Connect with us

Finansial

Apa Itu Investasi ? Yuk Bahas Tuntas Tentang Investasi

Sebagian besar masyarakat Indonesia pasti tertarik untuk melakukan sebuah investasi.

Hal tersebut dikarenakan, investasi akan memberikan sebuah keuntungan yang cukup besar.

Jadi investasi adalah sebuah kegiatan yang dilakukan oleh seseorang, dimana seseorang tersebut harus menempatkan sejumlah dana pada satu periode tertentu.

Bagi yang masih bingung tentang apa itu investasi, berikut adalah beberapa penjelasan tentang investasi

Pengertian Investasi Menurut Para Ahli

Image: Pixabay

Perlu diketahui bahwa istilah investasi juga sering disebut dengan istilah penanaman modal.

Investasi atau penanaman modal sering dilakukan oleh sebuah perusahaan juga perorangan.

Bagi yang ingin mengetahui lebih dalam lagi tentang apa itu investasi, berikut adalah penjelasan tentang pengertian investasi menurut para ahli

1. Sadono Sukirno

Investasi menurut Sadono Sukirno adalah sebuah kegiatan atau aktivitas pengeluaran atau pembelanjaan penanaman modal, dengan tujuan untuk membeli sebuah barang-barang modal dan juga untuk membeli barang-barang produksi.

Barang-barang produksi tersebut nantinya berguna untuk menambah kemampuan dalam memproduksi barang atau jasa yang tersedia dalam perekonomian masyarakat.

2. Fitz Gerald

Pengertian dari investasi menurut Fitz Gerald ialah, sebuah kegiatan atau aktifitas yang sangat erat kaitannya dengan usaha penarikan dari berbagai sumber dana yang nantinya dapat digunakan untuk pengadaan barang modal pada masa ini.

Setelah itu, barang modal tersebut nantinya diharapkan dapat menghasilkan sebuah produk baru yang berguna di masa yang akan datang.

3. Sunariyah

Investasi menurut Sunariyah adalah sebuah kegiatan penanaman modal untuk satu aktiva atau lebih dan biasanya mempunyai jangka waktu lama dengan harapan untuk menghasilkan dan mendapatkan keuntungan besar di masa yang akan datang.

4. Henry Simamora

Investasi menurut Henry Simamora ialah suatu aktiva yang digunakan oleh sebuah perusahaan yang bertujuan untuk meningkatkan kekayaan perusahaan tersebut.

Cara untuk mendapatkan kekayaan yaitu dengan melalui distribusi hasil investasi.

Hasil investasi tersebut dapat berupa royalty, pendapatan bunga, dividen, pendapatan sewa dan lain-lain.

5. Haming Dan Basalamah

Pengertian investasi menurut Haming dan Basalamah adalah sebuah pengeluaran di masa sekarang yang digunakan untuk pembelian aktiva riil dan juga aktiva keuangan yang bertujuan untuk memperoleh hasil yang lebih banyak dan lebih besar di masa yang akan datang.

Kalau kamu belum tahu, Aktiva riil dapat berupa mobil, properti dan lain sebagainya.

Perlu diketahui bahwa investasi ada hubungannya dengan sebuah aktivitas penarikan berbagai sumber dana yang nantinya dapat digunakan untuk pengadaan barang modal saat ini.

Jika barang modal tersebut sudah terpenuhi, maka diharapkan akan menghasilkan sebuah keuntungan yang besar dan dapat menghasilkan sebuah aliran produk baru di masa depan.

Bentuk-Bentuk Investasi

image: Pixabay

Setelah paham dan mengerti tentang apa itu investasi,

Kini saatnya mempelajari tentang bentuk-bentuk investasi,

Dimana bentuk-bentuk tersebut dibedakan menjadi 2 yaitu investasi pada aktiva finansial dan investasi pada aktiva riil.

Berikut adalah beberapa penjelasan tentang bentuk-bentuk investasi

1. Investasi Pada Aktiva Riil

Mungkin sampai saat ini masih banyak yang belum paham tentang apa itu investasi pada aktiva riil.

Investasi pada aktiva riil adalah sebuah investasi yang dilakukan oleh seseorang, dimana investasi tersebut hanya dapat dilakukan dalam bentuk yang dapat dilihat secara fisik.

Contoh dari investasi pada aktiva riil adalah investasi tanah, logam mulia, properti, emas dan lain-lain.

2. Investasi Pada Aktiva Finansial

Penasaran dengan apa itu investasi pada aktiva finansial?

Investasi pada aktiva finansial ialah investasi yang dilakukan oleh seseorang, dimana investasi tersebut berbentuk surat-surat berharga.

Contoh dari investasi pada aktiva finansial yakni deposito, saham dan lain-lain.

Manfaat Investasi Dalam Bisnis

image: Pixabay

Dari dulu hingga sampai saat ini perusahaan-perusahaan selalu melakukan investasi secara terus menerus.

Hal tersebut dilakukan karena ingin mendapatkan keuntungan yang besar dan ingin memperluas bisnis dan usahanya.

Setelah mengetahui apa itu investasi, sekarang saatnya untuk mengetahui apa itu manfaat investasi dalam dunia bisnis.

Berikut adalah beberapa penjelasan tentang manfaat investasi dalam bisnis

1. Untuk Memenuhi Kebutuhan Di Masa Depan

Melakukan investasi pada saat ini memiliki tujuan untuk mendukung kebutuhan hidup di masa depan atau di masa yang akan datang.

Salah satu contoh investasi yang banyak diminati untuk memenuhi kebutuhan di masa depan ialah investasi emas.

Jadi emas tersebut nantinya dapat dijual sewaktu-waktu untuk biaya pendidikan anak atau yang lainnya.

2. Meningkatkan Aset

Saat seseorang membeli sebidang tanah atau properti untuk dijadikan investasi, maka orang tersebut nantinya dapat menjual tanah atau properti tersebut di masa depan dengan harga yang berlipat-lipat.

Jadi seseorang akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar dari berinvestasi tanah atau properti.

3. Gaya Hidup Hemat

Melakukan investasi ternyata dapat mengubah kebiasaan hidup boros pada seseorang.

Saat seseorang tertarik untuk melakukan investasi, maka seseorang tersebut akan berusaha dan berupaya untuk selalu mengalokasikan uangnya untuk hal-hal yang penting-penting.

Jadi, pada akhirnya hal tersebut akan membuat seseorang akan menjadi lebih hemat.

4. Terhindar Dari Jeratan Hutang Piutang

Orang yang melakukan investasi, pasti akan memilih untuk hidup hemat.

Dengan gaya hidup yang hemat dan sederhana, maka seseorang tersebut akan bebas dari masalah hutang piutang.

Perlu diketahui bahwa seseorang yang berkomitmen untuk melakukan investasi secara rutin, maka seseorang tersebut akan terhindar dari masalah keuangan seperti hutang piutang.

Jenis-Jenis Investasi

image: Pixabay

Bagi yang tertarik untuk melakukan investasi, seseorang dapat memilih jenis investasi apa saja yang diinginkan.

Perlu diketahui bahwa terdapat beberapa jenis-jenis investasi yang sering dilakukan dalam dunia bisnis, antara lain

1. Saham

Mungkin sebagian masyarakat Indonesia masih ada yang belum paham tentang apa itu investasi saham.

Perlu diketahui bahwa saham merupakan bentuk lain dari aset.

Contohnya saja, seseorang mempunyai saham sebesar 25% dari sebuah perusahaan, maka seseorang tersebut sama saja mempunyai aset seperempat dari total aset yang dimiliki perusahaan tersebut.

2. Deposito

Investasi dalam bentuk deposito adalah sebuah penanaman modal yang berbentuk simpanan uang kepada sebuah perusahaan.

Nantinya keuntungan berupa bunga akan didapatkan oleh para investor.

Keuntungan berupa bunga yang jangka waktunya sudah dalam kesepakatan tersebut  juga dapat dibilang cukup besar.

Baca Juga: Daftar Perusahaan Terbesar di Indonesia Tahun ini

3. Obligasi

Perlu diketahui bahwa obligasi pada umumnya dilakukan pada suatu bisnis yang menyediakan jasa pinjaman modal.

Keuntungan yang didapatkan saat melakukan investasi obligasi ini lebih besar dibandingkan dengan investasi deposito.

Hal tersebut dikarenakan, bunga yang dipatok pada obligasi juga lebih tinggi dibandingkan dengan deposito.

4. Emas

Perlu diketahui bahwa investasi juga dapat dilakukan dalam bentuk emas.

Investasi emas cenderung lebih menguntungkan dan lebih mudah untuk dilakukan.

Biasanya emas yang diinvestasikan berbentuk emas batangan.

5. Properti

Investasi properti merupakan jenis investasi yang masuk ke dalam golongan investasi non riil.

Hal tersebut dikarenakan, investasi properti tidak dilakukan menggunakan uang melainkan menggunakan bangunan seperti gedung, rumah atau apartemen.

Investasi ini sangat menguntungkan karena, harga jual bangunan tidak pernah turun.

6. Reksadana

Apa itu investasi reksadana?

Investasi reksadana ialah sebuah tempat yang digunakan untuk menghimpun uang secara kolektif.

Setelah itu, uang yang sudah terkumpul akan dikelola oleh seorang manajer.

Perlu diketahui bahwa dalam reksadana, untung dan rugi nantinya akan dibagi rata kepada seluruh investor.

Dengan begitu maka reksadana juga dapat dibilang tempat berkumpulnya para investor.

Itu tadi merupakan beberapa penjelasan tentang pengertian investasi menurut para ahli, jenis investasi, manfaat investasi dan jenis investasi.

Dengan adanya penjelasan diatas, maka sekarang kamu tidak perlu bingung lagi tentang apa itu investasi.

Header Image: Pixabay

Mendirikan situs income.id sebagai perwujudan pengabdian kepada bangsa dan negara indonesia melalui media yang informatif dan edukatif

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Apps

Bahas Tuntas Aplikasi Investasi Reksadana Terbaik Saat ini

keuangan islam
Ilustrasi reksadana

Apa kamu sudah mencoba berinvestasi?

Investasi saat ini bisa dilakukan dengan cara apa saja, jadi sudah tak ada alasan lagi bagi kamu untuk terus menunda-nunda memiliki tabungan di masa depan. Selain emas, investasi lainnya yang juga sedang diminati masyarakat adalah reksadana.

Reksadana merupakan pilihan yang tepat bagi para pemula dalam investasi karena untuk memulainya kamu tak perlu uang miliaran rupiah, bahkan hanya bermodal Rp100 ribu sudah bisa memulai investasi reksadana.

Selain itu, risikonya juga relatif lebih kecil bila dibandingkan jenis investasi yang lainnya.

Meski investasi emas juga sudah lebih dikenal oleh masyarakat Indonesia ketimbang investasi reksadana, namun investasi reksadana sendiri bisa menghasilkan keuntungan yang jauh lebih besar ketimbang investasi emas.

Sebab, timbal balik yang akan kamu dapat di atas rata-rata investasi emas.

Tahukah kamu?

Harga emas sebenarnya cenderung fluktuatif sehingga tak akan menghasilkan keuntungan yang terlalu besar.

Bahkan, menurut survei, hasil keuntungan yang didapat dari investasi emas cenderung tetap bahkan menurun. Hal ini berbanding terbalik dengan keuntungan yang bisa didapat dari investasi reksadana. Bagaimana, cukup menggiurkan bukan untuk investasi reksadana?

Secara umum, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal. Dana dari masayarakat pemodal ini nantinya akan diinvestasikan menjadi surat berharga pasar modal, seperti saham dan obligasi serta surat berharga perbankan yaitu deposito, oleh manajer investasi.

Jenis-jenis reksadana memiliki karakteristik produk yang juga disesuaikan dengan tujuan investasi atau pun risikonya. Selain itu, ada pula jenis-jenis reksadana konvensional yang memiliki pengelolaan khusus atau struktur tertentu.

Bagi kamu yang tertarik untuk berinvestasi reksadana, ada baiknya untuk mengenal lebih jauh mengenai reksadana itu sendiri.

Dalam kesempatan kali ini, Income.id akan menguraikan jenis-jenis, pengertian, hingga aplikasi reksadana terbaik yang dikutip dari berbagai sumber:

Memahami Reksadana

Prinsip-Prinsip Sistem Ekonomi Islam
Reksadana

Dilansir dari Liputan6.com yang merangkum dari reksadana community yang didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan, menurut Undang-Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, Reksadana adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam Portofolio Efek oleh Manajer Investasi.

Portofolio efek yang dimaksud adalah surat berharga pasar modal, seperti saham dan obligasi serta surat berharga perbankan yaitu deposito.

Sebagai wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara ketat sudah mengatur jenis perusahaan seperti apa saja yang dapat melakukan kegiatan penghimpunan dana, antara lain seperti bank, asuransi, dana pensiun, pegadaian, multifinance, dan pasar modal.

Reksadana merupakan produk dari perusahaan yang masuk dalam kategori pasar modal yang diawasi oleh OJK sehingga bisa melakukan kegiatan penghimpunan dana dari masyarakat.

Jadi, jika ada perusahaan atau oknum yang tidak terdaftar dalam OJK menawarkan investasi, kebanyakan merupakan penghimpunan dana ilegal dan merupakan investasi bodong.

Diinvestasikan kembali dalam portofolio efek oleh Manajer Investasi

Perusahaan-perusahaan seperti Unilever, Astra Internasional, Jasa Marga, dan Bank Mandiri adalah contoh perusahaan penyedia kebutuhan sehari-hari kamu dalam beraktivitas.

Perusahan-perusahaan tersebut merupakan perusahaan terbuka yang salah satu sumber pendanaan perusahaan berasal dari penerbitan efek saham dan obligasi.

Efek saham adalah surat berharga yang menyatakan kepemilikan suatu perusahaan. Dengan berinvestasi pada saham berarti seseorang menjadi pemilik perusahaan.

Sedangkan, efek obligasi adalah surat berharga yang menyatakan bukti hutang suatu perusahaan. Dengan berinvestasi pada obligasi berarti seseorang memberikan pinjaman kepada perusahaan.

Dana yang dihimpun dari masyarakat tersebut diinvestasikan dalam efek saham dan efek obligasi. Karena memiliki beberapa efek sekaligus, maka disebut portofolio efek.

Sedangkan kegiatan investasi ini nantinya akan dilakukan oleh pihak yang memiliki keahlian dan mendedikasikan semua waktunya untuk hal tersebut. Dalam UU PM, pihak itu disebut Manajer Investasi (MI). MI pada dasarnya adalah perusahaan, bukan individu.

Jenis-jenis Reksadana

Perbedaan Antara Sistem Ekonomi Islam dengan Sistem Ekonomi Konvensional
Reksadana

Sebelum investasi reksadana, kamu harus paham bagaimana karakteristik dari investasi reksadana. Jenis investasi ini adalah sebuah wadah atau pola pengelolaan modal bagi investor dalam beberapa instrumen investasi yang disebut dengan pasar modal.

Pengelolaan investasi ini biasanya akan diserahkan pada perusahaan pengelola dana investasi yang ada di bawah naungan Manajer Investasi. Kamu juga harus tahu bahwa ada beberapa jenis investasi reksadana ini. Berikut jenis-jenis reksadana:

1. Reksadana Saham

Reksa dana saham menempatkan minimal 80 persen pada instrument saham. Reksa dana ini cocok untuk investasi jangka panjang dengan waktu 5 tahun atau lebih.

2. Reksadana Pendapatan Tetap (RDPT) / Obligasi

Reksadana Pendapatan Tetap atau RDPT dikelola oleh MI dan dimasukkan dalam investasi obligasi. Reksadana yang menempatkan minimal 0 persen pada instrument obligasi. Reksa dana ini cocok untuk investasi jangka pendek dengan waktu antara 1-3 tahun.

3. Reksadana Campuran

Reksadana Campuran adalah jenis investasi yang mencampurkan antara RSPU dan RSPT sehingga akan menghasilkan hal yang seimbang. Reksa dana yang menempatkan maksimal 79 persen pada instrument saham, obligasi, dan deposito. Reksadana ini cocok untuk investasi jangka menengah antara 3-5 tahun.

4. Reksadana Pasar Uang (RDPU)

Reksadana Pasar Uang atau RDPU, yaitu investasi ini dikelola MI ke instrumen pasar uang seperti deposito. Reksa dana yang menempatkan 100 persen pada instrumen jangka pendek, seperti obligasi dan deposito perbankan. Reksa dana ini cocok untuk investasi jangka sangat pendek dengan waktu kurang dari 1 tahun.

Sebelum berinvestasi, pastikan kamu mengetahui jenis-jenis Reksadana yang dipilih.

Bagaimana risiko dan return-nya serta cocok untuk tujuan keuangan yang seperti apa. Hal ini karena ada berbagai jenis-jenis Reksadana dengan investasi yang ditawarkan di pasaran yang memiliki tingkat keuntungan dan risiko yang berbeda-beda.

Pastikan yang dipilih memang sesuai dengan tujuan dan profil risiko pemodal. Tujuan keuangan harus sesuai dengan jenis-jenis Reksadana yang dipilih.

Jenis-Jenis Reksadana dengan Pengelolaan Khusus

Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Islam
Reksadana

1. Reksa Dana Terstruktur (Structured Fund)

Reksa Dana terstruktur dibagi menjadi 3 kategori, yaitu:

a. Reksa Dana Indeks (Index Fund)

Reksa dana yang portofolio investasinya mengacu kepada indeks tertentu. Indeks yang dijadikan acuan bisa berupa indeks saham ataupun indeks obligasi.

b. Reksa Dana Terproteksi (Capital Protected Fund)

Reksa dana yang berusaha memproteksi nilai investasi awal investasi investor. Mekanisme proteksi umumnya dilakukan dengan membeli instrumen surat hutang (obligasi) dan memegangnya hingga jatuh tempo (buy and hold). Sehingga kecuali obligasi yang bersangkutan mengalami gagal bayar, maka nilai investasi awal akan terjaga seutuhnya. Jenis reksa dana ini merupakan jenis reksa dana dengan dana kelolaan terbesar kedua setelah reksa dana saham.

c. Reksa Dana dengan Penjaminan (Capital Guaranteed Fund)

Reksa dana yang menggaransi nilai investasi awal investor. Mekanisme garansi dilakukan dengan melakukan perjanjian dengan guarantor. Yang bertindak sebagai guarantor adalah perusahaan asuransi.

Index Fund yang bisa ditawarkan terus menerus seperti layaknya jenis reksa dana konvensional. Sementara itu, Capital Protected Fund dan Capital Guaranteed Fund memiliki masa penawaran yang terbatas.

2. Exchange Traded Fund (ETF)

Selanjutnya berkembang pula jenis reksa dana yang baru yaitu reksa dana yang unit penyertaannya dapat diperdagangkan di bursa. Di luar negeri, jenis reksa dana ini terkenal dengan sebutan ETF (Exchange Traded Fund).

Reksa dana ini merupakan pengembangan dari jenis reksa dana indeks. Dengan prinsip yang hampir sama dengan reksa dana indeks, perbedaan utamanya adalah ETF dapat dibeli melalui pasar sekunder melalui pialang/broker atau langsung melalui Manajer Investasi. Sementara reksa dana indeks dan reksa dana konvensional lainnya hanya dapat dibeli melalui Manajer Investasi Langsung.

3. Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT)

Reksa dana yang menghimpun dana dari pemodal profesional dan selanjutnya diinvestasi pada portofolio efek. Portofolio efek yang dimaksud disini tidak terbatas pada instrumen pasar modal, namun bisa juga pembiayaan terhadap sektor riil. Sedangkan yang dimaksud dengan pemodal profesional adalah investor yang memiliki kemampuan menganalisis risiko reksa dana. Dari sisi keuangan minimum investasi adalah Rp5 milliar.

Beberapa keunikan dari reksa dana ini adalah jumlah pihak yang terlibat dibatasi paling banyak 49 orang. Manajer Investasi sendiri juga dituntut melakukan penyertaan modal di dalam reksa dana yang dikelola dengan nominal Rp5 milliar.

4. Reksa Dana Syariah

Dimana yang dimaksud dengan Reksa Dana Syariah adalah reksa dana yang dikelola dengan prinsip syariah. Contoh penerapan prinsip syariah dalam pengelolaan reksa dana antara lain:

  • Berinvestasi pada saham dan obligasi yang masuk dalam Daftar Efek Syariah.
  • Adanya prinsip cleansing, yaitu kegiatan menyumbangkan porsi pendapatan yang tidak memenuhi ketentuan syariah (apabila ada) untuk kegiatan amal.
  • Adanya Dewan Pengawas Syariah.

Aplikasi Investasi Reksadana Terbaik

Aplikasi investasi reksadana terbaik

Saat ini, telah bermunculan berbagai aplikasi online untuk investasi yang kredibel dan diawasi OJK. Untuk kamu yang bingung mau coba aplikasi reksadana apa, berikut rekomendasi 6 aplikasi terbaik untuk investasi reksadana secara online, seperti dikutip dari idntimes.com:

1. Bibit

Bibit

Ratings : 4.7

Bibit adalah aplikasi investasi yang fokus pada reksadana. Pendaftaran aplikasi ini bisa dilakukan full secara online. Jadi, tidak perlu ada dokumen yang dikirimkan melalui pos. Proses pendaftaran bisa dilalukan dalam hitungan menit. Bibit juga menyediakan live chat untuk bertanya.

Salah satu kelebihan bibit adalah dia akan bantu menempatkan uang kamu ke portfolio reksadana yang khusus dibuat untuk kamu sesuai dengan umur, penghasilan, dan toleransi kamu terhadap resiko.

Keuntungan investasi dengan bibit:

  • Semua pembelian reksadana di Bibit gratis biaya komisi.
  • Dana investasi dapat dicairkan kapanpun dengan cepat tanpa penalti.
  • Kamu bisa mulai dengan dana serendah Rp10.000 dulu sampai kamu nyaman berinvestasi.
  • Keuntungan dari Reksa dana bukan merupakan objek pajak. Berbeda dengan investasi properti ataupun emas.

2. Tanamduit

Tanam Duit

Ratings : 4.4

Tanamduit adalah platform jual-beli reksadana yang menyasar investor baru yang mulai belajar. Untuk itu, meraka merancang tampilan aplikasi yang ciamik.

Itulah mengapa kami memasukan Tanamduit dalam daftar aplikasi investasi reksadana terbaik ini. Tanamduit juga hanya menyediakan sedikit reksadana untuk memudahkan penggunanya agar tidak kebingungan.

Keuntungan investasi dengan Tanamduit:

  • Lihat portofolio investasi dan asuransi kamu dalam satu jendela.
  • Menyediakan fitur login dengan sidik jari untuk keamanan dan kepraktisan.
  • Penuhi kebutuhan finansialmu lewat satu aplikasi.
  • Bayar dengan metode yang kamu suka.

3. Ipot Go

Ipot Go

Ratings : 3.1

Ipot Go adalah salah satu pemain lama dalam platform investasi online.

Ipot Go merupakan yang pertama dan satu-satunya yang memberi kemudahan bertransaksi ReksaDana, Saham, dan ETF sekaligus di dalam satu platform, satu akun, satu bank pembayaran, dan satu reporting.

Ipot Go mengusung konsep supermarket reksadana sehingga pilihan reksadana yang ditawarkan begitu beragam.

4. Bareksa

Bareksa

Ratings: 4.1

Bareksa mengusung konsep marketplace reksadana. Di webnya, Bareksa menyediakan berbagai pilihan reksadana, analisis ekonomi, kalkulator investasi, juga tabungan umroh.

Namun sangat disayangkan, untuk aplikasi di android, saat ini fiturmya tidak begitu lengkap. Hanya menyediakan fitur jual-beli reksadana dan berita serta analisis ekonomi.

Keuntungan investasi dengan Bareksa:

  • Tidak dibebankan biaya (fee) transaksi.
  • Bisa membeli beberapa produk Reksadana dalam satu akun.
  • Tersedia fitur dan alat investasi yang mendukung.

5. Buka reksa/Tokopedia reksadana

Buka reksa dan Tokopedia reksadana sebenarnya hanyalah perpanjangan tangan dari Bareksa. Kelebihannya adalah investor bisa menjual atau membeli reksadana melalui Tokopedia atau Bukalapak. Kelemahannya adalah pilihan reksadana yang lebih sedikit.

6. Ajaib

Ratings : 4.7

Ajaib adalah platform jual-beli reksadana yang menyasar investor baru. Pada saat awal membuka aplikasi, investor akan diberikan sejumlah kuisioner. Kuisioner ini digunakan untuk mengetahui profil investor. Setelah itu, akan ditawarkan reksadana sesuai dengan profil hasil dari kuisioner.

Baca Juga: Letter of Credit Adalah: Pengertian, Jenis, dan Manfaat

Itulah jenis-jenis, pengertian, hingga aplikasi investasi reksadana terbaik. Jadi, sudah mantapkah kamu untuk mulai investasi reksadana? Lalu, aplikasi investasi reksadana apa yang ingin kamu coba?

Continue Reading

Investasi

Ciri dan Cara Menghindari Investasi Bodong yang Marak Terjadi

Jerat Investasi Bodong

Di zaman yang serba maju ini, investasi menjadi salah satu pilihan yang banyak diminati untuk mendapatkan penghasilan pasif.

Sayangnya, masih banyak orang yang belum mengerti ke mana harus menginvestasikan dana yang dimiliki. Hal ini menyebabkan banyak yang terjebak dalam investasi bodong yang sedang marak terjadi.

Investasi ini memang terlihat menggiurkan, terlebih dengan iming-iming hasil yang besar dengan kurun waktu yang relatif singkat.

Alih-alih memperoleh keuntungan, kerap kali hasil yang dijanjikan tidak sesuai harapan hingga berakhir dengan kerugian. Untuk menghindari hal tesebut, berikut simak informasi seputar investasi bodong selengkapnya!

Mengenal Tentang Investasi Bodong

Apabila mendengar kata investasi, tentunya yang terlintas di kepala adalah aktivitas yang akan mendatangkan laba sebesar-besarnya.

Sebuah investasi dilakukan dengan cara menanamkan sejumlah modal atau dana pada suatu perusahaan maupun proyek. Kegiatan investasi umumnya akan melibatkan dua pihak, antara lain investor dan perusahaan investasi.

Kendati demikian, kenyataannya di Indonesia masih marak bentuk kegiatan investasi yang ilegal dan tidak bisa dipertanggungjawabkan keberadaannya.

Jenis investasi inilah yang dinamakan dengan investasi bodong. Investasi jenis ini pada umumnya akan mengincar orang-orang dengan minim pengetahuan.

Investasi bodong adalah investasi yang tidak memiliki pengelolaan sumber dana yang jelas.

Oknum di balik adanya investasi ini akan bertindak seolah dana yang diberikan oleh investor dikelola dengan baik.

Kenyataannya, perusahaan investasi ini bahkan tidak mengelola dana tersebut dan terkadang malah melarikan dana yang diberikan oleh sang investor.

Menawarkan keuntungan yang luar biasa fantantis dengan minim resiko menjadi salah satu slogan perusahaan investasi ilegal ini.

Menjamurnya keberadaan investasi ilegal ini juga didukung oleh banyaknya masyarakat yang masih tergiur dengan hasil yang serba instant tersebut. Investasi jenis ini juga biasanya mengincar orang-orang dengan pengetahuan yang minim.

Ciri-Ciri Investasi Bodong

Memilih produk untuk berinvestasi memanglah bukan persoalaan yang mudah bagi sebagian orang. Untuk itu, ciri-ciri yang bisa dilihat agar bisa mengetahui apakah suatu perusahaan melakukan investasi ilegal adalah sebagai berikut

1. Tidak Memiliki Badan Hukum yang Jelas

Apabila seorang investor ingin melakukan investasi, ada baiknya untuk selalu mengecek dan mencari tahu sedalam-dalamnya mengenai badan izin dari perusahaan investasi tersebut. Perusahaan investasi yang tidak memiliki badan hukum, jelas perlu diwaspadai oleh para investor sebagai salah satu perusahaan dengan investasi ilegal.

2. Menjanjikan Jenis Investasi yang Minim Resiko dan Tergolong Sangat Aman

Hal yang perlu diketahui oleh seorang investor bahwa dengan melakukan sebuah investasi pastilah ada resiko yang harus dihadapi. Perusahaan investasi yang menawarkan proses aman minim resiko terutama dengan iming-iming jaminan dari pemerintah perlu diwaspadai. Kelak, jenis investasi seperti ini akan membawa kerugian bagi investor sendiri.

3. Memiliki Produk yang Tidak Jelas

Perusahaan dengan investasi bodong biasanya sama sekali tidak memberikan rincian detail mengenai produknya. Perusahaan ini seakan tidak peduli dengan produk yang ditawarkannya. Para investor harus berhati-hati dalam memberikan dana terutama apabila belum mengetahui secara jelas produk yang akan didapatkan ataupun dibeli.

4. Perusahaan Investasi Ilegal Tidak Menjelaskan Cara Pengelolaan Dana

Perusahaan dengan investasi ilegal ini juga biasanya mengelola keuangannya dengan sistem money game atau piramida. Semua sumber dana yang dimiliki oleh perusahaan bersumber dari para investor yang baru bergabung dan akan diputar pada investor lainnya. Ini menyebabkan seolah-olah seorang investor mendapatkan laba yang begitu besar.

5. Diminta Untuk Terus Merekrut Anggota Baru

Para perusahaan investasi ilegal biasanya berfokus untuk meminta investor merekrut anggota baru untuk bergabung dalam investasi tersebut. Di mana investor yang berhasil menarik anggota baru, akan diiming-imingi imbalan berupa bonus tambahan. Inilah yang perlu diwaspadai dalam berinvestasi. Perusahaan dengan investasi legal tidak akan melakukan program yang berfokus pada perkrutan anggota.

Daftar Investasi Bodong Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Otoritas Jasa Keuangan

Maraknya perusahaan investasi yang tidak bertanggung jawab ternyata sudah menyebabkan kerugian yang begitu besar di kalangan para masyarakat.

Oleh karena itu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan tegas menutup beberapa perusahaan yang terlibat dengan bisnis investasi ilegal ini.

Sebut saja PT Nusa Media Creative (NMC) yang ditutup oleh OJK pada tahun 2018. PT Nusa Media diketahui telah melakukan edukasi bisnis online dengan multi-level marketing tanpa adanya izin yang jelas. Tentu saja ini menyebabkan adanya kerugian yang ditanggung oleh pihak investor.

Sementara itu PT Graha Sahabat Indomedia atau yang disebut juga PT Sarana Indomedia juga ditutup oleh OJK. Perusahaan ini diketahui melakukan bisnis multi-level marketing yang diiming-imingi bonus referral tanpa izin. Bisnis investasi yang dilakukan oleh PT Sarana Indonesia adalah berbasis sistem keanggotaan.

Disusul dengan ditutupnya PT Dxplor Duta Media. Perusahaan ini menjual berbagai produk sabun yaitu sabun Olive Zaitun, Black Walet with Propolis, serta beberapa minuman seperti “Aloha Noni” dan “Margobila”. Perusahaan dengan multi-level marketing ini tidak memiliki izin yang jelas sehingga harus ditutup oleh OJK karena dianggap ilegal.

PT Ganesha Putra Indonesia yang terletak di kota Semarang juga ditutup oleh OJK karena dianggap sebagai perusahaan dengan investasi bodong. PT Ganesha Putra menjual berbagai produk yang berkaitan dengan kesehatan. Perusahaan ini diputuskan untuk ditutup setelah terbukti melakukan multi-level marketing tanpa izin.

Investasi ilegal bermodus arisan secara online yang dilakukan oleh Ekspres Bigprovit akrhinya ditutup OJK pada tahun 2018. Ekspress Bigprovit terbukti memungut biaya wajib sebesar Rp150.000,- kepada setiap anggotanya. Perusahaan ini menghasilkan 150 orang korban yang sebagian besar adalah ibu rumah tangga.

Ada juga perusahaan investasi ilegal yang berkedok forex trading yang juga ditutup oleh OJK. Salah satunya adalah PT Reymount Futures. Perusahaan ini terbukti mendompleng pialang berjangka yang sudah dicabut izinnya oleh Badan Pengawas Perdangangan Berjangka RI.

Tips Untuk Menghindari jerat Investasi Bodong

Apabila diteliti dari pola tindakan investasi ilegal ini, sesungguhnya mudah bagi para investor menghindar dari oknum tidak bertanggung jawab.

Skema investasi yang dibentuk oleh perusahaan investasi ilegal biasanya berulang dengan kasus yang mirip. Berikut simak beberapa tips mudah untuk menghindari dari investasi bodong:

1. Usahakan Jangan Langsung Menerima Tawaran

Setiap investor harus selalu bertindak sebagai seorang investor yang cerdas. Salah satu caranya adalah dengan selalu menggali informasi lebih dalam sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada suatu hal. Informasi yang harus diketahui lebih kepada keuntungan dan juga resiko ke depannya. Semua investasi tentunya memiliki resiko tesendiri.

2. Memastikan Perusahaan Investasi Memiliki Struktur Organisasi yang Jelas

Dalam suatu perusahaan, tentunya memiliki struktur organisasi yang jelas. Mulai dari posisi tertinggi sampai dengan terendah tercantum dalam struktur organisasi tersebut. Pada perusahaan dengan investasi ilegal, hal-hal seperti struktur organisasi ini tidak akan bisa ditemui.

Perusahaan yang menjalankan investasi ilegal didirikan dengan asal-usul yang tidak jelas. Oleh karena itu seorang investor harus memperhatikan dengan baik struktur organisasinya. Semakin jelas organisasi perusahaan, maka makin baik pula target investasi yang akan dilakukan.

3. Pastikan Kegiatan Usaha yang Dilakukan Perusahaan Jelas

Tips selanjutnya adalah dengan memperhatikan usaha yang dilakukan oleh perusahaan tersebut. Kegiatan usaha yang jelas akan memberikan dampak positif kepada hasil investasi yang akan dilakukan.

Pada perusahaan yang melakukan investasi ilegal, biasanya tidak akan memiliki track record kegiatan usaha yang jelas.

Mengetahui kegiatan usaha perusahaan yang jelas, termasuk dengan menggali informasi terkait kegiatan operasionalnya akan memberikan keuntungan bagi investor.

Selain bisa membantu untuk mengurangi resiko kerugian, para investor juga menjadi lebih percaya terhadap perusahanan tersebut.

4. Waspada Terhadap Segala Jenis Rayuan Perusahaan

Tips yang terakhir adalah jangan mudah percaya terhadap suatu perusahaan investasi. Seorang investor tidak boleh tergesa-gesa untuk menyerahkan dana dan juga menyetujui perjanjian dengan perusahaan. Pelajari terlebih dahulu segala dokumen dan juga produk investasi yang ditawarkan oleh perusahaan.

Beberapa Jenis Investasi Terbaik yang Bisa Kalian coba

Perbedaan Antara Sistem Ekonomi Islam dengan Sistem Ekonomi Konvensional

Berbicara mengenai investasi, tentunya para investor harus mengetahui berbagai jenis investasi terbaik yang sesuai dengan minatnya. Beberapa jenis contoh investasi yang bisa dilakukan oleh para investor adalah

1. Investasi Properti

Jenis investasi ini sangat cocok bagi investor yang tidak ingin terlalu menduga-duga terhadap dana investasi. Properti atau yang biasa disebut dengan aset tetap, akan terus memiliki nilai yang selalu bertambah. Beberapa contoh investasi properti yang bisa dilakukan adalah investasi tanah,rumah, dan juga real estate.

Penghasilan yang bisa didapatkan dari berinvestasi properti bisa dikatagorikan dalam dua alternatif, yaitu pasif dan aktif.

Penghasilan secara pasif, bisa dirasakan ketika sang pemilik aset menjual properti tersebut. Sedangkan penghasilan aktif bisa dirasakan apabila sang pemilik properti menyewakan aset-asetnya. Contohnya seperti penyewaan tanah dan juga apartment.

Baca Juga: Pasar Modal Adalah: Pengertian, Sistem dan Manfaat Pasar Modal

2. Investasi Reksadana

Investasi jenis ini sudah bukan menjadi hal yang baru dalam kalangan para investor. Reksadana memberikan beberapa pilihan seperti reksadana campuran, dan juga reksadana saham.

Bagi para investor yang ingin berinvestasi dengan jangka panjang, memilih reksadana adalah keputusan yang tepat.

Selain itu, investasi reksadana juga dapat dijangkau oleh siapapun. Terlebih dengan modal yang terbilang rendah, tidak jarang investasi ini mendapatkan perhatian khusus oleh para investor. 

Dalam investasi reksadana, seorang investor sudah otomatis memiliki perantara manajer investasi yang handal. Dana yang diinvestasikan dalam reksadana juga dapat ditarik kapapun sesuai keinginan investor.

3. Investasi Tabungan dan juga Deposito

Tentu saja investasi ini termasuk salah satu yang paling aman untuk dilakukan. Dilindungi dengan jaminan pemerintah, para investor tidak perlu takut ditipu oleh investasi bodong yang sedang marak terjadi. Investasi ini juga biasanya sudah berada dibawah naungan Otoritas Jasa Keuangan.

Tipe investasi tabungan atau deposito ini juga cocok bagi para investor yang tidak ingin berinvestasi dengan resiko terlalu tinggi.

Selain keuntungan yang akan didapatkan jelas angkanya, bunga deposito yang akan dihasilkan juga tergolong aman.

Lakukanlah investasi tabungan atau deposito pada bank-bank besar maupun milik negara.

Demikianlah informasi lengkap terkait dengan investasi bodong mulai dari pengertian hingga tips untuk menghidari invetasi ilegal tersebut.

Apapun jenis investasi yang nantinya akan dipilih, jangan lupa untuk memastikan terlebih dahulu segala kejelasan dari produk tersebut. Jangan lupa untuk melaporkan hal-hal yang dirasa mencurigakan kepada pihak yang berwenang. Semoga bermanfaat!

Continue Reading

Keuangan Syariah

Mengenal Perbedaan Sistem Ekonomi Islam dan Sistem Ekonomi Lainnya

Perbedaan Antara Sistem Ekonomi Islam dengan Sistem Ekonomi Konvensional
Perbedaan Antara Sistem Ekonomi Islam dengan Sistem Ekonomi Konvensional

Halo semuanya pada artikel kali ini saya akan membahas tentang perbedaan sistem ekonomi islam dan sistem ekonomi lainnya.

Pasti diantara kalian sering mendengar tentang bank mandiri syari’ah, BRI Syari’ah, BNI Syariah dan masih banyak lagi yang menambahkan kata syari’ah di belakangnya.

Pasti ketika mendengar kata syari’ah kalian akan teringat tentang Islam. Yap, kata syari’ah memang istilah yang sering digunakan dalam islam.

Lalu, apa sih sebenarnya syari’ah itu dan kenapa beberapa bank memunculkan kata syari’ah di belakangnya.

Apa perbedaannya dengan lain? apakah bank biasa untuk umum dan bank syari’ah untuk orang islam?

Jawabannya adalah pada sistemnya.

Sistem ekonomi yang satu ini memang sedikit berbeda dengan sistem ekonomi pada umumnya.

Secara lebih lanjut, mari kita bahas satu persatu mulai dari apa itu pengertian sistem ekonomi islam, prinsipnya dan apa perbedaannya dengan sistem ekonomi pada umumnya. So, stay tune ya.

Apa itu Sistem Ekonomi Islam?

Apa itu Sistem Ekonomi Islam
Apa itu Sistem Ekonomi Islam

Oke jika berbicara sistem apa sih yang ada di benak kalian? atau apa sih yang dulu diajarkan di sekolah tentang pengertian sistem?

Berbicara tentang sistem sebenarnya kita sedang berbicara mengenai sebuah tatanan, aturan, mekanisme dan masih banyak lagi.

Lalu apa sih yang dinamakan sistem ekonomi islam?

Pengertian sistem yang satu ini secara umum adalah sebuah sistem, mekanisme atau tata keseluruhan pelaksanaan kegiatan ekonomi yang diatur dan dilaksanakan berdasarkan Al Qur’an dan hadits.

Sedangkan menurut para ahli yaitu Hasanuzzaman pengertian ekonomi islam sebenarnya lebih mengarah kepada prinsip keadilan yaitu suatu sistem yang menata kehidupan masyarakat dalam berekonomi agar tercipatanya keadilan, dan manusia bisa menggunakan sumber daya material yang dimilikinya untuk beribadah kepada Allah SWT.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa sistem ekonomi yang satu ini adalah pengaturan semua kegiatan ekonomi yang berlandaskan pada syaria’t islam.

Termasuk pengaturan mengenai jual beli,pinjam meminjam, akad dan lain sebagainya.

Jadi, sudah cukup jelas bukan mengenai pengertian apa itu sistem ekonomi islam? Sekarang apa saja sih ciri-ciri sistem ekonomi islam?

Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Islam

Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Islam
Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Islam

Sebenarnya tidak cukup banyak perbedaan antara sistem ekonomi ini  dengan sistem ekonomi pada umumnya.

Pada hakikatnya, keduanya memang sama-sama untuk kesejahteraan. Tetapi, secara sederhana sistem ekonomi ini lebih ketat dibandingkan dengan sistem ekonomi pada umumnya.

Apa aja? yuk simak poin-poin di bawah ini:

  • Tidak memperoleh adanya bunga dari sebuah transaksi pinjam meminjam

Berbeda dengan sistem ekonomi konvensional.Sistem ekonomi ini tidak memberatkan adanya bunga terhadap para peminjamnya. Dalam artian tidak ada persyaratan berapa persen bunga yang harus dibayarkan dalam suatu peminjaman.

  • Adanya seleksi halal dan haram dalam semua produk yang terlibat dalam sistem ekonomi syari’ah

Kedua,adanya seleksi yang ketat antara halal dan haramdari semua produk yang terlibat dalam sistem ekonomi syari’ah. Misal, kamu ingin meminjam sejumlah dana ke bank syari’ah maka pihak bank akan menyeleksi untuk apa pinjaman kamu hingga ditetapkan bahwa usaha kamu  adalah usaha yang halal. Tidak ada unsur haram di sana.

Maka dari itu, pihak bank syari’ah baru akan menyetujui ajuan peminjaman kamu. Lebih selektif bukan?

  • Larangan menimbun harta kepada semua orang karena hanya akan menguntungkan pihak tertentu saja

Sebenarnya ciri ini juga hampir sama dengan ciri sistem ekonomi konvensional yaitu melarang menimbun harta kepada semua orang karena hanya akan menguntungkan pihak tertentu saja.

Dalam artian, hal ini benar-benar harus dilaksanakan dalam sistem ekonomi ini, karena sesuai pengertiannya yaitu kegiatan ekonomi yang berprinsip keadilan.

  • Kepentingan umat lebih diutamakan dibandingkan dengan kepentingan umum

Ciri yang keempat adalah kepentingan umat lebih diutamakan dibandingkan dengan kepentingan umum. Dalam artian sistem ekonomi yang satu ini berorientasi ke pelayanan prima kepada para nasabah.

Tidak lagi bersifat mencari keuntungan semata tetapi juga ingin mensejahterakan kehidupan umat islam.

  • Pembatasan hak umat atau individu

Kelima adalah pembatasan hak umat atau individu. Mengapa ini dilakukan? agar tidak terjadi monopoli yang bertentangan dengan prinsip keadilan dan prinsip kesejahteraan.

Jadi, sampai sini paham kan ciri-ciri sistem ekonomi islam? Lalu apa sih prinsip sistem ekonomi islam.  Nah ini nih, simak beberapa poin di bawah ini.

Prinsip-Prinsip Sistem Ekonomi Islam

Prinsip-Prinsip Sistem Ekonomi Islam
Prinsip-Prinsip Sistem Ekonomi Islam

Kalian pasti punya prinsip kan? sama halnya dengan sistem ekonomi dalam islam. Mereka juga punya prinsip tersendiri. Apa aja prinsipnya? ini dia prinsip-prinsip sistem ekonomi islam :

  • Berorientasi kepada keadilan

Prinsip yang pertama adalah berorientasi keadilan. Hal ini juga membuktikan bahwa sistem ekonomi islam juga tidak bertentangan dengan prinsip pancasila sila kelima yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Jadi, sebisa mungkin sistem ekonomi islam berorientasi pada keadilan dan semua umat mendapatkan haknya sesuai dengan porsi mereka masing-masing.

  • Mengakui bahwa individu mempunyai hak harta

Sistem ekonomi ini berprinsip bahwa masing-masing individu berhak untuk mempunyai harta, mereka berhak memperoleh titipan oleh Alloh dalam jalan yang benar dan halal. Di sisi lain juga bagaimana caranya agar individu memperoleh kemaslahatan dari harta tersebut, tetap saling menghargai dan menghormati.

  • Terdapat jaminan sosial

Sistem ekonomi ini juga berani untuk memberikan jaminan sosial kepada nasabahnya. Hal ini sekali lagi juga tidak bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945 loh, yang mana ada “hak untuk hidup” dan juga “harus melindungi segenap bangsa”.

Oleh karena itu, sistem ekonomi ini mencoba untuk mensejahterakan semua nasabahnya atau lebih tepatnya semua umat.

  • Melarang praktik riba

Yang keempat adalah melarang praktik riba. Seperti yang sudah dijelaskan bahwa Alloh itu menghalalkan jual beli, tetapi tidak dengan menghalalkan riba. Sehingga sistem ekonomi dalam islam mencoba menghilangkan ini dengan tidak menarik bunga dari setiap transaksi atau peminjaman.

  • Mengelola kekayaan alam

Prinsip sistem ekonomi ini yang kelima adalah mengelola kekayaan alam. DalamAl Qur’an setiap manusia diharuskan untuk mencari dan mengelola kekayaan alam. Termasuk cara-caranya yaitu dengan menjalin hubungan kerjasama sebagai sarana untuk mengelola kekayaan alam tersebut.

Oke, itulah beberapa prinsip sistem ekonomi dalam islam yang wajib kalian pahami dan ketahui. Lalu setelah ini, sebenarnya apa sih perbedaan paling krusial antara sistem ekonomi dalam islam dan sistem ekonomi konvensional?

Perbedaan Antara Sistem Ekonomi Islam dengan Sistem Ekonomi Konvensional

Mengenal Perbedaan Sistem Ekonomi Islam dan Sistem Ekonomi Lainnya
Perbedaan Sistem Ekonomi dalam Islam dan Sistem Ekonomi Lainnya

Berbicara mengenai sistem sebenarnya kita tidak hanya sedang berbicara arti dalam skala sempit,riba,bunga, akad dan lain-lain. Tetapi berbicara sistem adalah secara keseluruhan termasuk prinsip dalam sistem itu sendiri. Berikut ini adalah beberapa perbedaan mendasar antara sistem ekonomi dalam islam dengan sistem ekonomi konvensional.

  • Berbeda perhatian dan titik tolak

Perbedaan antara sistem ekonomi dalam islam dengan sistem ekonomi konvensional adalah pada perhatian dan titik tolak. Bagaimanakah maksudnya? jika ekonomi konvensional lebih membebaskan kepentingani individu untuk kemana mengalokasikan sumber daya materil yang sudah didapatkan.

Maka hal ini tidak terjadi di sistem ekonomi dalam islam yang mana tidak hanya menekankan pada kepentingan individu tetapi juga menekankan tujuan atau hasil akhir dari sumber daya yang sudah didapatkan atau pengalokasian sumber daya. Sampai di sini paham?

  • Adanya pengawasan dari pemerintah

Nah perbedaan yang kedua adalah dalam mekanisme pasar. Jika sistem ekonomi konvensional menganut teori inivisible hands yang mana tanpa aturan dan pengawasan. Maka hal ini berbanding terbalik dengan prinsip sistem ekonomi dalam islam.

Sistem ekonomi dalam islam ada yang namanya al hisbah yaitu semacam pemerintah yang memiliki fungsi pengawasan baik itu mengawasi barang di pasar,pengindustrian dan lain sebagainya. Sehingga semua tetap terkontrol dengan baik.

  • Perbedaan distribusi harta yang diperoleh

Ketiga adalah perbedaan distribusi harta yang diperoleh. Jika sistem ekonomi konvensional lebih ke hak individu mau diapakan harta atau modal yang sudah didapatkan. Tetapi hal ini tidak terjadi di sistem ekonomi dalam islam.

Sistem ekonomi dalam islam lebih mementingkan asas keadilan dan kesejahteraan. Sehingga nantinya akan dibagi kepada masyarakat lainnya secara adil dan merata agar semakin bermanfaat dan berkeadilan sesuai dengan asas undang-undang yang juga telah disebutkan sebelumnya.

  • Perbedaan terhadap kepemilikan aset produksi

Saya yakin kalian sudah kenal dengan prinsip ekonomi kapitalis. Ya kapitalis pastinya bukan hal baru lagi kan bagi kalian? Jika sistem ekonomi kapitalis lebih berprinsip kepada kepentingan dirinya saja, atau kepemilikan aset produksi sebesar-besarnya secara pribadi.

Maka tidak dengan sistem ekonomi ini yang mana kepentingan atau keuntungan individu tidak mutlak. Dibatasi dengan keinginan individu yang lainnya sehingga secara sederhana kepentingan individu haruslah di nomor duakan setelah kepentingan umat. Bagaimana apakah kalian tertarik mempelajari lebih dalam tentang sistem ekonomi islam?

  • Perbedaan orientasi

Perbedaan mendasar yang terakhir adalah perbedaan orientasi. Bagaimana maksudnya? sistem ekonomi ini orientasinya adalah pada kesejahteraan yaitu menjamin kepemilikan dan kepengggunaan suatu aset seseorang adalah untuk umat.

Berbeda dengan orientasi kapitalis yang membebaskan individu mau dibawa kemana aset yang dimiilikinya, dan bisa dibilang lebih mementingkan keuntungan pribadi saja.

Nah, dari sini apakah kalian sudah jelas perbedaan antara sistem ekonomi islam dengan sistem ekonomi konvensional dengan jelas?

Jika sudah kalian berhak memilih mana yang akan kalian pakai untuk mengatur sistem ekonomi atau tata keuangan kalian.

Segala sistem pasti ada kekurangannya, tidak ada sistem yang sempurna.

Bagaimanapun pilihlah dengan sesuai yang kalian nyamani dan pastikan kalian sudah mengetahui seluk beluk cara kerjanya secara lebih lengkap agar tidak salah di kemudian hari.

Hal ini penting untuk kalian pahami dan kemudian lakukan karena jangan sampai ketika kalian sudah memakai salah satu jasa baik ekonomi islam atau ekonomi konvensional. Malah tidak enak dibelakang dan menyesal.

Padahal hal tersebut sama sekali tidak diperbolehkan, jika kalian kurang paham mengenai segala sistematika dan peraturan yang berkaitan dengan kedua sistem tersebut.

Mintalah costumer service untuk menjelaskan bagaimana akadnya, bentuk kerjasamanya dan peraturannya.

Baca Juga: Perkembangan Sistem Ekonomi Indonesia dari Waktu ke Waktu

Jadi, pilihlah yang nyaman, pas di hati dan jelas serta tidak merugikan kalian sebagai manusia.

Apalagi jika kalian ingin membuka usaha baru dan butuh uang dalam jumlah besar, otomatis satu-satunyacara meminjam paling aman adalah melalui bank.

Sehingga, pahami dulu bagaimana ketentuan dan peraturannya. Sampai jumpa, terimakasih.

Continue Reading

TOP STORIES