Connect with us

Personal Finance

Cara Mengatur Keuangan Toko, Penting Banget Nih !

cara mengatur keuangan toko

Cara mengatur keuangan toko adalah langkah pertama yang wajib kamu ketahui jika kamu ingin sukses berdagang.

Karena dengannya, untung dan rugi bisa diperhitungkan dengan seksama.

Sebaliknya,

Mengacuhkan keuangan toko, justru membuat laju bisnis tidak jelas. Wajar, jika konsep (acuh) ini yang digunakan, usaha kamu dipastikan akan segera gulung tikar.

Apalagi untuk pebisnis pemula, mempelajari cara mengatur keuangan toko adalah kewajiban.

Jika perlu, silakan mengundang ekonom profesional, supaya neraca lebih rapi dan efektif.

Berikut ini ada beberapa cara mengatur keuangan toko yang tokcer. Dijamin, jika cara ini digunakan, prospek laba toko lebih cerah. Ini dia cara tersebut, yaitu:

image: Pixabay

1. Buat Pembukuan Terperinci

Cara pertama adalah membuat pembukuan terperinci. Pastikan, draft antara uang toko dengan uang pribadi dimasukkan pada buku berbeda. Ini untuk mencegah terjadinya kesalahan input data.

Selanjutnya, input keuangan sesuai niche-nya. Jika uang pribadi masukkan ke buku individu.

Sedangkan modal dan laba toko masukkan ke pembukuan khusus toko.

Jika ini dilakukan secara rutin, pedagang akan mudah memonitor perkembangan toko. Sehingga evaluasi yang dilakukan tidak salah.

Ini merupakan kunci pertama yang harus dilakukan oleh pebisnis pemula.

Karena dari sinilah awal progresifitas toko ke depan. Artinya, semakin baik pembukuan keuangannya, peluang bisnis merugi bisa dikekang. Sehingga bisnis jangka panjang bisa tumbuh maksimal.

2. Mencatat Semua Transaksi Keuangan

Untuk mengetahui pergerakan toko, segala transaksi keuangan yang ada harus tercatat. Baik dana yang masuk maupun yang keluar.

Pastikan cermat ketika menulisnya. Karena jika salah input satu saja, draft bisa dirombak. Karena hasil total di akhir bisa selisih.

Nah, sebagai manusia, tentu sifat lupa tidak bisa dicegah. Ini bisa jadi masalah, jika berkaitan dengan data modal, rugi dan untung toko.

Maka dari itu, sebisa mungkin, catat keuangan di awal transaksi. Pastikan pula, buku ada di tempat yang mudah diingat.

Yang paling penting adalah pembukuan harus dipegang oleh ahlinya. Jauhkan dari tangan orang tidak bertanggung jawab.

Karena risikonya adalah, data keuangan bisa berubah. Kasus ini sudah banyak terjadi.

Pemilik toko merugi jutaan rupiah karena terlalu percaya kepada bawahan sehingga dipasrahkan sebagai pencatat bukti transaksi keuangan.

3. Hentikan Kebiasaan Menumpuk Barang

Masalah laten pebisnis pemula ialah, menyesakkan toko dengan barang-barang yang sama. Ini didasarkan pada argumen, semakin banyak barang, berarti toko terbilang “wah”.

Jika stock barang berbeda, tidak menjadi masalah. Pilihan pelanggan tentu lebih banyak.

Namun, jika yang ditumpuk barang yang sama, tentu ini tindakan berlebihan yang bisa mengganggu keuangan toko.

Maka dari itu, saran kami, lebih baik tumpuk produk dengan jumlah sedikit. Jika habis, baru dilakukan pemesanan selanjutnya.

Langkah ini lebih elegan. Terutama bagi pemula yang memiliki modal usaha minim.

4. Hindari Pembelian dengan Berhutang

Memberi pinjaman kepada orang yang membutuhkan adalah amal. Namun, tidak untuk modal toko. Karena ini terkait dengan perputaran bisnis.

Selain itu, pastikan orang yang membeli di toko, membayar pada waktu itu juga. Sehingga pencatatannya lebih mudah.

Sedangkan kalau berhutang, lebih baik jangan diberikan. Tolaklah dengan halus dan bijak. Pastikan pelanggan sadar kalau berhutang adalah tidak baik.

Apalagi berhutang di toko yang uang hasil penjualan juga termasuk modal yang harus kembali dijalankan sebagai sarana memesan barang.

5. Utamakan Pembayaran Tunai

Jika ingin keuangan toko lebih rapi, pastikan metode transaksi menggunakan uang tunai. Karena sistem kredit, justru membuat pembukuan tidak teratur.

Ingat, produk yang dibeli orang, tersimpan di dalamnya modal dagang.

Jika dana ini tidak kembali pada waktu itu juga, beresiko pedagang mengeluarkan uang dari kebutuhan harian untuk berbelanja.

Tentu ini tidak baik untuk perkembangan toko. Bahkan, bisnis bisa selesai dengan kerugian yang besar.

Hal ini juga berlaku untuk transaksi via toko online. Kalau perlu, lakukan transaksi jika transfer uang tunai sudah sesuai harga.

Jangan memberanikan diri menutupi bayaran sementara. Karena kita tidak tahu apakah pelanggan jujur membayar atau justru akan menipu.

image: Pixabay

6. Hitung Persentase Keuangan

Cara mengatur keuangan toko selanjutnya adalah menghitung persentasi keuangan.

Yang perlu ditotal adalah seluruh hasil bisnis baik laba bersih maupun laba kotor.

Setelah ketemu nilainya, baru dipetakan fungsinya. Mana yang tergolong profit bersih, modal dan profit yang akan dijadikan biaya untuk kebutuhan toko dan pribadi.

Untuk merealisasikan hal ini dibutuhkan perencana akuntansi yang handal. Jika pedagang tidak bisa melakukannya, bisa menyewa konsultan keuangan yang cerdas.

Karena ini berhubungan dengan draft keuangan, bagan, input data dan deteksi peluang bisnis yang cukup rumit.

7. Mencatat Kebutuhan Toko

Kebutuhan toko harus didahulukan, jika ingin bisnis berkembang dengan baik. Hal ini sudah termasuk biaya perawatan, biaya listrik serta gaji pegawai.

Modal usaha juga masuk ke dalam taksasi ini.

Pencatatan ini diperlukan untuk merapikan pembukuan. Sehingga, pedagang mengetahui mana kebutuhan yang sudah tersedia dan mana yang masih harus dibeli.

Selain itu, konsep ini dibutuhkan sebagai pemilahan kebutuhan yang harus didahulukan dan yang ditunda.

Yang perlu diperhatikan adalah catat kebutuhan yang berfungsi vital bagi bisnis. seperti uang sewa toko atau uang untuk membeli tanah demi membuat jaringan toko yang baru.

Jika kebutuhan ini tidak didahulukan, tentu rencana matang sebelumnya bisa gagal di tengah jalan. Sehingga untuk merealisasikan, pedagang harus menunggu tahun yang akan datang.

8. Membuka Tabungan

Untuk menjaga kesehatan keuangan toko, pastikan jika modal maupun profit disimpan dengan baik. Gunakan jasa perbankan untuk melakukannya.

Yang terpenting adalah, simpan dana tersebut, jika kebutuhan toko sudah terpenuhi.

Selain itu, pastikan dana yang ditabung tidak asal di ambil. Karena ini justru membuat pedagang malas untuk menabung kembali.

Apa lagi jika catatannya tidak teliti. Maka dari itu, tabung dan catat uang anda. Ambil jika benar-benar butuh. Pastikan sebagian besarnya dialokasikan untuk kebutuhan bisnis.

Ingin membuka bisnis baru, pastikan cara mengatur keuangan toko di atas harus dipahami. Karena ini penentu keberhasilan dalam berbisnis.

Salah mengatur keuangan, baik yang berupa modal atau untung, bisnis bisa rusak. Tidak hanya kerugian yang di derita, bisnis juga bisa selesai.

Header Image: Pixabay

Mendirikan situs income.id sebagai perwujudan pengabdian kepada bangsa dan negara indonesia melalui media yang informatif dan edukatif

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Personal Finance

17 Cara Mengatur Keuangan Pribadi, Lengkap & Manjur !

cara mengatur keuangan pribadi

Mengatur keuangan keluarga harus dimulai dari pribadi.

Jika personalnya tidak bisa setting dengan baik, perekonomian keluarga pasti kacau balau.

Atas dasar itu, cara mengatur keuangan pribadi harus dipelajari terlebih dahulu.

Jika sudah mahir, baru berdiskusi tentang alokasi ekonomi di lingkup lebih luas.

Untuk pembaca yang masih “jomblo” tetapi sudah berpenghasilan, ini kesempatan baik untuk belajar mengatur keuangan pribadi.

Sehingga ketika menikah, masalah ekonomi bukan problem yang besar. Berikut caranya, yaitu:

1. Rajin Menabung

Image: Pixabay

Cara yang pertama dan paling tepat adalah rajin menabung.

Karena kebiasaan ini membuat pribadi tidak akan kesulitan ketika dipertemukan dengan kebutuhan mendesak.

Maka dari itu, atur keuangan dengan cara menyisihkan sebagian uang untuk ditabung. Sedikit tidak masalah, yang penting rutin.

2. Buat Kartu Kredit

Kartu kredit bisa digunakan sebagai pengatur keuangan pribadi.

Namun, syaratnya penggunaannya harus bijak dan tidak asal digunakan.

Selain bisa mengendalikan diri dari belanja tidak penting, kartu kredit juga bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan reward dan cash back.

3. Lakukan Pembayaran dengan Uang Tunai

Cara selanjutnya adalah biasakan melakukan transaksi pembayaran menggunakan uang tunai. Karena nantinya, tidak akan terbelit dengan tagihan dan semacamnya. 

Dengan terbiasa menggunakan sistem ini, keinginan membeli produk hingga puluhan juta tidak mungkin dilakukan. Karena membawa uangnya saja susah.

4. Jauhi dan Cegah Utang

Penuhilah kebutuhan yang setara dengan pendapatan. Jangan demi produk mahal, bahkan rela sampai berhutang. 

Ingat! Hutang inilah yang bisa merusak keuangan pribadi. Apalagi ketika pas ditagih, uangnya habis untuk perencanaan kebutuhan yang lain.

5. Belanja di Bawah Pendapatan

image: Pixabay

Faktor sosial terkadang menjadi penyebab pembelian tidak perhitungan.

Sekalipun pendapatan tidak mencukupi, masih dipaksakan semata agar mendapat pujian tetangga.

Hentikan kebiasaan ini jika ingin mengatur keuangan pribadi.

Lebih baik, belilah barang yang harganya masih dibawah pendapatan karena masih ada sisa untuk keperluan yang lain.  

Sikap boros semacam ini adalah penyebab munculnya hutang. Karena uang untuk membeli kebutuhan primer justru habis karena dibelanjakan barang yang super mahal.

6. Mencoba Berinvestasi

Jika ingin mengatur keuangan sekaligus mendapatkan profit, silakan lakukan investasi. 

Karena uang yang diinvestasikan akan tetap, sedangkan keuntungan dari perputaran uang di perusahaan akan dikembalikan ke pemodal dalam sistem bagi hasil.

Memang, investasi membutuhkan modal besar.

Namun, jika mendapatkan perusahaan yang terpercaya, keuntungannya juga berlipat ganda.

Selain itu, ada juga investasi kecil-kecilan yang bisa dicoba. Untuk menemukan silakan browsing di Google.

7. Asuransikan Diri

Asuransi adalah program yang masih menjadi perdebatan.

Sekalipun begitu, berkaitan dengan pengaturan keuangan, sistem ini juga bisa dilakukan.

Sebab, uang tunai mungkin dipotong setiap bulan untuk biaya asuransi.

Namun, jika suatu saat dibutuhkan, tidak usah lagi mengeluarkan uang besar. Seperti untuk biaya kuliah atau ketika terjadi kecelakaan.

8. Buat Daftar Pengeluaran

Cara mengatur keuangan yang ke delapan adalah buat daftar pengeluaran. Lalu pilih mana yang layak dipenuhi atau ditinggalkan.

9. Cegah Biaya Tidak Prioritas

Pintar dan cerdaslah dalam urusan pembiayaan. Karena terkadang, diri terjebak pada pembayaran yang sejatinya tidak terlalu prioritas.

Salah satu contohnya adalah biaya tilang.

Pembiayaan ini memang tidak terlalu besar. Namun, karena keteledoran, akhirnya uang keluar juga dari dompet.

Jika kasus semacam ini sering terjadi, tentu keuangan menjadi kacau. Maka dari itu, perhatikan pembiayaan sekecil apapun.

10. Gunakan Uang untuk Masa Depan

Memandang siklus ekonomi pribadi maupun keluarga, harus dari sudut pandang masa depan.  Karena selama manusia hidup, kebutuhan akan uang tetap prioritas. 

Jadi, pastikan kalau gaji yang didapatkan tidak habis pada waktu itu juga. Karena keesokan harinya pasti kebingungan.

Selain itu, berpikir pendek dalam urusan uang begitu riskan. Apalagi jika hutang menjadi solusi saat kehabisan uang.

Ini yang membuat masyarakat gelap mata sehingga timbullah perilaku kriminal.

11. Manfaatkan Aplikasi Keuangan

Cara mengatur keuangan pribadi selanjutnya adalah memanfaatkan teknologi terkini.

Artinya, pengelolaan uang bisa menggunakan software atau aplikasi tertentu. 

Fungsi dari perangkat ini adalah membantu mempermudah proses kelola uang anda.

Selain itu, motivasi juga meningkat karena pertanda diri tidak “gaptek”.

Aplikasi ini bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal.

Dari mencatat tabungan hingga investasi secara online.

Bahkan, software zakat juga tersedia. Tinggal cari di Google lalu unduh aplikasi dari perusahaan penerima zakat tertentu, tinggal jalankan.

12. Gunakan Jasa Asisten Keuangan

Jika kamu pribadi tergolong orang yang sibuk, dan tidak sempat mengatur keuangan secara mandiri, mintalah bantuan asisten yang terpercaya.

Bisa anggota keluarga atau membayar profesional.

Nantinya, mereka inilah yang akan mengatur keuangan harian. Sedangkan di akhir bulan tinggal melakukan evaluasi saja.

13. Selalu Survey Harga

Jadilah pribadi yang pintar men-survey harga. Apapun bentuk produk yang akan dibeli, pastikan mendapatkan banderol termurah.

Apa lagi saat ini sudah ada android dan internet. Perangkat yang bisa membantu membaca harga-harga untuk produk tertentu melalui internet.

14. Rajin Merawat Tubuh agar tetap sehat

Walaupun kelihatanya tidak secara langsung berhubungan dengan keuangan, tapi jika tubuh kamu sehat maka pekerjaan akan lancar sehingga keuangan kamu juga akan selalu sehat.

Begitu juga sebaliknya, jika tidak peduli dengan kesehatan tubuh dan sewaktu-waktu sakit maka bukan hanya pekerjaan yang terganggu tapi juga tabungan kamu bisa berkurang. Gawat kan ?

15. Lipatgandakan Pendapatan

Tips selanjutnya adalah selalu berpikir cara melipatgandakan pendapatan secara halal.

Baik dengan bekerja lebih giat atau dengan mencari bisnis sampingan.

Langkah ini juga tergolong pengelolaan keuangan yang layak dicoba.

16. Buat Rencana Kegiatan

Jika ingin siklus keuangan lancar, buatlah rencana yang juga matang.

Buat draft kegiatan sekarang juga terutama yang membutuhkan biaya.

Tulis secara detail lalu letakkan di dinding kamar. Lihat kembali list tersebut ketika baru menerima gaji.

Baca Juga: Kamu Anak Kos ? Yuk belajar Cara Mengatur Keuangan Anak Kos

17. Menahan Diri dari Sifat Boros

Yang namanya manusia, pasti memiliki kebutuhan.

Bahkan, membeli semua benda yang indah-indah, makanan yang enak, pergi wisata ke destinasi mahal adalah naluri insani yang wajar.

Namun, belajarlah menahan diri jika ingin keuangan aman.

Beli produk/ jasa yang memang dibutuhkan saja.

Uang adalah kunci kehidupan. Sekalipun tidak semua keinginan bisa dihargai dengan uang.

Maka dari itu, supaya roda hidup berputar dengan nyaman, kelola keuangan pribadi dengan baik menggunakan cara mengatur keuangan pribadi seperti di atas.

Header Image: Pixabay

Continue Reading

Personal Finance

Kamu Anak Kos ? Yuk belajar Cara Mengatur Keuangan Anak Kos

cara mengatur keuangan anak kos

Menjadi seorang anak kos memang tidaklah mudah apalagi segala sesuatunya harus dikerjakan dan dipecahkan sendiri.

Apalagi jika keuangan setiap bulannya tidak begitu lancar sedangkan pengeluaran setiap bulannya terus bertambah.

Oleh sebab itu, orang tersebut harus pandai mencari cara mengatur keuangan anak kos.

Cara Menghemat Keuangan Bagi Anak Kos

image: Pixabay

Menghemat uang sudah dipastikan dapat menjadi salah satu cara untuk mengatur keuangan bagi anak kos yang tidak menentu.

Banyaknya kebutuhan dan jauhnya jarak dengan orangtua membuat anak kos wajib memutar otak agar uang yang diberikan cukup untuk jangka waktu satu bulan.

Berikut ini adalah beberapa cara mengatur keuangan anak kos dengan berhemat.

1. Membuat Daftar Pengeluaran Untuk Sebulan

Hal pertama untuk menghemat keuangan anak kos yakni dengan membuat daftar pengeluaran selama satu bulan.

Siapapun dapat membuatnya dengan mudah yakni hanya dengan menuliskan daftar tersebut dalam buku khusus keuangan.

Dengan menuliskan daftar tersebut, anak kos dapat mengantisipasi uang yang telah di berikan orangtua tidak cepat habis.

2. Buat Jatah Atau Batasi Uang Yang Dipegang Perharinya

Jika daftar pengeluaran telah dibuat, maka langkah selanjutnya adalah membuat jatah uang yang harus dikeluarkan perharinya sesuai dengan daftar tersebut.

Atau jika ingin lebih efektif lagi, bisa dengan memasukkan uang ke dalam amplop yang sudah dituliskan dengan nama kebutuhan seperti transportasi, uang makan, dll.

Dengan begitu besar kemungkinannya anak kos tidak akan memakai uang tersebut untuk membeli barang  atau keinginan yang tidak terlalu penting.

3. Mencari Tempat Makan Yang Sederhana

Makan menjadi kebutuhan utama bagi anak kos.

Sekarang ini banyak bermunculan tempat makan yang sangat digemari oleh anak sekolah maupun kuliahan.

Namun, tidak semua tempat makan itu cocok dengan kantong anak kos.

Oleh sebab itu untuk akan lebih baik jika mencari tempat makan yang sederhana dengan harga yang sesuai dengan kantong anak kos.

4. Mengumpulkan Uang Receh

Salah satu cara mengatur keuangan anak kos adalah dengan mengumpulkan uang receh.

Kebanyakan orang merasa risih jika menerima uang kembalian receh. Yang mana jumlahnya kecil dan akan memakan banyak tempat.

Sebenarnya tidak ada salahnya jika anak kos mau mengumpulkan uang receh.

Uang receh yang didapatkan satu hari bisa menjadi banyak jika terus dikumpulkan dalam waktu satu bulan dan ini akan membantu kebutuhan keuangan yang mendesak.

5. Kurangi Kebiasaan Membeli Air Mineral Dalam Botol

Anak kosan yang masih sekolah atau kuliah kebanyakan malas untuk membawa air minum sendiri.

Sehingga saat mereka merasa kehausan, mereka lebih memilih untuk membeli air mineral dalam botol dengan alasan lebih praktis.

Namun sebenarnya membeli air minum dalam botol kemasan tersebut jauh lebih mahal dan boros daripada membawa sendiri dari kosan.

6. Hindari Kegiatan Kurang Penting

Seringkali anak kos di ajak oleh teman-temannya untuk pergi di sela-sela kegiatan belajar ataupun kuliah seperti nonton, nongkrong di kafe atau mall, dan jalan-jalan.

Percaya atau tidak kegiatan inilah yang akan menguras keuangan secara perlahan tanpa disadari.

Sebisa mungkin untuk mengurangi kegiatan yang tidak terlalu penting tersebut .

7. Belajar Untuk Menabung

Menabung merupakan salah satu cara mengatur keuangan anak kos yang cukup mudah.

Menyisihkan uang untuk disimpan dalam jangka panjang (menabung) memang sebuah hal yang sederhana namun membutuhkan kesungguhan yang luar biasa.

Menabung tidak harus dalam nominal besar asalkan rutin dilakukan.

Meskipun jumlahnya kecil tapi dikumpulkan terus menerus pasti lama kelamaan akan menjadi banyak.

8. Belajar Mencari Usaha Sampingan

Bila uang bulanan yang dikirim oleh orang tua ternyata tidak mencukupi kebutuhan sebagai anak kos setiap bulannya, maka tidak ada salahnya untuk mencari usaha sampingan.  

Disamping belajar atau kuliah kita dapat menggunakan siswa waktu untuk mencari penghasilan tambahan yang bisa digunakan untuk menutupi kebutuhan.

Beberapa Contoh Anggaran Anak Kos

image: Pixabay

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa salah satu cara mengatur keuangan anak kos ialah dengan membuat daftar pengeluaran untuk sebulan.

Sebelum membuat daftar pengeluaran tersebut, ada baiknya jika seorang anak kos memahami apa saja yang menjadi contoh anggaran anak kos.

Jika seorang anak kos sudah paham mengenai anggaran kos, maka ini akan mempermudahnya untuk mengatur keuangan.

1. Sewa Kos

Kamar kos menjadi kebutuhan utama bagi seorang anak kos.

Layaknya rumah kedua, anak kos menghabiskan sebagian besar waktunya disana untuk tidur, makan, atau mengerjakan tugas.

Namun biaya untuk menyewa kamar kos bisa dikatakan paling besar diantara biaya lainnya.

Oleh sebab itu sisihkan uang bulanan untuk menyewa kamar sebelum menggunakannya untuk dibelikan keperluan lain.

2. Makanan

Setiap orang tentu saja memerlukan makanan yang cukup yakni tiga kali sehari.

Untuk yang memiliki kesibukan yang cukup padat mungkin tidak akan sempat membuat makanan sendiri dan kebanyakan kamar kos tidak menyediakan dapur.

Oleh karenanya anak kos harus pintar mencari tempat makan yang menjual makanan yang murah dan enak.

Baca Juga: Kartu Debit BCA Ada Banyak Loh, Kamu Pilih Mana?

3. Air Galon

Sama pentingnya dengan makanan, air minum juga tidak kalah pentingnya sebagai kebutuhan pokok manusia sehari-hari.

Pintar-pintarlah untuk menghemat pengeluaran air minum dengan membeli air galon atau membawa tumblr air minum saat bepergian.

4. Biaya Kuliah

Salah satu alasan utama seseorang menjadi anak kos ialah untuk kuliah atau sekolah.

Biaya kuliah bisa dikatakan tidak murah sehingga saat diberi uang bulanan oleh orangtua jangan sampai menggunakan uang tersebut untuk keperluan pribadi.

Jika ingin tidak terasa berat, lebih baik menabungkan uang tersebut agar saat harus membayar biaya kuliah bisa diambil dari tabungan tersebut.

5. Transportasi

Jika tempat kos ternyata jauh dari kampus atau tempat bekerja, tentunya kita membutuhkan transportasi untuk bisa sampai ke tempat tersebut.

Jika memiliki kendaraan pribadi mungkin harus mengeluarkan biaya untuk membeli bahan bakarnya, namun jika tidak harus ada uang yang disisihkan untuk membayar transportasi umum.

6. Perlengkapan Mandi dan Make Up

Sebagai seorang manusia, tentunya harus membersihkan dirinya secara rutin setiap hari.

Selain itu ada juga keperluan lain seperti make up untuk menambah kepercayaan diri.

Tentunya ada banyak produk perlengkapan mandi dan make up yang harus disiapkan setiap bulannya.

7. Obat-Obatan

Manusia tidak mungkin selamanya sehat karena sewaktu-waktu bisa terserang penyakit.

Apalagi jika orang tersebut tinggal jauh dari orangtuanya membuatnya harus mandiri.

Sebisa mungkin ada uang yang disisihkan untuk membeli obat-obatan pribadi.

Itulah beberapa cara mengatur keuangan anak kos yang mudah namun sekali untuk dilakukan.

Kebanyakan orang yang kesulitan mengatur keuangannya karena tidak memiliki manajemen yang baik.

Oleh sebab itu mulai sekarang belajarlah untuk mengatur keuangan dengan lebih teratur agar masa depan menjadi lebih baik.

Header Image: Pixabay

Continue Reading

Investasi

Rencanakan Masa Depan Anak Dengan Tabungan Pendidikan Anak ini

tabungan pendidikan anak

Penting bagi para orang tua untuk menyiapkan tabungan khusus sebagai persiapan pendidikan anak kelak.

Data dari BPS menyebutkan jika dari tahun 2014, biaya pendidikan cenderung terus mengalami kenaikan hingga 20% tiap tahunnya.

Untuk itu tabungan pendidikan memang perlu disiapkan sejak dini. Berikut beberapa pilihan tabungan pendidikan anak yang bisa dicoba.

1. Tabungan Pendidikan Anak Bank BRI

image: promo.bri.co.id

Dari bank BRI menyediakan produk tabungan pendidikan dengan nama tabungan Britama Rencana.

Produk ini menawarkan pada nasabahnya untuk menyetor dana mulai 100 ribu hingga 5 juta rupiah untuk setiap bulannya.

Jangka waktu simpanan yang bisa dipilih oleh nasabah mulai dari 1 hingga 20 tahun.

Keistimewaan dari produk tabungan ini, nasabah dapat dengan bebas mencairkan dana kapan pun mereka inginkan.

Menariknya lagi, mereka tidak akan dikenakan biaya penarikan sepeser pun.

Ditambah lagi, akan dilengkapi dengan fasilitas asuransi dengan nilai pertanggungan mencapai 1 miliar.

Syarat untuk menjadi nasabah tabungan Britama Rencana ini cukup sederhana. Nasabah hanya harus mencukupi umur setidaknya 17 hingga 64 tahun.

Selain itu, sebelumnya harus juga memiliki tabungan lain dulu di BRI bisa BritAma, Giro, atau Britama Bisnis. Terakhir nasabah diharuskan melengkapi form pembukaan rekening baru.

2. Tabungan Pendidikan Anak Bank Mandiri

Pilihan lain untuk tabungan biaya pendidikan untuk anak adalah dari tabungan rencana dari bank mandiri.

Bahkan bank Mandiri melalui produk ini dapat membantu nasabahnya bukan hanya untuk persiapan tabungan pendidikan saja.

Namun bisa juga untuk rencana masa depan lainnya, seperti untuk liburan, bisnis, dan sebagainya.

Keunggulan tabungan ini adalah nasabah dapat bebas menentukan sekaligus mengubah setoran bulanan yang akan mereka tabung.

Minimal jumlah setorannya yaitu sebesar 100 ribu rupiah atau USD 10 untuk setiap bulan.

Dengan begitu, setoran jadi lebih flexibel karena bisa disesuaikan dengan kemampuan.

Jangka waktu tabungan pun nasabah diberikan pilihan mulai dari 1 hingga 20 tahun.

Ditambah lagi, bank mandarin sudah resmi menjalin kerjasama dengan PT AXA Mandiri Financial Service.

Dengan begitu, nasabah tabungan rencana mandiri secara otomatis akan terlindungi dengan asuransi gratis yang nilainya 5 juta per bulan.

Untuk bisa memegang tabungan rencana mandiri ini, nasabah hanya harus berumur 18 hingga 70 tahun.

Selain itu sebelumnya harus memiliki rekening mandiri bisa tabungan atau giro sebagai rekening sumber.

Terakhir nasabah juga diharuskan mengisi form pengajuan serta pernyataan kesehatan sekaligus surat kuasa pendebetan otomatis.

3. Tabungan Pendidikan Anak Bank CIMB Niaga

image: cimbniaga.com

Bank CIMB Niaga memiliki produk tabungan yang diperuntukkan khusus sebagai persiapan biaya pendidikan anak.

Para orang tua bisa mulai dengan mengikuti program ini demi kelancaran studi buah hati di masa depan.

Dengan menawarkan suku bunga yang cukup tinggi yaitu 4,85%, tabungan ini mengharuskan nasabah menyetor dana mulai 100 ribu rupiah saja.

Jumlah tersebut baik untuk setoran awal maupun untuk per bulannya. Sedangkan untuk pilihan tenor pinjaman mulai 3 hingga 10 tahun.

Kemudahan pengecekan saldo juga mampu diberikan CIMB niaga. Nasabah bisa melakukan pemantauan sisa saldo yang tersisa melalui CIMB Cliks, Phone Banking, atau dari Go Mobile.

Tidak hanya itu saja, fasilitas lain yang bisa dinikmati oleh nasabah adalah perlindungan asuransi yang sekaligus dapat diterima oleh mereka.

Asuransi yang bakal mereka sertakan yaitu dari PT Sun Life Financial Indonesia dengan nilainya mencapai 160 juta rupiah.

Agar dapat ikut memiliki tabungan ini, pastikan saja umur mencapai 18 tahun.

Selain itu sudah punya sumber dana yaitu dari rekening tabungan CIMB Niaga. Pastikan juga telah mengisi form pengajuan sekaligus menyertakan fotokopi e-ktp yang masih berlaku.

4. Tabungan Pendidikan Anak Bank BTN

Dengan nama “BTN Siap” Bank BTN akan secara nyata membantu nasabah tabungan ini untuk merencanakan masa depan yang lebih baik.

Mulai dari persiapan biaya pendidikan maupun untuk biaya pernikahan. Nasabah pemilik tabungan ini akan sekaligus terlindungi oleh asuransi bebas premi.

Ditambah lagi perlindungan asuransi tambahan yaitu santunan duka serta perlindungan penyakit tropis.

Sangat lengkap sekali dalam hal fasilitas asuransinya. Biaya setoran per bulannya juga tergolong ringan.

Bekisar mulai dari 100 ribu rupiah saja hingga kelipatannya. Sedangkan untuk pilihan jatuh tempo simpanan yaitu mulai 1 hingga 15 tahun.

Tabungan BTN siap ini akan memberikan bunga sebesar 3% per tahun. Agar bisa memiliki tabungan ini, nasabah perlu berumur minimal 17 tahun.

Selain itu harus juga untuk memiliki terlebih dahulu rekening tabungan BTN yang difungsikan sebagai sumber dana.

5. Tabungan Pendidikan Anak MayBank

image: maybank.co.id

MayBank juga tidak ketinggalan untuk menawarkan tabungan perencanaan masa depan yang diberi nama tabungan MyPlan.

Perencanaan dana yang dimaksud adalah termasuk dana uang muka rumah, dana liburan maupun tabungan pendidikan untuk anak. MayPlan punya fitur unggulan bernama target balance.

Fitur target balance ini dapat membatu nasabah agar mampu mencapai target dana tabungan yang sudah ditetapkan.

Jangan salah, tabungan MyPlan ini tidak hanya berfokus pada tabungan konvensional saja, namun juga mencakup tabungan syariah.

MyPlan akan memberikan bunga sebesar 2% serta tidak ada biaya penarikan sebelum jatuh tempo.

Syaratnya nasabah hanya harus berumur mulai dari 17 hingga 55 tahun.

Mengisi formulir pengajuan sekaligus menyertakan fotocopy identitas yang masih berlaku.

Perhatikan juga, sebelumnya nasabah juga harus punya rekening lain MyBank sebagai sumber dana.

6. Tabungan Pendidikan Anak Bank BNI

Bank BNI punya pilihan produk untuk membatu perencanaan masa depan nasabahnya bernama “BNI Tapenas”.

Nasabah bisa memanfaatkan tabungan ini untuk biaya perencanaan masa depan. Termasuk untuk liburan, bisnis, dan terpenting untuk biaya pendidikan anak.

Jangan khawatir nasabah BNI Tapenas juga sudah disertakan asuransi jiwa sebagai fasilitas perlindungan ekstra.

Nasabah tabungan ini dapat dengan bebas menentukan besarnya setoran per bulan. Minimal 100 ribu hingga 5 juta dengan kelipatan 50 ribu rupiah.

Baca Juga: Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Menurut Islam

Begitu juga untuk menentukan waktu jatuh tempo tabungan yaitu mulai 2 hingga 18 tahun.

Ditambah nilai manfaat asuransi yang jumlahnya mencapai 1,5 milyar atau setara dengan USD 150.000 untuk tiap rekening.

Yang paling penting, asuransi ini bebas premi alias gratis bagi nasabah. BNI Tapenas ini akan memberikan bunga sebesar 4% setahun.

Namun masih harus membayar biaya administrasi 18 ribu namun untuk dibayarkan per tahun saja.

Itulah beberapa pilihan tabungan pendidikan anak untuk tahun ini

Melihat semakin mahalnya biaya pendidikan, mempersiapkan dana sejak dini memang begitu penting. Sehingga nantinya, anak bisa lebih mudah menggapai cita-cita yang diimpikannya.

Header Image: Pixabay

Continue Reading

TOP STORIES