Connect with us

Bisnis

Letter of Credit Adalah: Pengertian, Jenis, dan Manfaat

Letter of Credit Adalah

Hai, jumpa lagi dengan saya! Pada kesempatan kali ini saya akan mengajak kalian berdiskusi mengenai pengertian letter of credit. Letter of credit adalah suatu istilah dalam bidang ekonomi terutama dalam hal ekspor dan impor.

Apakah kalian sudah pernah dengar istilah latter of credit? Jika belum, maka sangat tepat kalian telah berkunjung di artikel ini.

Disini saya tidak hanya membahas mengenai pengertiannya saja, namun di sini saya juga akan menjelaskan mengenai jenis-jenis letter of credit dan tujuannya.

Oke, langsung saja ke pembahasannya sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan letter of credit?

Letter of credit adalah istilah ini banyak digunakan pada perusahaan export maupun import.

Fungsinya untuk mempermudah semua urusan yang berhubungan dengan import maupun export.

Selain itu adanya letter of credit juga diperuntukkan untuk meringankan kekhawatiran pihak importir maupun exportir dalam menjalankan bisnis.

Karena pastinya dalam hal bertransaksi kita akan khawatir disetiap akhir transaksi.

Jika kalian berada dipihak eksportir maka kekhawatiran saat penyerahan barang akan kalian rasakan, karena kita tidak pernah tahu apakah barang tersebut benar-benar berkualitas atau tidak.

Sedangkan jika kalian berada dipihak importir kalian akan mempunyai kekhawatiran saat penyerahan uang.

Oke, jadi dapat disimpulkan bahwa letter of credit adalah suatu dokumen yang berhubungan dengan proses ekspor impor.

Itulah sedikit logika mengenai letter of credit agar nantinya kalian dapat lebih mudah memahami apa yang akan saya jelaskan di bawah ini.

Pengertian Letter of Credit

Pengertian Letter of Credit

Definisi secara umum letter of credit adalah surat perjanjian yang dikeluarkan dari bank penerbit, yang mana pihak penerbit akan melakukan pembayaran kepada penerima baik secara langsung maupun tidak langsung.

Letter of credit adalah dokumen yang dikeluarkan sesuai instruksi dari pemohon atau pembeli (importir) yang ditandai dengan adanya penyerahan dokumen-dokumen yang dibutuhkan seperti faktur, sertifikat asuransi dan berbagai macam dokumen lainnya yang berkaitan dengan L/C (Letter of Credit).

Seperti yang kita ketahui bahwa dasar dari sebuah transaksi perdagangan adalah sebuah kepercayaan.

Nah, disini letter of credit adalah dokumen yang berperan penting untuk suatu kepercayaan bisnis dalam bidang ekspor impor.

Untuk mendukung hal tersebut maka diperlukan surat perjajian untuk melakukan pembayaran dari pembeli kepada penjual dengan jumlah pembayaran yang sesuai dengan harga barang yang telah disepakati setelah barang diterima.

Apalagi saat ini teknologi semakin canggih sehingga dapat mempermudahkan kita terhubung dengan rekan bisnis yang jaraknya sangat jauh dari kita.

Hanya saja jika kalian mempunyai rekan bisnis yang jaraknya sangat jauh, pastinya kalian akan terbatas dalam hal berinteraksi karena tidak dapat bertemu secara langsung.

Lalu bagaimana kalian bisa mempercayai rekan bisnis apabila tidak pernah bertemu sebelumnya?

Untuk menyelesaikan permasalahan dan kekhawatiran tersebut maka munculah letter of credit untuk mendukung perlindungan agar transaksi kalian menjadi lebih aman.

Sehingga kalian tidak perlu lagi ragu melakukan transaksi meskipun tidak pernah bertemu dengan rekan bisnis sekalipun.

Jadi, dapat dikatakan bahwa letter of credit adalah dokumen dalam mendukung perlindungan transaksi agar lebih aman.

Pengertian Letter of Credit Menurut Para Ahli

Pengertian Letter of Credit Menurut Para Ahli

Sedangkan pengertian Letter of Credit menurut para ahli adalah sebagai berikut:

  • Menurut Hartono

Menurut Hartono pengertian Letter of Credit adalah surat tagihan atau hutang piutang yang telah melalui perjanjian dua belah pihak penjual dan pembeli (importir atau eksportir) dimana pembayaran dilakukan oleh pembeli apabila penjual telah memenuhi persyaratan tertentu yang telah disepakati sebelumnya.

  • Menurut Bank Indonesia (BI)

Definisi menurut Bank Indonesia Letter of Credit adalah sebuah janji issuing dari bank kepada pihak pembeli untuk melakukan pembayaran sejumlah uang yang telah ditentukan kepada pihak penjuat atau eksportir sepanjang pihak eksportir tersebut memenuhi syarat yang sesuai dengan kondisi letter of credit.

  • Menurut Amir

Menurut Amir Letter of Credir adalah sebuah surat yang dikeluarkan oleh pihak bank atas permintaan importir yang merupakan nasabah dari pihak bank tersebut.

Letter of Credit adalah dokumen yang ditujukan kepada pihak eksportir yang berada di luar negeri dan mempunyai relasi dengan importir.

Dimana pihak eksportir telah mempunyai hak dari importir untuk menarik wesel-wesel atas importir yang bersangkutan dengan sejumlah uang yang telah tertera di letter of credit sesuai persetujuan sebelumnya.

Pihak-Pihak yang Terlibat dalam Letter of Credit L/C

Pihak-Pihak yang Terlibat dalam Letter of Credit

Maka dapat disimpulkan secara mudah bahwa letter of credit adalah surat pernyataan dari pihak penerbit yaitu bank atau surat piutang yang dikeluarkan atas permintaan importir untuk memberikan kemudahan dan keamanan dalam melakukan transaksi antar pulau maupun antar negara.

Dari kesimpulan tersebut maka dapat dikatakan bahwa untuk menjalankan letter of credit terdapat beberapa pihak yang terlibat, antara lain adalah:

  • Importir (Pihak Pembeli)

Importir atau yang dapat kita sebut sebagai pihak pembeli merupakan pihak yang melakukan pengajuan letter of credit kepada pihak bank.

Selain itu, pihak pembeli juga mempunyai kewajiban untuk mengirim surat L/C kepada eksportir dan menerima surat balasan dari eksportir. Surat balasan tersebut biasanya terdiri atas katalog barang atau brosur.

Selain itu pihak importir juga mempunyai kewajiban untuk menyiapkan uang kepada bank sesuai jumlah yang ditentukan sebagai pembayaran tunai.

  • Bank Penerbit Letter of Credit

Berkaitan dengan pihak importir, tugas dari bank ini adalah membuat atau menerbitkan letter of credit.

Selain itu pihak bank penerbit juga berkewajiban mencatat semua ketentuan yang sudah disepakati oleh importir maupun ekspotir. Kewajiban lainnya adalah menyediakan devisa sesuai permintaan importir.

  • Confirming Bank (Bank Penerus)

Fungsi dari bank penerus atau confirming bank adalah jika diminta sebagai penjamin pembayaran atau juga bisa disebut dengan negotiating bank jika mempunyai kuasa untuk membeli wesel yang ditarik oleh pihak ekspotir.

Secara teknis cara kerja bank ini sebagai penerus letter of credit kepada pihak eksportir.

Bank ini juga menerima dokumen yang telah disyaratkan kepada letter of credit dari eksportir, serta melakukan pembayaran sesuai dengan harga yang telah disepakati sebelumnya.

  • Penjual atau Eksportir

Tanggung jawab dari eksportir atau penjual ini sebagai penerima dan pembalas surat dari importir atau pembeli kemudian meneruskan letter of credit kepada bank penerus.

Selain itu eksportir juga mempunyai tugas untuk menyiapkan barang yang akan dikirim ke pihak importir, serta menyiapkan dokumen yang sesuai syarat pada letter of credit.

Selanjutnya pihak eksportir menerima pembayaran atas pengiriman barang sesuai dengan prosedur dan syarat yang telah ditentukan.

Itulah pihak-pihak yang terlibat dalam letter of credit.

Semua pihak yang terlibat dalam letter of credit adalah pihak-pihak yang berkepentingan dalam hal transaksi.

Dengan begitu transaksi kalian akan lebih aman karena terdapat pihak penengah yang mengawasi transaksi kalian agar berjalan dengan lancar.

Bagaimana apakah kalian masih ragu lagi melakukan pembelian barang di luar kota bahkan luar negeri?

Setelah kalian memahami letter of credit adalah suatu dokumen dan pihak-pihak yang terlibat, selanjutnya kita akan membahas mengenai jenis-jenis letter of credit.

Pastikan kalian simak terus artikel ini ya, agar pengetahuan kalian terus bertambah.

Jenis-Jenis Letter of Credit

Jenis-Jenis Letter of Credit

Ternyata letter of credit terdapat beberapa jenis loh! Jenis-jenis tersebut dibedakan dan disesuaikan dengan berbagai aspek yang terkait denga masa berlaku, pihak yang mengeluarkan, dan beberapa hal lainnya yang perlu dipertimbangkan.

Berikut adalah jenis-jenis letter of credit yang perlu kalian ketahui:

  • Revocable Letter of Credit

Letter of Credit adalah jenis L/C (Letter of Credit) yang akan memberikan hak kepada opener untuk merubah atau bahkan membatalkan transaksinya sewatu-waktu tanpa diperlikannya persetujuan dari beneficiary asalkan belum ada pembayaran yang dilakukan.

Agar kalian lebih memahaminya, maka akan saya berikan contoh seperti ini.

Ketika pihak eksportir membutuhkan pembayaran segara dari pihak pembeli atau importir, maka letter of credit dapat membatalkan transaksi secara langsung tanpa menunggu konfirmasi dari pihak ketiga.

  • Irrevocable Letter of Credit

Irrevocable letter of credit adalah jenis dari L/C yang bersifat tidak memberikan kebebasan pembatalan bagi kedua belah pihak.

Sehingga transaksi akan terus berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan bersama dalam dokumen. Selain itu penerimaan wesel yang ditarik atas L/C telah dijamin oleh pihak bank.

Pembatalan hanya dapat dilakukan atas persetujuan dari pihak-pihak yang terkait yaitu importir dan eksportir.

Sehingga jenis letter of credit adalah L/C yang sering digunakan dalam dunia bisnis, karena dianggap menguntungkan untuk kedua belah pihak.

  • Confirmed dan Irrevocable Letter of Credit

Confirmed dan Irrevocable Letter of Credit adalah jenis L/C yang dianggap paling aman dibandingkan dengan yang lainnya, karena pembayaran dan pelunasan yang ditari atas letter of credit telah dijamin sepenuhnya oleh pihak opening dan advising bank.

Karena bersifat irrevocable sehingga jenis L/C ini tidak mudah dibatalkan oleh kedua pihak atas syarat-syarat yang terpenuhi.

  • Documentary Letter of Credit

Documentary Letter of Credit adalah jenis latter of credit yang membutuhkan persyaratan-persyaratan berupa dokumen sebagai syarat pendaftarannya.

Selain itu segala bentuk penarikan uang hanya dapat dilakukan apabila dokumen-dokumen dan persyaratan sudah dipenuhi sesuai dalam letter of credit.

  • Documentary Letter of Credit melalui Red Clause

Documentary Letter of credit adalah jenis L/C dalam bentuk kombinasi dari documentary L/C serta Open L/C karena pada  jenis ini memberikan hak kepada penerima (importir) untuk meletakkan sebagian dari keseluruhan pembayaran melalui kuitansi atau penarikan wesel tanpa dokumen.

Kemudian sisa pembayarannya dilakukan seperti biasa dengan melengkapi dokumen yang disepakati pada letter of credit .

Itulah lima jenis-jenis letter of credit, sebenarnya masih terdapat beberapa jenis-jenis lainnya yang dapat kalian pelajari.

Diantaranya adalah revolving L/C, back to back L/C, Clean Letter of Credit dan beberapa jenis lainnya yang dapat dikategorikan berdasarkan dari aspek yang terkait seperti segi kekuatan berlakunya, berdasarkan pihak yang mengeluarkan L/C, berdasarkan cara pembayaran, dan berdasarkan persyaratan L/C.

Fungsi dan Tujuan Letter of Credit

Tidak lengkap rasanya jika kita membahas letter of credit tanpa mengetahui tujuannya. Sebenarnya apasih tunjuan dari letter of credit?

Jika kalian menyimak dengan baik beberapa penjelasan di atas maka secara sekilas kalian akan mengetahui fungsi letter of credit secara umum.

Untuk mengetahui lebih jelasnya fungsi dan tujuan letter of credit adalah seperti berikut ini.

  1. Letter of credit adalah dokumen yang dapat digunakan sebagai media meyelesaikan masalah dari kedua belah pihak yaitu penjual dan pembeli (eksportir dan importir).
  2. Letter of credit adalah file yang memberikan rasa aman dan menguntungkan kepada kedua belah pihak. Dari importir dijamin akan mendapatkan barang sesuai kesepakatan. Sedangkan dari eksportir dijamin akan menerima pembayaran dengan jumlah yang telah disepakati.
  3. Letter of credit adalah dokumen yang mempunyai fasilitas kredit eksportir maupun importir melalui pihak bank.
  4. Letter of credit adalah surat yang dapat dijadikan sebagai jaminan untuk kontraktor dengan beneficiary.

Itulah empat fungsi yang akan kalian dapatkan jika menggunakan letter of credit, sangat terjamin bukan? sekarang kalian tidak perlu khawatir lagi jika melakukan pembelian di luar negeri.

Karena letter of credit adalah dokumen yang dapat menjamin adanya transaksi ekspor atau impor dari luar negeri.

Baca Juga: Current Ratio Adalah: Memahami Pengertian dan Rumus Current Ratio

Demikian artikel ini saya buat semoga dapat menambah pengetahuan kalian. Terimakasih.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bisnis

Cara Menghitung HPP Produk Beserta Panjelasannya

Cara Menghitung HPP Produk

Sebuah perusahaan yang memproduksi suatu barang perlu tahu dengan pasti cara menghitung HPP produk agar tidak terjadi kesalahan hitung. Terdapat beberapa biaya pengeluaran atas produk yang harus jelas rinciannya. Hal ini dilakukan supaya perusahaan mengetahui harga pokok yang dibuatnya. Tertarik dengan penjelasan terkait? Simak berikut ulasannya:

Tentang HPP Produk

Bagi sebuah perusahaan cara menghitung hpp produk harus diketahui dengan pasti setiap langkah-langkahnya. Mengapa demikian? HPP merupakan total biaya yang telah dikeluarkan pihak perusahaan dalam menghasilkan barang produksi. Biaya yang terdapat di dalamnya meliputi harga langsung dan tak langsung.

Memungkinkan perusahaan dapat dengan tepat menentukan harga produk sebelum dilakukan penjualan. Selain itu, tujuan dari setiap perusahaan menentukan harga yang dibuat yakni agar sasaran produk pun sesuai dengan target. Untuk lebih lanjutnya, berikut akan dijelaskan tujuan lain dari HPP yaitu:

  • Setiap produk yang dijual dapat memenuhi target produksi yang telah ditentukan.
  • Dapat menstabilkan harga produk yang akan dijual di pasaran.
  • Bisa mempertahankan harga produk berdasarkan proses produksi yang jelas.
  • Upaya dalam memaksimalkan keuntungan.

Mengetahui Metode Pendekatan Laporan HPP

Produk Ketika sebuah perusahaan membuat laporan untung dan rugi dari biaya pokok produksi yang dikeluarkan, ada dua metode yang bisa digunakan. Untuk pendekatan pertama yang bisa digunakan adalah Full Costing dan yang kedua Variable Costing. Ingin tahu bagaimana penjelasannya? Simak berikut ulasannya.

  • Full Costing, adalah perhitungan HPP yang dilakukan untuk mengetahui harga pokok dan biaya produksi. Pendekatan ini berkaitan dengan segala perhitungan unsur biaya produksi yang masuk ke dalam HPP. Di dalam perhitungan ini terdapat biaya tenaga kerja, bahan baku hingga overhead, keseluruhannya dihitung menjadi satu kesatuan.
  • Variable Costing, yakni sebuah perhitungan HPP yang di dalamnya hanya menjumlahkan biaya yang sifatnya variabel dalam harga produksi. Menjadikan variable costing hanya untuk menghitung HPP dengan rincian biaya yang terpisah dalam setiap periode tertentu. Rincian yang terdapat di dalamnya yaitu ada biaya bahan baku, tenaga kerja hingga overhead.

Begitulah cara menghitung HPP produk yang memakai pendekatan Full dan variable Costing. Kedua pendekatan tersebut bisa digunakan oleh pelaku dalam perusahaan untuk menentukan setiap harga pokok dalam produksi. Membuat perusahaan bisa menetapkan harga jual yang akan dipasarkan.

Cara Menghitung HPP Produk

Bagi yang belum mengetahui cara menghitung HPP produk dengan benar, terdapat beberapa tahapan yang perlu diketahui. Perhitungannya pun tidak terlalu sulit untuk dilakukan, jika pengguna adalah seorang yang masih awam. Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan dalam perhitungan tersebut yaitu:

1. Melakukan Perhitungan Bahan Baku

Hal pertama yang perlu dilakukan yaitu dengan menjumlahkan keseluruhan saldo yang terdapat di awal serta pembelian bahan baku. Selanjutnya jika sudah mendapatkan hasilnya kurangi dengan saldo di akhir periode. Jadi di tahap pertama ini adalah melakukan perhitungan bahan baku.

2. Menghitung Biaya Produksi

Tahap selanjutnya untuk dapat mengetahui HPP produk yaitu menghitung biaya produksi. Caranya yakni dengan menjumlahkan tiga komponen HPP di awal yaitu harga bahan baku, tenaga kerja dan overhead. Perhitungan dalam tahap ini pun sangat penting, sebab agar pelaku usaha mengetahui dengan pasti total dari hasil produksinya.

3. Menetapkan Biaya Pokok Produksi

Langkah selanjutnya, pelaku usaha bisa menetapkan biaya pokok produksi dengan mentotalkan keseluruhan biaya. Biaya yang dimaksudkan yaitu penjumlahan produksi serta saldo awal persediaan barang. Setelahnya dapat dikurangi dengan jumlah saldo akhir dari persediaan barang. Pada tahap inilah nantinya pelaku usaha juga bisa menentukan harga jual dari barang yang akan diproduksi.

4. Menghitung HPP

Terakhir, perhitungan HPP dapat dilakukan dengan mentotalkan jumlah harga pokok dengan ketersediaan barang produksi. Persediaan barang yang dimaksud adalah barang awal yang akan dikurangi dengan persediaan akhir. Membuat perhitungan HPP bisa terlihat berapa jumlahnya.

Itulah langkah-langkah yang mesti diketahui untuk dapat melakukan perhitungan HPP dengan benar. Setiap tahapan dari perhitungan tersebut bisa dilakukan oleh setiap pelaku usaha dengan mudah bukan? Hal yang perlu diingat dalam perhitungan tersebut yaitu setiap biaya atau harga harus jelas dan pasti nominalnya.

Contoh Perhitungan HPP

Sebelumnya telah dijelaskan bagaimana tahapan dan langkah-langkah dalam melakukan perhitungan HPP. Supaya lebih paham, akan diberikan contoh perhitungan yang sesuai dengan keadaan dilapangan. Contoh berupa soal cerita yang bisa pengguna pahami sesuai dengan kasus yang terdapat di sebuah perusahaan.

Contohnya yaitu, dalam sebuah perusahaan terdapat jumlah di luar biaya produksi sebesar Rp 100.000, sedangkan jumlah dari barang yang telah diproduksi adalah 2 unit. Berapakah kira-kira harga pokok yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan per satuannya? = Biaya produksi : Jumlah unit = Rp 100.000 : 2 = Rp 50. 000 per satuan

Itulah penjelasan cara menghitung HPP produk beserta dengan contohnya yang dapat pengguna pahami sebelumnya. Dalam contoh kasus yang diberikan, itu adalah contoh dari sekian banyak hitungan sederhana. Supaya dapat memahami dan menerapkannya, pelajari dan praktekkan dengan menghitungnya secara manual.

Continue Reading

Bisnis

Intip Rincian Modal Usaha Laundry dengan Keuntungan Menjanjikan

rincian modal usaha laundry

Di tengah masa pandemi seperti ini, beralih ke dunia bisnis menjadi hal terbaik yang dapat dilakukan, yaitu dengan menjalankan bisnis laundry. Bisa dibilang bisnis satu ini begitu menjanjikan, apalagi mengingat banyaknya orang yang membutuhkan jasa pencuci pakaian karena kesibukan bekerja. Bahkan rincian modal usaha laundry ini pun tidak begitu besar loh.

Usaha laundry memberlakukan harga dengan ukuran per kilo, yaitu sekitar Rp 6rb hingga Rp 7rb saja. Sehingga bisa dipastikan jasa laundry akan ramai karena harganya yang murah. Namun meskipun begitu, profit yang didapatkan pun terbilang menjanjikan mengingat modal usaha yang tidak besar.

Lantas bagaimana sebenarnya prospek bisnis dan rincian modal yang perlu dikeluarkan untuk usaha laundry satu ini? Berikut ulasan lengkapnya, yaitu antara lain:

Prospek Bisnis Laundry

Membuka usaha laundry merupakan hal yang cukup menantang namun sangat menjanjikan. Hal ini dikarenakan prospek maupun peluang usahanya yang dapat memutar uang dengan sangat cepat. Pasalnya, jasa pencuci baju ini begitu dibutuhkan oleh semua orang setiap harinya. Sehingga tidak heran apabila usaha ini cukup booming di kalangan masyarakat dan begitu dicari, baik oleh ibu rumah tangga hingga pelajar maupun mahasiswa.

Maka dari itulah, peluang bisnis laundry yang sedang booming ini harus dimanfaatkan dengan baik. Apalagi ditambah dengan pengoperasiannya yang sangat mudah, maka semua orang pun berpotensi menghasilkan keuntungan lumayan besar melalui bisnis satu ini. Apabila mempromosikannya dengan baik, dijamin usaha laundry semakin dikenal dan mendatangkan banyak konsumen untuk penghasilan menjanjikan.

Berapa Rincian Modal Usaha Laundry?

Namun sebelum memulai bisnis laundry, ada baiknya bagi para pebisnis mengetahui rincian modal usaha untuk jasa laundry dan menyesuaikannya pada anggaran. Berikut inilah perhitungan yang bisa dijadikan patokan, yaitu antara lain:

1. Modal Peralatan Utama

Rincian modal usaha laundry terbesar yaitu terletak pada peralatan utama yang digunakan untuk mencuci. Misalnya seperti 1 mesin cuci dengan kisaran harga Rp 4.000.000, 1 setrika seharga Rp 300.000, 1 unit timbangan Rp 250.000, 1 impulse sealer Rp 200.000, dan juga 1 set rak dan meja laundry seharga Rp 3.500.000. Total modal untuk peralatan saja yaitu sebesar Rp 8.250.000.

Selain peralatan, tentunya setiap pebisnis untuk usaha laundry membutuhkan lokasi yang tepat. Hal ini nantinya akan berbeda di setiap daerah dan menyesuaikan. Sehingga modal untuk menyewa tidak dimasukkan ke dalam perhitungan. Namun pebisnis bisa menyesuaikannya berdasarkan anggaran dan menegosiasikan harga bersama dengan pemilik agar mendapat harga lebih murah.

2. Modal Kerja

Selain modal peralatan dan lokasi, terdapat pula modal kerja yang harus diperhitungkan. Dalam hal ini, rincian modal usaha laundry yaitu berupa detergen pakaian Rp 200.000, pewangi pakaian Rp 250.000, plastik wrap Rp 200.000, spanduk dan brosur promosi Rp 200.000, dan neon box Rp 300.000. Total modal kerja yaitu sebesar Rp 1.150.000.

Tentunya kisaran tersebut belum termasuk biaya sewa tempat dan juga listrik per bulan. Pebisnis bisa memulai bisnis laundry kiloan dengan menyesuaikan anggaran dan menekannya hingga sekecil mungkin. Misalnya saja dengan tidak menyewa tempat atau menggunakan tempat milik sendiri, serta menggunakan mesin cuci bekas yang masih layak pakai. Hal ini akan menghemat modal namun tetap menghasilkan keuntungan besar.

Kiat Sukses Usaha Laundry

Setelah mengetahui informasi mengenai rincian modal usaha laundry, tentu saja langkah berikutnya adalah perlu mengerti bagaimana tips sukses memulai bisnisnya. Jika dirasa sudah siap dan tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada, maka simak kiat suksesnya berikut ini:

  • Mengamati persaingan

Tips pertama yang harus diperhatikan adalah mengenai persaingan di sekitar lokasi usaha laundry. Tentunya dengan mengetahui hal ini, maka pebisnis bisa melakukan survey kisaran harga yang akan dikenakan apakah terlalu rendah atau tinggi. Apabila dirasa tarif yang ditawarkan oleh kompetitor terlalu rendah, maka lebih baik mencari lokasi lain.

  • Memberikan pelayanan yang bagus

Tidak hanya mengamati persaingan saja, namun pastikan selalu memberikan pelayanan yang bagus pada konsumen. Sehingga mereka akan kembali menggunakan jasa laundry yang ditawarkan. Tentunya hal ini perlu dibarengi dengan kualitas yang selalu terjaga baik.

  • Melakukan promosi

Tak lupa pula untuk selalu menggiatkan promosi, baik melalui sosial media, pemberian diskon atau cashback, hingga strategi mulut ke mulut yang dapat melancarkan bisnis. Dengan begitu, jasa laundry jadi lebih dikenal dan mendatangkan banyak pelanggan.

Nah itulah ulasan mengenai prospek bisnis, rincian modal usaha laundry, dan juga kiat sukses menjalankannya. Apabila memiliki niat untuk menjalankan usaha ini, maka sebisa mungkin mengetahui apa saja yang dibutuhkan demi keberlangsungan bisnis. Sehingga nantinya bisa memutar modal yang sedikit menjadi profit menguntungkan dan menjanjikan. Jadi, apakah tertarik mencoba bisnis satu ini?

Continue Reading

Bisnis

Usaha Perlengkapan Masjid yang Memberikan Keuntungan Menjanjikan

usaha perlengkapan masjid

Masjid adalah tempat ibadah yang dipakai oleh umat muslim untuk beribadah. Pada masjid, ada banyak peralatan pendukung yang pasti difungsikan. Misalnya saja karpet masjid, jam digital masjid, dan berbagai peralatan lainnya. Maka dari itu, tidak heran jika usaha perlengkapan masjid bisa memberikan keuntungan yang menjanjikan.

Hal ini dikarenakan perlengkapan masjid pasti banyak dicari. Mengingat jumlah masjid di Indonesia ada banyak. Lalu, apa saja barang-barang yang bisa dijual jika membuka usaha penjualan perlengkapan masjid? Untuk menjawab pertanyaan ini, maka harus disimak runtutan daftar yang ada di bawah ini secara terperinci:

1. Kubah Masjid

Peralatan pertama yang bisa dijual adalah kubah masjid. Jika memilih untuk menjual kubah masjid, maka harus memiliki vendor atau pembuat kubah yang berkualitas. Saat ini, bentuk kubah bermacam-macam. Maka dari itu, untuk menyiasati permintaan pembeli harus bisa berinovasi mengikuti perkembangan bentuk yang ada.

Semakin banyak jenis yang dijual, maka pembeli juga akan terfasilitasi dengan layanannya. Pastikan kubah yang dijual memiliki jenis kualitas yang baik. Hal ini dikarenakan kubah terletak di bagian luar dan fungsinya untuk menutup bagian atas masjid. Maka dari itu, pastikan untuk memakai kualitas terbaik untuk pelanggan.

2. Karpet Masjid

Peralatan kedua yang paling umum dijual adalah karpet masjid. Peralatan ini pastinya dibutuhkan oleh banyak masjid. Dengan adanya karpet masjid ini, jemaah masjid tidak perlu bingung mencari alas lain. Perlengkapan masjid satu ini memang penting untuk diperhatikan. Maka dari itu, jika menjualnya haruslah memakai produk berkualitas.

Saat ini, kebutuhan konsumen bermacam-macam. Mulai dari motif dan corak yang variatif, hingga ukuran yang beragam. Dengan adanya keberagaman ini, sebagai orang yang menjual juga harus paham tentang kualitasnya. Pengguna pastinya mencari karpet berkualitas untuk dipakai di masjid-masjid.

3. Jam Digital Masjid

Usaha perlengkapan masjid biasanya juga menyediakan jam digital untuk masjid. Jam ini terlihat lebih bagus dibanding jam biasa. Hal ini dikarenakan jam digital bisa terlihat meski dari arah yang jauh. Harga jam ini juga lebih mahal dari jam dinding biasa. karena peminatnya banyak, maka tidak heran jika jam ini bisa mendatangkan keuntungan yang besar.

Jika ingin menjual ini, maka harus menyediakan berbagai bentuk dan ukuran. Umumnya, bentuk yang biasa dipakai adalah persegi panjang. Lalu untuk ukurannya sendiri bermacam-macam. Pembeli pastinya membutuhkan ukuran yang beragam. Maka dari itu, pastikan untuk menyediakannya agar bisa dipilih oleh pembeli.

4. Speaker

Peralatan keempat yang umumnya dipakai di masjid adalah speaker. Alat ini pastinya ada di setiap masjid. Jika ingin membuka usaha peralatan masjid, maka bisa menambahkan alat ini sebagai salah satu peralatan yang dijual. Jenis dan ukuran speaker pun bermacam-macam dan tidak berpatok pada satu ukuran saja.

Karena tujuan pemakaian speaker sangat penting, maka dari itu sangat pas jika menyediakan alat ini untuk dijual. Karena nantinya alat ini akan mendatangkan keuntungan besar jika ada yang membelinya. Untuk itu, pastikan untuk menyediakan berbagai merek dan ukuran agar pembeli bisa melakukan pemilihan.

5. Mimbar Masjid

Menjual mimbar masjid juga tidak ada salahnya. Karena mimbar masjid adakah alat yang pastinya dibutuhkan. Mimbar ini juga sudah memiliki bentuk yang bervariasi. Maka dari itu, jika menyediakan mimbar masjid maka akan sangat pas. Pembeli bisa melakukan pembelian dalam satu waktu jika perlengkapan yang dijual lengkap.

Jika ingin membuka usaha perlengkapan masjid, semua peralatan di atas bisa langsung dijual. Setiap alat pasti dibutuhkan oleh masjid, maka dari itu akan sangat pas jika disediakan di satu tempat yang sama. Usaha semacam ini memiliki banyak referensi, jika memang tertarik untuk memulainya cari refrensi sebanyak-banyaknya untuk sukses. Sumber: Bisniz.id

Continue Reading

TOP STORIES