Connect with us

Finansial

Laporan Laba Rugi: Pengertian, Jenis, Fungsi, Cara Membuat dan Contohnya

Laporan Laba Rugi

Halo semuanya, ini pertama kalinya saya menulis di website income.id.

Nah, pada artikel kali ini saya akan memabahas tentang seputar laporan laba rugi. Mahasiswa akuntansi pasti sudah tidak asing lagi dengan laporan yang satu ini.

Bagaimana dengan mahasiswa baru (maba) yang masih awal menempuh kuliah akuntansi?

Ya, saya rasa mereka pasti bingung dan bertanya-tanya sebenarnya apa sih laporan laba rugi?

Ini juga terjadi pada saya beberapa tahun lalu saat saya baru saja masuk kuliah sebagai mahasiswa baru jurusan akuntansi.

Sumpah saya bingung banget saat itu, karena basicly saya adalah mantan siswa SMA jurusan IPA yang sudah pasti tidak tahu sebenarnya apa itu laporan akuntansi.

Bahkan nih, beberapa waktu lalu juga ada tetangga saya yang juga baru masuk kuliah dan mengambil jurusan akuntansi bertanya dan belajar pada saya tentang laporan laba rugi ini.

Padahal laporan laba rugi dalam akuntansi ini wajib di pahami oleh para mahasiswa akuntansi loh.

Oke, saya rasa ada cukup banyak orang khususnya mahasiswa baru terutama yang dulunya mengambil jurusan IPA saat SMA masih belum paham tentang laporan laba rugi.

Jangan khawatir karena pada artikel kali ini saya akan menjelaskan secara detail tentang laporan laba rugi terutama buat kalian yang masih menyandang status mahasiswa baru fakultas ekonomi.

Langsung saja yuk kita simak ulasannya berikut in

Apa Itu Laporan Laba Rugi? Laporan Laba Rugi Adalah….

Oke, pertama mari kita bahas dulu pengertian laporan laba rugi.

Saat mendengar kata laporan laba rugi kira-kira apa nih hal pertama yang terbesit dalam pikiran kalian?

Menurut kalian apa sih yang dimaksud dengan laporan laba rugi?

Ya, sesuai dengan namanya laporan laba rugi adalah salah satu jenis laporan keuangan yang menginterpretasikan dan mempresentasikan keadaan keuangan suatu organisasi/lembaga terutama dalam hal laba atau rugi perusahaan.

Menurut corporatefinanceinstitute.com laporan laba rugi adalah laporan keuangan inti dari suatu perusahaan yang menunjukkan laba dan rugi dalam suatu periode akuntansi tertentu.

Simple-nya begini, laporan laba rugi adalah suatu laporan yang menunjukkan apakah suatu lembaga/organisasi perusahaan mengalami kerugian (rugi) atau keuntungan (laba) dalam periode akuntansi yang sudah ditentukan.

Bagaimana caranya? Ya, sudah pasti secara simple untuk mengetahui laba atau rugi suatu usaha, kalian harus mengurangi pendapatan dan biaya-biaya yang kalian keluarkan kan?

Begitu juga perusahaan, untuk mengetahui apakah perusahaan tersebut mengalami kerugian atau keuntungan.

Perusahaan harus membuat laporan laba rugi dengan cara menghitung jumlah semua pendapatan yang didapatkan selama operasi dikurangi dengan beban biaya yang mereka keluarkan selama periode akuntansi tersebut.

Oke, jadi dapatkan disimpulkan bahwa laporan laba rugi adalah salah satu laporan keuangan yang menunjukkan laba dan rugi perusahaan.

Bagaimana caranya?

Baca juga: Tips Membuat Brosur yang Menarik dan Mampu Membius Pembaca

Cara membuat laporan laba rugi adalah dengan mengurangi pendapatan dan beban biaya yang dikeluarkan.

Laba/Rugi = Pendapatan – Beban/Biaya

Satu hal yang harus kalian ketahui, dalam suatu perusahaan wajib hukumnya membuat laporan laba rugi.

Laporan laba rugi adalah salah satu laporan keuangan inti yang wajib dibuat setelah laporan posisi keuangan/Neraca, Laporan perubahan arus kas dan laporan ekuitas.

Berbeda dengan jenis laporan yang lainnya, menurut saya laporan laba rugi adalah laporan yang paling simple untuk dibuat karena hanya mencakup 2 hal saja.

Yaitu pendapatan dan biaya-biaya yang dikeluarkan selama periode akuntansi.

Apa maksud dari periode akuntansi?

Periode akuntansi itu adalah periode waktu atau jangka waktu perusahaan dalam membuat laporan keuangan gitu loh.

Satu periode akuntansi berapa lama?

Hal ini tergantung pada kebijakan perusahaan. Ada perusahaaan yang menetapkan periode akuntansi selama 12 bulan (tahunan) dan 3 bulan (triwulan).

Balik lagi ke kebijakan perusahaannya ya.

Jadi, misal perusahaan menetapkan periode akuntansi selama 12 bulan atau periode akuntansi tahunan, maka akuntan perusahaan harus membuat laporan laba rugi dari pendapatan dikurangi biaya-biaya yang dikeluarkan selama 12 bulan.

Begitu juga untuk periode triwulan, maka perusahaan harus membuat laporan laba rugi untuk pendapatan dikurangi biaya-biaya selama 3 bulan beroperasi.

Ini tidak hanya berlaku untuk laporan laba rugi saja, tapi juga berlaku untuk semua laporan keuangan perusahaan.

Pengguna Laporan Laba Rugi

Sudah tahu kan apa itu laporan laba rugi? Oke, sekarang mari kita bahas tentang apa fungsi dan tujuan laporan laba rugi.

Ya, sebagai salah satu laporan keuangan inti dari suatu perusahaan laporan laba rugi memiliki tujuan. Untuk apa laporan laba rugi dibuat?

Tapi sebelum menjawab untuk apa laporan laba rugi dibuat, akan lebih baik jika kalian tahu dulu nih, kira-kira untuk siapa laporan laba rugi ini dibuat?

Oke, jadi dalam suatu perusahaan laporan keuangan akan dibuat untuk para pemangku kepentingan.

Secara umum, ada 2 kelompok pemangku kepentingan yang berbeda yang biasanya membutuhkan laporan laba rugi ini yaitu pengguna internal dan pengguna eksternal.

Apa bedanya? Oke, mari kita bahas kedua pengguna laporan keuangan ini.

1. Pengguna Internal

Nah, pengguna internal laporan keuangan ini adalah pihak internal atau manajemen perusahaan itu sendiri.

Misalnya seperti manajer hingga dewan direksi. Tujuanya apa?

Jadi, tujuannya adalah tentu saja tidak lain mereka butuh laporan laba rugi ini untuk menganalisa kinerja operasi usaha bisnis yang dijalaninya secara keseluruhan.

Nah, dengan mengetahui perusahaan memperoleh laba/rugi, dengan begitu pihak internal akan dengan mudah membuat keputusan di masa yang akan datang agar usaha bisnis semakin maju di masa depan.

Biasanya nih, laporan keuangan yang dibuat untuk pihak manajemen akan dibuat sedetail dan serinci mungkin.

Agar dalam menganalisa dan menetapkan keputusan dapat dilakukan dengan benar dan sesuai keadaan usaha bisnis suatu perusahaan tersebut.

Misalnya nih, pada laporan keuangan laba rugi mereka memperoleh keuntungan atau laba yang cukup signifikan.

Maka bisa saja manajemen perusahaan dapat mengambil keputusan untuk meningkatkan produksi barang yang dijual atau  membuka cabang baru. Begitu juga sebaliknya.

2. Pengguna Eksternal

Dalam suatu perusahaan yang sudah cukup besar atau bahkan perusahaan skala kecil dan menengah sekalipun pasti memiliki pihak eksternal yang juga membutuhkan laporan keuangan laba rugi.

Misalnya nih, seperti investor dan kreditur seperti bank dan lainnya.

Mereka semua adalah pengguna eksternal atau pihak-pihak yang ada di luar perusahaan.

Nah, untuk meningkatkan kredibilatas perusahaan mereka harus tahu informasi keuangan suatu perusahaan.

Oleh karena itu, biasanya perusahaan akan menerbitkan laporan keuangan guna untuk diberitahukan kepada para investor dan kreditur.

Untuk apa?

Ya, tentu saja laporan laba rugi dibuat untuk pengguna eksternal dengan tujuan agar mereka dapat mengetahui keadaan keuangan suatu perusahaan.

Bagi investor atau kreditur yang sudah meminjamkan dananya kepada perusahaan tentu mereka ingin tahu seberapa besar keuntungan perusahaan yang mereka pilih untuk investasi.

Apakah bisa tumbuh dan menjadi lebih menguntungkan? Investor bisa melihatnya dari laporan laba rugi yang dibuat. Begitu juga dengan kreditur lainnya.

Sedangkan untuk calon investor dan calon kreditur, laporan laba rugi akan diperlukan untuk dijadikan pertimbangan sebelum memutuskan untuk berinvestasi atau meminjamkan dana mereka pada perusahaan tersebut.

Jadi simple saja sih sebenarnya, pengguna eksternal khususnya investor tentu saja membutuhkan laporan keuangan yang positif agar investasi melalui pinjaman dana mereka tidak sia-sia.

Bagaimana dengan kreditur?

Sebenarnya kreditur tidak terlalu peduli tentang laba/rugi suatu perusahaan karena mereka lebih peduli pada arus kas perusahaan tersebut.

Menurut kreditur, apabila arus kas dalam suatu perusahaan lancar maka sudah pasti mereka dapat membayar kembali pinjaman yang mereka miliki.

Se-simple itu!

Eh, ternyata tidak hanya untuk investor atau kreditur juga loh.

Laporan keuangan seperti laporan laba rugi perusahaan juga bisa saja dibutuhkan oleh pesaing.

Kira-kira untuk apa ya?

Ternyata pesaing membutuhkan laporan laba rugi perusahaan lain untuk mengukur kinerja perusahaan tersebut.

Dengan adanya laporan ini, pesaing bisa mengukur seberapa baik kinerja perusahaan kompetitor.

Dengan begitu pesaing juga akan dapat memutuskan apakah mereka harus bersaing memasuki pasar baru atau membangun strategi baru.

Wah, banyak sekali ya pengguna yang ingin tahu informasi keuangan melalui laporan keuangan perusahaan ini?

Fungsi dan Tujuan Laporan Laba Rugi

Sekarang kalian sudah tahu kan untuk siapa laporan laba rugi dibuat?

Nah, saya rasa sekarang kalian sudah bisa simpulkan kira-kira untuk apa laporan laba rugi dibuat?

Ya, dapat disimpulkan bahwa fungsi dan tujuan laporan laba rugi adalah sebagai berikut.

1. Pengambilan Keputusan Manajemen

Pertama, sudah pasti laporan laba rugi dibuat agar manajemen dan dewan direksi sebagai pihak internal perusahaan mengetahui keadaan keuangan perusahaannya sendiri.

Dengan begitu, mereka akan dapat menganilisis untuk kepentingan pengambilan keputusan agar usaha bisnisnya lebih maju di masa depan.

2. Keputusan untuk Berinvestasi

Sedangkan untuk para investor dan calon investor, laporan laba rugi memiliki fungsi dan tujuan untuk dijadikan pertimbangan dalam pengambilan keputusan untuk berinvestasi.

Jika laporan keuangan suatu perusahaan baik, maka kemungkinan besar investor akan tetap berinvestasi dan calon investor mulai untuk berinvetasi.

3. Mengkomunikasikan Profitabilitas Perusahaan

Oke, sebenarnya dari kedua fungsi dan tujuan laporan laba rugi tersebut dapat disimpulkan bahwa laporan laba rugi memiliki fungsi dan tujuan untuk mengkomunikasikan profitabilitas suatu perusahaan kepada para pemangku kepentingan.

Dengan begitu, baik manajemen, investor dan kreditur dapat mengetahui profit dan aktivitas bisnis yang dilakukan selama periode akuntansi.

Jenis Laporan Laba Rugi

Berdasarkan cara pembuatannya laporan laba rugi dibagi menjadi dua jenis yaitu.

1. Laporan Laba Rugi Single Step

Yaitu jenis laporan laba rugi yang hanya menunjukkan 1 kategori pendapatan dan satu kategori biaya/pengeluaran. Lebih simple.

2. Laporan Laba Rugi Multiple Step

Yaitu jenis laporan laba rugi yang dibuat dengan mengurangi pendapatan dan biaya yang dibuat dengan cara memisahkan akun biaya ke akun lain yang lebih relevan berdasarkan fungsinya.

Misalnya seperti biaya operasi dan biaya non-operasional untuk menghitung laba kotor, sedangkan laba operasi untuk menghitung laba bersih.

Jenis laporan yang paling sering digunakan adalah laporan laba rugi multiple step karena lebih rinci dan detail.

Format dan Cara Membuat Laporan Laba Rugi

Berikut ini format dan tata cara membuat laporan laba rugi pada perusahaan dagang agar kalian paham dan mengerti.

  • Tulisan nama perusahaan dan judul laporan lengkap dengan periode akuntansinya pada bagian atas.
  • Masukkan total pendapatan dari penjualan. Untuk laporan laba rugi perusahaan dagang kalian bisa masukkan juga diskon, retur dan pendapatan lainnya hingga menjadi total penjualan.
  • Masukkan HPP (Harga Pokok Penjualan) beserta angkanya.
  • Tulis laba/rugi kotor setelah HPP. Kurangkan total penjualan dengan HPP.
  • Masukkan biaya-biaya yang sudah dikeluarkan secara rinci.
  • Hitung laba/rugi sebelum pajak dengan mengurangkannya laba/rugi kotor dengan biaya-biaya.
  • Masukkan besaran pajak, lalu kurangkan dengan laba/rugi sebelum pajak dengan besarnya pajak.
  • Selesai, sekarang kalian bisa tahu berapa laba/rugi perusahaan.

Contoh Laporan Laba Rugi Perusahaan

Nah, untuk lebih jelasnya saya akan ilustrasikan pada gambar contoh laporan laba rugi perusahaan berikut ini.

Oke, jadi laporan laba rugi adalah salah satu laporan keuangan yang menyajikan pendapatan dan biaya-biaya yang dikurangkan hingga terdapat hasil laba/rugi bersih perusahaan.

Baca Juga: Laporan Keuangan Perusahaan, Lengkap dan Mendalam !

Sekarang kalian sudah paham kan? semoga artikel ini bermanfaat ya!

Finansial

Bahas Tuntas Apa itu NPWP dan Cara bikin NPWP Online

Apa pekerjaan kamu saat ini? Apakah Pegawai Negeri Sipil (PNS), wiraswasta, investor, atau lainnya? Apapun pekerjaan kamu saat ini, kamu tetap wajib untuk membayar pajak penghasilan.

Pajak merupakan bentuk kontribusi kamu pada negara untuk pembangunan. Besarnya pajak yang harus dibayarkan setiap orang tentu saja berbeda. Untuk membayar pajak ini, kamu perlu memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Sesuai dengan Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak nomor SE-60/PJ/2013, setiap wajib pajak hanya diberikan satu NPWP, di mana NPWP tersebut terdiri dari 15 digit, dengan rincian 9 digit pertama merupakan kode wajib pajak, kemudian tiga digit berikutnya merupakan kode administrasi kantor wajib pajak terdaftar, dan 3 digit selanjutnya merupakan kode status wajib pajak (pusat atau cabang).

Untuk lebih lengkapnya, kali ini Income.id akan membahas lengkap mengenai NPWP, mulai dari pengertian NPWP, pengelompokkan wajib pajak, sanksi tidak memiliki NPWP, NPWP Pribadi, fungsi dan manfaat memiliki NPWP, syarat membuat NPWP Pribadi, cara bikin NPWP online, hingga syarat penghapusan NPWP. Berikut uraiannya, seperti dikutip dari berbagai sumber:

Pengertian NPWP

(sumber : klikpajak.id)

Berdasarkan pasal 1 Nomor 6 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) adalah identitas atau tanda pengenal yang diberikan Ditjen Pajak kepada wajib pajak.

Dengan kata lain, NPWP adalah nomor yang berfungsi sebagai sarana administrasi perpajakan. Nomor ini dipergunakan sebagai tanda pengenal diri wajib pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakan.

NPWP menjadi identitas yang melekat dengan wajib pajak sehingga kepemilikan dan penggunaannya harus dilaksanakan sesuai peraturan perpajakan yang berlaku.

NPWP ini wajib dimiliki oleh perorangan yang memperoleh penghasilan di atas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) selama satu tahun.

Selain itu, semua badan usaha dan orang pribadi yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas, seperti dokter, akuntan, notaris, dan pengacara juga wajib memiliki NPWP.

Pada dasarnya, tidak semua orang wajib mendaftarkan diri pada kantor Direktorat Jenderal Pajak untuk dicatat sebagai wajib pajak dan sekaligus untuk mendapatkan NPWP.

Hanya wajib pajak yang telah memenuhi persyaratan subjektif dan objektif yang harus mendaftarkan diri untuk memiliki NPWP.

Yang dimaksud dengan persyaratan subjektif adalah persyaratan yang sesuai dengan ketentuan mengenai subjek pajak dalam undang-undang pajak penghasilan.

Dalam Undang-Undang (UU) Republik Indonesia Nomor 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan UU Nomor 36 tahun 2008, yang menjadi subjek pajak adalah orang pribadi, warisan yang belum terbagi sebagai satu kesatuan menggantikan yang berhak, badan dan bentuk usaha tetap.

Sedangkan yang dimaksud dengan persyaratan objektif adalah persyaratan bagi subjek pajak yang menerima atau memperoleh penghasilan atau diwajibkan untuk melakukan pemotongan/ pemungutan sesuai dengan ketentuan UU PPh dimaksud.

Untuk lebih jelasnya, pengertian objek pajak dijelaskan dalam pasal 4 UU Nomor 36 tahun 2008. Objek pajak adalah penghasilan, yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh wajib pajak baik berasal dari Indonesia, maupun dari luar Indonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan wajib pajak yang bersangkutan dengan nama dan dalam bentuk apa pun.

NPWP tidak berubah meskipun wajib pajak pindah tempat tinggal/tempat kedudukan atau mengalami pemindahan tempat terdaftar.

Pihak yang disebut sebagai wajib pajak adalah orang yang menerima penghasilan, baik yang bekerja maupun dari hasil mendirikan usaha.

Wajib pajak itu digolongkan menjadi dua, yaitu Orang Pribadi dan Badan. Maksudnya, orang pribadi itu perorangan, sedangkan badan adalah perusahaan.

Jika kamu merupakan seorang pemiliki bisnis, perusahaan, enterpreneur, maka kamu harus memiliki dua NPWP, yakni NPWP pribadi dan NPWP badan.

NPWP berfungsi untuk mempermudah administrasi pajak. Berguna juga sebagai identitas wajib pajak untuk mengurus kewajiban dan hak yang terkait dengan pajak.

Kode ini akan selalu dicantumkan dalam dokumen-dokumen perpajakan. Dan juga jika kamu sudah memiliki NPWP, maka ketika mengurus pengajuan kredit bank, pembuatan pembukaan rekening di bank serta mengurus pembuatan paspor akan menjadi lebih mudah.

Jadi kesimpulannya, NPWP atau Nomor Pokok Wajib Pajak adalah nomor yang wajib dimiliki wajib pajak, baik perorangan maupun badan usaha sebagai sarana administrasi perpajakan serta identitas dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakan, meliputi pembayar pajak, pemotong pajak, dan pemungut pajak, yang mempunyai hak dan kewajiban perpajakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.

NPWP juga menjadi persyaratan pelayanan umum, seperti pengajuan kredit, pembuatan paspor, dan sebagainya.

Pengelompokan Wajib Pajak

(sumber : Liputan6.com)

Dikutip dari laman pajak.go.id, berikut pengelompokan wajib pajak secara lengkap:

Kelompok Wajib Pajak orang pribadi

1. Orang Pribadi (Induk)

Wajib pajak belum menikah, dan suami sebagai kepala keluarga.

2. Hidup Berpisah (HB)

Wanita kawin yang dikenai pajak secara terpisah karena hidup berpisah berdasarkan putusan hakim.

3. Pisah Harta (PH)

Suami-istri yang dikenai pajak secara terpisah karena menghendaki secara tertulis berdasarkan perjanjian pemisahan harta dan penghasilan secara tertulis.

4. Memilih Terpisah (MT)

Wanita kawin, selain kategori Hidup Berpisah dan Pisah Harta, yang dikenai pajak secara terpisah karena memilih melaksanakan hak dan memenuhi kewajiban perpajakan terpisah dari suaminya.

5. Warisan Belum Terbagi (WBT)

Sebagai satu kesatuan merupakan subjek pajak pengganti, menggantikan mereka yang berhak, yaitu ahli waris.

Kategori Wajib Pajak Badan

1. Badan

Sekumpulan orang dan/atau modal yang merupakan kesatuan baik yang melakukan usaha maupun yang tidak melakukan usaha.

2. Joint Operation

Bentuk kerja sama operasi yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau Jasa Kena Pajak atas nama bentuk kerja sama operasi.

3. Kantor Perwakilan Perusahaan Asing

Wajib Pajak perwakilan dagang asing atau kantor perwakilan perusahaan asing (representative office/liaison office) di Indonesia yang bukan Bentuk Usaha Tetap (BUT).

4. Bendahara

Bendahara pemerintah yang membayar gaji, upah, honorarium, tunjangan, dan pembayaran lain dan diwajibkan melakukan pemotongan atau pemungutan pajak.

5. Penyelenggara Kegiatan

Pihak selain empat wajib pajak badan sebelumnya yang melakukan pembayaran imbalan dengan nama dan dalam bentuk apapun sehubungan dengan pelaksanaan kegiatan.

Sanksi Tidak Memiliki NPWP

Jika kamu menerima penghasilan kena pajak dari suatu perusahaan ataupun usaha sendiri, kamu wajib menyetorkan pajak terutang tersebut pada negara. Oleh karena itu, kamu diwajibkan memiliki NPWP untuk semua transaksi perpajakan.

Namun sayangnya, masih banyak orang beranggapan kalau bikin NPWP online itu ribet dan memakan waktu lama. Hal itulah yang membuat segelintir orang tidak membuat NPWP.

Ada konsekuensi yang bisa mereka terima jika tidak memiliki NPWP. Beberapa akibat apabila seseorang yang telah memenuhi persyaratan subjektif dan objektif namun tidak mendaftarkan NPWP adalah sebagai berikut:

1. NPWP-nya akan diterbitkan secara jabatan kepada wajib pajak. Kewajiban perpajakan akan dimulai sejak saat wajib pajak memenuhi persyaratan subjektif dan objektif paling lama lima tahun sebelum diterbitkan NPWP.

2. Apabila wajib pajak sengaja tidak melakukan pendaftaran untuk diberikan NPWP sehingga dapat menimbulkan kerugian pada pendapatan negara, maka menurut Undang-Undang No. 6 Tahun 1983 Tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, dengan perubahan terbaru pada Undang-Undang No. 28 Tahun 2007, terdapat dua sanksi, yakni:

  • Pidana penjara paling singkat 6 bulan dan paling lama 6 tahun.
  • Denda senilai dua kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar, dan paling banyak empat kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar.

3. Wajib pajak dengan penghasilan yang dikenai PPh Pasal 21, jika tidak memiliki Identitas Pajak ini, akan dikenakan tarif 20 persen lebih besar dari tarif aslinya.

Contoh:

Tarif Pajak Penghasilan Pasal 21 Anda misalkan sebesar 15 persen, tanpa NPWP akan menjadi = 15 persen + (15 persen x 0.2) = 18 persen

Sedangkan untuk PPh Pasal 22 dan PPh Pasal 23, kenaikan tarif yang berlaku adalah sebesar 100 persen.

NPWP Pribadi

(sumber : Detik.com)

NPWP pribadi adalah Nomor Pokok Wajib Pajak yang diberikan Ditjen Pajak untuk orang perorangan.

Fungsi NPWP untuk wajib pajak orang pribadi adalah sebagai kartu identitas resmi untuk transaksi perpajakan, seperti hitung, setor, dan lapor pajak pribadi dan tidak ditujukan untuk transaksi perpajakan badan usaha.

Fungsi dan Manfaat Memiliki NPWP

Sebenarnya banyak fungsi dan manfaat yang bisa kita dapatkan dari kepemilikan NPWP, di antaranya sebagai sarana dalam hal administrasi perpajakan, kemudian salah satu usaha dalam menjaga ketertiban dalam hal pembayaran dan pengawasan administrasi perpajakan.

NPWP juga menjadi salah satu persyaratan untuk mendapatkan pelayanan umum serta persyaratan untuk pengurusan dokumen-dokumen bagi wajib pajak yang melakukan usaha.

Selain sebagai tanda pengenal dalam melaksanakan hak dan kewajiban di bidang perpajakan, saat ini sudah banyak instansi yang menambahakan NPWP sebagai salah satu persyaratan untuk mendapatkan pelayanan yang disediakan oleh instansi tersebut.

Lalu sebenarnya apa saja manfaat memiliki NPWP? Berikut berbagai fungsi dan manfaat memiliki NPWP:

1. Pengajuan Kredit ke Bank

Selain KTP, NPWP menjadi dokumen yang harus ada ketika ingin mengajukan pinjaman ke bank. Melalui NPWP, pihak bank bisa mengetahui apakah calon debiturnya taat pajak atau sebaliknya.

Bila sudah memiliki NPWP, proses pengajuan kredit pun bisa sedikit lebih mudah. Berikut fasilitas kredit yang butuh NPWP dalam persyaratannya:

  • Kredit kepemilikan rumah (KPR).
  • Kredit tanpa angunan (KTA).
  • Kartu kredit.
  • Kredit multiguna.
  • Kredit kendaraan bermotor.

2. Membuat SIUP

Ingin mendirikan sebuah badan usaha? Kamu tentu membutuhkan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) sebagai dokumen yang membuktikan legalitas badan usaha tersebut.

Untuk membuat SIUP, ada beberapa dokumen yang wajib dimiliki sebagai syarat administrasi. Salah satu dokumen tersebut adalah NPWP.

3. Melaksanakan Urusan Perpajakan

Inilah fungsi NPWP yang paling utama. Bagi wajib pajak yang ingin membayar dan melaporkan pajak, tentu wajib memiliki NPWP.

Selain itu, wajib pajak yang memiliki NPWP juga akan terhindar dari keharusan membayar tarif pajak lebih mahal ketimbang tarif aslinya. Poin inilah yang paling dirasakan manfaatnya oleh pemegang kartu NPWP.

4. Melamar Pekerjaan

Banyak perusahaan mewajibkan para calon pekerjanya memiliki NPWP. Namun, apakah bisa membuat NPWP bila belum bekerja?

Ditjen Pajak rupanya memiliki kebijakan untuk membantu pembuatan NPWP bagi mereka yang akan masuk dunia kerja. Sejumlah Kantor Pelayanan Pajak biasanya mensyaratkan surat rekomendasi dari perusahaan atau meminta keterangan mengenai perusahaan tempat pemohon NPWP yang bersangkutan bekerja.

5. Syarat Membuat Rekening Bank

Dalam proses pembukaan rekening di bank, kita mengenal istilah Customer Due Diligence (CDD). CDD merupakan upaya bank untuk mengidentifikasi dan memverifikasi data calon nasabah. Salah satu dokumen yang dibutuhkan untuk verifikasi data calon nasabah tersebut adalah NPWP.

Syarat melampirkan NPWP dalam pembukaan rekening dilakukan semata-mata merupakan bentuk kepatuhan pihak bank kepada Bank Indonesia.

Sebab, menurut peraturan Bank Indonesia Nomor 14/27/PBI/2012 pasal 14 ayat 1 huruf a menjelaskan bahwa calon nasabah yang memiliki benefical owner wajib menyerahkan NPWP untuk mencegah pencucian uang dan pencegahan pendanaan teroris oleh bank umum.

6. Membeli Produk Investasi

Reksa dana merupakan salah satu jenis investasi yang cocok digunakan oleh pemula yang baru saja terjun ke dunia investasi. Nah, NPWP menjadi syarat yang harus terlampir dalam dokumen pengajuan investasi jenis ini.

Tujuan pemenuhan data NPWP hampir sama dengan fungsi NPWP nomor 5, yaitu memberantas dan mencegah tindak pidana pencucian uang serta pendanaan kegiatan teroris.

7. Syarat Mengikuti Lelang Proyek Pemerintah

Beberapa daerah di Indonesia mewajibkan peserta lelang proyek memiliki NPWP. Hal ini dilakukan untuk melaksanakan peraturan Dirjen Pajak yang mengharuskan peserta lelang/tender memiliki NPWP. Alasan utamanya tentu saja untuk menjaring Wajib Pajak lebih banyak lagi.

Syarat Membuat NPWP Pribadi

Berikut ini beberapa persyaratan membuat NPWP:

1. NPWP pribadi untuk karyawan

  • Fotocopy identitas diri, yaitu KTP untuk Warga Negara Indonesia (WNI).
  • Fotocopy paspor, Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS), atau Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) untuk Warga Negara Asing (WNA).
  • Surat keterangan kerja dari tempat kerja
  • Bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) bisa membawa Surat Keputusan (SK).
  • Mengisi formulir pengajuan NPWP.

2. NPWP pribadi bagi wirausaha

  • Fotocopy identitas diri, yaitu KTP untuk Warga Negara Indonesia (WNI).
  • Fotocopy paspor, Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS), atau Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) untuk Warga Negara Asing (WNA).
  • Surat Keterangan Usaha (SKU) minimal dikeluarkan oleh lurah atau bukti tagihan listrik.
  • Surat pernyataan yang sudah ditandatangani di atas materai yang menjelaskan bahwa wajib pajak memang benar memiliki usaha.

3. NPWP untuk wanita yang sudah menikah yang ingin hak dan kewajiban pajaknya terpisah dari suami

Ada beberapa kasus di mana penghasilan sang istri lebih besar dibanding suami. Karena itulah, kamu bisa mengajukan NPWP secara terpisah, dengan persyaratan:

  • Fotocopy NPWP, KTP, dan KK suami
  • Surat keterangan kerja dari perusahaan.
  • Surat perjanjian pemisahan harta dan penghasilan yang dikehendaki oleh kedua belah pihak.
  • Mengisi formulir pengajuan NPWP.

Membuat NPWP ada beberapa cara berikut penjelasanya:

1. Cara Bikin NPWP Online

Bagi kamu yang merasa repot datang ke kantor pelayanan pajak dan mengantri untuk membuat NPWP, kini tak perlu pusing dan beralasan lagi.

Karena di era yang sudah serba digital seperti saat ini, kamu sudah bisa melakukan berbagai macam hal hanya bermodalkan internet. Salah satunya adalah bikin NPWP online.

Kamu hanya perlu mengisi data dan mengikut langkah-langkahnya. Pendaftaran pun selesai. Setelah itu, baru melengkapi persyaratan membuat NPWP dan mengirimkannya ke Kantor Pajak Pratama (KPP) tempatmu mendaftar.

Meski cenderung praktis, proses yang dibutuhkan untuk bikin NPWP online ternyata cenderung lebih lama (1-14 hari kerja) dibandingkan mengurus langsung ke kantor pelayanan pajak.

Berikut panduan cara bikin NPWP online untuk pribadi:

  1. Kunjungi situs pendaftaran NPWP di e-Registration (E-REG DJP) ereg.pajak.go.id.
  2. Bagi kamu yang belum pernah mengisi ereg.pajak.go.id, buat akun baru terlebih dahulu. Klik “Daftar” yang berada pada bagian paling bawah.
  3. Lengkapi seluruh data pendaftaran dengan benar. Data yang diminta meliputi nama, alamat e-mail (pastikan e-mail yang kamu masukkan aktif), password, dan sebagainya.
  4. Kamu kemudian akan mendapatkan panduan untuk melakukan aktivasi dari Dirjen Pajak yang dikirimkan via e-mail yang telah didaftarkan.
  5. Ikuti petunjuk pada e-mail untuk melakukan aktivasi.

Langkah selanjutnya dalam cara bikin NPWP online ialah:

  1. Setelah proses aktivasi berhasil dilakukan, login kembali ke sistem e-Registration dengan memasukkan e-mail dan password yang telah kamu buat. Kamu kemudian akan melihat tampilan Registrasi Data WP (wajib pajak) untuk pembuatan NPWP.
  2. Lengkapi semua data dengan benar pada formulir persyaratan membuat NPWP yang tersedia.
  3. Jika data sudah diisi, selanjutnya klik daftar untuk mengirim registrasi wajib pajak secara elektronik ke KPP tempat wajib pajak terdaftar.
  4. Kemudian cetak formulir registrasi beserta surat keterangan terdaftar yang ada pada layar.
  5. Tandatangani formulir registrasi wajib pajak dan lengkapi dokumen lain yang diperlukan.
  6. Setelah itu, kirimkan semua dokumen ke KPP tempatmu mendaftarkan diri. Berkas tersebut dapat dikirim via pos atau diserahkan langsung. Perlu diketahui, kalau pengiriman dokumen harus dilakukan selambatnya 14 hari setelah formulir dikirim secara elektronik.
  7. Kamu juga bisa mengirimkan berkas tanpa mendatangi KPP ataupun melalui pos. Caranya, scan semua dokumen dan unggah dalam bentuk soft file melalui aplikasi e-Registration.
  8. Setelah berkas dikirim, tunggulah sampai kartu NPWP sampai ke alamat rumahmu. Kamu dapat memeriksa status pendaftaran melalui e-mail atau halaman history pendaftaran pada aplikasi e-Registration. Jika ternyata kartu NPWP tidak dikirim dalam waktu yang lama, bisa jadi karena syarat-syarat belum dipenuhi sehingga dianggap tidak sah. Segera lengkapi data yang perlu diperbaiki.

Mudah bukan bikin NPWP online? Kamu tinggal mengikuti cara pengisian di atas atau menghubungi Kring Pajak di nomor 1500-200 untuk mendapatkan panduan pengisian formulir pembuatan NPWP online.

2. Datang langsung ke kantor pelayanan pajak

Jika bikin NPWP online terlalu lama buat kamu. Jangan khawatir karena Cara membuat NPWP tidak hanya online saja, tapi juga bisa datang langsung ke kantor pelayanan pajak.

  1. Datang ke kantor pelayanan pajak saat hari dan jam kerja
  2. Bawa syarat-syarat yang dibutuhkan.
  3. Untuk catatan, pembuatan kartu NPWP tidak dipungut biaya
  4. Isi formulir pendaftaran dengan lengkap dan benar.
  5. Serahkan syarat-syarat membuat kartu NPWP ke petugas.
  6. Setelah selesai, kartu NPWP akan dikirim lewat pos sesuai prosedur yang berlaku. Namun bisa saja langsung jika tempat kamu terpencil.

3. Cara pendaftaran NPWP melalui notaris

Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) bekerja sama dengan Ikatan Notaris Indonesia (INI) dalam memudahkan layanan kepada masyarakat, khususnya wajib pajak (WP) badan untuk mendapatkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Nantinya, WP badan yang ingin membuat NPWP tak perlu mendatangi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama, namun cukup mendatangi Kantor Notaris tertentu.

Kasubdit Pengembangan Pelayanan Ditjen Pajak Ferliandi Yusuf mengatakan program ini akan berlaku mulai 1 November 2018 dan dilayani oleh sebanyak 28 notaris yang telah ditunjuk dengan Keputusan Direktur Jenderal Pajak.

Dia menjelaskan, penerbitan NPWP Badan dilakukan secara elektronik setelah notaris melengkapi data dan mengunggah dokumen yang dipersyaratkan melalui aplikasi e-registration. Meski begitu, pencetakan kartu NPWP tetap dilakukan di KPP dengan menunjukkan surat terdaftar.

Selain meningkatkan kemudahan bagi wajib pajak, program ini memberikan manfaat juga bagi Direktorat Jenderal Pajak sendiri, yaitu meningkatkan validitas dan akurasi data pendaftaran wajib pajak sehingga akan lebih meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan dan evaluasi kepatuhan wajib pajak.

NPWP Tidak Memiliki Masa Kedaluwarsa

Sejak seseorang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak, maka pada saat itulah kewajiban serta hak sebagai pemegang NPWP melekat pada dirinya seumur hidup. Dengan kata lain, NPWP tidak memiliki masa kedaluwarsa.

Meski begitu, bukan berarti hak serta kewajiban pemegang kartu NPWP tidak dapat dihilangkan. Sebagai wajib pajak, kamu juga berkewajiban untuk menjaga kartu agar tidak rusak dan hilang.

Syarat Penghapusan NPWP

(sumber : klikpajak.id)

Syarat penghapusan NPWP adalah apabila Wajib Pajak sudah tidak lagi memenuhi persyaratan subjektif dan atau objektif, termasuk karena meninggal dunia, kembali ke negara asal, dan penghapusan NPWP istri yang ikut suami.

Baca juga: Bingung Cari Ide Bisnis ? ini Lho Daftar Peluang Usaha Modal 10 Juta

Bagi Pemilik NPWP yang sudah tidak memiliki usaha atau pekerjaan lagi, lebih baik mengajukan permohonan pencabutan NPWP. Pencabutan NPWP diperlukan untuk menghindari penerbitan STP (Surat Tagihan Pajak) karena tidak melaporkan SPT. Denda administrasi karena tidak melaporkan SPT mulai Rp100.000 sampai dengan Rp1.000.000,00.

Penghapusan NPWP dilakukan berdasarkan permohonan Wajib Pajak/kuasanya atau hasil analisis data dan penelitian terhadap administrasi perpajakan oleh Petugas Pajak.

NPWP akan dihapuskan setelah dilakukan pemeriksaan lanjut terlebih dahulu. Pemeriksaan dilakukan oleh petugas fungsional pemeriksa pajak untuk memastikan bahwa NPWP memang ‘layak’ dicabut dan telah memenuhi syarat.

Perlu diingat, pajak adalah komponen utama pendapatan negara dengan kontribusi terbesar mencapai 75-80 persen.

Maka dari itu, sebagai warga negara yang baik, sudah sepatutnya kita taat dan peduli terhadap kewajiban perpajakan dimulai dengan memiliki NPWP. Memiliki NPWP dan membayar pajak bukti kepedulian kamu kepada bangsa.

Buat kamu yang belum punya NPWP, yuk segera buat!

Continue Reading

Personal Finance

Tips Menabung Buat Kalian yang Susah Mengatur keuangan

tips menabung

Menabung sebetulnya menjadi hal wajib yang harus dilakukan terutama bagi seorang pekerja yang memperoleh pendapatan tiap bulan.

Namun sebagian orang masih sulit untuk melakukannya, bahkan tidak tahu cara memulainya.

Jika kalian masih tidak mampu menyisihkan uang untuk ditabung, ikuti saja tips menabung yang bisa coba diikuti berikut ini.

Sisihkan Tabungan Di Awal Bulan

Pada umumnya pegawai menerima gaji awal bulan. Pada saat inilah langsung kelola gaji dengan baik. Pisahkan segera uang yang akan ditabung kemudian sisanya bisa digunakan untuk kepentingan lain.

Langkah pertama adalah menentukan besarnya uang yang akan ditabung. Karena tidak sedikit orang yang gagal menabung karena kurang tepat menentukan nominal tabungan.

Paling aman, setidaknya sisihkan 10 % dari gaji untuk tabungan. Jangan takut jika terlalu sedikit, karena itu lebih baik daripada tidak menabung sama sekali.

Cara seperti ini akan membuat uang lebih aman tersimpan dan menghindarkan uang akan terpakai untuk keperluan yang tidak penting.

Catat Semua Pengeluaran

Tips menabung berikutnya adalah mulai mencatat semua pengeluaran per bulan.

Mencatat beberapa pengeluaran ini akan berguna untuk membantu menjaga keseimbangan antara pengeluaran dan pemasukan.

Yang perlu diperhatikan adalah selalu prioritaskan kebutuhan dan hindari mendahulukan keinginan ketika ingin mengeluarkan uang.

Catat masing-masing pengeluaran dan kelompokkan. Misalnya uang untuk transportasi, untuk sembako, cicilan rumah atau uang kos, dan lain-lain. Ingat saat belanja di mall usahakan untuk mengendalikan diri. Beli saja barang yang butuh bukan hanya yang sekedar diinginkan.

Lunasi Dulu Utang – Tips Menabung Paling Manjur

Melunasi utang ternyata juga merupakan salah satu tips menabung yang bisa diterapkan. Tidak jarang utang bisa menjadi penyebab beban pikiran.

Utang yang belum terlunasi, malah akan membuat perencanaan keuangan menjadi kacau. Untuk itu segeralah untuk melunasi utang jika berencana untuk memiliki tabungan secepatnya.

Jika tidak terhalang utang, maka akan lebih bebas menyisihkan uang untuk ditabung. Perencanaan keuangan makin mudah dan lancar.

Tetapkan Tujuan Menabung

Menetapkan tujuan menabung juga termasuk tips menabung yang harus kalian lakukan.

Tujuan dapat membuat seseorang lebih terarah, bersungguh-sungguh, dan bisa fokus mengejar impian. Maka dari itu menetapkan tujuan sangat penting termasuk untuk menabung.

Dengan punya tujuan yang jelas untuk menabung akan lebih efektif ketimbang sama sekali tidak punya.

Selain tujuan yang harus jelas sebaiknya tujuan tersebut juga dapat diukur pencapaiannya. Tujuan ini bisa menjadi motivasi supaya tetap semangat untuk menabung

Ambil contoh saja, jika tujuan jangka pendek seperti untuk liburan. Atau tabungan jangka panjang untuk biaya pendidikan, dan lain sebagainya.

Baru bisa tahu, berapa banyak uang yang dibutuhkan supaya tujuan tersebut tercapai. Selain itu berapa lama waktu menabung hingga bisa mencapai jumlah tersebut.

Bawa Bekal Ke Kantor

Sebagai seorang pekerja, sebagian besar waktu akan disibukkan di kantor. Termasuk ketika makan siang. Karena di kantor, tentu tidak seperti di rumah yang bisa setiap saat bisa memasak dengan bebas.

Kebanyakan pekerja memilih membeli makanan di luar untuk makan siang. Jika ingin rencana menabung berhasil, sebaiknya segera tinggalkan kebiasaan ini.

Bayangkan saja berapa uang yang dikeluarkan jika setiap hari harus makan siang di luar, pastinya cukup besar. Daripada boros, pertimbangkan untuk membawa bekal sendiri dari rumah.

Selain lebih hemat, membawa bekal juga lebih terjamin kebersihannya. Siapa tahu, makanan yang dijual di luar ternyata tidak bersih yang bisa membawa penyakit.

Pakai Transportasi Umum

Lokasi kantor jauh dari rumah? Pastinya butuh kendaraan untuk sampai ke sana. Menggunakan transportasi umum untuk pergi ke kantor bisa menjadi tips menabung yang  bisa dicoba. Daripada harus menggunakan kendaraan pribadi, cara ini bisa jauh lebih hemat.

Selisih rupiah antara naik kendaraan umum dan pakai kendaraan pribadi akan besar. Jika memakai kendaraan pribadi, uang akan habis untuk bensin, biaya parkir, dan lainnya.

Belum lagi jika terlalu lama dipakai bisa saja kendaraan perlu diservis. Biaya yang harus dikeluarkan tentu lebih banyak daripada pakai kendaraan umum.

Ongkos kendaraan umum tidak seberapa besar. Selain itu, tidak harus menyetir sendiri jadi tidak lelah. Pastinya selisih uang bisa dipakai untuk menabung.

Hindari Pengeluaran Tidak Penting

Jika ingin bisa menabung, upayakan untuk tidak menganggap remeh segala pengeluaran kecil yang dirasa sepele.

Terutama bagi  yang suka membeli kopi di kedai yang mahal setiap pagi. Jika sesekali mungkin tidak terasa. Namun coba pikirkan jika kebiasaan tersebut dilakukan setiap pagi. Berapa rupiah yang harus keluar.

Coba renungkan kembali apakah meminum kopi mahal ala café itu perlu?

Apa tidak lebih baik diganti dengan menyeduh sendiri kopi di kantor. Bukankan rasanya juga tidak jauh beda. Selain itu menyeduh kopi sendiri juga jauh lebih hemat.

Dari pada harus menghabiskan uang hanya demi satu cup kopi mahal, lebih baik sisihkan uangnya untuk ditabung.

Pertimbangkan Untuk Menggunakan Sistem Menabung Otomatis

BCA Black

Tips menabung selanjutnya adalah mulailah untuk mempertimbangkan sistem tabungan otomatis.

Hampir semua bank di Indonesia sudah menyediakan fitur seperti ini untuk para nasabahnya. Jadi nanti cara kerja tabungan otomatis ini, begitu awal bulan setelah gaji ditransfer maka akan otomatis terpotong sebagian ke rekening tabungan.

Cara ini cukup ampuh, terutama bagi yang boros dan suka tidak terkontrol menggunakan uang setelah gajian. Hal ini juga membuat seseorang lebih disiplin menyisihkan uangnya untuk ditabung. Tabungan otomatis ini tidak bisa diambil setiap waktu.

Pada umumnya rekening tabungan seperti ini hanya bisa diambil 1 kali dalam setahun atau tergantung kebijakan masing-masing bank.

Memanfaatkan Diskon

diskon

Kalau sudah hobi memang sangat susah ditinggalkan. Salah satunya jika seseorang memang pada dasarnya hobi belanja.

Begitu dapat gaji, memang sangat sulit untuk tidak pergi belanja hingga lupa diri. Alhasil, uang yang seharusnya bisa ditabung, malah terpakai untuk berbelanja. Ada tips sendiri bagi para penggila belanja supaya tetap bisa menabung.

Tipsnya adalah cobalah mencari terlebih dahulu pusat perbelanjaan yang kebetulan menawarkan diskon. Atau setidaknya cari tempat belanja yang mempunyai program cashback. Penawaran seperti ini sangat banyak ditemukan saat ini.

Apalagi jika bertepatan dengan event-event tertentu. Jika belanja diskon, sisa uang pasti bisa disisihkan untuk ditabung.

Menjadikan Tabungan Sebagai Aset Rill

Perbedaan Antara Sistem Ekonomi Islam dengan Sistem Ekonomi Konvensional

Tips menabung yang terakhir adalah coba jadikan uang tabungan menjadi aset rill contohnya saja berupa emas.

Hal ini bisa jadi pengontrol supaya lebih bisa mengendalikan diri untuk tidak berbelanja yang tidak perlu. Menjadikan tabungan sebagai emas, artinya uang tabungan tidak akan bisa sembarang diambil sewaktu-waktu.

Jika tabungan yang dimiliki masih berbentuk uang, seseorang akan mudah tergiur untuk menggunakannya karena gampang diambil kapan pun.

Baca juga: Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Menurut Islam

Menjadikan tabungan menjadi aset emas adalah cara paling efektif. Setidaknya bisa bebas menabung tanpa takut uang terpakai untuk keperluan yang sebenarnya tidak terlalu penting.

Itu tadi tips menabung yang bisa coba diikuti. Bagi yang kesulitan untuk menabung coba saja menerapkan cara-cara di atas. Mulai lah menabung untuk masa depan yang lebih baik.

Continue Reading

Personal Finance

Tips Hemat Membeli Produk Kecantikan Skincare

Saat ini produk kecantikan terutama skincare untuk wajah memang begitu menarik perhatian masyarakat. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang rela menghabiskan banyak uang.

Padahal, sebetulnya ada tips supaya pembelian skincare tidak terlalu menguras kantong. Simak tips jitu supaya tidak boros belanja produk skincare berikut ini

Kenali Dulu Jenis Kulit Wajah Dengan Baik

Salah satu faktor yang menyebabkan seseorang terlalu berlebihan ketika membeli produk kecantikan seperti skincare adalah karena mengikuti trend.

Banyak sekali skincare ditawarkan di media sosial yang hitz. Namun, sebaiknya jangan mudah tergiur dulu, karena produk skincare tersebut belum tentu cocok di kulit semua orang.

Jalan terbaik adalah kenali dulu jenis kulit wajah masing-masing sebelum membeli sebuah produk kecantikan.

Caranya mudah, ambil saja sebuah face paper, kemudian tempelkan ke wajah selama kira-kira satu jam tanpa menggunakan make up. Letakkan di beberapa titik di wajah yaitu sekitar dahi, hidung, dagu, dan pipi.

Jika setelah satu jam, paper face banyak menyerap minyak di hidung dan dahi, artinya punya jenis kulit kombinasi.

Paper face banyak menyerap minyak di hampir semua bagian bisa jadi tanda punya kulit berminyak. Namun, jika paper face tidak menunjukkan adanya penyerapan minyak di semua bagian, artinya punya kulit kering.

Dengan lebih tahu jenis kulit masing-masing, akan lebih mudah memilih skincare yang tepat. Jadi tidak asal pilih dan langsung beli sehingga bisa lebih hemat. Selain itu juga menghindari adanya resiko alergi akibat dari penggunaan skincare yang tidak cocok.

Temukan Permasalahan Utama Kulit Wajah Lalu Fokus Untuk Memperbaiki Hal Tersebut

Supaya lebih hemat, jangan asal beli semua produk skincare yang dijual di pasaran. Selain perlu mengetahui dahulu jenis kulit, sebaiknya pahami juga permasalahan utama yang dialami kulit wajah.

Contohnya saja kulit wajah ternyata dehidrasi, kusam, atau mudah berjerawat. Jika sudah menemukan permasalahan utama wajah, fokuslah untuk memperbaiki hal tersebut.

Belilah produk skincare yang memang ditujukan untuk memperbaiki permasalahan kulit wajah yang dialami.

Misalnya kebetulan punya wajah yang mudah berjerawat. Maka pilihlah produk skincare yang mengandung salicylic acid atau tea tree karena dikenal ampuh membasmi jerawat. Bisa juga jika punya kulit kusam, belilah skincare yang punya kandungan vitamin C.

Dengan begitu, budget yang digunakan untuk membeli skincare pasti tepat sasaran.

Paling penting adalah jangan mudah tergoda untuk membeli produk kecantikan yang sebenarnya tidak sedang dibutuhkan kulit wajah.

Baca Review Produk Kecantikan dari Pengguna Lain

Tips lain ketika membeli produk kecantikan seperti skincare supaya lebih hemat adalah dengan membaca dulu dari beberapa review pengguna lain.

Kegiatan ini sangat membantu dalam memilih skincare yang tepat. Saat ini sudah banyak beauty blogger yang melakukan review produk kecantikan yang bagus.

Review mereka bisa jadi sumber acuan untuk memilih produk skincare yang tepat. Supaya lebih mudah, sebaiknya pilih reviewer yang punya jenis kulit yang sama. Jadi skincare yang dipakai oleh reviewer tersebut kemungkinan besar akan cocok jika dipakai.

Pertimbangkan juga untuk memilih skincare yang diperuntukkan untuk semua jenis kulit. Jadi akan tetap aman saat digunakan. Jika harganya cocok dan tidak menimbulkan reaksi buruk terhadap kulit wajah, kenapa tidak dicoba?

Beli Kemasan Sample Atau Travel Kit

Jika ingin lebih hemat ketika membeli produk kecantikan skincare baru upayakan untuk memilih kemasan sample.

Bentuk kemasan seperti ini juga lebih familiar disebut dengan travel kit atau share in jar. Harganya pasti lebih murah ketimbang harus membelinya dengan kemasan yang besar.

Nanti setelah skincare digunakan dan ternyata cocok di kulit wajah, bisa dilanjutkan dengan membeli produk yang kemasan besar.

Akan sayang jika memutuskan untuk membeli skincare kemasan full size, namun kulit bereaksi negatif alias tidak cocok. Produk kemasan sample tidak akan terlalu merugikan jika terpaksa tidak terpakai.

Upayakan Membeli Produk Kecantikan Yang Multifungsi

Pengeluaran untuk membeli skincare bisa dihemat dengan membeli produk yang mulitifungsi. Saat ini sudah banyak sekali beberapa pilihan produk skincare yang punya multifungsi. Hal ini sebaiknya jangan dianggap remeh.

Produk skincare yang multifungsi misalnya saja foundation yang juga bisa dijadikan skincare pelembab dan lain-lain.

Jika kulit ternyata cocok, produk seperti ini bisa menjadi pilihan terbaik. Pada akhirnya pengeluaran bisa lebih dihemat. Tidak perlu lagi membeli foundation, karena fungsinya sudah bisa di cover oleh skincare pelembab tersebut.

Membandingkan Dengan Produk Yang Serupa dan Punya Fungsi Sama

Seandainya sudah menemukan skincare yang cocok untuk kulit wajah, namun harganya cukup mahal.

Siasati saja dengan membeli produk lain dengan komposisi dan fungsi yang sama namun harganya jauh lebih murah. Jenis skincare seperti ini biasa disebut sebagai “dupe”.

Mencari “dupe” dari sebuah skincare yang cocok di kulit juga tidak repot. Cukup baca saja review dari para beauty blogger.

Kuncinya rajin-rajin saja untuk mencari informasi lewat para beauty blogger yang saat ini sudah ada banyak sekali. Mereka sangat berguna terutama untuk menghemat budget membeli skincare terbaik.

Cari Penjual Produk Skincare Yang Paling Murah

cara mengatur keuangan pribadi

Paling penting untuk diperhatikan supaya bisa berhemat dalam membeli produk kecantikan adalah pintar-pintar memilih toko penjual.

Pilih baik-baik toko penjual skincare yang menawarkan harga paling murah. Banyaknya toko online yang menjual produknya di internet bisa dijadikan referensi.

Jangan sampai salah memilih toko dan akhirnya menyesal. Misalnya ternyata toko yang  telah dipilih menjual produknya dengan harga lebih mahal dari toko lainnya.

Penting juga untuk diperhatikan yaitu memilih toko yang sudah terpercaya (trusted). Toko seperti ini pasti akan menjamin jika produk skincare yang dijual benar-benar barang asli atau original.

Menggunakan Skincare Disaat Yang Efektif

Supaya lebih hemat saat menggunakan skin care sebaiknya sesuai aturan pemakaian.

Jangan karena ingin terlihat cantik lebih cepat lantas menggunakan produk skincare dalam jumlah banyak. Hal ini sangat keliru dan malah akan boros karena nantinya produk skincare akan cepat habis. Bukannya jadi cantik, malah kantong jebol.

Jadi penggunaan skincare bukan perkara banyak sedikitnya produk yang digunakan. Tapi usahakan rutin saat menggunakan.

Dengan cara ini baru bisa diperoleh hasil yang maksimal. Misalnya beberapa serum kulit yang sebagian besar aturannya dipakai saat malam hari.

Maka sebaiknya ikuti peraturan tersebut. Karena selain jadi boros, efek penggunaan serum saat siang hari malah membuat reaksi negatif untuk kulit wajah.

Mengenali Bahan Produk Kecantikan Dan Baca Label Kemasan Dengan Teliti

Terakhir, tips membeli produk kecantikan yaitu skincare supaya tidak malah rugi adalah kenali kandungan skincare dengan benar sebelum membelinya.

Baca benar-benar label dalam kemasan skincare bahan apa saja yang terkandung di dalamnya. Pastikan bahan-bahan tersebut aman dipakai dan sesuai dengan jenis kulit wajah.

Penting juga pengetahuan tentang teknik layering yang tepat.Pastikan kandungan-kandungan dalam skincare yag dipakai tidak bertabrakan.

Contohnya penggunaan skincare dengan bahan AHA/BHA yang tidak boleh dilayer dengan retinol. Pemakaian seperti ini bisa menyebabkan iritasi serius pada kulit wajah.

Jika sampai terjadi iritasi, maka malah akan keluar lebih banyak uang untuk menyembuhkannya. Karena harus dilakukan tindakan tertentu yang hanya bisa dilakukan oleh dokter. Jadi sebaiknya hati-hati saat melakukan layering beberapa produk skincare.

Baca juga: 17 Cara Mengatur Keuangan Pribadi, Lengkap & Manjur !

Itulah beberapa tips supaya lebih hemat ketika akan membeli produk kecantikan yaitu skincare perawatan wajah.  

Merawat kulit wajah memang penting. Namun, jangan sampai karena hal tersebut malah menghabiskan banyak uang dan mengganggu perencanaan keuangan lainnya.

Cobalah tips-tips di atas supaya lebih bijak dalam membeli produk skincare.

Continue Reading

TOP STORIES