kerja, bahan baku hingga overhead, keseluruhannya dihitung menjadi satu kesatuan.
  • Variable Costing, yakni sebuah perhitungan HPP yang di dalamnya hanya menjumlahkan biaya yang sifatnya variabel dalam harga produksi. Menjadikan variable costing hanya untuk menghitung HPP dengan rincian biaya yang terpisah dalam setiap periode tertentu. Rincian yang terdapat di dalamnya yaitu ada biaya bahan baku, tenaga kerja hingga overhead.

Begitulah cara menghitung HPP produk yang memakai pendekatan Full dan variable Costing. Kedua pendekatan tersebut bisa digunakan oleh pelaku dalam perusahaan untuk menentukan setiap harga pokok dalam produksi. Membuat perusahaan bisa menetapkan harga jual yang akan dipasarkan.

Cara Menghitung HPP Produk

Bagi yang belum mengetahui cara menghitung HPP produk dengan benar, terdapat beberapa tahapan yang perlu diketahui. Perhitungannya pun tidak terlalu sulit untuk dilakukan, jika pengguna adalah seorang yang masih awam. Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan dalam perhitungan tersebut yaitu:

1. Melakukan Perhitungan Bahan Baku

Hal pertama yang perlu dilakukan yaitu dengan menjumlahkan keseluruhan saldo yang terdapat di awal serta pembelian bahan baku. Selanjutnya jika sudah mendapatkan hasilnya kurangi dengan saldo di akhir periode. Jadi di tahap pertama ini adalah melakukan perhitungan bahan baku.

2. Menghitung Biaya Produksi

Tahap selanjutnya untuk dapat mengetahui HPP produk yaitu menghitung biaya produksi. Caranya yakni dengan menjumlahkan tiga komponen HPP di awal yaitu harga bahan baku, tenaga kerja dan overhead. Perhitungan dalam tahap ini pun sangat penting, sebab agar pelaku usaha mengetahui dengan pasti total dari hasil produksinya.

3. Menetapkan Biaya Pokok Produksi

Langkah selanjutnya, pelaku usaha bisa menetapkan biaya pokok produksi dengan mentotalkan keseluruhan biaya. Biaya yang dimaksudkan yaitu penjumlahan produksi serta saldo awal persediaan barang. Setelahnya dapat dikurangi dengan jumlah saldo akhir dari persediaan barang. Pada tahap inilah nantinya pelaku usaha juga bisa menentukan harga jual dari barang yang akan diproduksi.

4. Menghitung HPP

Terakhir, perhitungan HPP dapat dilakukan dengan mentotalkan jumlah harga pokok dengan ketersediaan barang produksi. Persediaan barang yang dimaksud adalah barang awal yang akan dikurangi dengan persediaan akhir. Membuat perhitungan HPP bisa terlihat berapa jumlahnya.

Itulah langkah-langkah yang mesti diketahui untuk dapat melakukan perhitungan HPP dengan benar. Setiap tahapan dari perhitungan tersebut bisa dilakukan oleh setiap pelaku usaha dengan mudah bukan? Hal yang perlu diingat dalam perhitungan tersebut yaitu setiap biaya atau harga harus jelas dan pasti nominalnya.

Contoh Perhitungan HPP

Sebelumnya telah dijelaskan bagaimana tahapan dan langkah-langkah dalam melakukan perhitungan HPP. Supaya lebih paham, akan diberikan contoh perhitungan yang sesuai dengan keadaan dilapangan. Contoh berupa soal cerita yang bisa pengguna pahami sesuai dengan kasus yang terdapat di sebuah perusahaan.

Contohnya yaitu, dalam sebuah perusahaan terdapat jumlah di luar biaya produksi sebesar Rp 100.000, sedangkan jumlah dari barang yang telah diproduksi adalah 2 unit. Berapakah kira-kira harga pokok yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan per satuannya? = Biaya produksi : Jumlah unit = Rp 100.000 : 2 = Rp 50. 000 per satuan

Itulah penjelasan cara menghitung HPP produk beserta dengan contohnya yang dapat pengguna pahami sebelumnya. Dalam contoh kasus yang diberikan, itu adalah contoh dari sekian banyak hitungan sederhana. Supaya dapat memahami dan menerapkannya, pelajari dan praktekkan dengan menghitungnya secara manual.

Continue Reading

Bisnis

Intip Rincian Modal Usaha Laundry dengan Keuntungan Menjanjikan

rincian modal usaha laundry

Di tengah masa pandemi seperti ini, beralih ke dunia bisnis menjadi hal terbaik yang dapat dilakukan, yaitu dengan menjalankan bisnis laundry. Bisa dibilang bisnis satu ini begitu menjanjikan, apalagi mengingat banyaknya orang yang membutuhkan jasa pencuci pakaian karena kesibukan bekerja. Bahkan rincian modal usaha laundry ini pun tidak begitu besar loh.

Usaha laundry memberlakukan harga dengan ukuran per kilo, yaitu sekitar Rp 6rb hingga Rp 7rb saja. Sehingga bisa dipastikan jasa laundry akan ramai karena harganya yang murah. Namun meskipun begitu, profit yang didapatkan pun terbilang menjanjikan mengingat modal usaha yang tidak besar.

Lantas bagaimana sebenarnya prospek bisnis dan rincian modal yang perlu dikeluarkan untuk usaha laundry satu ini? Berikut ulasan lengkapnya, yaitu antara lain:

Prospek Bisnis Laundry

Membuka usaha laundry merupakan hal yang cukup menantang namun sangat menjanjikan. Hal ini dikarenakan prospek maupun peluang usahanya yang dapat memutar uang dengan sangat cepat. Pasalnya, jasa pencuci baju ini begitu dibutuhkan oleh semua orang setiap harinya. Sehingga tidak heran apabila usaha ini cukup booming di kalangan masyarakat dan begitu dicari, baik oleh ibu rumah tangga hingga pelajar maupun mahasiswa.

Maka dari itulah, peluang bisnis laundry yang sedang booming ini harus dimanfaatkan dengan baik. Apalagi ditambah dengan pengoperasiannya yang sangat mudah, maka semua orang pun berpotensi menghasilkan keuntungan lumayan besar melalui bisnis satu ini. Apabila mempromosikannya dengan baik, dijamin usaha laundry semakin dikenal dan mendatangkan banyak konsumen untuk penghasilan menjanjikan.

Berapa Rincian Modal Usaha Laundry?

Namun sebelum memulai bisnis laundry, ada baiknya bagi para pebisnis mengetahui rincian modal usaha untuk jasa laundry dan menyesuaikannya pada anggaran. Berikut inilah perhitungan yang bisa dijadikan patokan, yaitu antara lain:

1. Modal Peralatan Utama

Rincian modal usaha laundry terbesar yaitu terletak pada peralatan utama yang digunakan untuk mencuci. Misalnya seperti 1 mesin cuci dengan kisaran harga Rp 4.000.000, 1 setrika seharga Rp 300.000, 1 unit timbangan Rp 250.000, 1 impulse sealer Rp 200.000, dan juga 1 set rak dan meja laundry seharga Rp 3.500.000. Total modal untuk peralatan saja yaitu sebesar Rp 8.250.000.

Selain peralatan, tentunya setiap pebisnis untuk usaha laundry membutuhkan lokasi yang tepat. Hal ini nantinya akan berbeda di setiap daerah dan menyesuaikan. Sehingga modal untuk menyewa tidak dimasukkan ke dalam perhitungan. Namun pebisnis bisa menyesuaikannya berdasarkan anggaran dan menegosiasikan harga bersama dengan pemilik agar mendapat harga lebih murah.

2. Modal Kerja

Selain modal peralatan dan lokasi, terdapat pula modal kerja yang harus diperhitungkan. Dalam hal ini, rincian modal usaha laundry yaitu berupa detergen pakaian Rp 200.000, pewangi pakaian Rp 250.000, plastik wrap Rp 200.000, spanduk dan brosur promosi Rp 200.000, dan neon box Rp 300.000. Total modal kerja yaitu sebesar Rp 1.150.000.

Tentunya kisaran tersebut belum termasuk biaya sewa tempat dan juga listrik per bulan. Pebisnis bisa memulai bisnis laundry kiloan dengan menyesuaikan anggaran dan menekannya hingga sekecil mungkin. Misalnya saja dengan tidak menyewa tempat atau menggunakan tempat milik sendiri, serta menggunakan mesin cuci bekas yang masih layak pakai. Hal ini akan menghemat modal namun tetap menghasilkan keuntungan besar.

Kiat Sukses Usaha Laundry

Setelah mengetahui informasi mengenai rincian modal usaha laundry, tentu saja langkah berikutnya adalah perlu mengerti bagaimana tips sukses memulai bisnisnya. Jika dirasa sudah siap dan tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada, maka simak kiat suksesnya berikut ini:

  • Mengamati persaingan

Tips pertama yang harus diperhatikan adalah mengenai persaingan di sekitar lokasi usaha laundry. Tentunya dengan mengetahui hal ini, maka pebisnis bisa melakukan survey kisaran harga yang akan dikenakan apakah terlalu rendah atau tinggi. Apabila dirasa tarif yang ditawarkan oleh kompetitor terlalu rendah, maka lebih baik mencari lokasi lain.

  • Memberikan pelayanan yang bagus

Tidak hanya mengamati persaingan saja, namun pastikan selalu memberikan pelayanan yang bagus pada konsumen. Sehingga mereka akan kembali menggunakan jasa laundry yang ditawarkan. Tentunya hal ini perlu dibarengi dengan kualitas yang selalu terjaga baik.

  • Melakukan promosi

Tak lupa pula untuk selalu menggiatkan promosi, baik melalui sosial media, pemberian diskon atau cashback, hingga strategi mulut ke mulut yang dapat melancarkan bisnis. Dengan begitu, jasa laundry jadi lebih dikenal dan mendatangkan banyak pelanggan.

Nah itulah ulasan mengenai prospek bisnis, rincian modal usaha laundry, dan juga kiat sukses menjalankannya. Apabila memiliki niat untuk menjalankan usaha ini, maka sebisa mungkin mengetahui apa saja yang dibutuhkan demi keberlangsungan bisnis. Sehingga nantinya bisa memutar modal yang sedikit menjadi profit menguntungkan dan menjanjikan. Jadi, apakah tertarik mencoba bisnis satu ini?

Continue Reading

Bisnis

Usaha Perlengkapan Masjid yang Memberikan Keuntungan Menjanjikan

usaha perlengkapan masjid

Masjid adalah tempat ibadah yang dipakai oleh umat muslim untuk beribadah. Pada masjid, ada banyak peralatan pendukung yang pasti difungsikan. Misalnya saja karpet masjid, jam digital masjid, dan berbagai peralatan lainnya. Maka dari itu, tidak heran jika usaha perlengkapan masjid bisa memberikan keuntungan yang menjanjikan.

Hal ini dikarenakan perlengkapan masjid pasti banyak dicari. Mengingat jumlah masjid di Indonesia ada banyak. Lalu, apa saja barang-barang yang bisa dijual jika membuka usaha penjualan perlengkapan masjid? Untuk menjawab pertanyaan ini, maka harus disimak runtutan daftar yang ada di bawah ini secara terperinci:

1. Kubah Masjid

Peralatan pertama yang bisa dijual adalah kubah masjid. Jika memilih untuk menjual kubah masjid, maka harus memiliki vendor atau pembuat kubah yang berkualitas. Saat ini, bentuk kubah bermacam-macam. Maka dari itu, untuk menyiasati permintaan pembeli harus bisa berinovasi mengikuti perkembangan bentuk yang ada.

Semakin banyak jenis yang dijual, maka pembeli juga akan terfasilitasi dengan layanannya. Pastikan kubah yang dijual memiliki jenis kualitas yang baik. Hal ini dikarenakan kubah terletak di bagian luar dan fungsinya untuk menutup bagian atas masjid. Maka dari itu, pastikan untuk memakai kualitas terbaik untuk pelanggan.

2. Karpet Masjid

Peralatan kedua yang paling umum dijual adalah karpet masjid. Peralatan ini pastinya dibutuhkan oleh banyak masjid. Dengan adanya karpet masjid ini, jemaah masjid tidak perlu bingung mencari alas lain. Perlengkapan masjid satu ini memang penting untuk diperhatikan. Maka dari itu, jika menjualnya haruslah memakai produk berkualitas.

Saat ini, kebutuhan konsumen bermacam-macam. Mulai dari motif dan corak yang variatif, hingga ukuran yang beragam. Dengan adanya keberagaman ini, sebagai orang yang menjual juga harus paham tentang kualitasnya. Pengguna pastinya mencari karpet berkualitas untuk dipakai di masjid-masjid.

3. Jam Digital Masjid

Usaha perlengkapan masjid biasanya juga menyediakan jam digital untuk masjid. Jam ini terlihat lebih bagus dibanding jam biasa. Hal ini dikarenakan jam digital bisa terlihat meski dari arah yang jauh. Harga jam ini juga lebih mahal dari jam dinding biasa. karena peminatnya banyak, maka tidak heran jika jam ini bisa mendatangkan keuntungan yang besar.

Jika ingin menjual ini, maka harus menyediakan berbagai bentuk dan ukuran. Umumnya, bentuk yang biasa dipakai adalah persegi panjang. Lalu untuk ukurannya sendiri bermacam-macam. Pembeli pastinya membutuhkan ukuran yang beragam. Maka dari itu, pastikan untuk menyediakannya agar bisa dipilih oleh pembeli.

4. Speaker

Peralatan keempat yang umumnya dipakai di masjid adalah speaker. Alat ini pastinya ada di setiap masjid. Jika ingin membuka usaha peralatan masjid, maka bisa menambahkan alat ini sebagai salah satu peralatan yang dijual. Jenis dan ukuran speaker pun bermacam-macam dan tidak berpatok pada satu ukuran saja.

Karena tujuan pemakaian speaker sangat penting, maka dari itu sangat pas jika menyediakan alat ini untuk dijual. Karena nantinya alat ini akan mendatangkan keuntungan besar jika ada yang membelinya. Untuk itu, pastikan untuk menyediakan berbagai merek dan ukuran agar pembeli bisa melakukan pemilihan.

5. Mimbar Masjid

Menjual mimbar masjid juga tidak ada salahnya. Karena mimbar masjid adakah alat yang pastinya dibutuhkan. Mimbar ini juga sudah memiliki bentuk yang bervariasi. Maka dari itu, jika menyediakan mimbar masjid maka akan sangat pas. Pembeli bisa melakukan pembelian dalam satu waktu jika perlengkapan yang dijual lengkap.

Jika ingin membuka usaha perlengkapan masjid, semua peralatan di atas bisa langsung dijual. Setiap alat pasti dibutuhkan oleh masjid, maka dari itu akan sangat pas jika disediakan di satu tempat yang sama. Usaha semacam ini memiliki banyak referensi, jika memang tertarik untuk memulainya cari refrensi sebanyak-banyaknya untuk sukses. Sumber: Bisniz.id

Continue Reading

TOP STORIES