Connect with us

Bisnis

Pepsi Hengkang dari Indonesia, Ini Sejarah dan Penyebabnya

Chris Rank | Bloomberg | Getty Images

Apa kalian termasuk pecinta minuman berkarbonasi? Bagi kalian para pecinta minuman berkarbonasi, pasti sudah tak asing lagi dengan minuman berkarbonasi asal Amerika Serikat (AS), Pepsi.

Ya, Pepsi telah lama hadir dan mewarnai toko ritel kecil maupun besar di Indonesia.

Namun sayangnya, kini para pecinta minuman berkarbonasi tampaknya sedang berduka. Pasalnya, menurut informasi yang beredar luas, produk minuman yang merupakan pesaing utama Coca-Cola ini bakal hilang dari pasar Tanah Air.

Sebab, per 10 Oktober 2019 nanti, Pepsi bakal berhenti berproduksi, menjual, dan mendistribusikan di Indonesia.

Padahal jika dikutip dari laporan keuangan PepsiCo pada tahun 2018 lalu, pendapatan PepsiCo naik menjadi sebesar USD 64,66 miliar atau setara Rp916 triliunan.

Bahkan pesaingnya Coca-Cola hanya meraup untung sebesar USD 31,8 miliar atau setara Rp451 triliunan atau lebih dari setengahnya.

Namun meski Pepsi mengalami kenaikan, angka ini memang tidak terlalu jauh, mengingat hanya naik tipis 2 persen dibandingkan tahun 2017 silam yang sebesar USD 63,52 miliar.

Lantas, kira-kira apa ya penyebab minuman ringan yang banyak digemari anak muda dan telah lama melekat di lidah orang Indonesia ini tak lagi beredar di Tanah Air? Berikut ulasannya:

Sejarah Bisnis Pepsi di Indonesia

(image: CNBC.com)

Sebelum membahas langsung ke poin mengapa Pepsi memilih hengkang dari Indonesia, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu sejarah bisnis Pepsi di Indonesia.

Mengutip dari Kompas.com yang melansir sebuah penelitian yang dikutip dari openlibrary.telkomuniversity.ac.id, Pepsi (sebelumnya bernama Pepsi-Cola) adalah merek minuman ringan yang diproduksi oleh PepsiCo dan dijual di seluruh dunia melalui toko, restoran, dan mesin penjual.

Pepsi merupakan salah satu merek yang paling sukses, berharga, dan dipuja dalam sejarah. Perusahaan dengan perkiraan nilai 16,5 miliar pada tahun 2012 ini, telah identik dengan sesuatu yang menyenangkan, menyegarkan, dan kegembiraan selama lebih dari satu abad.

Pepsi-Cola pertama (kemudian diperkenalkan sebagai “Brad Drink”) telah dibuat oleh Caleb Bradham D., seorang farmakolog atau seorang ahli farmasi yang berbasis di Carolina Utara, pada tahun 1893. Pepsi dibuat dengan campuran gula, karamel, hingga pala.

Pada 28 Agustus 1898, merek dagang “Pepsi-Cola” terdaftar pada bulan Agustus 1898, tetapi baru menjadi merek dagang pada 16 Juni 1903 dan kemudian untuk “Pepsi” pada tahun 1961.

Di Indonesia, Pepsi diproduksi oleh PT Pepsi Indobeverages dengan pabriknya di Purwakarta. Perusahaan PT Pepsi Indobeverages merupakan kerja sama antara PepsiCo Amerika Serikat dengan Indofood CBP Sukses Makmur Indonesia.

Pada tahun 1995, Salim Group mendirikan pabrik yang terletak di Purwakarta, Jawa Barat, dengan nama PT Pepsi Indobeverages. Pabrik tersebut bertujuan untuk melayani kebutuhan di wilayah Jawa Barat, Jakarta, dan sekitarnya, serta membantu melayani kebutuhan pemasaran di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Pada tahun 1996, PT Pepsi Indobeverages baru memulai produksinya karena perusahaan tersebut baru mendapat izin pada tanggal 8 Maret 1996 dengan nomor izin no. 481/I/Industri dari Departemen Perindustrian.

PT Pepsi Indobeverages telah menghasilkan beberapa produk Carbonated Soft Drink (CSD), diantaranya Pepsi Regular, Pepsi Blue, Pepsi Twist, Pepsi Cola, Mirinda Strawberry, Mirinda Root Berry, 7-UP Emerald, 7-UP Revive, A&W Root Beer, Canada Dry, dan Tekita dalam kemasan botol dan kaleng. Terdapat pula jenis minuman yang tidak berkarbonat (Non CSD), yakni Gatorade, Tropicana Apple, dan Tropicana Orange.   

Pada tanggal 28 Juni 2013, produsen makanan dan minuman Indofood telah mengakuisisi perusahaan produsen minuman PT Pepsi-Cola Indobeverages (PCIB). Akusisi itu dilakukan oleh anak usaha Indofood, yakni PT Indofood Asahi Sukses Beverage (IASB) dan PT Asahi Indofood Beverage Makmur (AIBM).

Dilansir pula dari sebuah penelitian yang dikutip dari repository.ipb.ac.id, PT Pepsi-Cola Indobeverages merupakan salah satu unit usaha (bisnis) dalam kelompok Indofood yang bergerak pada industri minuman ringan. Bentuk perusahaan adalah perusahaan patungan (joint venture) antara pihak Pepsi-Cola Internasional (USA) dan Indofood Group.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Pepsi merupakan perusahaan patungan. Pepsi diproduksi oleh PT Pepsi-Cola Indobeverages dengan pabriknya di Purwakarta, Jawa Barat.

Minuman ini didistribusikan oleh PT Indofood Asahi Sukses Beverage yang merupakan perusahaan joint-venture antara PepsiCo Amerika Serikat dengan Indofood CBP Sukses Makmur Indonesia.

Sudah Tidak Dijual di Sejumlah Gerai Ritel

(image: CNBC.com)

Sementara itu, ternyata sejumlah gerai ritel seperti Alfamart dan Circle K memang kini tak lagi menjual produk minuman yang berasal dari Amerika Serikat tersebut.

Dikutip dari Liputan6.com, Corporate Affairs Director Alfamart Solihin membenarkan bahwa minuman ringan Pepsi memang tak lagi mejeng di toko ritel miliknya.

Kata dia, Pepsi sudah hilang dari edaran sekitar satu bulan yang lalu. Pihaknya pun berharap ada distributor lain yang menyalurkan Pepsi ke Alfamart.

“Sudah sekitar satu bulan lalu kosong, tidak ada sama sekali. Kalau alasanya saya enggak tahu, itu urusan Pepsi. Tapi saya berharap ada distributor baru yang bisa salurkan Pepsi lagi,” kata dia ketika dihubungi, Kamis (3/10/2019).

Penyebab Pepsi Hengkang dari Indonesia

(image: CNBC.com)

Juru bicara (Jubir) PepsiCo mengatakan kini Pepsi akan mengakhiri kiprahnya di pasar domestik. Alasannya, masa kontrak PepsiCo Inc dan PT Anugerah Indofood Barokah Makmur (AIBM) telah habis pada tanggal tersebut. Keduanya juga telah sepakat untuk tidak melanjutkan kerja sama lagi.

“Efektif mulai 10 Oktober 2019, AIBM tidak akan memproduksi, menjual, atau mendistribusikan produk PepsiCo,” ujar Jubir PepsiCo, Rabu (2/10/2019).

Baca Juga: Terkuak, Ini Rincian Gaji dan Tunjangan Anggota DPR 2019-2024 yang Baru Dilantik

Pepsi Berharap Bisa Kembali

(image: businessinsider.com)

Meski begitu, pihaknya berharap PepsiCo dapat kembali berusaha di pasar Tanah Air melalui sejumlah produk unggul lainnya dari perusahaan.

“PepsiCo berharap bisa kembali ke pasar Indonesia dengan merek-merek ternama kami seperti Pepsi, Miranda, 7up dan Mtn Dew di masa yang akan datang,” tegas dia.

Pepsi Digantikan Coca-Cola

(image: businessinsider.sg)

Keputusan Pepsi hengkang dari Indonesia tentunya mempengaruhi beberapa mitranya selama ini, seperti makanan cepat saji KFC dan Pizza Hut. Kedua perusahaan menyatakan Pepsi telah hilang dari salah satu menu mereka. Pepsi pun dipastikan akan digeser dengan Coca-Cola.

“Iya, sudah beberapa bulan lalu Pepsi informasikan ke kita kalau mereka mau fokus ke negara lain, enggak di Indonesia. Makanya kontrak dengan kami juga akan berakhir di Oktober nanti,” ujar Direktur PT Fast Food Indonesia Tbk (KFC), Justinus Dalimin, seperti dikutip dari Liputan6.com.

“Sejauh ini pasokan minuman Pepsi aman. Nanti mungkin setelah kontrak berakhir akan pakai Coca-Cola,” lanjutnya.

Sementara itu, Direktur PT Sarimelati Kencana Tbk (Pizza Hut) Jeo Sasanto bahkan menyebutkan pihaknya sudah secara bertahap menggantikan Pepsi dengan pesaingnya, yaitu Coca-Cola.

“Secara bertahap pasokan Pepsi akan di gantikan Coca-Cola sampai dengan akhir Oktober 2019,” tegasnya.

Milenial yang tertarik dengan bisnis, keuangan, dan kuliner. Meski tak terlalu jago bertutur kata, namun senang menyalurkannya dalam sebuah tulisan. Semoga bermanfaat!

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bisnis

Letter of Credit Adalah: Pengertian, Jenis, dan Manfaat

Hai, jumpa lagi dengan saya! Pada kesempatan kali ini saya akan mengajak kalian berdiskusi mengenai pengertian letter of credit. Letter of credit adalah suatu istilah dalam bidang ekonomi terutama dalam hal ekspor dan impor.

Apakah kalian sudah pernah dengar istilah latter of credit? Jika belum, maka sangat tepat kalian telah berkunjung di artikel ini.

Disini saya tidak hanya membahas mengenai pengertiannya saja, namun di sini saya juga akan menjelaskan mengenai jenis-jenis letter of credit dan tujuannya.

Oke, langsung saja ke pembahasannya sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan letter of credit?

Letter of credit adalah istilah ini banyak digunakan pada perusahaan export maupun import.

Fungsinya untuk mempermudah semua urusan yang berhubungan dengan import maupun export.

Selain itu adanya letter of credit juga diperuntukkan untuk meringankan kekhawatiran pihak importir maupun exportir dalam menjalankan bisnis.

Karena pastinya dalam hal bertransaksi kita akan khawatir disetiap akhir transaksi.

Jika kalian berada dipihak eksportir maka kekhawatiran saat penyerahan barang akan kalian rasakan, karena kita tidak pernah tahu apakah barang tersebut benar-benar berkualitas atau tidak.

Sedangkan jika kalian berada dipihak importir kalian akan mempunyai kekhawatiran saat penyerahan uang.

Oke, jadi dapat disimpulkan bahwa letter of credit adalah suatu dokumen yang berhubungan dengan proses ekspor impor.

Itulah sedikit logika mengenai letter of credit agar nantinya kalian dapat lebih mudah memahami apa yang akan saya jelaskan di bawah ini.

Pengertian Letter of Credit

Pengertian Letter of Credit

Definisi secara umum letter of credit adalah surat perjanjian yang dikeluarkan dari bank penerbit, yang mana pihak penerbit akan melakukan pembayaran kepada penerima baik secara langsung maupun tidak langsung.

Letter of credit adalah dokumen yang dikeluarkan sesuai instruksi dari pemohon atau pembeli (importir) yang ditandai dengan adanya penyerahan dokumen-dokumen yang dibutuhkan seperti faktur, sertifikat asuransi dan berbagai macam dokumen lainnya yang berkaitan dengan L/C (Letter of Credit).

Seperti yang kita ketahui bahwa dasar dari sebuah transaksi perdagangan adalah sebuah kepercayaan.

Nah, disini letter of credit adalah dokumen yang berperan penting untuk suatu kepercayaan bisnis dalam bidang ekspor impor.

Untuk mendukung hal tersebut maka diperlukan surat perjajian untuk melakukan pembayaran dari pembeli kepada penjual dengan jumlah pembayaran yang sesuai dengan harga barang yang telah disepakati setelah barang diterima.

Apalagi saat ini teknologi semakin canggih sehingga dapat mempermudahkan kita terhubung dengan rekan bisnis yang jaraknya sangat jauh dari kita.

Hanya saja jika kalian mempunyai rekan bisnis yang jaraknya sangat jauh, pastinya kalian akan terbatas dalam hal berinteraksi karena tidak dapat bertemu secara langsung.

Lalu bagaimana kalian bisa mempercayai rekan bisnis apabila tidak pernah bertemu sebelumnya?

Untuk menyelesaikan permasalahan dan kekhawatiran tersebut maka munculah letter of credit untuk mendukung perlindungan agar transaksi kalian menjadi lebih aman.

Sehingga kalian tidak perlu lagi ragu melakukan transaksi meskipun tidak pernah bertemu dengan rekan bisnis sekalipun.

Jadi, dapat dikatakan bahwa letter of credit adalah dokumen dalam mendukung perlindungan transaksi agar lebih aman.

Pengertian Letter of Credit Menurut Para Ahli

Pengertian Letter of Credit Menurut Para Ahli

Sedangkan pengertian Letter of Credit menurut para ahli adalah sebagai berikut:

  • Menurut Hartono

Menurut Hartono pengertian Letter of Credit adalah surat tagihan atau hutang piutang yang telah melalui perjanjian dua belah pihak penjual dan pembeli (importir atau eksportir) dimana pembayaran dilakukan oleh pembeli apabila penjual telah memenuhi persyaratan tertentu yang telah disepakati sebelumnya.

  • Menurut Bank Indonesia (BI)

Definisi menurut Bank Indonesia Letter of Credit adalah sebuah janji issuing dari bank kepada pihak pembeli untuk melakukan pembayaran sejumlah uang yang telah ditentukan kepada pihak penjuat atau eksportir sepanjang pihak eksportir tersebut memenuhi syarat yang sesuai dengan kondisi letter of credit.

  • Menurut Amir

Menurut Amir Letter of Credir adalah sebuah surat yang dikeluarkan oleh pihak bank atas permintaan importir yang merupakan nasabah dari pihak bank tersebut.

Letter of Credit adalah dokumen yang ditujukan kepada pihak eksportir yang berada di luar negeri dan mempunyai relasi dengan importir.

Dimana pihak eksportir telah mempunyai hak dari importir untuk menarik wesel-wesel atas importir yang bersangkutan dengan sejumlah uang yang telah tertera di letter of credit sesuai persetujuan sebelumnya.

Pihak-Pihak yang Terlibat dalam Letter of Credit L/C

Pihak-Pihak yang Terlibat dalam Letter of Credit

Maka dapat disimpulkan secara mudah bahwa letter of credit adalah surat pernyataan dari pihak penerbit yaitu bank atau surat piutang yang dikeluarkan atas permintaan importir untuk memberikan kemudahan dan keamanan dalam melakukan transaksi antar pulau maupun antar negara.

Dari kesimpulan tersebut maka dapat dikatakan bahwa untuk menjalankan letter of credit terdapat beberapa pihak yang terlibat, antara lain adalah:

  • Importir (Pihak Pembeli)

Importir atau yang dapat kita sebut sebagai pihak pembeli merupakan pihak yang melakukan pengajuan letter of credit kepada pihak bank.

Selain itu, pihak pembeli juga mempunyai kewajiban untuk mengirim surat L/C kepada eksportir dan menerima surat balasan dari eksportir. Surat balasan tersebut biasanya terdiri atas katalog barang atau brosur.

Selain itu pihak importir juga mempunyai kewajiban untuk menyiapkan uang kepada bank sesuai jumlah yang ditentukan sebagai pembayaran tunai.

  • Bank Penerbit Letter of Credit

Berkaitan dengan pihak importir, tugas dari bank ini adalah membuat atau menerbitkan letter of credit.

Selain itu pihak bank penerbit juga berkewajiban mencatat semua ketentuan yang sudah disepakati oleh importir maupun ekspotir. Kewajiban lainnya adalah menyediakan devisa sesuai permintaan importir.

  • Confirming Bank (Bank Penerus)

Fungsi dari bank penerus atau confirming bank adalah jika diminta sebagai penjamin pembayaran atau juga bisa disebut dengan negotiating bank jika mempunyai kuasa untuk membeli wesel yang ditarik oleh pihak ekspotir.

Secara teknis cara kerja bank ini sebagai penerus letter of credit kepada pihak eksportir.

Bank ini juga menerima dokumen yang telah disyaratkan kepada letter of credit dari eksportir, serta melakukan pembayaran sesuai dengan harga yang telah disepakati sebelumnya.

  • Penjual atau Eksportir

Tanggung jawab dari eksportir atau penjual ini sebagai penerima dan pembalas surat dari importir atau pembeli kemudian meneruskan letter of credit kepada bank penerus.

Selain itu eksportir juga mempunyai tugas untuk menyiapkan barang yang akan dikirim ke pihak importir, serta menyiapkan dokumen yang sesuai syarat pada letter of credit.

Selanjutnya pihak eksportir menerima pembayaran atas pengiriman barang sesuai dengan prosedur dan syarat yang telah ditentukan.

Itulah pihak-pihak yang terlibat dalam letter of credit.

Semua pihak yang terlibat dalam letter of credit adalah pihak-pihak yang berkepentingan dalam hal transaksi.

Dengan begitu transaksi kalian akan lebih aman karena terdapat pihak penengah yang mengawasi transaksi kalian agar berjalan dengan lancar.

Bagaimana apakah kalian masih ragu lagi melakukan pembelian barang di luar kota bahkan luar negeri?

Setelah kalian memahami letter of credit adalah suatu dokumen dan pihak-pihak yang terlibat, selanjutnya kita akan membahas mengenai jenis-jenis letter of credit.

Pastikan kalian simak terus artikel ini ya, agar pengetahuan kalian terus bertambah.

Jenis-Jenis Letter of Credit

Jenis-Jenis Letter of Credit

Ternyata letter of credit terdapat beberapa jenis loh! Jenis-jenis tersebut dibedakan dan disesuaikan dengan berbagai aspek yang terkait denga masa berlaku, pihak yang mengeluarkan, dan beberapa hal lainnya yang perlu dipertimbangkan.

Berikut adalah jenis-jenis letter of credit yang perlu kalian ketahui:

  • Revocable Letter of Credit

Letter of Credit adalah jenis L/C (Letter of Credit) yang akan memberikan hak kepada opener untuk merubah atau bahkan membatalkan transaksinya sewatu-waktu tanpa diperlikannya persetujuan dari beneficiary asalkan belum ada pembayaran yang dilakukan.

Agar kalian lebih memahaminya, maka akan saya berikan contoh seperti ini.

Ketika pihak eksportir membutuhkan pembayaran segara dari pihak pembeli atau importir, maka letter of credit dapat membatalkan transaksi secara langsung tanpa menunggu konfirmasi dari pihak ketiga.

  • Irrevocable Letter of Credit

Irrevocable letter of credit adalah jenis dari L/C yang bersifat tidak memberikan kebebasan pembatalan bagi kedua belah pihak.

Sehingga transaksi akan terus berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan bersama dalam dokumen. Selain itu penerimaan wesel yang ditarik atas L/C telah dijamin oleh pihak bank.

Pembatalan hanya dapat dilakukan atas persetujuan dari pihak-pihak yang terkait yaitu importir dan eksportir.

Sehingga jenis letter of credit adalah L/C yang sering digunakan dalam dunia bisnis, karena dianggap menguntungkan untuk kedua belah pihak.

  • Confirmed dan Irrevocable Letter of Credit

Confirmed dan Irrevocable Letter of Credit adalah jenis L/C yang dianggap paling aman dibandingkan dengan yang lainnya, karena pembayaran dan pelunasan yang ditari atas letter of credit telah dijamin sepenuhnya oleh pihak opening dan advising bank.

Karena bersifat irrevocable sehingga jenis L/C ini tidak mudah dibatalkan oleh kedua pihak atas syarat-syarat yang terpenuhi.

  • Documentary Letter of Credit

Documentary Letter of Credit adalah jenis latter of credit yang membutuhkan persyaratan-persyaratan berupa dokumen sebagai syarat pendaftarannya.

Selain itu segala bentuk penarikan uang hanya dapat dilakukan apabila dokumen-dokumen dan persyaratan sudah dipenuhi sesuai dalam letter of credit.

  • Documentary Letter of Credit melalui Red Clause

Documentary Letter of credit adalah jenis L/C dalam bentuk kombinasi dari documentary L/C serta Open L/C karena pada  jenis ini memberikan hak kepada penerima (importir) untuk meletakkan sebagian dari keseluruhan pembayaran melalui kuitansi atau penarikan wesel tanpa dokumen.

Kemudian sisa pembayarannya dilakukan seperti biasa dengan melengkapi dokumen yang disepakati pada letter of credit .

Itulah lima jenis-jenis letter of credit, sebenarnya masih terdapat beberapa jenis-jenis lainnya yang dapat kalian pelajari.

Diantaranya adalah revolving L/C, back to back L/C, Clean Letter of Credit dan beberapa jenis lainnya yang dapat dikategorikan berdasarkan dari aspek yang terkait seperti segi kekuatan berlakunya, berdasarkan pihak yang mengeluarkan L/C, berdasarkan cara pembayaran, dan berdasarkan persyaratan L/C.

Fungsi dan Tujuan Letter of Credit

Tidak lengkap rasanya jika kita membahas letter of credit tanpa mengetahui tujuannya. Sebenarnya apasih tunjuan dari letter of credit?

Jika kalian menyimak dengan baik beberapa penjelasan di atas maka secara sekilas kalian akan mengetahui fungsi letter of credit secara umum.

Untuk mengetahui lebih jelasnya fungsi dan tujuan letter of credit adalah seperti berikut ini.

  1. Letter of credit adalah dokumen yang dapat digunakan sebagai media meyelesaikan masalah dari kedua belah pihak yaitu penjual dan pembeli (eksportir dan importir).
  2. Letter of credit adalah file yang memberikan rasa aman dan menguntungkan kepada kedua belah pihak. Dari importir dijamin akan mendapatkan barang sesuai kesepakatan. Sedangkan dari eksportir dijamin akan menerima pembayaran dengan jumlah yang telah disepakati.
  3. Letter of credit adalah dokumen yang mempunyai fasilitas kredit eksportir maupun importir melalui pihak bank.
  4. Letter of credit adalah surat yang dapat dijadikan sebagai jaminan untuk kontraktor dengan beneficiary.

Itulah empat fungsi yang akan kalian dapatkan jika menggunakan letter of credit, sangat terjamin bukan? sekarang kalian tidak perlu khawatir lagi jika melakukan pembelian di luar negeri.

Karena letter of credit adalah dokumen yang dapat menjamin adanya transaksi ekspor atau impor dari luar negeri.

Baca Juga: Current Ratio Adalah: Memahami Pengertian dan Rumus Current Ratio

Demikian artikel ini saya buat semoga dapat menambah pengetahuan kalian. Terimakasih.

Continue Reading

Bisnis

Current Ratio Adalah: Memahami Pengertian dan Rumus Current Ratio

Current Ratio Adalah

Hallo teman-teman, bagaimana keadaan kalian? Semoga selalu diberikan kesehatan ya biar bisa tetap baca artikel dari saya hehe.

Pada kesempatan kali ini saya akan berdiskusi bersama kalian mengenai pengertian Current Ratio.

Tidak hanya membahas mengenai pengertiannya saja, melainkan nanti saya juga akan berikan rumus dan contoh soal perhitunga current ratio (rasio lancar).

Memahami Pengertian dan Rumus Current Ratio

Sebelum itu apakah kalian sudah mengetahui pengertian dari Current Ratio?

Pastinya diantara kalian sudah paham betul dengan konsep ini, namun beberapa diantara kalian juga banyak yang belum mengetahui mengenai pengertian current ratio dan baru belajar mengenai Current Ratio.

Untuk itu mari kita berdiskusi bersama mengenai pengertian current ratio dan perhitungannya.

Oke, langsung saja berikut ini adalah pengertian current ration yang saya peroleh dari sumber wikipedia.

Jadi menurut Wikipedia pengertian Current Ratio adalah rasio yang diperuntukan untuk mengukur kinerja keuangan neraca likuiditas di perusahaan.

Dengan menggunakan rasio lancar (current ratio) maka menunjukan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi hutang jangka pendek pada 12 bulan ke depan.

Biasanya calon kreditur menggunakan rasio ini untuk menentukan akan melakukan pinjaman jangka pendek atau tidak kepada perusahaan yang bersangkutan.

Tidak hanya itu, current ratio adalah suatu rasio yang juga dapat menunjukan efesiensi siklus operasi perusahaan atau kemampuan mengubah produk menjadi uang tunai.

Selain itu, yang merupakan salah satu analisis rasio Likuiditas ini juga dikenal sebagai modal kerja atau working capital ratio.

Pengertian Current Ratio Adalah Menurut Ahli

engertian Current Ratio Adalah Menurut Ahli

Gimana? Dari pengertian di atas apakah kalian sudah paham atau masih bingung?

Jika masih bingung akan saya berikan lagi pengertian Current Ratio menurut para ahli, sehingga kalian dapat lebih memahami konsep ini.

Langsung saja, untuk pengertian rasio lancar menurut para ahli dapat kalian simak di bawah ini!

Kasmir (2014:134)

Menurut Kasmir (2014:134) Current Ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban atau hutang jangka pendek  yang akan jatuh tempo pada saat ditagih secara keseluruhan.

Dengan kata lain, current ratio adalah rasio untuk mengetahui seberapa banyak aktiva lancar yang tersedia untuk menutupi utang jangka pendek yang segera jatuh tempo.

Selain itu, current ratio atau rasio lancar juga dapat pula dikatakan sebagai bentuk untuk mengukur tingkat keamanan (margin of safety) suatu perusahaan.

Hanafi dan Halim (2009:204)

Menurut Hanafi dan Halim (2009:204) menyatakan bahwa ratio lancar atau current ratio adalah rasio yang dihitung dengan membagi aktiva lancar dengan hutang lancar.

Current ratio adalah rasio yang menunjukan besarnya kas yang dimiliki perusahaan ditambah dengan asset-aset yang dapat berubah menjadi kas dalam waktu satu tahun, relative dengan besarnya hutang-hutang yang jatuh tempo dalam jangka waktu dekat tepatnya tidak lebih dari satu tahun pada tanggal tertentu sesuai yang tercatat di neraca.

Atmaja (2008:365)

Menurut Atmaja (2008:365) rasio lancar/ Current Ratio adalah rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur likuiditas dalam suatu perusahaan.

Rasio ini dihitung dengan membagi aktiva lancar dengan hutang. Rasio lancar yang rendah menunjukan bahwa likuiditas suatu perusahaan buruk.

Sebaliknya jika current ratio relative tinggi maka liquiditas perusahaan relative baik.

Namun, perlu kalian ketahui bahwa tidak semua kasus current ratio tinggi maka liquiditas perusahaan pasti baik.

Karena meskipun aktiva lancar lebih besar dari hutang lancar, terkadang aktiva lancar seperti persediaan dan piutang sulit ditagih atau dijual secara tepat.

Munawir (2007:72)

Sedangkan menurut Munawir (2007:72) menyatakan bahwa Current Ratio adalah rasio yang paling umum digunakan untuk menganalisis posisi modal kerja di suatu perusahaan yaitu perbandingan antara jumlah aktiva lancar dengan hutang lancar.

Rasio ini menunjukan bahwa nilai kekayaan lancar (yang segera dapat dijadikan uang) terdapat sekian kalinya hutang jangka pendek.

Horne dan Wachowicz (2007)

Pengertian yang terakhir menurut Horne dan Wachowicz (2007) yang menyatakan bahwa current ratio adalah rasio yang diperoleh dengan menghitung total aktiva lancar dibagi dengan kewajiban jangka pendek.

Dengan menggunakan perhitungan rasio ini dapat menunjukan kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek dengan menggunakan aktiva lancar.

Itulah lima pengertian Current Ratio menurut para ahli, dengan adanya pengertian-pengertian di atas apakah kalian saat ini sudah memahami konsep dari Current Ratio atau rasio lancar?

Dari pengertian di atas maka dapat kita simpulkan bahwa rasio lancar atau current ratio adalah rasio yang sangat berguna untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban-kewajiban jangka pendek.

Dengan rasio lancar dapat diketahui sampai seberapa jauh aktiva lancar yang dimiliki perusahaan bisa menjamin hutang lancar jangka pendeng yang kurang dari satu tahun.

Semaikin tinggi current ratio suatu perusahaan maka utang-utang kepada para kreditur sudah terjamin.

Rasio ini juga digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar hutang jangka pendek dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki perusahaan.

Sangat mudah untuk dipahami kan?

Rumus Perhitungan Current Ratio (Rasio Lancar)

Rumus Perhitungan Current Ratio (Rasio Lancar)

Setelah kita mempelajari mengenai pengertian dari current ratio (Rasio Lancar) pastinya dari kalian semua sudah memahami konsep tersebut.

Selanjutnya kita akan membahas mengenai perhitungan dari current ratio.

Dengan menggunakan perhitungan ini kalian akan mengetahui informasi mengenai kemampuan dari aktiva lancar untuk melakukan penutupan hutang lancar.

Apakah kalian sudah mengetahui apa itu yang disebut aktiva lancar dan hutang lancar?

Jadi yang termasuk dari aktiva lancar adalah kas, piutang dagang, persediaan, efek, dan beberapa aktiva lainnya.

Sedangkan untuk hutang lancar adalah hutang bank, hutang wesel, hutang dagang, hutang gaji, serta hutang lainnya yang secepatnya harus dibayar pada jangka pendek oleh perusahaan.

Dari beberapa penjelasan yang saya berikan, maka dapat kita peroleh rumus Current Ratio adalah sebagai berikut:

Rumus Current Ratio

Seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya bahwa semakin besar perbandingan aktiva lancar dengan dengan hutang lancar, maka akan semakin tinggi pula kemampuan suatu perusahaan dalam melakukan pembayaran jangka pendek.

Jika perbandingan rasio lancar 1:1 atau 100% hal tersebut berarti aktiva lancar dapat menutup semua hutang lancar yang dimiliki perusahaan.

Sehingga, dapat dikatakan perusahaan sehat apabila rasio berada di atas satu atau di atas 100%.

Sampai penjelasan ini apakah kalian sudah dapat menggambarkan mengenai current ratio?

Dari pernyataan tersebut maka dapat kita simpulkan bahwa aktiva lancar haru berada jauh di atas jumlah hutang lancar.

Jika kalian masih bingung, maka akan saya berikan gambaran atau contoh current ratio di suatu perusahaan. Simak penjelasan dan contoh di bawah ini:

Contoh Soal Current Ratio

Current Ratio pada PT Income ID sebagai berikut:

Tahun 2006 = 1,04

Tahun 2007 = 1,05

Dari data current ratio di atas maka dapat kita artikan bahwa kemampuan perusahaan PT Income ID untuk membayar hutang yang segera harus dipenuhi dengan aktiva lancar pada tahun 2006 adalah setiap Rp 1 hutan lancar akan dijamin oleh Rp 1,04 aktiva lancar.

Sedangkan pada tahun 2007 adalah setiap hutang lancar Rp 1 maka akan dijamin aktiva lancar sebanyak Rp1,05.

Jika sudah memahami ilustrasi di atas, maka selanjutnya mari kita belajar mengenai contoh soal perhitungan Current Ratio.

Berikut contoh soal yang dapat kalian pelajari untuk menghitung Current Ratio:

Perusahaan PT Income ID mempunyai aktiva lancar sebesar Rp 200.000.000 sedangkan untuk hutang lancarnya sebesar Rp 150.000.000.

Maka berapa rasio lancar (current ratio) yang dimiliki perusahaan PT Income ID?

Dari soal di atas maka kita akan menemukan data sebagai berikut :

Diketahui:

Aktiva lancar = Rp 200.000.000

Hutang Lancar = Rp 150.000.000

Ditanya:

Berapa current ratio (rasio lancar)?

Jawab:

Jawaban Rumus Current Ratio
Jawaban Soal Current Ratio

Current Ratio = 1,33 kali, jadi dapat kita katakan bahwa rasio lancar dari PT Income ID adalah sebesar 1,33 kali.

Penilaian Terhadap Current Ratio (Rasio Lancar)

Penilaian Terhadap Current Ratio (Rasio Lancar)

Current Ratio adalah rasio yang dapat menunjukkan kelikuiditas suatu perusahaan.

Jadi, semakin tinggi nilai rasio lancar maka semakin tinggi pula likuid di suatu perusahaannya.

Pada umumnya hasil dari current ratio (rasio lancar) yang diterima perusahaan adalah 2 kali.

Rasio lancar degan nilai sebesar 2 kali maka dapat dikatakan bahwa perusahaan tersebut pada posisi aman atau nyaman dalam keuangan.

Hanya saja, pada dasarnya rasio lancar yang dapat diterima perusahaan itu bervariasi antara satu industry dengan industry lainnya.

Sedangkan pada umumnya di banyak perusahaan sudah dianggap dapat diterima atau baik.

Kemudian jika nilai pada rasio lancar kurang dari 1 kali maka dapat dikatakan rendah.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa jika nilai current ratio adalah kurang dari 1 kali.

Hal tersebut menunjukan perusahaan sedang mengalami kesulitan keuangan untuk membayar kewajiban lancarnya.

Pada kondisi ini, para calon kreditur atau investor harus memperhatikan harus memperhatikan arus kas atau cash flow operasional agar dapat memahami likuiditas perusahaan.

Namun sebaliknya, Jika besarnya current ratio adalah tinggi atau lebih dari 2 kali, maka dapat diperkirakan perusahaan tersebut mungkin saja tidak menggunakan asetnya dengan baik atau tidak menggunakan fasilitas pembiayaan jangka pendek secara efisien.

Atau bisa jadi hal ini juga menunjukan mungkin terdapat masalah dapat perusahaan terkait dengan pengelolaan modal kerja.

Namun, bagi sebagian kreditur atau investor kondisi current ratio tinggi lebih baik daripada current ratio rendah.

Karena dengan kondisi current ratio yang tinggi maka dapat dikatakan bahwa perusahaan dapat memenuhi kewajiban hutang yang jatuh tempo kurang dari satu tahun atau 12 bulan ke depan.

Sampai pada penjelasan ini apakah kalian sudah memahami konsep current ratio (rasio lancar)?

Pastinya sudah kan, karena sudah saya jelaskan dengan sebaik mungkin.

Dari contoh soal yang saya berikan sebelumnya maka dapat dikatakan bahwa nilai current rasionya sedang yaitu 1,33 kali.

Sehingga tidak lebih dari 2 kali dan tidak kurang dari 1 kali.

Dari contoh tersebut maka dapat dikatakan bahwa perusahaan Income ID masih dapat memenuhi kewajiban atau hutang jangka pendek yang tidak lebih dari 12 bulan.

Bagaimana menurut kalian apakah pembahasan kali ini terbilang rumit atau mudah dipahami?

Saya pribadi berharap kalian dapat memahami penjelasan mengenai current rasio (rasio lancar) dengan mudah.

Sehingga dapat menambah pengetahuan kalian, tidak hanya itu dengan adanya artikel ini semoga kalian juga dapat melakukan perhitungan current ratio dengan baik.

Dengan begitu, dapat dikatakan bahwa current ratio adalah perhitungan rasio untuk dapat mengetahui kemampuan suatu perusahaan dalam membayar hutang atau kewajibannya.

Baca Juga: Pengertian Human Capital dalam Perusahaan

Demikian artikel dari saya, sampai jumpa di artikel-artikel selanjutnya dan pastinya jangan bosan-bosan ya!

Continue Reading

Bisnis

Pengertian Human Capital Adalah: Yuk Pelajari Lebih Lanjut

Halo semuanya, pada kesempatan kali ini saya akan mengajak kalian berdiskusi mengenai apa itu Human Capital atau yang biasa disebut dengan modal manusia?

Apakah kalian sudah memahami dan mengetahui konsep dari Human Kapital?

Jika belum, maka sangat tepat jika kalian berkunjung pada artikel ini. Human capital adalah konsep penting dalam suatu bisnis yang harus kalian pahami nih.

Seperti yang kita ketahui bahwa keberadaan sumber daya manusia sangatlah penting disebuah perusahaan.

Namun, sayangnya tidak semua perusahaan mengetahui pentingnya keberadaan sumber daya manusia disebuah perusahaan.

Maka tidak heran jika banyak perusahaan yang berlaku semenah-menah kepada para karyawannya.

Bagaimana dengan tempat kalian bekerja?

Apakah kalian diperlakukan dengan baik?

Dan apakah kemampuan atau keahlian kalian tersalurkan diperusaan tempat kalian bekerja?

Jika perlakuannya jauh dengan apa yang kalian harapkan maka sangat penting nih untuk atasan kalian mengerti mengenai pentingnya Human Capital di sebuah perusahaan.

Apakah kalian mengetahui alasan perusahaan melakukan tindakan semenah-menah terhadap para karyawannya?

Hal tersebut dikarenakan beberapa perusahaan menganggap posisi karyawan hanya sebagai Human Resource yang artinya mereka menganggap karyawan sebagai sumber daya alam semata tanpa mengetahui bahwa pegawai atau karyawan merupakan sebuah asset perusahaan yang harus diperlakukan dengan sebaik mungkin.

Lah untuk itu sangat penting mengetahui konsep Human Capital yang akan saya bahas pada artikel kali ini.

Pengertian Human Capital

Pengertian Human Capital Adalah

Menurut dari economicshelp.org, Human Capital adalah sebuah pengetahuan (knowledge), keahlian (expertise), kemampuan (ability), serta keterampilan (skill) yang menjadikan seorang manusia menjadi modal atau asset di sebuah organisasi maupun perusahaan.

Kenapa kita perlu menganggap karyawan sebagai Human Capital?

Tentu saja sesuai dengan definisinya yakni human capital adalah seseorang yang harusnya dihargai dengan segala pengetahuan dan kemampuan yang mereka punya.

Selain itu jika perusahaan hanya menganggap karyawan atau pekerja sebagai Human Resource maka perusahaan tidak dapat berkembang dengan maksimal dan hanya akan mendapatkan keuntungan yang seadanya.

Wah, sangat disayangkan ya Jika sebuah perusahaan tidak memanfaatkan keahlian ataupun keterampilan yang dimiliki para karyawannya.

Itulah pengertian Human Capital secara umum, apakah kalian sudah memahami konsep tersebut?

Atau justru kalian masih bingung mengenai perbedaan Human Capital dengan Human Resource?

Definisi Human Capital Menurut Para Ahli

Definisi Human Capital Menurut Para Ahli

Agar kalian lebih paham lagi, mari simak definisi Human Capital di bawah ini menurut para ahli.

Bontis dkk (1999)

Pertama, menurut Bontis dkk (1999) Human Capital adalah suatu hal yang mewakili faktor manusia dalam sebuah organisasi yang merupakan gabungan antara intelegensia, ketampilan, dan keahlian yang memberikan karakter tersebut pada suatu organisasi atau perusahaan.

Sehingga mereka mampu belajar, berinovasi, berubah, dan memberikan dorongan kreativitas yang akan menjamin kelanggengan organisasi dalam jangka panjang.

Devenport (2003)

Kedua, menurut Devenport (2003) modal manusia atau Human Capital adalah seluruh usaha yang dibawa pekerja untuk diinvestasikan kepada perusahaan. Jenis investasi yang dimaksud adalah bentuk pengelolaan pekerjaan yang akan menghasilkan kinerja kepada perusahaan.

Disini karyawan yang bekerja akan menggunakan keahlian, pengetahuan, kemampuan, dan menyediakan waktunya untuk selalu meningkatkan produktivitasnya.

Fitz-ens (2000)

Sedangkan menurut Fitz-ens (2000), ia mendeskrisikan bahwa kemampuan modal manusia atau human capital adalah kombinasi dari faktor-faktor berikut ini:

  1. Karakteristik seseorang pegawai atau pekerja dalam melaksanakan pekerjaannya dalam hal : kepandaian, tingkah laku positif, energi, keandalan, serta komitmen.
  2. Kemampuan yang dimiliki seseorang untuk belajar mengembangkan bakat yang dimiliki seperti imajiansi, kreatifitas, dan kemampuan yang dimiliki untuk menyelesaikan suatu masalah.
  3. Motivasi dlam berbagai bentuk seperti berbagu informasi dan pengetahuan, kemangat kerja dalam kelompok dan orientasi tujuan.

Itulah pengertian mengenai Modal Manusia atau Human Capital menurut para ahli, bagaimana apakah kalian sudah paham mengenai Human Capital?

Pastinya sudah dong, karena beberapa pengertian di atas sangat mudah untuk dimengerti.

Jadi untuk menciptakan perusahaan yang produktif dan sehat harus memanfaatkan Human Capital dengan baik.

Memahami human capital adalah suatu yang sangat penting seperti pengetahuan, keahlian, motivasi dan beberapa hal lainnya pada diri seseorang.

Jenis-Jenis Human Capital

Jenis-Jenis Human Capital

Setelah mengerti mengenai pengertian Human Capital, selanjutnya kita akan membahas mengenai jenis-jenis Human Capital.

Pastinya kalian penasaran kan mengenai apa saja jenis dari Human Capital?

Untuk itu jangan bosan-bosan untuk membaca artikel ini ya.

Karena dengan adanya artikel ini maka akan menambah wawasan atau pengetahuan kalian menjadi lebih luas lagi.

Terutama untuk kalian yang bekerja sebagai atasan nih, harus benar-benar paham betul mengenai pentingnya Human Capital disebuah perusahaan.

Bahkan nih bisa dikatakan bahwa human capital adalah suatu hal yang sangat penting yang harus dimengerti, terutama bagi para atasan.

Karena keberadaan sumber daya manusia dengan berbagai sifat kolektif yang melekat pada mereka akan memberikan modal bagi perusahaan.

Sehingga perusahaan dapat menjadi lebih produktif, professional, serta nilai ekonomi semakin bertambah.

Oleh karena itu jangan sekali-kali kalian mengabaikan kemampuan yang dimilik karyawan yang ada diperusahaan kalian.

Sedangkan Human Capital yang dapat dikembangkan pada seseorang terdapat beberapa jenis. Berikut jenis-jenis Human Capital yang wajib kalian ketahu.

1.General Management Human Capital

Jenis General Management Human Capital adalah sumber daya manusia di lebel manajemen tinggi yang meliputi kompetensi manajerial, kemampuan mengambil keputusan, kepemimpinan, serta keahlian fungsional.

Hal ini termasuk dalam mengumpulan, mengolah, dan mengelola sumbur daya keuangan, teknis dan SDM.

Jenis General Management Human Capital sangat penting dimiliki disebuah perusahaan.

Kenapa hal tersebut penting?

Karena hal tersebut mampu membuat eksekutif perusahaan mampu berinteraksi dengan investor maupun kolega bisnis dalam meningkatkan atau memajukan perusahaan.

Apakah di perusahaan kalian sudah terdapat jenis ini?

2. Strategic Human Capital

Jenis selanjutnya adalah Strategic Human Capital, jenis yang seperti apakah itu?

Jadi, strategic human capital adalah modal manusia yang mencakup keterampilan dan keahlian yang strategis yang didapatkan dari pengalaman menghadapi situasi tertentu.

Saya beri gambaran nih, contohnya kemampuan strategis dalam mengatur keuangan terkait dengan pemotongan anggaran biaya untuk efisiensi yang dikarenakan situasi keuangan yang kurang menguntungkan.

Tidak haya itu saja, kemampuan bermanuver menghadapi situasi pasar yang tidak dapat diprediksi juga termasuk jenis Strategic Human Capital.

Jadi intinya pada jenis ini karyawan atau pegawai mampu beradaptasi dengan situasi dan lingkungan baru.

3. Industry Human Capital

Jenis yang ketiga adalah industy Human Capital.

Industry human capital adalah jenis human capital yang memiliki segenap pengetahuan yang berkaitan dengan industry baik itu tenis, regulasi, maupun supplier.

Hanya saja pada jenis ini, tidak berlaku untuk segala perusahaan.

Karena jenis ini terdapat pada perusahaan yang beroperasi di bawah peraturan yang sama atau sejenis.

Misalnya adalah industry obat, otomotif, makanan maupun industri lainnya yang sejenis.

4. Relationship Human Capital

Lanjut ke jenis berikutnya, Relationship Human Capital adalah kecerdasan berkomunikasi menunjukan bahwa seseorang karyawan mempunyai kemampuan menjalin komunikasi dan berinteraksi dengan orang lain, baik itu dari dalam maupun dari luar tim.

Meskipun kemampuan ini terlihat sederhana, namun kemampuan ini sangat penting dan wajib dimiliki oleh semua karyawan. Sehingga perusahaan dapat memaksimalkan kemampuan karyawannya dengan sangat maksimal.

Karena karyawan yang pandai berkomunikasi dan berinteraksi dapat mendukung kelancaran pelaksanaan tugas yang membuat tercapainya kinerja yang tinggi dan dapat diraih dengan mudah.

5. Company Specific Human Capita

Apa yang dimaksud dengan Company Specific Human Capital?

Jadi disetiap perusahaan pastinya mempunyai struktur dan budaya yang berbeda-beda.

Termasuk dalam hal peraturan maupun kebijakan yang terdapat di perusahaan.

Sehingga setiap karyawan dituntut agar dapat beradaptasi dengan segala sesuatu yang sudah menjadi ketentuan di perusahaan tersebut, hal tersebutlah yang dimaksud dengan Company Specific Human Capital.

Oleh karena itu karyawan yang mengenal dengan bagi segala peraturan atau budayanya yang melekat pada perusahaan tentunya akan lebih mempermudah untuk menjalankan tugas-tugas mereka sesuai dengan visi dan misi yang mengarah pada kemajuan sebuah perusahaan.

Itulah lima jenis Human Capital yang perlu kalian ketahui.

Pentingnya Memahami Human Capital dalam Berbisnis

Pentingnya Memahami Human Capital dalam Berbisnis

Bagaimana apakah jenis-jenis human capital tersebut ada diperusahaan kalian?

Terlebih lagi jika kalian merupakan pemimpin, apakah kalian sudah memanfaatkan Human Capital di perusahaan dengan baik?

Jika belum, maka kalian jangan bermimpi perusahaan akan berjalan dengan lancar tanpa dukungan dari karyawan yang memadai.

Untuk itu kalian harus benar-benar memahami keahlian maupun keterampilan yang dimiliki oleh karyawan.

Dengan begitu kalian dapat memperlakukan karyawan dengan baik sesuai dengan kemampuan mereka, serta akan membuat kinerja perusahaan menjadi lebih maksimal lagi.

Jadi, intinya Human Capital adalah bagian dari manajemen sumber daya manusia.

Hanya saja pada konsep Human Capital memandang dan memperlakukan karyawan bukan hanya sebagai sumber daya manusia yang mendukung pelaksanaan tugas atau operasional perusahaan saja.

Tetapi juga, menjadi salah satu asset atau modal penting bagi setiap perusahaan.

Hanya saja, sebagai modal atau asset Human Capital cenderung tidak berwujud karena berupa keahlian, keterampilan, pengetahuan, dan kecerdasan yang melekat pada sumber daya manusia yang ada di perusahaan.

Hanya saja asset atau modal ini sering diabaikan oleh perusahaan. Karena kebanyakan dari mereka menganggap bahwa sumber daya keuangan dan peralatan atau perlengkapan yang terdapat di perusahaan.

Padahal sebenarnya human capital adalah suatu hal yang lebih penting.

Dapat dikatakan peran Human Capital justru sama pentingnya.

Apa jadinya perusahaan jika keahlian karyawan terabaikan? Pastinya tidak akan berkembang dengan baik.

Seperti yang saya rasakan saat bekerja di suatu perusahaan yang kurang memahami Human Capital, yang ada justru semua pekerjaan menjadi tidak terstruktur.

Dan karyawan hanya melakukan apa yang menjadi tugasnya tanpa mengembangkan pola pikir, pengetahuan, atau bahkan kemampuannya.

Coba bayangkan betapa bosannya menjadi karyawan dengan pekerjaan yang sedemikian rupa! Lalu bagaimana dengan perusahaan kalian?

Agar para karyawan mampu menampilkan keahliannya dengan maksimal, maka seiring dengan berkembangnya pengetahuan dan kinerja karyawan maka perusahaan harus memperlakukan karyawannya dengan baik.

Seperti contoh memberi reward untuk meningkatkan loyalitas para karyawan.

Bentuk reward atau benefit yang dapat diberikan pada karyawan antara lain tunjangan, bonus tahunan, dan fasilitas lainnya.

Dengan begitu akan memicu kesadaran para karyawan untuk tetap bertahan di perusahaan.

Dari artikel ini saya berharap kalian sudah mengetahui mengenai pentingnya Human Capital atau modal manusia.

Bahkan jika kalian ingin membuka usaha sendiripun sangat bisa menggunakan konsep Human Capital dengan mencari karyawan yang mempunyai keahlian atau kemampuan yang sesuai dengan bidang usaha kalian.

Dengan begitu pastinya usaha atau bisnis kalian mampu berjalan dengan baik.

Sedangkan untuk kalian para para atasan, setelah membaca artikel ini pastikan kalian mengubah cara kerja perusahaan dengan mengedepankan Human Capital.

Ingat Human Capital adalah suatu hal yang sangat penting.

Dengan begitu peruahaan kalian dapat lebih berkembang. Terlebih lagi jangan pernah menyia-nyiakan sumber daya yang ada diperusahaan kalian.

Baca Juga: Manajemen Sumber Daya Manusia dan Praktiknya di Perusahaan

Terimasih sudah membaca artikel mengenai pengertian Human Capital dan jenis-jenisnya!

Continue Reading

TOP STORIES