Connect with us

Finansial

Laporan Laba Rugi: Pengertian, Jenis, Fungsi, Cara Membuat dan Contohnya

Laporan Laba Rugi

Halo semuanya, ini pertama kalinya saya menulis di website income.id.

Nah, pada artikel kali ini saya akan memabahas tentang seputar laporan laba rugi. Mahasiswa akuntansi pasti sudah tidak asing lagi dengan laporan yang satu ini.

Bagaimana dengan mahasiswa baru (maba) yang masih awal menempuh kuliah akuntansi?

Ya, saya rasa mereka pasti bingung dan bertanya-tanya sebenarnya apa sih laporan laba rugi?

Ini juga terjadi pada saya beberapa tahun lalu saat saya baru saja masuk kuliah sebagai mahasiswa baru jurusan akuntansi.

Sumpah saya bingung banget saat itu, karena basicly saya adalah mantan siswa SMA jurusan IPA yang sudah pasti tidak tahu sebenarnya apa itu laporan akuntansi.

Bahkan nih, beberapa waktu lalu juga ada tetangga saya yang juga baru masuk kuliah dan mengambil jurusan akuntansi bertanya dan belajar pada saya tentang laporan laba rugi ini.

Padahal laporan laba rugi dalam akuntansi ini wajib di pahami oleh para mahasiswa akuntansi loh.

Oke, saya rasa ada cukup banyak orang khususnya mahasiswa baru terutama yang dulunya mengambil jurusan IPA saat SMA masih belum paham tentang laporan laba rugi.

Jangan khawatir karena pada artikel kali ini saya akan menjelaskan secara detail tentang laporan laba rugi terutama buat kalian yang masih menyandang status mahasiswa baru fakultas ekonomi.

Langsung saja yuk kita simak ulasannya berikut in

Apa Itu Laporan Laba Rugi? Laporan Laba Rugi Adalah….

Oke, pertama mari kita bahas dulu pengertian laporan laba rugi.

Saat mendengar kata laporan laba rugi kira-kira apa nih hal pertama yang terbesit dalam pikiran kalian?

Menurut kalian apa sih yang dimaksud dengan laporan laba rugi?

Ya, sesuai dengan namanya laporan laba rugi adalah salah satu jenis laporan keuangan yang menginterpretasikan dan mempresentasikan keadaan keuangan suatu organisasi/lembaga terutama dalam hal laba atau rugi perusahaan.

Menurut corporatefinanceinstitute.com laporan laba rugi adalah laporan keuangan inti dari suatu perusahaan yang menunjukkan laba dan rugi dalam suatu periode akuntansi tertentu.

Simple-nya begini, laporan laba rugi adalah suatu laporan yang menunjukkan apakah suatu lembaga/organisasi perusahaan mengalami kerugian (rugi) atau keuntungan (laba) dalam periode akuntansi yang sudah ditentukan.

Bagaimana caranya? Ya, sudah pasti secara simple untuk mengetahui laba atau rugi suatu usaha, kalian harus mengurangi pendapatan dan biaya-biaya yang kalian keluarkan kan?

Begitu juga perusahaan, untuk mengetahui apakah perusahaan tersebut mengalami kerugian atau keuntungan.

Perusahaan harus membuat laporan laba rugi dengan cara menghitung jumlah semua pendapatan yang didapatkan selama operasi dikurangi dengan beban biaya yang mereka keluarkan selama periode akuntansi tersebut.

Oke, jadi dapatkan disimpulkan bahwa laporan laba rugi adalah salah satu laporan keuangan yang menunjukkan laba dan rugi perusahaan.

Bagaimana caranya?

Baca juga: Tips Membuat Brosur yang Menarik dan Mampu Membius Pembaca

Cara membuat laporan laba rugi adalah dengan mengurangi pendapatan dan beban biaya yang dikeluarkan.

Laba/Rugi = Pendapatan – Beban/Biaya

Satu hal yang harus kalian ketahui, dalam suatu perusahaan wajib hukumnya membuat laporan laba rugi.

Laporan laba rugi adalah salah satu laporan keuangan inti yang wajib dibuat setelah laporan posisi keuangan/Neraca, Laporan perubahan arus kas dan laporan ekuitas.

Berbeda dengan jenis laporan yang lainnya, menurut saya laporan laba rugi adalah laporan yang paling simple untuk dibuat karena hanya mencakup 2 hal saja.

Yaitu pendapatan dan biaya-biaya yang dikeluarkan selama periode akuntansi.

Apa maksud dari periode akuntansi?

Periode akuntansi itu adalah periode waktu atau jangka waktu perusahaan dalam membuat laporan keuangan gitu loh.

Satu periode akuntansi berapa lama?

Hal ini tergantung pada kebijakan perusahaan. Ada perusahaaan yang menetapkan periode akuntansi selama 12 bulan (tahunan) dan 3 bulan (triwulan).

Balik lagi ke kebijakan perusahaannya ya.

Jadi, misal perusahaan menetapkan periode akuntansi selama 12 bulan atau periode akuntansi tahunan, maka akuntan perusahaan harus membuat laporan laba rugi dari pendapatan dikurangi biaya-biaya yang dikeluarkan selama 12 bulan.

Begitu juga untuk periode triwulan, maka perusahaan harus membuat laporan laba rugi untuk pendapatan dikurangi biaya-biaya selama 3 bulan beroperasi.

Ini tidak hanya berlaku untuk laporan laba rugi saja, tapi juga berlaku untuk semua laporan keuangan perusahaan.

Pengguna Laporan Laba Rugi

Sudah tahu kan apa itu laporan laba rugi? Oke, sekarang mari kita bahas tentang apa fungsi dan tujuan laporan laba rugi.

Ya, sebagai salah satu laporan keuangan inti dari suatu perusahaan laporan laba rugi memiliki tujuan. Untuk apa laporan laba rugi dibuat?

Tapi sebelum menjawab untuk apa laporan laba rugi dibuat, akan lebih baik jika kalian tahu dulu nih, kira-kira untuk siapa laporan laba rugi ini dibuat?

Oke, jadi dalam suatu perusahaan laporan keuangan akan dibuat untuk para pemangku kepentingan.

Secara umum, ada 2 kelompok pemangku kepentingan yang berbeda yang biasanya membutuhkan laporan laba rugi ini yaitu pengguna internal dan pengguna eksternal.

Apa bedanya? Oke, mari kita bahas kedua pengguna laporan keuangan ini.

1. Pengguna Internal

Nah, pengguna internal laporan keuangan ini adalah pihak internal atau manajemen perusahaan itu sendiri.

Misalnya seperti manajer hingga dewan direksi. Tujuanya apa?

Jadi, tujuannya adalah tentu saja tidak lain mereka butuh laporan laba rugi ini untuk menganalisa kinerja operasi usaha bisnis yang dijalaninya secara keseluruhan.

Nah, dengan mengetahui perusahaan memperoleh laba/rugi, dengan begitu pihak internal akan dengan mudah membuat keputusan di masa yang akan datang agar usaha bisnis semakin maju di masa depan.

Biasanya nih, laporan keuangan yang dibuat untuk pihak manajemen akan dibuat sedetail dan serinci mungkin.

Agar dalam menganalisa dan menetapkan keputusan dapat dilakukan dengan benar dan sesuai keadaan usaha bisnis suatu perusahaan tersebut.

Misalnya nih, pada laporan keuangan laba rugi mereka memperoleh keuntungan atau laba yang cukup signifikan.

Maka bisa saja manajemen perusahaan dapat mengambil keputusan untuk meningkatkan produksi barang yang dijual atau  membuka cabang baru. Begitu juga sebaliknya.

2. Pengguna Eksternal

Dalam suatu perusahaan yang sudah cukup besar atau bahkan perusahaan skala kecil dan menengah sekalipun pasti memiliki pihak eksternal yang juga membutuhkan laporan keuangan laba rugi.

Misalnya nih, seperti investor dan kreditur seperti bank dan lainnya.

Mereka semua adalah pengguna eksternal atau pihak-pihak yang ada di luar perusahaan.

Nah, untuk meningkatkan kredibilatas perusahaan mereka harus tahu informasi keuangan suatu perusahaan.

Oleh karena itu, biasanya perusahaan akan menerbitkan laporan keuangan guna untuk diberitahukan kepada para investor dan kreditur.

Untuk apa?

Ya, tentu saja laporan laba rugi dibuat untuk pengguna eksternal dengan tujuan agar mereka dapat mengetahui keadaan keuangan suatu perusahaan.

Bagi investor atau kreditur yang sudah meminjamkan dananya kepada perusahaan tentu mereka ingin tahu seberapa besar keuntungan perusahaan yang mereka pilih untuk investasi.

Apakah bisa tumbuh dan menjadi lebih menguntungkan? Investor bisa melihatnya dari laporan laba rugi yang dibuat. Begitu juga dengan kreditur lainnya.

Sedangkan untuk calon investor dan calon kreditur, laporan laba rugi akan diperlukan untuk dijadikan pertimbangan sebelum memutuskan untuk berinvestasi atau meminjamkan dana mereka pada perusahaan tersebut.

Jadi simple saja sih sebenarnya, pengguna eksternal khususnya investor tentu saja membutuhkan laporan keuangan yang positif agar investasi melalui pinjaman dana mereka tidak sia-sia.

Bagaimana dengan kreditur?

Sebenarnya kreditur tidak terlalu peduli tentang laba/rugi suatu perusahaan karena mereka lebih peduli pada arus kas perusahaan tersebut.

Menurut kreditur, apabila arus kas dalam suatu perusahaan lancar maka sudah pasti mereka dapat membayar kembali pinjaman yang mereka miliki.

Se-simple itu!

Eh, ternyata tidak hanya untuk investor atau kreditur juga loh.

Laporan keuangan seperti laporan laba rugi perusahaan juga bisa saja dibutuhkan oleh pesaing.

Kira-kira untuk apa ya?

Ternyata pesaing membutuhkan laporan laba rugi perusahaan lain untuk mengukur kinerja perusahaan tersebut.

Dengan adanya laporan ini, pesaing bisa mengukur seberapa baik kinerja perusahaan kompetitor.

Dengan begitu pesaing juga akan dapat memutuskan apakah mereka harus bersaing memasuki pasar baru atau membangun strategi baru.

Wah, banyak sekali ya pengguna yang ingin tahu informasi keuangan melalui laporan keuangan perusahaan ini?

Fungsi dan Tujuan Laporan Laba Rugi

Sekarang kalian sudah tahu kan untuk siapa laporan laba rugi dibuat?

Nah, saya rasa sekarang kalian sudah bisa simpulkan kira-kira untuk apa laporan laba rugi dibuat?

Ya, dapat disimpulkan bahwa fungsi dan tujuan laporan laba rugi adalah sebagai berikut.

1. Pengambilan Keputusan Manajemen

Pertama, sudah pasti laporan laba rugi dibuat agar manajemen dan dewan direksi sebagai pihak internal perusahaan mengetahui keadaan keuangan perusahaannya sendiri.

Dengan begitu, mereka akan dapat menganilisis untuk kepentingan pengambilan keputusan agar usaha bisnisnya lebih maju di masa depan.

2. Keputusan untuk Berinvestasi

Sedangkan untuk para investor dan calon investor, laporan laba rugi memiliki fungsi dan tujuan untuk dijadikan pertimbangan dalam pengambilan keputusan untuk berinvestasi.

Jika laporan keuangan suatu perusahaan baik, maka kemungkinan besar investor akan tetap berinvestasi dan calon investor mulai untuk berinvetasi.

3. Mengkomunikasikan Profitabilitas Perusahaan

Oke, sebenarnya dari kedua fungsi dan tujuan laporan laba rugi tersebut dapat disimpulkan bahwa laporan laba rugi memiliki fungsi dan tujuan untuk mengkomunikasikan profitabilitas suatu perusahaan kepada para pemangku kepentingan.

Dengan begitu, baik manajemen, investor dan kreditur dapat mengetahui profit dan aktivitas bisnis yang dilakukan selama periode akuntansi.

Jenis Laporan Laba Rugi

Berdasarkan cara pembuatannya laporan laba rugi dibagi menjadi dua jenis yaitu.

1. Laporan Laba Rugi Single Step

Yaitu jenis laporan laba rugi yang hanya menunjukkan 1 kategori pendapatan dan satu kategori biaya/pengeluaran. Lebih simple.

2. Laporan Laba Rugi Multiple Step

Yaitu jenis laporan laba rugi yang dibuat dengan mengurangi pendapatan dan biaya yang dibuat dengan cara memisahkan akun biaya ke akun lain yang lebih relevan berdasarkan fungsinya.

Misalnya seperti biaya operasi dan biaya non-operasional untuk menghitung laba kotor, sedangkan laba operasi untuk menghitung laba bersih.

Jenis laporan yang paling sering digunakan adalah laporan laba rugi multiple step karena lebih rinci dan detail.

Format dan Cara Membuat Laporan Laba Rugi

Berikut ini format dan tata cara membuat laporan laba rugi pada perusahaan dagang agar kalian paham dan mengerti.

  • Tulisan nama perusahaan dan judul laporan lengkap dengan periode akuntansinya pada bagian atas.
  • Masukkan total pendapatan dari penjualan. Untuk laporan laba rugi perusahaan dagang kalian bisa masukkan juga diskon, retur dan pendapatan lainnya hingga menjadi total penjualan.
  • Masukkan HPP (Harga Pokok Penjualan) beserta angkanya.
  • Tulis laba/rugi kotor setelah HPP. Kurangkan total penjualan dengan HPP.
  • Masukkan biaya-biaya yang sudah dikeluarkan secara rinci.
  • Hitung laba/rugi sebelum pajak dengan mengurangkannya laba/rugi kotor dengan biaya-biaya.
  • Masukkan besaran pajak, lalu kurangkan dengan laba/rugi sebelum pajak dengan besarnya pajak.
  • Selesai, sekarang kalian bisa tahu berapa laba/rugi perusahaan.

Contoh Laporan Laba Rugi Perusahaan

Nah, untuk lebih jelasnya saya akan ilustrasikan pada gambar contoh laporan laba rugi perusahaan berikut ini.

Oke, jadi laporan laba rugi adalah salah satu laporan keuangan yang menyajikan pendapatan dan biaya-biaya yang dikurangkan hingga terdapat hasil laba/rugi bersih perusahaan.

Baca Juga: Laporan Keuangan Perusahaan, Lengkap dan Mendalam !

Sekarang kalian sudah paham kan? semoga artikel ini bermanfaat ya!

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Investasi

Jenis Investasi Crypto Jangka Panjang dan Kelebihan yang Ditawarkan

Investasi Crypto Jangka Panjang

Investasi jangka panjang menjadi pilihan bijak untuk mempersiapkan dana masa depan. Ada banyak jenis instrumen investasi yang saat ini bisa diandalkan, salah satunya cryptocurrency. Investasi crypto jangka panjang dapat menjadi langkah pilihan selama modal ilmu dan dananya cukup kuat. Kali ini akan dibahas apa saja jenis crypto untuk dan tips melakukannya.

Pilihan Crypto

Ada beberapa jenis koin crypto yang dinilai sangat cocok untuk investasi jangka panjang. Tentunya pilihan jenis crypto ini harus diambil dengan pertimbangan yang matang. Berikut adalah pilihan jenis koin crypto terbaik yang cocok menjadi investasi:

1. Bitcoin

Pilihan pertama ada bitcoin yang sudah sangat populer di dunia cryptocurrency. Hingga saat ini bitcoin menjadi salah satu koin crypto yang difavoritkan sebagai investasi jangka panjang. Sebanyak 60% bitcoin yang beredar tercatat dimiliki oleh individu atau perusahaan yang berinvestasi jangka panjang.

Sebagian besar investor bitcoin tercatat tidak menjual aset yang dimiliki selama bertahun-tahun. Ini artinya para investor percaya bahwa bitcoin bisa mendatangkan profit yang menjanjikan sehingga cocok jadi investasi jangka panjang. Kredibilitas bitcoin juga terus meningkat, bahkan sudah menjadi alat pembayaran sah di beberapa negara seperti El Salvador.

2. Chain Link Token

Meskipun tidak populer bitcoin, chainlink token juga menjadi pilihan investasi crypto jangka panjang yang menjanjikan. Jenis aset yang satu ini memiliki risiko penurunan nilai yang sangat kecil. Artinya, peluang untuk meningkat di masa depan sangatlah tinggi. Bahkan disebutkan bahwa potensi kenaikan nilai untuk aset ini masuk kategori terbesar.

3. Ether

Pilihan selanjutnya adalah ether yang merupakan jenis crypto yang juga cukup populer. Memiliki kemiripan dengan bitcoin, blockchain ether ini dikenal begitu transparan. Aset crypto ini juga cocok dijadikan pilihan investasi jangka panjang karena peluang profit dan kenaikan nilainya cukup menggiurkan.

4. UNI

Jenis investasi crypto jangka panjang selanjutnya adalah UNI. UNI ialah token ERC20 yang masuk ke kategori blockchain ethereum. Disebut sebagai salah satu pilihan investasi jangka panjang karena kenaikan nilainya sangat memuaskan. Dalam jangka waktu 3 bulan, kenaikan nilai UNI bisa mencapai nilai 8 kali lipat.

5. Binance Coin

Berikutnya ada binance coin atau BNB sebagai salah satu rekomendasi aset crypto yang dapat diandalkan untuk jangka panjang. Aset ini mulai populer dan dijadikan pilihan banyak orang sejak tahun 2017 silam. Meskipun peningkatannya dari tahun ke tahun tergolong kecil namun BNB menunjukkan kenaikan nilai yang sangat stabil dan konsisten.

Binance coin juga disebut sebagai salah satu aset investasi crypto jangka panjang yang lebih baik dari bitcoin. Tentunya opini ini dipercaya oleh sebagian investor di bidang crypto. Disebut lebih baik karena investor dapat menerima pengembalian yang besar dengan biaya yang terjangkau.

Tentukan pilihan jenis crypto yang akan dijadikan aset investasi dengan cermat. Cari tahu karakteristiknya dan kenali apa saja kelebihan yang ditawarkan. Jika sudah menemukan pilihan terbaik maka langkah investasi selanjutnya dapat segera diambil.

Kelebihan yang Ditawarkan

Tentunya crypto memang bisa jadi pilihan investasi jangka panjang selama cara berinvestasinya tepat. Jika memang ingin memilih langkah investasi ini maka harus dilakukan secara cermat. Langkah investasi crypto ini memang bisa mendatangkan banyak keuntungan. Berikut adalah beberapa kelebihan yang ditawarkan oleh aset crypto sebagai pilihan investasi jangka panjang:

1. Profit Tinggi

Investasi crypto dapat dijadikan pilihan investasi karena nilai profitnya begitu tinggi. Jenis investasi ini bisa dikatakan punya high return sehingga akan dirasa sangat menguntungkan. Investor bisa membeli aset crypto dengan harga terjangkau dan mendapatkan profit atau imbal balik yang besar.

2. Bersifat Universal

Investasi aset crypto ini bersifat universal yang artinya sangat fleksibel diakses oleh siapa saja. Aset ini dapat dijadikan pilihan oleh siapa saja dari berbagai negara. Jadi bukan hal aneh jika jenis investasi ini diminati banyak orang dari negara yang berbeda.

3. Transparan

Investasi aset crypto juga menguntungkan karena sifat transparan yang dimilikinya. Jenis aset ini bisa diperjualbelikan dan diakses datanya dengan mudah. Investor memang tidak akan bisa melihat nama orang yang melakukan jual beli. Tidak ada identitas yang ditampilkan melainkan hanya berupa angka transaksi.

4. Praktis dan Cepat

Crypto dikenal sebagai aset investasi yang jual belinya sangat praktis dan bisa berlangsung cepat. Jual beli aset ini bisa dilakukan hanya dalam hitungan jam. Hal ini pula yang menjadi salah satu penyebab aset crypto punya banyak peminat sampai sekarang.

Itulah tadi pembahasan singkat mengenai investasi crypto jangka panjang. Jenis investasi ini memang bisa diandalkan karena nilai profitnya cukup tinggi. Namun pastikan untuk tetap berhati-hati karena aset crypto memiliki nilai yang sangat fluktuatif dan risikonya cukup tinggi.

Continue Reading

Keuangan Syariah

Cara Investasi Sukuk Dan Keuntungan Ketika Memilihnya

Cara Investasi Sukuk

Bagi para pelaku dunia investasi istilah sukuk bisa menjadi pilihan dengan prospek yang lumayan bagus. Sukuk sendiri adalah obligasi syariah dengan pemakaian prinsip syariah yang menggunakan efek jangka panjang. Untuk itu cara investasi sukuk memang cukup penting diketahui oleh para investor. Dimana nantinya akan dilakukan pembayaran terhadap para pemegang sukuk dengan sistem bagi hasil. 

Secara umum investasi memang tergolong cukup penting mengingat dapat dijadikan sebagai media perencanaan keuangan di waktu mendatang. Terutama bagi orang Muslim yang cukup mempertimbangkan mengenai prinsip syariah dalam menjalankan transaksi. Oleh hal ini sukuk bisa menjadi daftar pilihan investasi. Berikut beberapa informasi mengenai sukuk hingga cara memulai investasinya:

Mengenal Investasi Sukuk 

Dilihat dari terminologi bidang ekonomi, sukuk dapat dipahami sebagai bentuk instrumen hukum, akta, maupun cek. Letak perbedaan antara suku dengan obligasi dalam sistem konvensional ada pada pemakaian konsep bagi hasil, bukan menggunakan sistem bunga. Oleh karena itu proses perjanjian kontrak yang dilakukan oleh pihak terkait menggunakan prinsip syariah. 

Untuk itu cara investasi sukuk yang dilakukan termasuk bebas dari yang namanya riba, serta gharar dan juga maysir. Dari sini dapat diketahui jika istilah sukuk merupakan bentuk investasi berlabel syariah yang telah memperoleh pengakuan dari pihak pemerintah maupun MUI. Sukuk ini nantinya juga mempunyai bentuk turunan yang cukup beragam. Mulai dari sukuk ritel hingga sukuk tabungan. 

Tata Cara Investasi Sukuk

Untuk para pelaku investasi yang mulai tertarik pada instrumen sukuk, kiranya perlu mengetahui terkait cara investasi sukuk yang akan dilakukan. Secara umum cara tersebut dapat dibagi menjadi 2 macam. Adapun penjelasannya yaitu sebagai berikut:

1. Lewat Mekanisme Pasar Perdana 

Perkara ini lantaran investor melakukan pembelian sukuk langsung kepada agen yang telah dilakukan penunjukan secara resmi oleh pemerintah. Guna menjalankan transaksi penjualan maupun pembelian sukuk ritel. Mekanis semacam ini memang tidak memerlukan perlengkapan persyaratan yang cukup rumit. Untuk langkah-langkahnya bisa simak ulasan berikut:

  • Langkah pertama sudah jelas jika calon investor harus menghubungi pihak agen penjualan sukuk. Dimana agen tersebut merupakan agen yang telah dilakukan penunjukan oleh negara secara resmi. 
  • Lanjutkan dengan melakukan pengisian terhadap formulir pendaftaran layaknya yang telah disediakan oleh pihak dari agen penjualan SR.
  • Jangan lupa untuk melampirkan sejumlah persyaratan yang dibutuhkan, misalnya seperti data diri berupa KTP dan juga persyaratan lainnya. Ini tergantung dari permintaan yang dilakukan oleh pihak agen. 
  • Berikutnya investor bisa melakukan transfer sejumlah dana sebagaimana harga dari sukuk ritel yang telah dibeli. 
  • Lalu ada penerimaan tanda bukti beserta proses pengambilan sisa dana. Hal ini terjadi jika total sukuk yang dilakukan penerbitan oleh pihak pemerintah ternyata tidak mencukupi dari jumlah dana yang telah ditransfer. 
  • Selanjutnya adalah mendapatkan bentuk penjatahan. 
  • Terakhir investor hanya perlu menunggu saja bergulirnya proses investasi yang dilakukan hingga batas tenor yang telah diajukan oleh pihak emiten. 

2. Lewat Mekanisme Pasar Sekunder 

Mekanisme untuk cara investasi sukuk kali ini, proses transaksi pembelian yang dijalankan layaknya proses yang terdapat pada pembelian obligasi. Yakni menggunakan proses mekanisme bursa atau bisa juga lewat perbankan. Lama waktu yang dibutuhkan untuk menjalankan proses ini lebih kurang berlangsung selama 2 mingguan. 

Yaitu sampai tiba waktunya pihak pembeli sukuk memperoleh hak yang dinamakan dengan surat konfirmasi dari kepemilikan sukuk ritel itu sendiri. Dimana dalam hal ini layaknya yang dikeluarkan oleh pihak dari bursa maupun bank secara umum yang disesuaikan berdasarkan mekanisme yang diikuti. 

Apabila dilihat dari sisi proses yang dimiliki, memang bisa dikatakan hampir sama dengan yang dimiliki oleh obligasi. Yakni termasuk aman serta lumayan menguntungkan jika dilihat dari sisi investasi. Meskipun demikian jangan sampai lupa untuk tetap memperhatikan perbedaan dari keduanya. Tidak lain supaya tak menimbulkan efek negatif pada investasi yang dimiliki. 

Keuntungan Mempunyai Sukuk Ritel 

Untuk para calon investor agaknya perlu mengetahui beberapa kelebihan yang dimiliki oleh investasi dalam instrumen sukuk ritel. Lantaran hal ini dapat dijadikan sebagai bentuk pertimbangan dalam memilih instrumen investasi. Secara umum keuntungan tersebut ada 3 hal mendasar, berikut ulasannya:

  • Resiko gagal bayar terbilang cukup kecil sehingga kegiatan investasi yang dijalankan cenderung akan mengalami keuntungan. 
  • Untuk hasil pendapatan yang diperoleh tergolong cukup besar lantaran menggunakan konsep bagi hasil. Mengingat investasi dengan instrumen deposito masih memiliki kemungkinan terjadinya fluktuatif.
  • Perihal pajak yang ditetapkan pada sukuk terbilang lebih rendah jika dibandingkan dengan obligasi. Dimana untuk sukuk ritel kisaran pajaknya sebesar 15 persen, sementara untuk obligasi pajaknya adalah 20 persen. 

Itu tadi ulasan mengenai tata cara investasi sukuk beserta sejumlah keuntungan ketika memilihnya. Bentuk instrumen investasi ini mungkin bisa menjadi pilihan tersendiri lantaran konsep yang dipergunakan memakai prinsip syariah. Terutama bagi para muslim yang cukup mempertimbangkan transaksi secara syariah, sehingga terbebas dari hal riba, gharar serta juga maysir.

Continue Reading

Investasi

8 Resiko Investasi Properti yang Harus Dipahami

Resiko Investasi Properti

Investasi menjadi pilihan dalam mendapatkan penghasilan tambahan mengingat potensi keuntungannya yang sangat besar. Ada banyak pilihan investasi seperti investasi properti yang juga cukup sering dipilih oleh masyarakat Indonesia. Seiring dengan tingginya potensi keuntungan, ada juga resiko investasi properti yang perlu dihadapi.

Beberapa tahun belakangan, kenaikan harga properti turut menggenjot ranah investasi ini yang menjadikannya semakin populer. Seperti investasi lainnya, sebelum memulai sebaiknya pikirkan dengan cermat terlebih dahulu bagaimana meletakkan dan mengelola aset investasi. Saat hendak memulai, sebaiknya pahami resiko investasi properti berikut ini:

1. Likuiditas Rendah

Instrumen investasi memiliki sesuatu penentu keuntungan yang disebut dengan nama likuiditas termasuk dalam investasi properti ini. Ketika likuiditas instrument mengalami kenaikan maka keuntungan yang akan didapatkan juga semakin meningkat. Likuiditas sendiri merupakan seberapa mudahnya sebuah instrumen untuk ditukarkan dengan uang.

Untuk properti sendiri, tingkat likuiditasnya sangat rendah karena harus menunggu seorang pembeli terlebih dahulu. Inilah yang menjadikan banyak sekali aset dari investor sering mengendap pada beberapa instrumen yang sudah dibeli.

2. Beban Perawatan

Sebuah properti yang dimiliki seseorang atau perusahaan tidak boleh hanya terfokus pada keuntungan saja. Ada beban biaya perawatan yang harus ditanggung mengingat meskipun tidak terjual atau terpakai, pemilik harus memastikan properti punya kondisi baik.

Setiap waktu, akan selalu ada biaya perawatan yang diperlukan jadi pengeluaran tidak hanya di awal saja untuk pembelian. Ada juga biaya tambahan misalnya untuk merawat sebuah bangunan supaya nantinya biaya sewa tidak menurun bahkan bisa meningkat.

3. Investasi Padat Modal

Investasi di bidang properti bukan merupakan investasi yang bisa dimulai oleh semua orang apalagi jika melihat kebutuhan modal.  Jenis investasi ini dikategorikan ke dalam investasi dengan sifat padat modal.

Hal ini karena ketika melihat modal yang diperlukan, biasanya kebutuhan modal akan sangat besar untuk memulainya. Selain itu, ada juga prinsip dimana pihak dengan modal yang lebih besar memiliki keuntungan relatif yang akan lebih besar pula.

4. Keterjangkauan Investasi

Berbeda dengan investasi yang lain, harga di properti sendiri lebih mencerminkan secara langsung bagaimana kondisi permintaan dan penawaran. Harga yang dipatok untuk sebuah properti secara langsung dengan melihat bagaimana pasar lokal dan juga tren yang berlangsung.

Perbedaan utama dalam investasi saham dan properti terletak pada keterjangkauan atau affordability ini. Di saham sendiri, setiap transaksi umumnya dilakukan secara tunai langsung sedangkan di properti bisa melibatkan pembiayaan pihak lain. Resiko investasi properti semakin meningkat karena ada banyak pihak yang campur tangan di dalam transaksi.

5. Biaya Transaksi Cukup Tinggi

Investasi properti juga punya biaya transaksi yang cukup tinggi dan bisa beresiko terhadap keuntungan yang diperoleh. Biaya transaksinya saja sudah bisa menghabiskan biaya lebih tinggi jika dibandingkan dengan investasi di bidang lain.

Misalnya saja pada transaksi pembelian dan penjualan dimana ada pajak yang harus ditanggung masing-masing oleh penjual dan pembeli. Keduanya akan mendapatkan pajak sebesar 5% secara langsung oleh negara yang membuat beban pembayaran semakin meningkat.

6. Butuh Waktu Lama

Ketika hendak membeli sebuah properti selalu ada beragam faktor yang menjadi pertimbangan dan memang tidak bisa dalam waktu singkat. Sebuah properti bisa terjual biasanya tidak hanya dalam hitungan minggu atau bulan, transaksinya memerlukan banyak pertimbangan.

Inilah yang menjadikan properti bersifat likuiditasnya rendah karena sulitnya terjual dan dicairkan dalam bentuk uang. Saat mencari properti seseorang mungkin akan membandingkan sekitar 100 properti lalu kemudian hanya akan memilih satu yang terbaik.

7. Penyusutan Bangunan

Dalam properti, harga dari sebidang tanah memang akan terus meningkat seiring dengan kebutuhan yang ada dan ketersediaan yang tetap. Tetapi ada resiko terkait dengan bangunan yang berdiri di atas sebuah bidang tanah tersebut.

Bangunan sendiri memiliki umur dalam kelayakan untuk digunakan, tidak bisa berumur panjang seperti halnya tanah. Bergantung dari kualitas infrastruktur dan fungsinya, umur bangunan hanya berkisar antara 20-40 tahun dan bisa mengalami penurunan harga.

8. Kemungkinan Rusak Saat Bencana

Bencana alam adalah resiko tersendiri bagi bidang properti mengingat hal ini tidak menjadi resiko investasi di bidang lain. Ketika terjadi bencana seperti gempa atau banjir, ada kemungkinan bangunan properti menjadi rusak. Indonesia sendiri merupakan wilayah yang sebenarnya rawan bencana jadi resiko ini cukup besar bagi para investor properti di sini.

Meski terlihat menakutkan sebenarnya resiko ini bisa ditanggulangi dengan mendaftarkan properti ke dalam asuransi tersendiri. Hal ini membuat ketika terjadi bencana, masih ada biaya yang didapat dari pembayaran asuransi meski memang memerlukan tambahan modal.

Itulah beberapa resiko investasi properti yang dihadapi oleh seluruh pebisnis properti baik yang sudah mahir maupun para ahli. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi, lakukan analisis mendalam terlebih dahulu terhadap properti yang hendak dibeli. Memang ada keuntungan yang menjanjikan dalam bisnis ini tetapi lebih baik pahami juga resikonya.

Continue Reading

TOP STORIES