Connect with us

Bisnis

Inilah 5 Investor Startup Indonesia yang Paling Potensial

Saat memulai bisnis dengan mengembangkan teknologi startup, setidaknya Anda harus membuat agar produk bisa dilirik oleh investor. Dengan begitu kemajuan menjadi lebih mudah dan cepat diraih.

Namun, sebagian besar dari Anda mungkin tidak mengetahui para investor yang sangat potensial bagi pengembangan teknologi startup di Indonesia sehingga Anda tidak bisa mempelajari kriteria penting yang biasanya menarik minat para investor.

Ada banyak sekali investor potensial yang seringkali memberikan dana pada bisnis startup yang pada akhirnya meraih kesuksesan, misalnya saja Toko pedia, Price Area, Berrybenka, Traveloka, Livaza, Kudo, Nightspade, dan masih banyak lagi.

Berikut Ini 5 Investor Startup Indonesia Potensial Bagi Awal Bisnis Anda

Jika Anda memiliki keinginan untuk membuka bisnis melalui inovasi teknologi startup, maka sebaiknya perlu mengetahui beberapa investor yang potensial bisa mendanai awal bisnis startup milik Anda.

Mengingat banyak bisnis yang berkembang karena adanya bantuan pendanaan dari investor tersebut, simaklah beberapa daftarnya berikut ini.

Gree Ventures

Logo Gree Ventures

Para pebisnis startup di Indonesia bisa menggunakan jasa pendanaan dari perusahaan investor terkenal yang berasal dari Jepang, salah satunya adalah Gree Ventures. Perusahaan ini lebih fokus untuk memberikan investasi pada perusahaan industry yang bergerak pada pengembangan internet, atau smartphone mobile yang mengelola e commerce fashion sekaligus advertismentnya.

Perusahaan yang dikelola oleh Naoki Aoyag sebagai Managing Partner ini umumnya memiliki ketertarikan pada investasi startup yang khusus bergerak pada bidang payment gateway.

Cara kerja investasi yang dikelolanya, yakni dengan memberikan dana Pre Series pada tingkat An kemudian menuju hingga putaran dana seri A. Rata-rata dana investasi yang diberikan Gree Ventures, yakni sebesar 50 juta US dollar.

Perusahaan di Indonesia yang tercatat memanfaatkan dana dari investot Gree Ventures ini, antara lain seperti Bukalapak, Kudo, Berrybenka, Luxola, PriceArea, dan sebagainya. Apabila Anda memiliki keinginan bisnis startup di bidang payment gateway maka pastikan produknya bisa menarik minat Gree Ventures.

Cyber Agent Ventures (CAV)

Logo Cyber Ager Ventures

Masih investor yang berasal dari Jepang, yakni Cyber Ager Ventures atau yang biasa disingkat CAV. Perusahaan ini membantu bisnis startup yang sedang berkembang di Indonesia sejak tahun 2011.

Mereka memiliki ketertarikan untuk mendanai produk bisnis startup yang berada di bidang e-commerce, seperti marketplace online. Potensinya sangatlah besar karena mereka memiliki visi mengedepankan pertumbuhan perusahaan.

CAV yang dikelola general manager, yakni Takahiro Suzuki dan Steven Vanada ini telah memberikan dana ke beberapa startup terkenal di Indonesia, seperti Tokopedia, VIP Plaza, Touchten, Bilna, dan HarukaEdu.

Transcosmos

Logo Transcosmos

Beralih ke investor yang berasal dari negara lainnya, yakni Transcosmos yang berada di bawah perusahaan teknologi AS. Mereka memang aktif dan berminat menjalin hubungan strategis dan lokalisasi untuk menyokonya dengan melakukan ekspansi ke pasar Asia, termasuk Jepang dan Indonesia.

Perusahaan ini lebih tertarik secara khusus atau fokus untuk mendanai bisnis startup yang bergerak di bidang e-commerce atau media digital, terutama yang berada di putaran seri B dan A. Contoh beberapa startup Indonesia yang didanai oleh Transcosmos seperti Berrybenka dan Luxola.

Rebright Partners

Logo Rebright Partners

Banyak investor untuk bisnis startup Indonesia yang berasal dari perusahaan di Jepang, salah satu contohnya adalah Rebright Partners.

Secara khusus perusahaan ini lebih tertarik untuk mendanai e-commerce yang bergerak di bidang e-commerce serta media, namun baru-baru ini mereka juga tertarik di bidang media online, melihat popularitas yang ada di masyarakat Indonesia saat ini.

Rebright Partnes didirikan di Tokyo yang termasuk ke dalam kategori Perusahaan Venture Capital telah mendirikan basis di Singapura dan Jepang. Mereka telah tercatat melakukan pendanaan ke beberapa bisnis startup di Indonesia, seperti Qraved, MDBC Media/ MalesBanget, dan Indotrading.

Ideosource

Logo ideosource from reuters.com

Terdapat salah satu investor yang kini berasal dari Indonesia sendiri, yakni Ideosource di bawah pimpinan Edward Ismawan Chamdani dan Andi S. Budiman yang sekaligus menjadi pendirinya.

Ideosource tidak kalah dengan perusahaan investor lainnya dari luar negeri, mereka cukup berkompeten karena telah ahli dan berpengalaman di ranah media, teknologi, serta industry telekomunikasi di Indonesia.

Ideosource telah sukses mendanai beberapa perusahaan startup terkenal yang bergerak di bidang media dan teknologi, seperti Female Daily Network, Orori, eEvent, Touchten, Kark, dan Saqina. Hingga Kini perusahaan di bawah dua orang berkompeten tersebut masih memberikan pendanaan secara khusus pada perusahaan startup yang masih di tahap awal menuju seri A.

Baca juga: Ini Dia 7 Cara Memulai Bisnis Startup Hingga Sukses

Jika Anda sangat berniat untuk membuka usaha di bidang startup sebaiknya maksimalkanlah produk tersebut hingga mampu menarik minat dan dilirik oleh beberapa investor potensial di atas. Itu dia beberapa investor startup Indonesia.

Tertarik untuk membangun bisnis startup? Semoga bermanfaat, terimakasih.

Mendirikan situs income.id sebagai perwujudan pengabdian kepada bangsa dan negara indonesia melalui media yang informatif dan edukatif

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bisnis

Letter of Credit Adalah: Pengertian, Jenis, dan Manfaat

Hai, jumpa lagi dengan saya! Pada kesempatan kali ini saya akan mengajak kalian berdiskusi mengenai pengertian letter of credit. Letter of credit adalah suatu istilah dalam bidang ekonomi terutama dalam hal ekspor dan impor.

Apakah kalian sudah pernah dengar istilah latter of credit? Jika belum, maka sangat tepat kalian telah berkunjung di artikel ini.

Disini saya tidak hanya membahas mengenai pengertiannya saja, namun di sini saya juga akan menjelaskan mengenai jenis-jenis letter of credit dan tujuannya.

Oke, langsung saja ke pembahasannya sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan letter of credit?

Letter of credit adalah istilah ini banyak digunakan pada perusahaan export maupun import.

Fungsinya untuk mempermudah semua urusan yang berhubungan dengan import maupun export.

Selain itu adanya letter of credit juga diperuntukkan untuk meringankan kekhawatiran pihak importir maupun exportir dalam menjalankan bisnis.

Karena pastinya dalam hal bertransaksi kita akan khawatir disetiap akhir transaksi.

Jika kalian berada dipihak eksportir maka kekhawatiran saat penyerahan barang akan kalian rasakan, karena kita tidak pernah tahu apakah barang tersebut benar-benar berkualitas atau tidak.

Sedangkan jika kalian berada dipihak importir kalian akan mempunyai kekhawatiran saat penyerahan uang.

Oke, jadi dapat disimpulkan bahwa letter of credit adalah suatu dokumen yang berhubungan dengan proses ekspor impor.

Itulah sedikit logika mengenai letter of credit agar nantinya kalian dapat lebih mudah memahami apa yang akan saya jelaskan di bawah ini.

Pengertian Letter of Credit

Pengertian Letter of Credit

Definisi secara umum letter of credit adalah surat perjanjian yang dikeluarkan dari bank penerbit, yang mana pihak penerbit akan melakukan pembayaran kepada penerima baik secara langsung maupun tidak langsung.

Letter of credit adalah dokumen yang dikeluarkan sesuai instruksi dari pemohon atau pembeli (importir) yang ditandai dengan adanya penyerahan dokumen-dokumen yang dibutuhkan seperti faktur, sertifikat asuransi dan berbagai macam dokumen lainnya yang berkaitan dengan L/C (Letter of Credit).

Seperti yang kita ketahui bahwa dasar dari sebuah transaksi perdagangan adalah sebuah kepercayaan.

Nah, disini letter of credit adalah dokumen yang berperan penting untuk suatu kepercayaan bisnis dalam bidang ekspor impor.

Untuk mendukung hal tersebut maka diperlukan surat perjajian untuk melakukan pembayaran dari pembeli kepada penjual dengan jumlah pembayaran yang sesuai dengan harga barang yang telah disepakati setelah barang diterima.

Apalagi saat ini teknologi semakin canggih sehingga dapat mempermudahkan kita terhubung dengan rekan bisnis yang jaraknya sangat jauh dari kita.

Hanya saja jika kalian mempunyai rekan bisnis yang jaraknya sangat jauh, pastinya kalian akan terbatas dalam hal berinteraksi karena tidak dapat bertemu secara langsung.

Lalu bagaimana kalian bisa mempercayai rekan bisnis apabila tidak pernah bertemu sebelumnya?

Untuk menyelesaikan permasalahan dan kekhawatiran tersebut maka munculah letter of credit untuk mendukung perlindungan agar transaksi kalian menjadi lebih aman.

Sehingga kalian tidak perlu lagi ragu melakukan transaksi meskipun tidak pernah bertemu dengan rekan bisnis sekalipun.

Jadi, dapat dikatakan bahwa letter of credit adalah dokumen dalam mendukung perlindungan transaksi agar lebih aman.

Pengertian Letter of Credit Menurut Para Ahli

Pengertian Letter of Credit Menurut Para Ahli

Sedangkan pengertian Letter of Credit menurut para ahli adalah sebagai berikut:

  • Menurut Hartono

Menurut Hartono pengertian Letter of Credit adalah surat tagihan atau hutang piutang yang telah melalui perjanjian dua belah pihak penjual dan pembeli (importir atau eksportir) dimana pembayaran dilakukan oleh pembeli apabila penjual telah memenuhi persyaratan tertentu yang telah disepakati sebelumnya.

  • Menurut Bank Indonesia (BI)

Definisi menurut Bank Indonesia Letter of Credit adalah sebuah janji issuing dari bank kepada pihak pembeli untuk melakukan pembayaran sejumlah uang yang telah ditentukan kepada pihak penjuat atau eksportir sepanjang pihak eksportir tersebut memenuhi syarat yang sesuai dengan kondisi letter of credit.

  • Menurut Amir

Menurut Amir Letter of Credir adalah sebuah surat yang dikeluarkan oleh pihak bank atas permintaan importir yang merupakan nasabah dari pihak bank tersebut.

Letter of Credit adalah dokumen yang ditujukan kepada pihak eksportir yang berada di luar negeri dan mempunyai relasi dengan importir.

Dimana pihak eksportir telah mempunyai hak dari importir untuk menarik wesel-wesel atas importir yang bersangkutan dengan sejumlah uang yang telah tertera di letter of credit sesuai persetujuan sebelumnya.

Pihak-Pihak yang Terlibat dalam Letter of Credit L/C

Pihak-Pihak yang Terlibat dalam Letter of Credit

Maka dapat disimpulkan secara mudah bahwa letter of credit adalah surat pernyataan dari pihak penerbit yaitu bank atau surat piutang yang dikeluarkan atas permintaan importir untuk memberikan kemudahan dan keamanan dalam melakukan transaksi antar pulau maupun antar negara.

Dari kesimpulan tersebut maka dapat dikatakan bahwa untuk menjalankan letter of credit terdapat beberapa pihak yang terlibat, antara lain adalah:

  • Importir (Pihak Pembeli)

Importir atau yang dapat kita sebut sebagai pihak pembeli merupakan pihak yang melakukan pengajuan letter of credit kepada pihak bank.

Selain itu, pihak pembeli juga mempunyai kewajiban untuk mengirim surat L/C kepada eksportir dan menerima surat balasan dari eksportir. Surat balasan tersebut biasanya terdiri atas katalog barang atau brosur.

Selain itu pihak importir juga mempunyai kewajiban untuk menyiapkan uang kepada bank sesuai jumlah yang ditentukan sebagai pembayaran tunai.

  • Bank Penerbit Letter of Credit

Berkaitan dengan pihak importir, tugas dari bank ini adalah membuat atau menerbitkan letter of credit.

Selain itu pihak bank penerbit juga berkewajiban mencatat semua ketentuan yang sudah disepakati oleh importir maupun ekspotir. Kewajiban lainnya adalah menyediakan devisa sesuai permintaan importir.

  • Confirming Bank (Bank Penerus)

Fungsi dari bank penerus atau confirming bank adalah jika diminta sebagai penjamin pembayaran atau juga bisa disebut dengan negotiating bank jika mempunyai kuasa untuk membeli wesel yang ditarik oleh pihak ekspotir.

Secara teknis cara kerja bank ini sebagai penerus letter of credit kepada pihak eksportir.

Bank ini juga menerima dokumen yang telah disyaratkan kepada letter of credit dari eksportir, serta melakukan pembayaran sesuai dengan harga yang telah disepakati sebelumnya.

  • Penjual atau Eksportir

Tanggung jawab dari eksportir atau penjual ini sebagai penerima dan pembalas surat dari importir atau pembeli kemudian meneruskan letter of credit kepada bank penerus.

Selain itu eksportir juga mempunyai tugas untuk menyiapkan barang yang akan dikirim ke pihak importir, serta menyiapkan dokumen yang sesuai syarat pada letter of credit.

Selanjutnya pihak eksportir menerima pembayaran atas pengiriman barang sesuai dengan prosedur dan syarat yang telah ditentukan.

Itulah pihak-pihak yang terlibat dalam letter of credit.

Semua pihak yang terlibat dalam letter of credit adalah pihak-pihak yang berkepentingan dalam hal transaksi.

Dengan begitu transaksi kalian akan lebih aman karena terdapat pihak penengah yang mengawasi transaksi kalian agar berjalan dengan lancar.

Bagaimana apakah kalian masih ragu lagi melakukan pembelian barang di luar kota bahkan luar negeri?

Setelah kalian memahami letter of credit adalah suatu dokumen dan pihak-pihak yang terlibat, selanjutnya kita akan membahas mengenai jenis-jenis letter of credit.

Pastikan kalian simak terus artikel ini ya, agar pengetahuan kalian terus bertambah.

Jenis-Jenis Letter of Credit

Jenis-Jenis Letter of Credit

Ternyata letter of credit terdapat beberapa jenis loh! Jenis-jenis tersebut dibedakan dan disesuaikan dengan berbagai aspek yang terkait denga masa berlaku, pihak yang mengeluarkan, dan beberapa hal lainnya yang perlu dipertimbangkan.

Berikut adalah jenis-jenis letter of credit yang perlu kalian ketahui:

  • Revocable Letter of Credit

Letter of Credit adalah jenis L/C (Letter of Credit) yang akan memberikan hak kepada opener untuk merubah atau bahkan membatalkan transaksinya sewatu-waktu tanpa diperlikannya persetujuan dari beneficiary asalkan belum ada pembayaran yang dilakukan.

Agar kalian lebih memahaminya, maka akan saya berikan contoh seperti ini.

Ketika pihak eksportir membutuhkan pembayaran segara dari pihak pembeli atau importir, maka letter of credit dapat membatalkan transaksi secara langsung tanpa menunggu konfirmasi dari pihak ketiga.

  • Irrevocable Letter of Credit

Irrevocable letter of credit adalah jenis dari L/C yang bersifat tidak memberikan kebebasan pembatalan bagi kedua belah pihak.

Sehingga transaksi akan terus berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan bersama dalam dokumen. Selain itu penerimaan wesel yang ditarik atas L/C telah dijamin oleh pihak bank.

Pembatalan hanya dapat dilakukan atas persetujuan dari pihak-pihak yang terkait yaitu importir dan eksportir.

Sehingga jenis letter of credit adalah L/C yang sering digunakan dalam dunia bisnis, karena dianggap menguntungkan untuk kedua belah pihak.

  • Confirmed dan Irrevocable Letter of Credit

Confirmed dan Irrevocable Letter of Credit adalah jenis L/C yang dianggap paling aman dibandingkan dengan yang lainnya, karena pembayaran dan pelunasan yang ditari atas letter of credit telah dijamin sepenuhnya oleh pihak opening dan advising bank.

Karena bersifat irrevocable sehingga jenis L/C ini tidak mudah dibatalkan oleh kedua pihak atas syarat-syarat yang terpenuhi.

  • Documentary Letter of Credit

Documentary Letter of Credit adalah jenis latter of credit yang membutuhkan persyaratan-persyaratan berupa dokumen sebagai syarat pendaftarannya.

Selain itu segala bentuk penarikan uang hanya dapat dilakukan apabila dokumen-dokumen dan persyaratan sudah dipenuhi sesuai dalam letter of credit.

  • Documentary Letter of Credit melalui Red Clause

Documentary Letter of credit adalah jenis L/C dalam bentuk kombinasi dari documentary L/C serta Open L/C karena pada  jenis ini memberikan hak kepada penerima (importir) untuk meletakkan sebagian dari keseluruhan pembayaran melalui kuitansi atau penarikan wesel tanpa dokumen.

Kemudian sisa pembayarannya dilakukan seperti biasa dengan melengkapi dokumen yang disepakati pada letter of credit .

Itulah lima jenis-jenis letter of credit, sebenarnya masih terdapat beberapa jenis-jenis lainnya yang dapat kalian pelajari.

Diantaranya adalah revolving L/C, back to back L/C, Clean Letter of Credit dan beberapa jenis lainnya yang dapat dikategorikan berdasarkan dari aspek yang terkait seperti segi kekuatan berlakunya, berdasarkan pihak yang mengeluarkan L/C, berdasarkan cara pembayaran, dan berdasarkan persyaratan L/C.

Fungsi dan Tujuan Letter of Credit

Tidak lengkap rasanya jika kita membahas letter of credit tanpa mengetahui tujuannya. Sebenarnya apasih tunjuan dari letter of credit?

Jika kalian menyimak dengan baik beberapa penjelasan di atas maka secara sekilas kalian akan mengetahui fungsi letter of credit secara umum.

Untuk mengetahui lebih jelasnya fungsi dan tujuan letter of credit adalah seperti berikut ini.

  1. Letter of credit adalah dokumen yang dapat digunakan sebagai media meyelesaikan masalah dari kedua belah pihak yaitu penjual dan pembeli (eksportir dan importir).
  2. Letter of credit adalah file yang memberikan rasa aman dan menguntungkan kepada kedua belah pihak. Dari importir dijamin akan mendapatkan barang sesuai kesepakatan. Sedangkan dari eksportir dijamin akan menerima pembayaran dengan jumlah yang telah disepakati.
  3. Letter of credit adalah dokumen yang mempunyai fasilitas kredit eksportir maupun importir melalui pihak bank.
  4. Letter of credit adalah surat yang dapat dijadikan sebagai jaminan untuk kontraktor dengan beneficiary.

Itulah empat fungsi yang akan kalian dapatkan jika menggunakan letter of credit, sangat terjamin bukan? sekarang kalian tidak perlu khawatir lagi jika melakukan pembelian di luar negeri.

Karena letter of credit adalah dokumen yang dapat menjamin adanya transaksi ekspor atau impor dari luar negeri.

Baca Juga: Current Ratio Adalah: Memahami Pengertian dan Rumus Current Ratio

Demikian artikel ini saya buat semoga dapat menambah pengetahuan kalian. Terimakasih.

Continue Reading

Bisnis

Pepsi Hengkang dari Indonesia, Ini Sejarah dan Penyebabnya

Chris Rank | Bloomberg | Getty Images

Apa kalian termasuk pecinta minuman berkarbonasi? Bagi kalian para pecinta minuman berkarbonasi, pasti sudah tak asing lagi dengan minuman berkarbonasi asal Amerika Serikat (AS), Pepsi.

Ya, Pepsi telah lama hadir dan mewarnai toko ritel kecil maupun besar di Indonesia.

Namun sayangnya, kini para pecinta minuman berkarbonasi tampaknya sedang berduka. Pasalnya, menurut informasi yang beredar luas, produk minuman yang merupakan pesaing utama Coca-Cola ini bakal hilang dari pasar Tanah Air.

Sebab, per 10 Oktober 2019 nanti, Pepsi bakal berhenti berproduksi, menjual, dan mendistribusikan di Indonesia.

Padahal jika dikutip dari laporan keuangan PepsiCo pada tahun 2018 lalu, pendapatan PepsiCo naik menjadi sebesar USD 64,66 miliar atau setara Rp916 triliunan.

Bahkan pesaingnya Coca-Cola hanya meraup untung sebesar USD 31,8 miliar atau setara Rp451 triliunan atau lebih dari setengahnya.

Namun meski Pepsi mengalami kenaikan, angka ini memang tidak terlalu jauh, mengingat hanya naik tipis 2 persen dibandingkan tahun 2017 silam yang sebesar USD 63,52 miliar.

Lantas, kira-kira apa ya penyebab minuman ringan yang banyak digemari anak muda dan telah lama melekat di lidah orang Indonesia ini tak lagi beredar di Tanah Air? Berikut ulasannya:

Sejarah Bisnis Pepsi di Indonesia

(image: CNBC.com)

Sebelum membahas langsung ke poin mengapa Pepsi memilih hengkang dari Indonesia, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu sejarah bisnis Pepsi di Indonesia.

Mengutip dari Kompas.com yang melansir sebuah penelitian yang dikutip dari openlibrary.telkomuniversity.ac.id, Pepsi (sebelumnya bernama Pepsi-Cola) adalah merek minuman ringan yang diproduksi oleh PepsiCo dan dijual di seluruh dunia melalui toko, restoran, dan mesin penjual.

Pepsi merupakan salah satu merek yang paling sukses, berharga, dan dipuja dalam sejarah. Perusahaan dengan perkiraan nilai 16,5 miliar pada tahun 2012 ini, telah identik dengan sesuatu yang menyenangkan, menyegarkan, dan kegembiraan selama lebih dari satu abad.

Pepsi-Cola pertama (kemudian diperkenalkan sebagai “Brad Drink”) telah dibuat oleh Caleb Bradham D., seorang farmakolog atau seorang ahli farmasi yang berbasis di Carolina Utara, pada tahun 1893. Pepsi dibuat dengan campuran gula, karamel, hingga pala.

Pada 28 Agustus 1898, merek dagang “Pepsi-Cola” terdaftar pada bulan Agustus 1898, tetapi baru menjadi merek dagang pada 16 Juni 1903 dan kemudian untuk “Pepsi” pada tahun 1961.

Di Indonesia, Pepsi diproduksi oleh PT Pepsi Indobeverages dengan pabriknya di Purwakarta. Perusahaan PT Pepsi Indobeverages merupakan kerja sama antara PepsiCo Amerika Serikat dengan Indofood CBP Sukses Makmur Indonesia.

Pada tahun 1995, Salim Group mendirikan pabrik yang terletak di Purwakarta, Jawa Barat, dengan nama PT Pepsi Indobeverages. Pabrik tersebut bertujuan untuk melayani kebutuhan di wilayah Jawa Barat, Jakarta, dan sekitarnya, serta membantu melayani kebutuhan pemasaran di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Pada tahun 1996, PT Pepsi Indobeverages baru memulai produksinya karena perusahaan tersebut baru mendapat izin pada tanggal 8 Maret 1996 dengan nomor izin no. 481/I/Industri dari Departemen Perindustrian.

PT Pepsi Indobeverages telah menghasilkan beberapa produk Carbonated Soft Drink (CSD), diantaranya Pepsi Regular, Pepsi Blue, Pepsi Twist, Pepsi Cola, Mirinda Strawberry, Mirinda Root Berry, 7-UP Emerald, 7-UP Revive, A&W Root Beer, Canada Dry, dan Tekita dalam kemasan botol dan kaleng. Terdapat pula jenis minuman yang tidak berkarbonat (Non CSD), yakni Gatorade, Tropicana Apple, dan Tropicana Orange.   

Pada tanggal 28 Juni 2013, produsen makanan dan minuman Indofood telah mengakuisisi perusahaan produsen minuman PT Pepsi-Cola Indobeverages (PCIB). Akusisi itu dilakukan oleh anak usaha Indofood, yakni PT Indofood Asahi Sukses Beverage (IASB) dan PT Asahi Indofood Beverage Makmur (AIBM).

Dilansir pula dari sebuah penelitian yang dikutip dari repository.ipb.ac.id, PT Pepsi-Cola Indobeverages merupakan salah satu unit usaha (bisnis) dalam kelompok Indofood yang bergerak pada industri minuman ringan. Bentuk perusahaan adalah perusahaan patungan (joint venture) antara pihak Pepsi-Cola Internasional (USA) dan Indofood Group.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Pepsi merupakan perusahaan patungan. Pepsi diproduksi oleh PT Pepsi-Cola Indobeverages dengan pabriknya di Purwakarta, Jawa Barat.

Minuman ini didistribusikan oleh PT Indofood Asahi Sukses Beverage yang merupakan perusahaan joint-venture antara PepsiCo Amerika Serikat dengan Indofood CBP Sukses Makmur Indonesia.

Sudah Tidak Dijual di Sejumlah Gerai Ritel

(image: CNBC.com)

Sementara itu, ternyata sejumlah gerai ritel seperti Alfamart dan Circle K memang kini tak lagi menjual produk minuman yang berasal dari Amerika Serikat tersebut.

Dikutip dari Liputan6.com, Corporate Affairs Director Alfamart Solihin membenarkan bahwa minuman ringan Pepsi memang tak lagi mejeng di toko ritel miliknya.

Kata dia, Pepsi sudah hilang dari edaran sekitar satu bulan yang lalu. Pihaknya pun berharap ada distributor lain yang menyalurkan Pepsi ke Alfamart.

“Sudah sekitar satu bulan lalu kosong, tidak ada sama sekali. Kalau alasanya saya enggak tahu, itu urusan Pepsi. Tapi saya berharap ada distributor baru yang bisa salurkan Pepsi lagi,” kata dia ketika dihubungi, Kamis (3/10/2019).

Penyebab Pepsi Hengkang dari Indonesia

(image: CNBC.com)

Juru bicara (Jubir) PepsiCo mengatakan kini Pepsi akan mengakhiri kiprahnya di pasar domestik. Alasannya, masa kontrak PepsiCo Inc dan PT Anugerah Indofood Barokah Makmur (AIBM) telah habis pada tanggal tersebut. Keduanya juga telah sepakat untuk tidak melanjutkan kerja sama lagi.

“Efektif mulai 10 Oktober 2019, AIBM tidak akan memproduksi, menjual, atau mendistribusikan produk PepsiCo,” ujar Jubir PepsiCo, Rabu (2/10/2019).

Baca Juga: Terkuak, Ini Rincian Gaji dan Tunjangan Anggota DPR 2019-2024 yang Baru Dilantik

Pepsi Berharap Bisa Kembali

(image: businessinsider.com)

Meski begitu, pihaknya berharap PepsiCo dapat kembali berusaha di pasar Tanah Air melalui sejumlah produk unggul lainnya dari perusahaan.

“PepsiCo berharap bisa kembali ke pasar Indonesia dengan merek-merek ternama kami seperti Pepsi, Miranda, 7up dan Mtn Dew di masa yang akan datang,” tegas dia.

Pepsi Digantikan Coca-Cola

(image: businessinsider.sg)

Keputusan Pepsi hengkang dari Indonesia tentunya mempengaruhi beberapa mitranya selama ini, seperti makanan cepat saji KFC dan Pizza Hut. Kedua perusahaan menyatakan Pepsi telah hilang dari salah satu menu mereka. Pepsi pun dipastikan akan digeser dengan Coca-Cola.

“Iya, sudah beberapa bulan lalu Pepsi informasikan ke kita kalau mereka mau fokus ke negara lain, enggak di Indonesia. Makanya kontrak dengan kami juga akan berakhir di Oktober nanti,” ujar Direktur PT Fast Food Indonesia Tbk (KFC), Justinus Dalimin, seperti dikutip dari Liputan6.com.

“Sejauh ini pasokan minuman Pepsi aman. Nanti mungkin setelah kontrak berakhir akan pakai Coca-Cola,” lanjutnya.

Sementara itu, Direktur PT Sarimelati Kencana Tbk (Pizza Hut) Jeo Sasanto bahkan menyebutkan pihaknya sudah secara bertahap menggantikan Pepsi dengan pesaingnya, yaitu Coca-Cola.

“Secara bertahap pasokan Pepsi akan di gantikan Coca-Cola sampai dengan akhir Oktober 2019,” tegasnya.

Continue Reading

Bisnis

Current Ratio Adalah: Memahami Pengertian dan Rumus Current Ratio

Current Ratio Adalah

Hallo teman-teman, bagaimana keadaan kalian? Semoga selalu diberikan kesehatan ya biar bisa tetap baca artikel dari saya hehe.

Pada kesempatan kali ini saya akan berdiskusi bersama kalian mengenai pengertian Current Ratio.

Tidak hanya membahas mengenai pengertiannya saja, melainkan nanti saya juga akan berikan rumus dan contoh soal perhitunga current ratio (rasio lancar).

Memahami Pengertian dan Rumus Current Ratio

Sebelum itu apakah kalian sudah mengetahui pengertian dari Current Ratio?

Pastinya diantara kalian sudah paham betul dengan konsep ini, namun beberapa diantara kalian juga banyak yang belum mengetahui mengenai pengertian current ratio dan baru belajar mengenai Current Ratio.

Untuk itu mari kita berdiskusi bersama mengenai pengertian current ratio dan perhitungannya.

Oke, langsung saja berikut ini adalah pengertian current ration yang saya peroleh dari sumber wikipedia.

Jadi menurut Wikipedia pengertian Current Ratio adalah rasio yang diperuntukan untuk mengukur kinerja keuangan neraca likuiditas di perusahaan.

Dengan menggunakan rasio lancar (current ratio) maka menunjukan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi hutang jangka pendek pada 12 bulan ke depan.

Biasanya calon kreditur menggunakan rasio ini untuk menentukan akan melakukan pinjaman jangka pendek atau tidak kepada perusahaan yang bersangkutan.

Tidak hanya itu, current ratio adalah suatu rasio yang juga dapat menunjukan efesiensi siklus operasi perusahaan atau kemampuan mengubah produk menjadi uang tunai.

Selain itu, yang merupakan salah satu analisis rasio Likuiditas ini juga dikenal sebagai modal kerja atau working capital ratio.

Pengertian Current Ratio Adalah Menurut Ahli

engertian Current Ratio Adalah Menurut Ahli

Gimana? Dari pengertian di atas apakah kalian sudah paham atau masih bingung?

Jika masih bingung akan saya berikan lagi pengertian Current Ratio menurut para ahli, sehingga kalian dapat lebih memahami konsep ini.

Langsung saja, untuk pengertian rasio lancar menurut para ahli dapat kalian simak di bawah ini!

Kasmir (2014:134)

Menurut Kasmir (2014:134) Current Ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban atau hutang jangka pendek  yang akan jatuh tempo pada saat ditagih secara keseluruhan.

Dengan kata lain, current ratio adalah rasio untuk mengetahui seberapa banyak aktiva lancar yang tersedia untuk menutupi utang jangka pendek yang segera jatuh tempo.

Selain itu, current ratio atau rasio lancar juga dapat pula dikatakan sebagai bentuk untuk mengukur tingkat keamanan (margin of safety) suatu perusahaan.

Hanafi dan Halim (2009:204)

Menurut Hanafi dan Halim (2009:204) menyatakan bahwa ratio lancar atau current ratio adalah rasio yang dihitung dengan membagi aktiva lancar dengan hutang lancar.

Current ratio adalah rasio yang menunjukan besarnya kas yang dimiliki perusahaan ditambah dengan asset-aset yang dapat berubah menjadi kas dalam waktu satu tahun, relative dengan besarnya hutang-hutang yang jatuh tempo dalam jangka waktu dekat tepatnya tidak lebih dari satu tahun pada tanggal tertentu sesuai yang tercatat di neraca.

Atmaja (2008:365)

Menurut Atmaja (2008:365) rasio lancar/ Current Ratio adalah rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur likuiditas dalam suatu perusahaan.

Rasio ini dihitung dengan membagi aktiva lancar dengan hutang. Rasio lancar yang rendah menunjukan bahwa likuiditas suatu perusahaan buruk.

Sebaliknya jika current ratio relative tinggi maka liquiditas perusahaan relative baik.

Namun, perlu kalian ketahui bahwa tidak semua kasus current ratio tinggi maka liquiditas perusahaan pasti baik.

Karena meskipun aktiva lancar lebih besar dari hutang lancar, terkadang aktiva lancar seperti persediaan dan piutang sulit ditagih atau dijual secara tepat.

Munawir (2007:72)

Sedangkan menurut Munawir (2007:72) menyatakan bahwa Current Ratio adalah rasio yang paling umum digunakan untuk menganalisis posisi modal kerja di suatu perusahaan yaitu perbandingan antara jumlah aktiva lancar dengan hutang lancar.

Rasio ini menunjukan bahwa nilai kekayaan lancar (yang segera dapat dijadikan uang) terdapat sekian kalinya hutang jangka pendek.

Horne dan Wachowicz (2007)

Pengertian yang terakhir menurut Horne dan Wachowicz (2007) yang menyatakan bahwa current ratio adalah rasio yang diperoleh dengan menghitung total aktiva lancar dibagi dengan kewajiban jangka pendek.

Dengan menggunakan perhitungan rasio ini dapat menunjukan kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek dengan menggunakan aktiva lancar.

Itulah lima pengertian Current Ratio menurut para ahli, dengan adanya pengertian-pengertian di atas apakah kalian saat ini sudah memahami konsep dari Current Ratio atau rasio lancar?

Dari pengertian di atas maka dapat kita simpulkan bahwa rasio lancar atau current ratio adalah rasio yang sangat berguna untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban-kewajiban jangka pendek.

Dengan rasio lancar dapat diketahui sampai seberapa jauh aktiva lancar yang dimiliki perusahaan bisa menjamin hutang lancar jangka pendeng yang kurang dari satu tahun.

Semaikin tinggi current ratio suatu perusahaan maka utang-utang kepada para kreditur sudah terjamin.

Rasio ini juga digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar hutang jangka pendek dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki perusahaan.

Sangat mudah untuk dipahami kan?

Rumus Perhitungan Current Ratio (Rasio Lancar)

Rumus Perhitungan Current Ratio (Rasio Lancar)

Setelah kita mempelajari mengenai pengertian dari current ratio (Rasio Lancar) pastinya dari kalian semua sudah memahami konsep tersebut.

Selanjutnya kita akan membahas mengenai perhitungan dari current ratio.

Dengan menggunakan perhitungan ini kalian akan mengetahui informasi mengenai kemampuan dari aktiva lancar untuk melakukan penutupan hutang lancar.

Apakah kalian sudah mengetahui apa itu yang disebut aktiva lancar dan hutang lancar?

Jadi yang termasuk dari aktiva lancar adalah kas, piutang dagang, persediaan, efek, dan beberapa aktiva lainnya.

Sedangkan untuk hutang lancar adalah hutang bank, hutang wesel, hutang dagang, hutang gaji, serta hutang lainnya yang secepatnya harus dibayar pada jangka pendek oleh perusahaan.

Dari beberapa penjelasan yang saya berikan, maka dapat kita peroleh rumus Current Ratio adalah sebagai berikut:

Rumus Current Ratio

Seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya bahwa semakin besar perbandingan aktiva lancar dengan dengan hutang lancar, maka akan semakin tinggi pula kemampuan suatu perusahaan dalam melakukan pembayaran jangka pendek.

Jika perbandingan rasio lancar 1:1 atau 100% hal tersebut berarti aktiva lancar dapat menutup semua hutang lancar yang dimiliki perusahaan.

Sehingga, dapat dikatakan perusahaan sehat apabila rasio berada di atas satu atau di atas 100%.

Sampai penjelasan ini apakah kalian sudah dapat menggambarkan mengenai current ratio?

Dari pernyataan tersebut maka dapat kita simpulkan bahwa aktiva lancar haru berada jauh di atas jumlah hutang lancar.

Jika kalian masih bingung, maka akan saya berikan gambaran atau contoh current ratio di suatu perusahaan. Simak penjelasan dan contoh di bawah ini:

Contoh Soal Current Ratio

Current Ratio pada PT Income ID sebagai berikut:

Tahun 2006 = 1,04

Tahun 2007 = 1,05

Dari data current ratio di atas maka dapat kita artikan bahwa kemampuan perusahaan PT Income ID untuk membayar hutang yang segera harus dipenuhi dengan aktiva lancar pada tahun 2006 adalah setiap Rp 1 hutan lancar akan dijamin oleh Rp 1,04 aktiva lancar.

Sedangkan pada tahun 2007 adalah setiap hutang lancar Rp 1 maka akan dijamin aktiva lancar sebanyak Rp1,05.

Jika sudah memahami ilustrasi di atas, maka selanjutnya mari kita belajar mengenai contoh soal perhitungan Current Ratio.

Berikut contoh soal yang dapat kalian pelajari untuk menghitung Current Ratio:

Perusahaan PT Income ID mempunyai aktiva lancar sebesar Rp 200.000.000 sedangkan untuk hutang lancarnya sebesar Rp 150.000.000.

Maka berapa rasio lancar (current ratio) yang dimiliki perusahaan PT Income ID?

Dari soal di atas maka kita akan menemukan data sebagai berikut :

Diketahui:

Aktiva lancar = Rp 200.000.000

Hutang Lancar = Rp 150.000.000

Ditanya:

Berapa current ratio (rasio lancar)?

Jawab:

Jawaban Rumus Current Ratio
Jawaban Soal Current Ratio

Current Ratio = 1,33 kali, jadi dapat kita katakan bahwa rasio lancar dari PT Income ID adalah sebesar 1,33 kali.

Penilaian Terhadap Current Ratio (Rasio Lancar)

Penilaian Terhadap Current Ratio (Rasio Lancar)

Current Ratio adalah rasio yang dapat menunjukkan kelikuiditas suatu perusahaan.

Jadi, semakin tinggi nilai rasio lancar maka semakin tinggi pula likuid di suatu perusahaannya.

Pada umumnya hasil dari current ratio (rasio lancar) yang diterima perusahaan adalah 2 kali.

Rasio lancar degan nilai sebesar 2 kali maka dapat dikatakan bahwa perusahaan tersebut pada posisi aman atau nyaman dalam keuangan.

Hanya saja, pada dasarnya rasio lancar yang dapat diterima perusahaan itu bervariasi antara satu industry dengan industry lainnya.

Sedangkan pada umumnya di banyak perusahaan sudah dianggap dapat diterima atau baik.

Kemudian jika nilai pada rasio lancar kurang dari 1 kali maka dapat dikatakan rendah.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa jika nilai current ratio adalah kurang dari 1 kali.

Hal tersebut menunjukan perusahaan sedang mengalami kesulitan keuangan untuk membayar kewajiban lancarnya.

Pada kondisi ini, para calon kreditur atau investor harus memperhatikan harus memperhatikan arus kas atau cash flow operasional agar dapat memahami likuiditas perusahaan.

Namun sebaliknya, Jika besarnya current ratio adalah tinggi atau lebih dari 2 kali, maka dapat diperkirakan perusahaan tersebut mungkin saja tidak menggunakan asetnya dengan baik atau tidak menggunakan fasilitas pembiayaan jangka pendek secara efisien.

Atau bisa jadi hal ini juga menunjukan mungkin terdapat masalah dapat perusahaan terkait dengan pengelolaan modal kerja.

Namun, bagi sebagian kreditur atau investor kondisi current ratio tinggi lebih baik daripada current ratio rendah.

Karena dengan kondisi current ratio yang tinggi maka dapat dikatakan bahwa perusahaan dapat memenuhi kewajiban hutang yang jatuh tempo kurang dari satu tahun atau 12 bulan ke depan.

Sampai pada penjelasan ini apakah kalian sudah memahami konsep current ratio (rasio lancar)?

Pastinya sudah kan, karena sudah saya jelaskan dengan sebaik mungkin.

Dari contoh soal yang saya berikan sebelumnya maka dapat dikatakan bahwa nilai current rasionya sedang yaitu 1,33 kali.

Sehingga tidak lebih dari 2 kali dan tidak kurang dari 1 kali.

Dari contoh tersebut maka dapat dikatakan bahwa perusahaan Income ID masih dapat memenuhi kewajiban atau hutang jangka pendek yang tidak lebih dari 12 bulan.

Bagaimana menurut kalian apakah pembahasan kali ini terbilang rumit atau mudah dipahami?

Saya pribadi berharap kalian dapat memahami penjelasan mengenai current rasio (rasio lancar) dengan mudah.

Sehingga dapat menambah pengetahuan kalian, tidak hanya itu dengan adanya artikel ini semoga kalian juga dapat melakukan perhitungan current ratio dengan baik.

Dengan begitu, dapat dikatakan bahwa current ratio adalah perhitungan rasio untuk dapat mengetahui kemampuan suatu perusahaan dalam membayar hutang atau kewajibannya.

Baca Juga: Pengertian Human Capital dalam Perusahaan

Demikian artikel dari saya, sampai jumpa di artikel-artikel selanjutnya dan pastinya jangan bosan-bosan ya!

Continue Reading

TOP STORIES