Connect with us

Bisnis

Kupas Tuntas lembaga keuangan bukan bank di Indonesia

Pada umumnya, lembaga keuangan utama di Indonesia adalah bank konvensional. Namun, saat ini ada juga lembaga keuangan bukan bank (LKBB) yang memiliki wewenang hampir sama dengan bank.

Adapun dasar hukumnya adalah Keputusan Menteri Keuangan No.280/KMK.01/1989 yang berisikan tentang pembinaan dan pengawasan terhadap LKBB.

Jenis Lembaga Keuangan Bukan Bank

Memiliki tujuan untuk memberikan pinjaman modal untuk masyarakat kalangan tingkat rendah menjadikan LKBB ini terbagi atas beberapa jenis.

Pembagian ini didasarkan pada fungsi dan tugasnya yang berbeda-beda. Secara umum, lembaga keuangan bukan bank terdiri dari 6 kelompok utama yang masih dalam pengawasan Bank Indonesia.

1. Perusahaan Asuransi

Pengertian Asuransi sesuai dengan UU No 2 Tahun 1992 adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.

Dalam UU tersebut juga disebutkan untuk jenis yang dapat diasuransikan diantaranya adalah kesehatan, barang berharga, properti, pendidikan dan lain sebagainya.

Adanya asuransi ini diharapkan dapat membantu masyarakat golongan rendah apabila terjadi musibah yang menimpa keluarganya.

2. Perusahaan Gadai

Perum Pegadaian merupakan usaha milik negara yang memiliki kegiatan untuk menyalurkan dana kredit kepada masyarakat.

Adapun tujuannya adalah untuk menghindari praktik peminjaman uang dengan menetapkan bunga yang tidak sesuai seperti halnya rentenir.

Adapun tugas pokoknya sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan No.KEP-39/MK/6/1/1971 adalah :

  • Ikut melakukan pembinaan kredit kepada masyarakat secara luas.
  • Ikut mencegah dalam praktik peminjaman uang dengan bunga bank yang tinggi, praktik riba hingga pegadaian ilegal.
  • Menyalurkan dana kredit untuk masyarakat kelas rendah.
  • Melakukan pembinaan ekonomi kepada masyarakat golongan rendah dengan cara menyalurkan kredit menggunakan prinsip hukum gadai.

Pada perusahaan pegadaian ini, jaminan kredit yang bisa digadaikan adalah benda yang dapat bergerak ataupun yang tidak bergerak.

Adapun jangka waktu pinjaman yang ditetapkan biasanya adalah kurang dari 1 tahun. Apabila dalam jangka waktu tersebut tidak dapat melunasinya, maka jaminan yang dikreditkan akan dilelang.

3. Koperasi Simpan Pinjam

Logo Koperasi Indonesia via: keuangan.kontan.co.id

Salah satu lembaga keuangan bukan bank menghimpun dana melalui anggotanya sendiri dan disalurkan kembali ke anggota ataupun non anggota koperasi.

Koperasi simpan pinjam memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota maupun non anggota yang membutuhkan dana. Adapun prinsip yang digunakan adalah gotong royong dan kekeluargaan sesuai dengan UU No 17 Tahun 2012.

Saat ini sudah ada banyak sekali jenis koperasi simpan pinjam di kalangan masyarakat. Beberapa contohnya diantaranya adalah Koperasi Serba Usaha, Koperasi Pasar hingga Koperasi Unit Desa.

Apabila ingin mencoba meminjam dana dari koperasi, pastikan koperasi tersebut bukan abal-abal dan masih dalam naungan pemerintah.

4. Perusahaan Dana Pensiun

Sesuai dengan namanya, perusahaan ini merupakan badan hukum yang bertugas untuk mengelola serta menjalankan program dana pensiun.

Setiap PNS yang sudah tidak bekerja, biasanya akan mendapatkan dana pensiun di awal bulan melalui Taspen. Dana tersebut diambil dari gaji yang didapatkan ketika menjabat PNS.

Dana pensiun sendiri terbagi menjadi beberapa program, diantaranya adalah Jaminan Hari Tua, Dana Pensiun Pemberi Kerja hingga Tabungan Pensiun.

Masing-masing program didapatkan dari sumber yang berbeda-beda, contohnya program JHT sendiri ditawarkan oleh BPJS Ketenagakerjaan. Sedangkan untuk DPPK sendiri biasanya didapatkan dari tempat perusahaan terakhir bekerja.

5. Perusahaan Leasing

image: web BCA Finance/ bcafinance.co.id

Lembaga keuangan bukan bank berperan dalam memberikan layanan pembiayaan sistem kontrak tertentu. Nantinya peminjam dana akan melakukan pembayaran dengan sistem angsuran kepada perusahaan yang dituju.

Adanya perusahaan leasing ini akan memudahkan seseorang dalam mendapatkan kendaraan ataupun properti lain.

Beberapa contoh perusahaan leasing yang terkenal di Indonesia diantaranya adalah BCA Finance, Mandiri Finance, Adira Finance dan hingga BFI Finance.

Masing-masing perusahaan leasing tentunya memiliki penawaran yang berbeda-beda dan menarik. Pilihlah sesuai dengan kebutuhan dan biaya cicilannya tidak terlalu mahal.

6. Perusahaan Efek

Bursa efek atau pasar modal adalah salah satu LKBB yang menjadi tempat terjadinya jual beli surat berharga untuk jangka panjang.

Dana yang didapatkan dari investor saham biasanya akan digunakan perusahaan untuk membangun proyek baru yang dampaknya bagus untuk jangka panjang. Dengan demikian perusahaan dan investor akan berkembang bersama.

Hingga saat ini sudah ada banyak sekali perusahaan efek yang menjadi tempat jual beli surat berharga tersebut. Beberapa perusahaan sekuritas yang terkenal di kalangan masyarakat diantaranya adalah Indo Premier Sekuritas, Mandiri Sekuritas, BCA Sekuritas dan BNI Sekuritas.

Baca juga: 5 Daftar Fintech Syariah yang Bergabung di AFSI

Tujuan, Prinsip dan Bentuk LKBB

LKBB memang memiliki tujuan utama untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong pergerakan pasar modal.

Dalam pelaksanaannya tentu terdapat prinsip yang harus dipegang dan dipertanggungjawabkan. Disisi lain, LKBB juga terbagi atas beberapa bentuk sesuai dengan fungsi tugasnya masing-masing.

Tujuan

Ada beberapa tujuan lain adanya LKBB di Indonesia, diantaranya adalah bertujuan untuk memperlancar pembangunan dari sektor industri melalui pasar modal.

LKBB juga berkeinginan kuat untuk memperluas sumber pembiayaan untuk kegiatan usaha bagi yang membutuhkan. Lembaga ini juga memiliki tujuan membantu masyarakat kelas rendah agar tidak terbelit utang dalam jumlah yang besar.

Prinsip

Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, LKBB memegang 2 prinsip utama. Pertama adalah wajib mengenal dan mengetahui nasabah tersebut, baik dari latar belakang, identitas diri, transaksi yang dilakukan hingga rekening tabungan.

Kedua, melaporkan setiap transaksi keuangan yang terlihat mencurigakan, contohnya disini adalah kegiatan terorisme.

Bentuk Usaha

Setidaknya terdapat 3 bentuk usaha lembaga keuangan bukan bank yang dibagi sesuai fungsinya masing-masing.

Pertama adalah berbadan hukum Indonesia yang didirikan dan berkedudukan di Indonesia. Kedua adalah yang berbadan hukum Indonesia, namun memiliki bentuk kerja sama dengan badan hukum luar negeri.

Terakhir adalah berbadan hukum asing yang merupakan bentuk lembaga keuangan dan perwakilan dari Indonesia yang berkedudukan di luar negeri.

Ketiganya ini memiliki fungsi yang saling berkesinambungan dan saling bekerja sama apabila terjadi suatu masalah dalam lingkungan kerjanya.

Adanya lembaga keuangan bukan bank di Indonesia ini memang memberikan dampak positif bagi semua kalangan, terlebih masyarakat golongan rendah. Mereka dapat merasakan pertumbuhan ekonomi bersama dan ikut serta dalam memajukan perekonomian Indonesia.

Header Image: Pixabay

Mendirikan situs income.id sebagai perwujudan pengabdian kepada bangsa dan negara indonesia melalui media yang informatif dan edukatif

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bisnis

Tips Memulai Bisnis Bagi Mahasiswa yang Bisa Kamu Tiru

Zaman sekarang tidak ada batasan umur seseorang untuk memulai bisnis. Termasuk dari kalangan anak kuliahan atau mahasiswa.

Banyak yang berawal hanya sekedar coba-coba atau dari hobi malah menjadi ladang penghasilan yang menjanjikan.

Bagi mahasiswa yang mulai tertarik berbisnis, berikut cara memulai bisnis untuk anak kuliahan yang bisa kalian coba

Harus Segera Mengambil Langkah Pertama

Bagi mahasiswa yang masih punya kebiasaan menunda-nunda pekerjaan, coba mulai hentikan hal tersebut jika ingin segera punya bisnis.

Menunda pekerjaan sama artinya dengan menyia-nyiakan banyak waktu. Sebaiknya jangan terlalu sering bersantai-santai dan merasa terlalu dini menjadi seorang pebisnis sebab masih berstatus pelajar.

Pada dasarnya tidak ada kata terlalu dini untuk menjadi pengusaha sukses.

Malah lebih baik, justru saat masih kuliah ini adalah waktu yang terbaik untuk meraih kesuksesan dalam usia muda.

Sudah banyak orang yang berhasil meraih kesuksesannya walaupun usianya masih tergolong muda. Untuk itu, mulai sekarang belajarlah tidak menunda-nunda pekerjaan.

Menuangkan Ide Bisnis Dalam sebuah Proposal

Jika selama ini menganggap jika proposal dalam memulai bisnis tidak terlalu penting, sebenarnya itu adalah pemikiran yang salah besar.

Faktanya, proposal bisa memperjelas dengan detail tentang ide bisnis yang akan dibuat. Proposal adalah tempat untuk menuangkan ide bisnis sehingga perencanaannya menjadi lebih jelas.

Selain itu, proposal  juga bisa digunakan untuk mencari partner bisnis. Coba ajukan proposal tersebut pada pihak-pihak yang berpotensi untuk mendukung keberhasilan bisnis yang dirintis.

Bagi yang bingung, proposal bisnis itu apa saja isinya? Isi proposal pada intinya berisi tujuan, perencanaan, apa saja yang dibutuhkan, modal, bahan baku, dan lainnya.

Awal Memulai Bisnis Carilah Dukungan Mentor

Oleh karena status masih mahasiswa, tentu banyak hal yang harus dipelajari dalam berbisnis. Untuk itu jangan ragu untuk meminta dukungan para mentor.

Para mentor akan membantu mengarahkan tujuan supaya lebih tepat sasaran. Dengan berkonsultasi dengan mentor, tentu saja dapat menambah pemahaman terhadap dunia bisnis.

Semua hal terkait bisnis yang awalnya tidak bisa diketahui, bisa lebih paham karena penjelasan dari mentor yang tepat. Jangan pernah ragu untuk meminta bimbingan para mentor terbaik.

Tidak perlu jauh-jauh, karena di kampus banyak sekali berkumpul para ahli dan professor. Sesekali meminta bimbingan dari mereka adalah pilihan terbaik untuk memulai bisnis.

Mengikuti Kelas Atau Seminar Bisnis

Walaupun bukan mahasiswa jurusan bisnis bukan merupakan halangan untuk memperlajarinya.

Ikuti saja beberapa kelas bisnis yang bisa bermanfaat untuk menambah skill dan kemampuan di bidang bisnis. Apalagi sekarang banyak ditawarkan kelas bisnis dengan beragam pilihan paket tertentu.

Ikuti saja salah satunya dengan memilih  yang paling bisa membantu untuk perkembangan bisnis yang akan dirintis. Seminar-seminar bisnis juga belakangan ini sering diadakan.

Biasanya seminar bisnis digelar melalui webinar, dan lainnya. Dengan cara ini selain bisa menambah pengetahuan tentang bisnis, dapat juga menjadi ajang untuk mencari relasi sejak dini.

Pertimbangkan Modal Awal Yang Dimiliki

Ketika memulai bisnis sebagai seorang mahasiswa juga perlu untuk mempertimbangkan modal awal sejak dini.

Dalam hal ini modal memang punya peran penting jika ingin membuka usaha atau bisnis. Namun, karena posisinya masih sebagai pelajar mahasiswa, seringkali merasa tidak yakin modal yang dimiliki mencukupi. Anggapan seperti ini sebaiknya dihilangkan.

Modal faktanya tidak melulu soal uang. Selain uang, yang namanya modal sebetulnya bisa berupa pengetahuan, relasi, maupun keahlian.

Misalnya pengetahuan, yaitu terkait dengan kemampuan untuk melakukan riset supaya bisnis dapat berjalan dengan lancar. Lalu relasi, yang sangat dibutuhkan terutama dalam urusan penambahan modal.

Terakhir modal yang berupa keahlian. Setiap orang pasti punya keahlian masing-masing.

Sebagai seorang mahasiswa, jangan sia-siakan keahlian tersebut karena bisa menjadi modal bisnis. Misalnya punya keahlian masak, coba saja buka usaha kuliner. Punya keahlian fotografi, buka saja jasa foto wedding, dan lain sebagainya.

Mencoba Untuk Magang Dan Terjun Langsung Dalam Dunia Bisnis

Memulai bisnis bagi seorang mahasiswa bisa dilakukan dengan cara terjun langsung dalam dunia tersebut. Caranya adalah dengan magang di sebuah perusahaan. Magang di sebuah perusahaan akan membantu mencari pengalaman dan tempat belajar yang tepat.

Ilmu tentang berbisnis ada banyak sekali yang bisa dipelajari di tempat magang. Bahkan tidak hanya pengetahuan dan pengalaman saja yang bisa didapatkan. Beberapa perusahaan tempat magang, kadang juga memberikan sejumlah uang sebagai bayaran.

Menjadikan Media Sosial Sebagai Alat Pemasaran Yang Paling Ampuh

Saat ini jamannya apa-apa serba digital. Mahasiswa sekarang terutama kaum milenial, tidak boleh sampai tidak paham teknologi digital. Termasuk semua hal yang menyangkut media sosial. Hal ini karena media sosial bisa menjadi alat pemasaran paling ampuh supaya produk lebih dikenal banyak orang.

Belajarlah untuk mulai memahami karakteristik pengguna dan setiap platform media sosial.

Cari tahu bagaimana cara memaksimalkan media sosial untuk kepentingan perkembangan bisnis yang dijalankan. Misalnya dengan membuat video trailer tentang produk bisnis saat akan melakukan launcing. Jangan lupa untuk membuat yang paling menarik supaya banyak yang melihat.

Seumpama mengandalkan instagram sebagai media sosial pilihan, cabalah untuk lebih pintar dalam mengatur feed.

Namun jika menggunakan media sosial lain, bisa disesuaikan menurut karakteristik masing-masing. Sudah saatnya bagi mahasiswa untuk lebih paham teknologi saat memulai bisnis.

Cobalah Untuk Mengikuti Lomba-lomba Di Kampus

Kampus atau universitas sering menyelenggarakan lomba-lomba tertentu, salah satunya bidang kewirausahaan.

Cobalah untuk mengikuti perlombaan tersebut karena hal ini juga termasuk langkah memulai bisnis seorang mahasiswa. Siapa tahu, bisa menang dan mendapat hadiah. Jika mendapatkan hadiah berupa uang tunai, bukankah lumayan untuk dijadikan tambahan modal usaha?

Saat ini bahkan banyak sekali lomba yang diperuntukkan untuk pengusaha muda dengan hadiah modal bisnis yang jumlahnya tidak sedikit. Selain itu, kadang juga ada lomba-lomba kewirausahaan juga menawarkan hadiah lain. Misalnya mentoring, tempat bisnis, dan lain sebagainya.

Melakukan Diskusi Dengan Teman Kampus Yang Satu Pikiran

Melakukan diskusi dengan teman kampus juga merupakan salah satu langkah memulai bisnis bagi mahasiswa.

Jika punya teman yang kebetulan punya pikiran yang sama terutama dalam hal berbisnis, ajak saja mereka untuk berdiskusi. Utarakan segala gagasan, atau pengalaman dengan teman tersebut.

Siapa tahu dengan berdiskusi bisa melahirkan suatu gagasan bisnis yang menarik. Tinggal selanjutnya kembangkan ide tersebut bersama-sama.

Tanamkan Sikap Pantang Menyerah

Teruntuk mahasiswa jika ingin memulai bisnis, sebaiknya tanamkan sejak dini untuk tidak ada kata menyerah.

Pada dasarnya untuk meraih kesuksesan tidak ada jalan yang mudah, terutama dalam bidang bisnis. Yakinkan diri sejak awal, jika akan selalu bekerja keras demi perkembangan bisnis yang akan dijalankan.

Penanaman mental yang baik sejak awal akan membantu untuk bertahan dan terus belajar mengembangkan suatu bisnis di masa depan.

Baca Juga: Inilah Kerja Sampingan yang Cocok Untuk Mahasiswa

Kegagalan merupakan hal biasa dirasakan oleh seorang pengusaha. Yang perlu dilakukan hanya harus bangkit dan berusaha memperbaiki apa yang menjadi penyebab kegagalan tersebut.

Faktanya memulai bisnis memang bisa dilakukan oleh siapa saja. Baik pelajar, ibu rumah tangga, dan lainnya termasuk masih berstatus mahasiswa.

Malahan sangat baik jika sudah punya pikiran untuk sukses sejak usia muda. Jangan lupa untuk selalu berpikir positif supaya lebih yakin mengembangkan bisnis.

Continue Reading

Bisnis

Memulai Bisnis Untuk Karyawan, Kerja Sambil Bisnis Yuk !

Gaji dari seorang karyawan mungkin tidak bisa mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari yang semakin mahal.

Hal ini membuat sebagian karyawan memutuskan untuk memulai bisnis demi mendapatkan penghasilan tambahan. Namun sebetulnya tidak mudah bagi karyawan mengembangkan bisnis selagi masih punya kewajiban menjadi karyawan.

Meskipun tidak mudah, tidak berarti sama sekali mustahil untuk dijalankan. Ikuti saja tips memulai bisnis bagi karyawan berikut ini

Pilih Bisnis Yang Tepat Dengan Keadaanmu

Tips memulai bisnis bagi para karyawan adalah usahakan untuk memilih bisnis yang tepat. Seorang karyawan terutama yang bekerja fulltime tentu ada yang merasa kesulitan untuk membuka usaha. Hal ini salah satunya disebabkan karena waktu meraka banyak dihabiskan di kantor dan sulit punya waktu luang.

Jika terlalu dipaksakan, bukan malah untung bisa jadi akan kehilangan pekerjaan sebelum berhasil mengembangkan bisnis.

Namun hal semacam ini bukan tidak ada solusinya. Caranya hanya dengan memilih bisnis yang paling tepat untuk dijalankan. Pertimbangkan apakah bisnis tersebut sekiranya dapat dikelola dengan baik, tanpa harus meninggalkan pekerjaan kantor.

Bisa juga dengan memilih bisnis sesuai bidang yang disukai. Misalnya bagi yang suka memasak, cobalah untuk membuka bisnis kuliner.

Oleh karena bekerja sesuai hobi kadang membuat lebih menyenangkan sehingga tidak cepat merasa lelah ketika melakukannya.

Usahakan Untuk Fokus Hanya Pada Satu Bisnis Saja

Kadang para karyawan merasa kurang jika hanya mengelola 1 jenis bisnis sampingan.

Supaya pendapatan bisa dimaksimalkan banyak yang ingin membuka bisnis lebih dari 1 jenis. Namun pemikiran seperti ini sebetulnya malah salah. Menjadi seorang karyawan artinya masih punya tanggung jawab pekerjaan di kantor yang tidak boleh dianggap remeh.

Tidak mungkin mengelola lebih dari 1 bisnis disaat masih punya beban pekerjaan kantor yang harus dikerjakan dengan baik. Jadi sebaiknya fokus saja dulu dengan 1 bisnis sampingan.

Pilih ide bisnis yang paling diminati atau sesuai dengan kemampuan. Semakin fokus dengan 1 bisnis, maka semakin cepat pula bisnis tersebut bisa berkembang.

Awal Memulai Bisnis Hindari Pemakaian Modal Besar

Memulai bisnis apapun memang butuh modal. Namun sebagai seorang karyawan, ketika ingin membuka sebuah bisnis, usahakan untuk menghindari pemakaian modal yang terlalu besar. Selain karena terhitung masih pemula, mendirikan bisnis dengan modal terlalu besar terlalu beresiko.

Seorang karyawan yang memutuskan mendirikan usaha sampingan harus pandai mengelola modal dengan baik dan benar.

Jangan sampai salah, karena bisa jadi bisnis sampingan yang akan dijalankan malah mengalami kegagalan. Lebih baik pilih bisnis yang tidak membutuhkan modal yang cukup besar. Sehingga jika seandainya bisnis mengalami kegagalan tidak terlalu banyak menanggung kerugian.

Memulai Bisnis Dengan Membuat Rencana Bisnis

Penting juga untuk membuat perencanaan ketika akan memulai bisnis terutama bagi karyawan. Meskipun hanya bisnis kecil-kecilan, perencanaan bisnis ini penting untuk dibuat.

Dengan membuat perencanaan yang matang, maka bisnis yang akan dijalankan bisa lebih jelas. Terkait apa saja yang dibutuhkan, atau yang harus dilakukan saat bisnis mulai berjalan.

Perencanaan bisnis terdiri dari beberapa hal. Diantaranya mulai dari persiapan produk bisnis, pengumpulan modal usaha, menentukan strategi promosi, juga melakukan riset pasar.

Dalam perencanaan bisnis juga harus tergambar jelas tujuan mendirikan bisnis itu sendiri. Perencanaan bisnis harus dibuat dengan matang sehingga lebih terarah.

Mulailah Membagi Waktu

Ketika menjadi seorang karyawan namun memutuskan untuk mencoba terjun dalam dunia bisnis di saat bersamaan bukan tanpa resiko.

Resiko paling kecil adalah harus rela mengorbankan waktu yang tersisa untuk mengurusi bisnis dan bukan untuk melakukan hal tidak penting. Segera lakukan konsultasi dengan keluarga terkait liburan atau acara keluarga.

Setelah itu buat daftar prioritas dari semua kegiatan serta tanggung jawab yang harus dilakukan. Hal ini memang tidak mudah.

Jika merasa kesulitan coba saja mulai dengan menghitung berapa jumlah waktu yang dimiliki di luar pekerjaan sebagai karyawan. Jangan lupa setelah daftar prioritas jadi, taatilah pembagian waktu tersebut.

Tetap Jaga Reputasi Sebagai Seorang Karyawan

Ingatlah, meskipun telah memutuskan untuk memulai bisnis sampingan sendiri, namun harus sadar posisi yaitu sebagai seorang karyawan. Sebagai seorang karyawan di perusahaan, artinya punya atasan yang perlu ditaati. Hal ini karena merekalah yang faktanya memberikan kepercayaan untuk memegang suatu posisi dan mereka jugalah yang memberikan gaji.

Maka sebaiknya tetap jaga attitude saat berhadapan dengan atasan. Jika reputasi di kantor tetap terjaga maka perusahaan kemungkinan akan tetap memberikan kepercayaan.

Langkah ini juga sebagai upaya untuk berjaga-jaga jikalau bisnis yang akan dijalankan menemui kegagalan. Setidaknya tidak terlalu rugi besar, karena masih bisa bekerja di kantor sebagai karyawan.

Gunakan Pekerjaan Sebagai Karyawan Untuk Media Pembelajaran

Sebetulnya bekerja sebagai karyawan punya manfaat sendiri, terutama bagi yang ingin memulai bisnis sampingan.

Dengan menjadi karyawan di perusahaan, maka setidaknya bisa mendapatkan ilmu bagaimana cara mengelola usaha dengan baik dan benar. Bisa juga memperoleh pengalaman bagaimana menjadi seorang pemimpin yang bijak.

Sebaiknya manfaatkan waktu sebaik mungkin terutama jika saat bertemu dengan para kolega perusahaan. Ilmu dan pengalaman mereka tentu sangat berguna. Bisa menjadi pengetahuan dan bisa diterapkan ketika menjalankan bisnis yang akan dirintis.

Sebisa Mungkin Manfaatkan Asset Yang Mudah Diakses

Penting bagi seorang karyawan yang memutuskan memulai bisnis sampingan sendiri adalah pandai memanfaatkan aset.

Apa aset yang paling mudah diakses oleh seorang karyawan?

Jawabannya adalah teman kantor. Mengapa bisa begitu? Misalnya saja saat kesulitan mencari pasar untuk memasarkan produk bisnis.

Maka lebih baik coba jual saja ke teman atau rekan kantor sendiri. Sebisa mungkin lakukan sejumlah riset kecil untuk mengetahui apa yang sedang dibutuhkan oleh rekan kerja di kantor. Dengan cara ini juga lebih mudah menentukan jenis bisnis apa yang ingin dijalankan.

Maksimalkan Penggunaan Internet Untuk Berbisnis

Saat ini memang sudah jamannya teknologi. Penggunaan internet menjadi basic utama masyarakat melakukan kegiatan sehari-hari.

Tidak terkecuali dalam berbisnis. Menjadi seorang karyawan pun harus pandai memanfaatkan teknologi internet untuk keperluan berbisnis. Lebih bagus jika jenis bisnis yang digeluti memang sudah berbasis online.

Tinggal pastikan saja untuk lebih menguasai strategi pemasaran melalui internet. Namun, bagi yang masih menjalankan bisnis berbasis offline pun perlu memaksimalkan internet terutama untuk pemasaran produk. Misalnya saja dengan membuat akun media sosial, atau website khusus untuk produk yang ingin dipasarkan.

Jangan Sampai Menunda Pekerjaan Kantor

Penting juga untuk diingat untuk tidak menunda-nunda pekerjaan kantor meskipun dalam tahap memulai bisnis sampingan.

Meskipun tidak mudah menjalankan pekerjaan dan bisnis di waktu yang bersamaan. Namun sebaiknya bagi keduanya sebagai prioritas supaya bisa tetap bisa berjalan beriringan. Setidaknya atur waktu sebijaksana mungkin supaya keduanya tetap berjalan dengan baik.

Baca Juga: Inilah Kerja Sampingan yang Cocok Untuk Mahasiswa

Contohnya saja dari mulai pagi sampai sore pakai lah waktu untuk menyelesaikan pekerjaan kantor. Setelah pulang kerja baru urus bisnis sampingan yang dirintis. Sebaiknya jangan pernah menunda pekerjaan kantor. Karena semakin ditunda, maka waktu untuk mengurus bisnis juga akan berkurang.

Itulah tips-tips memulai bisnis bagi para karyawan. Sebetulnya tidak masalah merintis bisnis dengan status masih menjadi karyawan kantor. Terapkan saja tips di atas supaya bisnis yang dirintis bisa berjalan dengan baik.

Continue Reading

Bisnis

Tips Memulai Bisnis Bagi Wanita Supaya Cepat Berkembang

Jumlah pebisnis di Indonesia sudah makin meningkat saat ini. Tidak terbatas pada gender pria saja.

Bahkan kini bermunculan pebisnis wanita yang juga tidak kalah berhasil dalam mengembangkan bisnisnya.

Para wanita yang ingin mencoba terjun ke dunia bisnis, simak beberapa tips memulai bisnis khusus untuk perempuan berikut ini

Persiapkan Niat

Para wanita yang ingin memulai bisnis, pertama sekali adalah pastikan untuk mempersiapkan niat. Semua hal tidak terkecuali berbisnis harus didukung dengan niat yang kuat dulu supaya dapat berjalan dengan baik.

Niat yang kuat ini akan membantu supaya dalam menjalankan bisnis nanti tidak mudah mudah menyerah jika menghadapi hambatan dan kesulitan.

Khusus untuk wanita yang sudah berkeluarga, perlu juga untuk mengkomunikasikannya dahulu dengan anggota keluarga. Hal ini dikarenakan, waktu untuk mengurus keluarga bisa jadi berkurang demi mengurusi bisnis.

Selain waktu, ada kemungkinan juga bila keuangan keluarga akan terpakai untuk menjalankan bisnis tersebut.

Cari Tahu Dulu Apa Yang Paling Disukai Atau Melakukan Riset Pasar

Penting yang mesti diingat oleh wanita yang ingin memulai bisnis adalah mencari tahu apa yang paling disenangi.

Ini bisa menjadi dasar keputusan mau berbisnis di bidang apa. Karena jika berbisnis dalam bidang yang kurang disenangi kadang bisa merasa cepat bosan. Jika begitu, bisnis yang baru mulai dirintis mungkin akan sulit untuk berkembang.

Dengan berbisnis sesuai dengan kesenangan sendiri, tentu akan punya motivasi lebih untuk mengembangkan bisnis tersebut. Dalam menjalankannya pun tidak mudah bosan dan cepat lelah.

Pada umumnya, wanita suka dengan hal-hal seperti tas, baju, sepatu, atau aksesoris. Selain itu, bisa juga dengan melakukan riset pasar kecil-kecilan.

Kadang bingung juga jika kebetulan menyukai banyak hal. Baik sepatu, tas , baju, semua suka. Cara termudah adalah lakukan sedikit riset pasar.

Setidaknya barang apa yang sedang trend pada saat itu. Kadang barang yang sedang trend ini bisa meningkatkan peluang orang untuk membeli.

Misalnya di masyarakat sedang populer trend make up dengan tema tertentu. Apa yang dibutuhkan untuk bermake-up? Tentu saja kosmetik. Ini bisa menjadi peluang bisnis yang bisa dipilih.

Awal Memulai bisnis Coba Dulu Untuk Menjadi Reseller

Ketika memulai berbisnis paling cocok bagi seorang wanita adalah mencoba untuk menjadi reseller. Sebelumnya tadi sudah memilih produk yang tepat dan sesuai kesenangan sebagai objek berbisnis. Selanjutnya mulailah dengan menjadi reseller.

Menjadi reseller ini paling mudah dilakukan, dan termasuk bisnis tersimple untuk dijalankan. Misalnya memilih menjadi reseller produk kosmetik.

Langkah awal untuk menjadi reseller, cukup temukan supplier yang tepat. Sebaiknya cari supplier yang mampu memberikan harga paling murah. Dengan begitu keuntungan bisa dimaksimalkan.

Jangan lupa juga soal pemasaran. Saat ini pemasaran yang paling mudah dilakukan adalah menggunakan media online. Manfaatkan saja sosial media yang ada.

Bila perlu jualan di market place yang saat ini makin banyak menjamur. Terakhir berikan pelayanan yang prima pada pelanggan. Jangan mudah menyerah jika seandainya pada awal-awal pembeli tidak seberapa banyak. Berbisnis memang tidak ada yang berjalan mulus tanpa hambatan.

Pelajari Tips-tips Berbisnis Pada Beragam Media

Hal ini memang harus dipahami oleh setiap orang yang ingin memulai bisnis termasuk seorang wanita. Apalagi yang baru pemula, terus belajar adalah hal wajib. Banyak sekali caranya, seperti mempelajarinya lewat internet, ikut kursus dan seminar bisnis, atau sharing langsung pada ahlinya.

Misalnya di internet, sekarang pasti sudah banyak disediakan informasi seputar berbagai kebutuhan untuk berbisnis. Diantaranya ada tutorial bagaimana teknik foto produk, cara packaging yang bisa menarik minat pembeli dan lain sebagainya.

Atau jika memang punya dana lebih coba ikuti saja beberapa kursus atau seminar bisnis.

Biasanya di sana akan diajarkan teknik berbisnis dengan lengkap, termasuk pemasaran dan lain-lain.

Bila punya teman atau saudara yang lebih dulu terjun ke dunia bisnis, mereka bisa jadi guru pembimbing. Sesekali ajak mereka berdiskusi sambil bersantai, makan di café sambil sharing pengalaman dalam berbisnis.

Jangan Sesekali Mencampurkan Uang Bisnis dan Pribadi

Kebiasan buruk para wanita mungkin selalu lupa untuk mempergunakan semua uang untuk membeli sesuatu yang diinginkan. Tidak perduli itu sebenarnya uang pribadi atau dari keuntungan bisnis.

Kebiasaan ini lebih baik segera ditinggalkan, jika ingin segera punya bisnis yang berkembang. Ketika memulai bisnis pastikan untuk selalu memisahkan uang bisnis dan uang pribadi.

Jadi keduanya tidak tercampur. Dengan cara seperti ini, bisa lebih tahu berapa keuntungan bisnis yang didapatkan per waktu tertentu. Sehingga bisa menilai, apakah bisnis yang dijalankan mengalami perkembangan atau malah terjadi penurunan. Selain itu, pemisahan uang seperti ini juga akan memudahkan untuk mengetahui arus kas bisnis.

Caranya mudah, tinggal simpan saja uang hasil bisnis pada rekening tertentu. Beda dengan rekening pribadi. Ingatlah untuk tidak mempergunakan uang dalam rekening tersebut untuk kepentingan pribadi.

Membuat Laporan Arus Kas

Memahami Pengertian dan Rumus Current Ratio

Tidak peduli seberapa kecil bisnis bisnis yang akan dirintis, laporan arus kas sebaiknya perlu dibuat.

Para wanita cenderung lebih teliti dalam membuat perincian dana. Maka membuat laporan arus kas ini seharusnya tidak menjadi hambatan ketika akan memulai bisnis. Tulis pengeluaran apa saja selama bisnis mulai dijalankan.

Jangan lupa juga untuk menuliskan pemasukan apa yang terjadi selama bisnis berjalan. Seperti perolehan laba, dan lain-lain.

Wajib bagi wanita yang baru memulai bisnis untuk selalu rutin melakukan pencatatan. Baik itu untuk arus kas masuk atau keluar. Selain itu laporan arus kas ini ternyata juga punya manfaat lain.

Laporan ini bisa menjadi alat ketika ingin mengajukan pinjaman ke bank. Tentu dalam memulai bisnis dibutuhkan banyak tambahan modal. Meminjamnya ke bank bisa menjadi solusi terbaik.

Biasanya rata-rata bank bersedia memberikan pinjaman kredit modal usaha jika pengusaha mampu menunjukkan laporan arus kasnya dengan baik.

Laporan kas akan dijadikan penilaian bank untuk memutuskan memberikan pinjaman atau tidak. Jika dari laporan arus kas menunjukkan keuangan bisnis ada dalam kondisi baik, tentu bank dengan senang hati memberikan pinjaman modal usaha.

Baca Juga: Modal Terbatas ? Ini Rekomendasi Bisnis Modal Kecil Buat Kamu

Baca Juga: Tips Menabung Buat Kalian yang Susah Mengatur keuangan

Jangan Mudah Panik Jika Tiba-Tiba Kebanjiran Pesanan

Rezeki memang susah ditebak. Kadang yang sudah berbisnis sekian lama, namun hanya mampu melayani pemesan sedikit.

Tapi ada juga pebisnis yang baru saja memulai bisnis langsung kebanjiran order. Untuk pebisnis wanita yang kebetulan berada pada kondisi tersebut sebaiknya jangan terlalu panik.

Pada dasarnya sifat wanita memang sedikit mudah panik jika ada kondisi tertentu yang tidak biasa dialaminya.

Sebaiknya ketika menghadapi situasi mendadak misalnya kebanjiran pesanan, jangan lantas bingung sendiri.

Caranya adalah persiapkan lebih dulu segalanya dengan baik. Misalnya menyiapkan pengelolaan keuangan yang tepat, atau hal-hal yang mendukung kelancaran berbisnis lainnya.

Itu tadi beberapa tips untuk memulai bisnis bagi para wanita. Sebagai seorang wanita sebaiknya jangan kalah dengan kaum laki-laki.

Buktikan jika wanita juga bisa berprestasi dalam bidang apapun, termasuk berbisnis. Jika masih bingung bagaimana cara memulainya, coba saja menerapkan tips-tips di atas.  Mulai berbisnis untuk masa depan yang lebih baik.

Continue Reading

TOP STORIES