Connect with us

Finansial

Inilah Berbagai Strategi Trading Forex Yang Harus Diketahui Oleh Trader Pemula

Mata uang merupakan suatu hal yang harus dimiliki oleh setiap negara yang ada di dunia ini. Di mana mata uang ini dijadikan sebagai alat tukar menukar pada saat melakukan pembelian.

Selain itu, mata uang ini juga memiliki perbedaan harga untuk setiap negara. Namun mata uang ini juga biasa diperdagangkan untuk mencapai tujuan. Perdagangan ini dinamakan trading forex dan membutuhkan strategi trading forex.

Trading forex ini dapat diartikan sebagai suatu proses melakukan perdagangan antar negara. Di mana yang diperdagangkan ini berupa mata uang dari setiap negara di dunia ini.

Trading forex dapat dilakukan secara online melalui broker misalnya jika di indonesia salah satu yang terbaik adalah broker forex Monex Investindo

Adapun tujuan yang hendak dicapai adalah untuk mendapatkan sebuah keuntungan yang banyak. Biasanya hal ini dilakukan oleh perorangan dan juga perusahaan yang bergerak dalam bidang finansial.

Strategi Trading Forex Yang Perlu Diperhatikan Oleh Pemula

Seperti yang telah dibahas sebelumnya bahwasanya trading forex tentu memiliki strategi yang dilakukan. Di mana strategi ini dilakukan untuk mendapatkan sebuah keuntungan yang besar.

Karena hal tersebut dipengaruhi oleh harga mata uang yang berbeda dari tiap negara. Berikut paparan mengenai strategi trading forex yang perlu diperhatikan oleh pemula.

1. Strategi Position Trading

strategi trading forex pertama adalah position trading yang merupakan strategi trading yang berlaku dalam jangka panjang. Di mana strategi ini berguna untuk menahan posisi para trader selama beberapa bulan.

Maka dari itu, peninjauan analisis tentunya akan dilakukan dengan lebih mendalam lagi melihat dari jangka waktu. Adapun kegunaan analisis tersebut adalah untuk mengetahui pengaruh eksternal mata uang.

2. Strategi Breakout Trading

Bagi para pemula yang ingin mendapatkan keuntungan dari trading forex ini, breakout trading merupakan strategi yang tepat. Di mana seorang trader mampu mendapatkan sebuah keuntungan yang banyak dalam jangka waktu yang singkat.

Namun para trader pula perlu mengetahui terlebih dahulu mengenai beberapa momentum. Antaranya adalah histogram MACD, level overbought, dan lain sebagainya.

3. Strategi Breakout Fading

Kebalikan dari breakout trading yang mendapatkan keuntungan dalam waktu cepat. Namun berbeda halnya dengan breakout fading yang lebih mementingkan keadaan pasar yang tenang.

Dengan kata lain bahwa para trader tidak terburu-buru untuk memanen keuntungan. Strategi ini juga harus mengadakan identifikasi terlebih dahulu. Adapun hal yang diidentifikasi adalah sinyal false breakout.

4. Melakukan Pengamatan Terhadap Sentimen Pasar

Sentimen pasar merupakan hal utama yang harus diperhatikan oleh para trader sebelum mengambil sebuah keputusan. Perlu diketahui bahwa dalam strategi sentimen pasar ini tentunya harus melibatkan sistem aturan entry dan exit.

Selain itu, para trader juga perlu belajar mengenai penguasaan materi bullish, bearish, dan juga tidak tentu. Sehingga hasil dari strategi ini bisa tepat sasaran.

5. Strategi Swing Trading

Penggunaan strategi swing trading juga memiliki dua pilihan waktu jangka. Di mana jangka yang dimaksud adalah penggunaan jangka menengah dan jangka panjang. Tujuan utama dari strategi swing trading ini adalah untuk menempatkan eksekusi buy dan sell.

Penempatan ini harus berada pada titik-titik dalam pembalikan harga. Dengan pembalikan harga tersebut nantinya bisa mendapat untung yang optimal.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Online Memberikan Banyak Kemudahan Bagi Semua

6. Strategi Transition Trading

Untuk para trader tentunya menganggap strategi transition trading ini sebagai strategi baru dalam strategi trading forex. Tujuan dari strategi ini adalah menginginkan para trader akan bisa masuk dalam time frame yang rendah. Sehingga bisa mendapatkan profit jika sudah dugaan pergerakan pasar sesuai dugaan.

Itulah berbagai paparan mengenai strategi trading forex bagi pemula yang perlu diketahui. Karena dari berbagai strategi tersebut dapat menjadi pilihan strategi yang cocok pada saat melakukan perdagangan. Selain itu, strategi tersebut juga memiliki jangka saat menggunakan namun dengan tujuan yang sama.

Mendirikan situs income.id sebagai perwujudan pengabdian kepada bangsa dan negara indonesia melalui media yang informatif dan edukatif

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Investasi

Jenis Investasi Crypto Jangka Panjang dan Kelebihan yang Ditawarkan

Investasi Crypto Jangka Panjang

Investasi jangka panjang menjadi pilihan bijak untuk mempersiapkan dana masa depan. Ada banyak jenis instrumen investasi yang saat ini bisa diandalkan, salah satunya cryptocurrency. Investasi crypto jangka panjang dapat menjadi langkah pilihan selama modal ilmu dan dananya cukup kuat. Kali ini akan dibahas apa saja jenis crypto untuk dan tips melakukannya.

Pilihan Crypto

Ada beberapa jenis koin crypto yang dinilai sangat cocok untuk investasi jangka panjang. Tentunya pilihan jenis crypto ini harus diambil dengan pertimbangan yang matang. Berikut adalah pilihan jenis koin crypto terbaik yang cocok menjadi investasi:

1. Bitcoin

Pilihan pertama ada bitcoin yang sudah sangat populer di dunia cryptocurrency. Hingga saat ini bitcoin menjadi salah satu koin crypto yang difavoritkan sebagai investasi jangka panjang. Sebanyak 60% bitcoin yang beredar tercatat dimiliki oleh individu atau perusahaan yang berinvestasi jangka panjang.

Sebagian besar investor bitcoin tercatat tidak menjual aset yang dimiliki selama bertahun-tahun. Ini artinya para investor percaya bahwa bitcoin bisa mendatangkan profit yang menjanjikan sehingga cocok jadi investasi jangka panjang. Kredibilitas bitcoin juga terus meningkat, bahkan sudah menjadi alat pembayaran sah di beberapa negara seperti El Salvador.

2. Chain Link Token

Meskipun tidak populer bitcoin, chainlink token juga menjadi pilihan investasi crypto jangka panjang yang menjanjikan. Jenis aset yang satu ini memiliki risiko penurunan nilai yang sangat kecil. Artinya, peluang untuk meningkat di masa depan sangatlah tinggi. Bahkan disebutkan bahwa potensi kenaikan nilai untuk aset ini masuk kategori terbesar.

3. Ether

Pilihan selanjutnya adalah ether yang merupakan jenis crypto yang juga cukup populer. Memiliki kemiripan dengan bitcoin, blockchain ether ini dikenal begitu transparan. Aset crypto ini juga cocok dijadikan pilihan investasi jangka panjang karena peluang profit dan kenaikan nilainya cukup menggiurkan.

4. UNI

Jenis investasi crypto jangka panjang selanjutnya adalah UNI. UNI ialah token ERC20 yang masuk ke kategori blockchain ethereum. Disebut sebagai salah satu pilihan investasi jangka panjang karena kenaikan nilainya sangat memuaskan. Dalam jangka waktu 3 bulan, kenaikan nilai UNI bisa mencapai nilai 8 kali lipat.

5. Binance Coin

Berikutnya ada binance coin atau BNB sebagai salah satu rekomendasi aset crypto yang dapat diandalkan untuk jangka panjang. Aset ini mulai populer dan dijadikan pilihan banyak orang sejak tahun 2017 silam. Meskipun peningkatannya dari tahun ke tahun tergolong kecil namun BNB menunjukkan kenaikan nilai yang sangat stabil dan konsisten.

Binance coin juga disebut sebagai salah satu aset investasi crypto jangka panjang yang lebih baik dari bitcoin. Tentunya opini ini dipercaya oleh sebagian investor di bidang crypto. Disebut lebih baik karena investor dapat menerima pengembalian yang besar dengan biaya yang terjangkau.

Tentukan pilihan jenis crypto yang akan dijadikan aset investasi dengan cermat. Cari tahu karakteristiknya dan kenali apa saja kelebihan yang ditawarkan. Jika sudah menemukan pilihan terbaik maka langkah investasi selanjutnya dapat segera diambil.

Kelebihan yang Ditawarkan

Tentunya crypto memang bisa jadi pilihan investasi jangka panjang selama cara berinvestasinya tepat. Jika memang ingin memilih langkah investasi ini maka harus dilakukan secara cermat. Langkah investasi crypto ini memang bisa mendatangkan banyak keuntungan. Berikut adalah beberapa kelebihan yang ditawarkan oleh aset crypto sebagai pilihan investasi jangka panjang:

1. Profit Tinggi

Investasi crypto dapat dijadikan pilihan investasi karena nilai profitnya begitu tinggi. Jenis investasi ini bisa dikatakan punya high return sehingga akan dirasa sangat menguntungkan. Investor bisa membeli aset crypto dengan harga terjangkau dan mendapatkan profit atau imbal balik yang besar.

2. Bersifat Universal

Investasi aset crypto ini bersifat universal yang artinya sangat fleksibel diakses oleh siapa saja. Aset ini dapat dijadikan pilihan oleh siapa saja dari berbagai negara. Jadi bukan hal aneh jika jenis investasi ini diminati banyak orang dari negara yang berbeda.

3. Transparan

Investasi aset crypto juga menguntungkan karena sifat transparan yang dimilikinya. Jenis aset ini bisa diperjualbelikan dan diakses datanya dengan mudah. Investor memang tidak akan bisa melihat nama orang yang melakukan jual beli. Tidak ada identitas yang ditampilkan melainkan hanya berupa angka transaksi.

4. Praktis dan Cepat

Crypto dikenal sebagai aset investasi yang jual belinya sangat praktis dan bisa berlangsung cepat. Jual beli aset ini bisa dilakukan hanya dalam hitungan jam. Hal ini pula yang menjadi salah satu penyebab aset crypto punya banyak peminat sampai sekarang.

Itulah tadi pembahasan singkat mengenai investasi crypto jangka panjang. Jenis investasi ini memang bisa diandalkan karena nilai profitnya cukup tinggi. Namun pastikan untuk tetap berhati-hati karena aset crypto memiliki nilai yang sangat fluktuatif dan risikonya cukup tinggi.

Continue Reading

Keuangan Syariah

Cara Investasi Sukuk Dan Keuntungan Ketika Memilihnya

Cara Investasi Sukuk

Bagi para pelaku dunia investasi istilah sukuk bisa menjadi pilihan dengan prospek yang lumayan bagus. Sukuk sendiri adalah obligasi syariah dengan pemakaian prinsip syariah yang menggunakan efek jangka panjang. Untuk itu cara investasi sukuk memang cukup penting diketahui oleh para investor. Dimana nantinya akan dilakukan pembayaran terhadap para pemegang sukuk dengan sistem bagi hasil. 

Secara umum investasi memang tergolong cukup penting mengingat dapat dijadikan sebagai media perencanaan keuangan di waktu mendatang. Terutama bagi orang Muslim yang cukup mempertimbangkan mengenai prinsip syariah dalam menjalankan transaksi. Oleh hal ini sukuk bisa menjadi daftar pilihan investasi. Berikut beberapa informasi mengenai sukuk hingga cara memulai investasinya:

Mengenal Investasi Sukuk 

Dilihat dari terminologi bidang ekonomi, sukuk dapat dipahami sebagai bentuk instrumen hukum, akta, maupun cek. Letak perbedaan antara suku dengan obligasi dalam sistem konvensional ada pada pemakaian konsep bagi hasil, bukan menggunakan sistem bunga. Oleh karena itu proses perjanjian kontrak yang dilakukan oleh pihak terkait menggunakan prinsip syariah. 

Untuk itu cara investasi sukuk yang dilakukan termasuk bebas dari yang namanya riba, serta gharar dan juga maysir. Dari sini dapat diketahui jika istilah sukuk merupakan bentuk investasi berlabel syariah yang telah memperoleh pengakuan dari pihak pemerintah maupun MUI. Sukuk ini nantinya juga mempunyai bentuk turunan yang cukup beragam. Mulai dari sukuk ritel hingga sukuk tabungan. 

Tata Cara Investasi Sukuk

Untuk para pelaku investasi yang mulai tertarik pada instrumen sukuk, kiranya perlu mengetahui terkait cara investasi sukuk yang akan dilakukan. Secara umum cara tersebut dapat dibagi menjadi 2 macam. Adapun penjelasannya yaitu sebagai berikut:

1. Lewat Mekanisme Pasar Perdana 

Perkara ini lantaran investor melakukan pembelian sukuk langsung kepada agen yang telah dilakukan penunjukan secara resmi oleh pemerintah. Guna menjalankan transaksi penjualan maupun pembelian sukuk ritel. Mekanis semacam ini memang tidak memerlukan perlengkapan persyaratan yang cukup rumit. Untuk langkah-langkahnya bisa simak ulasan berikut:

  • Langkah pertama sudah jelas jika calon investor harus menghubungi pihak agen penjualan sukuk. Dimana agen tersebut merupakan agen yang telah dilakukan penunjukan oleh negara secara resmi. 
  • Lanjutkan dengan melakukan pengisian terhadap formulir pendaftaran layaknya yang telah disediakan oleh pihak dari agen penjualan SR.
  • Jangan lupa untuk melampirkan sejumlah persyaratan yang dibutuhkan, misalnya seperti data diri berupa KTP dan juga persyaratan lainnya. Ini tergantung dari permintaan yang dilakukan oleh pihak agen. 
  • Berikutnya investor bisa melakukan transfer sejumlah dana sebagaimana harga dari sukuk ritel yang telah dibeli. 
  • Lalu ada penerimaan tanda bukti beserta proses pengambilan sisa dana. Hal ini terjadi jika total sukuk yang dilakukan penerbitan oleh pihak pemerintah ternyata tidak mencukupi dari jumlah dana yang telah ditransfer. 
  • Selanjutnya adalah mendapatkan bentuk penjatahan. 
  • Terakhir investor hanya perlu menunggu saja bergulirnya proses investasi yang dilakukan hingga batas tenor yang telah diajukan oleh pihak emiten. 

2. Lewat Mekanisme Pasar Sekunder 

Mekanisme untuk cara investasi sukuk kali ini, proses transaksi pembelian yang dijalankan layaknya proses yang terdapat pada pembelian obligasi. Yakni menggunakan proses mekanisme bursa atau bisa juga lewat perbankan. Lama waktu yang dibutuhkan untuk menjalankan proses ini lebih kurang berlangsung selama 2 mingguan. 

Yaitu sampai tiba waktunya pihak pembeli sukuk memperoleh hak yang dinamakan dengan surat konfirmasi dari kepemilikan sukuk ritel itu sendiri. Dimana dalam hal ini layaknya yang dikeluarkan oleh pihak dari bursa maupun bank secara umum yang disesuaikan berdasarkan mekanisme yang diikuti. 

Apabila dilihat dari sisi proses yang dimiliki, memang bisa dikatakan hampir sama dengan yang dimiliki oleh obligasi. Yakni termasuk aman serta lumayan menguntungkan jika dilihat dari sisi investasi. Meskipun demikian jangan sampai lupa untuk tetap memperhatikan perbedaan dari keduanya. Tidak lain supaya tak menimbulkan efek negatif pada investasi yang dimiliki. 

Keuntungan Mempunyai Sukuk Ritel 

Untuk para calon investor agaknya perlu mengetahui beberapa kelebihan yang dimiliki oleh investasi dalam instrumen sukuk ritel. Lantaran hal ini dapat dijadikan sebagai bentuk pertimbangan dalam memilih instrumen investasi. Secara umum keuntungan tersebut ada 3 hal mendasar, berikut ulasannya:

  • Resiko gagal bayar terbilang cukup kecil sehingga kegiatan investasi yang dijalankan cenderung akan mengalami keuntungan. 
  • Untuk hasil pendapatan yang diperoleh tergolong cukup besar lantaran menggunakan konsep bagi hasil. Mengingat investasi dengan instrumen deposito masih memiliki kemungkinan terjadinya fluktuatif.
  • Perihal pajak yang ditetapkan pada sukuk terbilang lebih rendah jika dibandingkan dengan obligasi. Dimana untuk sukuk ritel kisaran pajaknya sebesar 15 persen, sementara untuk obligasi pajaknya adalah 20 persen. 

Itu tadi ulasan mengenai tata cara investasi sukuk beserta sejumlah keuntungan ketika memilihnya. Bentuk instrumen investasi ini mungkin bisa menjadi pilihan tersendiri lantaran konsep yang dipergunakan memakai prinsip syariah. Terutama bagi para muslim yang cukup mempertimbangkan transaksi secara syariah, sehingga terbebas dari hal riba, gharar serta juga maysir.

Continue Reading

Investasi

8 Resiko Investasi Properti yang Harus Dipahami

Resiko Investasi Properti

Investasi menjadi pilihan dalam mendapatkan penghasilan tambahan mengingat potensi keuntungannya yang sangat besar. Ada banyak pilihan investasi seperti investasi properti yang juga cukup sering dipilih oleh masyarakat Indonesia. Seiring dengan tingginya potensi keuntungan, ada juga resiko investasi properti yang perlu dihadapi.

Beberapa tahun belakangan, kenaikan harga properti turut menggenjot ranah investasi ini yang menjadikannya semakin populer. Seperti investasi lainnya, sebelum memulai sebaiknya pikirkan dengan cermat terlebih dahulu bagaimana meletakkan dan mengelola aset investasi. Saat hendak memulai, sebaiknya pahami resiko investasi properti berikut ini:

1. Likuiditas Rendah

Instrumen investasi memiliki sesuatu penentu keuntungan yang disebut dengan nama likuiditas termasuk dalam investasi properti ini. Ketika likuiditas instrument mengalami kenaikan maka keuntungan yang akan didapatkan juga semakin meningkat. Likuiditas sendiri merupakan seberapa mudahnya sebuah instrumen untuk ditukarkan dengan uang.

Untuk properti sendiri, tingkat likuiditasnya sangat rendah karena harus menunggu seorang pembeli terlebih dahulu. Inilah yang menjadikan banyak sekali aset dari investor sering mengendap pada beberapa instrumen yang sudah dibeli.

2. Beban Perawatan

Sebuah properti yang dimiliki seseorang atau perusahaan tidak boleh hanya terfokus pada keuntungan saja. Ada beban biaya perawatan yang harus ditanggung mengingat meskipun tidak terjual atau terpakai, pemilik harus memastikan properti punya kondisi baik.

Setiap waktu, akan selalu ada biaya perawatan yang diperlukan jadi pengeluaran tidak hanya di awal saja untuk pembelian. Ada juga biaya tambahan misalnya untuk merawat sebuah bangunan supaya nantinya biaya sewa tidak menurun bahkan bisa meningkat.

3. Investasi Padat Modal

Investasi di bidang properti bukan merupakan investasi yang bisa dimulai oleh semua orang apalagi jika melihat kebutuhan modal.  Jenis investasi ini dikategorikan ke dalam investasi dengan sifat padat modal.

Hal ini karena ketika melihat modal yang diperlukan, biasanya kebutuhan modal akan sangat besar untuk memulainya. Selain itu, ada juga prinsip dimana pihak dengan modal yang lebih besar memiliki keuntungan relatif yang akan lebih besar pula.

4. Keterjangkauan Investasi

Berbeda dengan investasi yang lain, harga di properti sendiri lebih mencerminkan secara langsung bagaimana kondisi permintaan dan penawaran. Harga yang dipatok untuk sebuah properti secara langsung dengan melihat bagaimana pasar lokal dan juga tren yang berlangsung.

Perbedaan utama dalam investasi saham dan properti terletak pada keterjangkauan atau affordability ini. Di saham sendiri, setiap transaksi umumnya dilakukan secara tunai langsung sedangkan di properti bisa melibatkan pembiayaan pihak lain. Resiko investasi properti semakin meningkat karena ada banyak pihak yang campur tangan di dalam transaksi.

5. Biaya Transaksi Cukup Tinggi

Investasi properti juga punya biaya transaksi yang cukup tinggi dan bisa beresiko terhadap keuntungan yang diperoleh. Biaya transaksinya saja sudah bisa menghabiskan biaya lebih tinggi jika dibandingkan dengan investasi di bidang lain.

Misalnya saja pada transaksi pembelian dan penjualan dimana ada pajak yang harus ditanggung masing-masing oleh penjual dan pembeli. Keduanya akan mendapatkan pajak sebesar 5% secara langsung oleh negara yang membuat beban pembayaran semakin meningkat.

6. Butuh Waktu Lama

Ketika hendak membeli sebuah properti selalu ada beragam faktor yang menjadi pertimbangan dan memang tidak bisa dalam waktu singkat. Sebuah properti bisa terjual biasanya tidak hanya dalam hitungan minggu atau bulan, transaksinya memerlukan banyak pertimbangan.

Inilah yang menjadikan properti bersifat likuiditasnya rendah karena sulitnya terjual dan dicairkan dalam bentuk uang. Saat mencari properti seseorang mungkin akan membandingkan sekitar 100 properti lalu kemudian hanya akan memilih satu yang terbaik.

7. Penyusutan Bangunan

Dalam properti, harga dari sebidang tanah memang akan terus meningkat seiring dengan kebutuhan yang ada dan ketersediaan yang tetap. Tetapi ada resiko terkait dengan bangunan yang berdiri di atas sebuah bidang tanah tersebut.

Bangunan sendiri memiliki umur dalam kelayakan untuk digunakan, tidak bisa berumur panjang seperti halnya tanah. Bergantung dari kualitas infrastruktur dan fungsinya, umur bangunan hanya berkisar antara 20-40 tahun dan bisa mengalami penurunan harga.

8. Kemungkinan Rusak Saat Bencana

Bencana alam adalah resiko tersendiri bagi bidang properti mengingat hal ini tidak menjadi resiko investasi di bidang lain. Ketika terjadi bencana seperti gempa atau banjir, ada kemungkinan bangunan properti menjadi rusak. Indonesia sendiri merupakan wilayah yang sebenarnya rawan bencana jadi resiko ini cukup besar bagi para investor properti di sini.

Meski terlihat menakutkan sebenarnya resiko ini bisa ditanggulangi dengan mendaftarkan properti ke dalam asuransi tersendiri. Hal ini membuat ketika terjadi bencana, masih ada biaya yang didapat dari pembayaran asuransi meski memang memerlukan tambahan modal.

Itulah beberapa resiko investasi properti yang dihadapi oleh seluruh pebisnis properti baik yang sudah mahir maupun para ahli. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi, lakukan analisis mendalam terlebih dahulu terhadap properti yang hendak dibeli. Memang ada keuntungan yang menjanjikan dalam bisnis ini tetapi lebih baik pahami juga resikonya.

Continue Reading

TOP STORIES