Connect with us

Peluang Usaha

Analisa Bisnis Minuman Thai Tea Dengan Modal Kecil Tapi Untung Besar

Thai Tea merupakan minuman yang dibuat dengan perpaduan teh hitam dan susu kental manis yang terasa nikmat ketika diminum saat cuaca panas. Di Indonesia, minuman Thai Tea populer di semua kalangan, baik anak-anak maupun orang dewasa. Kepopuleran ini membuat bisnis minuman Thai Tea menjadi bisnis yang menjanjikan khususnya bagi pemula.

Bisnis Minuman Thai Tea

Dengan modal yang kecil dan keuntungan besar, bisnis Thai Tea tentu layak untuk dipertimbangkan. Sebelum memulai bisnis ini, ada baiknya untuk membuat analisa usaha agar pelaku usaha mengetahui prospek ke depannya dan meminimalisir kerugian. Selain mengetahui prospek usaha, analisa usaha juga diperlukan untuk melihat kelayakan bisnis yang dijalankan.

Peluang Usaha

Peluang usaha merupakan hal yang harus terlebih dahulu diketahui dan dirancang oleh pelaku usaha sebelum memulai sebuah bisnis. Dengan merancang peluang usaha, pelaku usaha akan mengetahui keunggulan produk dan sasaran konsumen dari produk yang dijualnya. Misalnya, keunggulan Thai Tea yang dijual yaitu memiliki banyak varian rasa, mudah dibuat, dan biaya produksi rendah.

Analisa Ekonomi

Salah satu analisa ekonomi yang dapat dibuat sebelum memulai sebuah bisnis yaitu analisis SWOT. Analisis SWOT dari bisnis Thai Tea adalah sebagai berikut: banyak varian rasa (Strength) serta memiliki banyak pesaing dengan usaha sejenis (Weakness). Cakupan bisnis luas dan dapat diterima oleh semua kalangan (Opportunities) sehingga banyak yang tertarik membuka bisnis ini (Threat).

Anggaran Biaya

Analisa anggaran biaya merupakan analisa bisnis minuman Thai Tea untuk merinci pengeluaran yang diperlukan. Pengeluaran untuk peralatan penunjang yaitu kompor gas kecil Rp 200.000; booth Rp 1.000.000; blender Rp 300.000; dan peralatan meracik teh Rp 250.000. Apabila dijumlahkan, anggaran yang dihabiskan untuk peralatan penunjang bisnis Thai Tea yaitu sebesar Rp 1.750.000.

Biaya habis pakai terdiri dari susu Rp 375.000; bungkus Thai Tea Rp 1.500.000; perisa makanan Rp 250.000; serta air isi ulang Rp Rp 175.000.  Selain itu, diperlukan gelas dan sedotan sebesar Rp 450.000 sehingga total pengeluarannya menjadi Rp 2.750.000. Anggarkan pula biaya lain-lain untuk kebutuhan tak terduga, menyewa tempat, dan membayar air listrik sebesar Rp 1.500.000.

Perhitungan Harga Jual dan Besar Keuntungan

Harga Thai Tea yang akan dijual tentu perlu diperhitungkan agar bisa mendapatkan keuntungan yang sesuai dan meminimalisir kerugian. Misalkan keuntungan yang diinginkan dari setiap Thai Tea yang dijual sebesar 30%, maka Thai Tea tersebut harus dijual sebesar Rp 18.500/kemasan. Besarnya harga jual dapat dihitung dengan mengalikan persentase keuntungan yang diinginkan dengan total biaya per unit.

Besar keuntungan yang akan diperoleh pelaku usaha dengan menjual Thai Tea dengan harga Rp 18.500/kemasan yaitu sebesar Rp 4.300/kemasan. Apabila dapat menjual 300 kemasan Thai Tea setiap bulannya, maka keuntungan bersih yang didapat yaitu sebesar Rp 1.290.000. Untuk meningkatkan keuntungan penjualan, pelaku usaha harus menaikkan target penjualan setiap bulannya.

Kelayakan Usaha

Layak atau tidaknya suatu bisnis yang dijalankan dapat dihitung berdasarkan Benefit Cost (B/C) Ratio dengan membagi jumlah pendapatan dan total biaya produksi. Misalkan, jumlah pendapatan yang didapat dengan menjual 300 kemasan Thai Tea yaitu Rp 5.550.000 dan total biaya produksi per bulannya Rp 2.750.000. Maka B/C rationya sebesar 2,02 sehingga bisnis Thai Tea layak untuk dijalankan.

Demikianlah informasi mengenai analisa bisnis minuman Thai Tea yang dapat digunakan sebagai gambaran awal untuk merintis bisnis ini. Untuk menarik perhatian konsumen, sebaiknya Thai Tea yang dijual memiliki rasa yang berbeda dengan Thai Tea lain. Agar usaha yang dirintis dapat berkembang, pelaku usaha perlu memiliki target dan menghindari kerugian yang akan terjadi di masa yang akan datang.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Peluang Usaha

Rincian Modal Usaha Jilbab yang Harus Dipertimbangkan Pebisnis Pemula

Rincian Modal Usaha Jilbab

Tertarik untuk menekuni usaha jilbab, namun bingung menentukan estimasi modal dan komponen apa saja yang diperlukan untuk menjalankannya? Sebaiknya, simak ulasan asyik yang ada di bawah ini dengan teliti! Karena, di sini telah disajikan, informasi rincian modal usaha jilbab yang harus dipertimbangkan pebisnis pemula secara lengkap dan jelas, antara lain:

1. Pembelian Produk Jilbab

Komponen rincian modal usaha jilbab pertama yang wajib dijadikan sebagai pertimbangan bagi para pebisnis pemula ialah pembelian produk. Biasanya hal ini mempertimbangkan beberapa aspek penting agar penjualan nantinya bisa efisien, terdiri dari:

  • Cluster jenis bahan yang dipergunakan pada jilbab, mulai dari yang murah hingga yang grade A;
  • Pilihan model jilbab yang bagusnya disesuaikan dengan trend yang tengah berkembang di kalangan jilbaber;
  • Varian warna yang banyak untuk 1 jenis model jilbab dengan prioritas pada warna yang paling banyak dicari; dan
  • Sejumlah pertimbangan lain terkait perkembangan trend jilbab di kalangan pemakainya.

Setelah, memperhatikan hal tersebut, maka saatnya untuk menentukan estimasi. Katakanlah produk grade rendah dengan kisaran Rp. 14.000 sebanyak 100 buah, produk kualitas sedang dengan harga Rp. 17.000, 100 buah, dan grade A Rp. 20.000 sebanyak 100 buah. Sehingga diketahui kisaran modal pembelian awalnya sekira Rp. 5.100.000, yang bisa disesuaikan kebutuhan.

2. Sewa Tempat dan Peralatan Display

Berikutnya, komponen kedua yang masuk dalam rincian modal usaha Jilbab ialah biaya sewa tempat dan peralatan display yang diperlukan. Tentu ini sangat dibutuhkan, khususnya jika usaha nanti dijalankan secara offline, dengan anggaran terdiri dari:

  • Dana sewa tempat sekira Rp. 500.000, yang bisa bertambah ataupun berkurang tergantung dari masing-masing lokasinya;
  • Pengadaan etalase yang dipergunakan sebagai display jilbab, dengan estimasi pemesanan sekira Rp. 2.000.000 dan masih bisa dikurangi dengan cara membuat sendiri;
  • Hanger ring yang akan dipakai sebagai pajangan sebanyak 4 buah (estimasi usaha sedang) dengan total sekira Rp. 100.000; dan
  • Pajangan manekin sebanyak 5 buah dengan kisaran harga @Rp 20.000, dengan total Rp. 100.000.

Berdasarkan perhitungan di atas maka dapat disimpulkan biaya sewa dan peralatan standar yang diperlukan sekira Rp. 2.700.000. Besaran ini masih bisa membengkak atau menyusut, bergantung pada harga sewa umum yang berlaku di lingkungan penjualan. Selain itu juga bergantung pada rentang biaya pembuatan etalase dan harga peralatan sesuai update terbaru pasar.

3. Biaya Marketing

Marketing sangat diperlukan dalam menjalankan sebuah kegiatan usaha. Jadi sangat penting untuk memasukan komponen ini pada rincian modal usaha jilbab bagi pemula, yang biasanya terdiri atas beberapa hal urgent, di antaranya:

  • Pembuatan banner nama toko atau neon box dengan kisaran harga Rp. 250. 000;
  • Sarana promosi X banner untuk display depan toko dengan harga Rp. 150.000;
  • Perkiraan biaya promosi awal via marketplace dan sosial media dengan anggaran sekira Rp. 500.000; dan
  • Pembelian kuota bulanan untuk akses data senilai Rp. 100.000;

Jadi, estimasi biaya marketing awal standar yang harus disiapkan pebisnis sekira Rp. 1000.000. Catatannya, biaya ini tetap bisa mengalami perubahan baik penambahan maupun juga pengurangan di bulan berikutnya, tergantung dari performa pemasaran. Hal tersebut setidaknya bisa diketahui dari sedikit banyaknya orderan yang masuk dari iklan yang terpasang, sebagai indikasi keefektifannya.

4. Estimasi Biaya Packing

Jenis komponen keempat ini jelas sangat diperlukan, khususnya bagi pelaku usaha jilbab yang berbasis online. Lazimnya, ada sejumlah perangkat yang dibutuhkan untuk menjamin jilbab sampai ke tangan konsumen dengan kondisi bagus, misalnya:

  • Plastik packing berbagai macam ukuran dengan estimasi sekira Rp. 100.000;
  • Kardus untuk packing baik bekas maupun baru dengan estimasi sekira Rp. 200.000, tergantung pada ramai sepinya orderan;
  • Selotip untuk packing dengan berbagai macam ukuran sekira Rp. 100.000, dan
  • Kertas untuk penulisan alamat, yang bisa juga diganti dengan template cetak dengan kisaran harga Rp. 100.000;

Perlu untuk diketahui, bahwa estimasi biaya packing di atas didasarkan pada kebutuhan bulanan dengan jumlah orderan sedang. Tentu jumlah ini sangat mungkin mengalami fluktuasi sehingga bisa disesuaikan dengan kondisi dari masing-masing toko. Lain dari pada itu, untuk jenis jilbab tertentu biasanya juga perlu packing khusus yang biaya pengemasannya bersifat relatif.

5. Keperluan Transport dan Operasional

Terakhir, pengusaha juga perlu untuk menyiapkan biaya transport dan lain-lain untuk jenis kepentingan yang bersifat operasional. Umumnya, ada pencadangan dana khusus yang sengaja disiapkan pengusaha untuk aspek ini, yang dirinci sebagai berikut:

  • Transportasi pembelian dan pengiriman produk total bulanan dengan estimasi sekira Rp. 300.000;
  • Beban kebersihan bulanan toko jilbab dengan kisaran Rp 50.000;
  • Cadangan biaya lain-lain untuk jenis keperluan mendesak yang bisa dianggarkan mulai dari Rp 350.000, sehingga total komponen kelima ini ialah Rp 700.000;

Nah, demikianlah kiranya rincian modal usaha jilbab yang harus disiapkan oleh pengusaha pemula yang jika ditotal sekira Rp. 10.000.000. Pastinya, rincian yang diberikan di sini sifatnya gambaran umum untuk jenis usaha sedang. Karenanya, kemungkinan estimasinya perlu untuk ditambah atau diefisienkan sesuai dengan kondisi pasar terbaru dan ketersediaan modal yang dimiliki.

Continue Reading

Peluang Usaha

Inilah Modal Ternak Kambing Pemula dan Strategi Perawatan Kambing

Modal Ternak Kambing Pemula dan Strategi Perawatan Kambing

Banyaknya usaha yang dikembangkan oleh masyarakat memang bertujuan agar nantinya bisa memperoleh sebuah penghasilan. Namun sebelum membuka usaha, tentu harus menyediakan modal dan mengetahui kisaran modal yang dibutuhkan untuk usaha tersebut. Salah satunya modal ternak kambing pemula yang memang harus diketahui sebelum beternak.

Meskipun modal yang dibutuhkan tidak terlalu banyak, namun perawatan kambing harus tetap diperhatikan. Dengan tujuan agar kesehatan kambing tersebut dapat terjaga dan terhindar dari penyakit yang bisa menyebabkan kambing mati. Selain itu, kebersihan kandang kambing ini pun harus dilakukan secara rutin agar kambing nyaman menempati kandang tersebut.

Modal Untuk Beternak Kambing Yang Wajib Disediakan 

Seperti yang dibahas sebelumnya bahwa sebelum memulai usaha kambing tentu harus memiliki modal yang akan digunakan. Dimana modal ini berguna untuk membeli segala keperluan yang dibutuhkan usaha kambing. Adapun pembahasan tentang modal ternak kambing pemula sebesar Rp9.000.000 dengan estimasi atau rincian sebagai berikut:

1. Kandang Kambing

Perlengkapan yang dapat disediakan oleh peternak kambing tentunya adalah kandang. Biasanya kandang yang digunakan berupa kandang yang bersifat modern. Memang kandang kambing saat sekarang ini semakin modern untuk kenyamanan kambing itu sendiri. Hal ini dikarenakan kambing juga membutuhkan tempat tinggal yang nyaman untuk beradaptasi.

Adapun harga kandang kambing yang bersifat modern ini berkisar Rp3.000.000. Seseorang bisa membeli kandang secara online melalui aplikasi. Meskipun kandang modern ini ada yang dijual secara offline di berbagai daerah. Memang jika dibeli secara offline, seseorang bisa melihat kualitas dari kandang ini secara langsung dibanding membeli secara online.

2. Bibit

Dalam memelihara hewan maupun tumbuhan tentu tidak lepas dengan penggunaan bibit untuk proses perkembangan biakan nantinya. Seperti yang diketahui bahwa harga dari bibit yang akan digunakan memang cukup mahal namun harus dibeli. Adapun harga dari bibit berkisar Rp5.000.000 sehingga harus disediakan oleh calon peternak nantinya.

Memang harga dari bibit tersebut cukup mahal namun penggunaannya dapat digunakan cukup lama. Sehingga peternak tidak terlalu sering membeli bibit tersebut untuk memenuhi kebutuhan perkembangan kambing. Selain itu, sebelum membeli bibit, seseorang juga harus memperhatikan jenis dan kualitas dari bibit tersebut karena memang banyak jenis bibit yang dapat dijadikan pilihan.

3. Pakan Rumput & Vitamin

Seperti yang diketahui bahwa makanan pokok kambing berupa rumput. Namun untuk mendapatkan makanan ini tentu tidak mudah sehingga peternak harus memesan dan membelinya di tempat tertentu. Kambing bukan hanya memakan rumput saja untuk pertumbuhannya, namun juga membutuhkan vitamin sehingga tidak mudah terserang penyakit.

Untuk membeli pakan berupa rumput dan vitamin ini, modal yang dikeluarkan berkisar Rp1.000.000. Memang harga dari pakan dan vitamin untuk kambing tidak terlalu mahal sehingga nantinya kebutuhan kambing ini dapat terpenuhi secara rutin. Dengan begitu, pada saat menjual kambing tersebut, harga yang ditawarkan lebih mahal sehingga bisa memperoleh banyak keuntungan.

Strategi Untuk Ternak Kambing

Ternak kambing yang dilakukan memang memberikan banyak keuntungan untuk para peternak. Bagaimana tidak, modal ternak kambing pemula tidak perlu mengeluarkan biaya yang banyak. Bukan hanya membutuhkan modal yang sedikit, namun strategi yang baik pun diperlukan untuk kelancaran ternak. Olehnya itu, berikut paparan lengkap mengenai strategi yang dapat dilakukan saat beternak kambing:

1. Memilih Jenis Kambing

Sebelum memulai ternak hewan kambing, terlebih dahulu memilih jenis dari kambing tersebut. Memang sangat banyak jenis kambing yang dapat dijadikan sebagai salah satu pilihan untuk hewan ternak. Adapun jenis hewan ternak berupa kambing yang dapat dijadikan pilihan yaitu kambing jenis Etawa. Kambing jenis ini memang sangat bagus sebagai hewan ternak.

2. Harus Memiliki Lahan Yang Memadai

Memang lahan yang dibutuhkan untuk ternak kambing harus luas sehingga kambing bisa lebih leluasa untuk berkembang biak. Itulah mengapa lahan sangat perlu diperhatikan sebelum memulai untuk ternak kambing. Selain itu, lahan yang luas ini nantinya dapat dijadikan sebagai tempat tumpukan pakan maupun bibit untuk kambing tersebut.

3. Pakan, Bibit, dan Vitamin Harus Berkualitas

Seperti yang telah dibahas sebelumnya bahwa pakan yang akan diberikan ke hewan ternak utamanya kambing harus berkualitas. Begitu pula dengan pemilihan bibit untuk kambing pun harus berkualitas agar perkembangannya selalu sehat. Ada pula vitamin yang juga dijadikan sebagai kebutuhan kambing karena memang vitamin ini memiliki peran yang penting.

4. Pastikan Kesehatan Kambing Tetap Terjaga

Hal yang tidak kalah pentingnya dalam strategi ternak kambing adalah kesehatan dari kambing tersebut. Dimana para peternak harus memperhatikan kebersihan dari kandang kambing agar tidak mudah terserang penyakit. Bukan hanya itu saja, pemberian pakan pun perlu diperhatikan dan diberikan secara rutin agar nantinya kesehatan kambing tetap terjaga.

Itulah penjelasan lengkap terkait modal ternak kambing pemula yang dapat disediakan yakni Rp9.000.000. Memang modal yang dibutuhkan untuk melakukan ternak ini tidak terlalu banyak namun keuntungan yang diberikan pada saat panen cukup besar. Bukan hanya itu, strategi untuk memulai usaha ini tentu harus diperhatikan. 

Continue Reading

Peluang Usaha

7 Cara Memulai Bisnis Properti Kecil Kecilan Dengan Tingkat Keuntungan Menggiurkan

Cara Memulai Bisnis Properti Kecil Kecilan

Salah satu pilihan usaha yang keuntungannya lumayan menjanjikan adalah di bidang properti. Hal ini diantaranya dipicu dari harga properti di pasaran kebanyakan selalu mengalami kenaikan dalam waktu ke waktu. Hingga kemungkinan akan kerugian kerugian yang dialami juga lumayan kecil. Untuk mengawali bisnis ini setidaknya pahami tentang cara memulai bisnis properti kecil kecilan terlebih dahulu sebagai bekalnya. 

Pasalnya dengan semakin menjamurnya usaha dalam bidang tersebut. Membuat seseorang yang ingin mengawalinya tidak lagi menjadi sebuah perkara yang rumit. Seperti sekarang ini terdapat berbagai macam cara yang bisa diikuti dan mudah dilakukan. Yakni semisal melalui permulaan dari skala kecil dahulu. Bagi yang ingin mengetahuinya bisa menyimak pembuahan berikut ini:

1. Mengetahui Target Pasar 

Mengenai hal yang perlu diketahui sebagai cara mengawali bisnis properti kecil kecilan adalah dengan paham akan target yang dituju. Perkara ini agaknya perlu ditetapkan dulu sebelum mulai menjalankan usaha yang diinginkan. 

Diantaranya seperti menentukan fokus pasar yang akan disasar, apakah kalangan bawah, menengah ataupun atas. Bisa juga untuk para kalangan orang muda atau dewasa. Pasalnya hal ini cukup berpengaruh terhadap jenis dan konsep yang diusung nanti ya dalam usaha.

2. Memulai Dari Nol

Salah satu cara memulai bisnis properti kecil kecilan yang bisa dicoba adalah dengan terjun secara langsung mulai tahap awal. Dari situ seorang pebisnis dapat dinilai lebih ahli jika dibandingkan dengan orang yang langsung menjalankan bisnis yang berada pada level tengah ataupun puncak. 

Dengan begitu pengusaha bisa belajar mengenai berbagai macam hal-hal kecil. Misalnya seperti ketika dihadapkan pada sebuah kegagalan. Dimana nantinya jika bisnis tersebut sukses, rasa yang dihadirkan juga memiliki sensasi tersendiri.

3. Menentukan Jenis Properti 

Pemilihan akan jenis objek yang cocok dijadikan bisnis bisa menjadi cara memulai bisnis properti kecil kecilan selanjutnya. Umumnya bisa berupa sejumlah bidang lahan atau tanah, bangunan semacam rumah, pertokoan dan beragam objek lainnya. Mengingat ketiganya tersebut diketahui harga yang ditetapkan selalu mengalami kenaikan. 

Hal itu dikarenakan tingkat permintaan yang ada pada masyarakat umum terjadi peningkatan seiring berjalannya waktu. Hingga tidak heran jika banyak pebisnis yang memilih objek tersebut untuk dijadikan ladang pemasukan.

4. Melakukan Pendekatan 

Ini merupakan sebagian hal penting untuk dilakukan, terutama bagi pengusaha yang tergolong baru dalam menjalankan bisnisnya. Ditambah pula bisnis tersebut masih dapat dibilang dalam skala kecil-kecilan. Di sini pendekatan dibutuhkan dalam artian emosional kepada pihak pemilik objek. 

Misalnya usaha tanah, tentunya menjalin kedekatan secara emosional dengan sang pemilik penting dilakukan. Seperti halnya tanah tersebut dinilai memiliki harga jual yang lebih tinggi jika dilakukan pembangunan semacam dunia fantasi dan lainnya. Dari situ peran pengusaha dalam melakukan kesepakatan dengan pemilik tanah cukup diperlukan.

5. Membuat Website 

Dalam dunia digital yang semakin banyak digunakan layaknya sekarang ini. Keberadaan akan sebuah website dapat membantu para pengusaha dalam melakukan peningkatan pemasaran. Seperti halnya kegiatan promosi yang memiliki beberapa keuntungan jika dibandingkan dengan cara langsung. 

Salah satunya adalah bisa meminimalisir pengeluaran dalam jumlah yang lumayan banyak. Pemakaian website untuk media promosi tentunya berkemungkinan untuk proses perkenalan produk pada masyarakat secara luas. Serta jangkauan pasar yang dapat dituju juga terbilang besar bahkan mencapai mancanegara.

6. Mengikuti Forum 

Apabila pembuatan sebuah website telah berhasil dilakukan oleh pengusaha. Maka cara memulai bisnis properti kecil kecilan bisa dilanjutkan dengan mengikuti berbagai macam forum. Baik forum yang terdapat di internet maupun di berbagai tempat yang lain. Akan tetapi yang perlu diperhatikan adalah perihal tema yang diusung. 

Usahakan bahwa forum yang pebisnis ikuti mempunyai tema pembahasan tentang pemasaran ataupun properti. Pasalnya hal tersebutlah yang pengusaha butuhkan agar bisnis dapat berkembang semakin besar dan pesat. Diantara pengetahuan yang diperlukan berupa jenis properti yang sekarang banyak dibutuhkan, harga jual di pasaran serta lainnya.

7. Memberikan Promo Dan Jaminan 

Salah satu hal yang sering diincar dan menjadi sisi menarik sebuah usaha di mata para konsumen. Maupun bisa menjadi pertimbangan dalam memutuskan pembelian terhadap sesuatu baik barang atau lainnya adalah promo. Untuk itu para pelaku usaha dapat memanfaatkan hal tersebut sebagai daya tarik agar mendatangkan banyak peminat. 

Sementara untuk jaminan, tidak jauh berbeda dalam memegang peranan penting terhadap penjualan dan minat konsumen. Seperti misalnya dalam menjalankan bisnis properti berupa rumah. Dengan memberikan jaminan berupa pengurusan PBB atau akta tanah apabila terjadi masalah di masa mendatang. 

Demikian ulasan terkait cara memulai bisnis properti kecil kecilan dengan tingkat keuntungan yang menggiurkan. Pembahasan di atas bisa dijadikan pengetahuan terutama bagi orang yang baru terjun dalam dunia usaha. Selain itu juga untuk memperluas bisnis serta agar keuntungan yang diperoleh dapat mengalami peningkatan. Pasalnya properti merupakan salah satu jenis usaha yang kisaran harganya terus mengalami kenaikan di pasaran.

Continue Reading

TOP STORIES