Connect with us

Bisnis

Perkembangan Sistem Ekonomi Indonesia Dari Waktu ke Waktu

Sistem perekonomian bertujuan untuk memudahkan alokasi sumber daya yang dimiliki negara tersebut.

Setiap negara punya sistem ekonomi untuk diterapkan sendiri-sendiri termasuk Indonesia.

Bahkan Indonesia telah berganti-ganti sistem sejak dulu. Berikut perkembangan Sistem ekonomi Indonesia dari waktu ke waktu.

Sistem Ekonomi Indonesia Orde Lama

Pertama, sistem ekonomi yang dipakai Indonesia saat orde lama.

Masa orde lama ini berlangsung sejak Indonesia mulai merdeka.

Oleh karena terhitung masih baru berdiri, Indonesia sedikit kurang baik dalam mengatur perekonomiannya sendiri.

Berikut sistem perekonomian apa saja yang pernah dipakai saat masa orde lama

Sistem Ekonomi Tradisional

Awal sekali Indonesia pernah menerapkan sistem ekonomi tradisional.

Dalam sistem ekonomi ini, masyarakat hanya bisa bergantung pada alat-alat tradisional untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Sistem ekonomi tradisional ini juga punya beberapa ciri khusus diantaranya adalah :

  • Belum ada yang namanya pembagian kerja. Seperti masyarakat sekarang yang kerja di bawah tugasnya masing-masing, saat jaman dulu masih belum ada.
  • Masih menggunakan sistem barter. Mata uang yang belum resmi dikeluarkan membuat masyarakat terpaksa masih mempergunakan sistem barter untuk membeli barang atau jasa yang mereka inginkan. Hal ini juga dipicu karena masyarakat yang memang belum kenal dengan uang maupun fungsinya.
  • Perekonomian yang terjadi hanya karena atas dasar kebiasaan. Kegiatan ekonomi pada masa ini hanya atas dasar kebiasaan saja. Tidak terstruktur atau memang harusnya diadakan.

Sistem Ekonomi Liberal

Setelah sistem ekonomi tradisional, Indonesia beralih kembali menjadi sistem ekonomi liberal.

Masa ini keadaan ekonomi masih lah sangat buruk.

Salah satu penyebabnya adalah kekuasaan baik pemerintahan maupun perekonomian masih ditangan partai politik.

Selain itu, pada masa ini juga masih sering terjadi konflik.

Memakai sistem ekonomi liberal nyatanya masih berdampak pada terjadinya inflasi saat itu.

Bahkan tingkatnya cukup tinggi yaitu sekitar kurang lebih mencapai 30%.

Sistem ekonomi liberal ini juga membebaskan seluruh masyarakat untuk mengatur kegiatan ekonomi yang terjadi di Indonesia.

Sistem Ekonomi Kapitalis

Selanjutnya Indonesia juga pernah menganut sistem ekonomi kapitalis.

Dalam paham ini, masyarakat perseorangan sudah berhak untuk memiliki alat produksi sendiri-sendiri.

Namun meskipun begitu belum ada pembagian kelas khusus tertentu di masyarakat.

Pada masa penerapan sistem ekonomi ini sudah mulai terjadi sejumlah persaingan. Terutama dalam hal persaingan usaha antar pengusaha.

Sistem Ekonomi Indonesia Orde Baru

image: liputan6.com

Setelah itu, masa orde lama pun runtuh berganti menjadi orde baru.

Pada masa ini, Indonesia mencoba untuk mengganti lagi sistem ekonomi yang dianutnya. Berikut sistem ekonomi yang diterapkan di Indonesia pada masa orde baru

Sistem Ekonomi Sosialis

Pada masa orde baru, kepemimpinan Indonesia dijabat oleh Presiden Soeharto.

Pada masa ini Indonesia cukup mengalami kemajuan di beberapa bidang.

Salah satu perekonomian yang kian membaik. Sejak kepemimpinan Soeharto, awalnya Indonesia menganut sistem ekonomi sosialis ini.

Pada sistem ini semua sumber daya ekonomi dikuasai langsung oleh negara.

Masyarakat dapat dikatakan saat terbatas untuk ikut serta dalam kegiatan perekonomian.

Baik keputusan jumlah barang, harganya semua pemerintah yang berhak menentukan. Bahkan semua masyarakat bagaikan karyawan negara.

Sistem Demokrasi Ekonomi

Oleh karena dengan memakai sistem ekonomi sebelumnya yaitu sosialis, dirasa belum mengarahkan keadilan masyarakat maka diganti lagi.

Pada sistem ekonomi ini, masyarakat sedikit banyak dilibatkan dalam mengatur perekonomian negara. Baik untuk masyarakat golongan bawah, hingga setingkat pengusaha.

Saat masyarakat ikut terjun langsung dalam jalannya perekonomian negara, pemerintah tugasnya membimbing sekaligus mengarahkan.

Namun hanya bertahan hingga berakhirnya masa orde baru saja. Masa ini ditandai dengan mulai berlangsungnya masa reformasi.

Sistem Ekonomi Indonesia Era Reformasi

Hingga masa reformasi pun tiba. Masa ini ditandai dengan berakhirnya masa orde baru.

Pada masa reformasi ini pula, keadaan ekonomi makin berjalan baik.

Banyak terjadi perubahan kebijakan ekonomi yang membantu proses pemulihan negara.

Pada masa itu, sistem ekonomi yang diterapkan adalah sistem ekonomi kerakyatan, dam resmi berlaku sejak tahun 1998.

Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Kerakyatan

Sistem ekonomi kerakyatan, sebenarnya masih dipakai hingga saat ini.

Perlu diketahui, bahwa sistem ini diberlakukan berdasarkan ketetapan MPR RI tentang garis-garis haluan negara. Adapun sistem ekonomi ini memiliki ciri-ciri yaitu

  • Perekonomian yang sepenuhnya bertumpu pada mekanisme pasar. Namun tetap harus berdasarkan prinsip keadilan sosial serta menggunakan teknik persaingan yang sehat.
  • Tetap memperhatikan bagaimana pertumbuhan ekonomi yang terjadi. Termasuk nilai keadilan, untuk kepentingan sosial, serta peningkatan kualitas hidup.
  • Mewujudkan pembangunan yang berazas lingkungan serta menerapkan standar perbaikan berkelanjutan.
  • Menjalin kesempatan yang sama antar satu dengan yang lain untuk sama-sama berusaha dan bekerja.
  • Adanya perlindungan hak-hak yang harus diterima konsumen. Seluruh rakyat Indonesia juga berhak diperlakukan adil.

Baca Juga: Apa Saja Tugas Bank Indonesia ? Berikut Ulasan Lengkapnya

Sistem Ekonomi Indonesia Saat Ini

Setelah mengetahui perkembangan sistem ekonomi apa saja yang dianut oleh Indonesia sejak dulu, lalu apa yang dianut masa sekarang?.

Saat ini Indonesia lebih berfokus pada pelaksanaan sistem ekonomi campuran. Dasar pelaksanaan sistem ekonomi ini, tetap berlandaskan nilai-nilai pancasila.

Sistem Ekonomi Campuran

Dalam pelaksanaannya sistem ekonomi campuran ini masih memegang teguh nilai-nilai pancasila yang biasa disebut sistem ekonomi pancasila.

Sekaligus menjadikannya sebagai pedoman untuk mengatur sistem ekonomi tersebut.

Untuk sistem ekonomi ini, berlandaskan asas kekeluargaan.

Intinya disini rakyat masih tetap harus berada di bawah pemerintahan.

Baik untuk rakyat golongan atas atau bawah tetap sama-sama mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan negara.

Indonesia memilih sistem ekonomi ini karena di dalamnya masih mengandung sistem kapitalis maupun sosialis.

Indonesia menilai perekonomian yang tidak melibatkan peran pemerintah atau membebaskan penguasaan mekanisme malah tidak bisa berjalan dengan baik.

Meskipun begitu, sebab Indonesia akhirnya memilih sistem ini tidak lain karena pancasila adalah falsafah negara.

Sudah sepatutnya menjadi dasar segala tindak tanduk kegiatan di Indonesia. Tidak terkecuali terkait perekonomian.

Sistem Ekonomi Islam

Oleh karena menggunakan sistem ekonomi campuran, di Indonesia saat ini juga masih menggunakan sistem ekonomi lain yaitu sistem ekonomi islam.

Ada beberapa bukti yang bisa dijadikan tolak ukur sistem ekonomi ini mulai menunjukkan perkembangan di Indonesia. Meskipun belum terlalu mengalami kemajuan yang pesat.

Diantara bukti-bukti tersebut salah satunya adalah mulai banyak bermunculan lembaga-lembaga syariah.

Bahkan salah satu lembaga syariah ada yang sudah berdiri sejak tahun 1992.

Selain itu, terkait mekanisme keuangan yang juga sudah banyak menerapkan sistem syariah. Baik dari kalangan bank maupun non perbankan.

Sistem ekonomi islam ini berlandaskan pada aturan ajaran akidah islam serta al-Quran dan As-Sunnah.

Namun sepertinya sistem ini tidak bisa diterapkan secara utuh di Indonesia. Pasalnya Indonesia bukan hanya dihuni oleh masyarakat agama islam saja.

Jadi sistem ekonomi Indonesia memang sudah mengalami beberapa perubahan selama ini.

Namun kini sistem yang dianutnya adalah sistem ekonomi campuran.

Mudah-mudahan penjelasan di atas dapat menjadi pengetahuan oleh pembaca. Bisa juga dijadikan sumber referensi.

Header Image: indonesia.go.id

Mendirikan situs income.id sebagai perwujudan pengabdian kepada bangsa dan negara indonesia melalui media yang informatif dan edukatif

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bisnis

Cara Menghitung HPP Produk Beserta Panjelasannya

Cara Menghitung HPP Produk

Sebuah perusahaan yang memproduksi suatu barang perlu tahu dengan pasti cara menghitung HPP produk agar tidak terjadi kesalahan hitung. Terdapat beberapa biaya pengeluaran atas produk yang harus jelas rinciannya. Hal ini dilakukan supaya perusahaan mengetahui harga pokok yang dibuatnya. Tertarik dengan penjelasan terkait? Simak berikut ulasannya:

Tentang HPP Produk

Bagi sebuah perusahaan cara menghitung hpp produk harus diketahui dengan pasti setiap langkah-langkahnya. Mengapa demikian? HPP merupakan total biaya yang telah dikeluarkan pihak perusahaan dalam menghasilkan barang produksi. Biaya yang terdapat di dalamnya meliputi harga langsung dan tak langsung.

Memungkinkan perusahaan dapat dengan tepat menentukan harga produk sebelum dilakukan penjualan. Selain itu, tujuan dari setiap perusahaan menentukan harga yang dibuat yakni agar sasaran produk pun sesuai dengan target. Untuk lebih lanjutnya, berikut akan dijelaskan tujuan lain dari HPP yaitu:

  • Setiap produk yang dijual dapat memenuhi target produksi yang telah ditentukan.
  • Dapat menstabilkan harga produk yang akan dijual di pasaran.
  • Bisa mempertahankan harga produk berdasarkan proses produksi yang jelas.
  • Upaya dalam memaksimalkan keuntungan.

Mengetahui Metode Pendekatan Laporan HPP

Produk Ketika sebuah perusahaan membuat laporan untung dan rugi dari biaya pokok produksi yang dikeluarkan, ada dua metode yang bisa digunakan. Untuk pendekatan pertama yang bisa digunakan adalah Full Costing dan yang kedua Variable Costing. Ingin tahu bagaimana penjelasannya? Simak berikut ulasannya.

  • Full Costing, adalah perhitungan HPP yang dilakukan untuk mengetahui harga pokok dan biaya produksi. Pendekatan ini berkaitan dengan segala perhitungan unsur biaya produksi yang masuk ke dalam HPP. Di dalam perhitungan ini terdapat biaya tenaga kerja, bahan baku hingga overhead, keseluruhannya dihitung menjadi satu kesatuan.
  • Variable Costing, yakni sebuah perhitungan HPP yang di dalamnya hanya menjumlahkan biaya yang sifatnya variabel dalam harga produksi. Menjadikan variable costing hanya untuk menghitung HPP dengan rincian biaya yang terpisah dalam setiap periode tertentu. Rincian yang terdapat di dalamnya yaitu ada biaya bahan baku, tenaga kerja hingga overhead.

Begitulah cara menghitung HPP produk yang memakai pendekatan Full dan variable Costing. Kedua pendekatan tersebut bisa digunakan oleh pelaku dalam perusahaan untuk menentukan setiap harga pokok dalam produksi. Membuat perusahaan bisa menetapkan harga jual yang akan dipasarkan.

Cara Menghitung HPP Produk

Bagi yang belum mengetahui cara menghitung HPP produk dengan benar, terdapat beberapa tahapan yang perlu diketahui. Perhitungannya pun tidak terlalu sulit untuk dilakukan, jika pengguna adalah seorang yang masih awam. Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan dalam perhitungan tersebut yaitu:

1. Melakukan Perhitungan Bahan Baku

Hal pertama yang perlu dilakukan yaitu dengan menjumlahkan keseluruhan saldo yang terdapat di awal serta pembelian bahan baku. Selanjutnya jika sudah mendapatkan hasilnya kurangi dengan saldo di akhir periode. Jadi di tahap pertama ini adalah melakukan perhitungan bahan baku.

2. Menghitung Biaya Produksi

Tahap selanjutnya untuk dapat mengetahui HPP produk yaitu menghitung biaya produksi. Caranya yakni dengan menjumlahkan tiga komponen HPP di awal yaitu harga bahan baku, tenaga kerja dan overhead. Perhitungan dalam tahap ini pun sangat penting, sebab agar pelaku usaha mengetahui dengan pasti total dari hasil produksinya.

3. Menetapkan Biaya Pokok Produksi

Langkah selanjutnya, pelaku usaha bisa menetapkan biaya pokok produksi dengan mentotalkan keseluruhan biaya. Biaya yang dimaksudkan yaitu penjumlahan produksi serta saldo awal persediaan barang. Setelahnya dapat dikurangi dengan jumlah saldo akhir dari persediaan barang. Pada tahap inilah nantinya pelaku usaha juga bisa menentukan harga jual dari barang yang akan diproduksi.

4. Menghitung HPP

Terakhir, perhitungan HPP dapat dilakukan dengan mentotalkan jumlah harga pokok dengan ketersediaan barang produksi. Persediaan barang yang dimaksud adalah barang awal yang akan dikurangi dengan persediaan akhir. Membuat perhitungan HPP bisa terlihat berapa jumlahnya.

Itulah langkah-langkah yang mesti diketahui untuk dapat melakukan perhitungan HPP dengan benar. Setiap tahapan dari perhitungan tersebut bisa dilakukan oleh setiap pelaku usaha dengan mudah bukan? Hal yang perlu diingat dalam perhitungan tersebut yaitu setiap biaya atau harga harus jelas dan pasti nominalnya.

Contoh Perhitungan HPP

Sebelumnya telah dijelaskan bagaimana tahapan dan langkah-langkah dalam melakukan perhitungan HPP. Supaya lebih paham, akan diberikan contoh perhitungan yang sesuai dengan keadaan dilapangan. Contoh berupa soal cerita yang bisa pengguna pahami sesuai dengan kasus yang terdapat di sebuah perusahaan.

Contohnya yaitu, dalam sebuah perusahaan terdapat jumlah di luar biaya produksi sebesar Rp 100.000, sedangkan jumlah dari barang yang telah diproduksi adalah 2 unit. Berapakah kira-kira harga pokok yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan per satuannya? = Biaya produksi : Jumlah unit = Rp 100.000 : 2 = Rp 50. 000 per satuan

Itulah penjelasan cara menghitung HPP produk beserta dengan contohnya yang dapat pengguna pahami sebelumnya. Dalam contoh kasus yang diberikan, itu adalah contoh dari sekian banyak hitungan sederhana. Supaya dapat memahami dan menerapkannya, pelajari dan praktekkan dengan menghitungnya secara manual.

Continue Reading

Bisnis

Intip Rincian Modal Usaha Laundry dengan Keuntungan Menjanjikan

rincian modal usaha laundry

Di tengah masa pandemi seperti ini, beralih ke dunia bisnis menjadi hal terbaik yang dapat dilakukan, yaitu dengan menjalankan bisnis laundry. Bisa dibilang bisnis satu ini begitu menjanjikan, apalagi mengingat banyaknya orang yang membutuhkan jasa pencuci pakaian karena kesibukan bekerja. Bahkan rincian modal usaha laundry ini pun tidak begitu besar loh.

Usaha laundry memberlakukan harga dengan ukuran per kilo, yaitu sekitar Rp 6rb hingga Rp 7rb saja. Sehingga bisa dipastikan jasa laundry akan ramai karena harganya yang murah. Namun meskipun begitu, profit yang didapatkan pun terbilang menjanjikan mengingat modal usaha yang tidak besar.

Lantas bagaimana sebenarnya prospek bisnis dan rincian modal yang perlu dikeluarkan untuk usaha laundry satu ini? Berikut ulasan lengkapnya, yaitu antara lain:

Prospek Bisnis Laundry

Membuka usaha laundry merupakan hal yang cukup menantang namun sangat menjanjikan. Hal ini dikarenakan prospek maupun peluang usahanya yang dapat memutar uang dengan sangat cepat. Pasalnya, jasa pencuci baju ini begitu dibutuhkan oleh semua orang setiap harinya. Sehingga tidak heran apabila usaha ini cukup booming di kalangan masyarakat dan begitu dicari, baik oleh ibu rumah tangga hingga pelajar maupun mahasiswa.

Maka dari itulah, peluang bisnis laundry yang sedang booming ini harus dimanfaatkan dengan baik. Apalagi ditambah dengan pengoperasiannya yang sangat mudah, maka semua orang pun berpotensi menghasilkan keuntungan lumayan besar melalui bisnis satu ini. Apabila mempromosikannya dengan baik, dijamin usaha laundry semakin dikenal dan mendatangkan banyak konsumen untuk penghasilan menjanjikan.

Berapa Rincian Modal Usaha Laundry?

Namun sebelum memulai bisnis laundry, ada baiknya bagi para pebisnis mengetahui rincian modal usaha untuk jasa laundry dan menyesuaikannya pada anggaran. Berikut inilah perhitungan yang bisa dijadikan patokan, yaitu antara lain:

1. Modal Peralatan Utama

Rincian modal usaha laundry terbesar yaitu terletak pada peralatan utama yang digunakan untuk mencuci. Misalnya seperti 1 mesin cuci dengan kisaran harga Rp 4.000.000, 1 setrika seharga Rp 300.000, 1 unit timbangan Rp 250.000, 1 impulse sealer Rp 200.000, dan juga 1 set rak dan meja laundry seharga Rp 3.500.000. Total modal untuk peralatan saja yaitu sebesar Rp 8.250.000.

Selain peralatan, tentunya setiap pebisnis untuk usaha laundry membutuhkan lokasi yang tepat. Hal ini nantinya akan berbeda di setiap daerah dan menyesuaikan. Sehingga modal untuk menyewa tidak dimasukkan ke dalam perhitungan. Namun pebisnis bisa menyesuaikannya berdasarkan anggaran dan menegosiasikan harga bersama dengan pemilik agar mendapat harga lebih murah.

2. Modal Kerja

Selain modal peralatan dan lokasi, terdapat pula modal kerja yang harus diperhitungkan. Dalam hal ini, rincian modal usaha laundry yaitu berupa detergen pakaian Rp 200.000, pewangi pakaian Rp 250.000, plastik wrap Rp 200.000, spanduk dan brosur promosi Rp 200.000, dan neon box Rp 300.000. Total modal kerja yaitu sebesar Rp 1.150.000.

Tentunya kisaran tersebut belum termasuk biaya sewa tempat dan juga listrik per bulan. Pebisnis bisa memulai bisnis laundry kiloan dengan menyesuaikan anggaran dan menekannya hingga sekecil mungkin. Misalnya saja dengan tidak menyewa tempat atau menggunakan tempat milik sendiri, serta menggunakan mesin cuci bekas yang masih layak pakai. Hal ini akan menghemat modal namun tetap menghasilkan keuntungan besar.

Kiat Sukses Usaha Laundry

Setelah mengetahui informasi mengenai rincian modal usaha laundry, tentu saja langkah berikutnya adalah perlu mengerti bagaimana tips sukses memulai bisnisnya. Jika dirasa sudah siap dan tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada, maka simak kiat suksesnya berikut ini:

  • Mengamati persaingan

Tips pertama yang harus diperhatikan adalah mengenai persaingan di sekitar lokasi usaha laundry. Tentunya dengan mengetahui hal ini, maka pebisnis bisa melakukan survey kisaran harga yang akan dikenakan apakah terlalu rendah atau tinggi. Apabila dirasa tarif yang ditawarkan oleh kompetitor terlalu rendah, maka lebih baik mencari lokasi lain.

  • Memberikan pelayanan yang bagus

Tidak hanya mengamati persaingan saja, namun pastikan selalu memberikan pelayanan yang bagus pada konsumen. Sehingga mereka akan kembali menggunakan jasa laundry yang ditawarkan. Tentunya hal ini perlu dibarengi dengan kualitas yang selalu terjaga baik.

  • Melakukan promosi

Tak lupa pula untuk selalu menggiatkan promosi, baik melalui sosial media, pemberian diskon atau cashback, hingga strategi mulut ke mulut yang dapat melancarkan bisnis. Dengan begitu, jasa laundry jadi lebih dikenal dan mendatangkan banyak pelanggan.

Nah itulah ulasan mengenai prospek bisnis, rincian modal usaha laundry, dan juga kiat sukses menjalankannya. Apabila memiliki niat untuk menjalankan usaha ini, maka sebisa mungkin mengetahui apa saja yang dibutuhkan demi keberlangsungan bisnis. Sehingga nantinya bisa memutar modal yang sedikit menjadi profit menguntungkan dan menjanjikan. Jadi, apakah tertarik mencoba bisnis satu ini?

Continue Reading

Bisnis

Usaha Perlengkapan Masjid yang Memberikan Keuntungan Menjanjikan

usaha perlengkapan masjid

Masjid adalah tempat ibadah yang dipakai oleh umat muslim untuk beribadah. Pada masjid, ada banyak peralatan pendukung yang pasti difungsikan. Misalnya saja karpet masjid, jam digital masjid, dan berbagai peralatan lainnya. Maka dari itu, tidak heran jika usaha perlengkapan masjid bisa memberikan keuntungan yang menjanjikan.

Hal ini dikarenakan perlengkapan masjid pasti banyak dicari. Mengingat jumlah masjid di Indonesia ada banyak. Lalu, apa saja barang-barang yang bisa dijual jika membuka usaha penjualan perlengkapan masjid? Untuk menjawab pertanyaan ini, maka harus disimak runtutan daftar yang ada di bawah ini secara terperinci:

1. Kubah Masjid

Peralatan pertama yang bisa dijual adalah kubah masjid. Jika memilih untuk menjual kubah masjid, maka harus memiliki vendor atau pembuat kubah yang berkualitas. Saat ini, bentuk kubah bermacam-macam. Maka dari itu, untuk menyiasati permintaan pembeli harus bisa berinovasi mengikuti perkembangan bentuk yang ada.

Semakin banyak jenis yang dijual, maka pembeli juga akan terfasilitasi dengan layanannya. Pastikan kubah yang dijual memiliki jenis kualitas yang baik. Hal ini dikarenakan kubah terletak di bagian luar dan fungsinya untuk menutup bagian atas masjid. Maka dari itu, pastikan untuk memakai kualitas terbaik untuk pelanggan.

2. Karpet Masjid

Peralatan kedua yang paling umum dijual adalah karpet masjid. Peralatan ini pastinya dibutuhkan oleh banyak masjid. Dengan adanya karpet masjid ini, jemaah masjid tidak perlu bingung mencari alas lain. Perlengkapan masjid satu ini memang penting untuk diperhatikan. Maka dari itu, jika menjualnya haruslah memakai produk berkualitas.

Saat ini, kebutuhan konsumen bermacam-macam. Mulai dari motif dan corak yang variatif, hingga ukuran yang beragam. Dengan adanya keberagaman ini, sebagai orang yang menjual juga harus paham tentang kualitasnya. Pengguna pastinya mencari karpet berkualitas untuk dipakai di masjid-masjid.

3. Jam Digital Masjid

Usaha perlengkapan masjid biasanya juga menyediakan jam digital untuk masjid. Jam ini terlihat lebih bagus dibanding jam biasa. Hal ini dikarenakan jam digital bisa terlihat meski dari arah yang jauh. Harga jam ini juga lebih mahal dari jam dinding biasa. karena peminatnya banyak, maka tidak heran jika jam ini bisa mendatangkan keuntungan yang besar.

Jika ingin menjual ini, maka harus menyediakan berbagai bentuk dan ukuran. Umumnya, bentuk yang biasa dipakai adalah persegi panjang. Lalu untuk ukurannya sendiri bermacam-macam. Pembeli pastinya membutuhkan ukuran yang beragam. Maka dari itu, pastikan untuk menyediakannya agar bisa dipilih oleh pembeli.

4. Speaker

Peralatan keempat yang umumnya dipakai di masjid adalah speaker. Alat ini pastinya ada di setiap masjid. Jika ingin membuka usaha peralatan masjid, maka bisa menambahkan alat ini sebagai salah satu peralatan yang dijual. Jenis dan ukuran speaker pun bermacam-macam dan tidak berpatok pada satu ukuran saja.

Karena tujuan pemakaian speaker sangat penting, maka dari itu sangat pas jika menyediakan alat ini untuk dijual. Karena nantinya alat ini akan mendatangkan keuntungan besar jika ada yang membelinya. Untuk itu, pastikan untuk menyediakan berbagai merek dan ukuran agar pembeli bisa melakukan pemilihan.

5. Mimbar Masjid

Menjual mimbar masjid juga tidak ada salahnya. Karena mimbar masjid adakah alat yang pastinya dibutuhkan. Mimbar ini juga sudah memiliki bentuk yang bervariasi. Maka dari itu, jika menyediakan mimbar masjid maka akan sangat pas. Pembeli bisa melakukan pembelian dalam satu waktu jika perlengkapan yang dijual lengkap.

Jika ingin membuka usaha perlengkapan masjid, semua peralatan di atas bisa langsung dijual. Setiap alat pasti dibutuhkan oleh masjid, maka dari itu akan sangat pas jika disediakan di satu tempat yang sama. Usaha semacam ini memiliki banyak referensi, jika memang tertarik untuk memulainya cari refrensi sebanyak-banyaknya untuk sukses. Sumber: Bisniz.id

Continue Reading

TOP STORIES