Connect with us

Bisnis

Inilah Rincian Modal Usaha Barbershop, Untung Atau Buntung!

Barbershop bukanlah sesuatu yang asing, usaha ini seakan tak pernah lekang oleh waktu. Meningkatnya jasa potong rambut, hingga konsultasi gaya rambut semakin diminati banyak orang. Hal inilah yang menjadi salah satu pendorong ekonomi masyarakat di saat pandemic berkepanjangan seperti saat ini. Lalu sebenarnya berapa modal usaha barbershop dan adakah kiat atau tips tertentu untuk memulainya? Langsung saja, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Modal Usaha Barbershop

Hal Yang Patut Diperhatikan Sebelum Memulai Bisnis Barbershop

Dalam memulai sebuah usaha, tentu diperlukan perencanaan yang cukup matang. Agar usaha yang kelak dilakukan bisa berjalan dengan baik. Nah, sebagai pemula tentu bingung apa saja yang harus diperhatikan pada tahap awal ini. Adapun perihalnya adalah sebagai berikut :

1. Modal 

Modal menjadi satu hal yang wajib dipersiapkan. Dari sinilah nantinya usaha bisa dikerjakan. Modal sendiri bisa didapat melalui beberapa cara. Apabila kesulitan dalam memperoleh modal bisa mengajukan pinjaman pada bank. Tentu hal ini juga disesuaikan dengan kapasitas dan kemampuan membayar nasabah. Hendaklah meminjam seperlunya saja agar tidak berat dalam penyelesaiannya.

2.Persiapkan Tempat Usaha

Hal lain yang umumnya harus dilakukan adalah mempersiapkan tempat untuk usaha nantinya. Diperlukan tempat dengan kualitas yang baik serta strategis untuk dijangkau pelanggan. Ukur kemampuan budget masing – masing apakah harus menyewa atau membeli lahan sendiri. Letak yang strategis memberikan dampak baik untuk perkembangan usaha kedepan. Harapannya bisa menjangkau customer lebih banyak.

3. Persiapkan Peralatan Yang Dibutuhkan

Hal selanjutnya mengenai peralatan dari usaha tersebut, dalam hal ini adalah potong rambut. Peralatan menjadi senjata utama dalam menjalankan usaha. Kualitas peralatan yang baik tentu bisa mendukung kenyaman dan mempengaruhi hasil akhirnya. Meski tidak dapat dipungkiri teknik dan skill adalah yang paling utama. Namun setidaknya peralatan yang baik akan memudahkan pemilik usaha.

4. Biaya Promosi

Tak bisa dipungkiri, promosi menjadi salah satu aspek penting dalam perkembangan sebuah usaha. Dewasa ini berbagai teknik promosi sudah sangat merajalela. Mulai dari promosi gratisan hingga promosi yang berbayar. Keduanya tentu memiliki dampak yang berbeda pada pertumbuhan setiap usaha. Persiapkan juga budget tambahan untuk mendorong usaha lewat promosi.

5. Biaya Operasional Di Waktu Mendatang

Perlu juga bagi seseorang yang berniat membuka usaha untuk memikirkan langkah selanjutnya dalam perjalanan usaha tersebut. Dalam hal ini perhitungan mengenai biaya operasional tentu sangat dibutuhkan. Mengingat hal ini cukup penting, seperti halnya memperhitungkan biaya, air, listrik, atau gaji karyawan jika memiliki karyawan tetap.

Rincian Modal Bisnis Barbershop

Nah, di pembahasan ini akan mulai bicara berapa modal usaha barbershop untuk pemula. Pada dasarnya rincian modal ini tidak bisa dijadikan panutan pasti mengenai besarnya modal usaha. Dikarenakan setiap peralatan memiliki harga yang cenderung berbeda di setiap tempat. Namun paling tidak hal ini bisa menjadi gambaran bagi yang ingin memulai jenis usaha barbershop. Adapun rinciannya sebagai berikut :

1. Membeli Peralatan Utama

Berikut ini adalah gambaran modal yang harus dikeluarkan bagi pemilik usaha untuk membeli peralatan utama untuk membuka usaha barbershop. Sesuaikan dengan modal yang dimiliki agar bisa mencakup semua peralatan yang dibutuhkan.

  • Mesin cukur 2 buah @ Rp.350.000 = Rp.700.000
  • Kursi barber 2 buah @ Rp.3.000.000 = Rp.6.000.000
  • Set meja dan kursi uk besar 2 buah @ Rp.1.500.000 = Rp.3.000.000
  • Gunting rambut 2 buah @ Rp.50.000 = Rp.100.000
  • Sisir rambut 2 buah @ Rp.10.000 =Rp.20.000
  • Gunting sasak 2 buah @ Rp.75.000 = Rp.150.000
  • Pisau cukur 2 buah @ Rp.15.000 = Rp.30.000
  • Silet cukur = Rp.45.000
  • Handuk kecil satu set = Rp.150.000
  • Apron penutup badan satu set isi 6 = Rp.195.000
  • Apron penutup badan untuk pelanggan isi 6 =260.000
  • Botol semprot barbershop 2 buah @ Rp.15.000 = Rp.30.000
  • Jepit rambut buaya besar dan kecil = Rp.25.000
  • Mangkok sabun 2 buah @ Rp.5.000 = Rp.10.000
  • Sikat bulu 2 buah @ Rp.25.000 = Rp. 50.000
  • Sapu set dan dustpan =Rp.50.000
  • Cermin lipat 2 buah @ Rp.15.000 = Rp.30.000

Sehingga bisa disimpulkan jika total rincian untuk peralatan barbershop adalah sebesar Rp. 10.845.000. Jumlah ini adalah akumulasi untuk 2 orang pekerja. Jika membutuhkan pekerja lebih, tentu harus mengeluarkan biaya lebih.

2. Biaya Tempat Usaha

Seperti yang telah disinggung di atas, mengenai biaya tempat usaha tergantung apakah akan membeli atau menyewa. Jika membeli tentu diperlukan biaya yang cukup mahal ya! Jadi disarankan untuk pemula menyewa tempat saja. Nah, menyewa tempat yang strategis seperti di pinggir jalan memiliki harga yang sedikit mahal. Untuk kisaran biaya pertahun untuk sewa kios sekitar 4 sampai 5 juta per tahun.

3. Kisaran Biaya Operasional

Yang terakhir adalah rincian biaya operasional untuk menjalankan usaha barbershop ini sendiri. Hal ini meliputi, biaya listrik perbulan sekitar Rp.200.000. Lalu biaya air Rp.150.000 gaji pekerja berkisar antara Rp.1.500.000 sampai Rp.3.000.000 dan biaya promosi sekitar Rp.500.000

Jadi biaya untuk modal usaha barbershop berkisar Rp.18.195.000 untuk kapasitas dua kursi cukur. Jumlah ini tentu bisa berubah tergantung banyak atau sedikit jumlah peralatan yang dibeli. Semoga ulasan ini memberikan wawasan baru untuk sobat di rumah yang ingin memulai usaha potong rambut.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bisnis

Cara Menghitung HPP Produk Beserta Panjelasannya

Cara Menghitung HPP Produk

Sebuah perusahaan yang memproduksi suatu barang perlu tahu dengan pasti cara menghitung HPP produk agar tidak terjadi kesalahan hitung. Terdapat beberapa biaya pengeluaran atas produk yang harus jelas rinciannya. Hal ini dilakukan supaya perusahaan mengetahui harga pokok yang dibuatnya. Tertarik dengan penjelasan terkait? Simak berikut ulasannya:

Tentang HPP Produk

Bagi sebuah perusahaan cara menghitung hpp produk harus diketahui dengan pasti setiap langkah-langkahnya. Mengapa demikian? HPP merupakan total biaya yang telah dikeluarkan pihak perusahaan dalam menghasilkan barang produksi. Biaya yang terdapat di dalamnya meliputi harga langsung dan tak langsung.

Memungkinkan perusahaan dapat dengan tepat menentukan harga produk sebelum dilakukan penjualan. Selain itu, tujuan dari setiap perusahaan menentukan harga yang dibuat yakni agar sasaran produk pun sesuai dengan target. Untuk lebih lanjutnya, berikut akan dijelaskan tujuan lain dari HPP yaitu:

  • Setiap produk yang dijual dapat memenuhi target produksi yang telah ditentukan.
  • Dapat menstabilkan harga produk yang akan dijual di pasaran.
  • Bisa mempertahankan harga produk berdasarkan proses produksi yang jelas.
  • Upaya dalam memaksimalkan keuntungan.

Mengetahui Metode Pendekatan Laporan HPP

Produk Ketika sebuah perusahaan membuat laporan untung dan rugi dari biaya pokok produksi yang dikeluarkan, ada dua metode yang bisa digunakan. Untuk pendekatan pertama yang bisa digunakan adalah Full Costing dan yang kedua Variable Costing. Ingin tahu bagaimana penjelasannya? Simak berikut ulasannya.

  • Full Costing, adalah perhitungan HPP yang dilakukan untuk mengetahui harga pokok dan biaya produksi. Pendekatan ini berkaitan dengan segala perhitungan unsur biaya produksi yang masuk ke dalam HPP. Di dalam perhitungan ini terdapat biaya tenaga kerja, bahan baku hingga overhead, keseluruhannya dihitung menjadi satu kesatuan.
  • Variable Costing, yakni sebuah perhitungan HPP yang di dalamnya hanya menjumlahkan biaya yang sifatnya variabel dalam harga produksi. Menjadikan variable costing hanya untuk menghitung HPP dengan rincian biaya yang terpisah dalam setiap periode tertentu. Rincian yang terdapat di dalamnya yaitu ada biaya bahan baku, tenaga kerja hingga overhead.

Begitulah cara menghitung HPP produk yang memakai pendekatan Full dan variable Costing. Kedua pendekatan tersebut bisa digunakan oleh pelaku dalam perusahaan untuk menentukan setiap harga pokok dalam produksi. Membuat perusahaan bisa menetapkan harga jual yang akan dipasarkan.

Cara Menghitung HPP Produk

Bagi yang belum mengetahui cara menghitung HPP produk dengan benar, terdapat beberapa tahapan yang perlu diketahui. Perhitungannya pun tidak terlalu sulit untuk dilakukan, jika pengguna adalah seorang yang masih awam. Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan dalam perhitungan tersebut yaitu:

1. Melakukan Perhitungan Bahan Baku

Hal pertama yang perlu dilakukan yaitu dengan menjumlahkan keseluruhan saldo yang terdapat di awal serta pembelian bahan baku. Selanjutnya jika sudah mendapatkan hasilnya kurangi dengan saldo di akhir periode. Jadi di tahap pertama ini adalah melakukan perhitungan bahan baku.

2. Menghitung Biaya Produksi

Tahap selanjutnya untuk dapat mengetahui HPP produk yaitu menghitung biaya produksi. Caranya yakni dengan menjumlahkan tiga komponen HPP di awal yaitu harga bahan baku, tenaga kerja dan overhead. Perhitungan dalam tahap ini pun sangat penting, sebab agar pelaku usaha mengetahui dengan pasti total dari hasil produksinya.

3. Menetapkan Biaya Pokok Produksi

Langkah selanjutnya, pelaku usaha bisa menetapkan biaya pokok produksi dengan mentotalkan keseluruhan biaya. Biaya yang dimaksudkan yaitu penjumlahan produksi serta saldo awal persediaan barang. Setelahnya dapat dikurangi dengan jumlah saldo akhir dari persediaan barang. Pada tahap inilah nantinya pelaku usaha juga bisa menentukan harga jual dari barang yang akan diproduksi.

4. Menghitung HPP

Terakhir, perhitungan HPP dapat dilakukan dengan mentotalkan jumlah harga pokok dengan ketersediaan barang produksi. Persediaan barang yang dimaksud adalah barang awal yang akan dikurangi dengan persediaan akhir. Membuat perhitungan HPP bisa terlihat berapa jumlahnya.

Itulah langkah-langkah yang mesti diketahui untuk dapat melakukan perhitungan HPP dengan benar. Setiap tahapan dari perhitungan tersebut bisa dilakukan oleh setiap pelaku usaha dengan mudah bukan? Hal yang perlu diingat dalam perhitungan tersebut yaitu setiap biaya atau harga harus jelas dan pasti nominalnya.

Contoh Perhitungan HPP

Sebelumnya telah dijelaskan bagaimana tahapan dan langkah-langkah dalam melakukan perhitungan HPP. Supaya lebih paham, akan diberikan contoh perhitungan yang sesuai dengan keadaan dilapangan. Contoh berupa soal cerita yang bisa pengguna pahami sesuai dengan kasus yang terdapat di sebuah perusahaan.

Contohnya yaitu, dalam sebuah perusahaan terdapat jumlah di luar biaya produksi sebesar Rp 100.000, sedangkan jumlah dari barang yang telah diproduksi adalah 2 unit. Berapakah kira-kira harga pokok yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan per satuannya? = Biaya produksi : Jumlah unit = Rp 100.000 : 2 = Rp 50. 000 per satuan

Itulah penjelasan cara menghitung HPP produk beserta dengan contohnya yang dapat pengguna pahami sebelumnya. Dalam contoh kasus yang diberikan, itu adalah contoh dari sekian banyak hitungan sederhana. Supaya dapat memahami dan menerapkannya, pelajari dan praktekkan dengan menghitungnya secara manual.

Continue Reading

Bisnis

Intip Rincian Modal Usaha Laundry dengan Keuntungan Menjanjikan

rincian modal usaha laundry

Di tengah masa pandemi seperti ini, beralih ke dunia bisnis menjadi hal terbaik yang dapat dilakukan, yaitu dengan menjalankan bisnis laundry. Bisa dibilang bisnis satu ini begitu menjanjikan, apalagi mengingat banyaknya orang yang membutuhkan jasa pencuci pakaian karena kesibukan bekerja. Bahkan rincian modal usaha laundry ini pun tidak begitu besar loh.

Usaha laundry memberlakukan harga dengan ukuran per kilo, yaitu sekitar Rp 6rb hingga Rp 7rb saja. Sehingga bisa dipastikan jasa laundry akan ramai karena harganya yang murah. Namun meskipun begitu, profit yang didapatkan pun terbilang menjanjikan mengingat modal usaha yang tidak besar.

Lantas bagaimana sebenarnya prospek bisnis dan rincian modal yang perlu dikeluarkan untuk usaha laundry satu ini? Berikut ulasan lengkapnya, yaitu antara lain:

Prospek Bisnis Laundry

Membuka usaha laundry merupakan hal yang cukup menantang namun sangat menjanjikan. Hal ini dikarenakan prospek maupun peluang usahanya yang dapat memutar uang dengan sangat cepat. Pasalnya, jasa pencuci baju ini begitu dibutuhkan oleh semua orang setiap harinya. Sehingga tidak heran apabila usaha ini cukup booming di kalangan masyarakat dan begitu dicari, baik oleh ibu rumah tangga hingga pelajar maupun mahasiswa.

Maka dari itulah, peluang bisnis laundry yang sedang booming ini harus dimanfaatkan dengan baik. Apalagi ditambah dengan pengoperasiannya yang sangat mudah, maka semua orang pun berpotensi menghasilkan keuntungan lumayan besar melalui bisnis satu ini. Apabila mempromosikannya dengan baik, dijamin usaha laundry semakin dikenal dan mendatangkan banyak konsumen untuk penghasilan menjanjikan.

Berapa Rincian Modal Usaha Laundry?

Namun sebelum memulai bisnis laundry, ada baiknya bagi para pebisnis mengetahui rincian modal usaha untuk jasa laundry dan menyesuaikannya pada anggaran. Berikut inilah perhitungan yang bisa dijadikan patokan, yaitu antara lain:

1. Modal Peralatan Utama

Rincian modal usaha laundry terbesar yaitu terletak pada peralatan utama yang digunakan untuk mencuci. Misalnya seperti 1 mesin cuci dengan kisaran harga Rp 4.000.000, 1 setrika seharga Rp 300.000, 1 unit timbangan Rp 250.000, 1 impulse sealer Rp 200.000, dan juga 1 set rak dan meja laundry seharga Rp 3.500.000. Total modal untuk peralatan saja yaitu sebesar Rp 8.250.000.

Selain peralatan, tentunya setiap pebisnis untuk usaha laundry membutuhkan lokasi yang tepat. Hal ini nantinya akan berbeda di setiap daerah dan menyesuaikan. Sehingga modal untuk menyewa tidak dimasukkan ke dalam perhitungan. Namun pebisnis bisa menyesuaikannya berdasarkan anggaran dan menegosiasikan harga bersama dengan pemilik agar mendapat harga lebih murah.

2. Modal Kerja

Selain modal peralatan dan lokasi, terdapat pula modal kerja yang harus diperhitungkan. Dalam hal ini, rincian modal usaha laundry yaitu berupa detergen pakaian Rp 200.000, pewangi pakaian Rp 250.000, plastik wrap Rp 200.000, spanduk dan brosur promosi Rp 200.000, dan neon box Rp 300.000. Total modal kerja yaitu sebesar Rp 1.150.000.

Tentunya kisaran tersebut belum termasuk biaya sewa tempat dan juga listrik per bulan. Pebisnis bisa memulai bisnis laundry kiloan dengan menyesuaikan anggaran dan menekannya hingga sekecil mungkin. Misalnya saja dengan tidak menyewa tempat atau menggunakan tempat milik sendiri, serta menggunakan mesin cuci bekas yang masih layak pakai. Hal ini akan menghemat modal namun tetap menghasilkan keuntungan besar.

Kiat Sukses Usaha Laundry

Setelah mengetahui informasi mengenai rincian modal usaha laundry, tentu saja langkah berikutnya adalah perlu mengerti bagaimana tips sukses memulai bisnisnya. Jika dirasa sudah siap dan tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada, maka simak kiat suksesnya berikut ini:

  • Mengamati persaingan

Tips pertama yang harus diperhatikan adalah mengenai persaingan di sekitar lokasi usaha laundry. Tentunya dengan mengetahui hal ini, maka pebisnis bisa melakukan survey kisaran harga yang akan dikenakan apakah terlalu rendah atau tinggi. Apabila dirasa tarif yang ditawarkan oleh kompetitor terlalu rendah, maka lebih baik mencari lokasi lain.

  • Memberikan pelayanan yang bagus

Tidak hanya mengamati persaingan saja, namun pastikan selalu memberikan pelayanan yang bagus pada konsumen. Sehingga mereka akan kembali menggunakan jasa laundry yang ditawarkan. Tentunya hal ini perlu dibarengi dengan kualitas yang selalu terjaga baik.

  • Melakukan promosi

Tak lupa pula untuk selalu menggiatkan promosi, baik melalui sosial media, pemberian diskon atau cashback, hingga strategi mulut ke mulut yang dapat melancarkan bisnis. Dengan begitu, jasa laundry jadi lebih dikenal dan mendatangkan banyak pelanggan.

Nah itulah ulasan mengenai prospek bisnis, rincian modal usaha laundry, dan juga kiat sukses menjalankannya. Apabila memiliki niat untuk menjalankan usaha ini, maka sebisa mungkin mengetahui apa saja yang dibutuhkan demi keberlangsungan bisnis. Sehingga nantinya bisa memutar modal yang sedikit menjadi profit menguntungkan dan menjanjikan. Jadi, apakah tertarik mencoba bisnis satu ini?

Continue Reading

Bisnis

Usaha Perlengkapan Masjid yang Memberikan Keuntungan Menjanjikan

usaha perlengkapan masjid

Masjid adalah tempat ibadah yang dipakai oleh umat muslim untuk beribadah. Pada masjid, ada banyak peralatan pendukung yang pasti difungsikan. Misalnya saja karpet masjid, jam digital masjid, dan berbagai peralatan lainnya. Maka dari itu, tidak heran jika usaha perlengkapan masjid bisa memberikan keuntungan yang menjanjikan.

Hal ini dikarenakan perlengkapan masjid pasti banyak dicari. Mengingat jumlah masjid di Indonesia ada banyak. Lalu, apa saja barang-barang yang bisa dijual jika membuka usaha penjualan perlengkapan masjid? Untuk menjawab pertanyaan ini, maka harus disimak runtutan daftar yang ada di bawah ini secara terperinci:

1. Kubah Masjid

Peralatan pertama yang bisa dijual adalah kubah masjid. Jika memilih untuk menjual kubah masjid, maka harus memiliki vendor atau pembuat kubah yang berkualitas. Saat ini, bentuk kubah bermacam-macam. Maka dari itu, untuk menyiasati permintaan pembeli harus bisa berinovasi mengikuti perkembangan bentuk yang ada.

Semakin banyak jenis yang dijual, maka pembeli juga akan terfasilitasi dengan layanannya. Pastikan kubah yang dijual memiliki jenis kualitas yang baik. Hal ini dikarenakan kubah terletak di bagian luar dan fungsinya untuk menutup bagian atas masjid. Maka dari itu, pastikan untuk memakai kualitas terbaik untuk pelanggan.

2. Karpet Masjid

Peralatan kedua yang paling umum dijual adalah karpet masjid. Peralatan ini pastinya dibutuhkan oleh banyak masjid. Dengan adanya karpet masjid ini, jemaah masjid tidak perlu bingung mencari alas lain. Perlengkapan masjid satu ini memang penting untuk diperhatikan. Maka dari itu, jika menjualnya haruslah memakai produk berkualitas.

Saat ini, kebutuhan konsumen bermacam-macam. Mulai dari motif dan corak yang variatif, hingga ukuran yang beragam. Dengan adanya keberagaman ini, sebagai orang yang menjual juga harus paham tentang kualitasnya. Pengguna pastinya mencari karpet berkualitas untuk dipakai di masjid-masjid.

3. Jam Digital Masjid

Usaha perlengkapan masjid biasanya juga menyediakan jam digital untuk masjid. Jam ini terlihat lebih bagus dibanding jam biasa. Hal ini dikarenakan jam digital bisa terlihat meski dari arah yang jauh. Harga jam ini juga lebih mahal dari jam dinding biasa. karena peminatnya banyak, maka tidak heran jika jam ini bisa mendatangkan keuntungan yang besar.

Jika ingin menjual ini, maka harus menyediakan berbagai bentuk dan ukuran. Umumnya, bentuk yang biasa dipakai adalah persegi panjang. Lalu untuk ukurannya sendiri bermacam-macam. Pembeli pastinya membutuhkan ukuran yang beragam. Maka dari itu, pastikan untuk menyediakannya agar bisa dipilih oleh pembeli.

4. Speaker

Peralatan keempat yang umumnya dipakai di masjid adalah speaker. Alat ini pastinya ada di setiap masjid. Jika ingin membuka usaha peralatan masjid, maka bisa menambahkan alat ini sebagai salah satu peralatan yang dijual. Jenis dan ukuran speaker pun bermacam-macam dan tidak berpatok pada satu ukuran saja.

Karena tujuan pemakaian speaker sangat penting, maka dari itu sangat pas jika menyediakan alat ini untuk dijual. Karena nantinya alat ini akan mendatangkan keuntungan besar jika ada yang membelinya. Untuk itu, pastikan untuk menyediakan berbagai merek dan ukuran agar pembeli bisa melakukan pemilihan.

5. Mimbar Masjid

Menjual mimbar masjid juga tidak ada salahnya. Karena mimbar masjid adakah alat yang pastinya dibutuhkan. Mimbar ini juga sudah memiliki bentuk yang bervariasi. Maka dari itu, jika menyediakan mimbar masjid maka akan sangat pas. Pembeli bisa melakukan pembelian dalam satu waktu jika perlengkapan yang dijual lengkap.

Jika ingin membuka usaha perlengkapan masjid, semua peralatan di atas bisa langsung dijual. Setiap alat pasti dibutuhkan oleh masjid, maka dari itu akan sangat pas jika disediakan di satu tempat yang sama. Usaha semacam ini memiliki banyak referensi, jika memang tertarik untuk memulainya cari refrensi sebanyak-banyaknya untuk sukses. Sumber: Bisniz.id

Continue Reading

TOP STORIES