Connect with us

Bisnis

Current Ratio Adalah: Memahami Pengertian dan Rumus Current Ratio

Current Ratio Adalah

Hallo teman-teman, bagaimana keadaan kalian? Semoga selalu diberikan kesehatan ya biar bisa tetap baca artikel dari saya hehe.

Pada kesempatan kali ini saya akan berdiskusi bersama kalian mengenai pengertian Current Ratio.

Tidak hanya membahas mengenai pengertiannya saja, melainkan nanti saya juga akan berikan rumus dan contoh soal perhitunga current ratio (rasio lancar).

Memahami Pengertian dan Rumus Current Ratio

Sebelum itu apakah kalian sudah mengetahui pengertian dari Current Ratio?

Pastinya diantara kalian sudah paham betul dengan konsep ini, namun beberapa diantara kalian juga banyak yang belum mengetahui mengenai pengertian current ratio dan baru belajar mengenai Current Ratio.

Untuk itu mari kita berdiskusi bersama mengenai pengertian current ratio dan perhitungannya.

Oke, langsung saja berikut ini adalah pengertian current ration yang saya peroleh dari sumber wikipedia.

Jadi menurut Wikipedia pengertian Current Ratio adalah rasio yang diperuntukan untuk mengukur kinerja keuangan neraca likuiditas di perusahaan.

Dengan menggunakan rasio lancar (current ratio) maka menunjukan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi hutang jangka pendek pada 12 bulan ke depan.

Biasanya calon kreditur menggunakan rasio ini untuk menentukan akan melakukan pinjaman jangka pendek atau tidak kepada perusahaan yang bersangkutan.

Tidak hanya itu, current ratio adalah suatu rasio yang juga dapat menunjukan efesiensi siklus operasi perusahaan atau kemampuan mengubah produk menjadi uang tunai.

Selain itu, yang merupakan salah satu analisis rasio Likuiditas ini juga dikenal sebagai modal kerja atau working capital ratio.

Pengertian Current Ratio Adalah Menurut Ahli

engertian Current Ratio Adalah Menurut Ahli

Gimana? Dari pengertian di atas apakah kalian sudah paham atau masih bingung?

Jika masih bingung akan saya berikan lagi pengertian Current Ratio menurut para ahli, sehingga kalian dapat lebih memahami konsep ini.

Langsung saja, untuk pengertian rasio lancar menurut para ahli dapat kalian simak di bawah ini!

Kasmir (2014:134)

Menurut Kasmir (2014:134) Current Ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban atau hutang jangka pendek  yang akan jatuh tempo pada saat ditagih secara keseluruhan.

Dengan kata lain, current ratio adalah rasio untuk mengetahui seberapa banyak aktiva lancar yang tersedia untuk menutupi utang jangka pendek yang segera jatuh tempo.

Selain itu, current ratio atau rasio lancar juga dapat pula dikatakan sebagai bentuk untuk mengukur tingkat keamanan (margin of safety) suatu perusahaan.

Hanafi dan Halim (2009:204)

Menurut Hanafi dan Halim (2009:204) menyatakan bahwa ratio lancar atau current ratio adalah rasio yang dihitung dengan membagi aktiva lancar dengan hutang lancar.

Current ratio adalah rasio yang menunjukan besarnya kas yang dimiliki perusahaan ditambah dengan asset-aset yang dapat berubah menjadi kas dalam waktu satu tahun, relative dengan besarnya hutang-hutang yang jatuh tempo dalam jangka waktu dekat tepatnya tidak lebih dari satu tahun pada tanggal tertentu sesuai yang tercatat di neraca.

Atmaja (2008:365)

Menurut Atmaja (2008:365) rasio lancar/ Current Ratio adalah rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur likuiditas dalam suatu perusahaan.

Rasio ini dihitung dengan membagi aktiva lancar dengan hutang. Rasio lancar yang rendah menunjukan bahwa likuiditas suatu perusahaan buruk.

Sebaliknya jika current ratio relative tinggi maka liquiditas perusahaan relative baik.

Namun, perlu kalian ketahui bahwa tidak semua kasus current ratio tinggi maka liquiditas perusahaan pasti baik.

Karena meskipun aktiva lancar lebih besar dari hutang lancar, terkadang aktiva lancar seperti persediaan dan piutang sulit ditagih atau dijual secara tepat.

Munawir (2007:72)

Sedangkan menurut Munawir (2007:72) menyatakan bahwa Current Ratio adalah rasio yang paling umum digunakan untuk menganalisis posisi modal kerja di suatu perusahaan yaitu perbandingan antara jumlah aktiva lancar dengan hutang lancar.

Rasio ini menunjukan bahwa nilai kekayaan lancar (yang segera dapat dijadikan uang) terdapat sekian kalinya hutang jangka pendek.

Horne dan Wachowicz (2007)

Pengertian yang terakhir menurut Horne dan Wachowicz (2007) yang menyatakan bahwa current ratio adalah rasio yang diperoleh dengan menghitung total aktiva lancar dibagi dengan kewajiban jangka pendek.

Dengan menggunakan perhitungan rasio ini dapat menunjukan kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek dengan menggunakan aktiva lancar.

Itulah lima pengertian Current Ratio menurut para ahli, dengan adanya pengertian-pengertian di atas apakah kalian saat ini sudah memahami konsep dari Current Ratio atau rasio lancar?

Dari pengertian di atas maka dapat kita simpulkan bahwa rasio lancar atau current ratio adalah rasio yang sangat berguna untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban-kewajiban jangka pendek.

Dengan rasio lancar dapat diketahui sampai seberapa jauh aktiva lancar yang dimiliki perusahaan bisa menjamin hutang lancar jangka pendeng yang kurang dari satu tahun.

Semaikin tinggi current ratio suatu perusahaan maka utang-utang kepada para kreditur sudah terjamin.

Rasio ini juga digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar hutang jangka pendek dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki perusahaan.

Sangat mudah untuk dipahami kan?

Rumus Perhitungan Current Ratio (Rasio Lancar)

Rumus Perhitungan Current Ratio (Rasio Lancar)

Setelah kita mempelajari mengenai pengertian dari current ratio (Rasio Lancar) pastinya dari kalian semua sudah memahami konsep tersebut.

Selanjutnya kita akan membahas mengenai perhitungan dari current ratio.

Dengan menggunakan perhitungan ini kalian akan mengetahui informasi mengenai kemampuan dari aktiva lancar untuk melakukan penutupan hutang lancar.

Apakah kalian sudah mengetahui apa itu yang disebut aktiva lancar dan hutang lancar?

Jadi yang termasuk dari aktiva lancar adalah kas, piutang dagang, persediaan, efek, dan beberapa aktiva lainnya.

Sedangkan untuk hutang lancar adalah hutang bank, hutang wesel, hutang dagang, hutang gaji, serta hutang lainnya yang secepatnya harus dibayar pada jangka pendek oleh perusahaan.

Dari beberapa penjelasan yang saya berikan, maka dapat kita peroleh rumus Current Ratio adalah sebagai berikut:

Rumus Current Ratio

Seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya bahwa semakin besar perbandingan aktiva lancar dengan dengan hutang lancar, maka akan semakin tinggi pula kemampuan suatu perusahaan dalam melakukan pembayaran jangka pendek.

Jika perbandingan rasio lancar 1:1 atau 100% hal tersebut berarti aktiva lancar dapat menutup semua hutang lancar yang dimiliki perusahaan.

Sehingga, dapat dikatakan perusahaan sehat apabila rasio berada di atas satu atau di atas 100%.

Sampai penjelasan ini apakah kalian sudah dapat menggambarkan mengenai current ratio?

Dari pernyataan tersebut maka dapat kita simpulkan bahwa aktiva lancar haru berada jauh di atas jumlah hutang lancar.

Jika kalian masih bingung, maka akan saya berikan gambaran atau contoh current ratio di suatu perusahaan. Simak penjelasan dan contoh di bawah ini:

Contoh Soal Current Ratio

Current Ratio pada PT Income ID sebagai berikut:

Tahun 2006 = 1,04

Tahun 2007 = 1,05

Dari data current ratio di atas maka dapat kita artikan bahwa kemampuan perusahaan PT Income ID untuk membayar hutang yang segera harus dipenuhi dengan aktiva lancar pada tahun 2006 adalah setiap Rp 1 hutan lancar akan dijamin oleh Rp 1,04 aktiva lancar.

Sedangkan pada tahun 2007 adalah setiap hutang lancar Rp 1 maka akan dijamin aktiva lancar sebanyak Rp1,05.

Jika sudah memahami ilustrasi di atas, maka selanjutnya mari kita belajar mengenai contoh soal perhitungan Current Ratio.

Berikut contoh soal yang dapat kalian pelajari untuk menghitung Current Ratio:

Perusahaan PT Income ID mempunyai aktiva lancar sebesar Rp 200.000.000 sedangkan untuk hutang lancarnya sebesar Rp 150.000.000.

Maka berapa rasio lancar (current ratio) yang dimiliki perusahaan PT Income ID?

Dari soal di atas maka kita akan menemukan data sebagai berikut :

Diketahui:

Aktiva lancar = Rp 200.000.000

Hutang Lancar = Rp 150.000.000

Ditanya:

Berapa current ratio (rasio lancar)?

Jawab:

Jawaban Rumus Current Ratio
Jawaban Soal Current Ratio

Current Ratio = 1,33 kali, jadi dapat kita katakan bahwa rasio lancar dari PT Income ID adalah sebesar 1,33 kali.

Penilaian Terhadap Current Ratio (Rasio Lancar)

Penilaian Terhadap Current Ratio (Rasio Lancar)

Current Ratio adalah rasio yang dapat menunjukkan kelikuiditas suatu perusahaan.

Jadi, semakin tinggi nilai rasio lancar maka semakin tinggi pula likuid di suatu perusahaannya.

Pada umumnya hasil dari current ratio (rasio lancar) yang diterima perusahaan adalah 2 kali.

Rasio lancar degan nilai sebesar 2 kali maka dapat dikatakan bahwa perusahaan tersebut pada posisi aman atau nyaman dalam keuangan.

Hanya saja, pada dasarnya rasio lancar yang dapat diterima perusahaan itu bervariasi antara satu industry dengan industry lainnya.

Sedangkan pada umumnya di banyak perusahaan sudah dianggap dapat diterima atau baik.

Kemudian jika nilai pada rasio lancar kurang dari 1 kali maka dapat dikatakan rendah.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa jika nilai current ratio adalah kurang dari 1 kali.

Hal tersebut menunjukan perusahaan sedang mengalami kesulitan keuangan untuk membayar kewajiban lancarnya.

Pada kondisi ini, para calon kreditur atau investor harus memperhatikan harus memperhatikan arus kas atau cash flow operasional agar dapat memahami likuiditas perusahaan.

Namun sebaliknya, Jika besarnya current ratio adalah tinggi atau lebih dari 2 kali, maka dapat diperkirakan perusahaan tersebut mungkin saja tidak menggunakan asetnya dengan baik atau tidak menggunakan fasilitas pembiayaan jangka pendek secara efisien.

Atau bisa jadi hal ini juga menunjukan mungkin terdapat masalah dapat perusahaan terkait dengan pengelolaan modal kerja.

Namun, bagi sebagian kreditur atau investor kondisi current ratio tinggi lebih baik daripada current ratio rendah.

Karena dengan kondisi current ratio yang tinggi maka dapat dikatakan bahwa perusahaan dapat memenuhi kewajiban hutang yang jatuh tempo kurang dari satu tahun atau 12 bulan ke depan.

Sampai pada penjelasan ini apakah kalian sudah memahami konsep current ratio (rasio lancar)?

Pastinya sudah kan, karena sudah saya jelaskan dengan sebaik mungkin.

Dari contoh soal yang saya berikan sebelumnya maka dapat dikatakan bahwa nilai current rasionya sedang yaitu 1,33 kali.

Sehingga tidak lebih dari 2 kali dan tidak kurang dari 1 kali.

Dari contoh tersebut maka dapat dikatakan bahwa perusahaan Income ID masih dapat memenuhi kewajiban atau hutang jangka pendek yang tidak lebih dari 12 bulan.

Bagaimana menurut kalian apakah pembahasan kali ini terbilang rumit atau mudah dipahami?

Saya pribadi berharap kalian dapat memahami penjelasan mengenai current rasio (rasio lancar) dengan mudah.

Sehingga dapat menambah pengetahuan kalian, tidak hanya itu dengan adanya artikel ini semoga kalian juga dapat melakukan perhitungan current ratio dengan baik.

Dengan begitu, dapat dikatakan bahwa current ratio adalah perhitungan rasio untuk dapat mengetahui kemampuan suatu perusahaan dalam membayar hutang atau kewajibannya.

Baca Juga: Pengertian Human Capital dalam Perusahaan

Demikian artikel dari saya, sampai jumpa di artikel-artikel selanjutnya dan pastinya jangan bosan-bosan ya!

Bisnis

Cara Menghitung HPP Produk Beserta Panjelasannya

Cara Menghitung HPP Produk

Sebuah perusahaan yang memproduksi suatu barang perlu tahu dengan pasti cara menghitung HPP produk agar tidak terjadi kesalahan hitung. Terdapat beberapa biaya pengeluaran atas produk yang harus jelas rinciannya. Hal ini dilakukan supaya perusahaan mengetahui harga pokok yang dibuatnya. Tertarik dengan penjelasan terkait? Simak berikut ulasannya:

Tentang HPP Produk

Bagi sebuah perusahaan cara menghitung hpp produk harus diketahui dengan pasti setiap langkah-langkahnya. Mengapa demikian? HPP merupakan total biaya yang telah dikeluarkan pihak perusahaan dalam menghasilkan barang produksi. Biaya yang terdapat di dalamnya meliputi harga langsung dan tak langsung.

Memungkinkan perusahaan dapat dengan tepat menentukan harga produk sebelum dilakukan penjualan. Selain itu, tujuan dari setiap perusahaan menentukan harga yang dibuat yakni agar sasaran produk pun sesuai dengan target. Untuk lebih lanjutnya, berikut akan dijelaskan tujuan lain dari HPP yaitu:

  • Setiap produk yang dijual dapat memenuhi target produksi yang telah ditentukan.
  • Dapat menstabilkan harga produk yang akan dijual di pasaran.
  • Bisa mempertahankan harga produk berdasarkan proses produksi yang jelas.
  • Upaya dalam memaksimalkan keuntungan.

Mengetahui Metode Pendekatan Laporan HPP

Produk Ketika sebuah perusahaan membuat laporan untung dan rugi dari biaya pokok produksi yang dikeluarkan, ada dua metode yang bisa digunakan. Untuk pendekatan pertama yang bisa digunakan adalah Full Costing dan yang kedua Variable Costing. Ingin tahu bagaimana penjelasannya? Simak berikut ulasannya.

  • Full Costing, adalah perhitungan HPP yang dilakukan untuk mengetahui harga pokok dan biaya produksi. Pendekatan ini berkaitan dengan segala perhitungan unsur biaya produksi yang masuk ke dalam HPP. Di dalam perhitungan ini terdapat biaya tenaga kerja, bahan baku hingga overhead, keseluruhannya dihitung menjadi satu kesatuan.
  • Variable Costing, yakni sebuah perhitungan HPP yang di dalamnya hanya menjumlahkan biaya yang sifatnya variabel dalam harga produksi. Menjadikan variable costing hanya untuk menghitung HPP dengan rincian biaya yang terpisah dalam setiap periode tertentu. Rincian yang terdapat di dalamnya yaitu ada biaya bahan baku, tenaga kerja hingga overhead.

Begitulah cara menghitung HPP produk yang memakai pendekatan Full dan variable Costing. Kedua pendekatan tersebut bisa digunakan oleh pelaku dalam perusahaan untuk menentukan setiap harga pokok dalam produksi. Membuat perusahaan bisa menetapkan harga jual yang akan dipasarkan.

Cara Menghitung HPP Produk

Bagi yang belum mengetahui cara menghitung HPP produk dengan benar, terdapat beberapa tahapan yang perlu diketahui. Perhitungannya pun tidak terlalu sulit untuk dilakukan, jika pengguna adalah seorang yang masih awam. Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan dalam perhitungan tersebut yaitu:

1. Melakukan Perhitungan Bahan Baku

Hal pertama yang perlu dilakukan yaitu dengan menjumlahkan keseluruhan saldo yang terdapat di awal serta pembelian bahan baku. Selanjutnya jika sudah mendapatkan hasilnya kurangi dengan saldo di akhir periode. Jadi di tahap pertama ini adalah melakukan perhitungan bahan baku.

2. Menghitung Biaya Produksi

Tahap selanjutnya untuk dapat mengetahui HPP produk yaitu menghitung biaya produksi. Caranya yakni dengan menjumlahkan tiga komponen HPP di awal yaitu harga bahan baku, tenaga kerja dan overhead. Perhitungan dalam tahap ini pun sangat penting, sebab agar pelaku usaha mengetahui dengan pasti total dari hasil produksinya.

3. Menetapkan Biaya Pokok Produksi

Langkah selanjutnya, pelaku usaha bisa menetapkan biaya pokok produksi dengan mentotalkan keseluruhan biaya. Biaya yang dimaksudkan yaitu penjumlahan produksi serta saldo awal persediaan barang. Setelahnya dapat dikurangi dengan jumlah saldo akhir dari persediaan barang. Pada tahap inilah nantinya pelaku usaha juga bisa menentukan harga jual dari barang yang akan diproduksi.

4. Menghitung HPP

Terakhir, perhitungan HPP dapat dilakukan dengan mentotalkan jumlah harga pokok dengan ketersediaan barang produksi. Persediaan barang yang dimaksud adalah barang awal yang akan dikurangi dengan persediaan akhir. Membuat perhitungan HPP bisa terlihat berapa jumlahnya.

Itulah langkah-langkah yang mesti diketahui untuk dapat melakukan perhitungan HPP dengan benar. Setiap tahapan dari perhitungan tersebut bisa dilakukan oleh setiap pelaku usaha dengan mudah bukan? Hal yang perlu diingat dalam perhitungan tersebut yaitu setiap biaya atau harga harus jelas dan pasti nominalnya.

Contoh Perhitungan HPP

Sebelumnya telah dijelaskan bagaimana tahapan dan langkah-langkah dalam melakukan perhitungan HPP. Supaya lebih paham, akan diberikan contoh perhitungan yang sesuai dengan keadaan dilapangan. Contoh berupa soal cerita yang bisa pengguna pahami sesuai dengan kasus yang terdapat di sebuah perusahaan.

Contohnya yaitu, dalam sebuah perusahaan terdapat jumlah di luar biaya produksi sebesar Rp 100.000, sedangkan jumlah dari barang yang telah diproduksi adalah 2 unit. Berapakah kira-kira harga pokok yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan per satuannya? = Biaya produksi : Jumlah unit = Rp 100.000 : 2 = Rp 50. 000 per satuan

Itulah penjelasan cara menghitung HPP produk beserta dengan contohnya yang dapat pengguna pahami sebelumnya. Dalam contoh kasus yang diberikan, itu adalah contoh dari sekian banyak hitungan sederhana. Supaya dapat memahami dan menerapkannya, pelajari dan praktekkan dengan menghitungnya secara manual.

Continue Reading

Bisnis

Intip Rincian Modal Usaha Laundry dengan Keuntungan Menjanjikan

rincian modal usaha laundry

Di tengah masa pandemi seperti ini, beralih ke dunia bisnis menjadi hal terbaik yang dapat dilakukan, yaitu dengan menjalankan bisnis laundry. Bisa dibilang bisnis satu ini begitu menjanjikan, apalagi mengingat banyaknya orang yang membutuhkan jasa pencuci pakaian karena kesibukan bekerja. Bahkan rincian modal usaha laundry ini pun tidak begitu besar loh.

Usaha laundry memberlakukan harga dengan ukuran per kilo, yaitu sekitar Rp 6rb hingga Rp 7rb saja. Sehingga bisa dipastikan jasa laundry akan ramai karena harganya yang murah. Namun meskipun begitu, profit yang didapatkan pun terbilang menjanjikan mengingat modal usaha yang tidak besar.

Lantas bagaimana sebenarnya prospek bisnis dan rincian modal yang perlu dikeluarkan untuk usaha laundry satu ini? Berikut ulasan lengkapnya, yaitu antara lain:

Prospek Bisnis Laundry

Membuka usaha laundry merupakan hal yang cukup menantang namun sangat menjanjikan. Hal ini dikarenakan prospek maupun peluang usahanya yang dapat memutar uang dengan sangat cepat. Pasalnya, jasa pencuci baju ini begitu dibutuhkan oleh semua orang setiap harinya. Sehingga tidak heran apabila usaha ini cukup booming di kalangan masyarakat dan begitu dicari, baik oleh ibu rumah tangga hingga pelajar maupun mahasiswa.

Maka dari itulah, peluang bisnis laundry yang sedang booming ini harus dimanfaatkan dengan baik. Apalagi ditambah dengan pengoperasiannya yang sangat mudah, maka semua orang pun berpotensi menghasilkan keuntungan lumayan besar melalui bisnis satu ini. Apabila mempromosikannya dengan baik, dijamin usaha laundry semakin dikenal dan mendatangkan banyak konsumen untuk penghasilan menjanjikan.

Berapa Rincian Modal Usaha Laundry?

Namun sebelum memulai bisnis laundry, ada baiknya bagi para pebisnis mengetahui rincian modal usaha untuk jasa laundry dan menyesuaikannya pada anggaran. Berikut inilah perhitungan yang bisa dijadikan patokan, yaitu antara lain:

1. Modal Peralatan Utama

Rincian modal usaha laundry terbesar yaitu terletak pada peralatan utama yang digunakan untuk mencuci. Misalnya seperti 1 mesin cuci dengan kisaran harga Rp 4.000.000, 1 setrika seharga Rp 300.000, 1 unit timbangan Rp 250.000, 1 impulse sealer Rp 200.000, dan juga 1 set rak dan meja laundry seharga Rp 3.500.000. Total modal untuk peralatan saja yaitu sebesar Rp 8.250.000.

Selain peralatan, tentunya setiap pebisnis untuk usaha laundry membutuhkan lokasi yang tepat. Hal ini nantinya akan berbeda di setiap daerah dan menyesuaikan. Sehingga modal untuk menyewa tidak dimasukkan ke dalam perhitungan. Namun pebisnis bisa menyesuaikannya berdasarkan anggaran dan menegosiasikan harga bersama dengan pemilik agar mendapat harga lebih murah.

2. Modal Kerja

Selain modal peralatan dan lokasi, terdapat pula modal kerja yang harus diperhitungkan. Dalam hal ini, rincian modal usaha laundry yaitu berupa detergen pakaian Rp 200.000, pewangi pakaian Rp 250.000, plastik wrap Rp 200.000, spanduk dan brosur promosi Rp 200.000, dan neon box Rp 300.000. Total modal kerja yaitu sebesar Rp 1.150.000.

Tentunya kisaran tersebut belum termasuk biaya sewa tempat dan juga listrik per bulan. Pebisnis bisa memulai bisnis laundry kiloan dengan menyesuaikan anggaran dan menekannya hingga sekecil mungkin. Misalnya saja dengan tidak menyewa tempat atau menggunakan tempat milik sendiri, serta menggunakan mesin cuci bekas yang masih layak pakai. Hal ini akan menghemat modal namun tetap menghasilkan keuntungan besar.

Kiat Sukses Usaha Laundry

Setelah mengetahui informasi mengenai rincian modal usaha laundry, tentu saja langkah berikutnya adalah perlu mengerti bagaimana tips sukses memulai bisnisnya. Jika dirasa sudah siap dan tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada, maka simak kiat suksesnya berikut ini:

  • Mengamati persaingan

Tips pertama yang harus diperhatikan adalah mengenai persaingan di sekitar lokasi usaha laundry. Tentunya dengan mengetahui hal ini, maka pebisnis bisa melakukan survey kisaran harga yang akan dikenakan apakah terlalu rendah atau tinggi. Apabila dirasa tarif yang ditawarkan oleh kompetitor terlalu rendah, maka lebih baik mencari lokasi lain.

  • Memberikan pelayanan yang bagus

Tidak hanya mengamati persaingan saja, namun pastikan selalu memberikan pelayanan yang bagus pada konsumen. Sehingga mereka akan kembali menggunakan jasa laundry yang ditawarkan. Tentunya hal ini perlu dibarengi dengan kualitas yang selalu terjaga baik.

  • Melakukan promosi

Tak lupa pula untuk selalu menggiatkan promosi, baik melalui sosial media, pemberian diskon atau cashback, hingga strategi mulut ke mulut yang dapat melancarkan bisnis. Dengan begitu, jasa laundry jadi lebih dikenal dan mendatangkan banyak pelanggan.

Nah itulah ulasan mengenai prospek bisnis, rincian modal usaha laundry, dan juga kiat sukses menjalankannya. Apabila memiliki niat untuk menjalankan usaha ini, maka sebisa mungkin mengetahui apa saja yang dibutuhkan demi keberlangsungan bisnis. Sehingga nantinya bisa memutar modal yang sedikit menjadi profit menguntungkan dan menjanjikan. Jadi, apakah tertarik mencoba bisnis satu ini?

Continue Reading

Bisnis

Usaha Perlengkapan Masjid yang Memberikan Keuntungan Menjanjikan

usaha perlengkapan masjid

Masjid adalah tempat ibadah yang dipakai oleh umat muslim untuk beribadah. Pada masjid, ada banyak peralatan pendukung yang pasti difungsikan. Misalnya saja karpet masjid, jam digital masjid, dan berbagai peralatan lainnya. Maka dari itu, tidak heran jika usaha perlengkapan masjid bisa memberikan keuntungan yang menjanjikan.

Hal ini dikarenakan perlengkapan masjid pasti banyak dicari. Mengingat jumlah masjid di Indonesia ada banyak. Lalu, apa saja barang-barang yang bisa dijual jika membuka usaha penjualan perlengkapan masjid? Untuk menjawab pertanyaan ini, maka harus disimak runtutan daftar yang ada di bawah ini secara terperinci:

1. Kubah Masjid

Peralatan pertama yang bisa dijual adalah kubah masjid. Jika memilih untuk menjual kubah masjid, maka harus memiliki vendor atau pembuat kubah yang berkualitas. Saat ini, bentuk kubah bermacam-macam. Maka dari itu, untuk menyiasati permintaan pembeli harus bisa berinovasi mengikuti perkembangan bentuk yang ada.

Semakin banyak jenis yang dijual, maka pembeli juga akan terfasilitasi dengan layanannya. Pastikan kubah yang dijual memiliki jenis kualitas yang baik. Hal ini dikarenakan kubah terletak di bagian luar dan fungsinya untuk menutup bagian atas masjid. Maka dari itu, pastikan untuk memakai kualitas terbaik untuk pelanggan.

2. Karpet Masjid

Peralatan kedua yang paling umum dijual adalah karpet masjid. Peralatan ini pastinya dibutuhkan oleh banyak masjid. Dengan adanya karpet masjid ini, jemaah masjid tidak perlu bingung mencari alas lain. Perlengkapan masjid satu ini memang penting untuk diperhatikan. Maka dari itu, jika menjualnya haruslah memakai produk berkualitas.

Saat ini, kebutuhan konsumen bermacam-macam. Mulai dari motif dan corak yang variatif, hingga ukuran yang beragam. Dengan adanya keberagaman ini, sebagai orang yang menjual juga harus paham tentang kualitasnya. Pengguna pastinya mencari karpet berkualitas untuk dipakai di masjid-masjid.

3. Jam Digital Masjid

Usaha perlengkapan masjid biasanya juga menyediakan jam digital untuk masjid. Jam ini terlihat lebih bagus dibanding jam biasa. Hal ini dikarenakan jam digital bisa terlihat meski dari arah yang jauh. Harga jam ini juga lebih mahal dari jam dinding biasa. karena peminatnya banyak, maka tidak heran jika jam ini bisa mendatangkan keuntungan yang besar.

Jika ingin menjual ini, maka harus menyediakan berbagai bentuk dan ukuran. Umumnya, bentuk yang biasa dipakai adalah persegi panjang. Lalu untuk ukurannya sendiri bermacam-macam. Pembeli pastinya membutuhkan ukuran yang beragam. Maka dari itu, pastikan untuk menyediakannya agar bisa dipilih oleh pembeli.

4. Speaker

Peralatan keempat yang umumnya dipakai di masjid adalah speaker. Alat ini pastinya ada di setiap masjid. Jika ingin membuka usaha peralatan masjid, maka bisa menambahkan alat ini sebagai salah satu peralatan yang dijual. Jenis dan ukuran speaker pun bermacam-macam dan tidak berpatok pada satu ukuran saja.

Karena tujuan pemakaian speaker sangat penting, maka dari itu sangat pas jika menyediakan alat ini untuk dijual. Karena nantinya alat ini akan mendatangkan keuntungan besar jika ada yang membelinya. Untuk itu, pastikan untuk menyediakan berbagai merek dan ukuran agar pembeli bisa melakukan pemilihan.

5. Mimbar Masjid

Menjual mimbar masjid juga tidak ada salahnya. Karena mimbar masjid adakah alat yang pastinya dibutuhkan. Mimbar ini juga sudah memiliki bentuk yang bervariasi. Maka dari itu, jika menyediakan mimbar masjid maka akan sangat pas. Pembeli bisa melakukan pembelian dalam satu waktu jika perlengkapan yang dijual lengkap.

Jika ingin membuka usaha perlengkapan masjid, semua peralatan di atas bisa langsung dijual. Setiap alat pasti dibutuhkan oleh masjid, maka dari itu akan sangat pas jika disediakan di satu tempat yang sama. Usaha semacam ini memiliki banyak referensi, jika memang tertarik untuk memulainya cari refrensi sebanyak-banyaknya untuk sukses. Sumber: Bisniz.id

Continue Reading

TOP STORIES