Connect with us

Startup

Daftar Startup Terbaik dan Terbesar di Indonesia Bergelar Unicorn

apps (image: GETTY IMAGES)

Startup tumbuh menjamur di Indonesia belakangan ini. Bahkan kabar baiknya, salah satu perusahaan startup baru saja berhasil menyandang gelar Unicorn.

Hal ini tentu menambah daftar perusahaan rintisan (startup) yang berhasil menyandang gelar Unicorn.

Jika sebelumnya Indonesia sudah memiliki empat startup terbesar yang bergelar Unicorn, yakni Gojek, Tokopedia, Traveloka, dan Bukalapak, kini dengan tercatatnya OVO sebagai salah satu startup terbesar asal Indonesia yang menyandang gelar Unicorn sebelum akhir 2019, maka lengkap sudah jumlahnya menjadi lima sesuai target Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Sekadar informasi, Unicorn sendiri merupakan sebuah istilah yang familiar dalam perusahaan startup. Istilah Unicorn dapat disebut untuk mengukur tingkat kesuksesan sebuah startup.

Sebab, keberadaan startup di era digital sudah tak dapat lagi dipandang sebelah mata. Karena, berbagai startup telah terbukti berhasil mengimbangi kesuksesan perusahaan-perusahaan besar lain.

Unicorn adalah gelar atau istilah yang diberikan pada suatu perusahaan startup yang memiliki nilai valuasi (nilai dari suatu startup terbesar, bukan sekadar pendanaan yang diraih dari investor) lebih dari USD 1 miliar atau setara dengan Rp14,1 triliun.

Semua startup ini tersebar di berbagai belahan dunia termasuk Amerika Serikat, Tiongkok, Jerman, India, Kanada, Inggris, dan Singapura. Startup ini pun menggeluti bidang yang bervariasi, seperti keuangan, pemasaran, pelayanan, ritel, dan bahkan games.

Tiga startup terbesar pertama di Indonesia yang bergelar Unicorn adalah Gojek, Tokopedia, dan Traveloka. Bahkan salah satu diantaranya, yakni Gojek, telah menyandang gelar Decacorn.

Sebelum mengetahui lebih lengkap mengenai masing-masing perusahaan startup terbesar asal Indonesia yang menyandang gelar Unicorn, yuk ketahui lebih dahulu beberapa tingkatan perusahaan startup yang menggambarkan nilai valuasi yang dimiliki oleh perusahaan, seperti dikutip dari Liputan6.com:

1. Level Cockroach

Level pertama dalam tingkatan startup adalah Cockroach atau kecoa. Perusahaan yang disebut sebagai Cockroach ini merupakan perusahaan yang masih kecil atau baru saja dirintis. Sehingga nilai valuasi yang dimiliki oleh perusahaan ini masih terbilang sedikit.

Namun meski nilai valuasi masih kecil, perusahan-perusahan yang dalam kategori ini biasanya ulet dan juga giat untuk tetap mempertahankan perusahannya.

Dalam level ini, biasanya para pendiri akan menarik angel investor atau para pemodal yang mulia atau seseorang yang memberikan modal untuk bisnis perusahaan rintisan atau yang sedang bertumbuh.

Biasanya para angel investor ini akan diberi imbalan obligasi koncersi atau ekuitas kepemilikan.

2. Level Ponies

Level selanjutnya ialah level Ponies atau kuda poni. Ponies sendiri merupakan istilah yang digunakan bagi sebuah perusahaan yang memiliki nilai valuasi hingga 10 juta dollar atau berkisar Rp140 miliar.

Tentu saja perusahaan ini merupakan perusahaan yang telah berhasil mengembangkan startup miliknya.

Apabila sebuah perusahaan dalam level ini bisa bertahan, maka kemungkinan untuk menaikkan nilai dari valuasi juga semakin besar. Hal ini dikarenakan para investor tentu saja akan lebih tertarik untuk menanamkan modal agar nilai valuasi menjadi lebih besar.

3. Level Centaurs

Centaurs sendiri merupakan makhluk dalam kisah mitologi Yunani. Ia adalah makhluk yang memiliki badan kudan namun berkepala manusia.

Dalam level Centaurs, sebuah perusahaan haruslah memiliki nilai valuasi hingga 100 juta dollar atau sekitar Rp1,40 triliun.

Tentu saja jika perusahaan ini dapat bertahan dengan nilai valuasi hingga 100 juta dollar, maka para investor besar kelas besar pun akan tertarik untuk mananamkan modal. Karena bila banyak modal yang ada dalam perusahaan tersebut, kemungkinan untuk menambah nilai valuasi pun semakin besar.

4. Level Unicorn

Kasta Unicorn dalam sebuah perusahaan startup sendiri tergolong besar. Karena masih sedikit perusahaan-perusahaan yang bisa menembus level ini.

Unicorn sendiri merupakan istilah yang digunakan untuk perusahaan yang telah memiliki nilai valuasi sebesar 1 miliar dollar atau sekitar Rp 14 triliun.

Di Indonesia sendiri, saat ini terdapat lima perusahaan yang telah berada dalam level Unicorn.

Kelima Unicorn tersebut jika diurutkan berdasarkan besaran valuasi sebagai berikut:

  1. Gojek dengan valuasi USD 10 miliar atau setara dengan Rp141,46 triliun.
  2. Tokopedia dengan valuasi USD 7 miliar atau setara dengan Rp99 triliun.
  3. OVO dengan valuasi USD 2,9 miliar atau setara dengan Rp41 triliun.
  4. Traveloka dengan valuasi USD 2 miliar atau setara dengan Rp28,2 triliun.
  5. Bukalapak dengan valuasi USD 1 miliar atau setara dengan Rp14,14 triliun.

Menurut Ketua Umum Indonesian E-commerce Association (idEA) Ignatius, ada tiga syarat yang dipenuhi untuk menjadi Unicorn. Pertama, startup tersebut harus memiliki transaksi yang besar dengan jumlah putaran uang yang tak kalah besar. Kedua, frekuensi transaksi pun harus besar. Ketiga, luasnya layanan konsumen.

5. Level Decacorn

Level Decacorn sendiri merupakan level bagi perusahaan startup yang memiliki nilai valuasi sebesar 10 miliar dollar setara dengan Rp 140 triliun. Tentu saja perusahaan yang telah mencapai level ini merupakan perusahaan besar.

Selain itu, apabila perusahaan startup telah mencapai level ini, maka akan semakin sulit untuk mencari para investor. Hal ini tentu saja para investor harus memiliki kapasitas dana yang besar.

6. Level Hectocorn

Perusahaan startup yang memiliki level Hectocorn sendiri merupakan perusahaan yang memiliki nilai valuasi sebesar 100 miliar dollar atau sekitar Rp1,400 triliun. Tentu saja perusahaan ini merupakan perusahaan level dunia.

Beberapa perusahaan startup terbesar di dunia yang telah mencapai level Hectocorn, seperti Google, Apple, Microsoft, serta Facebook.

Perusahaan yang mampu mencapai level ini biasanya lahir hanya 1 hingga 3 perusahaan saja untuk setiap tahunnya.

5 Startup terbesar Bergelar Unicorn di Indonesia

startup

Dikutip dari berbagai sumber, berikut ulasan tentang kelima startup asal Indonesia yang telah menyandang gelar Unicorn:

1. Gojek

logo Gojek

Gojek dirintis Nadiem Makariem pada 2010 silam. Perusahaan yang bernaung di PT Aplikasi Karya Anak Bangsa ini merupakan startup asal Indonesia pertama yang menyabet gelar Unicorn. Tidak butuh waktu lama bagi perusahaan aplikasi PT Gojek Indonesia untuk mendapatkan tempat di hati masyarakat.

Gojek pada awalnya fokus di bidang transportasi (GoRide dan GoCar). Kemudian perusahaan aplikasi ini berusaha menuju one-stop service application, yakni pelanggan dapat melakukan pemesanan pelbagai jasa hanya dari satu aplikasi yang mana aneka layanan tersebut bertujuan untuk mempermudah aktivitas pelanggan, seperti GoFood, GoSend, serta GoMassage. Dalam waktu lima tahun, ia berkembang pesat.

Kontroversi mengiringi setiap langkahnya, mulai dari protes oleh pengemudi taksi hingga masalah keamanan dalam aplikasi. Namun, Gojek tetap melenggang.

Langkah Gojek bisa jadi semakin melebar dan bahkan berhasil meraih gelar Unicorn setelah perusahaan itu menerima kucuran dana sekitar USD 550 juta atau setara Rp7,2 triliun dari sejumlah investor pada 4 Agustus 2016. Misalnya, Formation Group, Sequoia Capital India, dan Warburg Pincus.

Bahkan menurut informasi yang dilansir Tech in Asia, Gojek telah mendapatkan pendanaan sebanyak empat putaran pada periode 2015-2017. Namun demikian, tiga di antaranya bersifat tertutup (disclosed). Adapun putaran pendanaan berlangsung pada pertengahan 2016.

Jika menilik tanggal kelahirannya, Gojek menyandang status “Unicorn” setelah sekitar 6 tahun berdiri. Tak berhenti di situ, pada 4 Mei 2017 Gojek kemudian memperoleh suntikan dana tambahan senilai USD 1,2 miliar atau sekitar Rp15,6 triliun dari Tencent Holding dan JD.com. Ini membuat total pendanaan yang sukses diraih Gojek berada di angka USD 1,75 miliar, yang merupakan nilai tertinggi di antara Unicorn Indonesia yang lain.

Gojek pun sudah melebarkan sayapnya ke luar Indonesia, seperti Singapura, Vietnam (dengan nama Go-Viet), dan Thailand (dengan nama Get!).

Kini, Gojek merupakan salah satu aplikasi berbagai tumpangan (ride hailing) terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Gojek bahkan juga mengembangkan berbagai layanan lain termasuk dompet digital, yakni Go-Pay.

Rival terbesar Gojek saat ini hanya Grab yang pada tahun lalu mengakusisi Uber.

Hingga saat ini, Gojek sudah menyandang gelar Decacorn, sebutan bagi startup yang memiliki valuasi di atas USD 10 miliar.

2. Tokopedia

Tokopedia lahir setahun lebih awal daripada Gojek, tepatnya pada tahun 2009. Tokopedia adalah perusahaan rintisan yang fokus di bidang e-commerce online-to-offline (O2O).

Tokopedia merupakan salah satu perusahaan startup terbesar yang berdiri di bidang bisnis marketplace, di mana memungkinkan setiap individu, toko kecil, dan brand untuk membuka dan mengelola toko daring.

Startup ini didirikan oleh William Tanuwijaya. Setelah delapan tahun berdiri, Tokopedia menyusul Gojek mendapatkan predikat Unicorn kedua di Indonesia.

Data yang dijabarkan dari Crunchbase mengungkapkan bahwa layanan online market place Tokopedia, kini secara keseluruhan telah memperoleh pendanaan senilai USD 1,347 miliar. Dari angka itu, investasi terbesar dicatatkan pada 17 Agustus 2017 lalu ketika Tokopedia memperoleh dana sebesar USD 1,1 miliar dari Alibaba Group.

Tokopedia memiliki misi “pemerataan ekonomi secara digital” dan kini diklaim telah memiliki lebih dari 90 juta pengguna aktif per bulan dan 6,4 juta penjual. Mereka punya sekitar 150 juta produk, 33 produk digital, dan 50 sistem pembayaran bagi para penggunanya.

E-commerce ini dikabarkan telah memiliki omzet triliunan rupiah setiap bulan. Kini, valuasi Tokopedia tercatat di angka USD 7 miliar atau sekitar Rp99 triliun.

Berdiri sekitar 10 tahun lalu, Tokopedia mendapatkan dukungan dari berbagai investor besar, seperti East Ventures, CyberAgent Ventures, Beenos, Sequoia Capital, dan SoftBank.

3. Traveloka

Menyusul Gojek dan Tokopedia, startup terbesar selanjutnya yang mendapatkan predikat Unicorn adalah Traveloka. Traveloka lahir dari tangan tiga profesional yang bekerja di Microsoft, NetSuite, dan LinkedIn.

Perusahaan startup yang didirikan oleh Ferry Unardi serta dua temannya, yaitu Derianto Kusuma dan Albert Zhang pada tahun 2012 ini memang terbilang masih muda. Perusahaan startup ini berdiri di bidang layanan pemesanan tiket pesawat dan hotel secara daring dengan fokus perjalanan domestik di Indonesia.

Selain menyandang predikat Unicorn dan menjadi startup Indonesia termuda yang mampu meraih gelar Unicorn hingga saat ini, perusahaan rintisan yang fokus di bidang perjalanan dan pemesanan hotel ini, juga diklaim sebagai startup travel Asia Tenggara pertama yang menyandang gelar Unicorn.

Predikat Unicorn itu Traveloka raih selepas Expedia, layanan sejenis (perusahaan di bidang yang sama) yang populer di luar negeri, mengucurkan dana senilai USD 350 juta pada 27 Juli 2017 lalu. Ini membuat Traveloka total telah memperoleh pendanaan sebesar USD 500 juta.

Meskipun menjadi yang ke-3, menilik tanggal peluncuran, Traveloka dapat didaulat sebagai yang tercepat menjadi Unicorn. Gelar Unicorn diperolehnya selepas sekitar 5 tahun berdiri.

Saat ini, Traveloka memiliki sejumlah produk yang bisa melayani kebutuhan end-to-end para pelancong Tanah Air, mulai tiket pesawat, kereta api, bus, sewa mobil, hotel, kuliner, tiket bioskop, hingga kecantikan.

Layanan yang Traveloka sediakan bisa dinikmati di Indonesia, Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura, dan Filipina.

Berdasarkan data CBInsight, saat ini Traveloka memiliki angka valuasi sebesar USD 2 miliar atau setara Rp28 triliun.

4. Bukalapak

Di tempat keempat ada Bukalapak, perusahaan startup yang bergerak di bidang marketplace, yang menyediakan sarana jual-beli dari konsumen ke konsumen.

Startup yang lahir di awal tahun 2010 ini, didirikan oleh Achmad Zaky, Nugroho Herucahyono, dan Fajrin Rasyid.

Bukalapak meraih gelar Unicorn setelah mendapat kucuran dana dari beberapa grup investor besar, salah satunya Elang Mahkota Teknologi atau EMTEK dan 500 Startups.

iPrice Insight mencatat, Bukalapak merupakan e-commerce paling top nomor 2 di Indonesia dari sisi jumlah kunjungan pada data kuartal IV-2018.

Sejak kehadirannya, Bukalapak terus melakukan inovasi, salah satunya dengan membuka kantor terbaru di Bandung, Jawa Barat untuk pusat penelitian dan pengembangan. Selain itu, inovasi teknologi yang bakal dikembangkan di pusat riset ini adalah drone hingga kecerdasan buatan.

Adapun drone yang masih dalam tahap uji coba, nantinya akan digunakan untuk proses pengiriman. Selain itu, Achmad Zaky selaku CEO Bukalapak juga menuturkan dirinya memiliki ide untuk mengembangkan toko ritel tanpa pramuniaga (unmanned retail). Sekadar informasi, unmanned retail merupakan toko tanpa kasir yang seluruh proses pembeliannya dilakukan sendiri tidak dengan bantuan manusia.

Lebih jauh, Bukalapak juga punya layanan untuk membayar pajak kendaraan bermotor Pembayaran pajak ini, dilakukan untuk pemilik kendaraan di daerah Jawa Barat melalui layanan e-Samsat.

Selain itu, Bukalapak sendiri menurut Zaky, sejak awal berkomitmen untuk pengembangan usaha kecil. Namun, saat ini startup yang berpredikat Unicorn itu ingin menjadi perusahaan yang lebih peduli lingkungan.

Yang terbaru, Bukalapak baru saja memperoleh suntikan dana dari perusahaan asal Korea Selatan, Shinhan GIB. Meski tidak disebutkan jumlahnya, suntikan pendanaan ini membuat valuasi Bukalapak diklaim menjadi lebih dari USD 2,5 miliar, sekitar Rp35 triliun.

Dalam sebuah video, Bukalapak mengklaim, sudah memproses ratusan juta transaksi dari jutaan pelapak yang ada di platformnya.

5. OVO

Pada awal 2019, Ketua Umum Indonesian E-commerce Association (idEA) Ignatius Untung telah memprediksi bahwa Unicorn kelima Indonesia berpotensi berasal dari fintech.

Sementara itu, Menkominfo Rudiantara dalam ajang Siberkreasi 2019, menyebutkan bahwa OVO sudah menjadi Unicorn asal Indonesia yang baru.

“Saya sudah bicara dengan founder-nya, dan memang iya (sudah jadi Unicorn). Makanya, saya berani bicara setelah saya konfirmasi,” ujar Rudiantara.

OVO, penyedia layanan pembayaran elektronik besutan Grup Lippo, ditaksir memiliki valuasi sebesar USD 2,9 miliar atau sekitar Rp41 triliun (dengan asumsi kurs Rp14.146/USD) oleh firma analis perusahaan CB Insight. Angka tersebut, menurut CB Insight, sudah dicapai sejak 14 Maret 2018.

Baca Juga: Bahas Tuntas Potensi Startup di Indonesia saat ini

OVO merupakan salah satu startup terbesar layanan dompet digital yang menawarkan kemudahan bertransaksi di sejumlah mitra mereka. Platform ini juga bisa digunakan untuk pembayaran aplikasi Grab.

Jadi, startup bergelar Unicorn mana saja yang telah kamu gunakan?

Semoga setelah membaca artikel ini, kamu tak hanya ingin menjadi pengguna startup saja, tapi juga memotivasi kamu untuk menjadi salah satu pemilik startup besar. Ingat, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Teruslah berusaha!

Milenial yang tertarik dengan bisnis, keuangan, dan kuliner. Meski tak terlalu jago bertutur kata, namun senang menyalurkannya dalam sebuah tulisan. Semoga bermanfaat!

Startup

Bahas Tuntas Potensi Startup di Indonesia saat ini

Potensi Startup di Indonesia

Perusahaan rintisan atau startup memiliki potensi atau peluang yang bagus saat ini dan bisa berkembang dengan pesat di negara berkembang seperti Indonesia.

Potensi startup di Indonesia sendiri terbuka lebar salah satunya karena pasar yang cukup besar. Jumlah penduduk Indonesia yang mencapai dua ratus enam puluh empat jiwa dan terus tumbuh tentunya menjadi pangsa pasar tersendiri.

Di Indonesia sudah ada beberapa contoh startup yang sukses menjadi unicorn. Unicorn merupakan istilah untuk perusahaan startup yang memiliki valuasi melebihi 1 miliar dollar Amerika Serikat.

Semakin banyaknya perusahaan startup Indonesia yang sukses membuktikan bahwa potensi pertumbuhannya masih ada.

Potensi Pertumbuhan Startup Di Indonesia

Di tahun 2019, pemerintah melalui Badan Ekonomi Kreatif memproyeksikan pertumbuhan perusahaan startup mencapai 20-30%. Ini didukung dengan permintaan akan solusi bisnis digital, industri, dan sektor lainnya.

Masyarakat Indonesia saat ini semakin banyak yang menggunakan layanan internet.

Ini berkorelasi dengan startup di Indonesia yang rata-rata menggunakan aplikasi berbasis internet. Pengguna internet yang banyak ini menjadi pangsa pasar yang bisa diperebutkan oleh perusahaan startup.

Selain pengguna internet, kelas menengah di Indonesia juga terus tumbuh seiring pertumbuhan ekonomi. Kalangan masyarakat kelas menengah ini merupakan pangsa pasar potensial untuk perusahaan-perusahaan startup.

Masyarakat kelas menengah umumnya sudah mampu mencukupi kebutuhan pokok dan tertarik untuk mencoba produk dan jasa inovatif.

Adanya potensi besar dalam hal pangsa pasar, tentunya harus bisa dimanfaatkan dengan baik oleh para entrepreneur yang ingin mendirikan startup.

Potensi startup di Indonesia yang cukup terbuka lebar harus bisa digunakan oleh pebisnis muda untuk mulai membangun startup inovatif mereka.

Jenis Startup Yang Potensial Di Indonesia

Pangsa pasar yang besar di Indonesia harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, yaitu dengan mendirikan perusahaan startup potensial.

Pendiri startup harus dapat menangkap peluang pasar yang ada. Sebagai bisnis yang mengacu pada masa depan, berarti harus mampu menangkap kebutuhan esok hari. Berikut ini jenis-jenis startup potensial di Indonesia :

1. Hiburan

Internet masih menjadi tempat untuk mencari berbagai jenis hiburan mulai dari video, permainan, musik, cerita, dan lain-lain. Potensi startup di Indonesia yang bertema hiburan masih cukup besar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Layanan aplikasi bertema hiburan banyak bermunculan namun tak sedikit yang gagal menarik perhatian karena tak mampu memuaskan kebutuhan pengguna. Perlu ada perencanaan yang matang sehingga layanan hiburan yang ditampilkan benar-benar dibutuhkan dan disukai.

2. Pendidikan

Kebutuhan belajar sesungguhnya tak hanya dibutuhkan oleh para pelajar di usia sekolah. Masyarakat umum sebenarnya banyak yang ingin belajar berbagai hal. Layanan pendidikan berbasis aplikasi bisa jadi potensi startup di Indonesia yang menjanjikan.

Pendidikan homeschooling juga saat ini mulai banyak dilakukan di Indonesia sehingga bisa menjadi pendorong layanan pendidikan berbasis internet atau aplikasi. Masalah pendidikan sendiri cukup luas sehingga bisa dicari mana yang benar-benar potensial.

3. Fintech

Layanan finansial berbasis internet dan aplikasi cukup menarik bagi masyarakat Indonesia, tak heran kemudian muncul berbagai perusahaan fintech. Jenis startup fintech sendiri cukup beragam dari layanan pinjaman, pendanaan, pembayaran, pembanding, dan lain-lain.

Meskipun potensial, jenis perusahaan startup berjenis fintech ini cukup diawasi oleh pemerintah. Pengelolaannya harus sesuai dengan aturan sehingga dapat berjalan dengan baik dan tidak malah merugi.

4. Kesehatan

Potensi startup di Indonesia juga ada di bidang kesehatan. Bidang yang satu ini banyak dibutuhkan oleh masyarakat karena cukup penting bagi semua kalangan. Layanan kesehatan berbasis teknologi informasi banyak dibutuhkan masyarakat namun perlu mencari sesuatu yang unik sehingga berbeda dari yang  lain.

Kesehatan selama ini disebutkan sebagai hal yang terpenting bagi manusia selain kebahagiaan. Pelaku bisnis bisa menangkap peluang ini untuk menciptakan startup yang berkaitan dengan kesehatan atau layanan kesehatan.

Tips Mendirikan Perusahaan Startup

Mendirikan Startup

Potensi startup di Indonesia cukup besar sehingga perlu dimanfaatkan dengan optimal. Adanya kemajuan teknologi informasi memudahkan pebisnis pemula untuk membangun perusahaan rintisan tanpa dana yang terlalu besar.

Mendirikan sebuah perusahaan startup perlu mempertimbangkan beberapa hal. Berikut ini tips membangun perusahaan startup potensial:

1. Mengembangkan Sebuah Ide

Mengembangkan sebuah ide lalu merealisasikannya menjadi sebuah startup merupakan modal utama. Sebuah perusahaan rintisan pada intinya harus mampu menyelesaikan masalah orang banyak di masa depan.

Jadi idenya perlu mengacu pada kebutuhan masa depan yang mungkin saat ini belum terpikirkan oleh orang banyak.

2. Mengeksplorasi Pasar

Memahami pasar untuk produk/jasa perusahaan merupakan kunci kesuksesan. Awalnya mulai dengan area yang dikenal terlebih dahulu, seperti lingkungan tempat tinggal atau kota tempat bekerja.

Jangan memulai sesuatu yang tidak familiar dengannya. Pendiri startup perlu memahami perasaan dan kebutuhan dari calon pelanggannya sehingga produk yang diciptakan benar-benar tepat.

3. Cepat Dalam Menghadapi Perubahan

Dunia berubah dengan cepat, apalagi teknologi yang terus berkembang pesat. Saat perusahaan startup mulai didirikan maka perlu secara cepat menangkap perubahan yang terjadi.

Adanya teknologi baru yang bisa dimanfaatkan perlu segera diadaptasi sehingga pelanggan tidak akan beralih ke layanan lain.

Perubahan juga tak hanya berkaitan dengan teknologi, bisa juga berupa peraturan dari pihak pemerintah ataupun kebutuhan masyarakat. Hal tersebut perlu dengan cepat mendapat perhatian dari perusahaan.

4. Kreatif

Pemikiran yang tak biasa juga sangat penting untuk memulai sebuah perusahaan startup. Tak perlu takut untuk berpikir yang di luar kebiasaan saat memulai bisnis. Banyak produk dan jasa sukses yang awalnya disepelekan banyak orang karena tidak umum. Namun kreatifitas tersebut tentunya tetap perlu memperhatikan kebutuhan dan selera pasar.

Baca Juga: Kreatif! Ini Dia Ide Menarik Start Up yang Belum Ada di Indonesia

5. Jangan Lupa Dengan Risiko

Setiap bisnis pasti ada potensi risiko masing-masing dan itu perlu disadari sejak awal. Jika perusahaan sudah memahami risiko yang mungkin terjadi maka sudah seharusnya mencari cara untuk meminimalkannya. Perusahaan harus bisa mencari cara antisipasi untuk setiap risiko yang mungkin akan terjadi.  

Pendanaan Startup Di Indonesia

Mendirikan startup memang bisa dilakukan dengan dana yang kecil terlebih dahulu karena layanannya berbasis aplikasi internet. Namun untuk mengembangkan layanan tersebut sehingga bisa optimal perlu adanya tambahan dana.

Perusahaan startup di Indonesia pun banyak yang mendapat suntikan dana dari eksternal seperti dari investor dalam negeri ataupun asing.

Secara umum pendanaan startup memiliki beberapa fase mulai dari startup tersebut mulai berdiri sampai dengan berkembang menjadi perusahaan besar.  

Tahapan tersebut terdiri dari pendanaan awal, angel investor, venture capital, mezzanine financing & bridge loans, serta yang terakhir yaitu IPO (Initial Public Offering).

Daftar investor startup di indonesia bisa dibaca di artikel kami dengan judul Inilah 5 Investor Startup Indonesia yang Paling Potensial

Setiap tahapan pendanaan tersebut berkaitan dengan pertumbuhan startup menjadi perusahaan yang benar-benar sukses. Saat sebuah startup berhasil laku di pasaran, maka dengan sendirinya banyak investor yang tertarik untuk menyuntikkan dana.

Pada awal berdiri, pendiri bisa menggunakan dana tabungannya sendiri. Setelah itu bisa mencari dana dari orang-orang dekat seperti keluarga atau rekan bisnis. Saat startup mulai sukses berkembang maka investor akan datang karena melihat potensi bisnisnya.

Potensi startup di Indonesia yang masih terus tumbuh bisa dilihat dari banyaknya investor yang tertarik untuk menanamkan dananya.

Pangsa pasar Indonesia yang berlimpah semakin mendorong banyaknya penanam modal yang ingin memberikan pendanaan untuk perusahaan startup. Semoga Bermanfaat.

Continue Reading

Bisnis

Call Center Bukalapak, Toko Online Paling Keren saat ini

Bukalapak

Saat ini, sistem berbelanja online sangat digemari. Alasannya ialah, belanja via internet ini lebih mudah dibandingkan membeli produk melalui toko atau pasar konvensional.

Maka dari itu, hampir semua pengusaha niaga di dunia, memiliki lapak online. Termasuk di Indonesia, yaitu Bukalapak dengan nomor hubung terbaru yang disebut call center Bukalapak.

Semakin meningkatnya animo masyarakat berbelanja di toko online, Bukalapak mulai terkenal dan viral. Karena di sinilah, berbagai kemudahan berniaga disediakan.

Bukan hanya soal kenyamanan dan keamanan dagang, persaingan harga juga signifikan dan lebih menguntungkan pihak pembeli. Bahkan, pedagang yang bergabung memiliki reputasi baik dan terpercaya.  

Sejarah Bukalapak

Bukalapak pertama kali berdiri pada tahun 2010 dengan penggagasnya bernama Achmad Zaky yang berprofesi sebagai divisi agenda digital Suitmedia Jakarta.

Setahun kemudian, badan usaha mulai disahkan sebagai PT dengan manajemen yang masih sederhana dengan Achmad Zaky sendiri menjabat sebagai CEO.

Progres bisnis Bukalapak mulai menguat pada tahun 2012 dan 2014. Karena di kala itu, perusahaan mendapatkan suntikan dana investasi dari perusahaan-perusahaan ternama seperti GREE Ventures, Aucfan, dan IREP.

Karena itu pula, di tahun yang sama, Bukalapak mulai menerbitkan aplikasi atau software khusus android yang diberi nama Bukalapak Mobile.

Visi dari app ini adalah mempermudah proses transaksi jual beli antara pedagang dengan pembeli sekaligus memberikan akses mudah kepada penjual untuk menyimpan dan melihat barang dagangannya secara digital.

Keunggulan Belanja Di Bukalapak

Berbelanja di Bukalapak memiliki keunggulan yang bagus. Bahkan, tidak semua lapak online memiliki keuntungan yang sama. Ini dia beberapa diantaranya, yaitu:

1. Semua Produk Bisa Dinego

Keunggulan yang pertama adalah Bukalapak menyediakan fitur nego. Artinya, pembeli diberi kebebasan untuk menawar hingga mendapatkan harga terbaik. Tentunya, fasilitas ini menguntungkan pembeli.

Selain itu, pihak lapak tidak membatasi penggunaan fitur nego pada produk dan harga tertentu. Semuanya, selama ada di dalam Bukalapak, bisa ditawar hingga deal.

2. Cara Belanja Lebih Mudah

Cara berbelanja online di Bukalapak sangat mudah. Selain, fitur yang lengkap, interface website juga minimalis. Sehingga, pelanggan yang ingin mencari produk, memesan hingga melakukan pembayaran tidak kesulitan.

3. Respon Admin Call Center Bukalapak Sangat Cepat

Keunggulan yang paling mantap adalah admin call center Bukalapak mampu melayani dengan ramah dan cepat. Baik ketika pelanggan menghubungi nomor telepon, maupun yang mengirim messenger melalui facebook dan Email. Itu artinya, segala keluhan pelanggan langsung diwadahi secara baik dan diselesaikan secepatnya.

4. Pembeli Adalah Prioritas Utama

Setiap layanan yang dikenalkan admin Bukalapak, semuanya diprioritaskan untuk kenyamanan pelanggan. Bahkan, pihak developer memberikan potongan sekian ribu untuk ongkos kirim dengan minimal pembelian tertentu.

Selain itu, segala keluhan maupun laporan pelanggan adalah prioritas utama yang akan mendapatkan pelayanan terdepan.

5. Pedagang Memiliki Reputasi Baik dan Terpercaya

Membeli produk di Bukalapak sangat dianjurkan. Pembeli juga lebih aman dari tindakan penipuan. Karena semua pedagang sudah lulus seleksi ketat dan yang memiliki reputasi baik yang bisa berdagang di lapak ini. Artinya, masyarakat bisa berniaga dengan nyaman dan aman.

6. Ada Program Referral

Keunggulan yang terakhir adalah Bukalapak menerbitkan layanan referral. Dengan fitur ini, pelanggan akan mendapatkan bonus jika berhasil mengajak kerabat, keluarga, teman untuk berbelanja di Bukalapak online.

Regulasinya adalah, setiap berbelanja minimal Rp100.000, sang pengajak akan mendapat poin sebesar Rp10.000 yang bisa dikumpulkan dan dibelanjakan kembali di lapak.

Syarat menggunakan layanan ini cukup mudah. Tinggal mendaftarkan saja melalui link referral, bonus akan mengalir terus, selama rekan tetap aktif berlangganan di Bukalapak.

Yang lebih mantap lagi, pelanggan akan mendapatkan kredit poin sebesar Rp10.000 jika ada satu orang yang mendaftar sebagai referral. Tinggal hitung saja, jika berhasil mengajak ratusan orang sebagai referral. 

Call Center Buka Lapak

Image: komunitas.bukalapak.com

Tidak ada satu toko online pun yang tidak pernah mengalami masalah dengan keluhan pelanggan. Begitu juga dengan Bukalapak. Atas dasar itu, nara hubung atau call center terus dibenahi supaya complain tersebut terselesaikan dengan baik. Berikut penjelasan lengkap mengenai call center Bukalapak, yaitu:

Nomor Call

Admin Bukalapak telah mengubah nomor lama dengan call center yang baru. Atas dasar itu, pelanggan harus mengetahuinya supaya komunikasi dengan pedagang dan developer lebih mudah.

Pelanggan tidak perlu khawatir dengan pelayanan call center terbaru. Bahkan, CS siap melayani selama 24 jam nonstop selama satu minggu full tanpa libur. Berikut call center tersebut, yaitu:

No Call: 021-50813333

Twitter: @BukaBantuan

Email: cs@bukalapak.com

Facebook: https://www.facebook.com/bukalapak/

Alamat Kantor Bukalapak

Sebagai toko online yang ikut mempertemukan para pedagang dengan pembeli yang sah, Bukalapak juga mendirikan kantor pusat yang bisa didatangi pelanggan setiap saat. Ini dia alamatnya:

PT Bukalapak.com

Plaza City View Lt. 1

Jl. Kemang Timur No. 22

Pasar Minggu Pejaten Barat Jakarta, Indonesia 12510 Itulah pembahasan tentang sejarah, keunggulan dan call center Bukalapak terbaru. Semoga bisa menjadi rujukan dan pedoman pelanggan ketika berbelanja secara online.

Header Image: bukalapak.com

Continue Reading

Bisnis

Inilah 5 Investor Startup Indonesia yang Paling Potensial

Saat memulai bisnis dengan mengembangkan teknologi startup, setidaknya Anda harus membuat agar produk bisa dilirik oleh investor. Dengan begitu kemajuan menjadi lebih mudah dan cepat diraih.

Namun, sebagian besar dari Anda mungkin tidak mengetahui para investor yang sangat potensial bagi pengembangan teknologi startup di Indonesia sehingga Anda tidak bisa mempelajari kriteria penting yang biasanya menarik minat para investor.

Ada banyak sekali investor potensial yang seringkali memberikan dana pada bisnis startup yang pada akhirnya meraih kesuksesan, misalnya saja Toko pedia, Price Area, Berrybenka, Traveloka, Livaza, Kudo, Nightspade, dan masih banyak lagi.

Berikut Ini 5 Investor Startup Indonesia Potensial Bagi Awal Bisnis Anda

Jika Anda memiliki keinginan untuk membuka bisnis melalui inovasi teknologi startup, maka sebaiknya perlu mengetahui beberapa investor yang potensial bisa mendanai awal bisnis startup milik Anda.

Mengingat banyak bisnis yang berkembang karena adanya bantuan pendanaan dari investor tersebut, simaklah beberapa daftarnya berikut ini.

Gree Ventures

Logo Gree Ventures

Para pebisnis startup di Indonesia bisa menggunakan jasa pendanaan dari perusahaan investor terkenal yang berasal dari Jepang, salah satunya adalah Gree Ventures. Perusahaan ini lebih fokus untuk memberikan investasi pada perusahaan industry yang bergerak pada pengembangan internet, atau smartphone mobile yang mengelola e commerce fashion sekaligus advertismentnya.

Perusahaan yang dikelola oleh Naoki Aoyag sebagai Managing Partner ini umumnya memiliki ketertarikan pada investasi startup yang khusus bergerak pada bidang payment gateway.

Cara kerja investasi yang dikelolanya, yakni dengan memberikan dana Pre Series pada tingkat An kemudian menuju hingga putaran dana seri A. Rata-rata dana investasi yang diberikan Gree Ventures, yakni sebesar 50 juta US dollar.

Perusahaan di Indonesia yang tercatat memanfaatkan dana dari investot Gree Ventures ini, antara lain seperti Bukalapak, Kudo, Berrybenka, Luxola, PriceArea, dan sebagainya. Apabila Anda memiliki keinginan bisnis startup di bidang payment gateway maka pastikan produknya bisa menarik minat Gree Ventures.

Cyber Agent Ventures (CAV)

Logo Cyber Ager Ventures

Masih investor yang berasal dari Jepang, yakni Cyber Ager Ventures atau yang biasa disingkat CAV. Perusahaan ini membantu bisnis startup yang sedang berkembang di Indonesia sejak tahun 2011.

Mereka memiliki ketertarikan untuk mendanai produk bisnis startup yang berada di bidang e-commerce, seperti marketplace online. Potensinya sangatlah besar karena mereka memiliki visi mengedepankan pertumbuhan perusahaan.

CAV yang dikelola general manager, yakni Takahiro Suzuki dan Steven Vanada ini telah memberikan dana ke beberapa startup terkenal di Indonesia, seperti Tokopedia, VIP Plaza, Touchten, Bilna, dan HarukaEdu.

Transcosmos

Logo Transcosmos

Beralih ke investor yang berasal dari negara lainnya, yakni Transcosmos yang berada di bawah perusahaan teknologi AS. Mereka memang aktif dan berminat menjalin hubungan strategis dan lokalisasi untuk menyokonya dengan melakukan ekspansi ke pasar Asia, termasuk Jepang dan Indonesia.

Perusahaan ini lebih tertarik secara khusus atau fokus untuk mendanai bisnis startup yang bergerak di bidang e-commerce atau media digital, terutama yang berada di putaran seri B dan A. Contoh beberapa startup Indonesia yang didanai oleh Transcosmos seperti Berrybenka dan Luxola.

Rebright Partners

Logo Rebright Partners

Banyak investor untuk bisnis startup Indonesia yang berasal dari perusahaan di Jepang, salah satu contohnya adalah Rebright Partners.

Secara khusus perusahaan ini lebih tertarik untuk mendanai e-commerce yang bergerak di bidang e-commerce serta media, namun baru-baru ini mereka juga tertarik di bidang media online, melihat popularitas yang ada di masyarakat Indonesia saat ini.

Rebright Partnes didirikan di Tokyo yang termasuk ke dalam kategori Perusahaan Venture Capital telah mendirikan basis di Singapura dan Jepang. Mereka telah tercatat melakukan pendanaan ke beberapa bisnis startup di Indonesia, seperti Qraved, MDBC Media/ MalesBanget, dan Indotrading.

Ideosource

Logo ideosource from reuters.com

Terdapat salah satu investor yang kini berasal dari Indonesia sendiri, yakni Ideosource di bawah pimpinan Edward Ismawan Chamdani dan Andi S. Budiman yang sekaligus menjadi pendirinya.

Ideosource tidak kalah dengan perusahaan investor lainnya dari luar negeri, mereka cukup berkompeten karena telah ahli dan berpengalaman di ranah media, teknologi, serta industry telekomunikasi di Indonesia.

Ideosource telah sukses mendanai beberapa perusahaan startup terkenal yang bergerak di bidang media dan teknologi, seperti Female Daily Network, Orori, eEvent, Touchten, Kark, dan Saqina. Hingga Kini perusahaan di bawah dua orang berkompeten tersebut masih memberikan pendanaan secara khusus pada perusahaan startup yang masih di tahap awal menuju seri A.

Baca juga: Ini Dia 7 Cara Memulai Bisnis Startup Hingga Sukses

Jika Anda sangat berniat untuk membuka usaha di bidang startup sebaiknya maksimalkanlah produk tersebut hingga mampu menarik minat dan dilirik oleh beberapa investor potensial di atas. Itu dia beberapa investor startup Indonesia.

Tertarik untuk membangun bisnis startup? Semoga bermanfaat, terimakasih.

Continue Reading

TOP STORIES