Connect with us

Bisnis

Tips Memulai Bisnis Bagi Mahasiswa yang Bisa Kamu Tiru

Zaman sekarang tidak ada batasan umur seseorang untuk memulai bisnis. Termasuk dari kalangan anak kuliahan atau mahasiswa. Apalagi sekarang banyak sekali peluang usaha yang masih sangat menjanjikan untuk dikerjakan oleh mahasiswa.

Banyak yang berawal hanya sekedar coba-coba atau dari hobi malah menjadi ladang penghasilan yang menjanjikan.

Bagi mahasiswa yang mulai tertarik berbisnis, berikut cara memulai bisnis untuk anak kuliahan yang bisa kalian coba

Harus Segera Mengambil Langkah Pertama

Bagi mahasiswa yang masih punya kebiasaan menunda-nunda pekerjaan, coba mulai hentikan hal tersebut jika ingin segera punya bisnis.

Menunda pekerjaan sama artinya dengan menyia-nyiakan banyak waktu. Sebaiknya jangan terlalu sering bersantai-santai dan merasa terlalu dini menjadi seorang pebisnis sebab masih berstatus pelajar.

Pada dasarnya tidak ada kata terlalu dini untuk menjadi pengusaha sukses.

Malah lebih baik, justru saat masih kuliah ini adalah waktu yang terbaik untuk meraih kesuksesan dalam usia muda.

Sudah banyak orang yang berhasil meraih kesuksesannya walaupun usianya masih tergolong muda. Untuk itu, mulai sekarang belajarlah tidak menunda-nunda pekerjaan.

Menuangkan Ide Bisnis Dalam sebuah Proposal

Jika selama ini menganggap jika proposal dalam memulai bisnis tidak terlalu penting, sebenarnya itu adalah pemikiran yang salah besar.

Faktanya, proposal bisa memperjelas dengan detail tentang ide bisnis yang akan dibuat. Proposal adalah tempat untuk menuangkan ide bisnis sehingga perencanaannya menjadi lebih jelas.

Selain itu, proposal  juga bisa digunakan untuk mencari partner bisnis. Coba ajukan proposal tersebut pada pihak-pihak yang berpotensi untuk mendukung keberhasilan bisnis yang dirintis.

Bagi yang bingung, proposal bisnis itu apa saja isinya? Isi proposal pada intinya berisi tujuan, perencanaan, apa saja yang dibutuhkan, modal, bahan baku, dan lainnya.

Awal Memulai Bisnis Carilah Dukungan Mentor

Oleh karena status masih mahasiswa, tentu banyak hal yang harus dipelajari dalam berbisnis. Untuk itu jangan ragu untuk meminta dukungan para mentor.

Para mentor akan membantu mengarahkan tujuan supaya lebih tepat sasaran. Dengan berkonsultasi dengan mentor, tentu saja dapat menambah pemahaman terhadap dunia bisnis.

Semua hal terkait bisnis yang awalnya tidak bisa diketahui, bisa lebih paham karena penjelasan dari mentor yang tepat. Jangan pernah ragu untuk meminta bimbingan para mentor terbaik.

Tidak perlu jauh-jauh, karena di kampus banyak sekali berkumpul para ahli dan professor. Sesekali meminta bimbingan dari mereka adalah pilihan terbaik untuk memulai bisnis.

Mengikuti Kelas Atau Seminar Bisnis

Walaupun bukan mahasiswa jurusan bisnis bukan merupakan halangan untuk memperlajarinya.

Ikuti saja beberapa kelas bisnis yang bisa bermanfaat untuk menambah skill dan kemampuan di bidang bisnis. Apalagi sekarang banyak ditawarkan kelas bisnis dengan beragam pilihan paket tertentu.

Ikuti saja salah satunya dengan memilih  yang paling bisa membantu untuk perkembangan bisnis yang akan dirintis. Seminar-seminar bisnis juga belakangan ini sering diadakan.

Biasanya seminar bisnis digelar melalui webinar, dan lainnya. Dengan cara ini selain bisa menambah pengetahuan tentang bisnis, dapat juga menjadi ajang untuk mencari relasi sejak dini.

Pertimbangkan Modal Awal Yang Dimiliki

Ketika memulai bisnis sebagai seorang mahasiswa juga perlu untuk mempertimbangkan modal awal sejak dini.

Dalam hal ini modal memang punya peran penting jika ingin membuka usaha atau bisnis. Namun, karena posisinya masih sebagai pelajar mahasiswa, seringkali merasa tidak yakin modal yang dimiliki mencukupi. Anggapan seperti ini sebaiknya dihilangkan.

Modal faktanya tidak melulu soal uang. Selain uang, yang namanya modal sebetulnya bisa berupa pengetahuan, relasi, maupun keahlian.

Misalnya pengetahuan, yaitu terkait dengan kemampuan untuk melakukan riset supaya bisnis dapat berjalan dengan lancar. Lalu relasi, yang sangat dibutuhkan terutama dalam urusan penambahan modal.

Terakhir modal yang berupa keahlian. Setiap orang pasti punya keahlian masing-masing.

Sebagai seorang mahasiswa, jangan sia-siakan keahlian tersebut karena bisa menjadi modal bisnis. Misalnya punya keahlian masak, coba saja buka usaha kuliner. Punya keahlian fotografi, buka saja jasa foto wedding, dan lain sebagainya.

Mencoba Untuk Magang Dan Terjun Langsung Dalam Dunia Bisnis

Memulai bisnis bagi seorang mahasiswa bisa dilakukan dengan cara terjun langsung dalam dunia tersebut. Caranya adalah dengan magang di sebuah perusahaan. Magang di sebuah perusahaan akan membantu mencari pengalaman dan tempat belajar yang tepat.

Ilmu tentang berbisnis ada banyak sekali yang bisa dipelajari di tempat magang. Bahkan tidak hanya pengetahuan dan pengalaman saja yang bisa didapatkan. Beberapa perusahaan tempat magang, kadang juga memberikan sejumlah uang sebagai bayaran.

Menjadikan Media Sosial Sebagai Alat Pemasaran Yang Paling Ampuh

Saat ini jamannya apa-apa serba digital. Mahasiswa sekarang terutama kaum milenial, tidak boleh sampai tidak paham teknologi digital. Termasuk semua hal yang menyangkut media sosial. Hal ini karena media sosial bisa menjadi alat pemasaran paling ampuh supaya produk lebih dikenal banyak orang.

Belajarlah untuk mulai memahami karakteristik pengguna dan setiap platform media sosial.

Cari tahu bagaimana cara memaksimalkan media sosial untuk kepentingan perkembangan bisnis yang dijalankan. Misalnya dengan membuat video trailer tentang produk bisnis saat akan melakukan launcing. Jangan lupa untuk membuat yang paling menarik supaya banyak yang melihat.

Seumpama mengandalkan instagram sebagai media sosial pilihan, cabalah untuk lebih pintar dalam mengatur feed.

Namun jika menggunakan media sosial lain, bisa disesuaikan menurut karakteristik masing-masing. Sudah saatnya bagi mahasiswa untuk lebih paham teknologi saat memulai bisnis.

Cobalah Untuk Mengikuti Lomba-lomba Di Kampus

Kampus atau universitas sering menyelenggarakan lomba-lomba tertentu, salah satunya bidang kewirausahaan.

Cobalah untuk mengikuti perlombaan tersebut karena hal ini juga termasuk langkah memulai bisnis seorang mahasiswa. Siapa tahu, bisa menang dan mendapat hadiah. Jika mendapatkan hadiah berupa uang tunai, bukankah lumayan untuk dijadikan tambahan modal usaha?

Saat ini bahkan banyak sekali lomba yang diperuntukkan untuk pengusaha muda dengan hadiah modal bisnis yang jumlahnya tidak sedikit. Selain itu, kadang juga ada lomba-lomba kewirausahaan juga menawarkan hadiah lain. Misalnya mentoring, tempat bisnis, dan lain sebagainya.

Melakukan Diskusi Dengan Teman Kampus Yang Satu Pikiran

Melakukan diskusi dengan teman kampus juga merupakan salah satu langkah memulai bisnis bagi mahasiswa.

Jika punya teman yang kebetulan punya pikiran yang sama terutama dalam hal berbisnis, ajak saja mereka untuk berdiskusi. Utarakan segala gagasan, atau pengalaman dengan teman tersebut.

Siapa tahu dengan berdiskusi bisa melahirkan suatu gagasan bisnis yang menarik. Tinggal selanjutnya kembangkan ide tersebut bersama-sama.

Tanamkan Sikap Pantang Menyerah

Teruntuk mahasiswa jika ingin memulai bisnis, sebaiknya tanamkan sejak dini untuk tidak ada kata menyerah.

Pada dasarnya untuk meraih kesuksesan tidak ada jalan yang mudah, terutama dalam bidang bisnis. Yakinkan diri sejak awal, jika akan selalu bekerja keras demi perkembangan bisnis yang akan dijalankan.

Penanaman mental yang baik sejak awal akan membantu untuk bertahan dan terus belajar mengembangkan suatu bisnis di masa depan.

Baca Juga: Inilah Kerja Sampingan yang Cocok Untuk Mahasiswa

Kegagalan merupakan hal biasa dirasakan oleh seorang pengusaha. Yang perlu dilakukan hanya harus bangkit dan berusaha memperbaiki apa yang menjadi penyebab kegagalan tersebut.

Faktanya memulai bisnis memang bisa dilakukan oleh siapa saja. Baik pelajar, ibu rumah tangga, dan lainnya termasuk masih berstatus mahasiswa.

Malahan sangat baik jika sudah punya pikiran untuk sukses sejak usia muda. Jangan lupa untuk selalu berpikir positif supaya lebih yakin mengembangkan bisnis.

Mendirikan situs income.id sebagai perwujudan pengabdian kepada bangsa dan negara indonesia melalui media yang informatif dan edukatif

Bisnis

Cara Menghitung HPP Produk Beserta Panjelasannya

Cara Menghitung HPP Produk

Sebuah perusahaan yang memproduksi suatu barang perlu tahu dengan pasti cara menghitung HPP produk agar tidak terjadi kesalahan hitung. Terdapat beberapa biaya pengeluaran atas produk yang harus jelas rinciannya. Hal ini dilakukan supaya perusahaan mengetahui harga pokok yang dibuatnya. Tertarik dengan penjelasan terkait? Simak berikut ulasannya:

Tentang HPP Produk

Bagi sebuah perusahaan cara menghitung hpp produk harus diketahui dengan pasti setiap langkah-langkahnya. Mengapa demikian? HPP merupakan total biaya yang telah dikeluarkan pihak perusahaan dalam menghasilkan barang produksi. Biaya yang terdapat di dalamnya meliputi harga langsung dan tak langsung.

Memungkinkan perusahaan dapat dengan tepat menentukan harga produk sebelum dilakukan penjualan. Selain itu, tujuan dari setiap perusahaan menentukan harga yang dibuat yakni agar sasaran produk pun sesuai dengan target. Untuk lebih lanjutnya, berikut akan dijelaskan tujuan lain dari HPP yaitu:

  • Setiap produk yang dijual dapat memenuhi target produksi yang telah ditentukan.
  • Dapat menstabilkan harga produk yang akan dijual di pasaran.
  • Bisa mempertahankan harga produk berdasarkan proses produksi yang jelas.
  • Upaya dalam memaksimalkan keuntungan.

Mengetahui Metode Pendekatan Laporan HPP

Produk Ketika sebuah perusahaan membuat laporan untung dan rugi dari biaya pokok produksi yang dikeluarkan, ada dua metode yang bisa digunakan. Untuk pendekatan pertama yang bisa digunakan adalah Full Costing dan yang kedua Variable Costing. Ingin tahu bagaimana penjelasannya? Simak berikut ulasannya.

  • Full Costing, adalah perhitungan HPP yang dilakukan untuk mengetahui harga pokok dan biaya produksi. Pendekatan ini berkaitan dengan segala perhitungan unsur biaya produksi yang masuk ke dalam HPP. Di dalam perhitungan ini terdapat biaya tenaga kerja, bahan baku hingga overhead, keseluruhannya dihitung menjadi satu kesatuan.
  • Variable Costing, yakni sebuah perhitungan HPP yang di dalamnya hanya menjumlahkan biaya yang sifatnya variabel dalam harga produksi. Menjadikan variable costing hanya untuk menghitung HPP dengan rincian biaya yang terpisah dalam setiap periode tertentu. Rincian yang terdapat di dalamnya yaitu ada biaya bahan baku, tenaga kerja hingga overhead.

Begitulah cara menghitung HPP produk yang memakai pendekatan Full dan variable Costing. Kedua pendekatan tersebut bisa digunakan oleh pelaku dalam perusahaan untuk menentukan setiap harga pokok dalam produksi. Membuat perusahaan bisa menetapkan harga jual yang akan dipasarkan.

Cara Menghitung HPP Produk

Bagi yang belum mengetahui cara menghitung HPP produk dengan benar, terdapat beberapa tahapan yang perlu diketahui. Perhitungannya pun tidak terlalu sulit untuk dilakukan, jika pengguna adalah seorang yang masih awam. Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan dalam perhitungan tersebut yaitu:

1. Melakukan Perhitungan Bahan Baku

Hal pertama yang perlu dilakukan yaitu dengan menjumlahkan keseluruhan saldo yang terdapat di awal serta pembelian bahan baku. Selanjutnya jika sudah mendapatkan hasilnya kurangi dengan saldo di akhir periode. Jadi di tahap pertama ini adalah melakukan perhitungan bahan baku.

2. Menghitung Biaya Produksi

Tahap selanjutnya untuk dapat mengetahui HPP produk yaitu menghitung biaya produksi. Caranya yakni dengan menjumlahkan tiga komponen HPP di awal yaitu harga bahan baku, tenaga kerja dan overhead. Perhitungan dalam tahap ini pun sangat penting, sebab agar pelaku usaha mengetahui dengan pasti total dari hasil produksinya.

3. Menetapkan Biaya Pokok Produksi

Langkah selanjutnya, pelaku usaha bisa menetapkan biaya pokok produksi dengan mentotalkan keseluruhan biaya. Biaya yang dimaksudkan yaitu penjumlahan produksi serta saldo awal persediaan barang. Setelahnya dapat dikurangi dengan jumlah saldo akhir dari persediaan barang. Pada tahap inilah nantinya pelaku usaha juga bisa menentukan harga jual dari barang yang akan diproduksi.

4. Menghitung HPP

Terakhir, perhitungan HPP dapat dilakukan dengan mentotalkan jumlah harga pokok dengan ketersediaan barang produksi. Persediaan barang yang dimaksud adalah barang awal yang akan dikurangi dengan persediaan akhir. Membuat perhitungan HPP bisa terlihat berapa jumlahnya.

Itulah langkah-langkah yang mesti diketahui untuk dapat melakukan perhitungan HPP dengan benar. Setiap tahapan dari perhitungan tersebut bisa dilakukan oleh setiap pelaku usaha dengan mudah bukan? Hal yang perlu diingat dalam perhitungan tersebut yaitu setiap biaya atau harga harus jelas dan pasti nominalnya.

Contoh Perhitungan HPP

Sebelumnya telah dijelaskan bagaimana tahapan dan langkah-langkah dalam melakukan perhitungan HPP. Supaya lebih paham, akan diberikan contoh perhitungan yang sesuai dengan keadaan dilapangan. Contoh berupa soal cerita yang bisa pengguna pahami sesuai dengan kasus yang terdapat di sebuah perusahaan.

Contohnya yaitu, dalam sebuah perusahaan terdapat jumlah di luar biaya produksi sebesar Rp 100.000, sedangkan jumlah dari barang yang telah diproduksi adalah 2 unit. Berapakah kira-kira harga pokok yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan per satuannya? = Biaya produksi : Jumlah unit = Rp 100.000 : 2 = Rp 50. 000 per satuan

Itulah penjelasan cara menghitung HPP produk beserta dengan contohnya yang dapat pengguna pahami sebelumnya. Dalam contoh kasus yang diberikan, itu adalah contoh dari sekian banyak hitungan sederhana. Supaya dapat memahami dan menerapkannya, pelajari dan praktekkan dengan menghitungnya secara manual.

Continue Reading

Bisnis

Intip Rincian Modal Usaha Laundry dengan Keuntungan Menjanjikan

rincian modal usaha laundry

Di tengah masa pandemi seperti ini, beralih ke dunia bisnis menjadi hal terbaik yang dapat dilakukan, yaitu dengan menjalankan bisnis laundry. Bisa dibilang bisnis satu ini begitu menjanjikan, apalagi mengingat banyaknya orang yang membutuhkan jasa pencuci pakaian karena kesibukan bekerja. Bahkan rincian modal usaha laundry ini pun tidak begitu besar loh.

Usaha laundry memberlakukan harga dengan ukuran per kilo, yaitu sekitar Rp 6rb hingga Rp 7rb saja. Sehingga bisa dipastikan jasa laundry akan ramai karena harganya yang murah. Namun meskipun begitu, profit yang didapatkan pun terbilang menjanjikan mengingat modal usaha yang tidak besar.

Lantas bagaimana sebenarnya prospek bisnis dan rincian modal yang perlu dikeluarkan untuk usaha laundry satu ini? Berikut ulasan lengkapnya, yaitu antara lain:

Prospek Bisnis Laundry

Membuka usaha laundry merupakan hal yang cukup menantang namun sangat menjanjikan. Hal ini dikarenakan prospek maupun peluang usahanya yang dapat memutar uang dengan sangat cepat. Pasalnya, jasa pencuci baju ini begitu dibutuhkan oleh semua orang setiap harinya. Sehingga tidak heran apabila usaha ini cukup booming di kalangan masyarakat dan begitu dicari, baik oleh ibu rumah tangga hingga pelajar maupun mahasiswa.

Maka dari itulah, peluang bisnis laundry yang sedang booming ini harus dimanfaatkan dengan baik. Apalagi ditambah dengan pengoperasiannya yang sangat mudah, maka semua orang pun berpotensi menghasilkan keuntungan lumayan besar melalui bisnis satu ini. Apabila mempromosikannya dengan baik, dijamin usaha laundry semakin dikenal dan mendatangkan banyak konsumen untuk penghasilan menjanjikan.

Berapa Rincian Modal Usaha Laundry?

Namun sebelum memulai bisnis laundry, ada baiknya bagi para pebisnis mengetahui rincian modal usaha untuk jasa laundry dan menyesuaikannya pada anggaran. Berikut inilah perhitungan yang bisa dijadikan patokan, yaitu antara lain:

1. Modal Peralatan Utama

Rincian modal usaha laundry terbesar yaitu terletak pada peralatan utama yang digunakan untuk mencuci. Misalnya seperti 1 mesin cuci dengan kisaran harga Rp 4.000.000, 1 setrika seharga Rp 300.000, 1 unit timbangan Rp 250.000, 1 impulse sealer Rp 200.000, dan juga 1 set rak dan meja laundry seharga Rp 3.500.000. Total modal untuk peralatan saja yaitu sebesar Rp 8.250.000.

Selain peralatan, tentunya setiap pebisnis untuk usaha laundry membutuhkan lokasi yang tepat. Hal ini nantinya akan berbeda di setiap daerah dan menyesuaikan. Sehingga modal untuk menyewa tidak dimasukkan ke dalam perhitungan. Namun pebisnis bisa menyesuaikannya berdasarkan anggaran dan menegosiasikan harga bersama dengan pemilik agar mendapat harga lebih murah.

2. Modal Kerja

Selain modal peralatan dan lokasi, terdapat pula modal kerja yang harus diperhitungkan. Dalam hal ini, rincian modal usaha laundry yaitu berupa detergen pakaian Rp 200.000, pewangi pakaian Rp 250.000, plastik wrap Rp 200.000, spanduk dan brosur promosi Rp 200.000, dan neon box Rp 300.000. Total modal kerja yaitu sebesar Rp 1.150.000.

Tentunya kisaran tersebut belum termasuk biaya sewa tempat dan juga listrik per bulan. Pebisnis bisa memulai bisnis laundry kiloan dengan menyesuaikan anggaran dan menekannya hingga sekecil mungkin. Misalnya saja dengan tidak menyewa tempat atau menggunakan tempat milik sendiri, serta menggunakan mesin cuci bekas yang masih layak pakai. Hal ini akan menghemat modal namun tetap menghasilkan keuntungan besar.

Kiat Sukses Usaha Laundry

Setelah mengetahui informasi mengenai rincian modal usaha laundry, tentu saja langkah berikutnya adalah perlu mengerti bagaimana tips sukses memulai bisnisnya. Jika dirasa sudah siap dan tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada, maka simak kiat suksesnya berikut ini:

  • Mengamati persaingan

Tips pertama yang harus diperhatikan adalah mengenai persaingan di sekitar lokasi usaha laundry. Tentunya dengan mengetahui hal ini, maka pebisnis bisa melakukan survey kisaran harga yang akan dikenakan apakah terlalu rendah atau tinggi. Apabila dirasa tarif yang ditawarkan oleh kompetitor terlalu rendah, maka lebih baik mencari lokasi lain.

  • Memberikan pelayanan yang bagus

Tidak hanya mengamati persaingan saja, namun pastikan selalu memberikan pelayanan yang bagus pada konsumen. Sehingga mereka akan kembali menggunakan jasa laundry yang ditawarkan. Tentunya hal ini perlu dibarengi dengan kualitas yang selalu terjaga baik.

  • Melakukan promosi

Tak lupa pula untuk selalu menggiatkan promosi, baik melalui sosial media, pemberian diskon atau cashback, hingga strategi mulut ke mulut yang dapat melancarkan bisnis. Dengan begitu, jasa laundry jadi lebih dikenal dan mendatangkan banyak pelanggan.

Nah itulah ulasan mengenai prospek bisnis, rincian modal usaha laundry, dan juga kiat sukses menjalankannya. Apabila memiliki niat untuk menjalankan usaha ini, maka sebisa mungkin mengetahui apa saja yang dibutuhkan demi keberlangsungan bisnis. Sehingga nantinya bisa memutar modal yang sedikit menjadi profit menguntungkan dan menjanjikan. Jadi, apakah tertarik mencoba bisnis satu ini?

Continue Reading

Bisnis

Usaha Perlengkapan Masjid yang Memberikan Keuntungan Menjanjikan

usaha perlengkapan masjid

Masjid adalah tempat ibadah yang dipakai oleh umat muslim untuk beribadah. Pada masjid, ada banyak peralatan pendukung yang pasti difungsikan. Misalnya saja karpet masjid, jam digital masjid, dan berbagai peralatan lainnya. Maka dari itu, tidak heran jika usaha perlengkapan masjid bisa memberikan keuntungan yang menjanjikan.

Hal ini dikarenakan perlengkapan masjid pasti banyak dicari. Mengingat jumlah masjid di Indonesia ada banyak. Lalu, apa saja barang-barang yang bisa dijual jika membuka usaha penjualan perlengkapan masjid? Untuk menjawab pertanyaan ini, maka harus disimak runtutan daftar yang ada di bawah ini secara terperinci:

1. Kubah Masjid

Peralatan pertama yang bisa dijual adalah kubah masjid. Jika memilih untuk menjual kubah masjid, maka harus memiliki vendor atau pembuat kubah yang berkualitas. Saat ini, bentuk kubah bermacam-macam. Maka dari itu, untuk menyiasati permintaan pembeli harus bisa berinovasi mengikuti perkembangan bentuk yang ada.

Semakin banyak jenis yang dijual, maka pembeli juga akan terfasilitasi dengan layanannya. Pastikan kubah yang dijual memiliki jenis kualitas yang baik. Hal ini dikarenakan kubah terletak di bagian luar dan fungsinya untuk menutup bagian atas masjid. Maka dari itu, pastikan untuk memakai kualitas terbaik untuk pelanggan.

2. Karpet Masjid

Peralatan kedua yang paling umum dijual adalah karpet masjid. Peralatan ini pastinya dibutuhkan oleh banyak masjid. Dengan adanya karpet masjid ini, jemaah masjid tidak perlu bingung mencari alas lain. Perlengkapan masjid satu ini memang penting untuk diperhatikan. Maka dari itu, jika menjualnya haruslah memakai produk berkualitas.

Saat ini, kebutuhan konsumen bermacam-macam. Mulai dari motif dan corak yang variatif, hingga ukuran yang beragam. Dengan adanya keberagaman ini, sebagai orang yang menjual juga harus paham tentang kualitasnya. Pengguna pastinya mencari karpet berkualitas untuk dipakai di masjid-masjid.

3. Jam Digital Masjid

Usaha perlengkapan masjid biasanya juga menyediakan jam digital untuk masjid. Jam ini terlihat lebih bagus dibanding jam biasa. Hal ini dikarenakan jam digital bisa terlihat meski dari arah yang jauh. Harga jam ini juga lebih mahal dari jam dinding biasa. karena peminatnya banyak, maka tidak heran jika jam ini bisa mendatangkan keuntungan yang besar.

Jika ingin menjual ini, maka harus menyediakan berbagai bentuk dan ukuran. Umumnya, bentuk yang biasa dipakai adalah persegi panjang. Lalu untuk ukurannya sendiri bermacam-macam. Pembeli pastinya membutuhkan ukuran yang beragam. Maka dari itu, pastikan untuk menyediakannya agar bisa dipilih oleh pembeli.

4. Speaker

Peralatan keempat yang umumnya dipakai di masjid adalah speaker. Alat ini pastinya ada di setiap masjid. Jika ingin membuka usaha peralatan masjid, maka bisa menambahkan alat ini sebagai salah satu peralatan yang dijual. Jenis dan ukuran speaker pun bermacam-macam dan tidak berpatok pada satu ukuran saja.

Karena tujuan pemakaian speaker sangat penting, maka dari itu sangat pas jika menyediakan alat ini untuk dijual. Karena nantinya alat ini akan mendatangkan keuntungan besar jika ada yang membelinya. Untuk itu, pastikan untuk menyediakan berbagai merek dan ukuran agar pembeli bisa melakukan pemilihan.

5. Mimbar Masjid

Menjual mimbar masjid juga tidak ada salahnya. Karena mimbar masjid adakah alat yang pastinya dibutuhkan. Mimbar ini juga sudah memiliki bentuk yang bervariasi. Maka dari itu, jika menyediakan mimbar masjid maka akan sangat pas. Pembeli bisa melakukan pembelian dalam satu waktu jika perlengkapan yang dijual lengkap.

Jika ingin membuka usaha perlengkapan masjid, semua peralatan di atas bisa langsung dijual. Setiap alat pasti dibutuhkan oleh masjid, maka dari itu akan sangat pas jika disediakan di satu tempat yang sama. Usaha semacam ini memiliki banyak referensi, jika memang tertarik untuk memulainya cari refrensi sebanyak-banyaknya untuk sukses. Sumber: Bisniz.id

Continue Reading

TOP STORIES