Connect with us

Bisnis

SMS Banking BRI, Cara Daftar dan Transaksi Apa Saja yang Bisa Dilakukan

Bank BRI tak hentinya memberikan kemudahan layanan bagi nasabahnya. Diantaranya ada layanan internet banking, BRI mobile, serta sms banking. Berikut uraian tentang salah satu layanan bank BRI yaitu sms banking BRI.

Layanan Sms Banking BRI Untuk Kemudahan Beragam Transaksi

Dengan fitur sms banking, beberapa transaksi dapat terjadi tidak perlu menggunakan jaringan internet atau konvensional.

Dalam hal ini sms banking hanya akan mengurangi pulsa hp saja. Layanan seperti ini berguna jika sewaktu-waktu jaringan internet sedang gangguan atau semacamnya. Berikut transaksi apa saja yang dapat dilakukan melalui sms banking bank BRI

  • Transfer sesama BRI
  • Transfer ke bank berbeda/ bank lain
  • Untuk melakukan cek mutasi saldo
  • Transaksi pembelian pulsa seperti mobile cash, dan lainnya
  • Pembayaran beberapa tagihan misalnya PLN, dan lain sebagainya.

Sms banking sebenarnya merupakan salah satu layanan perbankan yang dalam operasionalnya memanfaatkan teknologi SMS.

Jadi dengan adanya layanan ini nasabah tidak perlu lagi harus repot mencari ATM untuk melakukan transaksi. Sms banking bank BRI sendiri sebenarnya dibagi menjadi 2 jenis.

Pertama, sms banking yang berbasis menu. Sms banking jenis ini dalam penggunaannya akan beraliansi dengan BRI mobile.

Sedangkan yang kedua yaitu sms banking berbasis plaint text yang fokus dengan layanan sms pesan. Nasabah bisa menggunakan pilihan sms banking plaint text jika ingin menggunakan layanan yang murni menggunakan teknologi sms.

Cara Daftar SMS Banking BRI

image: bri.co.id web

Agar bisa menikmati layanan sms banking, nasabah BRI tentu saja harus melakukan registrasi dahulu. Proses registrasi bisa dilakukan dengan 2 cara dan cukup mudah dilakukan. Pertama bisa langsung pergi ke kantor cabang, atau melalui ATM BRI terdekat. Berikut uraian selengkapnya

Daftar Melalui ATM

Cara pertama adalah daftar lewat ATM BRI terdekat. Mungkin cara ini lebih praktis dan mudah untuk dilakukan. Bagaimana langkah-langkahnya, simak penjelasannya berikut ini

  • Pergi ke ATM BRI terdekat kemudian masukkan kartu pada mesin. Setelah itu silahkan input password ATM tersebut.
  • Muncul halaman menu utama, lalu pilih “Transaksi lain”
  • Setelah itu pilih opsi menu “Registrasi”, lalu pilih “SMS Banking”.
  • Akan muncul halaman agar membuat kombinasi password PIN sebanyak 6 digit. Untuk lebih aman, sebaiknya gunakan kombinasi PIN yang berbeda dengan PIN ATM. Pilih yang sekiranya mudah dihafal, serta hindari kombinasi tanggal lahir atau sejenisnya. Hal ini karena kombinasi seperti ini sangat mudah ditebak.
  • Setelah semua proses selesai, maka akan keluar struk dari mesin ATM. Isinya informasi jika proses registrasi telah berhasil.

Jika ada beberapa kendala dalam proses registrasi SMS Banking melalui ATM jangan dulu panik. Bisa segera ditanyakan melalui call center BRI yaitu di 14017.

Daftar Lewat Kantor Cabang

Bila nasabah punya banyak waktu untuk sekedar antri, bisa melakukan proses registrasi sms banking langsung ke kantor cabang BRI terdekat.

Namun sebelum pergi ke sana, ada hal yang harus diperhatikan. Persiapkan dahulu berkas yang diperlukan agar pengajuan bisa berjalan cepat. Dari rumah persiapkan dahulu fotokopi KTP serta kartu ATM BRI yang masih berlaku.

Setelah yakin sudah lengkap semua, baru bisa langsung pergi ke kantor cabang BRI terdekat. Arahkan tujuan ke customer service untuk membantu langkah pengajuan registrasi. Biasanya customer service akan memberikan formulir permohonan pengajuan serta pengaktifan SMS banking bank BRI.

Isilah formulir tersebut dengan data yang sebenar-benarnya. Setelah selesai cek kembali, mungkin ada yang terlewat atau salah pengisian. Baru serahkan kembali pada customer service agar segera diproses. Jika CS sudah menyatakan berkas lengkap, dan tidak ada kendala artinya layanan SMS banking sudah bisa mulai digunakan.

Cara Menggunakan Sms Banking BRI

image: bri.co.id web

Jika nasabah telah melakukan registrasi layanan sms banking bank BRI dan dinyatakan berhasil, bisa langsung melakukan transaksi via sms hp.

Caranya sangat mudah sekali. Cukup buka menu aplikasi pesan pada hp kemudian isi format sesuai kebutuhan dan kirim ke 3300. Berikut beberapa cara menggunakan sms banking serta format smsnya.

Baca juga: Cara Daftar Internet Banking BRI Terbaru Lebih Simpel

1. Transfer Saldo Ke Sesama Bank BRI

Nasabah bisa melakukan transaksi transfer dana melalui sms banking. Untuk transfer saldo ke rekening nasabah lain sesama BRI ada formatnya. Cukup ketik TRANFER (spasi) BRI (spasi) rekening tujuan (spasi) nominal (spasi) PIN. Baru kirim ke 3300.

2. Transfer Saldo Ke Bank Lain

Selain sesama nasabah BRI proses transfer juga bisa dilakukan untuk nasabah lain yang beda bank. Tinggal ketik saja TRANSFER (spasi) KODE BANK TUJUAN + No rekening tujuan (spasi) nominal (spasi) PIN. Sama dengan sebelumnya, bisa langsung kirim ke 3300.

3. Cek Sisa Saldo Rekening

Sms banking juga bisa dimanfaatkan untuk melakukan cek saldo rekening yang dimiliki. Format sms untuk melakukannya pun cukup mudah. Cukup dengan mengetik SALDO (spasi) PIN. Kemudian bisa langsung kirim ke 3300.

4. Pembayaran Tagihan PLN

Sekarang tidak perlu repot lagi untuk membayar tagihan PLN. Lewat sms banking bank BRI, proses ini bisa jadi lebih mudah. Cukup dengan kirim sms dengan format BELI (spasi) PLNPRE (spasi) ID PLN (spasi) NOMINAL (spasi) PIN. Seperti transaksi lainnya, kirim ke 3300

5. Transaksi Pembelian Pulsa

Sms banking bank BRI juga bisa digunakan untuk transaksi pembelian pulsa. Cukup ketikkan format PULSA (spasi) No HP (spasi) NOMINAL (spasi) PIN, kirim ke 3300.

Itulah uraian singkat tentang sms banking BRI. Mulai dari transaksi apa saja yang bisa dilakukan, cara daftar, serta format cara menggunakan layanan ini. Intinya layanan sms banking bank BRI ini memberikan kemudahan bagi para nasabahnya.

Header image: Pixabay

Mendirikan situs income.id sebagai perwujudan pengabdian kepada bangsa dan negara indonesia melalui media yang informatif dan edukatif

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bisnis

Kartu Debit BCA Ada Banyak Loh, Kamu Pilih Mana?

Media internasional Forbes beberapa waktu yang lalu merilis hasil surveynya yang bertajuk “The World’s Best Banks 2019”.

BCA tercatat sebagai urutan pertama dari 10 the world’s best banks 2019 di Indonesia.

WOW !!

Hasil survey ini sebagian besar didasarkan pada kepuasan pelanggan. Nah, selama ini BCA memang mengutamakannya dengan menerbitkan kartu debit BCA yang cukup beragam.

Setidaknya ada pilihan jenis kartu kredit yang disediakan yaitu Blue, gold, serta platinum. Ketiganya pun punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Oleh sebab itu, sebelum membuka rekening, pahami dulu ketiganya dengan melihat uraian berikut.

Kartu Debit BCA GPN

Baru-baru ini, telah dilakukan peluncuran gerbang pembayaran nasional (GPN) yang membawa dampak perubahan pada semua bank swasta, termasuk BCA.

Sehingga BCA pun ikut meluncurkan produk kartu debitnya yang dilengkapi dengan logo GPN pada sisi bawah kirinya. Kartu debit GPN ini dibedakan menjadi 3 jenis yaitu :

Kartu Debit BCA GPN Blue

Untuk salah satu debit BCA ini, GPN Blue termasuk paling murah dalam hal biayanya. Untuk biaya pembuatannya saja nasabah hanya dikenakan biaya 10 ribu rupiah saja.

Begitu juga dengan biaya administrasi yang juga ditarik sebesar 14 ribu rupiah saja. Intinya GPN Blue ini paling murah diantara varian yang lain.

Untuk limit tarik tunainya sebesar 7 juta rupiah, limit transfer antar rekeningnya 25 juta rupiah. Sedangkan untuk limit transfer ke rekening lain sebesar 10 juta rupiah dan limit pembayaran hingga 25 juta.  Terakhir untuk limit setoran tunai paling besar 15 juta rupiah.

Kartu Debit BCA GPN Gold

image: bca.co.id

Sedikit lebih mahal dengan GPN Blue, kartu debit ini menawarkan biaya pembuatan serta penggantian sebesar 15 ribu rupiah. Biaya administrasi yang dibebankan yaitu 16 ribu rupiah.

Dibanding GPN Blue, varian ini lebih unggul pada sisi biaya serta limit. Diantaranya bagian limit tarik tunai dengan batas maksimal 10 juta rupiah.

Juga pada limit transfer antar rekening sebesar 50 juta rupiah, sementara untuk transfer rekening lain limitnya hingga 15 juta rupiah. Untuk pembayaran, kartu debit ini punya limit hingga 50 juta rupiah. Terakhir untuk keperluan setor tunai, maksimal sebesar 30 juta rupiah.

Kartu Debit BCA GPN Platinum

image: bca.co.id

Merupakan varian kartu debit GPN yang paling besar biayanya. Biaya pembuatan serta penggantian kartu, nasabah dikenakan tarif 20 ribu rupiah.

Begitu juga untuk biaya administrasinya yang jauh lebih mahal dari 2 varian debit GPN sebelumnya. Nasabah harus membayar biaya administrasi sebesar 19 ribu yang harus dipotong per bulan dari rekeningnya.

Namun biaya yang mahal, tidak lantas membuat debit GPN Platinum ini tidak punya keunggulan dibanding varian yang lain. Dilihat dari segi biaya dan limit, kartu debit ini jelas lebih unggul. Misalnya dari sisi limit tarik tunai ATM. Nasabah bisa melakukan tarikan ATM hingga 10 juta rupiah.

Begitu juga jika ingin transfer ke sesama nasabah bank BCA lain, limitnya bahkan mencapai 100 juta rupiah. Sementara jika ingin transfer ke rekening bank lain, limitnya 25 juta rupiah.

Nasabah yang ingin melakukan pembayaran bisa melakukannya dengan limit 100 juta rupiah. Jumlah limit setoran tunai mencapai 50 juta rupiah.

Kartu Debit BCA Berlogo Mastercard

image: bca.co.id

Selain kartu debit GPN, BCA juga punya varian kartu debit yang berlogo mastercard. Logo mastercard sendiri tercetak jelas di bawah karu debit ini. Yang membedakan dengan debit GPN yaitu terletak pada biaya administrasinya.

Berikut macam-macam kartu debit passport BCA berlogo mastercard :

Kartu Debit BCA Mastercard Blue

Punya persamaan dengan debit GPN Blue yaitu dalam hal tarif pembuatan serta penggantian kartu yaitu sebesar 10 ribu. Namun, dengan tarif biaya administrasi per bulan yang berbeda. Setiap bulan, nasabah akan dikenakan tarif sebesar 15 ribu rupiah.

Sementara untuk limit tidak punya perbedaan berarti dengan varian GPN Blue. Limit tarik tunai yang bisa dilakukan di ATM yaitu sebesar 7 juta rupiah.

Sementara nasabah yang ingin mentransfer uang ke sesama nasabah BCA dikenakan limit hingga 25 juta rupiah. Jika mentransfer ke bank lain, limitnya mencapai 10 juta rupiah.

Nasabah yang ingin melakukan aktivitas pembayaran akan dikenakan limit hingga 25 juta rupiah per transaksi. Terakhir bila ingin melakukan setoran tunai, maka limitnya maksimal 15 juta.

Kartu Debit BCA Mastercard Gold

Selain varian blue, debit BCA Mastercard juga ada varian gold. Varian ini tentu lebih mahal dalam hal biaya pembuatan dan penggantian kartu yaitu sebesar 15 ribu rupiah.

Biaya administrasinya juga lebih mahal sedikit dari varian Blue. Setiap bulannya, rekening nasabah akan ditarik sebesar 17 ribu rupiah sebagai pengganti biaya administrasi.

Begitu juga soal limit, juga berbeda dengan varian Blue. Untuk transaksi tarik tunai di ATM, kartu debit ini punya limit hingga 10 juta rupiah. Nasabah yang ingin melakukan transfer ke sesama nasabah bank BCA akan dikenakan limit hingga 50 juta rupiah. Sementara jika transfer ke bank lain, limit transaksi mencapai 15 juta rupiah.

Nasabah yang ingin melakukan transaksi pembayaran menggunakan kartu debit ini akan dikenai limit hingga 50 juta rupiah. Sementara limit untuk setoran tunai, nasabah bisa melakukannya dengan batas maksimal hingga 30 juta rupiah.

Debit BCA Mastercard Platinum

BCA Mastercard platinum (Foto: Puti Cinintya Arie Safitri/kumparan.com)

Merupakan varian termahal dari segi biaya pembuatan serta penggantian kartu. Nasabah yang memilih untuk menggunakan varian ini harus membayar tarif penggantian dan pembuatan kartu sebesar 20 ribu rupiah.

Begitu juga dalam soal biaya administrasi. Setiap bulan rekening nasabah akan dipotong sebesar 20 ribu rupiah untuk mengganti biaya administrasi.

Namun jangan salah, pastinya ada harga ada rupa. Banyak keunggulan yang bisa didapatkan nasabah yang memilih menggunakan kartu debit varian ini.

Tentu dari segi limit transaksi yang bisa dilakukan. Diantaranya untuk limit tarik tunai ATM, nasabah bisa melakukannya hingga batas maksimal 10 juta rupiah.

Jika transfer ke rekening nasabah lain namun masih bank BCA, nasabah bebas melakukannya hingga batas maksimal 100 juta rupiah. Namun, jika transfer ke bank lain, akan dikenakan limit 25 juta rupiah.

Soal transaksi pembayaran, nasabah bisa melakukannya hingga batas maksimal 100 juta rupiah. Untuk limit setoran tunai 50 juta rupiah.

Itulah beberapa varian dari kartu debit BCA. Baik untuk golongan GPN maupun yang sudah berlogo mastercard.

Nah, jadi bila ingin mencoba membuka rekening bank BCA sesuaikan dulu dengan kebutuhan. Bisa dilihat dari biaya administrasi serta limit transaksi yang bisa dilakukan.

Header Image: Instagram/@goodlifebca

Continue Reading

Bisnis

Kupas Tuntas Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional

bank syariah

Banyaknya Bank Konvensional yang juga membuka unit usaha syariah menyebabkan masyarakat semakin bingung menilai perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional. Hal tersebut disebabkan oleh potensi going concernnya.

Going Concern adalah potensi keberlanjutan suatu usaha atau perusahaan. Meski perbedaan jumlah nasabahnya belum signifikan, Bank Syariah telah bangkit dan menyaingi Bank Konvensional.

Berdasarkan survei dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan), ditemukan pembiayaan Bank Syariah naik 11,58% sebelumnya. Beberapa masyarakat masih meragukan perbedaan kedua bank tersebut.

Masih bingung memilih Bank Syariah atau konvensional?

Berikut ini perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional sebagai bahan pertimbangan memilih salah satunya.

1. Pengertian dan Dasar Hukum yang Digunakan

image: tribunnews.com

Bank Syariah dari namanya sudah dapat ditebak bahwa bank ini memiliki dasar hukum yang masih berhubungan dengan dalil dalam Islam. Dasar hukum bank syariah adalah Al-Qur’an dan Hadist juga fatwa dari para ulama.

OJK mengungkapkan pengertian Bank Syariah sebagai bank yang prinsipnya berdasarkan ketentuan fatwa MUI.

Bank Konvensional dasar hukum yang digunakan yakni hukum Perdata dan Pidana (hukum positif yang berlaku di Indonesia).

UU Nomor 10 Tahun 1998 menjelaskan bahwa Bank Konvensional adalah bank memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran secara konvensional. Pada saat ini bank konvensional juga sudah membuka unit Bank Syariah.

2. Perbedaan Prinsip yang Digunakan

Prinsip syariah menurut fatwa MUI tersebut dijelaskan dalam UU No. 21 tahun 2008.

Prinsip tersebut diantaranya, prinsip keadilan dan keseimbangan (Al Adl wa tawazun), universalisme (alamiyah), kemaslahatan (maslahah), juga tidak mengandung objek haram. Objek haram diantaranya, gharar, riba, masyir, dan halim.

Menurut Martono (2002) terdapat dua prinsip Bank Konvensional diantaranya, penetapan bunga sebagai harga dan sistem biaya fee based.

Penetapan bunga sebagai harga dilakukan untuk semua produk seperti, tabungan, kredit, dan deposito. Sistem biaya fee based berarti bahwa bank menentukan berbagai biaya dalam nominal atau prosentase terntentu.

3. Berdasarkan Investasinya

Perbedaan Bank Syariah Dan Bank Konvensional juga terdapat pada segi investasinya. Menurut POJK Nomor 31/POJK.05/2014, investasi untuk Bank Syariah hanya untuk perdagangan yang halal (bebas riba dan gharar). Perdagangan tersebut seperti, perdagangan, peternakan, perikanan, dll.

Bank Konvensional melayani investasi dalam berbagai hal usaha baik tujuannya untuk mencari keuntungan atau hanya untuk membeli barang konsumsi.

Aturan Investasi Bank Konvensional tersebut terdapat pada POJK Nomor 42/POJK.03/2017. Semua investasi walaupun tidak halal asalkan diakui oleh hukum positif pemerintah dapat dilakukan.

4. Segi Pembagian Keuntungan

Berdasarkan POJK Nomor 31/POJK.05/2014 Pasal 22 menyebutkan bahwa pembagian keuntungan Bank Syariah adalah dari sistem bagi hasil. Bagi hasil investasi harus ditentukan saat perjanjian awal.

Nisbah atau ukuran bagi hasil didasarkan pada keuntungan yang diperoleh. Kerugian pun harus dibagi dan tidak ada pengecualian antar keduabelah pihak.

Berdasarkan penjelasan dari Syafi’i Antonio (2001:34) dalam bukunya, Bank Kovensional sistem pembagiannya menggunakan sistem bunga.

Penentuan harga Bank Konvensional dinilai dari tingkat suku bunga tertentu yang disebut sebagai based. Bank konvensional tidak memedulikan untung atau ruginya pihak kedua.

5. Segi Tujuan atau Orientasi Lembaga

image: pixabay

Bank Syariah dengan prinsip yang berlandaskan pada Al-Qur’an dan Al- Hadist harus memiliki tujuan yang baik. Bank Syariah memiliki orientasi yang menguntungkan kedua belah pihak dan juga rugi yang ditanggung bersama.

Tujuan dari Bank Syariah tidak hanya untuk mendapatkan keuntungan, tetapi juga kemakmuran, dan kebahagiaan dunia dan akhirat.

Bank Konvensional lebih mengedepankan keuntungan dan tidak ikut menanggung kerugian atas investasi yang diberikannya. Orientasi dari Bank Konvensional adalah profit oriented.

Hal ini berarti orientasinya hanya keuntungan terbukti dalam hal pemberian kredit untuk usaha denda untuk keterlambatan pembayaran tidak ada pemakluman.

6. Hubungan Nasabah dengan Pihak Bank

Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional yang satu ini berkaitan dengan hubungan di antara nasabah dengan bank.

Bank Syariah memperlakukan nasabah seperti ikatan mitra atau pihak yang saling memberikan keuntungan. Perlakuan tersebut juga didukung dengan transparansi perjanjian di antara kedua belah pihak sehingga dipastikan memiliki hubungan yang baik.

Bank Konvensional lebih kepada memberikan keuntungan atau pembayaran cicilan kredit tepat waktu, maka pihak bank akan berperilaku baik.

Perbedaan yang menonjol yaitu pada transparansi perjanjian mengenai keterlambatan pembayarannya. Pihak Bank Konvensional tidak memberikan kelonggaran terhadap keterlambatan tertentu dan akan langsung melakukan penyitaan aset.

7. Dewan Pengawas

Berdasarkan UU Nomor 21 Tahun 2008, Bank Syariah memiliki lembaga pengawasan yang disebut dengan DPS (Dewan Pengawas Syariah). DPS adalah dewan yang menilai apakah pelaksanaan Bank Syariah sesuai dengan prinsip syariah atau tidak.

Pembuatan fatwa untuk produk baru yang masih belum terdapat fatwa dari MUI juga harus dilakukan lembaga ini.

Bank konvensional tidak memiliki lembaga pengawasan setara DPS seperti Bank Syariah. Pengawasan hanya berpusat dari OJK yang juga mengawasi Bank Syariah (tidak khusus untuk Bank Konvensional).

Namun, semua transaksi atau kegiatan ekonomi dari Bank Konvensional harus sesuai dengan hukum-hukum positif yang telah diatur pemerintah yang berwenang.

Baca Juga: Kupas Tuntas lembaga keuangan bukan bank di Indonesia

8. Segi Produk

Produk dari Bank Syariah menurut POJK Nomor 31/POJK.05/2014 terbagi menjadi tiga dan perbedaannya terletak pada akad yang digunakan. Jenis produknya diantaranya, pembiayaan jual beli, investasi, dan jasa.

Pembiayaan jual beli diantaranya murabahah, salam, dan istishna’. Pembiayaan investasi meliputi, mudharabah dan musyarakah (masih terbagi lagi). Pembiayaan jasa diantaranya, ijarah, hawalah, dll.

Menurut Pasal 20  ayat 1 PBI Nomor 5/8/PBI/2003 (Penerapan Manajemen Resiko bagi Bank Umum) menjelaskan produk-produk Bank Konvensional. Bank Konvensional memberikan pembeda pada produknya langsung dari kegunaan dari produknya.

Produk-produk dari bank konvensional diantaranya, tabungan, deposito (deposito berjangka, sertifikat deposito, dan deposit on call), giro, dan berbagai jenis kredit.

Itulah penjelasan tentang perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional yang dapat dijadikan acuan pertimbangan pemilihan bank.

Kedua bank tersebut memiliki perbedaan dan juga sekaligus menggambarkan kelemahan dan kelebihannya seperti, pada segi hubungan nasabah dengan pihak bank. Perbedaan tersebut menjelaskan kelebihan Bank Syariah yang memperlakukan nasabah sebagai mitranya dan sebaliknya.

Pemahaman menyeluruh terhadap segala perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional dapat memberikan masukan/ referensi agar dapat mudah menentukan akan menjadi nasabah dari bank yang mana.

Terlepas dari semua perbedaan tersebut, alangkah baiknya juga disesuaikan dengan kebutuhan nasabah itu sendiri. Lebih baik juga langsung berkonsultasi dengan Customer Service dari kedua bank tersebut.

Hal tersebut bertujuan agar dapat lebih rinci lagi kelebihan dan kekurangan dari kedua bank tersebut.

Lebih baik sedikit rumit di awal daripada rumit di akhir bukan?

Kemampuan pembayaran dari pembiayaan juga harus dipertimbangkan agar tidak menjadi kendala yang berarti di kemudian hari (jika berkaitan dengan pinjaman).

Header image: Pixabay

Continue Reading

Bisnis

Kupas Tuntas lembaga keuangan bukan bank di Indonesia

Pada umumnya, lembaga keuangan utama di Indonesia adalah bank konvensional. Namun, saat ini ada juga lembaga keuangan bukan bank (LKBB) yang memiliki wewenang hampir sama dengan bank.

Adapun dasar hukumnya adalah Keputusan Menteri Keuangan No.280/KMK.01/1989 yang berisikan tentang pembinaan dan pengawasan terhadap LKBB.

Jenis Lembaga Keuangan Bukan Bank

Memiliki tujuan untuk memberikan pinjaman modal untuk masyarakat kalangan tingkat rendah menjadikan LKBB ini terbagi atas beberapa jenis.

Pembagian ini didasarkan pada fungsi dan tugasnya yang berbeda-beda. Secara umum, lembaga keuangan bukan bank terdiri dari 6 kelompok utama yang masih dalam pengawasan Bank Indonesia.

1. Perusahaan Asuransi

Pengertian Asuransi sesuai dengan UU No 2 Tahun 1992 adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.

Dalam UU tersebut juga disebutkan untuk jenis yang dapat diasuransikan diantaranya adalah kesehatan, barang berharga, properti, pendidikan dan lain sebagainya.

Adanya asuransi ini diharapkan dapat membantu masyarakat golongan rendah apabila terjadi musibah yang menimpa keluarganya.

2. Perusahaan Gadai

Perum Pegadaian merupakan usaha milik negara yang memiliki kegiatan untuk menyalurkan dana kredit kepada masyarakat.

Adapun tujuannya adalah untuk menghindari praktik peminjaman uang dengan menetapkan bunga yang tidak sesuai seperti halnya rentenir.

Adapun tugas pokoknya sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan No.KEP-39/MK/6/1/1971 adalah :

  • Ikut melakukan pembinaan kredit kepada masyarakat secara luas.
  • Ikut mencegah dalam praktik peminjaman uang dengan bunga bank yang tinggi, praktik riba hingga pegadaian ilegal.
  • Menyalurkan dana kredit untuk masyarakat kelas rendah.
  • Melakukan pembinaan ekonomi kepada masyarakat golongan rendah dengan cara menyalurkan kredit menggunakan prinsip hukum gadai.

Pada perusahaan pegadaian ini, jaminan kredit yang bisa digadaikan adalah benda yang dapat bergerak ataupun yang tidak bergerak.

Adapun jangka waktu pinjaman yang ditetapkan biasanya adalah kurang dari 1 tahun. Apabila dalam jangka waktu tersebut tidak dapat melunasinya, maka jaminan yang dikreditkan akan dilelang.

3. Koperasi Simpan Pinjam

Logo Koperasi Indonesia via: keuangan.kontan.co.id

Salah satu lembaga keuangan bukan bank menghimpun dana melalui anggotanya sendiri dan disalurkan kembali ke anggota ataupun non anggota koperasi.

Koperasi simpan pinjam memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota maupun non anggota yang membutuhkan dana. Adapun prinsip yang digunakan adalah gotong royong dan kekeluargaan sesuai dengan UU No 17 Tahun 2012.

Saat ini sudah ada banyak sekali jenis koperasi simpan pinjam di kalangan masyarakat. Beberapa contohnya diantaranya adalah Koperasi Serba Usaha, Koperasi Pasar hingga Koperasi Unit Desa.

Apabila ingin mencoba meminjam dana dari koperasi, pastikan koperasi tersebut bukan abal-abal dan masih dalam naungan pemerintah.

4. Perusahaan Dana Pensiun

Sesuai dengan namanya, perusahaan ini merupakan badan hukum yang bertugas untuk mengelola serta menjalankan program dana pensiun.

Setiap PNS yang sudah tidak bekerja, biasanya akan mendapatkan dana pensiun di awal bulan melalui Taspen. Dana tersebut diambil dari gaji yang didapatkan ketika menjabat PNS.

Dana pensiun sendiri terbagi menjadi beberapa program, diantaranya adalah Jaminan Hari Tua, Dana Pensiun Pemberi Kerja hingga Tabungan Pensiun.

Masing-masing program didapatkan dari sumber yang berbeda-beda, contohnya program JHT sendiri ditawarkan oleh BPJS Ketenagakerjaan. Sedangkan untuk DPPK sendiri biasanya didapatkan dari tempat perusahaan terakhir bekerja.

5. Perusahaan Leasing

image: web BCA Finance/ bcafinance.co.id

Lembaga keuangan bukan bank berperan dalam memberikan layanan pembiayaan sistem kontrak tertentu. Nantinya peminjam dana akan melakukan pembayaran dengan sistem angsuran kepada perusahaan yang dituju.

Adanya perusahaan leasing ini akan memudahkan seseorang dalam mendapatkan kendaraan ataupun properti lain.

Beberapa contoh perusahaan leasing yang terkenal di Indonesia diantaranya adalah BCA Finance, Mandiri Finance, Adira Finance dan hingga BFI Finance.

Masing-masing perusahaan leasing tentunya memiliki penawaran yang berbeda-beda dan menarik. Pilihlah sesuai dengan kebutuhan dan biaya cicilannya tidak terlalu mahal.

6. Perusahaan Efek

Bursa efek atau pasar modal adalah salah satu LKBB yang menjadi tempat terjadinya jual beli surat berharga untuk jangka panjang.

Dana yang didapatkan dari investor saham biasanya akan digunakan perusahaan untuk membangun proyek baru yang dampaknya bagus untuk jangka panjang. Dengan demikian perusahaan dan investor akan berkembang bersama.

Hingga saat ini sudah ada banyak sekali perusahaan efek yang menjadi tempat jual beli surat berharga tersebut. Beberapa perusahaan sekuritas yang terkenal di kalangan masyarakat diantaranya adalah Indo Premier Sekuritas, Mandiri Sekuritas, BCA Sekuritas dan BNI Sekuritas.

Baca juga: 5 Daftar Fintech Syariah yang Bergabung di AFSI

Tujuan, Prinsip dan Bentuk LKBB

LKBB memang memiliki tujuan utama untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong pergerakan pasar modal.

Dalam pelaksanaannya tentu terdapat prinsip yang harus dipegang dan dipertanggungjawabkan. Disisi lain, LKBB juga terbagi atas beberapa bentuk sesuai dengan fungsi tugasnya masing-masing.

Tujuan

Ada beberapa tujuan lain adanya LKBB di Indonesia, diantaranya adalah bertujuan untuk memperlancar pembangunan dari sektor industri melalui pasar modal.

LKBB juga berkeinginan kuat untuk memperluas sumber pembiayaan untuk kegiatan usaha bagi yang membutuhkan. Lembaga ini juga memiliki tujuan membantu masyarakat kelas rendah agar tidak terbelit utang dalam jumlah yang besar.

Prinsip

Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, LKBB memegang 2 prinsip utama. Pertama adalah wajib mengenal dan mengetahui nasabah tersebut, baik dari latar belakang, identitas diri, transaksi yang dilakukan hingga rekening tabungan.

Kedua, melaporkan setiap transaksi keuangan yang terlihat mencurigakan, contohnya disini adalah kegiatan terorisme.

Bentuk Usaha

Setidaknya terdapat 3 bentuk usaha lembaga keuangan bukan bank yang dibagi sesuai fungsinya masing-masing.

Pertama adalah berbadan hukum Indonesia yang didirikan dan berkedudukan di Indonesia. Kedua adalah yang berbadan hukum Indonesia, namun memiliki bentuk kerja sama dengan badan hukum luar negeri.

Terakhir adalah berbadan hukum asing yang merupakan bentuk lembaga keuangan dan perwakilan dari Indonesia yang berkedudukan di luar negeri.

Ketiganya ini memiliki fungsi yang saling berkesinambungan dan saling bekerja sama apabila terjadi suatu masalah dalam lingkungan kerjanya.

Adanya lembaga keuangan bukan bank di Indonesia ini memang memberikan dampak positif bagi semua kalangan, terlebih masyarakat golongan rendah. Mereka dapat merasakan pertumbuhan ekonomi bersama dan ikut serta dalam memajukan perekonomian Indonesia.

Header Image: Pixabay

Continue Reading

TOP STORIES