Connect with us

Bisnis

Memulai Bisnis Untuk Karyawan, Kerja Sambil Bisnis Yuk !

Gaji dari seorang karyawan mungkin tidak bisa mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari yang semakin mahal.

Hal ini membuat sebagian karyawan memutuskan untuk memulai bisnis demi mendapatkan penghasilan tambahan. Namun sebetulnya tidak mudah bagi karyawan mengembangkan bisnis selagi masih punya kewajiban menjadi karyawan.

Meskipun tidak mudah, tidak berarti sama sekali mustahil untuk dijalankan. Ikuti saja tips memulai bisnis bagi karyawan berikut ini

Pilih Bisnis Yang Tepat Dengan Keadaanmu

Tips memulai bisnis bagi para karyawan adalah usahakan untuk memilih bisnis yang tepat. Seorang karyawan terutama yang bekerja fulltime tentu ada yang merasa kesulitan untuk membuka usaha. Hal ini salah satunya disebabkan karena waktu meraka banyak dihabiskan di kantor dan sulit punya waktu luang.

Jika terlalu dipaksakan, bukan malah untung bisa jadi akan kehilangan pekerjaan sebelum berhasil mengembangkan bisnis.

Namun hal semacam ini bukan tidak ada solusinya. Caranya hanya dengan memilih bisnis yang paling tepat untuk dijalankan. Pertimbangkan apakah bisnis tersebut sekiranya dapat dikelola dengan baik, tanpa harus meninggalkan pekerjaan kantor.

Bisa juga dengan memilih bisnis sesuai bidang yang disukai. Misalnya bagi yang suka memasak, cobalah untuk membuka bisnis kuliner.

Oleh karena bekerja sesuai hobi kadang membuat lebih menyenangkan sehingga tidak cepat merasa lelah ketika melakukannya.

Usahakan Untuk Fokus Hanya Pada Satu Bisnis Saja

Kadang para karyawan merasa kurang jika hanya mengelola 1 jenis bisnis sampingan.

Supaya pendapatan bisa dimaksimalkan banyak yang ingin membuka bisnis lebih dari 1 jenis. Namun pemikiran seperti ini sebetulnya malah salah. Menjadi seorang karyawan artinya masih punya tanggung jawab pekerjaan di kantor yang tidak boleh dianggap remeh.

Tidak mungkin mengelola lebih dari 1 bisnis disaat masih punya beban pekerjaan kantor yang harus dikerjakan dengan baik. Jadi sebaiknya fokus saja dulu dengan 1 bisnis sampingan.

Pilih ide bisnis yang paling diminati atau sesuai dengan kemampuan. Semakin fokus dengan 1 bisnis, maka semakin cepat pula bisnis tersebut bisa berkembang.

Awal Memulai Bisnis Hindari Pemakaian Modal Besar

Memulai bisnis apapun memang butuh modal. Namun sebagai seorang karyawan, ketika ingin membuka sebuah bisnis, usahakan untuk menghindari pemakaian modal yang terlalu besar. Selain karena terhitung masih pemula, mendirikan bisnis dengan modal terlalu besar terlalu beresiko.

Seorang karyawan yang memutuskan mendirikan usaha sampingan harus pandai mengelola modal dengan baik dan benar.

Jangan sampai salah, karena bisa jadi bisnis sampingan yang akan dijalankan malah mengalami kegagalan. Lebih baik pilih bisnis yang tidak membutuhkan modal yang cukup besar. Sehingga jika seandainya bisnis mengalami kegagalan tidak terlalu banyak menanggung kerugian.

Memulai Bisnis Dengan Membuat Rencana Bisnis

Penting juga untuk membuat perencanaan ketika akan memulai bisnis terutama bagi karyawan. Meskipun hanya bisnis kecil-kecilan, perencanaan bisnis ini penting untuk dibuat.

Dengan membuat perencanaan yang matang, maka bisnis yang akan dijalankan bisa lebih jelas. Terkait apa saja yang dibutuhkan, atau yang harus dilakukan saat bisnis mulai berjalan.

Perencanaan bisnis terdiri dari beberapa hal. Diantaranya mulai dari persiapan produk bisnis, pengumpulan modal usaha, menentukan strategi promosi, juga melakukan riset pasar.

Dalam perencanaan bisnis juga harus tergambar jelas tujuan mendirikan bisnis itu sendiri. Perencanaan bisnis harus dibuat dengan matang sehingga lebih terarah.

Mulailah Membagi Waktu

Ketika menjadi seorang karyawan namun memutuskan untuk mencoba terjun dalam dunia bisnis di saat bersamaan bukan tanpa resiko.

Resiko paling kecil adalah harus rela mengorbankan waktu yang tersisa untuk mengurusi bisnis dan bukan untuk melakukan hal tidak penting. Segera lakukan konsultasi dengan keluarga terkait liburan atau acara keluarga.

Setelah itu buat daftar prioritas dari semua kegiatan serta tanggung jawab yang harus dilakukan. Hal ini memang tidak mudah.

Jika merasa kesulitan coba saja mulai dengan menghitung berapa jumlah waktu yang dimiliki di luar pekerjaan sebagai karyawan. Jangan lupa setelah daftar prioritas jadi, taatilah pembagian waktu tersebut.

Tetap Jaga Reputasi Sebagai Seorang Karyawan

Ingatlah, meskipun telah memutuskan untuk memulai bisnis sampingan sendiri, namun harus sadar posisi yaitu sebagai seorang karyawan. Sebagai seorang karyawan di perusahaan, artinya punya atasan yang perlu ditaati. Hal ini karena merekalah yang faktanya memberikan kepercayaan untuk memegang suatu posisi dan mereka jugalah yang memberikan gaji.

Maka sebaiknya tetap jaga attitude saat berhadapan dengan atasan. Jika reputasi di kantor tetap terjaga maka perusahaan kemungkinan akan tetap memberikan kepercayaan.

Langkah ini juga sebagai upaya untuk berjaga-jaga jikalau bisnis yang akan dijalankan menemui kegagalan. Setidaknya tidak terlalu rugi besar, karena masih bisa bekerja di kantor sebagai karyawan.

Gunakan Pekerjaan Sebagai Karyawan Untuk Media Pembelajaran

Sebetulnya bekerja sebagai karyawan punya manfaat sendiri, terutama bagi yang ingin memulai bisnis sampingan.

Dengan menjadi karyawan di perusahaan, maka setidaknya bisa mendapatkan ilmu bagaimana cara mengelola usaha dengan baik dan benar. Bisa juga memperoleh pengalaman bagaimana menjadi seorang pemimpin yang bijak.

Sebaiknya manfaatkan waktu sebaik mungkin terutama jika saat bertemu dengan para kolega perusahaan. Ilmu dan pengalaman mereka tentu sangat berguna. Bisa menjadi pengetahuan dan bisa diterapkan ketika menjalankan bisnis yang akan dirintis.

Sebisa Mungkin Manfaatkan Asset Yang Mudah Diakses

Penting bagi seorang karyawan yang memutuskan memulai bisnis sampingan sendiri adalah pandai memanfaatkan aset.

Apa aset yang paling mudah diakses oleh seorang karyawan?

Jawabannya adalah teman kantor. Mengapa bisa begitu? Misalnya saja saat kesulitan mencari pasar untuk memasarkan produk bisnis.

Maka lebih baik coba jual saja ke teman atau rekan kantor sendiri. Sebisa mungkin lakukan sejumlah riset kecil untuk mengetahui apa yang sedang dibutuhkan oleh rekan kerja di kantor. Dengan cara ini juga lebih mudah menentukan jenis bisnis apa yang ingin dijalankan.

Maksimalkan Penggunaan Internet Untuk Berbisnis

Saat ini memang sudah jamannya teknologi. Penggunaan internet menjadi basic utama masyarakat melakukan kegiatan sehari-hari.

Tidak terkecuali dalam berbisnis. Menjadi seorang karyawan pun harus pandai memanfaatkan teknologi internet untuk keperluan berbisnis. Lebih bagus jika jenis bisnis yang digeluti memang sudah berbasis online.

Tinggal pastikan saja untuk lebih menguasai strategi pemasaran melalui internet. Namun, bagi yang masih menjalankan bisnis berbasis offline pun perlu memaksimalkan internet terutama untuk pemasaran produk. Misalnya saja dengan membuat akun media sosial, atau website khusus untuk produk yang ingin dipasarkan.

Jangan Sampai Menunda Pekerjaan Kantor

Penting juga untuk diingat untuk tidak menunda-nunda pekerjaan kantor meskipun dalam tahap memulai bisnis sampingan.

Meskipun tidak mudah menjalankan pekerjaan dan bisnis di waktu yang bersamaan. Namun sebaiknya bagi keduanya sebagai prioritas supaya bisa tetap bisa berjalan beriringan. Setidaknya atur waktu sebijaksana mungkin supaya keduanya tetap berjalan dengan baik.

Baca Juga: Inilah Kerja Sampingan yang Cocok Untuk Mahasiswa

Contohnya saja dari mulai pagi sampai sore pakai lah waktu untuk menyelesaikan pekerjaan kantor. Setelah pulang kerja baru urus bisnis sampingan yang dirintis. Sebaiknya jangan pernah menunda pekerjaan kantor. Karena semakin ditunda, maka waktu untuk mengurus bisnis juga akan berkurang.

Itulah tips-tips memulai bisnis bagi para karyawan. Sebetulnya tidak masalah merintis bisnis dengan status masih menjadi karyawan kantor. Terapkan saja tips di atas supaya bisnis yang dirintis bisa berjalan dengan baik.

Mendirikan situs income.id sebagai perwujudan pengabdian kepada bangsa dan negara indonesia melalui media yang informatif dan edukatif

Bisnis

Cara Menghitung HPP Produk Beserta Panjelasannya

Cara Menghitung HPP Produk

Sebuah perusahaan yang memproduksi suatu barang perlu tahu dengan pasti cara menghitung HPP produk agar tidak terjadi kesalahan hitung. Terdapat beberapa biaya pengeluaran atas produk yang harus jelas rinciannya. Hal ini dilakukan supaya perusahaan mengetahui harga pokok yang dibuatnya. Tertarik dengan penjelasan terkait? Simak berikut ulasannya:

Tentang HPP Produk

Bagi sebuah perusahaan cara menghitung hpp produk harus diketahui dengan pasti setiap langkah-langkahnya. Mengapa demikian? HPP merupakan total biaya yang telah dikeluarkan pihak perusahaan dalam menghasilkan barang produksi. Biaya yang terdapat di dalamnya meliputi harga langsung dan tak langsung.

Memungkinkan perusahaan dapat dengan tepat menentukan harga produk sebelum dilakukan penjualan. Selain itu, tujuan dari setiap perusahaan menentukan harga yang dibuat yakni agar sasaran produk pun sesuai dengan target. Untuk lebih lanjutnya, berikut akan dijelaskan tujuan lain dari HPP yaitu:

  • Setiap produk yang dijual dapat memenuhi target produksi yang telah ditentukan.
  • Dapat menstabilkan harga produk yang akan dijual di pasaran.
  • Bisa mempertahankan harga produk berdasarkan proses produksi yang jelas.
  • Upaya dalam memaksimalkan keuntungan.

Mengetahui Metode Pendekatan Laporan HPP

Produk Ketika sebuah perusahaan membuat laporan untung dan rugi dari biaya pokok produksi yang dikeluarkan, ada dua metode yang bisa digunakan. Untuk pendekatan pertama yang bisa digunakan adalah Full Costing dan yang kedua Variable Costing. Ingin tahu bagaimana penjelasannya? Simak berikut ulasannya.

  • Full Costing, adalah perhitungan HPP yang dilakukan untuk mengetahui harga pokok dan biaya produksi. Pendekatan ini berkaitan dengan segala perhitungan unsur biaya produksi yang masuk ke dalam HPP. Di dalam perhitungan ini terdapat biaya tenaga kerja, bahan baku hingga overhead, keseluruhannya dihitung menjadi satu kesatuan.
  • Variable Costing, yakni sebuah perhitungan HPP yang di dalamnya hanya menjumlahkan biaya yang sifatnya variabel dalam harga produksi. Menjadikan variable costing hanya untuk menghitung HPP dengan rincian biaya yang terpisah dalam setiap periode tertentu. Rincian yang terdapat di dalamnya yaitu ada biaya bahan baku, tenaga kerja hingga overhead.

Begitulah cara menghitung HPP produk yang memakai pendekatan Full dan variable Costing. Kedua pendekatan tersebut bisa digunakan oleh pelaku dalam perusahaan untuk menentukan setiap harga pokok dalam produksi. Membuat perusahaan bisa menetapkan harga jual yang akan dipasarkan.

Cara Menghitung HPP Produk

Bagi yang belum mengetahui cara menghitung HPP produk dengan benar, terdapat beberapa tahapan yang perlu diketahui. Perhitungannya pun tidak terlalu sulit untuk dilakukan, jika pengguna adalah seorang yang masih awam. Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan dalam perhitungan tersebut yaitu:

1. Melakukan Perhitungan Bahan Baku

Hal pertama yang perlu dilakukan yaitu dengan menjumlahkan keseluruhan saldo yang terdapat di awal serta pembelian bahan baku. Selanjutnya jika sudah mendapatkan hasilnya kurangi dengan saldo di akhir periode. Jadi di tahap pertama ini adalah melakukan perhitungan bahan baku.

2. Menghitung Biaya Produksi

Tahap selanjutnya untuk dapat mengetahui HPP produk yaitu menghitung biaya produksi. Caranya yakni dengan menjumlahkan tiga komponen HPP di awal yaitu harga bahan baku, tenaga kerja dan overhead. Perhitungan dalam tahap ini pun sangat penting, sebab agar pelaku usaha mengetahui dengan pasti total dari hasil produksinya.

3. Menetapkan Biaya Pokok Produksi

Langkah selanjutnya, pelaku usaha bisa menetapkan biaya pokok produksi dengan mentotalkan keseluruhan biaya. Biaya yang dimaksudkan yaitu penjumlahan produksi serta saldo awal persediaan barang. Setelahnya dapat dikurangi dengan jumlah saldo akhir dari persediaan barang. Pada tahap inilah nantinya pelaku usaha juga bisa menentukan harga jual dari barang yang akan diproduksi.

4. Menghitung HPP

Terakhir, perhitungan HPP dapat dilakukan dengan mentotalkan jumlah harga pokok dengan ketersediaan barang produksi. Persediaan barang yang dimaksud adalah barang awal yang akan dikurangi dengan persediaan akhir. Membuat perhitungan HPP bisa terlihat berapa jumlahnya.

Itulah langkah-langkah yang mesti diketahui untuk dapat melakukan perhitungan HPP dengan benar. Setiap tahapan dari perhitungan tersebut bisa dilakukan oleh setiap pelaku usaha dengan mudah bukan? Hal yang perlu diingat dalam perhitungan tersebut yaitu setiap biaya atau harga harus jelas dan pasti nominalnya.

Contoh Perhitungan HPP

Sebelumnya telah dijelaskan bagaimana tahapan dan langkah-langkah dalam melakukan perhitungan HPP. Supaya lebih paham, akan diberikan contoh perhitungan yang sesuai dengan keadaan dilapangan. Contoh berupa soal cerita yang bisa pengguna pahami sesuai dengan kasus yang terdapat di sebuah perusahaan.

Contohnya yaitu, dalam sebuah perusahaan terdapat jumlah di luar biaya produksi sebesar Rp 100.000, sedangkan jumlah dari barang yang telah diproduksi adalah 2 unit. Berapakah kira-kira harga pokok yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan per satuannya? = Biaya produksi : Jumlah unit = Rp 100.000 : 2 = Rp 50. 000 per satuan

Itulah penjelasan cara menghitung HPP produk beserta dengan contohnya yang dapat pengguna pahami sebelumnya. Dalam contoh kasus yang diberikan, itu adalah contoh dari sekian banyak hitungan sederhana. Supaya dapat memahami dan menerapkannya, pelajari dan praktekkan dengan menghitungnya secara manual.

Continue Reading

Bisnis

Intip Rincian Modal Usaha Laundry dengan Keuntungan Menjanjikan

rincian modal usaha laundry

Di tengah masa pandemi seperti ini, beralih ke dunia bisnis menjadi hal terbaik yang dapat dilakukan, yaitu dengan menjalankan bisnis laundry. Bisa dibilang bisnis satu ini begitu menjanjikan, apalagi mengingat banyaknya orang yang membutuhkan jasa pencuci pakaian karena kesibukan bekerja. Bahkan rincian modal usaha laundry ini pun tidak begitu besar loh.

Usaha laundry memberlakukan harga dengan ukuran per kilo, yaitu sekitar Rp 6rb hingga Rp 7rb saja. Sehingga bisa dipastikan jasa laundry akan ramai karena harganya yang murah. Namun meskipun begitu, profit yang didapatkan pun terbilang menjanjikan mengingat modal usaha yang tidak besar.

Lantas bagaimana sebenarnya prospek bisnis dan rincian modal yang perlu dikeluarkan untuk usaha laundry satu ini? Berikut ulasan lengkapnya, yaitu antara lain:

Prospek Bisnis Laundry

Membuka usaha laundry merupakan hal yang cukup menantang namun sangat menjanjikan. Hal ini dikarenakan prospek maupun peluang usahanya yang dapat memutar uang dengan sangat cepat. Pasalnya, jasa pencuci baju ini begitu dibutuhkan oleh semua orang setiap harinya. Sehingga tidak heran apabila usaha ini cukup booming di kalangan masyarakat dan begitu dicari, baik oleh ibu rumah tangga hingga pelajar maupun mahasiswa.

Maka dari itulah, peluang bisnis laundry yang sedang booming ini harus dimanfaatkan dengan baik. Apalagi ditambah dengan pengoperasiannya yang sangat mudah, maka semua orang pun berpotensi menghasilkan keuntungan lumayan besar melalui bisnis satu ini. Apabila mempromosikannya dengan baik, dijamin usaha laundry semakin dikenal dan mendatangkan banyak konsumen untuk penghasilan menjanjikan.

Berapa Rincian Modal Usaha Laundry?

Namun sebelum memulai bisnis laundry, ada baiknya bagi para pebisnis mengetahui rincian modal usaha untuk jasa laundry dan menyesuaikannya pada anggaran. Berikut inilah perhitungan yang bisa dijadikan patokan, yaitu antara lain:

1. Modal Peralatan Utama

Rincian modal usaha laundry terbesar yaitu terletak pada peralatan utama yang digunakan untuk mencuci. Misalnya seperti 1 mesin cuci dengan kisaran harga Rp 4.000.000, 1 setrika seharga Rp 300.000, 1 unit timbangan Rp 250.000, 1 impulse sealer Rp 200.000, dan juga 1 set rak dan meja laundry seharga Rp 3.500.000. Total modal untuk peralatan saja yaitu sebesar Rp 8.250.000.

Selain peralatan, tentunya setiap pebisnis untuk usaha laundry membutuhkan lokasi yang tepat. Hal ini nantinya akan berbeda di setiap daerah dan menyesuaikan. Sehingga modal untuk menyewa tidak dimasukkan ke dalam perhitungan. Namun pebisnis bisa menyesuaikannya berdasarkan anggaran dan menegosiasikan harga bersama dengan pemilik agar mendapat harga lebih murah.

2. Modal Kerja

Selain modal peralatan dan lokasi, terdapat pula modal kerja yang harus diperhitungkan. Dalam hal ini, rincian modal usaha laundry yaitu berupa detergen pakaian Rp 200.000, pewangi pakaian Rp 250.000, plastik wrap Rp 200.000, spanduk dan brosur promosi Rp 200.000, dan neon box Rp 300.000. Total modal kerja yaitu sebesar Rp 1.150.000.

Tentunya kisaran tersebut belum termasuk biaya sewa tempat dan juga listrik per bulan. Pebisnis bisa memulai bisnis laundry kiloan dengan menyesuaikan anggaran dan menekannya hingga sekecil mungkin. Misalnya saja dengan tidak menyewa tempat atau menggunakan tempat milik sendiri, serta menggunakan mesin cuci bekas yang masih layak pakai. Hal ini akan menghemat modal namun tetap menghasilkan keuntungan besar.

Kiat Sukses Usaha Laundry

Setelah mengetahui informasi mengenai rincian modal usaha laundry, tentu saja langkah berikutnya adalah perlu mengerti bagaimana tips sukses memulai bisnisnya. Jika dirasa sudah siap dan tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada, maka simak kiat suksesnya berikut ini:

  • Mengamati persaingan

Tips pertama yang harus diperhatikan adalah mengenai persaingan di sekitar lokasi usaha laundry. Tentunya dengan mengetahui hal ini, maka pebisnis bisa melakukan survey kisaran harga yang akan dikenakan apakah terlalu rendah atau tinggi. Apabila dirasa tarif yang ditawarkan oleh kompetitor terlalu rendah, maka lebih baik mencari lokasi lain.

  • Memberikan pelayanan yang bagus

Tidak hanya mengamati persaingan saja, namun pastikan selalu memberikan pelayanan yang bagus pada konsumen. Sehingga mereka akan kembali menggunakan jasa laundry yang ditawarkan. Tentunya hal ini perlu dibarengi dengan kualitas yang selalu terjaga baik.

  • Melakukan promosi

Tak lupa pula untuk selalu menggiatkan promosi, baik melalui sosial media, pemberian diskon atau cashback, hingga strategi mulut ke mulut yang dapat melancarkan bisnis. Dengan begitu, jasa laundry jadi lebih dikenal dan mendatangkan banyak pelanggan.

Nah itulah ulasan mengenai prospek bisnis, rincian modal usaha laundry, dan juga kiat sukses menjalankannya. Apabila memiliki niat untuk menjalankan usaha ini, maka sebisa mungkin mengetahui apa saja yang dibutuhkan demi keberlangsungan bisnis. Sehingga nantinya bisa memutar modal yang sedikit menjadi profit menguntungkan dan menjanjikan. Jadi, apakah tertarik mencoba bisnis satu ini?

Continue Reading

Bisnis

Usaha Perlengkapan Masjid yang Memberikan Keuntungan Menjanjikan

usaha perlengkapan masjid

Masjid adalah tempat ibadah yang dipakai oleh umat muslim untuk beribadah. Pada masjid, ada banyak peralatan pendukung yang pasti difungsikan. Misalnya saja karpet masjid, jam digital masjid, dan berbagai peralatan lainnya. Maka dari itu, tidak heran jika usaha perlengkapan masjid bisa memberikan keuntungan yang menjanjikan.

Hal ini dikarenakan perlengkapan masjid pasti banyak dicari. Mengingat jumlah masjid di Indonesia ada banyak. Lalu, apa saja barang-barang yang bisa dijual jika membuka usaha penjualan perlengkapan masjid? Untuk menjawab pertanyaan ini, maka harus disimak runtutan daftar yang ada di bawah ini secara terperinci:

1. Kubah Masjid

Peralatan pertama yang bisa dijual adalah kubah masjid. Jika memilih untuk menjual kubah masjid, maka harus memiliki vendor atau pembuat kubah yang berkualitas. Saat ini, bentuk kubah bermacam-macam. Maka dari itu, untuk menyiasati permintaan pembeli harus bisa berinovasi mengikuti perkembangan bentuk yang ada.

Semakin banyak jenis yang dijual, maka pembeli juga akan terfasilitasi dengan layanannya. Pastikan kubah yang dijual memiliki jenis kualitas yang baik. Hal ini dikarenakan kubah terletak di bagian luar dan fungsinya untuk menutup bagian atas masjid. Maka dari itu, pastikan untuk memakai kualitas terbaik untuk pelanggan.

2. Karpet Masjid

Peralatan kedua yang paling umum dijual adalah karpet masjid. Peralatan ini pastinya dibutuhkan oleh banyak masjid. Dengan adanya karpet masjid ini, jemaah masjid tidak perlu bingung mencari alas lain. Perlengkapan masjid satu ini memang penting untuk diperhatikan. Maka dari itu, jika menjualnya haruslah memakai produk berkualitas.

Saat ini, kebutuhan konsumen bermacam-macam. Mulai dari motif dan corak yang variatif, hingga ukuran yang beragam. Dengan adanya keberagaman ini, sebagai orang yang menjual juga harus paham tentang kualitasnya. Pengguna pastinya mencari karpet berkualitas untuk dipakai di masjid-masjid.

3. Jam Digital Masjid

Usaha perlengkapan masjid biasanya juga menyediakan jam digital untuk masjid. Jam ini terlihat lebih bagus dibanding jam biasa. Hal ini dikarenakan jam digital bisa terlihat meski dari arah yang jauh. Harga jam ini juga lebih mahal dari jam dinding biasa. karena peminatnya banyak, maka tidak heran jika jam ini bisa mendatangkan keuntungan yang besar.

Jika ingin menjual ini, maka harus menyediakan berbagai bentuk dan ukuran. Umumnya, bentuk yang biasa dipakai adalah persegi panjang. Lalu untuk ukurannya sendiri bermacam-macam. Pembeli pastinya membutuhkan ukuran yang beragam. Maka dari itu, pastikan untuk menyediakannya agar bisa dipilih oleh pembeli.

4. Speaker

Peralatan keempat yang umumnya dipakai di masjid adalah speaker. Alat ini pastinya ada di setiap masjid. Jika ingin membuka usaha peralatan masjid, maka bisa menambahkan alat ini sebagai salah satu peralatan yang dijual. Jenis dan ukuran speaker pun bermacam-macam dan tidak berpatok pada satu ukuran saja.

Karena tujuan pemakaian speaker sangat penting, maka dari itu sangat pas jika menyediakan alat ini untuk dijual. Karena nantinya alat ini akan mendatangkan keuntungan besar jika ada yang membelinya. Untuk itu, pastikan untuk menyediakan berbagai merek dan ukuran agar pembeli bisa melakukan pemilihan.

5. Mimbar Masjid

Menjual mimbar masjid juga tidak ada salahnya. Karena mimbar masjid adakah alat yang pastinya dibutuhkan. Mimbar ini juga sudah memiliki bentuk yang bervariasi. Maka dari itu, jika menyediakan mimbar masjid maka akan sangat pas. Pembeli bisa melakukan pembelian dalam satu waktu jika perlengkapan yang dijual lengkap.

Jika ingin membuka usaha perlengkapan masjid, semua peralatan di atas bisa langsung dijual. Setiap alat pasti dibutuhkan oleh masjid, maka dari itu akan sangat pas jika disediakan di satu tempat yang sama. Usaha semacam ini memiliki banyak referensi, jika memang tertarik untuk memulainya cari refrensi sebanyak-banyaknya untuk sukses. Sumber: Bisniz.id

Continue Reading

TOP STORIES